I WILL GET YOU, IM YOONA! (Chapter 4)

Gambar

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 1)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona | Xi Luhan

Other Cast :

Tiffany | Hyoyeon | Yuri | Seohyun | Jessica | Park Chanyeol | Choi Sooyoung

A/N : Hai, kritik saran kalian kemarin sangat membantu, aku jadi ketagihan kritik dan saran kalian /plaak/. Disini Luhan jadi main cast karena dia bakal deket terus sama Yoona. Capcuss..  Happy reading~

Luhan menatap pelan pigura kecil yang berada di genggaman tangannya sekarang. Disana terdapat fotonya dengan gadis manis yang berkuncir kuda. Luhan hanya tersenyum manis mengingat kejadian yang tergiang di kepalanya, “I’ll back, Im Yoona” ucapnya tegas.

“Luhan? Apa kau sudah menyiapkan semuanya?” tanya Eommanya. Luhan hanya mengangguk sebagai jawaban ‘Ya’ . Eomma mendekatinya, “Okay, you have to go now, or you can’t come to Seoul tonight.”

Luhan tersenyum manis dan mendekap eommanya , “Yes mam, see you next year. I’ll be back soon as i can,” . Eomma merogoh saku celemeknya dengan cepat dan memberikan selembar kertas yang berisi alamat rumah Yoona, “Kurasa ini akan membantumu, eomma sudah berbicara pada orang tua Yoona. Kau bisa tinggal bersamanya,” .

Luhan terkejut lalu ia berusaha bersikap biasa didepan eommanya, “Uhm..baiklah eomma. Aku rasa aku harus bergegas, i love you mom” Luhan mengecup pelan dahi eommanya dengan sayang.

Eomma hanya tersenyum dari perlakuan anaknya satu ini. ‘Romantis, sangat mirip ayahnya.’ pikirnya.

Luhan segera menarik kopernya menuju keluar rumah, dan menyetop sebuah taxi, agar ia segera sampai bandara dengan tepat waktu. Jujur, ia benar tidak sabar agar segera sampai di Korea. Ia benar-benar rindu, ya rindu dengan teman masa kecil dan cinta pertamanya, Im Yoona.

“Seoul, i’m coming!!” teriaknya . Seketika semua mata pengunjung bandara menatap Luhan dengan aneh. Luhan hanya membungkukkan badan berkali-kali akibat ulahnya yang konyol. ‘Bagaimana jika aku menelfon orang tua Yoona dahulu?’ pikirnya. Luhan lalu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponselnya.

“Hello? Is it Mrs.Taeyeon?” tanya Luhan pelan.

“…….”

“Hello mam. I’m Luhan. I’m Yoona’s friend, do you remember me?”

“…….”

“Yes, you’re right. My mother has told me that i can live with Yoona. Hasn’t it?”

“……”

“Okay, i’ll protect your daughter. Thank you for you time. Wait, you can speak Korea?”

“…”

“Baiklah mam. Terima Kasih sudah mempercayakan Yoona padaku. I do”

BIP.

Luhan mematikan hubungan telfonnya antara dia dan ibu Yoona. Beruntunglah eommanya sudah memberitahu hal ini pada eomma Yoona, jadi ia tidak akan terlalu canggung untuk berbicara bersama ibu yoona.

Luhan hanya menghela nafas. Ini akan menjadi perjalan yang panjang untuknya menuju Seoul. Lebih baik ia harus tidur di dalam pesawat.

 -&-

Yoona termangu sendirian di kedai kopi langganannya dengan menatap jalanan kota Seoul yang tidak pernah sepi sama sekali. Sesekali gadis itu menguap mengusir rasa kantuk yang menghampirinya.

“Kau mengantuk, hm?” tiba-tiba seseorang duduk tepat disebelahnya. Yoona yang tadi melamun seketika sadar dari lamunannya, “Oh Sehun?” . Sehun tersenyum cerah, “Ya, ini aku.”

Yoona menatapnya curiga, “Sedang apa kau disini?” . Sehun terkekeh pelan, “Menurutmu? Aku hanya ingin menemanimu yang sedang sendirian,” .

Yoona terdiam lalu berdiri, “Dasar stalker,” . Sehun pun bangkit dari kursinya dan mengikuti Yoona, “Stalker? Ya, memang aku seperti itu padamu…” .

BIP..BIP

Yoona segera merogoh isi tas sekolahnya dan mencari ponselnya yang berbunyi. Yoona sejenak menatap layar ponselnya bingung. ‘Tumben eomma menelfon’ pikirnya.

“Yoboseyo eomma?”

“……”

“Nugu?”

“…..”

