I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 2)

Gambar

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 2)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona

Other Cast :

Jessica Jung | Park Chanyeol | Choi Sooyoung

A/N : Hai, maaf yang udah nunggu -_- *pede habis try out sih😀 jadi sekarang aku ngepost ini sebagai imbalan. Capcuss..  kamsanida~

Disclaimer : Sehun berusaha mendekati gadis yang dingin itu, Im Yoona. Menarik . Itulah kesan pertama yang Sehun lihat darinya.

Yoona mendengus kesal akibat aksi namja yang aneh itu lakukan, apa dia stalker? Kenapa ia selalu mengikutinya kemanapun? Siapa sih dia? Menyebalkan sekali.

Teman-teman Yoona bilang dia adalah murid baru. Tetapi mengapa kelakuannya aneh sekali? Yoona hanya menggelengkan kepala cepat apa yang ia pikirkan sekrang. Ia malas memikirkan namja itu, lebih baik ia segera pulang dan tidur.

..

“Annyeong.. Appa Eomma !” teriak Yoona berlari kepada orang tuanya. Tetapi ternyata di dalam rumahnya tidak ada siapa pun. Orang tuanya pasti sibuk kembali dengan pekerjaan mereka. Untunglah masih ada Ahjumma wook yang menjaga dan merawatnya dari kecil setidaknya ia masih bisa merasakan kasih sayang, walaupun tidak dari orang tuanya langung.

BIP..

Ponselnya bergetar, Yoona segera menggledah isi tasnya, “Yoboseyo? Eomma?”

“………”

“Ne, eomma. Aku sayang padamu eomma, Appa juga.”

“………”

“Ne.”

BIP..

Tiba-tiba panggilan itu terputus, gadis itu hanya menatap sebuah foto yang ada dirinya dan kedua orang tuanya. Terlihat begitu harmonis namun tidak lagi untuk sekarang.

Yoona segera memasuki kamarnya dan tertidur pulas.

-&-

Sinar matahari pagi mulai memasuki ruangan gadis itu. Tetapi sang empu tak juga bangun dari tidurnya, sampai akhirnya sinar matahari mulai terik membangunkannya. “Hoahh, capek sekali,” Yoona berdiri dan mengucek ucek matanya. “Jam berapa? Seka..”

“Aigo jam 6.40 ! Aku telat,” gugupnya. Gadis itu segera kekamar mandi dan bersiap-siap.

Ia berjalan pelan kearah ruang makan. Sepi. ‘Dimana Ahjumma?’. Gadis itu segera berpaling, ia tidak peduli ia harus segera sampai disekolah, masalah makan pagi bisa menyusul.

Shinyoung High School

Gadis itu berlari, sesekali rambut panjangnya yang indah bertebangan, sungguh repot untuknya. Yoona melirik gerbang sekolahnya masih terbuka lebar, padahal jam tangan yang menempel di tangannya menunjukkan pukul 7.10 .

Gadis itu berjalan mengendap-endap memasuki sekolah, jika ada murid telat biasanya Leeteuk saem akan menghukumnya. ‘Aman,’ pikirnya.

Baru saja Yoona berjalan, mungkin 5 langkah…

“Eoh, kau telat Im Yoona-ssi? Silahkan bergabung dengan teman anda disini,” ujar seseorang. Gagal. Itulah pikiran cepat yang melintas di otaknya. Yoona hanya mengangguk dan mengikuti Leeteuk saem dari belakang.

“Kau disini berdiri dihadapan tiang bendera selama 30 menit. Jangan lupa angkat kaki kirimu !” perintah Leeteuk saem.

“Tapi saya murid baru, saya tidak tahu peraturan disini,” elak seseorang. Yoona yang mendengar, tidak peduli. Ia hanya ingin segera memasuki kelas, hari ini matahari yang menyapanya cukup terik.

“Tidak ada bantahan, berdiri disamping gadis itu !” tunjuk Leeteuk saem pada Yoona. Namja itu terdiam dan tersenyum cerah lalu mendekati Yoona. Ia melakukan hal serupa seperti Yoona.

“Hey, kau dihukum juga?”

“…..”

“Kau Im Yoona kan?”

“…..”

