[PART 4] The Moment That I Can’t Forget

Part 4-JJA story_TMTIF

Tittle : The Moment That I Can’t Forget

Author : Jung Ji Ah

Part : 4

Main cast : Sooyoung,Kyuhyun,Kris,Jessica

Co-cast : Tiffany dan temukan yang lainnya

Genre : Friendship,Romance,Little sad (?)

 

Annyeonghaseyooooo~

Author dateng membawa lanjutan FF *wushh*
Mian ya lama hehe^^ mohon di maafkan🙂
Oiya tanpa basa-basi, mari dibaca saja FFnya heheww^^

ATTENTION!!
COMMENT PLEASEE SETELAH BACA^^
JANGAN JADI SILENT READER YA GUYS *piyuit*
oiya minta likenya kalo boleh^^ ahaaa

ENJOY~

———–

Malam pun telah tiba
Sooyoung masih saja mengurungkan dirinya di kamar. hanya menangis yang bisa dia lakukan. Setelah menangis sekian lamanya, iapun tertidur lelap.

Pagi pun tiba
Sooyoung mulai melupakan kejadian yang terjadi kemarin. Sekarang dia mulai mencoba sabar untuk menunggu kyuhyun kembali dari Prancis. Dengan piyama, ia keluar dari kamarnya dan menuju meja makan, ia mengambil segelas susu dan kemudian dia berjalan menuju keluar untuk mengambil koran paginya.

Saat dia mulai membuka pintu
“Kotak? Kotak siapa disini?” kata sooyoung kaget dan heran
ternyata ada sebuah kotak di depan pintunya, ia pun langsung membawa kotak itu kedalam rumahnya. Sooyoung segera duduk di sofa dan mulai membuka kotak itu. Saat dilihatnya isi kotak itu ada sebuah kartu lalu ia buka kartu itu ternyata

“Kyuhyun oppa? Ada apa dia memberi kotak ini” herannya lalu dia lihat benda pertama

“Spion mobil?” heran sooyoung sambil mencoba mengingatnya kembali

“bukannya ini spion mobilku dulu…”
#FLASHBACK
“Hey yeoja bangunn” kyuhyun mencoba membangunkan yeoja itu

“kenapa dia tidak bangun juga. Apa kita harus membawanya ke rumah sakit?” Tanya donghae

“Apa mungkin dia mabuk?” Tebak eunhyuk

Namun, tidak lama kemudian. Yeoja itu terbangun dan mulai sedikit mengingau.

“Aku dimana sekarang?” Kata yeoja itu sambil berusaha membuka matanya

“Annyeong. Kau sudah sadar. yobosseo?” Tanya kyuhyun pelan

“Mwo siapa kamu? Aku dimana?” Tanya yeoja itu penuh dengan rasa kaget

“Aihh kau malah balik tanya. kau tak apa? apa ada yang terluka?” Tanya kyuhyun

“Tidak. Hanya kepalaku sedikit pusing. Aihh aku harus pulang”

“Dengan keadaan begini kau pulang sendirian?” tanya kyu

“Ne gapapa. Aku bisa. Annyeong” jawab sooyoung
#FLASHBACK END

“yak, benar. Ini spion mobilku dulu. Aniiii kenapa kyu menyimpan ini” saat dilihatnya dibelakang spion itu ternyata ada sebuah tulisan

(Kau ingat youngie? Dulu saat kita pertama bertemu? Di jalan. Saat kau entah kenapa tiba-tiba menabrak tiang listrik? Hahaha itu tragedi yang konyol sekali. Sampai-sampai kau membuat temanku, eunhyuk ketakutan setengah mati. yap,aku tidak bisa melupakan moment ini)

“kyuhyun oppa…” Setetes air matapun keluar dari mata sooyoung. diambilnya benda kedua

“kotak kacamata dan… kacamata rusak?”
#FLASHBACK
“Ne tentu saja, nado sooyoungie” Kata kyuhyun sambil berusaha mengambil lalu membersihkan kacamatanya

“Hmm oppa biar aku saja yang membersihkan kacamata mu sebagai balasan yang kemarin”

“Hmm tidak usah sooyoung, aku bisa sendiri”

Akhirnya mereka berdua saling berebut kacamata. Niat sooyoung ingin membersihkan kacamata kyuhyun namun… PRAAAAKKKK !!! ommo! Kacamata itu jatuh terinjak kaki orang
Sooyoung sangat menyesal “Mwoo kyuhyun oppa mianhee mianheee”

