Time Lost

TL

Author: xianhyuk

Cast:

Wu Yifan | Jung Saerin (OC) | Kyuhyun

Genre:

Sad(?)

Note:

HAI! Setelah lama gak update, aku balik lagi!

“All the times that we passed, you made a mistake.”

 

Author POV

Di suatu ruangan di dalam gedung bertingkat, seorang lelaki sedang memeriksa dan menandatangani setumpukan berkas dengan penerangan yang minim, hanya dengan satu lampu meja belajar.

Never get tired, Kris?” Suara lembut itu menyentuh indra pendengaran Kris yang sangat sensitif. Kris mendengus pelan, dan mengalihkan pandangannya dari setumpuk berkas di depannya dan memandang wanita yang sudah duduk di depannya dengan sebatang coklat yang ada di tangannya. “You scare me,” sahut Kris pelan dan mengalihkan pandangannya lagi. “Oh yeah? Sorry,” sambut Saerin tak peduli dengan wajah Kris yang berkerut. Saerin terus memakan coklatnya yang baru saja datang dari Swiss.

“Ada apa?” Tanya Kris yang sedikit terganggu. Saerin terus menguyah coklatnya. “Ya ya. Hanya ingin tahu, kabarmu?” Kris berdecak pelan. Ia mematikan lampu meja nya dan berdiri untuk menyalakan lampu utama. “Baik,” jawab Kris pendek. Saerin mengangguk. “Hanya itu? Kurasa, kau memiliki seribu cara untuk mengekspresikan dirimu. Satu kata, rasanya tak cukup untukmu.” Kris hanya berharap, kyuhyun segera menjemput makhluk aneh di depannya. “Where’s Kyuhyun?” Tanya Kris kemudian. Ia tahu, sekarang ia sedang gelisah.

Saerin mendelik sedikit, kemudian kembali focus pada coklatnya. “Why? Don’t afraid. Kyuhyun tahu aku di sini.” Kris seketika percaya akan ucapan Saerin. Entah apa yang membuatnya begitu percaya akan wanita yang ada di hadapannya. Kris kembali duduk, dan memandang tumpukan berkas itu kosong. Ia berharap, pertemuannya dengan Saerin adalah mimpi. Ia tidak sanggup, sungguh. Jika dikatakan, bahwa Kris menyatakan ia rindu akan Saerin adalah omong kosong, itu salah. Kris benar-benar merindukan Saerin.

Mungkin Kris sudah terlalu sering menyangkalnya, karena memang itu benar. Ia hanya berpura-pura bahwa ia merasa terganggu akan kehadiran Saerin pada kencannya dengan berkas-berkas di depannya. Padahal, ia sangat senang kehadiran Saerin. Ocehan kecilnya, kegilaannya akan permen kapas ataupun coklat mahal Swiss, membuatnya sulit di lupakan.

Saat ini, Kris sedang memandangi Saerin sambil memangku wajahnya dan terseyum samar. Kris tahu, Saerin sedang bercerita bagaimana ia bertemu dengan teman lamanya saat ia masih tinggal di South Pointe. “… Dia memanggil nama inter ku dan aku memanggilnya juga. Kami berteriak hampir seperti orang gila. Jane memang sahabat ku yang—tunggu dulu. Kau tidak mendengar ceritaku?” Kris mengerjapkan matanya dan menggeleng. “Tidak. I listen to you.”

Saerin mencibir pelan. “Kau lebih aneh dari Kyuhyun,” komentar Saerin. “Apa?” tanya Kris dengan alis terangkat. Saerin beralih ke wastafel di ruangan Kris untuk mencuci tangannya. “Kyuhyun memang jarang menangkap curhatku, tapi ia mengerti da sering memberi komentar yang ingin kudengar.” Kuping Kris terasa panas. Mungkin, ia sama sekali tidak sanggup untuk mendengar pujian Saerin pada Kyuhyun. “Kau pasti bahagia, kan?” tanya Kris berusaha tenang. “Ya, tentu. Kyuhyun baru saja pulang dari Swiss dan membawakan ku se-kardus coklat almond!” Kris hanya mengangguk.