“Gadis kemarin yang membeli vanillate?” tebak seseorang. Sebenarnya Yoona tidak ingin memperdulikan namja disampingnya ini. Tetapi namja ini berkicau terus, ia menengok sebentar memastikan siapa yang berbicara, dan .

‘Gosh, dia lagi?’ pikirnya . Yoona lalu memalingkan wajahnya.

“Kau sudah mengingat wajahku yang tampan ini? Kita sudah saling kenal bukan?” tanya Sehun.

“Apa menurutmu aku mengenalmu?” Yoona bertanya balik dengan ketus. Sehun tertawa renyah melihat reaksi Yoona yang ketus. Itu membuat dia semakin ingin menggoda gadis disampingnya ini.

“Tentu saja, kau suka ke kedai kopi itu?”

“Tidak juga,”

“Kau selalu pulang sendirian?”

“….”

“Kau anak yang rangking 1 di kelas 3-5 kan?”

“….”

“Kau gadis yang suka makan banyak itu bukan?”

“Tidak,” Yoona gelagap.

“Benarkah? Kenapa kau gugup?” Sehun tertenyum cerah. Yoona terdiam, “Aniyo, aku tidak gugup karena itu,”

“Lalu? Kau gugup karena seorang namja tampan ini berdiri sampingan denganmu?” tebak Sehun dengan jahil.

‘Gosh, percaya diri sekali dia’ pikir Yoona.

“Apa kau lapar?”

Yoona mengangguk pelan.

“Bagaimana jika kita ke kantin bersama?” tawar Sehun. “Kau bermimpi huh? Aku tidak akan mau, apalagi bersamamu” ketus Yoona.  Sehun terkekeh, “Kalau begitu, aku akan membuatmu mau” .

-&-

Yoona menghela nafas panjang, sekarang ia bisa duduk dibangku kelasnya. Setidaknya ia tidak terlalu merasa linu lagi di kakinya. Ia berjanji tidak akan telat datang kesekolah lagi, Leeteuk saem jika memberi ceramah sanga lama. Itu membuat kakinya semakin linu.

“Bagaiman bisa kau telat?” tanya Sooyoung bingung. “Aku bangun kesiangan Sooyoungie~” keluh Yoona.

“Kudengar kau dihukum dengan namja, nugu?” Sooyoung menatapnya dengan menyelidik. “Aku tidak mengenalnya, dia narsis sekali dan soktau tentang diriku,” .

“Benarkah? Hebat dia berani mendekati Im Yoona,” Sooyoung bertepuk tangan pelan. “Kau pikir aku hantu? Jadi tidak ada yang mendekatiku?” Yoona menatap Sooyoung dengan cemberut.

KRIINGG.KRINGG

“Sooyoungie, ayo kita ke kantin. Aku lapar sekali,” keluh Yoona . “Yoona-a, aku penasaran dengan namja yang dihukum bersamamu. Dia hebat berani sekali mendekatimu. Kau pasti mengenalnya bukan?”

“Tidak, aku tidak mengenalnya,” elak Yoona.

“Ayolah, nugu?” Sooyoung sedikt memaksanya menjawab.

“Aku orangnya, Sooyoung-ssi” elak Sehun yang tiba-tiba berdiri dihadapannya. Yoona menatap tajam Sehun. ‘Dia lagi,’ .

“Kau?! Oh Sehun bukan? Murid pindahan itu?” celoteh Sooyoung. Sehun hanya mengangguk dengan senyum lebarnya.

Sooyoung tersenyum cerah pada Yoona . “Kau beruntung Yoona dihukum bersama Sehun !” .

“Tidak ada istimewanya, apalagi bersamanya.” tunjuk Yoona ketus. “Kau ingin ke kantin tidak? Kajja,” Yoona segera menarik Sooyoung menjauh dari Sehun.

Sehun terdiam. “Semakin menarik saja kau Im Yoona,” .

-&-

Yoona termenung, ia menatap lurus keluar jendela. Sesekali ia menghela napas. Gara-gara kejadian tadi, ia dan Sehun. Berita heboh mulai tersebar, tak jarang seorang siswi mencibirnya, “Wanita penggoda, apa dia tidak punya malu?” ada juga yang memujinya, “Bukankah mereka pasangan yang cocok?” .

