[Oneshoot] Waiting

cover-117

Tittle :

Waiting

Main Cast :

Kwon Yuri | Xi Luhan

Other Cast :

You Can find in this story

Story by

Kwon Soo Hjin

Rating :

General

Gerne :

Romance | Sad | Friendship

Poster by :

HanHyema Design Art

Author said :

Ayo, langsung baca aja yaa :p

|

DONT BE A SILENT READER AND PLAGIATOR

COMMENT PLEASE

|

Waktu terus berjalan, sedangkan aku masih berdiri disini

Menunggumu ?

|

            Waktu berjalan begitu cepat bukan ? Bahkan tanpa terasa, sekarang gadis itu sudah beranjak dewasa. Sebut saja dia Kwon Yuri. Gadis bermarga Kwon yang sekarang berkuliah diuniversitas terkenal diKorea. Entah apa yang membuatnya mengambil jurusan seni, yang pasti dia sangat suka melukis. Melukis mungkin adalah hidupnya.

Ah, Bukan. Melukis bukan hidupnya, sosok itu adalah kehidupan Yuri. Sesosok namja tampan dengan sebuah senyuman manis yang selalu dia sungging diwajahnya, selalu membuat hati Yuri bergetar. Walau dia tak pernah lagi melihat senyuman manis bagaikan permen kapas itu. Dia pergi tepat 14 tahun yang lalu, saat ulang tahun Yuri.

“Ah, Umma. Aku berangkat, annyeong” Gadis itu berlari keluar rumahnya. Kedua tangannya sibuk mengenggam alat alat lukis yang tak muat jika dimasukkan kedalam tas. Dia berlari kecil dan berhenti disebuah halte bus. Pagi ini, halte bus nampak ramai. Yah, mungkin karena ini adalah hari minggu, tepat ulang tahun gadis itu.

Cukup lama, sampai sebuah bus berwarna merah yang sedari tadi dia tunggu berhenti dihadapan mereka. Gadis itu tersenyum kecil. Bangkit dari duduknya kemudian berlari memasuki bus itu. Keadaan bus tak terlalu ramai, Yuri berangkat agak pagi hari ini. Atau justru hari ulang tahunnya membuat dirinya menjadi lebih semangat. Yuri duduk dibangku paling depan, dengan tujuan agar dia lebih mudah turun jika keadaan bus ramai.

“Permisi, nonna. Apakah kau duduk sendirian ?” Yuri menoleh. Kedua matanya menatap sosok namja yang memilik mata berbentuk bulat dan sebuah senyuman manis diwajahnya. Dia mengenal namja itu, Yah bagaimana tidak. Namja itu sahabat Yuri.

“Ah, Sehun. Duduklah” Guman Yuri seraya menepuk bangku kosong disebelahnya. Sehun nampak terkekeh lalu duduk disamping Yuri dan mulai membuka tasnya. “Jadi, apa yang membuat Putri dingin kita tersenyum ? Apa kau sedang jatuh cinta, Nonna ?” Yuri nampak mengerutu kesal. Dia menatap Sehun yang terlihat masih mencari sesuatu.

“Ah, sial !” Umpat Sehun kesal. Dilihatnya Yuri yang terdiam, menatapnya dengan sebuah kerutan didahinya. “Berhentilah mengumpat dihadapan seorang gadis, Sehun-ah. Itu akan membuatmu mendapatkan nilai buruk dimata mereka” Oceh Yuri. Sehun mengangkat bahunya tak perduli dengan omelan Yuri dan lebih memilih bermain dengan handphonenya.

“Lagipula aku sudah memiliki Yoona nonna, Oh ya nanti kau harus datang kecafe ku ne” Ujar Sehun. Dia tersenyum senang pada Yuri, sedangkan gadis itu hanya menghela nafasnya perlahan kemudian memutar kedua bola matanya. “Baiklah”.

|

Gadis itu menggerakkan tangannya. Melukis sebuah banyangan gadis kecil yang berdiri membelakangi dirinya, tak jauh dari gadis itu nampak sebuah gambar anak lelaki tengah mengenggam sebuah balon. Yuri tersenyum, entah apa yang kini terjadi. Tiba tiba saja perasaan sakit menhantam dirinya. Rasa sesak kini memenuhi organ pernafasannya, dan hal itu membuatnya tak dapat bernafas. Terlalu sakit baginya bernafas jika dia tak bertemu dengan namja kecil itu.

