Broken Heart (Drabble)

Broken Heart

Author : Park Hyo Ki

Title : Broken Heart

Lenght : Drabble

Genre : Sad,Romance

Main Cast :

– Xi Luhan

– Melody Kim

Warning : Kegajean dan typo bertebaran!

Disclaimer :

Annyeong,chingu…hehehe…Ketemu lgi nih ama Hyo Author yang masih muda dan perlu banyak belajar ini.Boleh curhat bentar? *krik krik* Sebenarnya,author agak nge-down nih,ngeliat ff beberapa hari yang lalu gak ada yang komen.Padahal saran,kritikan,dan pendapat sangat diharapkan author pemula ini lho.Udah deh daripada curhat kayak minta dikasihani gini.Author mau kasih ff gaje selanjutnya! Maaf masih drabble seperti dulu2..Mungkin,ada yang nanya2 ya kenapa hyo gak pernah mau nge-post ff oneshoot? Sebenarnya sih author mau2 aja.. Tapi,kadang2 sulit nentuin endingnya ==”.Mohon dimaklumi ya, soalnya masih belajar.

Itu saja.Maaf lama dan tidak mengenakan.

Happy Reading!

.

.

.

“Kau tahu apa yang paling kubenci ? Luka lama yang kembali..”

.

.

Aku masih ingat saat itu.Saat kau menangis di hadapanku hanya karena pengakuanku.Saat ku bertanya mengapa.Kau katakan kepadaku bahwa itu adalah tangisan bahagia.Ya,kau benar.Tangisanmu adalah tangis bahagia karna tak menyangka diriku mempunyai rasa yang sama dengan rasa yang kau pendam sedari dulu.Tapi,sekarang,mengapa tak kutemukan lagi kebahagiaan itu?

– – Broken Heart- –

Hari demi hari berlalu,seakan tak pasti.Detik demi detik yang berlalu teratur terus menghampiri kita.Kau kini berada di hadapanku.Menatap setiap inci bagian wajah ku dengan raut sedih mu.Apa arti ini semua? Aku tidak dapat mengerti.Oh,tolong,sayangku.Jangan buat aku tenggelam karena kesedihanmu..

“Kita sudah menjalani waktu yang begitu lama,bukan?”

Aku menggangguk menyetujui ucapanmu.Enam tahun lima bulan.Kita menjalani hubungan kasih sejak masih sekolah menengah.Suka,Duka. Tawa,Tangis.Kau betul.Kejadian-kejadian itu sudah kita lalui dalam jangka waktu sangat lama.

“Lalu,Luhan…Apa kau tidak merasa bosan?”

“Bosan? Mengapa aku harus merasa bosan,jikalau,kebahagiaan dan tawaku selalu berada di sampingku?”

“Cukup rayuan picisanmu itu,Lu.Aku sedang serius..”

“Aku juga serius dengan ucapanku tadi…”

Kau menghela nafas.Dapat kurasakan hembusan nafas yang begitu cepatnya menyatu dengan udara.Seketika,Kau kembali menatapku.

“Tidak.Kau tidak serius…”

“Aku serius..!” Ucapku tangguh pada perkataanku.

“Tidak,Lu! Tidak! Kau hanya sedang terperangkap dalam kebimbanganmu..Ah,tidak.Kau hanya kasihan padaku saat itu.Sejak dulu,kuyakin kau telah mengetahui perasaanku.Dan,Kembali kepada status persahabatan kita…Kau tak mau melukaiku,karena aku adalah sahabatmu! Sekarang,biarkan ini semua berakhir..”

Mataku terperangah menatapmu kala itu.Suatu kalimat yang tak terbayangkan.Menusuk,Menuduh,dan Menyakitkan.Kalimat yang tak pernah dipikirkan olehku sebelumnya.Dan….kubenci.

“Aku tak pernah berpikir akan hal itu.Sungguh,tidak pernah.Berikan alasan sebenar-benar nya,milikmu,Mel.Aku tahu kau punya alasan lain..”

Untaian pertanyaan itu seakan terbang,terbawa,serta melayang ke udara. Kau tidak menjawab.Matamu yang besar,sendu serta terkontaminasi dengan warna cokelat kental milik ibumu itu,seakan menuangkan misteri.Misteri yang seolah bagaikan lukisan. Lukisan yang telah terlukis selama bertahun-tahun.Namun,dalam hitungan menit.Lukisan itu hilang.Misterius.Dan,tak terketahui.Mungkin, pencuri lukisan itu adalah laki-laki yang lebih baik daripada laki-laki di dalam gambar lukisan tersebut.Atau,mungkin,itu hanya,kamuflase…milikmu.

