A Love when I See You

A Love when I See You

Title : A Love when I see you

Author : Park Hyo Ki

Artworker : Park Hyo Ki

Genre : Fluff,Friendship,Romance,Sad,School-Life

Lenght : Ficlet (2090 words except disclaimer and another {Just Story})

Main Cast :

– Xi Luhan

– Kim Jongin

– Oh Sehun

– Im Yoona

– Kwon Yuri

(Maybe I forget write a another cast in main cast column,But you can search in this story)

Disclaimer :

Hola hola holaho!!! By the way, Ketemu lagi nih dengan author yang kece BOANGET dan yang paling GAJE di dalam dunia tulis menulis cerita ff seindonesia yang diminati oleh banyak author indonesia yang bla bla bla (kebanyakan ngomong).

Oh,iya..Sebenernya sih,author pengen nge publish nih ff setelah ff gaje kai’s love story tapi… karena internet yang tiba2 ngadet setelah kedatengan temen yang mungkin sedang kesepian,terabaikan,dan tersingkirkan (?) itu.Jadinya, kagak bisa deh…

Dan secara terpaksa pula,Author baru bisa nge publish nih ff sekarang. Yaudah deh.. Daripada saya kebanyakan ngomong.. Atau mungkin malah ngebahas si someone yang mendebarkan hati author akhir-akhir ini (hadeehh jadi keinget tuh orang lagi deh..Padahal tuh anak masih adek kelas yang kelewat polos) mendingan author ucapkan… (jeng jeng)

Happy Reading!!

Seingatnya,Luhan pertama kali bertemu dengannya di kafe.Ia ingat.Saat itu, Gadis itu, memakai kemeja biru kotak-kotak bergaris putih.

Wajahnya begitu manis saat luhan melihat gadis itu.Tetapi,Saat ini.Luhan tak dapat berkata apa-apa.

Gadis itu kini sedang terduduk dengan tangan menelungkup di ata lutut yang terlipat di samping dinding.Tepatnya,Di sisi sepi kampus itu berada.Bulir air mata pun tak henti-hentinya terhempas dari pelupuk matanya.Dan itu, sangat membuat luhan merasa sedih.

Gadis cantik itu memang tak pernah mengenal luhan.Dia juga sama sekali tak mengetahui apapun tentang luhan.Tapi,Luhan mengenalnya.Dia mengenal gadis itu. Ia sangat dan sangat mengetahui gadis itu melebihi orang lain.

Tetapi,Sepertinya,gadis itu tak menyadarinya.Dia mungkin memang tak menyadari keberadaanku saja,Pikir Luhan jika melihat gadis itu lewat tanpa ada sapaan atau senyum di bibirnya.Tetapi,Itu tak apa bagi Luhan.Karena hanya dengan memiliki perasaan seperti ini saja, sudah membuat luhan merasa senang.

Kembali kepada mereka,Kini gadis itu masih terlarut dalam tangisannya.Dia tak menyadari keberadaan luhan yang berda di balik dinding.Gadis itu memperkeras tangisannya.Hingga lengkingan gadis itu menggema di lorong tempat ia berada.

Dengan lemas,Tubuh luhan merosot pelan.Tak sanggup lagi kedua kakinya berdiri dengan kokohnya di balik dinding,Hatinya begitu hancur.Andai saja takdir membuat ia bisa menghapus bulir bening yang tehempas jatuh itu. Luhan pasti sangat merasa gembira.

*** — ***

Next Day

Luhan menatap kosong setiap jalan yang ia lalui.Kakinya terus melangkah menyusuri setiap jalan di lorong itu.Entahlah, Tangisan gadis itu.. Masih terpikirkan olehnya.

Luhan tentu masih ingat dengan peristiwa kemarin.Ya,saat gadis itu sedang menangis dengan lengkingnya.Hatinya begitu tercabik-cabik menyesali ketidakberaniannya untuk menghampiri gadis itu.

Cukup dengan perkataan “Jangan menangis.Aku disini.Menenangkanmu,,” atau “Hentikan tangisanmu…Semua masalah pasti bisa terlewati bukan?”. Tapi,itu tidak bisa dilakukan luhan.Kakinya tak sanggup melangkah mendekati gadis itu. Dan,walaupun,kakinya sanggup melangkah mendekati, Apakah ia bisa sanggup menghadapi tangisan yang membuat dirinya merasa sesak ? merasa hancur ? Merasa dia tak berguna karena tak bisa menghentikan tangisan itu ? Apakah ia sanggup ? Luhan menggeleng.

