My Love in the School

My Love in the School

Author : Park Hyo Ki

Title : My Love In the School

Lenght : Ficlet

Genre : School-Life,Friendship,Romance (Little)

Artworker : Park Hyo Ki

Main Cast :

– Kim Jongin

– Kwon Yuri

Other Cast :

(Can You see in the story)

Disclaimer :

Maybe,you can’t see the conflict in this story.Or,the problem and something trouble…WAAA!!!! I can’t write the good Story!!! By the way,My story from my mind and be inspirated from my friend (who have brown skin hehe). And By the way too,If you doesn’t understand what i say… Sorry I can’t help because I can’t understand what I say too hahahaha (kidding)

Note :

Umur karakter disini semuanya disamakan -kecuali umur songsaengnimnya- #YaIalah

Disini Author bikin Yuri POV dan Author POV… Bisa bedain kan ? #SoalnyaMalesBikinTulisanPOVnya

**********

Jangan meremehkan orang

Jangan menghina dia

Karena,apabila suatu saat nanti

kau jatuh cinta padanya…

Itu akan sulitPark Hyo Ki

—————————————————————-

Dia anak yang aneh….

Aku bahkan sangat membencinya…

Bahkan,meski ada ada berjuta lelaki yang mungkin kubenci,

Dia lah lelaki yang paling kubenci…

Lelaki yang kukatakan itu pun sedang melangkah.Tangan kanannya menekuk di sebelah pinggang sembari melangkah pelan.Bagi kebanyakan orang,melangkah dengan tangan seperti itu akan membuat orang terlihat lebih keren.Tapi,Bagiku tidak.Bagiku,meski,ia bergaya seperti itu ia tak akan terlihat keren.Kulitnya saja berwarna tan dan wajahnya sangat tidak tampan.Mana mungkin ia bisa terlihat keren?

Tapi,meski seperti itu,pernyataan ku tentangnya tadi membuatku semakin bertanya-tanya di dalam hati.

Ya,pertanyaan itu adalah….

MENGAPA IA BEGITU DISUKAI ?

Okay,Okay.Aku tahu dia adalah anak yang pintar.Bahkan,sejak lima atau enam SD -Entahlah,aku lupa- ia sudah meraih rangking terbaik di kelas.Tapi,Bagaimana bisa dengan cara seperti itu saja, ia begitu disukai di kalangan wanita ?

Dan,satu lagi..

Hal yang paling membuatku sangat membencinya…

Dia itu seorang anak yang-

“YURI!! Ada lantai basah di depanmu!!!”

BRUK!!!

-Pembawa sial untukku.

Terlambat unruk seseorang yang berteriak tadi.Kini,aku sudah terjatuh dan reantuk di lantai.Genangan air di lantai pun langsung menyambutku dengan cipratan airnya.Ha ah…

Dan,sialnya…

Lelaki tak tampan itu…

Kini berada di depanku….

“aw..”

Aku berusaha berdiri dari lantai basah itu.Sial.Rok yang kukenakan saat ini sudah basah.Orang-orang di sekitarku juga kuyakin tak membawa rok selain yang mereka kenakan.Sungguh sial nasibku.

Tak sengaja,Aku berbentur pandang dengannya.Ia menatapku remeh. Seolah aku hanya gadis bodoh di hadapannya.Bodoh.Bodoh.Bodoh. Aigoo, mengapa aku selalu merutuki diriku sendiri jikalau aku bertingkah bodoh di hadapannya? Memangnya dia siapa ku sih ?

“Minggir”

Dengan suara tegas nan singkat,ia berkata padaku.Aku menunduk lalu memberi jalan padanya.Langkahnya pun kembali melaju. Dengan pesona angkuh dan tak peduli.Seolah semua yang berada di sini adalah kekuasaannya.Dia lah raja dan kita hanya rakyat.Punggungnya begitu angkuh dan tak kan menoleh ke belakang.Dia akan terus maju.Aku menatapnya sekilas.Indah.

Tunggu-tunggu,apa aku bilang ? Indah? What ?