“Astaga, apa yang kufikirkan” Gumannya. Dia melirik jam tangan bermerek Baby-G berwarna putih yang bertengger indah ditangannya. Gadis itu membelalakkan kedua matanya, kemudian buru buru mengemasi semua peralatan lukis yang dia bawa.

“Aku terlambat”

>>>

Langkah kaki gadis itu terhenti ketika dia sampai pada sebuah cafe kecil bernuansa Jepang milik Sehun. Cafe ini menyediakan berbagai macam jenis coklat, beberapa jenis makanan dan juga teh. Walaupun begitu, hanya ada satu teh yang membuat cafe ini selalu ramai ‘Teh cinta’. Mungkin hal itu akan terdengar aneh, tapi teh cinta ini dipercaya membuat sosok yang meminumnya akan bertemu dengan jodohnya.

Yuri membuka pintu yang terbuat dari kaca itu perlahan. Aroma harum yang menenangkan jiwa tiba tiba saja masuk kedalam hidungnya. Ditatapnya cafe yang dipenuhi dengan ornamen ornamen klasik ini. Gadis itu terdiam, saat melihat sosok Sehun kini nampak sibuk mengobrol dengan seseorang. Yuri berjalan kearah Sehun.

“Kenapa kau menyuruhku kemari, eoh ?” Tanya Yuri. Dia meletakkan alat alat lukisnya diatas meja dan menatap Sehun yang hanya mengukir sebuah senyuman aneh diwajahnya. Yuri menoleh, dia menatap sosok namja yang nampak terdiam. Tak memandangnya bahkan entah apa yang dilihat namja itu, dia terlihat tak menatap sesuatu. Pandangannya kosong.

Yuri memandang wajah namja itu. Lelaki itu nampak tak asing baginya. Matanya, bibirnya, warna kulitnya bahkan semua yang ada dalam lelaki itu mengingatkan Yuri pada seseorang. Sosok yang dia rindukan.

“Luhan..” Suara gadis itu bergetar layaknya dia akan mendapatkan hukuman mati saat ini juga. Sosok yang dipanggilnya dengan sebutan Luhan itu mengedarkan pandangannya, tapi dia tak dapat melihat apapun. Semuanya gelap.

“Ne, Nugu-ya ?” Yuri bagaikan disambar oleh petir. Dia menatap sosok itu dengan sebuah tatapan kosong, rindu yang kini bercampur menjadi satu. Gadis itu ingin menangis, hanya saja air matanya telah habis untuk dibuatnya menangis. “A..aku Yuri” Ujar Yuri.

Sosok itu nampak terkejut. Dia berniat beranjak dari kursi itu tapi, tongkat yang dia bawa tersangkut dimeja sehingga membuatnya terjatuh dilantai. Yuri menatap sosok itu nanar, kemudian bangkit dari duduknya lalu berjongkok dihadapan Luhan. Gadis itu tersenyum, dia tau Luhan tak akan melihat senyumannya tapi dia ingin Luhan merasakannya.

“Luhan, Bogoshipo” Bisik Yuri. Gadis itu menangis. Kedua tangannya mengenggam tangan Luhan yang bergetar hebat, Luhan terdiam. Tak menjawab ucapan Yuri bahkan dia sama sekali tak meresponnya. Sedetik kemudian, Luhan menarik kedua tangannya dari genggaman gadis itu dan mendekapnya erat. Sangat erat.

“Nado. Nado bogoshipo” Ujarnya. Masih mendekap tubuh Yuri. Yuri membeku, dia sama sekali tak membalas pelukan yang Luhan berikan dan sibuk menatap sosok Luhan, mencium aroma tubuh yang lama tak dia hirup, merasakan sebuah pelukan hangat yang dia rindukan, dan memeluk sosok namja yang selama ini dia cintai, sosok namja yang membuatnya hanya bisa menunggu.