“Hey, Yoona-a” tepuk seseorang. Yoona terkejut, lamunannya hilang sudah.

“Kau melamun? Sejak kapan?” goda Sooyoung. “Aigo, aku tidak melamun. Aku membayangkan nilai matematikaku.” bohong Yoona.

“Kau bercanda? Ulangan kita kemarin sudah diberikan. Kau bohong padaku, kau pasti memikirkan gadis-gadis tadi itu ya?” tebak Sooyoung.

Skakmat.

Yoona mengangguk, “Benar, aku sendiri bingung kenapa mereka beranggapan begitu padaku. Kau tau, aku tidak pernah menjadi hot news Sooyoungie~” .

“Benar juga, baiklah kurasa aku harus membeli minuman dulu. Chakkaman” titah Sooyoung dan berlalu pergi.

“Hey, kau Im Yoona bukan? Teman Sooyoung?” tanya seseorang dari belakang. Yoona menatapnya sekilas. Tunggu, ia kenal kalau tidak salah laki-laki jangkung itu bernama, Park Chanyeol. Ya, Park Chanyeol laki-laki yang disukai Sooyoung.

“Ne, waeyo?”

Chanyeol mengelus tengkuk lehernya pelan, “Kau tau dimana Sehun? Dia bilang dia menghampirimu,” . Yoona terkejut, “Aniyo , dia tidak..” .

“Geurae, dia memang tadi bersama Yoona. Sekarang dia tidak bersamanya Chanyeol-ssi” potong Sooyoung yang tiba-tiba berada disampingnya. Yoona menatap Sooyoung bingung.

“Oh, baiklah. Terima Kasih sebelumnya, Yoona-ssi dan Sooyooung-ssi” ujar Chanyeol dengan tersenyum lalu berlalu pergi.

“Ah ! Im Yoona lihat senyumnya, menawan sekali bukan?” bangga Sooyoung . “Tidak, dia tidak menawan.” Yoona cuek.

“Aish, jinjja~” Sooyoung memajukan bibirnya dan cemberut. Yoona hanya tertawa, memang Chanyeol mempunyai senyum yang menawan dengan gigi putih yang selalu siap dipamerkan.

“Yoona-ah, kudengar nanti akan ada pertandingan basket di sekolah kita. Kau ingin menonton tidak?” tawar Sooyoung. “Kurasa..” .

“Baiklah aku akan menunggumu di sekolah. Jam 3 sore. Tidak boleh telat, ne?” potong Sooyoung cepat.

“Apakah Sehun adalah pemain basket juga?” tanya Yoona sebelum Sooyoung menaiki bus. “Tentu saja, laki-laki itu hebat. Bahkan ia mendekatimu. Datang okay?” Sooyoung memastikan.

“Baiklah,” Yoona menyerah. ‘Tunggu apa yang Sooyoung bilang tadi? Laki-laki itu mendekatiku? Bercanda sekali,’ pikirnya

-&-

Shinyoung High School, Pukul 3 Sore.

 

“Aigo, lama sekali Sooyoungie~” keluhnya. Tiba-tiba sebuah sepeda montor hitam berheti dihadapannya. Saat orang yang duduk dibelakang membuka pelindung kepalanya.

“Sooyoungie?” sontak Yoona terperajat kaget. “Annyeong Yoona-a~” sapa Sooyoung. “Kau dengan siapa? Sejak kapan?” Yoona bertanya panjang lebar. Tetapi sang pengendara membuka helm balap nya. “Sejak 1 hari yang lalu, Yoona-ah.” Jelas Chanyeol.

“Aish~ Jahat sekali kau tidak memberitahuku. Baiklah ayo kita menonton~” ajak Yoona. Sooyoung menghampiri Chanyeol dan memberi isyarat ‘fighting’ . Chanyeol menganguk dan mengusap pelan kepala yeojachingunya itu.

“Kajja~” teriak Sooyoung.

Yoona dan Sooyoung berjalan dengan sesekali bercanda, kadang Yoona menimpali dengan candaan yang membuat Sooyoung terpingkal-pingkal.