Aku memukul keningku pelan.Sepertinya,ada sebuah gangguan di saraf otakku setelah terjatuh.Sadarlah,sadarlah!! Dia itu tak pantas untukmu!! Lihat saja wajahnya! Hitam dan dekil!!! Apa yang bagus darinya?!

dasar pabo…

“Aigoo,yul…Kau tidak apa – apa ?”

“Ne..Nae gwenchanayo…”

Aku kembali mengalihkan pandangan kearahnya.Lelaki itu tampak mengobrol dengan sahabat lelakinya.Ah,ya…Sepertinya,sedari tadi,aku belum memberitahu namanya.Baik,Baik,kalau begitu,akan kuberitahu…

Namanya Kim Jongin.Panggilan oleh orang terdekatnya adalah kai. Dia biasa disebut ‘kkamjong’.Dan,itu,adalah sahabat karibnya.Seseorang lelaki mungil bermata besar yang bernama Do Kyungsoo.

Dia adalah lelaki -kai- yang disukai sahabat karibku,sunny.Perempuan manis yang sangat pandai beraegyo.Entah karena memang enggan didekati atau memang tak peduli,jongin tak pernah menggubris sunny.Dan,tentu saja itu membuat sunny putus asa.

Apalagi,saat rumor dasyhat yang beredar bahwa Jongin menyukai Yoona, teman sekelasnya dan sekaligus sahabat karib sunny.Dia langsung datang padaku dan menangis.

Yoona memang wanita yang cantik.Dia juga memiliki banyak penggemar pria dan mendapat julukan ‘Ms.Bee’.Terlebih lagi,dengan kepandaiannya dalam bidang menyanyi dan beberapa pelajaran yang menggunakan logika dan daya tangkap yang cepat.Tak heran,jika ia berhasil menempati posisi duapuluh besar dalam pertandingan menandingi murid-murid di semua sekolah Korea.Dan tentu saja,itu membuanya semakin populer.

Kembali kepada pertanyaan dalam benakku yang ku sigungkan tadi. Mengapa ya aku selau merutuki diriku sendiri saat bertingkah bodoh di hadapannya sementara sebiasanya aku tak pernah seperti ituAku juga sering melakukan sesuatu dengan gugup ketika berada di dekatnya.Bahkan,ketika posisi dudukku di atur oleh Suho Soengsaengnim yaitu bersebelahan dengannya,aku sama sekali tak mau mengusilinya ataupun mengajaknya bercanda.Alih-alih bercanda,mengajak ngobrol pun aku gugup.

Terkadang, saat aku -sial- harus duduk dengannya,aku memuji ketampanannya dalam benak secara tidak sadar.Atau,jika ia sedang serius belajar,aku tak mau mengganggunya.Bahkan,saat aku pun harus belajar untuk tanya jawab yang akan dimulai lima menit lagi,aku akan mengecilkan volume suaraku.Dan,jika kau bertanya alasan aku berbuat seperti itu itu, aku akan menjawab,bahwa aku melakukannya karena tak mau mengganggunya yang sedang berkosentrasi dengan pelajaran.

Bagaiamana bisa aku sepeduli itu dengannya ?

rasanya,tak mungkin seorang diriku mempedulikan orang yang seperti itu. Terlebih,dia bukan lelaki yang kusukai.

“Mengapa kau tidak menyukai jongin ? Dia anak yang tampan menurutku..”

He to the low…Tampan ? Sejak kapan lelaki jelek itu menjadi tampan ? Jika dia di operasi plastik,sih,mungkin.Tetapi,saat ini ? Mungkin,kata ‘biasa-biasa saja’ lebih bisa mendeskripsikannya dibanding menyebutnya tampan.

“Aku menyukainya..”

Dan,ucapan itu ? Sudah berapa puluh kali terdengar olehku? Sudah banyak yang berkata seperti itu dan aku semakin bertanya-tanya dibuatnya.

“Mengapa? Bagaiamana bisa ?”

Hah~ Mungkin,sudah ribuan kali kutanyakan dalam benakku.

“Yuri kau tidak mengganti rokmu ?’

Aigoo! Aku lupa bahwa rokku sedang basah saat ini…

“A-Aku..Aku tidak membawa rok ganti..”

“Paboya!! Ya sudah, pakai rokku yang satu lagi saja..”

