[Drabble] If You and She

kwonsohjin-ifyouandshe [cherylgloria]

If You and She

|

|

Kwon Soo Hjin’s story

|

|

|

|

Kwon Yuri | Xi Luhan | Seo Joon Hyun

|

|

|

Lenght : Oneshoot [Drabble]

Genre : Romance, Sad, Friendship

Rating : General

|

|

Poster by.

http://cherylgloria.wordpress.com [Chery Gloria Art]

|

Disclaimer :

FF ini murni milik saya, dan beberapa adegan terinspirasi dari salah satu drama korea dengan judul ‘Good of Study’. Happy Reading ><

|

|

Kau, tak sepertiku yang begitu mencintaimu

|

Aku berusaha dengan keras melupakanmu. Kwon Yuri, kau juga terluka

|

|

Luhan dan Seohyun duduk disalah satu bangku taman bermain. Mereka nampak terdiam satu sama lain seraya menatap butiran butiran salju yang turun dari langit. Sementara Seohyun sibuk menatap butiran salju yang turun, diam diam Luhan menatap gadis itu lalu menyentuh rambut hitamnya, mengambil salju yang terjatuh diatas kepalanya.

Seohyun menolehkan kepalanya, menatap sosok Luhan yang kini tersenyum semakin mendekatkan wajahnya kewajah Seohyun. Semakin dekat.

“Oh, aku baru ingat. Songsaenim memberi pesan jika kau harus datang lebih awal” Ujar Seohyun berusaha membuat sosok Luhan menjauh darinya. Dan yang benar saja laki laki itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Seohyun langsung bangkit dari duduknya lalu menolehkan kepalanya, menatap sosok Luhan yang masih menatapnya bingung. “Aku pulang, Annyeong” Ujarnya, dia berlari kecil meninggalkan Luhan yang hanya terdiam. Entah mengapa, laki laki itu bahagia sekarang.

Seohyun berlari, lalu berdiri dibalik bangunan tak jauh dari tempatnya berdiri. Gadis itu menyentuh dadanya, merasakan jantungnya yang berdegup semakin kencang. Ia menolehkan kepalanya, menatap sosok Luhan yang kini berjalan lurus. Dengan cepat gadis itu kembali bersembunyi. “Apa yang akan dilakukannya ?” Guman Seohyun pelan.

Luhan terus berjalan, hingga langkahnya terhenti saat handphonenya berdering. Laki laki itu nampak terkekeh pelan saat membaca pesan dari Sehun yang kini sedang menunggunya disalah satu restoran. Sehun adalah sahabat Luhan dan Seohyun pun begitu. Mereka dikenal sebagai 5 serangkai, yang beranggotakan Luhan, Sehun, Seohyun, Yuri dan Baekhyun.

Luhan kembali melanjutkan lengkahnya. Bahkan tanpa lelaki itu sadari, ada sosok yang diam diam menatapnya dari kejauhan. Gadis itu berambut hitam panjang, dengan sebuah pita dirambutnya. Gadis itu menatap sosok Luhan sejak tadi, sejak dia duduk bersama Seohyun. Sebut gadis itu Yuri.

Gadis itu nampak membungkam mulutnya sendiri, sedangkan kini wajahnya sudah basah karena air mata yang sejak tadi dia keluarkan. Kaki gadis itu bergetar hebat. Dia menyukai Luhan dan Seohyun adalah sahabat karibnya. Yuri tak tau jika Seohyun juga menyukai Luhan, dan gadis itu benar benar terpukul melihat kejadian ini.

|

Yuri terdiam, menatap foto berukuran besar yang memasangkan wajah Luhan tengah tersenyum riang. Gadis itu masih terdiam dengan nafasnya yang tercekat dan air mata yang masih membanjiri wajahnya. Gadis itu menyentuh pita berwarna merah muda yang dia kenakan, lalu menatapnya dengan tatapan sendu.

“Jadi kau khusus membawakannya untukku ?” Tanya Yuri senang pada Luhan saat melihat ada sebuah pita ditas milik Luhan. Sedangkan Luhan menaikkan alisnya pelan lalu menganggukkan kepalanya ragu. “Ahh, ne” Ujar Luhan masih dengan nada ragu miliknya.