Kembali kepada Luhan,Dia terus berjalan menyusuri lorong.Hingga suatu saat, Sebuah tangan menepuk pundaknya.

“Luhan Hyung…” Dengan seketika membuat luhan berbalik melihat orang yang menepuk dan memanggil namanya itu.

“ne?” Ah~ Ternyata itu Sehun.Sepertinya,ia khawatir dengan kondisi luhan saat ini.Itu begitu terbukti dengan rautnya yang penuh kekhawatiran.

“kau tampak begitu sedih akhir-akhir ini…Ada apa ?” Raut sedih masih terpampang di wajah tampan penyuka chocolate bubble tea itu.Ia tahu. Dan sangat tahu.Hyung nya saat ini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa…Aku baik-baik saja kok,sehunnie..”

“Hyung Bohong…”

“Untuk apa hyung berbohong ? Hyung kan-“

“Hyung sedih…”

“Aish~ Sehunnie~ Harus hyung bilang berapa kali agar kau mengerti,eoh ? Aku tidak sama sekali sedih! Aku hanya se~”

“tapi,matamu begitu sendu..”

“Itu karena~”

“Matamu juga memerah dan berkantung sedikit…

“Itu~”

“Kau juga sangat suka menyendiri akhir-akhir ini…”

“Hah~ Kalau itu karena-“

“Hyung juga selalu melamun di kelas..”

“Sehunnie..Dengarkan aku..Aku itu hanya-“

“Kau juga sangat suka mengacuhkan ku,Hyung!”

“Sehunnie,Mianhae…Tapi,sungguh.Aku ha-“

“ITU KARENA HYUNG SEDANG ADA MASALAH KAN?”

“…….”

“HYUNG SEDIH TAPI SELALU BERKATA HYUNG BAIK-BAIK SAJA ! TAPI,AKU MENGENAL HYUNG SEJAK LAMA! DAN AKU JUGA BISA MENGETAHUI BAGAIMANA HYUNG MERASA SEDIH DAN BAGAIMANA HYUNG MERASA SENANG! AKU TAHU,HYUNG…AKU TAHU!”

“…..”

Nafas sehun terengah-engah.Teriakan tadi membuat suaranya sedikit serak dan kerongkongannya begitu kering.Tapi,Mau bagaimana lagi ? Ia ingin hyung nya tahu.Bahwa sehun akan selalu menemani dirinya.Baik sedang senang maupun sedih.Tak peduli hyungnya sedang terpuruk dan tersingkirkan.Sehun pasti akan selalu berada di dekatnya.Karena itu yang namanya sahabat bukan ?

“Hyung,Aku~” Kini sehun berkata pelan.Suaranya masih bisa terdengar serak meski ia berkata lembut dan pelan.

“Mianhae”

Kini luhan lah yang berbicara usai ia berdiam tanpa kata.Teriakan sehun memang sempat menggoncangkan hati kecil Luhan.Ia kini sadar,Sehun ingin dirinya mengungkapkan semua masalahnya.Baik itu masalah ringan maupun sulit. Tapi,Luhan tidak bisa.Ada sesuatu yang seolah melarangnya untuk berkata.

“Mianhae jeongmal mianhae,sehun.Aku…Saat ini..Sama sekali belum bisa memberitahumu apa-apa…”

Luhan pun berbalik dan pergi meninggalkan sehun.Langkahnya terus berjalan pasti.Mengacuhkan isakan sedih sehun yang tak bergeming dari tempatnya.

Another time and place

“Yo,Ketua sepak bola,Speedlu! Sepertinya,kau sedang sedih saat ini..Ada apa?” Kalau yang ini adalah Kai.Seorang bek di tim sepak bola tempat luhan turut bermain.

“Siapa bilang ? Aku tidak sedang sedih kok ! Dan satu lagi…Jangan memanggilku speedlu atau sebutan anehmu yang lain itu! Namaku luhan,tahu!”