“Hmm tidak apa sooyoung. Lagi pula kacamata itu sudah lama kok” Jawab enteng kyuhyun dan senyum

“Aihh jinjja sooyoung kau babo babo” gumam sooyoung sambil memukul kepalanya

“Hei sudahlah soo jangan memukul kepalamu sendiri. Tak apa. aku bisa beli lagi” senyum kyuhyun

“Aihh oppa aku jadi tak enak” sesal sooyoung
#FLASHBACK END

“ini kan kacamata kyuhyun oppa yang aku rusakan dan ini tempat kacamata yang dulu pernah aku beli sebagai ganti kacamata kyuhyun oppa yang rusak” saat dilihatnya tulisan dibalik tempat itu

(Kau ingat tidak saat kacamataku rusak? Bahkan kau menggantinya dengan kacamata yang lebih keren daripada milikku? Gomawo ne youngie. Aku sempat melihat nomor yang ada didalam kotak itu, aku tau itu nomormu, tapi aku tak berani meneloponmu.mianhae)

“aihh oppa kenapa kau harus takut, kau benar-benar membuatku kesal waktu itu” sooyoung mulai menangis dan mencoba tertawa tapi fail. Saat diambil benda ketiga di kotak itu…

“Album foto?” sooyoung segera membuka album itu, ternyata di album tersebut berisi tentang fotonya dan kyuhyun saat sedang bersama. sampai di bagian akhir dia menemukan sebuah kertas yang terselip di album itu dan saat dia baca…

(Kenangan yang manis bukan? Aku sengaja membuat album ini untukmu. Jika sesekali kau kangen aku, kau bisa lihat foto ini, hahaha. Ingat sooyoung kita tidak akan berpisah. Aku hanya sementara di perancis. Kau jangan sedih, kita akan masih tetap berteman, aku janji. Sekali lagi mian jika pemberitahuan saat aku akan perancis terlalu mendadak bagimu, aku mohon maafkan aku. Aku sebenarnya tidak ingin kau tahu, tapi sudahlah. Sooyoung tunggu aku 3 tahun lagi ne…)

Sooyoung sudah tidak kuasa lagi menahan air matanya. Dia langsung berlari mengambil jaket dan mengganti piyamanya dengan t-shirt dan jeans. Dia segera berlari keluar rumah untuk pergi ke bandara, menemui kyuhyun. saat dibukanya pintu rumah sooyoung…

“fany-ah. Kau datang tepat waktu. Tolong antar aku di bandara fany pleasee”

“bandara? Ngapain sooyoung? barusan aku mau ngetuk pintu rumah kamu”

“aihh kajja, akan aku ceritakan semua di mobil nanti, kajja antar aku” rayu sooyoung

Saat mereka sudah menaiki mobil
“emang ada apa ke bandara youngie? Kenapa buru-buru? Eh kenapa kamu juga menangis?”

“kau tau fany? Kyuhyun oppa akan pergi ke perancis sekarang, aku ingin sekali lagi melihatnya”

“ke perancis? Ada apa dia kesana?” tanya tiffany

“dia sedang pertukaran pelajar disana. Kajja fany apa kau bisa lebih cepat lagi”

“oh ne ne youngie” gugup tiffany sambil berusaha ngebut
BANDARA
Sooyoung langsung berlari keluar mobil dan menuju satu persatu gate yang ada disana. Penerbangan kyuhyun jam 8. Dan sekarang sudah jam 8 lebih sedikit. Dia berharap dia masih bisa bertemu kyuhyun. sooyoung tidak menyerah begitu saja, dia berlarian kesana-kemari mencari kyuhyun.
1 jam telah berlalu, tiffany resah dan segera keluar dari mobil dan mencari sooyoung. ditemukannya sooyoung duduk lemas di salah satu kursi yang ada disana.

“sudahlah sooyoung, kau jangan sedih terus” kata fany dan memeluk sooyoung

“tapi kyuhyun oppa.. kyuhyun oppa… aku masih ingin bertemu” tangis sooyoung

“sabar ne sooyoung. tunggulah kyuhyun, kau harus sabar. Mana sooyoung yang selalu periang dan selalu bersemangat setiap harinya, selalu tersenyum dan tertawa” kata tiffany lembut

“go..gom..gomawo tiffany. Kau sahabatku yang paling baik” jawab sooyoung tersedu-sedu

“mana dulu donk senyumnya” goda tiffany sambil tersenyum manis ke sooyoung

Sooyoung pun mencoba tersenyum meski masih ada air mata didi pipinya.
KEESOKAN HARINYA
“Sooyoung.. sooyoung… kau dimana” teriak kris mulai masuk ke rumah sooyoung

