[Drabble] 첫 눈

첫 눈 [First Snow]

첫 눈

|

Kwon Soo Hjin

|

|

Aku akan datang padamu, saat salju pertama turun dari langit

|

|

Kwon Yuri | Xi Luhan

|

|

|

New present

First Snow

|

|

Happy reading ><

|

|

 “Kau sedang apa ?” Suara lembut dari sebrang mengalir pelan memasuki celah celah telinga lelaki itu. Ia tersenyum sambil menatap langit langit kamarnya.

“Hanya tidur tiduran, kau ?” Tanyanya, tak ada jawaban dari sembrang. Hanya suara helaan nafas yang ia dengar. “Yeoboseyo ? Kau masih ada disana kan Yuri-ah ?” Tanyanya lagi.

“Ne” Suara itu terdengar lagi. Luhan menaikkan salah satu alisnya, penasaran dengan apa yang sedang gadis itu lakukan.

“Luhan ?” Suara gadis yang dipanggilnya dengan nama Yuri itu kembali terdengar. “Hm ?” Jawab Luhan. Suasana kembali hening beberapa saat, hingga gadis itu kembali mengatakan sesuatu pada Luhan.

“Kudengar besuk salju akan turun. Aku sedang duduk dihalaman rumah, berharap salju turun sekarang” Ujar gadis itu. Luhan spontan bangkit dari tidurnya dan berguman sesuatu pada gadis itu.

“huh ? dihalaman rumah ? Masuklah, cuacanya sangat dingin malam ini” Ujar Luhan dengan nada khawatir miliknya. Yuri terdengar terkekeh karena ucapan laki laki itu. Dan sekali lagi, gadis itu berguman.

“Aku sudah terbiasa dengan cuaca dingin seperti ini” Sahut gadis itu lembut. Ia tersenyum simpul sambil menatap langit malam yang membentang tanpa ditemani bintang bintang. “Kau” “Apa yang akan kau lakukan saat salju pertama turun ?” Tanyanya pada Luhan. Tak ada sautan yang pasti dari Luhan, nampaknya dia tengah berfikir kali ini.

“Aku akan menemuimu dan memberimu sesuatu” Jawab Luhan akhirnya. Ia membenarkan bantal yang ia gunakan lalu memiringkan tubuhnya, menunggu jawaban dari gadis itu. “Jinjja ?” Hanya itu ? Yah, itulah yang Luhan fikirkan. Luhan tersenyum kecil.

“Datanglah di air mancur didepan taman, aku akan menunggumu”

|

            Yuri menatap langit berwarna biru celah dari jendela kamarnya. Ia berharap salju segera turun supaya ia bisa bertemu dengan Luhan lebih cepat. Selama ini, ia sangat benci jika harus menunggu sesuatu. Dan entah mengapa gadis itu suka menunggu sekarang. Menunggu salju pertama jatuh ketanah.

“Akankah dia benar benar akan datang ?” Gumannya pelan. Gadis itu memejamkan kedua matanya, masih menatap langit. Siapa tau salju tiba tiba datang.

Yuri bangkit dari duduknya menuju kesebuah meja berwarna putih dengan buku buku yang tertata rapi diatasnya. Ia mengambil salah satu buku, dengan sampul coklat dan bergambar sosok sketsa seorang gadis disana.

Tangan kanannya menari nari, menuliskan sesuatu pada salah satu lembar kertas putih didalam buku tersebut.

Mulai sekarang, aku akan menunggu. Salju pertama turun dan aku akan bertemu dengannya.

Setelah menulis itu, ia kembali menatap keluar jendela. Dimana kumpulan benda berwarna putih yang mirip dengan kapas berjatuhan. Yuri membelalakkan kedua matanya.

“Aigoo, saljunya sudah turun !” Ujarnya. Ia segera bangkit dari duduknya kemudian beranjak mencari mantel berwarna biru muda yang biasa ia kenakan. Gadis itu membuka semua almari yang ada dikamar mewah miliknya, tapi tak kunjung menemukan mantel yang dia cari.

“Ahjumma, dimana mantelku ?”

“Ahjumma !”

|

            Laki laki itu berlari kecil, dengan sebuah kotak kecil ditangan kanannya. Ia menampakkan seutas senyuman manis diwajahnya. Apalagi pemandangan kali ini cukup indah, langit yang seharusnya masih cerah kini berubah menjadi gelap dengan lampu lampu jalanan yang berwarna orange membuat hatinya semakin senang.

Sesekali ia merentangkan tangan kanannya, berusaha menyentuh salju yang turun. Dan ia kembali tersenyum.

Tak butuh waktu lama, langkah kakinya sudah sampai pada tempat yang dia tunggu. Luhan kembali mengedarkan pandangannya, mencari sosok gadis berambut hitam lurus yang ingin dia temui.

“Dia belum datang ?” Gumannya. Ia melihat jam tangan yang kini bertengger ditangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan dan tak ada tanda tanda kedatangan gadis itu. Atau taman ini terlalu sepi sehingga membuat peluang kedatangan gadis itu sangatlah kecil ?