“Ya..Ya..Aku mengerti…Tapi,Ngomong-ngomong..Kalau kau sedang tidak sedih.. Mengapa sejak tadi melamun begitu ? Seperti memikirkan sesuatu… Jangan-jangan kau sedang memikirkan yeojachingumu ya…Hahaha!”

“Anio…Sudahlah,kai! Jangan menggangu!”

“Wait..Wait…Jangan marah dulu,deer’s child! Aku kan hanya ingin menghiburmu,,,”

“Tapi,itu menggangu,tahu! Sudahlah..Pergi sana!”

“Hei..Ada apa denganmu,captain Luhan? Mengapa kau menjadi emosian begini ? Aku seperti tidak mengenalmu lagi…”

“Jika kau tidak suka dengan sikapku yang seperti ini…Sana pergi… Jangan mengganguku lagi!”

“Baik..Baik…Jika itu maumu! Aku akan pergi dari sini!”

Dengan retina mata Luhan,Dapat ia lihat punggung sempit kai yang menjauh.Ia tahu kai sangat kesal dengan dirinya sekarang.Tapi,mau bagaimana lagi ? Sekarang ini ia begitu tidak ingin diganggu dan ingin sendiri…Jadi,tak ada salahnya mengusir kai kan ? Toh,Kai bukanlah orang yang mudah sakit hati…

*** — ***

“nan anin dareon namjayeot deom-” (Baby don’t cry – EXO)

“Tch! Luhan! Lagi-lagi kau salah menyanyikan lirik! Itu kan lirik di bait pertama! Kau lupa ya,Sekarang ini kan seharusnya kau menyanyikan lirik di bait ketiga..”

Suho menaruh kedua tangan di pinggangnya.Ini sudah ke sepuluh kalinya luhan salah menyanyikan lirik.Dan,Meski sudah diajari berulang-ulang, Luhan tetap seperti awalnya.Salah menyanyikan lirik.

“Ada apa denganmu luhan ? Pentas musik akan ditampilkan minggu depan! Dan jika kau selalu seperti ini…Itu sama saja menghancurkan nama baik sekolah kita! Kau tahu kan Luhan?!”

“……”

“Sekolah kita sangat terkenal dengan nyanyian solo yang begitu mengagumkan… Dan itu sebabnya hyung mau berkerja sebagai pengajar di sekolah ini… Tetapi,Jika kau selalu seperti ini…Sekolah kita akan…”

“Mianhae,Hyung..”

Suho menatap mata luhan yang begitu sendu.Rasanya begitu bersalah memarahi seorang murid yang mungkin sekarang ini sedang ada masalah. Dengan lemas, Suho menghela nafas panjang.Lalu kembali berkata pada Luhan.

“Luhan..Jika kau mau..Kau bisa menceitakan ku masalahmu saat ini…”

“…..Aku……Aku sedang tidak ada masalah kok,Hyung..”

“Benarkah ? Tapi-“

Suho kembali menatap mata luhan.Spontan Luhan menunduk saat Suho menatapnya.Seolah menyembunyikan kesedihan di hadapannya.

“Baiklah…Ayo kita kembali latihan…”

*** — ***

Hembusan angin sepoi yang begitu dingin mulai bersemilir di kota Seoul.Luhan mengambil oksigen dari udara dalam.Hari ini begitu melelahkan baginya. Pertengkarannya dengan sehun sampai membuat sehun menangis,Adu mulutnya dengan Kai dan ketidakfokusan luhan pada lirik lagu sungguh membuatnya merasa begitu lelah.Mungkin,Luhan akan langsung merebahkan diri di kasur empuknya sepulang ia dari sekolah.

Luhan tahu semua hal yang melelahkan hari ini berawal dari kesalahannya. Mungkin juga,Karena ia terlalu sibuk memikirkan gadis yang notabene tak mengenalnya itu.

“Haahh….” Ela nafas luhan.

“Permisi,Kak…”

Luhan berbalik dan mendapati gadis cantik berdiri di hadapannya.Gadis itu memiliki tubuh yang ramping dan err…. kelihatan seksi menurut luhan.Dan kulitnya yang eksotis  bisa dibilang cukup mempesona.

“Ya..Ada apa ?”

“Apakah sunbae bisa menunjukanku seorang lelaki bernama jongin kelas 11-A ? Aku harus memberikan surat kepadanya…”

“Oh,tentu saja aku bisa..Ikut aku.. Akan kutunjukan padamu..”

