Ficlet// When Minji Fall in Love

When Minji Fall in Love

Title : When Minji in Love

Author : Park Hyo Ki

Lenght : Ficlet

Genre : Angst,Drama Life,Friendship,Romance,Sad

Main Cast :

– Choi Minji (OC)

Other cast :

– Byun Baekhyun (EXO)

– Kim Joonmyun (EXO)

– Sherra (OC)

Disclaimer :
Perhatian ! FF ini hanya sekedar fiksi belaka dan bukanlah kejadian nyata. FF ini juga mengandung unsur absurd,gaje,typo berlebih dan hal tak menarik lainnya.JAdi disarankan untuk berpikir secara matang dahulu sebelum membaca Fanfic ini !

: |

🙂

😀

😥

:”)

“Mati bukan pilihan.Tetapi,sebuah penyerahan”

Choi Minji.Gadis cantik berkebangsaan Korea – Belanda itu mulai merangkak dari kasur biru nya.Hanya sekedar informasi,ia sangat menyukai warna biru. Utamanya,biru laut.Warna yang selalu ia lihat di seberang jauh garis pantai.

Gadis itu bukan seorang ekstrovert.Ia malah lebih termasuk dalam sosok introvert.Penyendiri,cuek,serta pintar.Haruskah ia menceritakan sejak kapan ia merubah kepribadiannya -seperti burung elang yang jarang bersama rekannya,begitu kata orang-orang di sekitarnya- seperti itu? Oh,tidak.Itu terlalu panjang untuk menceritakan setiap detailnya.

Oh,jangan pikir juga kau akan menemukan sebuah cerita seorang anak kuper yang berpacaran dengan pangeran tampan.Tidak.Gadis itu bukanlah sosok kuper yang bisa kalian bayangkan ketika melihat paragraf keduanya.Ia populer.Semua murid dan guru-guru di sekolahnya dapat mengakui hal itu.Tapi,bagaimana–maksudku.Ia populer,namun tak ingin bergaul terlalu banyak.Hidup saja sudah merupakan kesulitan terbesar baginya. Menurutnya,Bagaimana bisa ia melupakan kesulitan itu dan membuat kesulitan baru dengan berbicara -Minji tak pandai bicara- dengan orang-orang baru? Mungkinkah? Minji rasa tidak.

 Semua berawal dari lelaki itu.Lelaki yang merubah sang ratu sosial minji menjadi seorang tak pandai bicara dan pemalu yang bahkan ia -minji- tak bisa membayangkan sebelumnya.Bukan salah sepenuhnya sebenarnya.Ini hanya karena pilihan minji yang -sebenarnya- salah.Tapi,minji bukanlah tipe wanita yang suka menyalahkan diri sendiri.Ia lebih suka sebaliknya.Lelaki itu yang berbuat salah.Bukan dia.Titik.

Jika,kubilang tadi merubah,adakah yang berpikiran apa-sebenarnya-maksud-jalan-cerita-ini? Oke,akan sedikit kurubah persepsiku tuk tak menceritakan ceritanya.Tapi,ingat.Hanya sedikit.Bukan setiap detailnya.

Hari ini minji begitu bahagia.Lelaki murid baru yang begitu tampan datang dan duduk di samping bangkunya.Bagaikan pangeran,pikir minji. Mata berbinar dan senyum manis ketika lelaki itu mengakhiri perkenalan dirinya.Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Minji harap iya.

Nama lelaki dengan senyum manis itu adalah Byun Baekhyun.Kuulang sekali lagi,Byun Baekhyun.Nama yang begitu indah bukan? Minji memang tak mengerti apa makna dibalik nama tak terlalu panjang itu. Tetapi,sudah cukup untuk membuatnya tak berhenti mengulang namanya di dalam benaknya.

Kebahagiaan itu bertambah ketika Byun Baekhyun kembali memperkenalkan namanya kepada Minji.”Annyeong,Byun Baekhyun imnida” ucap lelaki bernama Byun Baekhyun itu dengan senyum yang kembali membuat minji melayang ke atas udara.Senyum manis,Mata berbinar,Murid pindahan dari sekolah ternama.Bukankah itu semua sudah cukup sempurna untuknya?