Luhan mendongakkan kepalanya, kembali menatap salju salju yang masih turun. Laki laki itu memejamkan kedua matanya, ia berguman sesuatu lagi “Akankah dia tak datang ?”

“Kau, masih disini ?” Suara itu mampu membuat kedua mata Luhan terbuka. Ia menolehkan kepalanya menatap sosok gadis berambut hitam dengan panjang sebahu kini tersenyum manis padanya. Gadis itu berjalan menghampiri Luhan yang hanya terdiam dengan langkah kakinya yang manis.

“Yuri, kau benar benar datang ?” Tanya Luhan. Ia menatap gadis dihadapannya itu dengan tatapan tak percaya. Yuri tersenyum lembut, lalu menganggukkan kepalanya perlahan.

“Tentu saja, kukira kau sudah pulang. Mungkin aku terlalu lama mencari mantel kesayanganku, Ahjumma lupa meletakkannya sehingga aku menggunakan yang ini” Jelas Yuri, ia tersenyum malu pada Luhan. Sedangkan laki laki itu kini menatapnya dari atas hingga bawah.

“Kau terlihat cantik” Puji Luhan. Ia tersenyum manis menatap sosok Yuri yang kini hanya terdiam. Sedetik kemudian, gadis itu merasakan wajahnya mulai memanas. Ia tertawa mendengar pujian Luhan yang mampu membuatnya malu. “Gumawo, kau juga tampan” Puji Yuri.

“Aku ini memang tampan” Canda Luhan. Yuri terkekeh mendengar ucapan Luhan sampai pada saatnya Luhan menyodorkan sebuah kotak berwarna putih dengan pita hijau diatasnya. Yuri menyerngit, tapi tangan kanannya mulai meraih kotak tersebut. “Apa ini ?” Tanya Yuri. Ia masih bingung dengan maksud Luhan. Luhan tersenyum pada Yuri, kemudian mengulurkan tangan kanannya.

Yuri masih menatap Luhan dengan tatapan yang sama, tak mengerti maksud laki laki itu. “Em, will you marry me ?” Ujar Luhan menjelaskan maksudnya. Yuri membulatkan kedua matanya, tak percaya dengan apa yang dikatakan lelaki dihadapannya.

“Huh ?” Guman Yuri tanpa sadar karena terlalu shok. Luhan terkekeh pelan lalu kembali menatap salju salju yang turun seolah menjadi background suasana yang mereka alami sekarang, indah.

“Kau, ingat ketika aku pernah bercerita padamu tentang seseorang yang kucintai ? dan saat aku akan mengatakan padanya jika aku mencintai seseorang itu saat salju pertama turun. Aku tak akan mengatakan cintaku, Yuri-ah. Tapi aku ingin kau bersamaku, dengan itu aku bisa berkata jika aku mencintaimu. Walaupun tanpa kata kata, aku bisa memberimu cinta lewat sikapku. Jadi, bagaimana ?” Jelas Luhan lagi.

Gadis manis itu tersenyum manis. Kedua matanya menatap tangan Luhan yang masih dia ulurkan. Ini adalah saat yang dia tunggu sejak dia masih kecil. Rupanya, persahabatannya dan Luhan sejak kecil akan berakhir dengan pernikahan.

Tangan Yuri bergerak perlahan, menyentuh tangan kanan Luhan. Gadis itu tersenyum lalu berkata “Yes, i do” Luhan tersenyum, ia merentangkan kedua tangannya kali ini, ingin memeluk gadis itu. Sedangkan Yuri, dia berjalan mendekati Luhan kemudian mendekap laki laki dihadapannya.

Mereka berpelukan.

“Aku mencintaimu”

|

END

Hallo, gimana ? Maaf ya kalo kurang sweet atau gimana gitu.

Sebenernya adegan(?) yang mereka lagi telpon itu aku terinspirasi dari salah satu adegan film I Miss You hehe, dan aku buat yang hampir mirip seperti itu -.- tapi jadinya malah, Yah you know lah*apaini?*bahasaalay(?)

Ok jangan Lupa komentar😀

I LOVE YOU, All ><

Gumawo^^

15 responses to “[Drabble] 첫 눈

  1. Dan-chan ,, mianhae😦
    eonnie tlat baca nihh ..
    Koqq baru tau kalo ada nie ff yaa ? -___-
    ahh~ sweet banget alur’x ..
    HanYul emng paling dapet feel’x kalo udh manis-romantis begini🙂
    Kamu emng daebak laa~

  2. Unnie?
    Aku suka setiap cerita yang kamu buat unn🙂
    Tapi, aku rada bingung bagian ‘Guman’. Ya, guman. Itu ‘gumam’kah maksudnya//

    Maaf ya, setiap cerita yg kamu buat aku kommen n kritik trus. Apalagi yg aku komen pasti gak penting -_-
    Aku suka FFmu eon, keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s