“aihh krisss ada apa kau kesini pagi-pagi sekali, ada perlu apa?” cuek sooyoung

“aku hanya ingin mengabarkan sesuatu ke kamu mengenai kyuhyun kemarin pergi…”

Belum selesai kris bicara, tangan sooyoung sudah meluncur di bibir kris
“ssssttt sudah kau jangan bahas itu, jangan malah membuat aku terus mengeluarkan air mata”

“ohh ternyata kau sudah tau. Yasudahlah” kris langsung membalikkan badannya dan segera keluar

“eh eh tunggu. Uda masuk langsung nylonong aja terus pulangnya langsung kabur” kata sooyoung

“terus maumu apa, ribet banget” jawab cuek kris

“masuk ketuk pintu dulu gitu, sopan dikit donk” kesal sooyoung

“iyaaa sooyoung, choi sooyoung mianhae ne” geram kris

Sooyoung hanya menatap kris dengan tatapan cuek “oiya tolong jagain rumah bentar ne”

“isssh tadi marah-marah sekarang minta tolong” gerutu kris

“yee gitu aja marah. Ayo donk jagain bentar, mau jemput temen nih” mohon sooyoung

Kris hanya bisa melihat muka sooyoung yang tampaknya memohon “aihh ne ne”

“gomawo gomawo kris, kau tunggu di sofa ne. Aku segera kembali” sumringah sooyoung
Sooyoungpun mengambil tas kecilnya dan segera berlari keluar menghampiri tiffany di mobil
“Hey tiffany, mian nunggu lama ya?” tanya sooyoung

“engga kok sooyoung, kajja kita berangkat” jawab tiffany sambil tersenyum

Mereka segera berangkat menuju rumah sakit untuk menanyakan keadaan jessica. Jika sudah membaik, maka jessica sudah boleh pulang. Sesampai di rumah sakit, sooyoung & tiffany segera menuju ruang inap jessica. Toktoktok saat dibukanya pintu ruang inap jessica…

“Annyeong sica-aa gimana kabarmu?” tanya fany ramah

“sudah sangat sangat membaik, terimakasih ya berkat kalian menolongku aku bisa cepat sembuh”

“ne jessica, oiya kau sudah boleh pulang kan? Kau mau ke rumahku? Kebetulan aku nge-kos” kata sooyoung

“hmm boleh boleh, gomawo sooyoung” jawab jessica senang
Akhirnya jessica ikut sooyoung ke rumahnya, sementara tiffany juga ikut mengantarkan jessica ke rumah sooyoung. sesampai dirumah sooyoung, Sooyoung langsung menggandeng jessica masuk dirumahnya dan tiffany berjalan menyampingi sooyoung.

“Annyeong…” teriak sooyoung

“dirumah kamu gaada orang ya sooyoung?” tanya jessica

“anii, dirumah ada temenku yang aku minta tolongin jaga, hmm mana nih anak” bingung sooyoung

Mereka bertiga berjalan menuju ruang tengah dan tadaaa
“nah itu dia bocahnya” kata sooyoung menunjuk ke arah kris yang tampak santai menonton tv

Mereka bertiga langsung berjalan ke arah kris.
“Kris woy ngapain?” kata sooyoung sambil memukul pundak kris

Kris spontan membalikkan badannya dengan ekspresi kagetnya “aihh apaan sih, orang baru nyante”

“kenalin nih, ini jessica” kata sooyoung sambil memperkenalkan jessica

Kris langsung menatap jessica kaget dan terdiam “jessica?” gumamnya

“jessica kenalin ini kris, ini hmm ya ini temanku” kata sooyoung sambil memperkenalkan kris

Jessica juga langsung spontan menatap kris “kris? Apa benar?” gumamnya

“eh kenapa sih kalian saling ngelamun” kata tiffany curiga

“engg..enggak kok tiffany gaada apa-apa, oiya aku harus pulang annyeong” kata kris segera keluar

“yee dikenalin malah kabur” gerutu tiffany

“sudahlah jessica tidak usah diladenin tuh anak emang gitu dari dulu” kata sooyoung

“ne sooyoung” jawab jessica sambil tersenyum
Bulanpun kembali menyinari malam dengan cahaya putihnya
Saat itu, jessica dan sooyoung sedang berada di kamar, bersiap untuk tidur. Jessica yang dari tadi masih saja melamun memikirkan sesuatu sampai-sampai membuat sooyoung penasaran

“sica? Kenapa dari tadi nglamun mulu?” tanya sooyoung

“hmm engga kok sooyoung engga” jawab jessica glagapan lalu tersenyum

“yasudahlah, kajja tidur sudah malam” kata sooyoung lalu membalas senyuman jessica
Pagi haripun tiba
Jessica dan sooyoung sudah bangun dari tadi dan sekarang mereka sedang menikmati roti bakar bikinan sooyoung dan coklat hangat bikinan jessica di taman depan rumah. Saat mereka sedang asyiknya mengobrol dan menikmati sarapan pagi mereka, tiba-tiba saja kris datang..

