I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 7-FINAL)

Gambar

 

I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 7-FINAL)

 

Author : Kim Sooki

 

Leght : Chapter

 

Rating: PG – 15

 

Genre : School-Life, Romance, Angst

 

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona | Xi Luhan

 

Other Cast :

Tiffany Hwang | Seohyun | Hyoyeon | Kwon Yuri

 Poster by melurmutia cafeposter.wordpress.com

A/N : Happy reading ya😀 ditunggu RCLnya :d khamsa😀

 

***

 

Luhan memasuki sebuah diskotik dengan langkah ragu, sebenarnya ia baru dua kali ketempat seperti ini. Seadainya jika Jessica tidak mengajaknya kemarin mungkin laki-laki itu tidak akan pernah memasuki tempat penuh dosa seperti itu. Luhan menelusuri setiap sudut diskotik, mencoba mencari batang hidung gadis yang bermaga Jung itu.

“Anda Xi Luhan, bukan ?” tanya seorang pelayan dengan tersenyum ramah. Luhan hanya mengangguk sebagai jawabannya, pelayan itu memberikan sebuah kertas kecil yang dilipat-lipat lalu berjalan pergi. Luhan membuka dan melihat isi pesan itu.

‘La diviesta, 115. Now.’

Ia mengerti maksud gadis itu, tempat yang dimaksud gadis itu adalah hotel yang berada tepat disamping diskotik ini. Kemudian Luhan memutar badan dan berjalan keluar dari diskotik. Luhan berjalan kembali kearah hotel dengan papan besar yang bertuliskan ‘La diviesta’.

Saat Luhan memasuki hotel seorang resepsionis tersenyum dan menyapanya hangat, “Ada yang bisa saya bantu?”

Luhan berdeham pelan, “Benarkah 115 adalah tempat Nona Jung ?” resepsinonis itu meminta Luhan untuk menunggu sebentar. Kemudian resepsionis itu mengangguk mengiyakan, sebelum Luhan pergi laki-laki itu tak lupa mengucapkan terima kasih sebelumnya.

 

***

 

Jessica Jung, gadis itu kini tampak begitu menyedihkan. Dia sesekali tertawa hambar, sesekali tersenyum miring. Gadis ini menuangkan kembali anggur favoritya kedalam gelas, kemudian meneguknya dalam satu tegukan.

Well, you now with him Im Yoona, how dare you take Sehun from me ? Did you know, how i love Sehun, huh ?”

Jessica hendak berbicara kembali tetapi ia mendengar sebuah ketukan dari pintu luar, Jessica segera bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati pintu. “Who ?”

“Kau mabuk lagi ya ? Luhan.” Ujar Luhan dari seberang. Jessica segera membuka pintu kamar hotelnya dan memeluk Luhan erat. Luhan yang mendapatkan perlakuan itu hanya terdiam kemudian mendorong Jessica agar menjauh darinya.

Sehun, you must know that i love you so much. But, now you with her. You know i feel very bad today. I wanna die, you know hemm—“ erang Jessica dengan menangis pilu. Luhan menggeleng pelan, ia benar-benar tidak tega saat melihat seorang wanita menangis karena itu akan membuat hatinya luluh, sekali pun mereka jahat pada dirinya. Luhan mendudukan Jessica di tempat semula gadis itu duduk.

“Jessica, kau mabuk berat.” Ujar Luhan. Jessica menggeleng pelan, “Apa kau tidak lihat ? Aku sedang tidak mabuk saat ini.” Luhan terdiam membiarkan gadis itu menangis sembari bercerita.

“Aku akan segera bertunangan dengan Yoona, mungkin dipercepat.” Ujar Luhan. Jessica berhenti menangis, gadis itu menatap Luhan dengan tatap mengartikan , ‘Benarkah ?’

“Ya, aku mengatakan pada ibunya jika Yoona mempunyai seorang kekasih. Aku yakin ibunya akan mempercepat pertunanganku. Ibu Yoona tidak akan menyetujui hubungan Yoona dengan Sehun.” Jelas Luhan lagi.