Kekaguman Minji tak berhenti sampai saat itu.Jam kedua.Pelajaran Seni Musik.Minji ingat betul akan itu.Saat lelaki bernama Byun Baekhyun itu mulai mendengungkan suara vokalnya yang begitu hebat.Ditambah dengan iringan piano merdu melalui jemari lentiknya.Minji ingat pernah bertanya tentang jemari lentik itu pada Baekhyun,Lelaki manis itu bilang, jemarinya adalah keturunan dari ibunya.Sungguh lelaki sempurna,pikirnya saat itu.

Kekaguman itu terus bertambah setiap harinya.Sang ratu sosial yang sangat terkenal itu pun terus melontarkan kekaguman melalui media sosial.Tak memakai nama asli lelaki manis itu,tentunya.Ia hanya menginisialkannya dengan BM.Baekhyun Minji.Hanya dengan itu saja,ia merasakan kebahagiaan puluhan kali lipat dari biasanya.

Hari terus berlanjut dengan cepat.Hari yang biasa ia lalui dengan teman-temannya di kafe ataupun Mall tersebut.Kini telah berubah. Ia lebih banyak menyendiri.Mengkhayalkan lelaki manis itu di setiap sudut taman dalam rumahnya yang sepi.Ia tak suka keramaian ketika sedang asik mengkhayal.Ia ingin berada di ketenangan.Jauh dari Hiruk pikuk dan bisingnya kota Seoul yang padat.

Minji ayo kita mengobrol.Sudah lama kita tidak bertemu.Aku rindu denganmu.Kutunggu di Kafe biasanya bersama teman-teman lainnya.

Itu Sherra.Seorang gadis yang merupakan sahabat dekatnya yang juga merupakan ratu sosial seperti dirinya.Minji membaca pesan itu sekilas. Lalu membalasnya dengan rangkaian kata halus berupa penolakan.

Maaf,Sherra.Aku banyak tugas hari ini.Lain kali ya.Sampaikan juga permintaan maafku kepada teman-teman.

Minji menolak.Ia tak pernah seperti itu sebelumnya.Ia lebih banyak menerima ajakan meski banyaknya tumpukan tugas telah menunggunya untuk dikerjakan.Tetapi,kali ini tidak.Bukan karena malas ataupun persoalan lainnya tapi—Sekali saja,hanya untuk memikirkan byun baekhyun seperti gadis jatuh cinta lainnya,pikir gadis itu.

Hari dan hari lainnya terus berlalu.Hubungan dengan sahabatnya kini mulai merenggang.Sahabatnya mulai jarang memberi ajakan kepadanya hanya untuk bertemu dan mengobrol di kafe.Mereka sudah mengetahui apa jawaban dibalik pesan singkat itu.

Minji pun mulai berubah.Menjadi seorang penyendiri yang menghabiskan waktu luangnya dengan berkhayal. Tetapi,sebaliknya.Hubungannya dengan baekhyun mulai menjadi dekat.

Seperti lanjutan-lanjutan kisah romansa lainnya.Setelah proses pendekatan yang agak lama,Baekhyun menyatakan cintanya.Senang. Bahagia.Dan,terasa terambang di udara.Itu yang ia dapat deskripsikan. Ia seakan melupakan seluruh persoalan yang ada dalam hidupnya. Yang ia hanya dapat ingat saat itu hanya cuman satu.Byun Baekhyun hanya milik seorang Choi Minji.

Beberapa selang hari–bukan.Tetapi,bulan kemudian.Bulan keenam tanggal dua puluh satu.Hari Rabu.Tepat,saat rintikan hujan menghujani setiap butir kerikil di daerah Seoul.Hari yang dianggap hari sial bagi seorang minji sampai saat ini.Hari yang pasti akan selalu diingatnya selamanya.Saat Baekhyun meninggalkannya.

“Minji…Aku..Aku harus pergi melanjutkan kuliahku di Jepang..”

“lalu?” Minji manatap baekhyun dengan pandangan tak mengerti. Apa maksudnya dari ucapan baekhyun?

“Lalu…Aku–Aissh,Minji…kau sudah mengerti maksudku.Jangan paksa aku untuk menjelaskan hal yang hanya akan membuatmu sakit”

“Aku…Aku betul-betul tak mengerti apa maksud ucapan,baekki..”