Kau pun melangkah menjauhiku.Kau,Melody Kim,kekasih yang telah kumiliki selama bertahun-tahun,menjauh pergi ke arah lorong.Ah,tidak. Sepertinya cukup tak pantas apabila kukatakan kau tetap adalah milikku. Tapi,bagaimana dengan hati ini? Tidak pentingkah? Salah apabila kau katakan bahwa aku merasa kasihan kepadamu kala itu.Justru,kukira, kaulah yang mengasihani diriku.

Bayangkan,apa yang dimiliki olehku ini? Tak ada.Minimumnya ekonomi keluargaku,kesulitan yang selalu menghadangku,apa yang hebat? Justru,kukira,kaulah yang hebat.Masih bisa melihat setiap kelebihan yang tak pernah kusadari sebelumnya.Berbagai pujianmu tentangku.Entah itu,bualan atau fakta yang kau temukan diantara serpihan tak berharga. Aku tetap senang.

Aku membalikkan badanku perlahan.Semuanya….sudah selesai.

– – Broken Heart —

Luhan menutup kedua kotak dihadapannya.Barang-barang di dalam kedua kotak tersebut,adalah,kenang-kenangannya dengan Melody. Terlalu lama ia menghabiskan waktu hanya untuk berpikir ia akan membuangnya atau tidak.Tapi,mau bagaimana lagi? Apabila,dibiarkan terlalu lama,rasanya,perasaan itu tak akan hilang.

Kembali luhan memejamkan mata,setelah sekian kalinya -ia melakukan itu hanya untuk mengingat sedikit tentang Melody-. Cantik,tinggi dan pintar.Seperti itulah yang bisa digambarkan seorang luhan apabila ditanya tentang gadis tersebut.Ah,jangan lupakan kaitan suara milik gadis itu dengan namanya.Maksudku,sesuai nama gadis nan cantik itu yang bernama Melody.Gadis itu memilki suara vokal yang begitu indah. Bagaikan dentingan tuts indah milik Beethoven ataupun melodi hangat yang didengungkan para ibu untuk bayi kecilnya.

Berbicara tentang musik.Luhan dan Melody bisa dikatakan memilki kesamaan dalam kemampuan bermusik.Suara mereka begitu indah apabila disatukan.Mereka juga menyukai banyak lagu,namun,dominan favorit dalam diri mereka,berbeda genre.

Seperti halnya,Luhan yang menyukai musik hip hop dan Melody yang menyukai musik klasik.Atau halnya,Luhan yang lebih menyukai lagu History milik EXO  dan Melody yang menyukai lagu klasik romantis Two Become one milik Girls.Atau, seperti Melody yang sangat menyukai setiap tuts piano yang didentingkan oleh Mozart,sedangkan,luhan yang lebih menyukai banyaknya debuman menggetar dari dalam setereo miliknya.Tapi,itu bukan masalah.Karena, mereka sanggup memahami.

Luhan kembali membuka kelopak mata yang ditutupnya.Harapannya, kali ini,ialah,ia dapat melupakan setiap detail gadis itu. Mungkin,pemikirannya tentang gadis itu tadi,adalah yang terakhir. Karena, Ia akan berusaha untuk melupakannya.Mungkin,dari kejadian-kejadian kecil dengan gadis itu.Atau,mungkin,ciri-cirinya? Ah,yang mana saja tak apa.Yang penting,ia dapat melupakan gadis itu.

Dengan tangan yang membekap pada kedua kotak,luhan berjalan ke depan pintu kayu miliknya.Ia membuka knop dengan sikunya.Menahan tarikan pintu dan kaki.Lalu,mengangkat kepala dan melihat seorang gadis berada di hadapannya.

Ah,tunggu..

Apakah tadi sempat kusebut seorang gadis?

Luhan segera mengerjapkan kedua kelopak matanya beberapa kali.1 detik.2 detik.Ah,tidak.Ini nyata.

Sinar cahaya mentari itulah yang membuat luhan tak dapat melihat seluruh wajah gadis itu.Sehingga,ia tak menyadari bahwa ada seseorang yang -mungkin- baru saja ingin mengetuk pintunya.

“Mianhae,neo nuguya?”

Gadis itu melangkah maju dan berdiri membelakangi sinar.Luhan dapat melihat wajah gadis itu setelahnya.Tapi,ia tidak ingat.Sesuatu seakan membuat kepalanya kosong saat ini.Cantik,tinggi dan….sepertinya gadis ini pintar….

Je davu.

Sepertinya,luhan pernah mengatakan ciri-ciri itu sebelumnya.Apakah ia–

“Luhan,apakah kau masih mengingatku? Aku Melody…”

.

.

.

“Kita tak pernah tau,kapan luka lama yang terpendam itu akan kembali..”

Artworker : Park Hyo Ki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s