Luhan melepaskan pelukannya. Dia tersenyum pada sosok Yuri yang kini hanya terdiam. Menahan sebuah rasa sakit yang tiba tiba saja bergejolak dalam dirinya. Tubuh Yuri menegang, sebuah rasa sakit dikepalanya entah apa yang membuatnya kini tiba tiba tak bisa bernafas. Gadis itu terjatuh dilantai. Namun Luhan tak mengetahuinya.

“Yuri, apa kau masih disana ?” Ujar Luhan. Dia menggerakkan kedua tangannya kedepan. Tapi dia tak merasakan sesuatu, hanya ada udara dihadapannya. Tak ada lagi sosok Yuri. Dan saat dia selangkah lebih maju lagi, kakinya menabrak sesuatu. Luhan nampak terkejut, dia segera berjongkok melihat benda apa yang berada dibawahanya itu.

“Yuri !! Gwenchana ?”

|

“Hyung, apa kau yakin akan melakukannya ?” Tanya Sehun mencoba memastikan keputusan Luhan. Luhan yang kini berbaring hanya terdiam, menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum simpul. Dia menggerakkan kepalanya, menatap ruangan gelap yang kini dia lihat. Walaupun begitu, disebrang sana ada sesosok gadis manis tengah berbaring tak berdaya dengan seluruh peralatan guna membantunya bernafas. Kwon Yuri, gadis itu menderita sebuah penyakit pada paru parunya, itulah yang mengakibatkannya sulit untuk bernafas.

Luhan menghela nafasnya berat. Lelaki itu tersenyum simpul lalu memejamkan kedua matanya. “Tak lama lagi Yuri, aku berjanji. Kau akan sembuh” Gumannya pelan. Cukup lama, hingga beberapa orang yang menggunakan seragam putih kini menarik Sehun untuk keluar ruangan. Tapi, nampaknya Sehun menolaknya dia berteriak, menyuruh hyungnya untuk tidak melakukan hal itu.

“Tidak, Sehun. Aku akan tetap melakukan hal itu, untuk Yuri”

>>>

Sehun duduk dilantai dengan perasaan cemas yang menyelimuti dirinya. Tak jauh dari sana, ada Umma Yuri, Appa Yuri, Yoona, Sooyoung dan Kai. Mereka meraskaan hal yang sama, rasa cemas dan takut. Luhan akan mendonorkan paru parunya untuk Yuri. Aneh memang jika dia lebih memilih untuk mati dan memberi Yuri paru paru miliknya, tapi cintanya pada Yuri lebih besar dibandingkan cintanya pada dirinya sendiri.

6 Jam berlalu. Pintu tempat dimana Yuri dan Luhan mengalami operasi. Sosok namja yang menggunakan baju berwarna serba putih itu tersenyum lalu membuka masker yang menutupi wajahnya, sementara itu semua orang telah mengerubunginya.

“Operasinya berjalan dengan lancar. Beruntung tak ada penolakan dari paru paru itu, sehingga Kwon Yuri kini sehat kembali” Ujar laki laki itu, semua orang yang ada disana menghela nafas mereka lega. Tak lagi, setelah beberapa orang perawat membawa sebuah tubuh yang dibalut dengan kain putih untuk menutupi wajahnya. Sehun membeku, mengingat hyungnya lah yang mendonorkan paru parunya untuk Yuri.

“Hyung !!! Hyung !!!” Teriak Sehun. Dia berlari mengejar perawat yang kini membawa tubuh Luhan yang tak berdaya itu. Yoona dan Sooyoung hanya terdiam, memandang Sehun yang kini masuk kedalam sebuah ruangan. Tak berapa lama, dia berjalan kearah ruangan tempat Yuri beristirahat.

“Yuri, kau baik baik saja ?” Tanya Yoona. Dia mengenggam erat tangan sahabatnya itu. Yuri tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya pelan. Dia menggerakkan kepalanya, menatap sekeliling yang terlihat asing baginya.

“Kenapa aku ada disini ?” Tanya Yuri. Dia menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan bingung dan aneh. Yoona dan Sooyoung saling berpandangan, lalu menggaruk kepalanya pelan.