“Sooyoung aku mau mengambil mp3 ku yang tertinggal kemarin” kata kris cuek

Saat kris sudah masuk ke rumah sooyoung “sejak kapan kau berteman dengan kris?”tanya sica

“aku malas membahas mengenai kris dia benar-benar weird” saut sooyoung

Tidak lama kemudian, kris keluar sambil membawa mp3nya dan dia segera pergi dari rumah sooyoung. jessica yang sedari tadi diam, angkat bicara.

“emm kris?” panggil jessica

Krispun menoleh dan ekspresi wajahnya berubah menjadi panik.

“apa benar kau kris? Wu yi fan?” tanya jessica dengan nada melemas

Kris hanya diam menatap jessica. Sementara sooyoung sedari tadi masih bingung apa yang terjadi.

“iya kan benar? Jawab kris!” tanya jessica kali ini dengan nada meninggi

Kris langsung menghampiri jessica dan segera memeluknya. Air mata itu lagi-lagi keluar dari mata jessica dan kris. Sementara sooyoung masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.

“kau dimana saja selama ini, aku mencarimu” kata jessica sambil menangis

“mianhae jessica, mianhaee” jawab kris masih sambil memeluk jessica

Tiba-tiba sooyoung angkat bicara “hmm hey ada apa sebenarnya yang terjadi?”

Kris melepaskan pelukannya “sebenarnya, jessica ini adalah yeojachinguku”kata kris patah-patah

“mwo? Apa aku tidak salah dengar? Apa benar jessica?” kaget sooyoung

Jessica mengangguk “ ne sooyoung. sudah lama sekali aku tak bertemu dengan kris”

“ta..tapi bagaimana bisa? Kenapa kau mau dengan kris? Secara kris kan…” bingung sooyoung

Belum selesai sooyoung bicara “kau salah sooyoung. kris tidak seburuk apa yang kamu bayangkan”

Sooyoung hanya bisa terdiam dengan kebingungannya “tapi bagaimana kalian bisa berpisah?”

“ini semua gara-gara aku pindah di seoul. Awalnya aku berada di china. Jessica sudah menjadi yeojachinguku selama 2 tahun saat aku berada di china. Dan pada saat itu. Saat pagi hari sekali aku harus ikut eomma dan appaku pindah di seoul. Mau bagaimana lagi aku harus ikut. Setelah itu aku berpisah dengan jessica. Lama sekali.” Jelas kris

“dan sekarang aku tak menyangka bisa bertemu disini” sambung jessica

“dan kenapa kau bisa berada disini?” tanya kris kepada jessica

“aku mencarimu” jawab jessica sambil menundukkan kepalamu

“aihh sica-aah apa yang kau lakukan” kata kris sambil memegang pundak jessica

“lalu bagaimana kau dan sooyoung bisa saling kenal?” tanya ramah jessica penuh penasaran

Serentak sooyoung kaget dan gelagapan “hmm gapapa kok, Cuma kebetulan aja”

“hey sooyoung mungkin kita perlu menceritakan semua” kata kris kepada sooyoung

“jessica” panggil lembut kris kepada jessica, dan jessica hanya bisa menatap kris dengan penasaran

“sebenarnya aku dan sooyoung sudah dijodohkan dengan orang tua kami. Tapi ini sangat terpaksa sekali tidak dari hati. Aku sama sekali tidak mencintai sooyoung, begitu pula sooyoung, dia juga tak mencintaiku. Sooyoung sudah mempunyai namja yang dia idamkan. Dan aku? Aku masih sangat mencintaimu jessica” kata kris lalu memeluk jessica

Jessicapun meneteskan air matanya “nado kriss”
Keesokan harinya
Sooyoung mulai menaruh tas ranselnya itu di punggungnya. Dia mulai berjalan menuju keluar rumah

