My First Love

My First Love by Me (Chanyul ver)

Title : My First Love

Author : Park Hyo Ki

Artworker : Park Hyo Ki

Genre : Friendship,sad,Romance,School-Life

Leght : Ficlet

Main Cast :

Park Chanyeol

Kwon Yuri

Other Cast :

– Byun Baekhyun

– Kim Jongin a.k.a Kai

(See Other in the Story)

Disclaimer :

Holaaaaa,readerssss….. Ketemu lagi ama Author Park hyo ki yang kece and beken ini….*Ditimpuk ama reader pake bola basket* Hari ini Hyo akan kasih FF Chanyul ne… Tapi,Mianhae… Endingnya nanti bukan Chanyul… Tapi,Main Cast lain… -_-… klo mau tahu siapa cast yang akan bersama Yuri nanti… Langsung silakan aja para reader baca FF ini….

Oke deh.. dari pada banya cing-cong author nya.. Mendingan….

HAPPY READING!!!!!

— My First Love —

“In each of my time…

I’m always thinking of you…

no matter the situation is with me…”– Park Chanyeol

—————————————————————————————–

Author POV

Kilasan cahaya bagai tayangan film yang berputar di memori chanyeol yang sedang membayangi seseorang yeoja yang begitu dia sukai.

Tentu saja dia tahu nama serta hal – hal yang berbau tentang yeoja itu…

Bagaimana tidak ?

Ia selalu membuntuti yeoja itu setiap hari…

Tak peduli dengan hal – hal penting atau kebiasaan nya mengikuti ekstrakurikuler basket yang biasa ia lakukan sepulang sekolah…

Persetan dengan itu semua…

Hingga yeoja itu menyadari dan mendapati chanyeol yang sedang mengikuti nya secara diam – diam….

Awalnya, Chanyeol gugup saat mengetahui bahwa yeoja itu menyadari kehadiran nya dan mempersingkat jarak di antara mereka dengan melangkah mendekati chanyeol saat itu…

Sungguh…

Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah kebingungan yeoja itu dan saat yeoja itu melangkah mendekati ia…

Chanyeol tahu yeoja itu pasti akan memarahi ia karena selalu membuntuti yeoja tiap hari dan tanpa henti…

Tapi,Ternyata tidak…

Yeoja itu sama sekali tak memarahinya….

Ia hanya bertanya sebiasanya diucapkan orang – orang yang ingin berkenalan dengan seseorang…

“Siapa kau ?” Tanyanya masih dengan memasang wajah kebingungan.

Itulah yang diucapkan yeoja itu. Tak ada kekesalan di raut wajahnya. Hanya ada wajah kebingungan serta penasaran dengan chanyeol yang kini tepat berada di depannya.

DEG!!

Jantung chanyeol semakin berdegup kencang. Entahlah.. Chanyeol juga tak tahu mengapa itu terjadi.. Apa itu karena yeoja itu sama sekali tak memarahi nya ? Atau mungkin karena alasan yang lain ?

“A.. Aku… Namaku..” Kata chanyeol gugup.

“Ya?” Tanya yeoja itu.

“Namaku… Nama ku Park Chanyeol…” Kata chanyeol menunduk.

“Oh.. Chanyeol-ssi…” kata yeoja itu dengan senyum manis terukir di wajahnya.

“N-ne… oh,iya.. bolehkah.. bolehkan aku mengetahui… namamu ?” tanya chanyeol gugup.

“Ne.. Namaku Kwon Yuri imnida… Kau bisa memanggil ku dengan Yuri saja…” Kata Yuri.

Yuri… Bagaimana bisa chanyeol menanyakan siapa nama  yeoja itu sedangkan sebenarnya chanyeol sudah mengetahui nama nya dari banyak orang.. Oh,Ayolah… Chanyeol hanya ingin memperpanjang waktu bersama nya saja…

“Oh,iya,Chanyeol-ssi… Bagaimana kita pulang bersama saja ? Kurasa arah rumah kita sama.. Dan kurasa pula,Tak baik bagiku untuk pulang sendirian padahal sebenarnya ada seseorang yang lain yang juga pulang dengan arah yang sama dengan ku…” Ajak Yuri.

