I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 5)

Gambar

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 5)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona | Xi Luhan

Other Cast :

Tiffany Hwang | Seohyun | Hyoyeon | Kwon Yuri

A/N : Happy reading ya😀 ditunggu RCLnya :d khamsa😀

Luhan meletakkan tas selempangnya dengan pelan disofa ruang tamu keluarga Im.

“Yoon?” panggil Luhan pelan. Gadis itu menoleh dan menatap Luhan, “Ne?” . Luhan mendekati dan duduk tepat disebelahnya.

“Benarkah Sehun namjachingumu?” Luhan menatap bola mata Yoona mencari kepastian. Yoona tersenyum dan menggeleng cepat, “Aniyo.” .

“Syukurlah, masih ada kesempatan.” Ucap Luhan frontal

“Mwo? Apa yang kau katakan Luhan-ah?” Yoona menatapnya bingung. “Aniyo” Luhan menggeleng dengan cepat.

“Yoona-ah~” Luhan memanggilnya dengan manja. “Haha, ne wae?”

“Aku sangat lapar, buatkan aku makanan~” pinta Luhan dengan aegyonya. Yoona tertawa, “Aigo Luhan-ah kau imut sekali. Kau membuat perutku menjadi kram” .

“Kajja Yoona-ah~ Luhan sangat lapar” Luhan mendorong bahu Yoona menuju dapur rumah keluarga Im itu.

“Ne, bersabarlah” Yoona memakai celemek masaknya dengan cepat dan mengikat rambutnya ala koki. Luhan hanya tersenyum dan mendekatkan bibirnya dengan telinga gadis itu.

“Kyeopta. Kau sangat cantik~”

Luhan meniup pelan telinga Yoona.

Yoona bergidik geli melihat kelakuan Luhan. Ucapan Luhan seperti sengatan listrik baginya. Gadis itu masih terdiam. Hingga ia ingat, ia harus membuat masakan untuk Luhan.

Luhan yang melihat reaksi Yoona hanya tertawa geli, dan berjalan menjauh.

“Mashita~”

Yoona mengamati Luhan dengan detail. Dihadapannya sekarang masa lalunya, cinta pertamanya. Luhan menatap Yoona yang memeperhatikannnya secara detail tanpa berkedip. “Yoona-a? Kau melamunkanku?” goda Luhan.

Yoona terperajat dan menepuk bahu Luhan pelan, “Aniyo.” Gadis itu memalingkan wajahnya yang pasti sudah memerah seperti buah tomat.

Luhan tertawa, “Kau pasti malu jika memalingkan wajah. Dan wajahmu akan memerah~”

Yoona menatap Luhan galak, “Aniyo!” . Luhan menatapnya dalam, dan mendekati gadis itu. Memperkecil jarak diantara mereka berdua, Luhan memegang tangan Yoona dengan erat.

“Ini sudah malam, saatnya kau tidur princess” Luhan mengacak pelan rambut Yoona dan berjalan pergi.

Yoona masih terpaku ditempat duduknya, ia masih merasakan tangan besar Luhan yang memegangnya. Ya Tuhan, hatinya rasanya ingin terbang setinggi mungkin akibat perlakuan laki-laki itu.

Yoona menggeleng cepat bermaksud agar ia sadar, “Sadar Im Yoona. Saatnya kau tidur. Bukan waktumu untuk berkhayal,”

-&-

Beep.

Sebuah pesan singkat masuk.

Yoona membuka pelan tombol kunci pengaman ponselnya dan membaca pelan pesan itu.

Oh Sehun :

Apa kau sudah tidur changi?

Yoona membelakakan matanya dengan lebar, ‘Mwo changi? Dasar Gila. Tsk’ galaknya. Dengan sepenuh tenaga Yoona menekan huruf-huruf yang akan ia kirim untuk Sehun

Im Yoona :

Changi? Kau pikir kau siapa huh? Kau bahkan mengganggu tidur nyenyakku!

Send.

Beep.

Sebuah pesan masuk kembali.

Oh Sehun :

Oh, please. Bisakah kau tidak jahat pada namjachingumu yang tampan ini? B-)
Benarkah aku menggangumu? Kalau begitu biarkan aku meninabobok’an mu.

Yoona semakin geram membaca pesan singkat yang diberi Sehun.

Im Yoona :

Aku single. Jadi, tidak usah mengaku-ngaku menjadi namjachinguku. Aku tidak akan memberikan namjachinguku yang pertama pada siapapun kecuali orang itu kelak menjadi suamiku. Bye Sehun.

Send.

Beep.

Oh Sehun :

Dan aku adalah orang yang pantas, princess.

Yoona mengetik dengan cepat.

Im Yoona :

Tidak akan. Tidak mungkin. Kau berkhayal.

Send.

Yoona membuka casing belakang ponselnya dan mengeluarkan baterai ponselnya. Ia ingin tidur tanpa diganggu setan itu.

Evil Sehun.

Sebutan yang pantas untuknya.

