Always By Your Side (Part 4)

530658_470181909712379_1571967093_n

Title : Always By Your Side (Part 4)

Writer : Woo Rin Hyeon

Length : Part (5 Part and 1 sequel)

Genre : Romance,Sad,Family,Friendship,Happy Ending

Staring :
Sulli f(x)
Minho SHINee
Chanyeol EXO
Krystal f(x)
Han Hyera (OC)

New cast for this part :
Kim Wo Bin
Kai EXO a.k.a Kim Jong In

Rated : 16+ (Tolong anak DI BAWAH 14 tahun silangkan Close TAB anda)

Massage : Hi Readers !! Saya kembali lagi (~^^)~ membawakan FF saya yang lamaaa banget belum lanjut,dan mungkin membuat para readers nunggu luaaamaaa. Maafkan saya yang nista ini,ya readers,saya sangat sibuk belajar untuk tahun terakhir saya di SMP (-,-) *bow*. Mohon COMMENTNYA ya🙂. by the way,HAPPY READING !!YA!! ^^

Last Part..
Keadaan sangat genting,semua pasukan di berbagai koridor telah memberikan sinyal merah tanda mereka sudah tak bernyawa. Parahnya lagi, Minho tak bisa mengirimkan kode S.O.S ke pemerintah pusat karena jaringan di pos tersebut telah disabotase oleh para intelegen Korea Utara. Melihat jumlah prajurit yang masih hidup saat itu,sangat mustahil untuk melawan.Tak ada jalan lain,Mereka harus menyerang sekarang atau.. mati saat ini juga. Minho sudah kehilangan akal.
<><><>

I’ll Always By Your Side
I’ll Keep that promise, no matter what will happen to us

<><><> 

@01.00
#Author POV
Diam. Hening. Tak ada seorangpun yang bergerak. Semuanya bingung,semuanya khawatir,nafas mereka tercekat.
“Komandan,bagaimana ini?” tanya seorang prajurit,Minho hanya melihat tombol merah dari berbagai koridor mulai menyala,seakan melapor padanya bahwa korban semakin berjatuhan,
“Dalam dua menit mereka akan sampai kesini” kata Minho,dia berbalik menatap para prajurit yang berada di depannya dengan tatapan yang tajam,
“Tidak ada jalan lain,kita harus menghadapi ini. Apapun yang terjadi” ucapnya tegas,ia berjalan mengambil pistolnya,
“Siapkan pistol kalian,kita harus melawan malam ini meskipun nanti berakhir dengan kemenangan atau.. kematian,” katanya diapun menghela nafas,terlintas di dalam benaknya wajah Sulli,

“Aku berjanji,Sulli-ya. Aku akan pulang secepatnya” batinnya dengan tersenyum miris.

@4th Floor

Chanyeol masih menyusuri koridor.
Dia masih tak rela dengan kepergian kedua sahabatnya. Hatinya dipenuhi dengan rasa dendam dan emosi yang meluap. Dia benar-benar harus membunuh mereka,itulah tekadnya saat ini. Selagi dia berdialog dengan dirinya sendiri,tiba-tiba dia mendengar seseorang mendekat,lalu iapun secepat kilat langsung bersembunyi di balik pintu ruangan yang berada di sampingnya. Dilihatnya bayangan dari lantai,ada dua orang bersenjata. Dia menampakkan smirk di wajahnya.
Setelah dirasanya kedua orang itu sudah dalam jarak yang ia perkirakan,ia segera keluar dari persembunyiannya,lalu ia mengarahkan pistolnya,dan.. ‘DUOR ! DUOR!’ ‘BRUK’ dua orang prajurit itu terjatuh tak bernyawa,Chanyeol berhasil mengarahkan pelurunya tetap di kepala mereka,senyumannya semakin melebar,tapi ia lengah. sebuah pistol mengarah ke kepalanya saat ini,

“Letakkan senjatamu,Park Chan Yeol”

‘DEG’ ia mendengar suara orang yang menodongnya itu,suara itu familiar,dia mulai berfikir siapa pemilik suara itu karena sangat mustahil baginya melihat wajah pemiliknya saat ini,

“Bagaimana hubunganmu dengan Han Hyera? Berjalan lancar?”
matanya membulat,sekarang dia ingat,suara itu adalah milik..

“..Kim Jong In,”.

@Back To Minho
Sama dengan keadaan Chanyeol di lantai 4 saat ini,Minho dan prajurit yang bersamanya juga sudah terjebak. Keputusan Minho untuk keluar dari ruang pengawas sangat fatal akibatnya. Kini,mereka semua dikepung oleh para pendatang,Pasukan Korea Utara. Melawan? melihat jumlah dan juga senjata mereka sudah kalah. Diam ? kalau mereka terus diam,sama saja seperti mereka menyerahkan nyawa mereka dengan cuma-cuma. Lalu bagaimana? Apa yang harus mereka lakukan?. Sial.