DEG!!

Sebuah degupan kembali berdegup di jantung chanyeol,Entah karena apa namja itu merasakan degupan yang tak berhenti sedari tadi.Andai saja karena degupan jantung itu, Chanyeol bisa berhenti bernafas… Pasti sudah sedari tadi ia menghembuskan nafas terakhirnya..

Apalagi,Saat yeoja itu mengajak nya untuk pulang bersama… Sungguh… Ada sesuatu perasaan senang yang tercampur aduk dengan perasaan lainnya di dalam hatinya.

“Ne..Kalau itu maumu…” Kata Chanyeol masih dengan rasa gugup.

“Kalau begitu,Kajja kita kembali berjalan….” Kata Yuri lalu membalikkan badan.

“Ne..” Kata chanyeol lalu mengekori yuri di belakang.

Yuri sepertinya menyadari bahwa namja yang bernama chanyeol itu tak berjalan di sampingnya. Apa namja itu merasa gugup berjalan di samping dirinya ? tetapi.. Mengapa harus segugup itu ? Padahal,Bukankah ini hanya jalan bersama saja ? Mengapa namja itu gugup seperti sedang berjalan bersama putri kerajaan saja ?

“hei… Mengapa kau berjalan dengan mengekoriku seperti itu ? Bukankah seharusnya jika pulang bersama kita berjalan secara berdampingan?” Kata Yuri.

— My First Love —

Chanyeol memutar-memutarkan badannya di atas kasur empuknya. Perasaan tak tenang serta gembira dan kecewa tercampur aduk dalam perasaannya saat ini.hah~ Andai saja dirinya mampu mengucapkan satu kata saja sebagai topik pembicaraan… Ia pasti tak kan merutuki waktu yang berlalu begitu cepat sehingga ia hanya mampu pulang bersama yuri tanpa mengucapkan satu kata pun.

Yuri…

Yuri…

Yuri…

Entah kapan nama itu menghilang dari benak dan pikiran nya. Mungkin seratus atau seribu tahun lagi mungkin ? Atau hanya satu bulan atau dua bulan saja ?

Chanyeol sama sekali tak tahu cinta yang ia alami saat ini adalah cinta semu atau memang cinta yang mendalam yang akan turut membawa ia ke dalam hubungan yang lebih jauh lagi.

Yang ia tahu saat ini hanya cinta yang ia berikan untuk yuri adalah cinta yang sangat dalam. Entah itu akan menghilang secara cepat atau dalam jangka waktu yang lama.Chanyeol pun tak peduli dan tak mau memikirkan hal itu lebih dalam lagi.

Hembusan angin lembut begitu mengundang ia memejamkan matanya dan memeluk erat guling nya.Hingga ia tak sadar,Bahwa ia sudah terlelap dan terbawa masuk ke dalam alam mimpi nya.

— My First Love —

Kini sudah hampir dua bulan masa pendekatan chanyeol dengan yeoja yang ia sukai yang bernama Yuri itu. Kini tak ada lagi rasa canggung serta rasa gugup seperti awal mereka berkenalan. Sekarang Chanyeol bahkan bisa bergurau dan melontarkan lelucon yang mampu membuat yuri terbahak.

Sedangkan rasa suka dalam diri chanyeol….

Ya.. Itu semakin mendalam seiring dengan masa pendekatan ia dengan yeoja yang bernama yuri itu. Tapi,Meskipun rasa suka itu semakin mendalam. Ia tak segugup chanyeol pada masa perkenalan dulu. Sudah di bilang kan, Bahwa kini chanyeol bahkan bisa bergurau dan melontarkan lelucon yang mampu membuat yuri terbahak ?

“Yuri-ya… Ayo kita ke kantin…” ajak Chanyeol.