Jessica tersenyum miring saat sebuah ide buruk melintas di kepalanya, “Aku mempunyai ide bagus saat kau sudah resmi bertunangan dengannya.”

“Apa ?”

“Kemari.”

 

***

 

Yoona membulatkan matanya tidak percaya melihat siapa yang berdiri di ambang pintu rumahnya. Ibunya. Bukankah ibunya akan pulang dua minggu lagi ?

“Yoona. Ibu ingin berbicara denganmu.” Tutur ibunya tanpa tersenyum. Datar. Yoona hanya mengangguk dan mengikuti ibunya berjalan menuju meja makan.

“Duduk.” Titah ibunya. Yoona hanya mengangguk, gadis itu segera duduk di kursi yang ebrhadapan dengan ibunya.

“Kau akan bertunangan dengan Luhan, besok. Tidak ada penolakan.”

Yoona mengaga tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, “Bertunangan ? Apa ibu tidak bercanda ? Bukankah ini terlalu cepat ? Dengan siapa aku akan bertunangan ?”

Ibunya menatap Yoona tajam, “Tidak ini waktu yang pas, tentu saja dengan Luhan. Bukan dengan laki-laki yang bermarga Oh itu atau kau biasanya memanggilnya dengan Sehun.”

Yoona menatap ibunya tajam, “Darimana ibu mengetahui nama laki-laki itu ?” Ibu Yoona hanya tersenyum sinis, “Mata-mata ibu tidak hanya satu Yoona. Dan ingat besok kau harus bertunangan dengan Luhan, orang tua Luhan akan datang. Jika kau masih menemui laki-laki yang bernama Sehun itu, ibu tidak akan segan-segan mengirimmu ke Paman John yang berada di Swiss.”

Yoona hanya mengangguk pasrah, “Ne eomma.”

 

***

 

Sehun memainkan ponselnya pelan, ia bosan sejak tadi Yoona tidak membalas pesannya ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia ingin menelpon gadisnya lantaran rasa khwatir dan juga rasa ingin tahu kenapa gadis itu tidak membalas pesannya.

Sehun segera menelpon Yoona dengan cepat, “Yoboseyo ?”

“Sehun-ah, hiks..hiks.”

Waeyo ? Gwechana ?”

Aniyo, aku punya berita buruk.” Jelas Yoona masih terisak. Sehun terdiam, ia merasakan perasaannya mulai tidak enak. Tampaknya ini memang berita buruk, siap atau tidak siap ia harus menerimanya.

“Aku akan bertunangan dengan Luhan.” Jelas Yoona. Sehun terdiam membiarkan dirinya terduduk lemas di sudut ranjangnya, baru tadi sore dia menjalin hubungan resmi dengan gadis itu sebagai ‘kekasih’ dan sekarang ia harus melepaskan gadisnya ? Cinta mempermainkan dirinya ?

Sehun mengehela nafas panjang, “Kau tidak menolak ? Atau kau langsung menerima permintaan itu ?”

“Tentu saja aku menolak Oh Sehun ! Bagaimana bisa aku langsung menyukai Luhan, dia hanya masa laluku saat kecil tidak lebih.”

“Berarti dulu kau sempat menyukainya, sama saja, bukan ? Intinya jika kau bertunangan, kau akan menyukainya.”

“Oh Sehun.”

“Jadi, kau meminta kita bagaimana ? Pilihan terakhir adalah kita memutuskan hubungan ini.”

“Oh Sehun.”

“Baiklah aku harus mengalah, mungkin kau memang pantas dengan Luhan.”

“Oh Sehun ! Dengarkan, kenapa kau seperti putus asa seperti itu ? Justru aku ingin kau mengatakan bahwa kau tidak akan mendukung pertunangan ini, atau kau akan berusaha membatalkannya yang terpenting kau melakukan usaha. Tapi, melihat jawabanmu. Memang lebih baik kita tidak melanjutkan hubungan ini. Datanglah besok jam 3 sore dirumahku.”