“Jinjjayo kau membawanya,seohyunnie ? Gomawo ne!!”

“ne..ne..ne..Sana cepat! Ganti Rok mu!!”

——————–

Aku menghela nafas pelan.

Rumit dan membutuhkan logika.Angka-angka serta soal menyulitkan ini seolah menanti goresan pena dariku.Dasar.

“Aku bingung soal nomor lima ini..Bagaimana ya rumusnya ?” Ucap Hyoyoen,yang tengah duduk di belakangku.

“kau bisa tanya Jongin..Dia pintar dalam menjawab soal seperti ini..” anjur sooyoung.

Yak! Jongin lagi,Jongin lagi.Bisakah semua orang berhenti mengucapkan nama itu?

“ne,kau benar..Akan kutanyakan dia..”

Hyoyoen segera beranjak dan melangkah mendekati jongin.Mereka seakan terlibat dalam obrolan singkat.Jemari jongin pun sesekali menunjukkan angka-angka di bukunya dengan ujung pensil.Mungkin,dia sedang mengajari Hyoyeon.

“Sooyoung-ah..”

Aku memanggil setelah membalikkan badan tepat di hadapannya.Kulihat wajahnya.Ia tampak frustasi dengan soal-soal yang terpampang di wajahnya.

“Sooyoung-ah…” ucapku lagi.

“hm?”

“Bisakah aku melihat buku mu sebentar?”

“Untuk apa ?”

“Aku ingin mencocokkan jawabanku denganmu..Jebalyo,boleh ya ?”

“Ne..ne..ini..”

Aku mengambil buku biru itu dari genggaman sooyoung.Dengan senyuman singkat,aku membalikkan badan dan meletakkan buku itu diatas meja.Sepertinya,sooyoung tidak tahu bahwa aku telah berbohong padanya.

——————

“Hei,Semuanya!! Rumornya,Jongin menyukai Tiffany lho!!”

Itu Jessica.Cewek penggosip terkenal di kelas ini.Omongannya yang merupakan gosip-gosip tentang anak murid di sekolah ini,selalu ia perbincangkan setiap hari.Tak ada satu pun yang terlewatkan.

Selain itu,ia juga memiliki kelebihan ulung untuk menjaga nama baiknya. Ya,seperti,mencubit sekeras mungkin anak yang ketahuan membicarakan ia di belakangknya

Aku menopangkan dagu di bawah kepalan tangan.Jongin menyukai tifanny ? Benarkah? Kukira,ia adalah lelaki yang tak dapat mencintai seseorang..

——————————-

Jongin mendudukkan dirinya di tempat duduk.Ia mengedarkan pandangan. Berisik dan ribut.Mengapa ia bisa ditempatkan di kelas seperti ini ? Kelas yang dipenuhi anak-anak yang mayoritas tergolong bodoh dan nakal.Ia bahkan dapat mengalahkan siapapun murid di kelas ini.Sungguh tidak seru.

Dan,lihat gadis itu.Gadis bodoh yang memasang wajah masam di wajahnya.Memangnya,dengan begitu,ia bisa tidak terlihat bodoh ? Cih.

“Awas”

gadis itu menghampiri sambil memegang bekal makanannya.Sebenarnya, gadis ini tak terlihat bodoh jika semakin dipandang,dia hanya terlihat tertutup dan tidak mudah diperkirakan tingkah lakunya.Apakah ia mempunyai karakter yang selalu beruba-ubah setiap saat ? Sepertinya,dari semua buku yang ia pernah baca,sebuah karakter tak dapat berubah dalam jangka pendek nan singkat.

Jongin masih menatap yuri yang tengah menunggu.Menyadari bahwa gadis itu terlalu lama menantinya,jongin beranjak dari kursi yang ditempatinya. Kakinya melangkah lurus.Jika boleh jujur,sebenarnya,ia tak tahu kemana ia harus melangkah.

———————

Salah namanya jika yuri tak pernah memandangnya.Yuri selalu memandangnya.Memang,tidak setiap saat.Tapi,cukup sering jika kau memperhatikan bola mata yuri yang bergerak.

