FF// Loss

Loss (Yuri Only)

Author : Park Hyo Ki

Title : Loss

Genre : Sad,Family,Life

Lenght: Ficlet

Main Cast :

– Kwon Yuri (SNSD)

Other Cast :

– Kwon Ji Yong (BigBang)

– Jessica (SNSD)

Disclaimer:

Happy new year!!! Mianhae gak pernah nge post lagi ne .-. Author kadang gak punya inspirasi ato waktu untuk bikin ff akhir-akhir ini.Sebagai permintaan maafnya,author bakal share ff Loss kali ini…Semoga kalian sukaaaa!!!!😀

– Loss –

Hari itu hari Rabu.Tepatnya,tanggal 21 Desember.Hari yang begitu cocok untuk menyiapkan hadiah untuk orang yang dikasihi ataupun salah satu anggota keluarga.Tapi,gadis itu tidak.Gadis berambut panjang hitam itu tidak melakukan apapun untuk kedatangan hari yang biasa ia tunggu-tunggu tersebut.

Sebut saja Yuri,Apabila kau begitu penasaran siapa gadis bersurai hitam itu.Wajah gadis itu menawan dan terlihat begitu eksotis di tengah bulatan putih yang terus berjatuhan dari atas langit kelabu.Lalu,apa yang membuat gadis itu terus diam merenung? Akan kuceritakan kejadian menyedihkan yang ia alami beberapa saat yang lalu…

Flashback

“Eomma,Appa,Oppa..Kalian mau kemana ?”

Yuri menatap kedua orangtua dan kakak laki-lakinya dengan wajah kebingungan.Tumben sekali,tiba-tiba mereka ingin pergi ke suatu tempat secara tiba-tiba.Ada apa ya? Apakah ada urusan penting disana sehingga mereka harus datang tanpa pemberitahuan seperti itu? Biasanya,jika ingin pergi ke suatu tempat,Appa dan Eomma akan langsung memberitahukannya. Tapi,sekarang,secara tiba-tiba,mereka akan langsung pergi tanpa mengajak dirinya.

“Aku,Eomma,dan Appa..Ingin pergi ke rumah bibi Sooyoung dulu,ne? Yuri jaga rumah saja ya.. Tidak usah ikut..” Ucap Jiyong sembari mengusap pelan adik perempuannya.

“Tapi,Kenapa aku tidak bisa ikut,Oppa? Kan,Yuri juga mau bertemu bibi Sooyoung…”

“Yuri kan sudah biasa mampir ke rumah bibi..Kali ini Yuri tidak usah ikut saja ya..Lagipula,Kami cuman sebentar saja kok disana..”

“Benar tidak akan lama?”

Jiyong mengganguk pelan.Ada Firasat tak biasa di hati kecilnya secara tiba-tiba.Seolah ada sesuatu yang…terjadi..sebuah..tragedi..Aaakkhh… Tidak.Tidak.Tidak.Buang jauh-jauhlah firasat tak penting seperti itu.

“Jiyong! Ayo masuk mobil!”

“Ne,Eomma! Tunggu sebentar..”

Jiyong kembali menatap yuri,adik semata wayangnya itu.Sesaat ia menatap yuri kemudian memeluk adik yang sangat dikasihinya itu.Hangat. Yuri…Apakah..firasat ini akan benar-benar terjadi? Tapi..Pada siapa? Apakah itu… akan terjadi padamu?

Jiyong melepas dekapan itu lalu melepaskan kalung putih yang berada di lehernya.Sesaat ia menatap kalung putih itu.Tapi,kemudian,ia mengalihkan perhatian ke arah yuri.

“Yuri..Kau harus janji satu hal pada oppa,ne?”

“Janji apa,oppa?”

“Kau harus janji untuk…(Jiyong menyodorkan kalung yang dilepasnya) menyimpan dan menjaga kalung ini..sampai kapanpun..Mengerti?”

“Ne,Yuri mengerti,Oppa!”

Perlahan tangan yang jauh lebih kecil dari Jiyong itu meraih kalung putih tersebut.Kalung itu sudah Jiyong miliki sejak jiyong berusia enam tahun.Benda pemberian sahabat terbaik jiyong,kata jiyong saat yuri menanyakan siapa yang memberikan kalung putih sebagus itu pada Jiyong.Meski,sampai sekarang,Yuri tak pernah melihat sahabat yang dibicarakan Jiyong itu.

Yuri memang terbiasa tuk tetap selalu tinggal di dalam rumah.Membantu ibunya mengurus rumah,bermain game,membaca buku novel detektif kesukaannya ataupun kegiatan dalam rumah sudah menjadi rutinitas biasa bagi yuri yang kini telah beranjak ke usia enam belas tahun.

Terkadang,ada kerinduan dan rasa ingin untuk melakukan kegiatan di luar rumah seperti teman-teman sebayanya.Seperti,Karaoke,pergi mempercantik diri di salon,nonton bioskop,foto bersama…dan masih banyak hal lainnya! Tapi,sepertinya hal itu mustahil.