“Yoona-ah, kau kenal Sehun sejak kapan?” tanya Sooyoung pelan. Ia takut Yoona marah membahas laki-laki. “Aku tidak berkenalan dengannya,” .

“Benarkah? Bukankah namja itu cocok untukmu?” Sooyoung menatap Yoona. Yoona terdiam ‘Dia cocok untukku?’ . Kurasa Tidak.

“Jangan bercanda, namja itu tidak membuatku tertarik sedikit pun,” .

Sooyoung mengangguk, “Yoona-a, Selama 10 hari ini aku, Chanyeol, Taeyeon, Tiffany, Chen dan Suho akan dikirim ke Amerika. Jadi aku tidak bisa menemanimu.” Ucap Sooyoung sedih.

Yoona terkejut, “Apa? Kau tega meninggalkanku sendirian? Aigo Sooyoungie, aku tidak mempunyai teman untuk ke kantin. Jangan-jangan kau dikirim karena festival musik itu?” tebak Yoona. Sooyoung hanya mengangguk lemah.

“Baiklah, kapan kau berangkat?”

“Nanti malam, jam 12. Kau tidak perlu mengantarku ne.”

Yoona menghela napas, “Baiklah, kalau begitu kita harus bersenang-senang. Kajja !” ajak Yoona bersemangat. Jujur Sooyoung tidak ingin jauh dari sahabatnya ini. Tetapi mau bagaimana? Sooyoung hanya mengehela napas.

-&-

Sehun terdiam, termenung sedari tadi ia mengikuti 2 gadis yang dihadapannya ini. Ia bingung kenapa sekarang ia menjadi seorang stalker dari Im Yoona. Ya, Im Yoona. Gadis yang membuatnya penasaran tentang hal apa pun yang menyangkutnya.

BIP..BIP

Ponselnya bergetar, berarti ada panggilan masuk. “Aishh jinjja, aku jadi tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.” keluhnya.

Di Ponselnya tertera nama, Park Chanyeol.

“Yak! Ini sudah pertandingan. Dimana kau sekarang bodoh?” omel Chanyeol dari seberang. Sehun terdiam, “Ne, aku akan kesana.” .

Sehun berlari menjauh dari arah berlawanan Yoona. Ia harus segera sampai dalam pertandingan. Jika tidak, Chanyeol akan marah. Tidak, bukan hanya Chanyeol, tetapi managaer bahkan anggota klubnya marah.

“Hosh..hosh”

“Kau sudah sampai? 5 menit lagi kau main menggantikan chen.” Titah pelatihnya. Sehun hanya mengangguk cepat.

Ia ingat Sooyoung dan Yoona menonton pertandingan basket. Sehun segera berdiri dan mencari Yoona.

Dimana gadis itu? Kenapa dibangku penonton tidak ada? Dimana dia?

Tiba-tiba matanya menatap sosok yang terdiam, gadis itu terlihat tidak bersemangat sama sekali berbeda dengan gadis yang disampingnya yang berteriak histeris menyebut nama-nama anggota tim basket.

Sehun melihat gadis itu melamun dengan tatapan kosong, ia bahkan mungkin tidak mendengar suara penonton yang menggema. Ia sibuk dengan dunianya sendiri.

Sehun berdiri dan berjalan ke arah murid yang membawa microfone . “Hoobae, apa aku boleh meminjam microfone ini?” Gadis yang berada di depannya itu terdiam dan gugup lalu dengan mudah ia mengangguk sebagai tanda setuju.

“U-un..”

“Yak Sehun-ah ! Kemari ! 1 menit lagi kau akan main bodoh !” potong Chanyeol dengan geram. Sehun memberinya isyarat tanda ‘ok aku akan kesana’ . Chanyeol mengangguk dan pergi.

Sehun menghela napas dan, “Untuk gadis yang duduk dibarisan paling depan dekat kursi juri. Jangan melamun. Jangan melamun, Im Yoona!” ucap Sehun keras.

Para penonton Shinyoung High School seketika menatap Yoona dan Sehun bergantian. Sehun rasa gadis itu akan segera sadar dari lamunannya. Akibat aksi gilanya.