Bagi seorang yuri,Jongin merupakan lelaki yang tak bisa di deskripsikan. Aneh jika sudah tampil di depan kelas (Maksudnya,jika ia diminta maju ke depan untuk melakukan suatu hal ia akan terlihat aneh.Mis: Membaca puisi, menyatakan sesuatu pendapat atau menjawab pertanyaan di depan semua murid,dll),menatap tajam apabila menyadari ada seseorang yang tengah memandanginya,serius jika sedang memperhatikan guru dan bertingkah kekanakan saat sedang mengobrol atau bermain bersama teman-temannya.

Yuri tak bisa menyimpulkan,apabila ada seseorang yang bertanya padanya suatu saat nanti.Jongin,baginya,adalah seseorang yang sulit ditebak dan Tak bisa diprediksi.Bagaikan,bentuk gumpalan awan yang akan melayang esok hari.

Dan,ada rasa aneh yang timbul saat itu juga.Yuri tak mengerti.Mungkin, rasa penasaranl.Yang jelas,itu bukan perasaan suka,menurutnya.

Dia hanya ingin memandangi Jongin terus menerus.Melihat senyumnya, melihat dirinya saat tertawa dan memandangi nya yang tengah serius mengerjakan soal.ia juga ingin mendengarkan Jongin.Apabila,suatu saat nanti Jongin membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya.

Aneh,memang,keinginan yuri yang seperti itu.Tapi,mau bagaimana lagi ? Ini adalah rasa yang dialaminya.Entah,itu suka atau tidak,Yuri tak tahu.

Rasanya tertekan perasaan dirinya,apabila yuri kembali memikirkannya. Di sisi lain,sahabatnya,Sunny,menyukai jongin.Entah itu akan pudar atau tidak. Tidak ada yang tahu.Jikalau suatu saat pudar,mungkin yuri dapat menerima perasaan ini jika benar-benar adalah perasaan suka.Tetapi,jikalau tidak ? Bukankah itu akan memberikan efek bersalah padanya?

“Hiks..Aku bingung”

Tanpa sadar,bulir bening itu terhempas dari pipi tirusnya.Bagaimana bisa ini terjadi pada dirinya? Yuri sama sekali tak berniat menyakiti sahabatnya. Tapi,di sisi lain pula,ia hatus menerima perasaan ini juga.

Tidak.Tidak.Tidak.Yuri yakin ini bukanlah perasaan suka.Mungkin,ini, emm..hanya sebatas perasaan kagum atau apalah itu.Yang jelas,ini bukan perasaan suka.

DUK!

Seseorang menempati kurisi di sampingnya.Mata orang  itu menatap lurus. Seolah tengah menanti sesuatu.

Dengan gerakan cepat,yuri mengusap bulir bening itu.Ia tidak mau terlihat cengeng di depan orang lain.Menyedihkan,menurutnya.

“Kenapa kau menangis ?”

Bola matanya terangkat naik seketika saat mendengar suara itu.Tidak terlalu berat dan merdu.Persis sekali seperti suara Jongin.Tapi,meski begitu,itu pasti bukan suara Jongin…Seorang jongin,tak mungin peduli padanya.Bahkan,meski itu hanya menanyakan kabar Yuri.Tapi,ternyata, dia……benar-benar jongin.

“ka-kau?”

“Ba..bagaimana bisa kau berada di sini ?!”

“Kau belum menjawab pertanyaanku.Dan,aku,takkan menjawab sebelum kau menjawab terlebih dulu..”

“A-aku…Aku menangis karena…”

“karena apa ?”

“Karena…aku…sedang bimbang dengan perasaanku..”

Jongin mendelik.Bingung akan perasaan,katanya ?

“Maksudmu?”

“Ya..Aku bingung akan perasaan yang ku alami…Rasanya,seperti ingin memandangi dan berada di samping orang itu..Tapi,tasanya tidak mungkin” Yuri tersenyum tipis sembari menunduk.Lalu menghela nafas panjangnya.

“Mengapa tidak ? Semuanya bisa saja kan ?”