“Ne, eomma” ucap Yoona datar.

BIP.

Yoona segera mematikan sambungan telfonnya antara dia dan eommanya. Lalu ia berbalik dan menemukan Sehun memandanginya dengan curiga, “Jadi, siapa yang menelfon?” . Yoona terdiam lalu berjalan menjauh, “Apa kau tidak dengar? Aku mengucapkan kata E-O-M-M-A.” Galaknya .

Tiba-tiba Yoona menyetop sebuah taxi, Sehun terkejut dan menahan pintu taxi yang akan Yoona tutup. “Kau akan kemana Yoona-ah?” . Yoona menatapnya datar, “Bukan urusanmu. Pulanglah,” . Yoona menutup pintu taxi itu dan membiarkan Sehun menatap kepergian taxi itu.

Sehun mengacak rambutnya pelan, “Aissh jinjja. Kenapa gadis itu galak sekali sih?” .

-&-

Luhan mengeliat pelan, pramugari pesawatnya telah menyampaikan bahwa ia sudah sampai di Korea. Ya, Korea kota masa kecilnya dulu yang mempunyai banyak kenangan bersama seorang gadis yang selalu berkuncir kuda itu. Ia masih ingat bagaimana tembamnya pipi Yoona, dan bibir tipis Yoona yang selalu dikerucutkan bentuk tanda dia marah pada Luhan. Luhan rindu, semuanya. Semua kenangannya bersama gadis kuncir kudanya dulu.

Luhan segera beranjak turun dari pesawat yang ia tumpangi dan mengambil barang bawaannya. Eomma Yoona bilang bahwa ia harus memberi Yoona kejutan. Jadi ia memutuskan segera menuju rumah Yoona. Ia penasaran dengan gadis itu, apakah dia berubah atau tidak. Ia rasa gadis itu berubah.

Luhan menatap layar ponselnya sebentar, ia segera membuka menu pesan dan mengirimkan pesan singkat untuk ibunya yang berada di Amerika. Sekedar memberitahu bahwa dia telah sampai di Korea dengan selamat. Lalu menutup flap ponselnya.

Luhan berjalan dengan melihat-lihat benda yang berada disamping kanan kirinya. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah scraft, scraft itu sangat manis berwarna soft pink dengan gambar gadis yang termangu dekat jendela. Luhan menghampiri toko itu.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang karyawan disana. Luhan mengangguk lalu menunjuk scraft soft pink itu, karyawan itu hanya mengangguk lalu membawanya ke kasir untuk segera dikemas.

“Ige, 90.000 won.” Kata kasir itu dengan tersenyum manis pada Luhan. Luhan segera membayar dengan mengucapkan terima kasih pada kasir itu.

Luhan menatap oleh-oleh yang dibawanya. “Semoga kau suka Im Yoona” . Laki-laki itu berjalan dengan langkah lebar tak lupa dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.

-&-

Yoona mengeluh pelan, sudah 20 menit ia menunggu tamu eomma. Tetapi tamu itu tak kunjung datang, dan itu membuatnya kesal. Ia mempunyai tugas yang menumpuk untuk dikerjakan.

Ting..Tong..

Yoona berdiri dan tersenyum, “Akhirnya tamu itu datang juga,” . Sebelum gadis itu membuka pintu rumahnya ia mengintip dari jendela. Orang itu tidak terlalu tinggi, kurus, rambut panjang warna hitam, dengan koper. ‘Nugu?’ batinnya.

Yoona membuka pelan knop pintunya agar orang itu tidak mengetahuinya, “Nuguseyo?” tanya Yoona. Orang itu terkejut mendengar suara Yoona dan berbalik menatap gadis itu. Lalu pria itu tersenyum manis. Yoona hanya terpaku melihat laki-laki itu tersenyum.

“Hai, kau Im Yoona bukan?” tanya pria itu. “Ya, nuguseyo?” Yoona berbalik tanya. Laki-laki itu mendekatinya dan mengulurkan tangannya, “Aku Xi Luhan, temanmu dari Amerika.” .

Yoona menatapnya bingung, ia berusaha mengingat-ingat temannya yang bernama Luhan, “Luhan? Teman masa kecilku, bukan?” . Luhan hanya mengangguk, “Ya, bahkan hanya teman masa kecilmu. Tapi, cinta pertamamu,” bisiknya tepat ditelinga Yoona. Yoona terpaku mendengar perkataan Luhan.

Perkataan Luhan seaakan sengatan listrik baginya mengingat masa lalunya bersama Luhan yang begitu indah dan manis.

….