Ya,Baekki.Nama kecil pemberian Minji kepada Baekhyun.

“Jangan pura-pura bodoh,Minji! Karena jika aku mengucapkan kata-kata menyakitkan kepadamu..Itu hanya membuatku semakin tak bisa mendapatkan gadis yang selama ini kucintai!”

“Aku–“

“Baik,Jika kau benar-benar tak mengerti ucapanku! Aku akan pergi melanjutkan kuliahku di Jepang.Dan apa kau mengerti makna lainnya minji? Aku akan meninggalkanmu! Meninggalkanmu sendiri,Minji!”

Tes.

Tes.

Tes.

Tak mengetahui bahwa air mata dirinya atau bukan.Minji dapat merasakan kepahitan menusuk dirinya.Sakit.Sesak.Dan begitu terasa jatuh kedalam jurang terdalam.Ah,Jangankan jurang terdalam.Jatuh dari permukaan bumi saja belum tentu bisa dibandingkan sederajat dengan perasaan sakitnya sekarang.

“Aku bisa berhubungan jarak jauh.”

“Jangan memaksa,Minji! Aku–“

“Apa maksudmu memaksa? Kita salingmencintai,bukan? Tentu bukan persoalan jika harus berhubungan jarak jauh..”

Baekhyun menghela nafas panjang.Emosi nya sedikit terkontrol sekarang.Ia kemudian menghirup oksigen sebanyak-banyaknya seketika. Lalu membuangnya perlahan melalui mulut kecilnya.

“Jadi,benar apa yang sherra katakan..kau benar-benar mencintaiku,ya?”

Siiiiinngggg

Bunyi itu seakan berbunyi setelah ucapan bakhyun terlontar.Bunyi yang seakan memberi insting kepadanya bahwa adanya kenyataan yang akan terkuak.Kenyataan baru yang bahkan akan menghancurkannya lebih dalam.Lebih dalam dari perasaan sakitnya sekarang.

Baekhyun membasahi bibirnya yang telah kering dengan punggung lidahnya.Ucapan sebelumnya adalah kesalahan besar.Terlontar begitu cepat bahkan sebelum ia memikirkannya.Entah apa yang akan Sherra lakukan pada dirinya nanti.

“Tentu saja.Bukankah kau juga?”

1 detik.

2 detik.

3 detik.

“Maaf minji.Tapi,ini hanya kebohongan…” Baekhyun berucap pelan. Begitu pelan seperti bisikan kecil namun masih dapat terdengar di kedua telinga Minji.

“Aku…Aku tak pernah mencintaimu.Tak pernah sekalipun. Bahkan,apabila aku bisa memilih.Aku sama sekali tak menginginkan berbuat seperti ini padamu.Tapi,gadis itu,gadis yang sangat kucintai itu.. Ia yang memaksaku berbuat seperti ini..” Mata berbinar dan senyuman yang terasa berbeda itu seakan menusuk ketika baekhyun mengucapkan satu persatu kata itu.Oh,Jangan.Jangan sampai aku remuk lebih dalam, batinnya.

“Ingat Sherra? Sahabat kecilmu itu…Ya,gadis itulah yang memaksaku berbuat seperti ini.Ia tahu kau mencintaiku.Dan,ia tahu pula bahwa takdir berbalik keberuntungan padamu.Jelasnya,Ia tahu aku mencintainya.Dan tidak mencintaimu…Jadi,ia—“

PAAKKK!!!!

Sebuah tamparan keras yang begitu menyakitkan terlihat memerah di pipi kanan baekhyun.Tidak.Jangan salahkan Minji akan hal ini.Karena gadis lainlah yang berbuat seperti itu.

“Sher–ra…”

Baekhyun dan Minji terpengarah melihat kedatangan Sherra yang begitu tiba-tiba.Sherra ada disana.Sahabat cantik yang memenangkan hati baekhyun dibanding dirinya berada di hadapannya sekarang.Dan raut wajah itu.Raut wajah penyesalan.Oh,tidak.

“Minji,Baekhyun berbohong.Aku sama sekali tidak–“

“Tak apa,Sherra..Aku telah merelakannya.”

Senyum miris.Senyum miris yang tak dapat dimengerti oleh orang-orang yang beralu lalang tapi cukup memberi rasa penyesalan di hati Sherra. Ah,tidak.Minji benci situasi seperti ini.