“Sooyoung, kamu mau kemana?” tanya jessica

“ohiya aku lupa bilang ke kamu. Sekarang aku mau ke kampus dulu. Kau tak keberatan kan sendiri di rumah? Kau tidak takutkan?” tanya sooyoung

“ne, tidak sooyoung. sama sekali tidak. Memang aku anak kecil” jawab jessica sambil tertawa kecil

“baiklah sica-aa, aku berangkat dulu ne, hati-hati ne dirumah” kata sooyoung sambil berlari memeluk jessica

“kekekeke, ne sooyoung. kamu juga ya hati-hati dijalan” balas jessica sambil memeluk sooyoung
Tiba-tiba saja ada seseorang masuk ke rumah sooyoung tanpa seutas kata permisi
“Sica-aa mau pergi denganku?”

“mwoo!Kris Kau selalu masuk kerumahku tanpa bilang permisi atau ketuk pintu gitu” kesal sooyoung

Sooyoung menatap kris kesal, sedangkan kris hanya membalas tatapan sooyoung dengan muka tanpa dosa. Sementara jessica hanya bisa tertawa melihat tingkah laku sooyoung dan kris

“memang mau kemana kris?” tanya jessica

“kemana aja. Mumpung aku libur di kampus. Kita ke taman atau ke mall?” tanya kris

Jessica langsung menatap sooyoung, dan sooyoung dengan semangatnya menganggukkan kepalanya

“baik.aku mau” jawab jessica lalu tersenyum

“yeee jessica aja diajak kemana-mana. Aku?” goda sooyoung ke kris

“yeee emang aku siapamu?” balas kris sambil menjulurkan lidahnya

“ishhh kau menyebalkan ya wu yifan” kesal sooyoung

Jessica tertawa melihat tingkah mereka “baiklah. Aku ganti dulu ne kris”

“baiklah my yeojachingu, aku akan menunggumu” jawab kris mencoba romantis

“baiklah, aku berangkat sekarang. Annyeong” kata sooyoung riang dan segera berlari menuju mobil
Sesaat kemudian
“kajja berangkat kris” kata jessica yang tampaknya sudah siap

“ne. Kajja. Wow jessica kau tampak cantik hari ini” puji kris ke jessica

“kau bisa saja kris. Kajja” kata jessica tersipu

“ne. Kajja” dengan semangatnya kris menggandeng tangan jessica menuju mobilnya
Saat di mobil
“kita mau kemana kris?” tanya jessica

“ke mall?” kata kris

“ne kris” jawab jessica dengan senyumannya

 

MALL
Saat itu suasana di mall cukup ramai. Banyak orang-orang yang kesana-kemari membawa belanjaan mereka. Mulai pernak-pernik sampai pakaian. Kris dan Jessica sangat menikmati pergi berdua.

“Sica-aa mungkin kau perlu beli baju, agar kau tak pinjam terus ke sooyoung” kata kris

“ne sepertinya begitu. Sooyoung sangat baik kepadaku, dia meminjamkan semua baju kepadaku. Dan aku boleh memilih sesukaku, tapi aku jadi ga enak sama dia” kata jessica

“yap, kau bisa memilih baju yang kau inginkan, aku akan membayarnya” kata kris

“aihh tak perlu. Aku bisa membayarnya sendiri” jawab jessica

“sudahlah sica. Ini sebagai permintaan maafku kepadamu karena menggalkanmu selama ini” kata kris

“baiklah jika kau terus memaksaku” jawab jessica ramah
Akhirnya jessicapun mulai mencari baju yang dia rasa cocok untuknya, sementara kris ikut membantunya. Saat mereka asyik mencari baju tiba-tiba ada seseorang memanggil nama kris.

“Krissss?” seseorang memanggil kris

“Mwooo” kris pun kaget buka kepalang

“kenapa kau berada disini?”

———

*uhukuhuk* bagaimana chingu?^^ hehe mian kalo jelek:(
oiya jangan lupa comment yaaa, ingat jangan jadi silent reader ne^^ love♥
Tunggu next partnya yaa~
Gomawo gomawo~ *kissbye* ♥

37 responses to “[PART 4] The Moment That I Can’t Forget

  1. asssssahh jjang thor!!!!!!!
    pingin aku like tapi gak bisa kan aku gaada account wp😦
    tapi aku comment aja ya thorr lanjut donk *kiss and hug*

    • gomawo🙂
      waah kamu baik banget🙂
      kamu ngecomment aku uda seneng artinya ada yang respon ff aku🙂 gomawo ne ^^{}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s