“Im Yoo—“

Sambungan terputus, Sehun mengepalkan tangannya keras memukul tembok yang berada di depannya dengan marah. Ia benar-benar seperti waria, gampang berputus asa.

 

***

 

Luhan menaiki tangga rumah Yoona pelan, seakan takut membangunkan seisi rumah. Luhan mendekati kamarnya, tapi urungkan ketika mendengar suara tangisan. Luhan menghampiri kamar Yoona, gadis itu tampak menenggelamkan wajahnya yang cantik kedalam bantal. Luhan memasuki kamar Yoona pelan, laki-laki itu mendudukan pantatnya tepat disamping gadis itu.

Yoona yang merasa seseorang duduk disampingnya, gadis itu mengangkat wajahnya dan menengok ke arah kanan. “Luhan?” Luhan terkejut bukan karena ia melamun, melainkan lihat gadis itu. Ia tampak menyedihkan, matanya bengkak, dengan kantung mata yang semakin menghitam tak lupa hidungnya yang berwarna merah.

“Kenapa menangis ?”

Yoona menatap Luhan dalam, “Kau tahu seseorang mata-mata ibu mengatakan bahwa aku berpacaran dengan Sehun. Tapi, kami baru saja berpisah lantaran aku bertunangan denganmu. Kau tahu ? Dia adalah seseorang yang kusayangi, aku benar-benar merasa gila jika tidak melihatnya sehari dan sekarang mungkin aku jarang bertemu dengannya. Kau tahu aku mencintainya, bukan ? Tidakkah kau mengerti sakitnya perasaanku saat aku tahu aku harus bertunangan denganmu ?”

“Kau tidak menyukaiku ?”

“Aku menyukai sebagai sahabat, tidak lebih Lu. Kau hanya masa laluku yang pergi meninggalkanku begitu saja. Dan sekarang saat aku bertemu Sehun kau datang, tapi kau harus tahu aku tidak menyimpan perasaan lagi padamu.”

Luha tersenyum kecut, “Aku tahu. Ini memang tidak bisa dipaksa Yoona-ya, mungkin kau memang tidak bisa meninggalkannya—“

“Maafkan aku yang memaksamu harus bertunangan denganku, dan maafkan aku yang telah memberithau eommonim bahwa kau berpacaran bersama Sehun. Mianhae, aku melakukan ini lantaran aku masih menyukaimu dan tidak ingin membiarkanmu dengan namja lain.” Tambah Luhan.

Yoora menatap Luhan sinis, “Terima kasih. Maka aku tidak akan memaafkanmu, Xi Luhan.”

Luhan mengangguk dalam, kemudian laki-laki itu berjalan keluar dari kamar Yoona dengan langkah gontai. Rencananya busuknya harus segera ia akhiri karena jika kau benar-benar mencintainya kau akan membiarkannya berbahagia dengan siapa pun itu.

Tanpa Luhan dan Yoona sadari, eommonim mendengarkan percakapan mereka. Ia adalah ibu Yoona, bagaimana ia bisa memaksa anaknya untuk bertunangan dengan laki-laki yang tidak ia cintai ? Ia salah besar.

 

***

 

Yoona, Luhan, Sehun, Jessica’s School

Yoona berjalan dengan langkah gontai, tidak peduli orang-orang yang berada disampingnya melihatnya dengan tatapan kasihan, ia tidak peduli. Ia hanya ingin masuk sekolah dan bertemu Sehun terakhir kalinya mungkin.

Yoona berjalan cepat, memasuki kelas dan mencoba mencari Sehun. Namun, sayangnya Sehun tidak ada disana. Yoona berjalan mencoba mencari Sehun kembali, mungkin laki-laki itu berada ditaman ?

Yoona berhenti ketika ia mendengar seseorang tengah berbicara. “Sehun kau hanya perlu jadi pacarku, tidak lebih. Ottokhe ?”

Yoona berjalan mundur 3 langkah, matanya membulat sempurna saat ia melihat Jessica mencium Sehun, sedangkan Sehun hanya terdiam. Sehun menatap sisi kanan, dan matanya menangkap Yoona. Gadis itu terdiam membeku, kemudian tak terasa air matanya jatuh. Sehun hendak melepaskan diri dari Jessica, namun sayang gadis itu cukup kuat untuk memegang Sehun.