Luhan dan gadis cantik itu berjalan beriringan menuju lapangan luar sekolah. Biasanya,Pulang sekolah,Kai menghabiskan waktunya hingga sore di lapangan. Ya..Seperti yang kalian tahu.. Dia berlatih sepak bola.

Luhan membuka pintu besi yang terpaut dengan pagar yang membatasi luas lapagan itu.Ternyata benar,Ada kai disana.Sedang berlatih sepak bola seorang diri.

“Yo,Kai!”

Kai menoleh saat luhan dan gadis itu berjalan ke arahnya.Dia mengernyit heran. Tak biasanya Luhan menghampirinya.

“Ini yang namanya Kim Jongin ?”

“Ne..Tapi,Dia biasa dipanggil Kai..”

“Oh,Kalau begitu ,sunbae…Ini ada surat untukmu..”

“Ha ? Dari siapa ?” Bingung kai.

“Dari Yoona,Teman baikku…”

DEG!

Sontak dada Luhan tercekat saat mendengar nama pemilik surat itu. Apa dia bilang ? Yoona ? Apakah maksud gadis itu Im Yoona anak kelas 10-C itu ? Bukankah itu…Adalah seorang gadis cantik yang luhan cintai ?

“Yoo..na ?”

Dengan perasaan gugup,Kai merampas surat Yoona dari tangan gadis itu. Bulir – Bulir air mata terhempas ketika kai mengakhiri bacaannya di surat itu.Ia menangis.Ya..Seseorang kai yang tak pernah menangis itu kini menangis dengan kerasnya.

“A..Ada apa denganmu,kai ?”

kai menyerahkan surat itu kepada Luhan.Segera saja Luhan merampas surat itu dari tangan kai cepat.Ia menutup mulutnya dengan tangan kanan nya setelah membaca.Ternyata Yoona…Yoona saat ini…

——————————————

From : Im Yoona

To : Kai

Annyeong haseyo,Kai… Wah,Apa bahasa ku ini terlalu formal ? Sepertinya tidak.. Karena saat ini juga kita tidak mempunyai hubungan lagi kan ?

Oh,iya Kai… Bolehkah aku menceritakan sesuatu pada mu ? Pagi ini kurasakan tubuhku yang terasa lemas.Darah menetes dari hidungku kala aku berada di kamar mandi dan melihat kaca.Aku bingung kai.Apakah ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi padaku ?

Hingga akhirnya,Helaian rambut ku terjatuh tanpa kusadari.Jika gejala ini sih sudah kurasakan sejak awal ku berpacaran denganmu…Tapi,Kurasa,Itu bukanlah hal yang penting.

Oh,iya kai…Kata dokter,Sebentar lagi,Aku akan mempunyai tempat tinggal yang indah lho…Di tempat itu juga aku bisa bertemu dengan eomma dan appa ku yang tertabrak saat aku berumur enam tahun.Memang benar sih, tempat itu sangat jauh dan mungkin juga membuatku tidak bisa melihatku lagi… Tapi,Tak apa kan ? Kai masih bisa tetap bahagia kan meski aku tidak ada ?

Semoga..Suatu saat nanti..Kai bisa mencari pengganti yang lebih dariku.Aku janji deh, Aku akan meminta gadis yang cantik dan baik kepada tuhan untuk kai setelah sampai di tempat indah itu. Ya penting Kai tidak boleh menangis saat aku pergi nanti….

Selamat Tinggal,kkamjong!^_^

————————————————-

Dengan cepat kai berlari kencang keluar dari arena lapangan bola.Apa maksudnya semua ini ? Apa ? Pergi ? Ke tempat appa dan eommanya ? Tidak! Itu tidak boleh terjadi!

“Hah ? A..Apa maksudnya dari surat ini? Me..memangnya dia mengidap penyakit apa?” Tanya Luhan.

“Di..Dia…Dia divonis menderita leukimia…”

“M..Mwo ? Lalu..Berapa hari lagi ia bisa terus betahan ?”