“Oh,ini komandan Choi Minho yang terkenal dengan keahlian tektik perangnya itu? Sepertinya kemampuannya perlu dipertanyakan saat ini” kata seorang dari mereka mulai tampak dari kegelapan,dia mendekat. Tak lama kemudian dia mulai membuka masker penyamarannya

“Annyeonghaseyo, Kim Wo Bin imnida.Maafkan saya Komandan Choi Minho dengan perkenalan yang sangat meneganggkan ini. Bisa jadi ini pertemuan pertama dan TERAKHIR kita” Penekanan kata ‘terakhir’ sangat terlihat maksud tersirat dari percakapan ini,tak lain adalah ‘ini adalah malam terakhir kau bisa bernafas’.Tak perduli apa yang dia katakan,Minho masih menutup rapat mulutnya,

“Apa Choi Sulli tahu tentang penyerangan ini?” Tanya Wo Bin,Minho berusaha keras tidak menunjukkan rasa terkejutnya,Ah,dia ingat. Para Intelegen Korea Utara telah mengetahui kehidupan pribadi mereka meskipun mereka tidak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya,

“Jangan pernah menyebut nama istriku! Kim Wo Bin!” Kini Minho menatap mata Wo Bin tajam,sedangkan Wo Bin hanya memeberikan smirk tanda ‘menantang’ miliknya, “Oh,Jadi istrimu belum tahu? Ah.. sayang sekali aku ingin menelfonnya sekarang,pasti kau bahagia mendengar suaranya” Kata Wo Bin,ia segera mengeluarkan sebuah alat -hampir mirip dengan ponsel tapi bukan- dari dalam sakunya,ditekannya beberapa tombol lalu..

“Yobseo?”

Kedua bola mata Minho melebar sempurna,itu.. suara itu sangat jelas,suara yang selama ini ingin dia dengarkan,suara yang selalu membangunkannya setiap pagi,suara yang membuat harinya menjadi ceria,suara yang sangat ia ingat,suara itu milik Sulli. Untuk beberapa saat fikiran Minho berhenti,ia ‘membeku’ untuk beberapa saat, “Kau tak ingin berbicara padanya Tuan Choi?” kata Wo Bin sambil menyodorkan alat itu,tentu saja diikuti dengan senyuman licik.Minho bisa membaca fikirannya,

“Kau kira aku tidak tahu? Kau akan membunuh salah satu dari kami sebagai syarat aku bisa berbicara padanya”

Wo Bin tertegun. Ternyata Komandan Korea Selatan tak sebodoh yang ia fikirkan. Seharusnya ia tidak terlalu menampakkan ekspresinya. Tak mau kalah, Wo Bin berusaha sebisa mungkin terlihat biasa saja.

“Yobseyo?… Yobseyo?” Suara Sulli mulai muncul lagi memecahkan aura dingin diantara Wo Bin dan Minho, “Lalu apa keputusanmu? Aku akan memberitahunya secepat mungkin. Kau tahu ibu hamil yang tak boleh terlalu memikirkan hal-hal yang membuatnya tak nyaman.”

BINGO !

Untuk yang satu ini berhasil membuat Minho mengalami dilema yang sangat berat. Ini bukan soal ia dan Sulli lagi. Tapi calon bayinya..

‘BRUK’ Secepat kilat Minho menendang dada Wo Bin tanpa berfikir panjang dan mengambil alat –yang telah disebutkan- ke genggamannya. ‘CKLEK..’ Senjata kedua belah kubu yang berseteru sudah siap menghabisi satu sama lain saat ini.

“Minho-ssi,kau yang memulai duluan”kata Wo Bin sambil kembali ke tempat asal dimana dia berdiri sebelumnya,sedangkan Minho mengutuk dirinya sendiri ‘Sial,kenapa aku begitu gegabah!’ sesalnya.

@Pos
#Minho POV

“Ugh..” kurasakan rasa sakit di bagian kepalaku,namun aku menahannya,sebisa mungkin aku harus bangun sekarang. Setelah aku sepenuhnya terbangun,ku rasa sama saja seperti saat aku tidur. Gelap. Hanya kutemukan kegelapan di sekitarku saat ini.

Apa yang terjadi?

Flashback..

#Author POV

Bercak darah telah memenuhi lantai yang dipijakki Minho saat ini. Para prajurit yang bersamanya tadi telah terkapar tak bernyawa. SEMUANYA. Itu berarti kini,dia hanya sendiri tanpa satu pelurupun dalam senjatanya. Donghae yang tadinya ia cari,ternyata sudah berhasil dibunuh sebelum ia keluar ruangan. Sudah,tak ada seorangpun yang bisa membantunya saat ini. Ini benar-benar sebuah bencana baginya.