Gadis itu masih menatap pita berwarna merah muda yang ada ditangan kanannya. Sekali lagi, air mata turun membasahi wajahnya yang cantik. Ia berguman pelan. “Tapi ternyata ini bukan untukku” Sedetik kemudian, pita itu terjatuh dari tangannya. Gadis itu berjalan pergi meninggalkan pita yang sempat menjadi barang berharga miliknya itu terjatuh dilantai.

>>>>>>>

Yuri berjalan gontai menuju kelasnya. Tak butuh waktu lama, gadis itu sudah sampai pada kelas yang harus dia ikuti hari ini. Langkahnya terhenti sekejap saat melihat Sehun dan Baekhyun dengan senangnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Seohyun sedangkan Luhan nampak terduduk dan menatap mereka dengan wajahnya yang bersinar.

Gadis itu kembali merasakan sesak pada dadanya. Ia memutar kedua bola matanya mencoba menahan air mata yang ingin terjatuh lalu berjalan perlahan menuju bangku yang biasa dia duduki, disamping Luhan.

“Luhan-ah, Hari ini Seohyun ulang tahun. Apa kau tak memberinya hadiah ?” Tanya Sehun. Luhan tersenyum, menatap sosok Seohyun, Baekhyun dan Sehun yang kini tengah menatapnya dengan tanda tanya besar diwajah mereka.

“Ah, kemarin aku sudah memberinya hadiah” Jawab Luhan nampak senang. Baekhyun dan Sehun saling berpandangan untuk beberapa detik lalu melangkahkan kakinya berjalan mendekati Luhan dan berbisik pada laki laki disampingnya “Apa hadiahnya ?” Bisik Baekhyun pelan. Luhan terkekeh lalu mendekatkan wajahnya ketelinga Baekhyun dan membisikkan sesuatu “Rahasia”.

Luhan menolehkan kepalanya menatap sosok Yuri yang kini tengah memalingkan wajah darinya. Gadis itu menghela nafasnya perlahan kemudian menatap kearah jendela. Sedetik kemudian, handphonenya berdering menandakan sebuah pesan masuk.

Kwon Yuri, Selamat ulang tahun. Sayang.

Yuri memejamkan kedua matanya saat membaca pesan dari ummanya. Ummanya tinggal diluar negeri sedangkan Appanya sudah lama bercerai dengan Ummanya. Yuri kembali meletakkan handphonenya diatas saku, lalu menatap sosok Seohyun yang kini berjalan menghampirinya dengan sebuah cangkir ditangannya. Ia tersenyum lalu menyodorkan minuman itu pada Yuri.

“Yuri-ah, Sehun membuatkan ini. Cobalah” Ujar Seohyun senang pada Yuri. Ia tersenyum manis seraya menatap Yuri berharap gadis itu menerimanya. Sedangkan Yuri, dia menatap sosok Seohyun dengan wajah tanpa ekspresi miliknya. Ia menggeleng pelan. “Tidak usah” Jawabnya dingin.

Seohyun masih tersenyum senang pada Yuri. “Cobalah” Bujuk Seohyun sekali lagi. Ia kembali menyodorkan cangkir itu pada Yuri tapi sayangnya Yuri menepisnya, dan cangkir yang dibawa oleh Seohyun terjatuh dilantai. Semuanya kini menatap Yuri dengan tatapan terkejut. Yuri kembali memutar bola matanya lalu menatap Seohyun dengan tatapan dingin. “Mian” Gumannya. Gadis itu beranjak pergi meninggalkan seisi kelas yang menatapnya dengan tatapan aneh.

>>>>>>>

Lampu lampu sudah redup. Tetapi, gadis itu masih berada disekolah dengan wajah lemas miliknya, dia melangkahkan kakinya pelan menuruni tangga sekolahnya. Yuri tak menampakkan ekspresi yang menentu pada wajahnya. Dia hanya menghela nafasnya. Kali ini, gadis itu merasa aneh pada dirinya sendiri. Untuk apa dia menangisi laki laki yang jelas jelas tak mencintainya ?