-&-

Sehun menatap pantulan badannya di depan kaca seluruh badan dekat ruang makan itu. Sehun berdecak kagum, “Ck, dasar kau memang tampan Sehunnie” .

Sehun mengambil tas sekolahnya yang sempat ia taruh disembarang tempat. Sehun bersiul pelan, dan sesekali mengecek ponselnya. Tidak ada sms.

“Dia, benar-benar membuatku gila.” Sehun hanya menggeleng-geleng pelan.

Sehun menuruni tangga rumahnya dengan cepat, Sehun mengambil kunci rumahnya yang tergeletak di meja ruang tamu rumahnya.

Pria itu menuju pintu rumahnya dan menguncinya.

Sehun menghirup nafas sekuat-kuatnya dan mengeluarkannya pelan. “Well, bagaimana jika hari ini menjemput sang princess dulu?” tanyanya pada diri sendiri.

“Good, itu ide yang sangat-sangat baik.”

Sehun menekan pelan tombol pembuka kunci otomatis mobil sportnya. Pria itu segera memasukinya dan berjalan meninggalkan rumahnya.

Sehun menyusuri perumahan daerah Myungsadong dengan pelan. Laki-laki itu sesekali mengingat-ingat dimana letak rumah gadis ‘itu’.

Tiba-tiba Sehun mengerem mobilnya dengan mendadak, membuat para pengemudi yang berada dibelakangnya saling membunyikan klakson. Sehun menepikan mobilnya agar ia lebih mencermati pemandangan dihadapannya, sekarang.

“Yoona? Siapa nama namja itu. Aissh ! Luhan ! Ya Luhan !” teriak Sehun didalam mobil. ‘Mengapa mereka selalu bersama terus? Siapa Luhan itu? Kenapa mereka terlihat dekat sekali? Hey ! Mereka berpegangan tangan !’ pikirnya.

Sehun segera menjalankan mobilnya untuk menyusul Yoona dan Luhan.

TIN..TIN

Sehun menurunkan kaca mobil depannya. “Hai changi, tidak berangkat sekolah bersama?” . Yoona menatapnya jengkel, “Tidak ingin.”

Yoona melanjutkan langkahnya dengan Luhan yang masih menatapnya dengan bingung, Luhan mendekati Yoona, “Kurasa Sehun terus mengikuti kita Yoona-ah. Kurasa dia benar-benar namjachingumu.”

“Memang itu benar Luhan. Jadi, kau tidak usah bertanya lagi masalah itu pada Yoona.” Komentar Sehun yang berdiri dibelakang mereka entah sejak kapan.

Luhan menatapnya dingin. Yoona menatap Sehun dengan galak. Sehun hanya tersenyum dengan smirknya, “Lagipula kurasa jika kalian terus berjalan akan datang terlambat. Ini sudah jam 6.50” .

Yoona menjawab pelan, “Kau mempunyai banyak akal untuk hal seperti ini Sehun-ah, lebih baik aku datang terlambat daripada bersamamu.”

Luhan menatap jam tangannya, “Astaga, kita akan terlambat. Kau benar-benar tidak ingin bersamanya Yoona?” Yoona terdiam, ia gengsi ia sudah menolak ajakan Sehun tetapi ini benar-benar darurat.

Sehun tahu Yoona sangat gengsi setelah menolak ajakan Sehun. Sehun mendekatinya dan menarik tangannya, “Kau mempunyai gengsi yang sangat tinggi. Aku tidak ingin princess dihukum,” . Sehun menarik Yoona agar duduk di kursi depan. Luhan hanya dapat menatap adegan itu dengan perasaan yang panas, lalu ia memasuki kursi penumpang Sehun.

-&-

Yoona termenung dengan sesekali menyeruput pelan lemon tea yang berada dihadapannya. “Hei kau melamun lagi yoona-ah,” ujar Luhan mendekatinya.

“Jeongmal? Kurasa aku hanya berfikir.”

Luhan duduk disampingnya, “Benarkah?” .

“Ya” Yoona mengangguk pelan. Luhan menatap Yoona lalu mengelus pelan rambut gadis cantik dihadapannya ini.

“Kau membuatku selalu bertekuk lutut padamu,” ucapnya pelan. Yoona tetap terdiam, gadis itu tidak mendengar apa yang Luhan katakan.

“Ehm, aku ingin duduk disamping yeojachinguku. Minggir Luhan” usir Sehun. Entah sejak kapan namja ini tiba-tiba berdiri dibelakangnya dan menjadikan Luhan seakan budaknya.  Luhan menatapnya malas. Tetapi Luhan tetap menggeser tempat duduknya.

“Jadi, Yoong kau—“

Yoona bangkit dan berjalan pergi, “Aku harus pergi dulu,”

Sehun dan Luhan hanya menatapnya dengan bingung. Dibalik kepergian gadis itu, seseorang tertawa sinis. “Come to momy honey,”

..

Yoona membuka pelan pintu kamar kecil sekolahnya, gadis itu baru melangkahkan kaki.

