[Drabble] 이러지마 제발

ireojima-jebal_kwon-soo-hjin_melurmutia1

Kwon Soo Hjin’s Present

|
|
|

이러지마 제발

|
|
|

Kwon Yuri | Xi Luhan | Seo Joon Hyun

|

|

Melur Mutia’s Art

Thanks alot eonn><

|

Jangan pergi, kumohon. Tetaplah disini, bersamaku

|

            Dibawah sinar lampu malam yang remang remang. Nampak sesosok lelaki dan seorang gadis duduk disalah satu bangku taman. Bintang bintang nampak tergantung bebas diangkasa yang gelap tersebut. Bulan ? Entahlah dia tak nampak.

Sebut saja lelaki itu dengan nama Luhan. Bukan lelaki yang selama ini dibesarkan diKorea, melainkan diChina. Sedangkan gadis yang duduk disampingnya Yuri. Mereka cukup dilihat dengan pandangan ‘persahabatan’. Yah, itulah status mereka berdua. Bukan sepasang kekasih melainkan hanya berteman.

Yuri menolehkan kepalanya menatap sosok Luhan yang terlihat terdiam. Gadis itu tersenyum, entah mengapa tapi setiap kali dia menatap lelaki disampingnya senyuman tiba tiba saja muncul diwajahnya. Dia bahagia.

“Jadi, untuk apa kau menyuruhku datang kemari ?” Tanya Yuri. Dia tak mengubah posisinya, masih menatap sosok Luhan yang kini tersenyum. Senyuman yang sulit diartikan.

“Tidak ada. Hanya ingin kau menemaniku, apa kau ada kerjaan ?” Jawab Luhan membalas bertanya pada Yuri. Yuri menggeleng pelan. Entah mengapa fikiran gadis itu melayang dengan perkataan yang pernah Yoona ucapkan. “Mungkin dia menyukaimu” Tidak! Dia hanya teman, yah teman.

Ani, hanya saja kau terus terdiam” Kata Yuri. Luhan mengangguk. Beberapa menit kemudian lelaki berdarah China itu terkekeh. “Jadi, kau bosan huh?” Tanya Luhan seolah ia mengerti apa yang Yuri fikirkan. Sedangkan Yuri? Dia menoleh, menatap Luhan dengan tatapan ‘Jangan bodoh! Mana mungkin aku bosan?’ tapi sepertinya Luhan tak dapat menangkap pesan dari kedua mata coklat Yuri.

Kajja pergi, aku akan membelikanmu makanan” Sahut Luhan cepat seraya menarik tangan Yuri. Gadis itu kembali merasakan sesak didadanya saat Luhan mengenggam tangannya seperti itu. ‘Hey! Ini bukan pertama kalinya kan?’ Ujarnya pada dirinya sendiri.

Mereka berjalan beriringan melewati jalan gangnam yang cukup ramai. Luhan masih mengenggam tangan Yuri dan tersenyum senang. Sedangkan gadis itu, dia terdiam. Jantungnya berdegup tak beraturan, kakinya gemetar, dadanya sesak. Akankah dia mau mati sekarang?

Ddeokbokki!” Ujar Luhan senang. Ia menghentikan langkahnya kemudian menatap Yuri dengan alis kanannya yang terangkat. Yuri terdiam dan menatap Luhan dengan bingung. “huh?” Tanya Yuri pelan. Luhan nampak mengendus kesal.

Kajja kita makan ddeokbokki!” Yuri menatap sosok lelaki berambut coklat dihadapannya dengan tatapan bingung. Kemudian berkata, “Kau yakin? Aku tak bisa memakan sesuatu yang pedas, Luhan. Atau aku akan makan bulgogi sedangkan kau ddeokbokki?”

“Baiklah”

|

            Mereka duduk disalah satu ruangan kosong yang terdapat direstoran dengan struktur ruangan khas Korea. Luhan duduk dihadapan Yuri kemudian memesan pesanan mereka masing masing. Setelah selesai memesan, mereka kembali terdiam dan sibuk dengan fikiran mereka masing masing.

“Kenapa kita selalu berdiaman seperti ini?” Tanya Luhan membuka percakapan diantara mereka. Yuri terlihat terkekeh pelan, kemudian mengangkat bahunya pertanda dia juga tak tau alasannya.