“Minji..Aku tidak–“

“Tidak apa-apa Sherra..Ini sama sekali bukan salahmu.Akulah penggangu di dalam hubungan kalian.Akulah yang harus pergi.. Bukan begitu,Byun Baekhyun-ssi?”

Panggilan informal.Nama kecil.Ah,tidak.Itu semua sudah lenyap dari kamus seorang Choi Minji.

“Mengapa kau tidak menjawab? Ah,Sudahlah.Sepertinya hari mulai beranjak malam.Maaf,tapi,aku harus pergi…”

Minji membalikkan badan dan bergegas pergi.Tak ada yang menahannya pergi seperti drama-drama umum yang sering ia lihat. Tak ada.Baik Byun Baekhyun ataupun Sherra,sahabat kecilnya. Semua terasa hampa.Jauh dari rasa bahagia seperti yang dirasakannya dahulu.

Dan,Sejak saat itu.Dari hari dan hari yang berlalu seterusnya. Hubungannya dengan Sherra dan kerabat lainnya menjadi renggang.Minji yang pemberani mulai menjadi pemalu.Minji yang percaya diri menjadi suka menghakimi diri sendiri.

Dan,bahkan saat tetesan darah yang mengalir perlahan dari pergelangan tangannya yang mungil.Gadis itu tetap merasakan kekosongan.Kesepian.Dan Kehancuran.Sampai…

BRAAAKK

Debuman pintu terbuka lebar.Tempat ini adalah Atap Sekolah.Tak mungkin ada orang yang berlari ke sini secara tak sengaja dengan hembusan nafas menderu seperti itu.Ia harap itu bukan Sherra…Dan,ya, Tuhan mengabulkan permohonannya tersebut.

“Yak! Choi Minji!! Jangan Bertingkah Bodoh!! Ayo kita mengobati pergelangan tanganmu!”

“TIDAAAKK!!! AKU TIDAK MAU,JOONMYUN-SSI!!”

“JANGAN BODOH! Ayo ikut aku!”

Tes.

Tes.

Tes.

Tes.

Air mata dan aliran darah itu terus mengalir.Joonmyun menatap mata berwarna hitam dengan sendu.Ia seakan dapat mengerti kehampaan yang dirasakan minji.Ia seakan sangat mengerti.Meski,minji tak pernah sekalipun menggangapnya sebagai teman.

“Aku..Hiks..Aku tidak mau,Joonmyun-ssi! Mengapa kau memaksaku.. hiks..”

“Tentu saja,karena aku mengerti kekosongan yang kau rasakan,Minji! Sekarang,Ayo kuantar kau ke UKS.. Aku akan menggendongmu, Arrasseo?”

Joonmyun membungkuk sembari membelakangi Minji.Awalnya,ia khawatir minji menolak dan membiarkan dirinya mati kehabisan darah seperti tadi.Tetapi,ketika tumpuan berat mulai terasa di balik punggungnya.Senyumnya mulai mengembang.

Tak membutuhkan waktu lama.Joonmyun mulai berlari cepat.Menuruni setiap anak tangga tak begitu mudah.Apalagi sembari menggendong badan seorang gadis yang tak dapat dibilang ringan tersebut.Rasanya sungguh meresahkan.

Perjuangan pantang menyerah itu kemudian membuahkan hasil.Selang 2 menit,mereka sampai di Unit Kesehatan Sekolah itu berada.Seperti diduganya, Minji telah pingsan.Tapi,Untungnya,masih terlihat bernafas.

Joonmyun mengambil beberapa obat medis untuk menutupi aliran darah yang terus-menerus mengalir.Perban pun dengan perlahan  ia lilitkan untuk menutupi luka goresan.3 menit kemudian,semua sudah beres.

Ia tersenyum pelan ketika menatap gadis manis yang selama dua tahun lebih ia kagumi tersebut.Tak menyangka,ia dapat memperoleh keberuntungan tak terkira dengan menggendong gadis itu ketika ia memutuskan mengakhiri nyawanya.Semua tak terbayangkan,pikirnya.

“Mungkin,lebih baik,kupendam dahulu perasaan aneh ini,ya kan,Choi Minji?” Batin Joonmyun sembari tersenyum manis.