Yoona merasa dadanya bagai tertusuk dengan pisau, melihat adegan yang berada dihadapannya gadis ini segera berlari meninggalkan Sehun dan Jessica ia tidak peduli siapapun yang ia tabrak. Yang ia butuhkahn hanya pulang.

 

***

 

Ibu Yoona menatap anaknya tidak percaya, “Kau yakin akan kerumah Paman John di Swiss ?” Yoona mengangguk tegas, walaupun ia masih ragu dengan pilihannya.

“Baiklah, ini kartu ATM dengan sejumlah uang. Pakaian dan kebutuhanmu yang lain akan ibu antar dengan paket tercepat. Apa kau ingin pindah karena masalah hati ?”

Yoona menggeleng, “Tidak bu. Aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin menuntut ilmu disekolah yang lebih baik.”

“Baiklah.”

“Yoona ?”

“Hm ?”

“Ibu membatalkan pertunanganmu dengan Luhan, ibu tahu kau menyukai laki-laki yang bernama Sehun itu. Ibu mendengar pembicaraan kalian kemarin, maafkan ibu.”

Gwechana. Dimana Luhan ?”

“Dia kembali ke negaranya tadi pagi, dia titip surat ini untukmu.” Ibu Yoona segera memberikannya sebuah surat bewarna merah muda kepada Yoona.

Yoona membukanya dan disana hanya ada tulisan.

‘Kerjarlah cintamu – Xi Luhan’

Yoona hanya tersenyum, ia mungkin memang harus mengejar cintanya tapi bagaimana bisa? Tampaknya laki-laki itu sudah menyukai gadis lain.

Yoora bangkit, “Aku akan bersiap berangkat ke Swiss, bu.”

 

***

 

7 Years later…

Seorang pria tampak sibuk dengan ponselnya, laki-laki itu tengah mencari sinyal yang sejak satu jam ia tunggu tak kunjung datang. Laki-laki itu segera menyetop sebuah taksi dengan cepat, laki-laki itu meminta agar supir taksi itu mengantarnya menuju Downtown village, 21.

Ketika sampai..

Laki-laki itu berdiri didepan sebuah rumah mewah dan megah, khas milik orang-orang ternama dan kaya. Laki-laki itu segera mengetuk pelan pintu rumah mewah itu.

Who is it ?” teriak seseorang dari dalam. “Oh Sehun, friend of Yoona, could you tell her if i’m will wait her at the park near this home ?”

“Oke, i’ll tell her.”

Sehun berbalik dan berjalan menuju taman yang tidak jauh dari rumah megah itu. Membiarkan dirinya menikmati udara yang berbeda dari Korea Selatan dan ia merasakan udara Swiss.

 

***

 

Yoona bergerak cepat menuruni tangga, hari ini ia mendapatkan klien penting dari China. Bahkan mereka sampai ke Swiss berarti mereka adalah tamu yang sangat penting sekali. Tapi, ketika gadis itu hendak masuk kedalam mobil, pelayan rumah pamannya itu mendekatinya dan berkata seseorang ingin menemui anda di dekat taman.

Yoona kembali berdiri dan berjalan cepat menuju taman, ia ingin segera ke kantor karena ia tidak ingin datang terlambat bagaimana pun ia adalah CEO perusahaan ibunya yang berada di Swiss.

Yoona terdiam saat tatap matanya bertemu dengan tatapan laki-laki itu. Oh Sehun, masa lalunya. Orang yang ia sukai dari dulu hingga sekarang.

“Hai.” Sapa Sehun. Yoona hanya tersenyum, Sehun berjalan mendekatinya, “Apa kabar ? Sudah 7 tahun kita tidak bertemu, dan saling tidak tahu kabar masinng-masing.”

Yoona tersenyum tipis, “Ya, kau benar. Apa yang kau lakukan disini ?”

“Mendatangi seseorang yang masih kusukai.”