“Memang sih..Tapi,kalau yang satu ini,rasanya mustahil…ORang yang kumaksud tadi tak pernah perduli padaku dan disukai oleh temanku.. Rasanya,Aku-“

“Kalau begitu lupakan saja..” Jongin kembali menatap lurus.Perasaannya canggung seketika saat pandangan Yuri menoleh secara mendadak ke arahnya.Ia mengayunkan kakinya perlahan.Berusaha tetap duduk sesantai mungkin.

“Ha?’

“Lupakan orang itu.Kau menyukainya saat ini.Sayangnya,orang itu tak peduli akan perasaanmu..”

“Mmmm..Begitu ya ? Aku pikir-“

“Lagipula,pasti akan ada seseorang yang menyukaimu saat ini…”

“Benarkah? Siapa contohnya?”

Jongin memutar bola matanya.Dia tampak berpikir.

“ya,orangtuamu..Guru-guru..Orang-orang sekitar…”

“hahaha…Pabo! Maksudku,suka dalam bentuk cinta…”

“Akh,kalau itu..”

“Pasti tidak ada…Iya kan ? hahaha”

“Ada kok!!” Jongin menatap yuri yang dibalas dengan tatapan menantang oleh gadis itu.

“Siapa ?”

“Ya…Misalnya……Aku ?”

“H-ha?”

“Oh,iya,sepertinya aku harus pulang dulu..Sampai jumpa,Yul..”

Jongin pun beranjak dan berlari pergi.Dia yakin wajahnya sudah memerah sekarang.Image tampan nya pun sudah hilang seketika ketika mengucapkan hal seperti itu pada Yuri.Dasar memalukan!

“Hei,Jongin,tunggu!! Kita belum selesai bicara !”

Ha? Suara itu? Jangan – jangan yuri mengejarnya ? Tidak! Jangan Sekarang! Jangan sekarang!

“Jongin,tunggu a-“

DUK!

Sebuah hantaman keras berdengung dengan dasyhatnya di gendang telinga jongin.Seketika langkahnya berhenti dan menoleh.Sejenak ia masih terdiam tetapi sepersekian detik selanjutnya ia pun berbalik dan berlari ke arah yuri. Wajahnya menatap yuri cemas.Yuri…

“Aw,Appo~”

“Gwenchana?”

Dengan sekuat tenaga,ia berusaha membangunkan yuri.Batu kecil itu rupanya tersenggol ketika yuri berlari.Dan,tentu saja,semua itu salahnya.

“Gwenchana?”

Jongin menatap yuri khawatir.Bodoh.Bodoh.Bodoh! Mengapa ia tega membuat gadis -nya- itu kesakitan? Bodoh sekali ia…

“Yuri kau tak apa kah ? Lihat! Lututmu berdarah! Ayo kuantakan ke ru-“

“Ssstt..Diamlah..Kau bahkan tak memberikanku kesempatan menjawab ucapan mu satu pun..Ya..Aku tidak apa..Dan soal pernyataanmu tadi..Aku-

.

.

.

.

.

.

-sebenarnya juga menyukaimu,Jongin..”

-_- END -_-

Disclaimer :

So,what are you respond ? *eaa

Udah deh,daripada nae kebanyakan ngomong bahasa inggris yang tidak dimengerti readers -dan juga author sendiri- mendingan kita beralih ke bahasa indonesia..

Lagipula,kita tuh harus menghargai bahasa indonesia,karena Indonesia adalah negara kita,tempat kita berpijak,dan bla bla bla…

Udah deh,daripada kebanyakan cingcong ga jelas mele -_-“

Author minta comment or like saja deh dari readers..

Klo bisa di share yaa ke FB and Twitter readers *bagi yang punya #KloGakShareGakKece

udah deh.. Gitu aja.. bye *menghilang dengan kekuatan angin thethun*

12 responses to “My Love in the School

    • Benarkah ?
      Padahal,setelah author yang cantik beken nan imut ini *mulai dah kambuh penyakit terlalu pedenya* baca ulang, nih FF gak bagus2 amat (gaje pula)..Mungkin,karena cerita sebelumnya (yang udah bagus) aku revisi ulang jdi jelek bgtu

  1. Hahahahaahahaa…..
    Lucu ya.. JoingIn yg g peduli jd peduli tb2 kn y aneh hehheehhee.. Aq klo digituin pst kaget..
    Dtgu karya ff selanjutx😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s