Yuri dibesarkan di keluarga berada dimana ayahnya kini berkecimpung dalam dunia bisnis.Hotel,Restaurant,toko ataupun tempat-tempat lainnya hampir dimiliki semua oleh ayahnya tersebut.Bukannya,menyombongkan diri,hal itu malah membuat yuri merasa terkekang.Bagaimana tidak? Karena urusan bisnis itulah yang terlalu banyak mendatangkan resiko lah yang membuat yuri harus benar-benar terawasi.

Ayahnya tak pernah mau menceritakan setiap resiko bisnis kepada keluarganya.Ia malah menutup diri akan hal tersebut.Yuri tahu,seharusnya,ia lebih memahami dan menerima semua itu. Tapi,entahlahlah,ada gumpalan rasa -Yuri tak tahu rasa apa itu- yang membuat ia terus merasa tak bebas diawasi selalu seperti itu.

Lihat saja saat ia ingin berteman dengan seseorang.Semua teman harus dipilih-pilih oleh Ayahnya.Tak boleh asal sembarang memilih teman sesuai keinginannya.Bahkan,karena rasa terlalu over-protected ayahnya itu,ia bahkan dapat menyamai jumlah teman yang ia miliki sewaktu sekolah dasar dengan teman yang ia miliki sekarang.

Ingin rasanya pindah ke sebuah keluarga sederhana yang tak akan membuatnya merasa tak bebas.Oke,Oke,ia tahu keinginan itu tak boleh diingininya.Ia harus mensyukuri apa yang miliki sekarang.Toh,meski ia merasa terkekang,ada sebagian orang juga yang anehnya -yuri menggangap hal ini aneh- mengingini nasib seperti dirinya.

Harta bergelimpah,Wajah cantik dan kakak yang tampan dan perhatian, Oh My God! Siapa yang tak mau memiliki nasib seperti itu? Kecuali,jika harus juga mendapat nasib memiliki orang tua yang terlalu over-protected seperti yang dimilikinya sekarang.

Sepertinya,terlalu banyak melantur.Baiklah,kita kembali kepada mereka. Jiyong mengusap pelan kepala adiknya sesaat dan melambaikan tangan ke arahnya.Tubuhnya perlahan mulai berdiri dan melangkah ke knop pintu dan kemudian pergi.Tak sampai dua puluh detik yang berlalu,ia melambaikan tangan sekali lagi kepada yuri.

Tak tega rasanya meninggalkan yuri sendirian.Apalagi,semua pelayan di rumahnya pergi untuk membantu mempersiapkan pernikahan yang berlangsung di rumah bibinya tersebut.

Bohong,Jika kembali diungkit ucapan ‘tak akan lama di rumah bibi sooyoung’ yang ditujukan kepada Yuri beberapa waktu yang lalu.Justru, karena itu acara pernikahan anak bibinya sendiri,pasti membutuhkan waktu yang sangat lama.Tapi,mengingat yuri yang suka bersikeras menunggu hingga seisi rumah kembali.Jiyong berbohong berkata ‘hanya sebentar’ kepada yuri agar adiknya itu tak terlalu menunggu dan tak cemas akan kepulangan mereka.

Mobil pun terus melaju dengan kecepatan standard di atas jalan raya yang kini sepi.Anehnya,Jiyong tiba-tiba merasa ada mobil yang membuntuti mereka sejak tadi.Mobil hitam hitam dengan kaca lumayan gelap.Entahlah, itu siapa.

Pandangan kembali menengok ke belakang lewat kaca mobil.Ternyata benar, mobil hitam itu masih membuntuti mereka.Tapi,mengapa? Bukankah…mereka..Akh! Tidak.Tidak.Mobil itu tidak mungkin sengaja membuntuti mereka.Bisa saja,mereka adalah tamu pernikahan anak bibi sooyoung yang kebetulan melalui jalan yang sama.Tapi,mengapa–

CKIIITTT!!!!

Seisi mobil segera terdorong ke depan karena rem mendadak sang supir.  Tak ada yang terluka memang.Tapi,cukup membuat seisi mobil merasa syok.

Jiyong mengarahkan pandangannya ke arah kaca depan.Mobil hitam yang semula di belakang tiba-tiba mendahului mereka dan mengerem tepat di depan mobil.Pantas saja sang supir langsung mengerem.

Dua lelaki berpakaian serba hitam tersebut pun seketika keluar dari mobil milik mereka.Deg! Apa..Jangan-jangan mereka adalah salah satu musuh bisnis Appa? Tapi,Bagaimana  ini ? Ini adalah jalur jalan yang sepi.Tak mungkin bisa meminta tolong kepada seseorang.Ekh?! Tunggu… Tunggu dulu…Mereka..Mereka melangkah sambil menodongkan shoot gun?!!