“Chankkaman… Aku masih harus menyelsaikan tugas dari ketua osis ini dulu…” kata Yuri masih sambil menulis data yang di berikan Luhan sang ketua Osis itu.

“Baiklah… Aku akan menunggumu sampai selesai mengerjakan tugas ini,,, Tapi,Mengapa tidak luhan saja sendiri yang mengerjakan semua ini ? Mengapa ia harus menyuruhmu untuk mengerjakan semua ini ?” Tanya Chanyeol.

“anio… Aku tak tahu.. Tapi,Tak apa lah… Daripada aku menjadi anggota osis yang tak berguna.. Mendingan aku membantu ia mengerjakan semua ini…” Kata Yuri lalu tersenyum singkat.

“Tumben sekali kau tiba – tiba jadi rajin begini… Biasanya,kan kau hanya membolos  jika ada rapat osis dan menolak permintaan para osis lainnya jika mereka menyuruhmu membantu mereka mengerjakan data-data yang diberikan luhan…” Kata Chanyeol.

“hei..Aku tidak seburuk pikiran mu itu tahu! Aku kan hanya menolak membantu mereka karena itu adalah tugas yang diberikan oleh luhan kepada mereka masing-masing.. Lagipula,Luhan saja yang ketua osis mau mengerjakan semua tugas tanpa meminta bantuan yang lain.. Tapi,Mengapa anggota osis lainnya meminta bantuan dari yang lainnya? Bukankah itu tidak adil?” Kata Yuri kesal.

Chanyeol mengacak poni yuri pelan lalu tersenyum manis ke arahnya. Entah mengapa chanyeol jadi berpikir bahwa yuri itu……

Mempunyai rasa keadilan yang tinggi di dalam dirinya…

— My First Love —

Pagi cerah kembali disambut oleh murid-murid Kkamdong School itu dengan perasaan yang berbeda-beda. Ada yang masih merasa mengantuk dan merutuki mengapa harus ada harus esok yang mengharuskan ia pergi sekolah,Ada juga yang dengan semangat pergi ke sekolah dan sesekali menyapa beberapa temannya,Ada juga yang dengan murung pergi ke sekolah dan ada juga pula dengan kesal pergi ke sekolah karena peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Chanyeol termasuk ke dalam kategori murid yang kini sedang dengan semangat pergi ke sekolah dan sesekali menyapa beberapa temannya. Memang itulah dirinya biasanya,Bersemangat dan tersenyum manis kepada setiap orang apalagi karena peristiwa kemarin. Hah~ Jika di ingat – ingat lagi, Entah kenapa rasanya ingin segera meledak saja.

FLASHBACK

“Yuri… Sebelum kita pulang bersama.. Maukah kau menemani ku sebentar ke taman dekat sekolah ini ?” Tanya Chanyeol dengan tatapan memohon.

“Mmm… Bagaimana ya…” kata Yuri.

“Jebalyo…” Kata Chanyeol.

“Baiklah… Aku mau…” Kata Yuri lalu tersenyum.

Chanyeol pun segera menarik tangan yuri pelan menuju taman yang ada di dekat sekolah itu.Sesekali ia menunduk kemudian mengangkat kepala nya lagi. Sepertinya,Ada yang ia pikirkan sehingga semburat wajah nya terkadang memerah seperti itu.

Chanyeol menghentikan langkahnya setelah mereka sampai di taman dekat sekolah itu. Dia kemudian melepaskan tarikan tangannya dan membalikkan badan agar bisa berhadapan sejajar dengan posisi yuri sekarang.

Chanyeol menatap dengan tatapan dalam ke arah Yuri yang kini membalasnya dengan tatapan bingung. sebenarnya,Ia ingin mengucapkan kata yang sedari tadi ia ingin ucapkan.. Tapi,Entahlah. Kata-kata itu seakan menggantung  pada kerongkongan nya.

“Yu..Yuri.. Aku…” Kata Chanyeol.