“Apa anda masih belum menyerah?” Kata Wo Bin sambil memasukkan peluru kedalam pistolnya,lalu mendekati Minho dan mengarahkan ujung pistol itu tepat di Kepala sang komandan, “Last word?” katanya,Minho hanya mengusap darah yang ada di sudut bibirnya,”TAK AKAN ADA!!” ‘BRUAK!’ Minho berhasil membuat senjata Wo Bin menjauh dari pemiliknya, “Tcih,ternyata keras kepala juga” Sesegera mungkin Wo Bin mengeluarkan sebuah alat suntik dari saku celananya,dan ‘CEP!’ mencancap sempurna di kaki Minho,belum sempat ia membalas,pandangan Minho sudah kabur… dan gelap.

End Flashback

#Minho POV

Belum sempat aku mengumpulkan semua nyawa yang aku tinggalkan,
‘JRET!’
Silau. Lampu di seluruh ruangan itu akhirnya menyala,saat pandanganku masih menjadi kabur,lensa mataku menangkap sebuah objek yang berada tak jauh di depanku. Seperti… orang duduk,dia juga memakai seragam tentara. Hum.. aku belum bisa melihatnya dengan jelas. Aku menerjap-nerjapkan mataku,aku berusaha mengenali objek yang berada di depanku saat ini. Dia.. Tunggu!
Dia Chanyeol. Dia masih menutup matanya,bajunya dipenuhi dengan warna merah,wajahnya juga terdapat luka.Sial. Kenapa dia juga ada dalam situasi seperti ini?!

“Apa kau rindu padanya? Sunbae…” kata sebuah suara yang kurasa tak jauh dariku. Aku mencari asal suara itu. Suara itu sangat familiar,
“Disini Subae..” suaranya semakin jelas terdengar,suara itu berasal dari arah kanan. ku tengok ke arahnya,dan namja itu..

“Annyeonghaseyo Minho sunbaenim. Kim Jong In imnida”

Seolma.

#Author POV

Penyerangan ini ternyata menjadi kejutan sendiri bagi Minho. Kim Jong In. Dia kembali lagi. “Jangan menatapku seperti itu,sunbaenim. Aku tak akan menyakitimu ataupun dia.” katanya,Chanyeol yang saat ini cukup sadar,juga tak kalah kagetnya melihat Minho yang berada di depannya, “Bagus. kalian berdua sudah sadar. Sekarang aku yang ingin melihat kalian bermain seperti yang kita lakukan dulu,ingat?” Chanyeol dan Minho saling menatap satu sama lain,mereka banar-benar bingung,karena permainan yang Jong In maksudkan adalah.. “Death or Life” kata Jong In sambil melemparkan dua pistol berpeluru penuh tepat di depan mereka, “Satu dari kalian harus menyerahkan diri dan yang lain harus MATI” Untuk sesaat mereka berdua tak bisa bernafas. Apa yang harus mereka lakukan sekarang?, “aku akan meninggalkan kalian,dan saat aku kembali,game ini harus sudah berakhir,”.

#Chanyeol POV

“Hyung?” aku mulai membuka mulutku setelah kami diam cukup lama,entah apa yang bisa kami lakukan saat ini, “Hm?” katanya masih dengan tatapan kosong duduk di sampingku, “Bunuhlah aku” kataku,lalu dia segera menempelkan ujung pistol ke kepalaku,Huft.. memang aku harus berakhir seperti ini,aku akan mati,selamat tinggal dunia… ‘PLAK’ “AHK!” Kepalaku sangat sakit,Minho hyung memukulkan pistolnya tepat di kepalaku,
“Hyung! sakit..” omelku,dia hanya tersenyum simpul, “Ini sulit bukan?” katanya,aku tak mengerti “Hidup ini begitu sulit,kan?” tanyanya lagi,aku hanya ikut tersenyum,aku jadi ingat perkataan Hyera sebelum aku berangkat,
“Hyung,Hidup adalah sebuah misteri.Takdir kita,Masa depan kita,kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Tuhan telah mengatur semuanya,Kita hanya perlu hidup tanpa adanya petunjuk. Itulah yang dikatakan Hyera padaku,dan aku mempercayai itu” kataku,dan.. rasanya dadaku sesak mengingatnya,aku begitu merindukan Hyera.
“Ternyata kau lebih dewasa dariku,kau tetap tegar disaat seperti ini” katanya sambil menepuk pundakku pelan, “Hyung,bisakah kau memberikan surat yang berada di tasku jika aku mati malam ini?” ‘PLAK’ “Hyung!” aku mengelus kepalaku untuk kedua kalinya, Ah, “Hyung aku tahu cara keluar dari sini”.