“Hanya hari ini.Ternyata dia sudah tervonis sejak lama.Sepertinya, Ia tidak menyadarinya atau mungkin…dia memang menyembunyikannya… Jadi,Hanya hari ini saja ia bisa bertahan hidup…”

Kai berlari menuju UGD setelah menanyakan ruang kepada perawat lalu lalang di rumah sakit itu.Hatinya hancur lebur ketika melihat gadis itu.Wajahnya pucat pasi. Mesin detak jantung menggambarkan gelombang di layar seiring detak jantung gadis itu.

“Yoona-ah…”

“…….”

“Yoona-ah,Bangun… Kau tidak mendengarkan namjachingumu yang tampan ini,eoh ?”

“……..”

“Yoona-ah…Aku janji akan selalu memperhatikanmu dam mendengarkan seluruh ucapanmu…Tapi..Kau harus bangun dulu…Bagaimana ?”

“,,,,,,,”

“Yoona-ah..”

“,,,,,,,,”

Kai menelungkupkan kepalanya di tangan yoona yang terasa sedikit dingin. Wajahnya yang biasa merona merah tiap kai memujinya kin memutih pucat. Bibir kai terasa kelu tuk memanggil nama itu sekali lagi.Ia hanya bisa menangis dan terisak.Merasa bersalah dengan semua kesalahan dirinya,.

“Ini semua salahku….Ini semua salahku…Kai bodoh..ka-“

“Kai…”

Mata kai melebar ketika menyadari mantan kekasihnya itu sudah bangun . Bibirnya yang berucap tak lagi berwarna kemerahan.Rambutnya yang biasa terurai panjang kini ditutupi kain terikat menutupi kepalanya yang sudah tak berambut.Kai menghela nafas-sedih.Tak sanggup membayangkan penderitaan yang harus dialami gadis itu.

“kau datang kai ? maaf…Penampilan ku saat ini…Benar-benar jelek…”

“……”

“Ngomong-ngomong,kai…Bagaimana keadaanmu di sekolah ? Baik kah ? Atau di tempat dance mu ? Kau tidak memaksakan dir ka-“

“Yoona-ah…Yang sekarang sakit adalah dirimu…Bukan Aku..”

Kai menatap bola mata Yoona dalam.Saat ini,Kekasihnya sedang sakit, dan hari ini adalah hari terakhir dari semua hari bersamanya yang berlangsung di kehidupannya. Tapi… Bagaimana bisa dia masih mengkhawatirkan kai ?

“Kai…Aku tahu,Aku-“

“Ini adalah hari terakhirmu..”

“……”

“Sekarang diam dan jangan memaksakan diri..Aku akan ada di sini…Apapun yang terjadi..”

“Tapi,Kai..Aku-“

“Istirahatlah…”

“Baik,kai…”

*** — ***

“Sunbae tidak ikut dengan kai sunbae ?”

“Anio…Aku kan bukan siapa-siapanya yoona..”

Luhan mengela nafas dalam.Bodoh rasanya tidak ikut berlari dengan kai. Jelas- jelas,dirinya juga mencintai yoona kan ?

Tapi,mau bagaimana lagi…Sepertinya,Yoona lebih membutuhkan kai dibanding dirinya… Jadi,Tak ada gunanya luhan ikut pergi ke sana kan ?

“drrrttt…drrrtttt…”

Luhan mengambil hanphone nya malas.Ternyata ada pesan.

——————————————————

From : 038-34XXXXX

To : Luhan

Ini benar Luhan sunbae kan ? Ini Yuri,Adik kelas yang tadi mendatangimu…

——————————————————-

Dengan cekatan Luhan mengganti nomor itu dengan nama “Yuri” lalu kembali membalas pesan itu.

——————————————————-

From : Luhan

To : Yuri

oh…Ada apa ?

———————————————————

dua puluh detik kemudian pesan terbalaskan kepada Luhan.

———————————————————-

From : Yuri

To : Luhan

Tidak…Aku hanya sedang bosan dan ingin ber sms-an dengan sunbae saja… Sunbae sedang apa ?

———————————————————-

Percakapan melalui pesan singkat itu berlangsung lama.Luhan yang awalnya murung menjadi ceria membalas satu persatu pesan.Entahlah… Mungkin,Karena yuri adalah seseorang yang enak diajak mengobrol.

Waktu kini sudah menunjukkan jam satu malam.Luhan baru saja membalas pesan dari Yuri.Kini,Sudah lima belas menit berlalu,Ia masih menunggu yuri membalas pesannya.Tapi,sayang,tak ada satupun tanda-tanda pesan terbalas.