Minji menghela nafas panjang di sela ia melangkahkan kaki tuk menggapai knop pintu.Ting Tong.Bel rumah kembali berbunyi setelah terus berdengung beberapa kali.Siapa lagi itu,dasar tamu menyebalkan, rutuknya dalam hati.

“Ya..Tunggu sebentar.”

Ting Tong.

“Ya,sebentar..Akan kubukakan.”

Ting Tong.

Ting Tong.

Ting Tong.

Dalam hatinya,minji terus menggerutu tak karuan.Pasalnya,seseorang yang berada di depan pintu rumahnya tak kunjung menghentikan bunyi bel.Ada apa pula dengan tamu tersebut.

“Ya,sebentar..”

Krieeetttt…..

Bunyi decitan pintu itu berbunyi seiring terbukanya pintu kayu tersebut. Sebuah detik yang sangat mengejutkan bagi dirinya sendiri.Seseorang.. itu…

“Yak! Joonmyun! Kau kembali..!”

Hampir saja ia memeluk Joonmyun refleks tersebut.Tapi, tangan besar -Minji menggangap tangan Joonmyun besar- menahan bahunya yang hampir melangkah maju.

“Uh,umm..Sorry,girl..I’m looking for girls named Choi Minji.. Not you..”

“Ck,dasar..Pura-pura tidak kenal segala..Akulah gadis bernama choi minji tersebut,dasar Joonmyun jelek..”

Joonmyun membuka kacamata hitamnya sedikit.Seolah membiarkan dirinya terlihat fenomenal.

“Sorry?”

“I’m the girl who named Choi Minji! Dasar menyebalkan! Ya sudah, apabila kau tidak percaya..Pergi sana..!!” dengan tangannya,Minji menggengam knop pintu,berniat menutup pintu itu kembali.

Belum sempat menutup  sepenuhnya pintu kayu trsebut.Joonmyun menahan pintu tersebut dan menatap lewat celah.Ya,dan sesuai dugaannya, Minji menampakkan wajah kesal.

“Okay..Okay..I’m just kidding,minji..”

Krieettt…

Pintu kembali terbuka.Minji menatap Joonmyun sesaat dan berdecak pelan.

“Uhm,Joonmyun..Kau tahu,Aku bukan gadis keturunan Amerika-Korea…Jadi,jangan berbahasa asing seperti itu terus-menerus,Joonmyun.Kau tahu bukan ,nilai bahasa inggrisku hanya sebatas rata-rata..”

“Dasar payah..”

“Apa kau bilang tadi?”

“Akh,tidak..Aku hanya berkata..Bahwa kau sangat menawan meski baru bangun dari kasur empukmu itu kali ini..”

Jleb!

Muka minji tanpa sadar memerah.Deg.Deg.Deg.Akh,tidak.Minji berprilaku aneh seperti dulu lagi.

“A-apaan-apaan,sih..! Tidak lucu tahu!”

“Memangnya siapa membuat lucu,minji?Aku kan hanya memberitahu faktanya saja..”

Deg.Deg.Deg.Akh,tidak.Merah ini kembali bertambah.Joonmyun memang sangat menyebalkan.

“Dan karena kau sangat cantik sekarang…” Joonmyun menghentikan ucapannya sesaat.Menggantung kata,tepatnya.

Tidak! Minji yakin wajah memerah ini sangat terlihat Joonmyun sekarang.Apa yang harus ia lakukan?!

“Wajahmu jadi memerah seperti tomat! HAHAHA!!”

“YAAAKK!!”

Serbuan tinju mulai dilayangkan ke bahu dan dada bidang Joonmyun. Minji tak menyangka ia bisa dipermainkan seperti ini oleh sahabatnya itu.Dasar.Joonmyun menyebalkan.

Ah,bicara rentang persahabatan.Minji mulai bersahabat dengan Joonmyun sejak Joonmyun menyelamatkan nyawanya kala itu.Awalnya,sulit memang.Tapi,Perlahan,kesulitan itu menjadi sebuah ketergantungan.

Ketergantungan yang…

Ya..

Ketergantungan tuk berada selalu di samping Joonmyun sepenuhnya.

“Akh,baik,baik..Aku minta maaf..hahaha..”