“Hei Yoona, kau memenuhi panggilanku ternyata. Anak baik.” Ucap Tiffany sinis. Yoona menatapnya dingin, “Apa maumu?”

“Harusnya aku dulu yang bertanya. Kau pilih Sehun atau Luhan? Kulihat kau tertarik dengan semuanya.”

“Mereka hanya temanku,”

“Luhan adalah teman masa kecilmu dan mungkin cinta pertamamu? Sehun adalah orang yang mungkin kau sukai sekarang.”

“Dasar sok tahu, lebih baik aku pergi daripada berbicara denganmu.” Ketus Yoona.

Tiffany menatapnya marah, gadis itu menarik seragam Yoona dan menjambak kuat rambut gadis itu. “Akkhh—“ rintih Yoona.

Tiba-tiba Twinkle The Gang datang. Hyoyeon membawa sebuah gunting, Seohyun membawa blason, dan Yuri membawa sebuah lipstik.

“Jadi, kita apakan dia? Apa harus kutampar dahulu?” Tiffany menatapnya bengis.

Yuri mendekati Yoona dan mengelus pipi gadis itu dengan lembut. “Kau cantik, tetapi sangat busuk Im Yoona.”

PLAK.

Yoona menampar keras pipi Yuri, “Kaulah yang busuk Kwon Yuri ! Kalian melakukan hal ini hanya demi Luhan dan Sehun. Cish, dasar murahan,”

Tiffany, Yuri, Hyohyeon, Seohyun menatapnya marah.

Mereka menjambak keras rambut Yoona. Menampar gadis itu dengan keras, menggunting rok gadis itu sehingga hanya setinggi 15 cm dari pinggang Yoona.

Hyohyeon menatapnya geram, “Sudahlah. Gadis ini sangat menyebalkan. Kita tinggalkan dia.” Sebelum mereka pergi.

Hyoyeon menatap Yoona dan menampar 2x gadis itu yang menimbulkan suara yang sangat keras.

“Akhh—“ rintih Yoona. Yoona bangkit dan menatap penampilannya didepan cermin toilet sekolahnya. Wajahnya memerah akibat tamparan Hyoyeon yang cukup keras, baginya.

Yoona membilas wajahnya dengan air keran yang dibirakan mengalir.

Cklek. Yoona keluar dari toilet sekolah.

“Lama sekali,” gerutu seseorang. Yoona menatap samping kirinya, Oh Sehun. “Sedang apa kau disini?” dingin Yoona.

Sehun menegakkan badannya yg tadi sempat ditidurkan sedikit kebelakang. Sehun mendekati Yoona dan meneliti wajah gadis ini.

“Apa yang terjadi padamu?” Sehun mengelus pelan pipi Yoona. Yoona terdiam walaupun rasa perih sedikit demi sedikit menjalar di pipinya.

Semakin lama, tangan Sehun sedikit kasar. Membuatnya meringis, “Aissh jinja, sakit pabo!”

“Kau terluka, ikut denganku.” Sehun menariknya dengan kasar menuju arah taman sekolah.

-&-

Sehun membawa Yoona menuju belakang sekolah, mendudukan Yoona tepat dibawah pohon maple yang rindang. “Jadi siapa yang melakukan ini?” Sehun mengoleskan pelan krim agar tidak iritasi (?) . “Akhh—“

“Masih sakit?” Sehun menatapnya cemas.

“Tentu saja, pabo”

“Siapa yang tega melakukan ini?”

Yoona terdiam, gadis itu tidak menatap Sehun. Sehun mendekatkan wajahnya dengan telinga Yoona, “Atau kau ingin aku melakukan sesuatu agar kau mau menjawabnya?” bisiknya genit.

Bulu kuduk Yoona tiba-tiba berdiri. Yoona memalingkan wajahnya. Tepat saat itu juga.

CHU~

Bibirnya dan Sehun bersentuhan. Yoona membulatkan matanya dan segera melepaskannya. Sehun juga melakukan hal yang sama dengan Yoona.

Yoona berdiri dan berlari pergi meninggalkan Sehun.

“Hei, Yoona-ah!” teriak Sehun.

Yoona tetap berlari tanpa membalikkan badan untuk menatap Sehun sebentar. Sehun terdiam dan memukul kepalanya pelan. “Aish. Bagaimana ini?” . Sehun berjalan meninggalkan tempat itu, tempat sebagai saksi bisu atas kejadian tersebut.

Dibalik pohon maple lainnya, sepasang mata menatap kejadian itu dengan mengepalkan tangannya dengan erat.

“Kau mulai bermain-main denganku Im Yoona.” Lirihnya

Hai-hai😀 gimana? Kurang panjang? Atau gimana? Warning banyak typo. Sebelumnya terima kasih yang udah ngasih aku kritik dan saran. Itu sangat membantu. Oh ya semoga kalian suka ^^ tunggu chap selanjutnya ~

9 responses to “I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s