Temannya segera menyadarkan Yoona dari lamunannya, Yoona terdiam dan mencari arah sumber suara itu, dan matanya bertemu dengan mata Sehun.

Gadis itu menatap tajam Sehun, Sehun hanya membalas dengan melambaikan tangan. Para penonton masih memandang mereka secara bergantian. Sehun berjalan santai kearah timnya. —

-&-

 “Yoona-a,” senggol Sooyoung padanya. Gadis itu segera sadar dari lamunannya. “Waeyo?” . “Lihat semua penonton menatapmu, karena laki-laki yang membawa microfone itu,” ucap Sooyoung takut-takut. Seketika Yoona melihat samping, depan belakangnya menatapnya dengan heran. Yoona segera mencari orang yang dimaksud Sooyoung.

Dann..’Goshh dia!’ pikir Yoona. Tatapan gadis itu bertemu dengannya, Oh Sehun. Gadis itu menatap Sehun tajam tapi laki-laki itu malah melambaikan tangan padanya. Dan berlalu pergi.

“Laki-laki itu menyebalkan,” gumannya pelan. Sooyoung menatapnya, “Oh Sehun maksudmu?” . Tidak, Sooyoung mendengarnya. “Ya seperti itulah,” .

“OH SEHUN MELAKUKAN SHOOTING DAN….MASUK! 3 POINT UNTUK SHINYOUNG !” teriak komentator dari kejauhan. Yoona segera berdiri dan melihat, laki-laki itu tersenyum menang akan usahanya. ‘Kenapa dia begitu keren jika penuh keringat dibadannya?’ pikirnya. “Aigo ! Stop berimajinasi Yoona-a!” omelnya. Sooyoung menatapnya bingung.

“OH SEHUN MENDRIBBLE BOLA KEMBALI.. MELAKUKAN LAY UP DAN.. MASUK!” . Yoona kembali bangkit menatap Sehun.

Saat itu tatapannya bertemu dengan Sehun, laki-laki itu tersenyum dan melambaikan tangan.

DEG..DEG…

Perasaannya mulai ada yang ganjil, tak seperti biasanya ia merasa begini. Tunggu apa artinya ini?

Gadis itu segera memalingkan wajahnya , ia tidak ingin Sehun tau perubahan air mukanya. Sooyoung yang melihat perubahan temannya itu segera melihat siapa yang dilihatnya, Oh Sehun.

“Kau memperhatikannya huh?” Sooyoung menyelidik. “Nugu?” Yoona polos. “Oh Sehun,” bisik Sooyoung pelan.

“Aniyo ! Kau aneh sekali, tidak mungkin aku memperhatikannya.” Elak Yoona. “Kelihatannya selama aku di Amerika aku akan melewatkan banyak adegan romantis di sekolah,” sindir Sooyoung. Yoona menatapnya bingung.

Sejujurnya Sooyoung senang, terlihat sekali gadis itu mulai tertarik seseorang.

-&-

 “Bagus kalian hebat sekali ! Kalian bermain dengan baik, pertahankan dan tingkatkan kemampuan kalian ne,” ucap pelatihnya gembira.

“Ne, Seonsaengnim” koor Tim Basket Shinyoung serempak.  “Emm, saem. Saya bisa pulang duluan?” tanya Sehun . Donghae saem hanya mengangguk pelan.

Sehun segera berlari kearah bangku penonton yang mulai sepi, Sehun mencari Yoona. “Dimana gadis itu?” gumannya.

Ia segera berlari menuju depan sekolah. Tapi gadis itu tidak ada. Ah dia lupa, gadis itu biasa ke kedai kopi. Sehun segera menggunakan jaket baseballnya dan menyalakan gas mobilnya dan berlalu pergi.

Sehun turun dari mobilnya dan memasuki kedai kopi itu, “Annyeonghaseyo, anda ingin memesan apa?” tanya seorang pegawai dengan ramah. Sehun tidak peduli, ia mencari gadis itu tetapi tidak ada.

“Juseyo?”

“A-ah ne, vanillate 1 dan capuccino panas 1.” Pesan Sehun. Pegawai itu mengangguk dan berjalan kedapur.

3 menit.