Dan sampai pada tangga terakhir, Yuri menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya dan menatap sosok lelaki tinggi berambut coklat kini berdiri dihadapannya. “Kita harus bicara”

>>>>>>

Yuri dan Luhan duduk ditangga dekat taman sekolah. Mereka nampak saling menjauh satu sama lain, walaupun pada kenyataannya Yuri lah yang menjauhi Luhan. Dihadapan mereka, nampak pemandangan bulan bulat sempurna dengan bintang bintang bertaburan disana. “Apa yang terjadi padamu akhir akhir ini ?” Tanya Luhan membuka percakapan diantara mereka. Dia menatap sosok Yuri yang kini menolehkan kepalanya, menatapnya tanpa ekspresi.

“Maksudmu apa dengan kejadian akhir akhir ini ?” Tanya Yuri pada Luhan. Nada bicara gadis itu berubah menjadi dingin, sedingin salju. “Apa kau marah padaku ? Kesalahan apa yang telah kuperbuat ?” Tanya Luhan lagi, dia menampakkan wajah serius miliknya. Kedua iris hitamnya menatap sosok yeoja yang kini tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya.

“Apa yang kau lakukan bukanlah urusanku” Sahut Yuri dingin. Dia menghela nafasnya lalu melanjutkan rentetan kalimat yang sengaja dia potong. “Kita begitu dekat sebelum ini terjadi” Lanjut gadis itu. Dia menundukkan kepalanya, enggan menatap Luhan yang kini terlihat marah.

“Bukankah kau dan aku memang dekat ? Baekhyun, Sehun, Seohyun. Tidakkah kalian merasa begitu dekat ? Mereka bersahabat” Ujar Luhan. Lelaki itu mengalihkan pandangannya, menatap lurus kedepan. Sedetik kemudian dia menghela nafasnya, menunggu jawaban dari gadis yang ada disampingnya.

“Sahabat ? Orang lain pun pasti mengatakan seperti itu, Kata kata yang senang kudengar dan yang kupikir adalah kesamaan hak ?” Sahut Yuri pelan. Bibir gadis itu nampak bergetar. Sedangkan Luhan kini terdiam menatap sosok gadis yang kini memejamkan kedua matanya, menahan perih yang merasuki dirinya.

“Kau, tak sepertiku yang begitu mencintaimu” Ujar gadis itu lagi. Dia menolehkan kepalanya, menatap sosok Luhan yang kini hanya terdiam, menatap lurus kedepan. Laki laki itu menghela nafasnya pelan lalu menatap sosok Yuri yang terus saja terdiam.

“Bukannya aku tak menyukaimu. Lebih baik jika aku menyebutnya dengan sebuah beban..”

“Seohyun menyukaimu. Dan kau tak menganggapnya sebagai beban bukan ?” Ujar Yuri memotong ucapan Luhan. Luhan menolehkan ucapannya menatap sosok Yuri dengan tatapan tak percaya. Bagaimana gadis ini bisa tau ?

“Aku memang aneh. Aku selalu menjadi beban orang orang, khususnya orang orang penting dan dekat denganku” Gadis itu menghela nafasnya perlahan. Sekilas, ia menatap sosok Luhan yang menundukkan kepalanya. Beberapa detik kemudian, Yuri bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan Luhan yang masih terdiam.

“Ya ! Kwon Yuri !” Mendengar namanya disebut, Yuri menolehkan kepalanya. Ia kembali menghela nafasnya lalu berguman sesuatu untuk yang terakhir kalinya.

“Maafkan aku, yang pernah mencintaimu” Ujar Yuri. Dia kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Luhan dan langkah kakinya kembali terhenti karena seseorang kini mengenggam tangannya. Yuri membalikkan badannya, menatap sosok Luhan kini menatapnya dengan ekspresi marah miliknya.

“Kau tak benar benar mengerti perasaanku jika kau terus bersikap seperti ini” Ujar Luhan. Dia masih mengenggam tangan Yuri, berjaga jaga jika gadis itu pergi lagi meninggalkannya. Yuri nampak tersenyum pahit, ia menghela nafasnya perlahan. Lalu menatap sosok Luhan dengan wajahnya yang dingin.

“Apa maksudmu jika aku tak mengerti perasaanmu ? Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti padamu ? Kau, bahkan kau tak tau seberapa besar aku mencintaimu. Kau hanya menganggapku sebagai permen karet dalam kehidupanmu” Jawab Yuri. Ia menggerakkan tangannya berusaha melepaskan genggaman tangan Luhan, tapi hasilnya nihil.