“Dia mendonorkan paru parunya untukmu” Ujar Sooyoung. Yuri kembali menyerngit. Dia masih menatap kedua sahabatnya dengan tatapan bingung dan ragu. “Dia ? Dia siapa ?” Tanya Yuri lagi.

“Luhan”

|

Kau menungguku cukup lama kah ? Aku harap tidak. Karena aku juga akan menunggumu disini, waktu berjalan sangat singkat Yul. Bahkan saat kita dipertemukan kembali saat itu juga aku harus pergi meninggalkanmu untuk yang kedua kalinya.

Maaf.

Untuk segalanya. Maaf karena membuatmu menungguku terlalu lama. Maaf karena aku membuatmu terluka seperti itu. Maaf karena aku kembali membuatmu menungguku untuk yang kedua kalinya.

Seperti biasa, aku akan menunggumu disini.

Hingga takdir kembali mempertemukanmu dan aku, didunia yang berbeda, Surga.

Xi Luhan

            Yuri memejamkan kedua matanya. Dia menatap gelapnya langit malam dengan air mata yang kini membasahi wajahnya. Dia berharap, bintang akan membuatnya bertemu dengan sosok Luhan. Membuat gadis itu berhenti untuk menangis dan membuat gadis itu hidup berdampingan dengan sosok Luhan. Baginya menunggu adalah hal yang sangat mudah tapi menunggu untuk selamanya bukanlah hal yang sulit. Dan Yuri akan berkorban untuk Luhan, sekarang.

“Aku akan menunggumu Luhan, aku berjanji”

|

=END=

Yuhu~

Ottoke ? Maaf ya kalo jelek dan kalo feelnya kurang dapet, Huwe !! Maafkan author yang cantik jelita ini ya :p

Ok, jangan lupa komentar yaa~

Thanks, Love you~

20 responses to “[Oneshoot] Waiting

  1. Nyesek banget thor :’) namanya cinta gitu ya thor, rela ngorbanin semuanya :’) bagus banget, feelnya dapet🙂

  2. saengiee ,, gmna bisa ??
    baru ajah baca yg bikin berbungabunga tiada tara ..
    skrg mlah dikasih sswuatu yg bikin nyesek -senyeseknyeseknya-😥
    pas yg trakhir beneran dehh ahh .. mewek deh eonnie ..
    YulHan ,, bersabarlaaaahh ..
    ntar , si saengie satu ini aku kelitikin biar bkin yg happy ending lg ttg kalian😀
    sllu dehh ,, akan ditunggu ff yg lain🙂
    ttap smangat ne ? ehh ,, jgn lupa i’m wolf-nya ..
    bnyk bnget yg nunggu lohh .. hhe~

    • hahhaha, unnie >< tadi dirumahku lagi hujan makanya aku bikin sadO_o kebawa suasana akunya -,-v
      hahha, maafkan saya yaaa😉
      Ok deh ditunggu I'm wolfnya yaa, mungkin aku masih mau ngelanjutin yang love note sama y2s2 called love hehe😉
      thanks unn😉

      • yahh ,, dy kbawa suasana *tepokjidat
        hatihati ajah !! ntar , kllo suasananya angin kencang ,,
        biabisa bkin ff ttg sihir” & semacamnya😀
        urwell saengiee😉 sllu ditunggu koqq ..

  3. Huahuahua…. Eonnie sumvehh nyeeseekk bangetss..
    Knapa yulhan harus terpisahkan kedua kalinya hiks hiks..
    Yaudin eon ditunggu ff laennya, fighting!!😀

  4. eon sedih banget kasian yulhan baru aja ketemu dari sekian thn gak ketemu ehh malah ada sesuatu yg menyakitkan mereka harus berpisah lg selamanya

  5. Unnie aku tersentuh loh.. kenapa harus sad ending? Kenapa unnie? Jawab aku!! /HalahAlay/
    Oke Unnie cuma mau ninggalin jejak aja..
    Mian kalau sok kenal sok dekat dan sebagainya ..
    Saya pamit undur diri dulu.. Sekian terima kasih

  6. Yahhhh eonni kenapa luhan ninggalin yuri?? Tapi gk papa yang penting mereka entar bertemu lagi walaupun bertemunya di surga..😀
    Lanjut eonni ke fanfic yang lainn😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s