“Jadi, tamu ibuku adalah kau Luhan-ah? Sampai kapan kau berlibur?” Yoona menanyai Luhan dengan antusias, Luhan tertawa pelan, “Sabarlah jika bertanya, aku akan disini kurang lebih 1 tahun.”

“Mworago?!” kaget Yoona. Luhan terkekeh, “Ya, aku akan sekolah bersamamu mulai besok. Jadi, kita harus selalu bersama bukan? Kurasa aku harus tidur. Aku merasa jet lag Yoona-ah” . Yoona hanya mengangguk dan menuntun Luhan menuju kamarnya.

Setelah mengantar gadis itu menatap langit biru cerah dengan bimbang, memang dihatinya hanya ada ayahnya. Tetapi, dulu ia pernah mempunyai rasa dengan Luhan. Teman masa kecilnya yang tiba-tiba meninggalkannya. Sejak itu ia jarang dekat dengan namja. Tetapi, seorang Oh Sehun mencoba mendekatinya.

Jujur saja ia mulai melupakan Luhan jika ia selalu dijahili oleh Sehun, tetapi kini Luhan dihadapannya dan itu bukan mimpi. Apa yang harus ia lakukan?

-&-

Entah sudah berapa kali gadis itu mondar-mandir di ruang tamu, mungkin sekitar 20x gadis itu seperti itu. Ia gugup, ya gugup harus berangkat bersama seorang namja tampan seperti Xi Luhan.

Tiba-tiba sebuah tangan memegang kepalanya, “Hei, apa yang kau lakukan?”

Yoona terkejut dan menjauh, “Aniyo, kajja. Aku tidak ingin kita telat,”

Luhan menatapnya bingung, “Hei, ini masih jam 6.20 dan kau terlihat terburu-buru sekali, Yoona-ah” . Yoona semakin bingung mengutarakan keinginannya, “Aish, kajja Luhan-ah. Kau lama sekali.” Yoona segera menarik Luhan untuk berjalan kearah busway.

Luhan hanya menggeleng pelan melihat tingkah Yoona.

..

Yoona menghembuskan nafas lega. Ia sengaja mengajak Luhan berangkat pagi agar ia tidak akan bertemu Twinkle The Gang. Dan, rencananya berhasil. Shinyoung High School masih terlihat sepi. Yoona tersenyum senang. Luhan yang sedari tadi memperhatikannya segera menghampirinya, “Yoona-ah? Ada apa?”

Luhan menatapnya menyelidik, Yoona bungkam lalu menggeleng pelan, “Aniyo Luhan-ah, jadi apa kelasmu?” Luhan berpikir sebentar, “Uhm, kurasa 3-5 adalah kelasku.”

Yoona melotot seketika, “Mworago?!” . Luhan hanya mengangguk dan tersenyum manis, “Waeyo? Kau malu huh?” Luhan mencubit pipinya pelan. Yoona mengaduh pelan, “Aigo Luhan-ah, kau mencubit terlalu keras,”

Luhan tertawa, “Jinjayo? Mian Yoona-ah~” . Yoona mengusap pelan pipinya. Luhan masih tertawa, Yoona segera mengajak Luhan untuk ke kelasnya.

Dibalik tembok ada seorang namja terlihat sangat geram menatap mereka, Oh Sehun. “Nuguseyo? Murid baru juga?” .

-&-

Sehun berjalan dengan kasar menuju kelasnya, sesekali ia menendang barang yang ada disekitarnya seperti botol atau kaleng minuman, ia tidak peduli. Perubahan sikapnya itu membuat fans fanatik Sehun yang menatap gerak-geriknya menjadi bingung, apa yang terjadi dengan idola mereka?

Sehun masih mengingat senyum Yoona kepada laki-laki ‘itu’ . Senyum yang manis yang membuat hatinya berdebar-debar jika bertemu dengannya, walaupun Yoona terlihat cuek dan dingin, Sehun dapat merasakan Yoona sebenarnya sehangat matahari.

Tiba-tiba seseorang menepuk pelan bahu Sehun, “Sehun-ah~” . Sehun memalingkan badan dan menatap Jessica yang sekarang berdiri di hadapannya dengan datar, “Wae Sica-ah?” .

Jessica menatapnya bingung, “Ada apa denganmu? Ada yang bisa kubantu?” . Sehun terdiam lalu berbicara pelan, “Tidak ada, aku hanya ingin sendiri,” . Sehun lalu berjalan pergi meninggalkan Jessica yang menatapnya berjalan menjauh.

-&-

“Yoona-ah~” panggil Luhan manja. Yoona menatapnya lalu terkekeh kecil, “Waeyo Luhan-ah?” . Luhan mendekati kursi duduk kosong yang berada disampingnya, Luhan duduk dan menatapnya.