“AAAAAA!!!!”

DOOORRR!!!!!!!

Few hours later..

In Yuri place

“Ya,begitulah,Sica…Aku bosan dan kesepian disini”

Yuri memegang Android putih kesayangannya tepat di samping telinga kanannya.Dia sedang menelepon sahabatnya,Jessica. Inginnya,sih,meminta gadis itu datang ke rumahnya.Tapi,sahabat perempuuan cerewetnya itu terus saja melontarkan pertanyaan.

“……..”

“Ya,betul,aku sendirian disini..”

“……..”

“Apa? Kau akan datang ke sini apabila di rumah ada Oppaku? Ck,Ck,Dasar!!”

Terdengar riuh tawa di seberang telepon yang digenggam olehnya.Tapi,tawa itu seketika berhenti sesaat.Hening.1 detik.2 detik.3 detik. Secara tiba-tiba,jessica meminta agar yuri menunggu sebentar dan tak memutuskan teleponnya sebentar.

“Memanya ada apa,sih?”

“…….”

“Acara infotainment? Entahlah,jess..Aku tak pernah tertarik dengan acara penayangan berita di tv..”

“……”

“Baik,baik…Akan kulihat berita tv itu sebentar..”

Yuri menekan tombol pengganti saluran tv yang berada di sampingnya berulang-ulang.Tak perlu membutuhkan waktu lama,saluran tv mulai menayangkan berita baru yang terjadi pada hari ini.

“….ditemukan korban tewas di jalan XXX.Penyebab kematian keempat korban ini masih dalam tahap penyelidikan.Polisi menduga ini kasus pembunuhan yang kini sedang marak terjadi akhir-akhir ini.Berikut adalah foto masing-masing korban yang didapat oleh polisi dari kartu penduduk masing-masing”

Tayangan liputan yang awalnya menampilkan seorang reporter dan tempat kejadian seketika berganti menjadi gambaran foto yang dimaksud reporter tersebut.Penayangan itu tak berlangsung lama.Tapi,dapat membuat sesak seorang gadis bersurai hitam itu di depan tayangan tv.

Tes.

Tes.

Tes.

“Mereka..Mereka semua….”

Tes.

Detik waktu terus berlanjut sesuai tetesan air dari kelopak mata gadis bersurai hitam itu.Detik waktu seolah tak peduli.Detik waktu seolah tak peduli dan membiarkan tangisan itu semakin menjadi pilu.Sampai-sampai,panggilan seseorang dari seberang sana tak terdengarkan karena isakan yang semakin mengeras.

“Eomma.Appa…OPPAAA!!!!! TIDAAAKKKK!!!”

Flashback End

Yuri.Gadis bernama lengkap Kwon Yuri itu masih terus saja menunduk dengan tatapan kosong di sudut tepi-tepi jalan.Orang – orang yang melewatinya tak dipedulikannya.Anggap saja mereka adalah angin berhembus,batinnya.Ia kini sudah tak peduli.Bahkan,ejekan tentang dirinya yang masih bisa ia dengar tak dipedulikannya sama sekali.Karena,semua yang ia miliki…semua kebahagiannya… sudah… hilang.

“Appa,Eomma,Appa..Ayo kita ke sana.. Ada pohon hijau dan besaaaarrr sekali disana.Hanmi mau melihat….”

Rengekan seorang anak perempuan kecil berhasil membuat gadis bersurai hitam itu menoleh.Bibirnya terpaut mengembang tipis.Hampir mirip senyum pahit.

Tak ada Ayah maupun Ibu.Kakak yang biasa memperhatikannya kini pun sudah tak ada.Semunya hilang.Keluarga utuh yang dahulu dimilikinya kini menghilang.Miris….

– END –

Disclaimer:

Oke,oke.Kita kembali mengkritik ff buatan Author ini.

Author tahu,pasti di ff ini,akan ada banyak typo bertebaran,cerita absurd,alur kecepatan dan yang lainnya -,-

Author minta maaf deh kalo hal itu bener2 ada…Soalnya,author bikinnya malem2 sebelum tidur,jadinya agak melantur gituuu deh ceritanya…

Oh,iya,kritik,sarat ataupun komentar lainnya,mohon diberikan oleh reader yaaa!!! Soalnya,author ingin merevisi lebih banyak lagi karya author yang masih kurang ini,hehe😀

6 responses to “FF// Loss

  1. Sedih banget sih thor😦 sayang gak ada cast cowoknya hehe setidaknya ada yg ngehibur yuri gitu. Daebak and keep writing

  2. sayang gak ada main cast cowok yang bisa ngehibur Yuri..
    apalagi aku suka kalau GD jadi ka2knya Yuri

    • iya nih parah banget author hyo *jitak author*
      Stuju reader!! Aku juga suka klo GD yg jadi kakanya… Soalnya,GD oppa kan cool2 gmna gtu…Jadinya pantes jdi kk yuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s