Molla, aku tak tau harus berkata apa padamu. Seolah aku benar benar kehilangan kata kata” Jawab Yuri diikuti dengan tawanya sendiri. Luhan memandang gadis itu sebentar kemudian berkata, “Kata katamu terdengar seperti kau menyukaiku”

Yuri membulatkan kedua matanya mendengar perkataan yang Luhan lontarkan, dia menggeleng pelan. “Tidak! Untuk apa aku menyukai namja sepertimu?” Jawab Yuri nampak sedikit kesal. Luhan kembali terkekeh pelan.

“Kau masih mencintai ketua osis itu ?” Tanya Luhan lagi. Dia meminum minuman yang baru saja datang seraya menatap sosok Yuri dengan wajah tampannya yang menyelidiki. Yuri memutar kedua bola matanya malas seraya berguman sesuatu tak jelas. Mungkin sebuah ejekkan ? “No no no!” Jawab Yuri kemudian memukul kepala Luhan pelan.

“Berhentilah berbicara tentang lelaki itu atau aku akan pergi dari sini?” Ancam Yuri. Dia menyipitkan kedua matanya dan menganggukkan kepalanya paksa. “Ne

|

“Luhan!”

Lelaki itu menghentikan langkahnya, begitu juga gadis yang berjalan disampingnya. Mereka berdua serempak menoleh kearah suara dan mendapati sosok gadis cantik berambut panjang coklat tersenyum ramah pada mereka. Yuri menoleh, menatap sosok Luhan yang terlihat begitu bahagia bertemu dengan gadis itu, ia tak pernah melihat Luhan seperti ini sebelumnya.

“Seohyun? Kau sedang apa disini?” Tanya Luhan seraya mendekati gadis yang disebutnya dengan nama Seohyun. Sedangkan Yuri, dia masih berdiri ditempatnya tadi dan memandang mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan. Setidaknya, dia masih bisa mendengar apa yang Luhan dan gadis itu ucapkan.

“Hanya jalan jalan, dia siapa oppa?” Tanya gadis itu sambil menunjuk kearah Yuri. Luhan menolehkan kepalanya menatap sosok Yuri yang nampak sibuk memainkan handphonenya. “Hanya chingu” Jawab Luhan.

Jemari Yuri berhenti menekan tombol tombol yang ada dihandphonenya. Ia nampak tercenggang mendengar ucapan Luhan. Rasanya, dia seperti ditabrak oleh bus dan hatinya bagaikan disayat sayat.

Hanya teman. Yah begitulah adanya. Tapi kata kata tersebut benar benar melukai hati gadis itu. Hatinya begitu tersiksa karena rentetan kalimat yang menyiratkan sebuah status yang sangat menyiksanya. Hanya teman, hanya teman dan hanya teman itu bukan status yang gadis itu inginkan. Bukan itu.

“Yuri!” Panggil Luhan. Yuri membuyarkan lamunannya dan menatap sosok Luhan kini berdiri dihadapannya dengan tatapan bingung. “Wae?” Kata Yuri.

“Seohyun mengajakku pergi bersama, kau tak apa jika aku membiarkanmu pulang sendiri?” Tanya Luhan menjelaskan maksudnya. Yuri tersenyum getir tak menjawab ucapan Luhan yang kembali melukai hatinya.

“Tak apa kan?” Tanya Luhan lagi. Yuri masih terdiam tak menjawab ucapannya dan itu berarti Luhan menganggap jawabannya ‘iya’.

Luhan beranjak meninggalkan Yuri yang hanya terdiam, terpaku dengan dirinya sendiri. Tapi tangan gadis itu bergerak mengenggam lengan Luhan yang belum jauh darinya, menyuruh lelaki itu untuk berhenti. Luhan menghentikan langkahnya kemudian memutar tubuhnya menatap sosok Yuri yang menatapnya, lekat.

“Jangan pergi” Kata Yuri. Ia masih menatap Luhan yang terlihat terdiam, memandangnya tak mengerti. “Jebal, jangan pergi” Ujarnya lagi. Dia melepaskan genggaman tangannya dari lengan Luhan, membiarkan laki laki itu untuk berfikir. Sedangkan Luhan, dia menatap Yuri lekat lekat, berusaha menemukan arti dibalik ucapannya.