Dengan lelah,Luhan menutup kedua matanya.Sudah berkali-kali ia menguap saat ber sms ria dengan yuri.Hembusan angin lewat celah jendela juga begitu mengundang rasa kantuk.Hingga tanpa luhan sadari,Ia sudah memasuki alam mimpinya.

*** —- ***

Luhan berjalan memasuki gerbang dengan senyum tersungging di wajahnya.ia berjalan dengan sesekali menyapa teman yang dikenalnya.Dan,Sehun… Dia juga senang dengan perubahan luhan yang tiba-tiba itu.

“Hai Hyung!”

“‘Akh,Sehunnie! Selamat pagi~”

“Wah,Aku senang sekali kau sudah kembali ceria,Hyung…”

“ne..Lagipula,Kita tidak boleh berlama-lama bersedih kan ?”

Mereka tertawa bersama.Hingga seorang gadis cantik menghampiri mereka berdua.

“Permisi..”

Dengan serentak,Keduanya menoleh ke arah sumber suara.Ternyata itu Yuri, adik kelasnya.Penampilannya begitu manis hari ini.

“Sunbae..Aku..Aku minta maaf tidak membalas pesanmu kemarin…Aku sangat mengantuk dan tidak sadar tertidur..Maaf..”

“Gwenchana…Bukan salahmu,Kok…”

“Dan,Sunbae,Aku…Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu..”

Mata keduanya sontak segera menatap Sehun.Seperti mengusir,menurut sehun.

“ne,..ne..aku mengerti…Anak kecil yang di bawah umur tidak boleh ikut dalam percintaan orang dewasa..Arra..Arra…Aku akan pergi..”

Setelah berucap begitu,Sehun melangkah pergi.Yuri kembali melanjutkan ucapannya.

“Sunbae,Aku…”

“Chankkaman! Biar aku saja yang bicara…”

“ha ?”

Luhan menghela nafas panjang.Matanya menatap Yuri dalam.Perkataannya seolah tercekat di tenggorokannya.Tapi,Mau bagaimana lagi ? Ini adalah waktu yang tepat bukan ?

“Aku..Aku mencintaimu,Yuri..”

END

DISCLAIMER :

UDAAH!!! Tuhh ff cuman gini doang! napa lo ?! Gak suka,ha ? (reader : Author sedang sedeng -_-)

Udah deh… Daripada author kebanyakan bacot plus nyolot ke para reader… Mendingan author ngasih pertanyaan yang biasa author ajuin tiap kali author nge post ff…(jeng jeng jeng) <tiba-tiba keluar kai yang lagi gandengan ama kate middleton> <Pangeran william: Hey!! It’s my wife! Don’t touch her!> <Kai : Andwae… bweee :p> <William : -_- Shit!>

Nah,Gimana ff diatas chingu ?

Masih gaje kah ?

Atau kebanyakan typo?

Mianhae ne…

Btw… Author lagi gak punya banyak waktu untuk ngobrol banyak untuk para readers kali ini… Soalnya,Author tuh pengen mandangin, natepin, ngeliatin, ngelirikin and banyak lagi ke someone… Jadi, para readers…Saya harus cabut dulu yak dari disclaimer gila ini… Bye! #MenghilangDenganKekuatanAnginSehun.

8 responses to “A Love when I See You

  1. Bagus banget thor, tpi sayang yulhan moment nya kurang banyak hehe..
    Oke, ditunggu ff slanjutnya ^^

    • Wah,makasih nih atas commentnya.
      Oh,klo tentang yulhan momentnya kurang banyak maaf ne… Author memang lagi gak ada inspirasi untuk ngebanyakin momentnya..
      Oke,Chingu😀

  2. uwwwwaaaaaaaaaaaa,,, endingnya YulHan aku kirain td LuYoon,, hampir males baca,, soalnya bukan LuYoon ship,, aku cma ngeship ama ExoYul,, di tunggu ff YulHan yg lainnya eon

  3. Wuah daebak…🙂
    awalnya aku da malas bca di kirain LuYoon ternyata YulHan
    Aku gak LuYoon Shipper sih
    #maaf bgi yang LuYoon shipper
    keren oen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s