“Berhentilah bersikap seperti anak anak. Dan kembalilah seperti Yuri yang dulu” Ujar Luhan. Ia menatap Yuri dengan tatapan memohon, Luhan masih mengenggam tangan Yuri. Kedua matanya menatap sosok Yuri yang kini nampak terisak. Yuri kembali menggerakkan tangannya dan genggaman tangan Luhan sekarang terlepas.

Gadis itu berlari, meninggalkan sosok Luhan yang hanya terdiam disana. Menatapnya dengan tatapan sedih. Langkah gadis itu kembali terhenti tak jauh dari tempat Luhan berdiri, Yuri menatap sosok Sehun yang kini berdiri dihadapannya. Gadis itu menundukkan kepalanya. Lalu berhamburan memeluk sosok Sehun.

Luhan yang menatap kejadian menyakitkan ini hanya terdiam dari kejauhan. Hatinya begitu tergores melihat sosok Yuri yang memeluk Sehun seperti itu. Luhan menghela nafasnya perlahan, kemudian berguman.

“Apa ini balasan untukku ?” Gumannya pada dirinya sendiri. Luhan kembali menghela nafasnya kemudian memalingkan tubuhnya berdiri membelakangi Sehun dan Yuri.

“Aku berusaha dengan keras melupakannya. Yuri-ah, kau juga terluka”

|

END

Yuhu~

Gimana dengan FF ini -,-? Engga pas sama judulnya haha. Sebenernya Author rada rada stres gara gara Luhan sama Seo ngedance gitu. Kenapa engga sama Yuri aja ?!!!! *Lihattandaseru-,-v*lupakan

Ok, Jangan Lupa komentar yaa😀

I love you all ><

 

26 responses to “[Drabble] If You and She

  1. Ommo!! Saengie ,, ini menyedihkan😥 hikz .. *nglapingus
    Knpa nasib Yul ngenes banget dsni ??
    udh umma-appa’x cerai , umma’x jauh , ultah’x cuma dikasih slmt sama umma’x ..
    Trus si Lulu’x jg aneh ! Plin-plan & gak bisa ditebak .
    Apakah bisa disequelin , saeng ? Mgqn bisa mengungkap apa mksud klmt Lulu yg blg “aku berusaha melupakan’x . Yuri-ah , kau jg trluka” ..
    hehh ,, nguras banget emosi sama aer mata dehh ..
    You’re always jjang , saeng ! Keep spirit & makin bersinar🙂

  2. annyeong, lgi blogwalking dan ketemu ff ini🙂 jd ini fic yg terinspirasi dari drama God Of Study ya? kebetulan itu drama kesukaan saya🙂 dan di sini Yuri jdi Jiyeon yah? nyesek di hari ultahnya temen2nya gak ingat, kasihan sama Yuri

  3. Sedikit G̶̲̅ãK̶̲̅ ngerti deh..
    Jadi luhan itu kenapa ? Suka S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ yuri ªƿƏ seohyun sih..
    Aduuuhh pusing,, sequel dong..

  4. oh ternyata si luhan itu #digatak -*- sebenernya suka sama yuri kan? cuma karena posisi luhan yang masih sama yuri jadi rasa suka nya yuri ke luhan itu jadi beban poor yuleon -*- Cuma kurangg panjang thor T.T

  5. Eon, boleh minta sequel ga? Agak kurang ‘ngeh’ sama bagian terakhirnya. Tapi, kayanya, kalau aku baca FF ini berulang ulang ga akan bosen deh:) bagus, nyeseknya dapet. Apalagi waktu Yulnie n Seo ultah, terus semua cuma ngucapin ke Seo, sementara Yuri-nya ga ada yg inget😦
    Itu bikin aku sebel -_-

  6. Syedih syekalee :”’
    Itu ceritanya Luhan dulu suka Seo trus skrg mulai suka Yuri tapi masih punya perasaan sama Seo? Mungkin kali ya :”

  7. huuuft~ nyesek bgt baca ceritanya.. Bagus (y) tapi masih bingung sama luhan?? Luhan itu cintanya sama seohyun ato yuri??:/

  8. Kak kenapa endingnya ngegantung? Apa maksud Luhan bilang gitu? Apa sebenarnya Luhan juga suka sama Yuleon? Kak minta sequel ne? *wajah memelasdan memohon*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s