@Pos Pengawas
#Author POV
Wo Bin hanya menatap layar CCTV di depannya saat ini dengan tatapan murka, “Mereka benar-benar BODOH!” katanya sambil berdiri beranjak dari tempat duduknya tadi, “Bunuh saja salah satu dari mereka,salah satu dari mereka sangat berharga bagi kita” kata Wo Bin kepada Jong In, “Siap,Ketua!” Jong In mengeluarkan smirk-nya. Dia pun berjalan menuju lorong yang menuntunnya ke pada Chanyeol dan Minho.

@Unkwon Room
Melihat keadaan cukup aman. Kini,Chanyeol dan Minho memanjat salah satu tembok yang berongga di ruangan itu,diujungnya terdapat sebuah lubang kecil yang -sepertinya- cukup untuk membuat mereka keluar dari sini, “BRAK” mereka berhasil melepaskan kayu penutup yang menutupi jendela tersbut. Sekarang sudah tak ada halangan mereka untuk kabur. Di bawah sana tak ada petugas sama sekali. Minho pun turun, dengan tali tambang yang berhasil mereka temukan.
Mereka berhasil lari,tapi.. “KALIAN BERHENTI !!” ‘DUOR’ ‘AKH!!” Tes..tes.. darah mengalir dari kaki kanan Minho sketiak ia terjatuh,tak mungkin bisa berlari, “Hyung!!”, “Bersembunyi!! Cepat!!” Tak ada pilihan lain,Chanyeol menuruti perintah Minho,sedangkan prajurit mendekat,lalu Jong In mendekat “Kalian tak akan bisa lari” kata Jong In,”Aku tahu kau disini,apa kau rela kalau dia mati,Chanyeol-ah?”,kata Jong In,Chanyeol yang bersembunyi dibalik pohon yang tak jauh dari tempat dimana Minho terkepung sangat tertekan, “Baiklah kalau itu yang kau inginkan.. 1..2..”
“HYUNGNIM!!” Chanyeol keluar dari persembunyiannya dan berlari secepat mungkin,tapi..

‘DUOR’

“ANDWEEE !!”

@Street
Pagi yang cerah pun datang menggantikan malam yang begitu dingin dan kelam. Seorang yeoja sedang berjalan menyusuri trotoar sambil sesekali meminum iced americano di tangannya,Krystal. “Sulli Eonnie mengigau lagi,memang ibu hamil selalu begitu,ya?” gumamnya,lalu tak jauh dari ia berdiri ia melihat ada keramaian di depannya,ia pun penasaran dan berlari kecil menuju keramaian itu.
Setelah diamatinya,ternyata orang-orang itu sedang membaca sebuah koran yang keluar hari ini,tanpa mau ikut repot,iapun membeli satu koran,dan kembali berjalan, “memang ada apa,sih?” lalu ia membuka halaman pertama dan..

‘Penyerangan Semalam Menewaskan 47 Personil PKP’

Mata Krystal membesar seketika,lalu segera dilihatnya daftar korban, “Ya Tuhan semoga Minho Oppa tidak dalam daftar” katanya khawatir,
“Chan.. yeol? Chanyeol Oppa?!” Serunya dengan suara bergetar saat menemukan nama Chanyeol dalam daftar tersebut,lalu..

“Seolma.. ”

Krystal terduduk lemah,air matanya seketika menetes,dia menumpahkan iced americano-nya yang membasahi nama ‘Komandan Choi Minho’ yang tertera di atas koran tersebut.

“Sulli Eonnie… ”

To Be Continued..

Ah,akhirnya selesai juga part ini ^^. Kira-kira siapa yang benar-benar mati? Dan siapa Kim Jong In di dalam kehidupan Minho dan Chanyeol? Tunggu Part selanjutnya. Untuk informasi tentang Hubungan Chanyeol dan Kai akan dibahas di sequelnya ‘My memories about You’.

Sekali lagi Author minta maaf yang sebesar-besarnya karena gak bisa nge-post cepat-cepat. Maaf ya,readers.. *bow*.
Ditunggu Kritik dan Sarannya
BTW,Thanks for Reading !!

27 responses to “Always By Your Side (Part 4)

  1. udah jamuran nih nggunya,, lamaaaaa bnget,,
    hehehe:)
    disini ga ada minsul scene ya???

    bnyakin minsul scene di part slnjtnya ya chingu..🙂
    keep writing..

  2. jebal eon… aq sangat suka ff nya… aq mhon eon lnjut… lanjut eon…ssaya mnngis trhru#lebay…jebal eon… jebal…hehehe…scepatnya eon

  3. baca nya ja aku was-was banget kasihan kan sulli , kalo harus di tinggal minho andwee , enggak bisa kan kasihan , bentar lagi mau melahirkan masa ditinggal sama minho kasihan anaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s