“Juseyo ini pesanan anda, totalnya 2.000 won.” Sehun segera memberikan uangnya dan berjalan keluar kedai kopi.

Sehun segera menaiki mobilnya dan berjalan pelan. Mungkin ia bisa bertemu Yoona.

Tiba-tiba mata Sehun secepat kilat melihat seorang gadis berjalan dengan lemas di depan mobilnya.

“Im Yoona !” teriak Sehun didalam mobil. Ia segera mensejajarkan mobilnya dengan langkah Yoona. Sehun membuka jendela kacanya agar ia bisa berbicara dengan gadis itu.

“Hai,” sapa Sehun. Yoona menengok dan menghela napas, “Ada apa?” ucap Yoona datar. “E-eh karena kau sudah datang untuk menontonku bagaimana jika ku anatar kau pulang?” ajak Sehun.

“Aku mendukung sekolah dan tidak ada niat menontonmu,” Yoona tetap menatap lurus kedepan. Sehu tidak menyerah, “Ayolah kurasa habis ini akan hujan. Jadi aku dengan senang hati memberikan tumpangan untukmu,” Sehun tersenyum lebar. Gadis itu tidak menjawab.

Tiba-tiba setitik air hujan mulai turun, tanpa diaba-aba.Sampai akhirnya hujan datang. Gadis itu hanya menghela napas panjang.

“Baiklah aku akan ikut denganmu,” Yoona memasuki mobil sport Sehun dan duduk dibangku depan.

Sehun tersenyum menang, akhirnya. “Jadi, emm. Ah aku membelikanmu vanillate,” Sehun menyodorkan segelas vanillate untuk Yoona. Yoona berfikir sebentar dan mengambilnya, “Tak perlu takut aku tidak mengisi racun disana.”kekeh Sehun.

Yoona mengangguk, “Gomawo Sehun-ah,” . Sehun tersenyum ramah. Sebenarnya ia merasa hatinya dag dig dug bertatapan terus menerus dengan gadis yang disampingnya ini. Tetapi, ia harus menahannya. Harus

“Yoona-ah?”

“Hm?” Yoona menatap Sehun. “Kau tinggal dimana?”

“Myungsangdong,” jawab Yoona pendek .

“Apa sekarang kita bisa menjadi teman?” tanya Sehun. Yoona tersenyum simpul dan mengangguk, “Mungkin saja,” .   

-&-

 “Ini rumahku, Sehun-ah. Gomawo ne~” ucapnya dengan senyum simpul. Sehun yang melihat perubahan Yoona menjadi salah tingkah. “A-Ah ne, chakkaman Yoona-ah” panggil Sehun. Yoona yang baru akan memasuki pagar rumahnya berhenti berjalan dan memalingkan wajahnya menatap Sehun.

Sehun mendekatinya, namja itu menaruh tangannya diatas kepala Yoona. “Hati-hati, sampai besok lagi,” Sehun mengusap pelan kepala Yoona.

Blush..

Pipi gadis itu merona merah seperti buah cherry yang sudah masak. “Em, ne Sehun-ah.” Yoona berlari menuju kedalam rumahnya dengan cepat. Ia tidak ingin Sehun mengetahui rona merah wajahnya.

Sehun menatap gadis itu dengan senyum cerah. “Good Night My Princess,” gumannya. Laki-laki itu segera memasuki mobil dan berjalan menjauh dari rumah Yoona.

Dibalik tirai rumahnya, gadis itu menatap mobil Sehun yang mulai menjauh dari rumahnya.

“Aish jinjja ! Kenapa bisa pipiku merah seperti ini. Aigoo~” keluhnya. Gadis itu segera menghempaskan tubuhnya dan berimajinasi, “Apa jadinya jika Sooyoung tahu kejadian ini?” .

Gadis itu berpikir hingga akhirnya ia tertidur pulas.

13 responses to “I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 2)

  1. wwwwwaaaahh DAEBAK Thor !!!😀
    Aku suka bnget critanya, gak ngebosenin😉 I Like It (^ ,^)b
    Ahhhh it TBC npa muncul coba, orang Lgi seru”nya -_- Pnasaran sma kLanjutannya >,<
    Next Chap. di tnggu yahhh and jngan Lma'' !!!😀😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s