Masih dengan tawa pelan,ia kembali menatap minji yang terlihat bersungut-sungut.Lelaki manis itupun mulai mengambil nafas pelan. Menariknya dalam -dalam.Dan,menghembusnya sesaat.Wajahnya dipasangkan serius olehnya.Tetapi,balasan tatapan yang ditunjukkan adalah sebaliknya.Minji menatap Joonmyun dengan pandangan tidak mengerti.

“Eum,Minji,sebenarnya..Aku datang ke rumahmu untuk menyampaikan sesuatu..”

“Hah? Maksudmu?”

“Eum,begini..Kau tahu SM Entertainment kan? Aku telah bergabung dengan Agensi itu sejak lama..Bahkan jauh sebelum mengenalmu.Kemarin aku mendapatkan informasi bahwa aku akan didebutkan bulan depat di sebuah grup..Dengan kata lain,mungkin,aku akan jarang bertemu denganmu kendati aku masih berada di Seoul..” Jelas Joonmyun panjang lebar.

“Maksudmu,kau akan melakukan tour keliling dunia,begitu,Joonmyun?”

“Entahlah.Tapi,itu mungkin saja..”

“Dengan kata lain juga,kau akan meninggalkanku begitu?”

“Eumm…Ya..Tapi,jangan khawatir..Aku hanya seme-“

Tes.

Tes.

Tes.

Kejadian lama kembali terulang.Hembusan nafas panjang sebelum adanya sebuah awal mulai perkataan perpisahan.Dan,kini gadis itu menyadari tangisannya.Emosi nya mulai tak terkontrol.Ia menatap Joonmyun penuh tanya.Yang dibalas oleh Joonmyun sendiri dengan mata yang terbelalak.

“Kau..Kau jahat,Joonmyun! Kau akan meninggalkanku seperti yang lainnya..KAU JAHAT!”

“A-a-akh,minji..Sepertinya,kau salah paham..Aku–“

“Untuk apa kau datang ke kehidupanku kalau kau hanya ada sementara untukku?! Katakan alasanmu Joonmyun!”

Joonmyun terpaku dalam diam.Tangisan yang tak pernah dilihatnya kembali sejak ia mulai menjalin persahabatan dengan Minji,kembali terlihat.Siapa yang bisa disalahkan karena tangisan itu mulai kembali terkuak? Dirinya?

“Kau tak bisa menjawabnya kan? Kau tahu..Karena kau,Joonmyun.. Aku menjadi mencintaimu! Bahkan,lebih parah daripada itu! Aku bahkan merasa gila karena dirimu! Dan,sekarang,kau ingin meninggalkanku,begitu?! Dasar lelaki menyebalkan! Ka-kau..kau brengsek!”

Badan Minji mulai gemetar.Ia menatap perih lelaki di hadapannya. Perlahan,Joonmyun tersenyum tipis.Digenggamnya kedua bahu itu dengan kedua telapak tangannya.Matanya menatap gadis yang besurai hitam tersebutnya.Mata berbinar yang selalu dirindukannya.Primadona di sekolahnya dulu yang angkuh…

Atau lebih tepatnya–

“Siapa bilang aku akan meninggalkanmu seperti yang lainnya? Minji, kumohon dengarkan baik-baik ucapanku..Aku..(Joonmyun menunjuk dirinya sendiri) memang akan pergi meninggalkanmu.. (Kembali memegang bahu minji) Tapi,hanya sementara..Paling,hanya sampai tour selesai..Tidak lama bukan?”

Minji tersenyum tipis.Di sela air matanya yang masih  mengalir,dapat ia rasakan jemari Joonmyun yang lembut.Joonmyun tersenyum tipis membalasnya.Telunjuknya kini ia taruh di depan minji.Merentangkan telunjuknya berdiri di antara jari-jari lainnya yang terlipat.

“Dan,satu hal lagi..”

.

.

.

.

“Aku,Joonmyun..Juga mencintaimu,Minji..”

.

.

–gadis yang merebut hati seorang Joonmyun.

♥♥♥

“Saat kau merasa sendirian.Ingatlah satu hal. Bahwa diluar  sana,masih banyak yang mencintaimu tanpa pernah kau sadari hal itu..” – Park Hyo Ki Qoutes

THE END

Artworker : Park Hyo Ki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s