“Kajja ke kantin, aku sangat lapar~” pinta Luhan dengan suara manjanya. Yoona semakin tertawa lebar, “Aigo Luhan-ah~ Kau sangat imut~” .

Luhan tersenyum, “Jinjjayo? Hha. Aku tidak menyangka kau memujiku seperti itu. Kajja, Luhannie sangat lapar~ Aigoo Luhannie sangat lapar~”

Yoona hanya terkekeh dan mengangguk setuju pada tawaran Luhan. Luhan segera beranjak dan menarik tangan Yoona agar segera keluar kelas.

“Yoona-ah” panggil Luhan dengan menatap sekeliling mereka yang menatap Yoona dengan sinis. “Waeyo Luhan-ah?” Yoona menatap Luhan bingung.

“A-aniyo, jika ada yang terjadi padamu, atau menyakitimu. Bilang padaku, ne” titahnya tegas. Yoona hanya mengangguk pelan. Luhan merasa ia terlalu cepat jika bertanya pada Yoona tentang ‘sorotan’ gadis shinyoung high school yang sinis pada Yoona. Ia tahu Yoona mempunyai masalah, dan ia harus menyelesaikannya. Ia sudah berjanji untuk melindunginya bukan?

-&-

Sehun menatap sinis pemandangan yang ada dihadapannya sekarang. Im Yoona dengan Xi Luhan. Sehun mengetahui nama laki-laki itu ketika bertanya pada salah murid kelas Yoona. Teman Yoona bilang bahwa Xi Luhan berasal dari Amerika, dia jago menyanyi. ‘Sedangkan diriku?’ batinnya. Sehun hanya mengepalkan tangannya dengan kuat. Tiba-tiba sebuah ide terlintas diotaknya.

Sehun berjalan mendekati meja makan Yoona dan Luhan. “Ehemm..” deham Sehun. Yoona dan Luhan sontak menatap Sehun, Yoona menatap Sehun dengan kesal sedangkan Luhan menatap mereka secara bergantian.

Sehun lalu tersenyum santai, “Apa aku bisa bergabung?” Luhan terdiam lalu menatap Yoona lalu menatap Sehun dan tersenyum, “Tentu saja,” . Sehun mengambil tempat duduk tepat diantara Yoona dan Luhan. Jadi ia yang berada di tengah-tengah mereka. Yoona hanya berdecak kesal, “Mengganggu sekali,” . Sehun menatapnya senang, “Wae? Kau senang aku duduk bersamamu Yoona-ah?” .

Yoona menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.

“Yoona-ah, nugu?” Luhan menatap Yoona dengan menunjuk Sehun. Sehun menoleh pada Luhan dan tersenyum gemas, “Oh Sehun imnida, namjachingu dari Yoona. Kau?” . Luhan merasa tersedak mendengar apa yang diucapkan Sehun.

‘Dia namjachingu Yoona?’ batin Luhan. Luhan lalu berusaha bersikap biasa, “Xi Luhan imnida, teman Yoona” sopannya. Sehun hanya mengangguk lalu mengalihkan padangannya dari Luhan kepada Yoona.

Yoona menatapnya sinis, gemas, dan ingin membunuh. Sehun hanya tersenyum miring. Tiba-tiba sebuah suara mengangetkan mereka, Twinkle The Gang. Menghampiri mereka dengan ganas, “Bisakah kami bergabung juga?” tanya Hyoyeon menatap Luhan dengan genit. “Ya, bisakah kami bergabung?” Seohyun menatap Luhan gemas.

Luhan hanya tersenyum ramah pada mereka, “Tentu saja,” .

Yoona menatap Sehun dan membisikkan, “Apa ini rencanamu?” . Sehun hanya menggeleng dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga Yoona, “Tidak, rencanaku hanya mengganggu hubunganmu dengan Luhan. Dan membuatmu takhluk padaku.” . Yoona tertawa sinis, “Tidak akan”

“Kita lihat nanti,”

RCL please ! Khamsanida sudah membacanya ~ maaf semakin gaje. Maaf disini saya kelihatan gaya banget pake bahasa inggris. Ini biar kesannya memang di Amerika. :Dv

16 responses to “I WILL GET YOU, IM YOONA! (Chapter 4)

  1. aaa! Pokonya endingnya harus yoonhun ya thor, mereka lucu kkkkk- luhan di sini jangan sama yoona dulu, sehun aja ama yoona, mereka cocok disini

  2. wwwaahhh KEREN Thor !!!🙂
    Pnasaran sma kLanjutannya >_<
    Next Chap. di tnggu yahhh and jngan Lma'' !!!😀😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s