Beberapa detik kemudian, Luhan tersenyum simpul pada Yuri kemudian membalikkan badannya berjalan kearah Seohyun. Yuri tersenyum getir saat mengetahui Luhan lebih memilih Seohyun daripada dirinya. Tapi perlahan, kakinya bergerak. Dia membalikkan badannya dan berjalan gontai menjauh dari Luhan dan Seohyun yang terlihat berbincang disana.

Dia temanku. Kalimat itu terus menganggu fikiran gadis itu. Apakah mereka hanya benar benar berhenti pada status pertemanan ? Dia benar benar merasakan hatinya hancur dengan sempurna kali ini, bahkan hanya dalam kurun waktu beberapa detik saja.

Ia masih berjalan dengan gontai dan tatapannya yang nampak kosong. Tapi dia dapat merasakan sebuah tangan melingkar dilehernya. Seseorang tengah merangkulnya sekarang. Yuri menghentikan langkahnya menatap sosok Luhan yang kini menatapnya dengan ekspresi bingung.

“Kenapa kau berhenti?” Tanya Luhan. Ia masih melingkarkan tangannya pada leher Yuri kemudian menuntun gadis itu berjalan dengan perlahan.

“Kau?!”

“Kumohon jangan pergi, tetaplah disini bersamaku. Apakah itu arti dari kata katamu tadi?” Tanya Luhan. Dia melepaskan tangannya dan berjalan mendahului Yuri, membiarkan gadis itu terhenti disana. Sedangkan Yuri, dia menatap Luhan tak percaya kemudian berlari, menyamakan langkahnya dengan Luhan.

“Dasar bodoh!” Gerutu Yuri pelan walaupun begitu, Luhan masih bisa mendengar ucapannya.

“Aku ini pintar” Kata Luhan.

“Aku juga”

“Aku mencintaimu!”

“Aku juga”

Yuri menutup mulutnya karena ucapannya sendiri. Dia menatap sosok Luhan yang terlihat tersenyum penuh kemenangan pada gadis itu. Apa kata Luhan barusan? dia mencintai Yuri? Apakah itu sebuah lelucon? Hey! Itu sama sekali tidak lucu bagi Yuri.

“Aku lebih lebih lebih mencintaimu” Ujar Luhan seraya mengacak acak rambut gadis itu pelan. Yuri masih tertegun menatap Luhan. Tiga detik kemudian dia tersenyum pada Luhan. “Kalau begitu jangan pernah tinggalkan aku” Jawab Yuri senang. Luhan menganggukkan kepalanya. Lalu mengecup ujung kepala Yuri.

“Apakah aku harus berjanji?”

|

END

Hallow, Gimana Ffnya?😄

Begitulah sekiranya FF aneh yang saya buat hari ini. Author kayaknya bakalan hiatus 2 minggu, karena ada tryout-,-

Jadi, jangan Lupa komen yaaa

I LOVE YOU FULL =.=v

16 responses to “[Drabble] 이러지마 제발

  1. Eon… sebelum hiatus, share FF eon yg chapter-an Itu… jdi tenant klo eon may hiatus.. ff eon klo yg yulhan chapter udh do share aku akan. Comment .. insyaAllah… tinggalin bnyk FF ya! Fighting!

  2. Ok ok thor *pasang tampang cool*
    Ceritanya bagus thor, keep writing about YulHan. Tapi, aku ada sedikit saran buat author. Ok, ini ga penting sih. Hehehe…tapi cm kasih tau aja.
    Namanya Seohyun itu, Seo Joo Hyun. Bukan Seo Joon Hyun.
    Udah, segitu aja kali ya thor😀 unn, keep writing ne^^ i waiting your fanfic.

  3. Hai thor!
    Hehehee, aku bingung mau komen apa😀
    Tapi, aku iseng ubek ubek page kamu , dan nemu ff ini :O
    Omo omo! Seneng banget bacanya:D awalnya sih rada2 nyesek gitu, tapi akhirnya…fluff abis xD
    Lanjutkan!

  4. Aku selalu suka semua karya2 eonni, keren2😊😊 apalagi dgn cast YulHan nya. Uuuuuu tambah suka😍😍
    Cepet update ff lagi ya kak! Sangat ditunggu untuk update baru nya!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s