“Ne?’ Balas Yuri.

“Aku.. Aku menyukai…mu…” Kata Chanyeol lalu menunduk.

Sontak mata Yuri membulat dengan sempurna nya. Tapi,Sejenak kemudian, Dia menatap Chanyeol tenang lalu menghembuskan hela nafas panjangnya. Dia tak langsung menjawab pernyataan Chanyeol. Seperti nya ia masih menimbang – nimbang keputusan terlebih dulu.

“Aku… Aku juga…” Kata Yuri

FLASHBACK END

“baekki!!” Panggil Chanyeol saat melihat baekhyun yang sedang melintas di depannya.

Baekhyun yang tadi sedang berjalan kini mulai mendekati chanyeol karena panggilan sahabatnya itu. Sebenarnya,Dia harus buru-buru ke lab kimia untuk mengambil buku yang tertinggal di sana.Tapi,Bagaimana lagi ? Bukankah Chanyeol adalah sahabatnya?

“Mwo ?” Tanya Baekhyun.

“Aku hari ini sangaaaattttt senaaaaanggg sekali… Kau mau tahu kenapa tidak ?” Tanya Chanyeol masih dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“Tentu saja aku mau tahu… Memangnya kenapa kau sangat senang hari ini ?” Tanya Baekhyun.

Chanyeol menunjukkan isyarat melalui tangannya yang menyuruh baekhyun mendekatkan telinga nya agar chanyeol bisa berbisik dan memberitahukan mengapa ia sangat senang hari ini.Dengan berpikir sejenak,Baekhyun menuruti perkataan chanyeol lalu mendekatkan telinga nya ke arah chanyeol.

Chanyeol berbisik sebentar lalu menjauhkan kembali jarak nya dari Baekhyun. Dapat ia lihat kini baekhyun menatapnya dengan tatapan tak percaya. Tapi,Melihat wajah serius chanyeol yang menunjukkan bahwa ia tak berbohong. Ia menghela nafas panjangnya.

“Putuskan ia…” Kata Baekhyun yang berhasil membuat Chanyeol melonjakkan kaget.

“Ke..Kenapa? Kenapa aku harus memutusinya ?” Tanya Chanyeol yang menatap sahabatnya dengan tatapan tak percaya.

“Aku…Aku tak mau kau akan bersedih nantinya… Sungguh..Lebih baik kau menjalin hubungan dengan yeoja lain daripada yeoja yang bernama Yuri itu..Pokoknya hari ini juga.., Putuskan lah ia!” kata Baekhyun lalu memalingkan wajahnya.

“Tapi… Baekki…” Kata Chanyeol.

“SUDAH KUBILANG CEPAT PUTUSKAN IA!! JIKA KAU TAK MAU MEMUTUSKAN DIA.. JANGAN HARAP AKU SUDI BERTEMAN DENGAN MU!!” Gertak Baekhyun lalu melangkah kan kaki nya cepat meninggalkan chanyeol.

Chanyeol terduduk lemas di atas permukaan tanah itu. Hati nya hancur remuk. Dia mengira bahwa Baekhyun akan mendukungnya dalam menjalin hubungan nya dengan yeoja yang teramat dikasihinya. Tapi,Ternyata tidak…

Baekhyun….

.

.

.

-Melarang hubungan nya dengan Yuri…

— My First Love —

Hari berlalu dengan cepatnya.Begitu juga hari demi hari yang dilewati oleh sepasang kekasih itu.Hubungan mereka semakin mendalam.Tawa canda serta riang gembira selalu terlintas di dalam benak mereka.

Tapi,Meskipun begitu… Ada yang masih menggangu di dalam benak insan itu… Chanyeol masih sedih akan baekhyun yang tak mau menggangap keberadaan nya itu lagi.Dia juga tak mengerti dengan sikap Baekhyun yang seperti itu. Apalagi setelah baekhyun yang selalu menjauhi diri nya itu.. Chanyeol sama sekali… tak mengerti…

“Chanyeol-ah….” Panggil Yuri.