Dalam pikiran Kris, ia memang sedang memikirkan bagaimana bisa Saerin memillih Kyuhyun yang tidak terlalu dekat dengannya sementara Kris adalah teman lelaki yang paling dekat dengannya? Dan, bagaimana bisa, Kyuhyun lebih mengerti Saerin daripada Kris yang sudah bertahun-tahun mengenal Saerin?

How’s UK?” tanya Saerin sambil memainkan beberapa berkas milik Kris. “Mm, good. As always.” Saerin kembali mengangguk. “Kau pergi ke sana tanpa mengucapkan kata selamat tinggal padaku waktu itu. Teman macam apa kau?” canda Saerin sambil tertawa, tapi dianggap serius oleh Kris. “Sorry.” Saerin hanya menggedikan bahunya.

“Tak apa. Yang terpenting, kita masih bisa bertemu.” Kris juga setuju dengan perkataan Saerin. Syukurlah ia masih bisa dipertemukan dengan Saerin. Tiba-tiba, pintu ruangan Kris terbuka, dan Kyuhyun masuk dengan wajah pucat karena terlalu lelah, tapi ia masih tersenyum. “Saerin, still talking?” Saerin menggeleng. “Let’s go home. Aku akan mengambil mobil dulu.” Saerin lalu berlari ke arah Kyuhyun dan memeluknya dari belakang. Kris terbelalak. Hatinya terbakar. “Are you sick? Don’t forget to take a rest,” ucap Saerin sambil memandangi suami tercintanya dan memegang kening Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan menurunkan tangan Saerin. “Ok. Bersiaplah.”

Setelah Kyuhyun turun, Saerin membereskan tasnya, dan bersiap untuk pulang.”Okay, Kris! See you later!” Kris memejamkan matanya. Ia harus mengatakannya. Sesuatu yang sudah lama ditunda selama 7 tahun lamanya sejak kepergiannya. Ia memanggil nama Saerin, untuk menghentikan Saerin. “Saerin!” Saerin berhenti, tapi tidak sempat membalikkan tubuhnya.

Kris menelan ludahnya. “I’ll ask you. Kenapa kau memilih Kyuhyun?” seketika, Saerin membeku di tempat. Matanya terbelalak. Ia masih memegang gagang pintu. Suasana sangat hening, hanya deru napas dari keduanya yang terdengar. “Because, he loves me and I loves him,” jawab Saerin. Hati Kris mencelos. “Tapi kenapa dia? Kau baru kenal dengannya pada saat itu. Sedangkan aku? Aku sudah bertahun-tahun mengenalmu.”

“Karena dia tidak terlambat, Kris.” Kris sekali lagi merasakan adanya anak panah menembus jantungnya. “Karena dia peduli, walaupun jarang mendengar. Karena dia.—“ Saerin berhenti. Ia menarik napas lagi. “Karena dia tidak sepertimu yang menunda-nunda.” Kris kembali terduduk. Ia merasa sudah gagal. “Dan, jika kau tidak terlambat saat itu, aku juga mencintaimu,” ucap Saerin. Kris memijat pelipisnya. “Jika aku tanya ‘Apa kau masih mencintaiku?’ apa yang akan kau jawab?”

Saerin menarik napasnya. Tangannya gemetaran, tubuhnya hampir rubuh. “Time can change people. Like me, I changed, Kris.” Kris tahu, itu adalah kalimat penutup dari semua pertanyaan yang sudah terjawab sekarang. “Goodnight, Wu Yifan.” Suara pintu terjebam, menjadi saksi betapa mirisnya kehidupan cinta Kris.

Kris tahu. Ia terlambat. Terlambat untuk menyatakan. Terlalu pecundang untuk mengakui. Ia tahu, waktu itu telah hilang.

That time is lost. Time when Kris have a chance.

 

-End-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s