Deg. Yoona terdiam, tidak memberi jawaban gadis itu hanya mematung. Sehun mencubit pelan pipi Yoona, “Jangan diam saja. Aku menjadi meras tidak enak.”

“Kau kemari untukku ?”

“Tentu saja. Untuk siapa lagi ?”

“Jessica ?” sindir Yoona. Sehun tertawa pelan, “Apa yang kau lihat saat itu tidak seperti yang kau bayangkan. Jessica memaksaku untuk menjadi pacarnya, jelas sekali aku tidak mau aku masih menyukaimu bahkan sampai sekarang.”

“Kau tidak bercanda ?” tanya Yoona memastikan. Sehun memeluk Yoona erat seakan tak ingin melepaskan gadis itu lagi, “Kumohon kembalilah. Kau tahu aku merasa tersiksa saat mendengar dari ibumu bahwa kau kemari. Ibumu melarangku untuk menyusulmu. Ibumu memberiku waktu 7 tahun untuk bertemu denganmu, kau tahu bagaimana beratnya ? Tapi, setelah bertemu denganmu rasanya itu tidak ada artinya sama sekali.”

Yoona menangis dalam pelukan Sehun, “Aku juga merindukanmu, bodoh.”

Sehun semakin meperat pelukannya pada Yoona membiarkan gadis itu menagis dalam pelukannya, dan melepas rindu yang ada.

 

***

 

“Nona Im, orang yang tadi dari China—“

“Dia bilang apa ?” tanya Yoona saat sekretarisnya itu mencegahnya masuk ke ruangan. “Maafkan aku – Xi Luhan.”

Yoone membulatkan matanya saat mendengar nama itu, “Dimana dia ?”

“Pulang kembali ke China, ini nomor yang diberikan.” Sekretarisnya itu segera memberinya sebuat kertas kecil bernomor China.

Yoona segera mengucapkan terima kasih lalu menekan tombol angka pada ponselnya.

Yoboseyo ?”

“Luhan, aku sudah memaafkanmu.”

“Terima kasih Yoona-ya, emm sebenarnya aku ingin memberimu kabar baik.”

“Benarkah ? Apa ?”

“Aku dan Jessica akan menikah dalam waktu dekat, maukah kau datang ke China ?”

“Tentu saja. Apa ? Kau bersama Jessica ? Kau tidak bercanda, bukan ? Wah hebat. Luhan-ah ?”

Wae ?”

“Datanglah ke Seoul, karena setelah pernikahanmu aku akan menikah dengannya.”

“Siapa ?”

“Kau tidak tahu ?”

“Oh Sehun ?”

“Ya, dia baru saja kemari dan memintaku menjadi istrinya. Dia benar-benar romantis.”

“Sudah kuduga, kalian pasti akan bersatu. Chukkae Yoona-ya.”

“Kau juga.”

 

***

 

Diseberang Luhan tertawa geli, ia ingat wajah Sehun yang memelas memintanya untuk mengajarinyanya berbicara romantis untuk melamar Yoona. Tapi, ia bersyukur kedua makhluk aneh itu bersatu kembali. Itu membuatnya tenang.

 

*F*I*N

 

Terima kasih buat kalian semua yang memberi komentar, aku minta maaf banget kalau semisal hasilnya jelek, gak seperti yang kalian harapkan😦 untuk ide ini itu udah hilang karena aku mulai fokus sama ff aku yang lain. Maaf banget😦 aku tahu kalian mungkin marah atau kecewa tapi aku gak bisa maksa untuk kalian maafin aku ;_; aku benar minta maaf sekali lagi. Terima kasih. – Kim Sooki

5 responses to “I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 7-FINAL)

  1. keren thor, tp aku dpt feellnya justru menjelang ending. bkin sequelnya dong, yg after wedding

  2. Saaloh author -_- aku udh nunggu ff ini dr jaman purba breng ma chanyeol #Plak

    akhirnya ff ini muncul juga😀 Akhirnya happy-end🙂 Love this FF, cuma alurnya kecepeten thor😀

    ditunggu next ff yau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s