“Ne,chagiya?” Tanya Chanyeol.

“Kau kenapa ? Mengapa melamun?” Tanya Yuri.

“Ah~ Aku… Aku tidak apa-apa kok…” Kata Chanyeol lalu tersenyum singkat yang mempertandakan bahwa ia baik – baik saja.

“Jinjjayo? Tapi,wajahmu akhir-akhir ini pucat.. Apa kau yakin kau baik-baik saja?” Kata Yuri.

“Ne,Aku baik-baik saja chagiya…” Kata Chanyeol.

Chanyeol sejenak memeluk Yuri dengan pelan.Sebenarnya,Akhir-akhir ini ia selalu memikirkan baekhyun,sahabat baiknya itu.Tapi… Jika Chanyeol memberitahukan itu pada Yuri… Apa kah Yuri mau mendengarkannya?

“Saranghae,Yuri-ya…” Ucap Chanyeol di dalam pelukannya itu.

“Ne..Nado…” Balas Yuri.

Baekki-ah…

Mengapa kau melarang hubungan ku dengan Yuri?

Kurasa Yuri adalah yeoja yang baik….

Meskipun suatu hari nanti,

dia mungkin…

.

.

.

.

.

-akan meninggalkan ku…..

— My First Love —

Yuri berlari ke arah koridor dengan buru-buru. Barusan saja dia harus menghabisi waktu nya dengan tugas ilmiah yang diberikan Suho songsaengnim itu.Memang sih,soal yang diberikan Suho soengsaengnim itu sangat mudah.. Tetapi,apa mau di kata ? Seharian kemarin Yuri menghabiskan waktu nya dengan bermalas-malasan dan sama sekali tak membaca atau menyentuh buku pelajaran nya itu. Meski ia tahu bahwa esok nya ada tugas yang akan diberikan suho songsaengnim itu.

Dengan masih berlari,Yeoja itu melirik jam tangan putih yang ada di pergelangan tangan kanan nya.Sudah jam 14.30. Sudah sangat terlambat untuk mendatangi Chanyeol dan pulang bersama dia kali ini.Tapi,Itu tidak apa-apa… Bukankah Chanyeol tak pernah memarahi ia meskipun itu adalah kesalahan fatal sekalipun?

Yuri kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan.Tapi,terlambat.. Seseorang namja yang sedang membawa beberapa buku pelajaran bertumpuk kini berjalan pelan di depannya. Sedangkan,Yuri yang masih berlari terburu-buru seakan tak bisa kembali mengonrol laju jalan nya.Dan…

BUKK!!

Kini Yuri terjatuh diatas tanah seiring dengan tumpukan kertas yang kini menghujani ia dari udara.Dapat dilihat yuri juga,Namja yang tadi membawa tumpukan buku itu kini juga terjatuh tepat di depannya. Namja itu merintih kesakitan dan sesekali merutuki seseorang yang menabraknya.Dan entahlah… Itu membuat Yuri seakan ingin tertawa melihat kelakuan namja itu.

“Hei,Kau!! Kalau jalan lihat-lihat dong… Jangan asal menabrak orang seenaknya begitu dong..” Kata namja itu.

“Hei… Kau kira aku saja yang berjalan sambil tidak lihat-lihat? Kau juga kan,Seharusnya kau mengetahui bahwa aku sedang berlari tanpa melihatmu,Seharusnya,kau bisa sedikit menghindar dari ku agar tidak tertabrak…” Balas Yuri.

“Hei..hei… Mengapa jadi aku yang seakan bersalah? Kau tahu kan aku sedang berjalan dengan tumpukan kertas ini ? Mana bisa aku melihat dirimu dan menghindari mu?” Kata namja itu tidak terima.

“Kalau begitu,salahkan saja tumpukan kertas dan buku itu! jangan salahkan aku!” kata Yuri.

‘Akh~ kau benar… Dasar Kertas dan buku bodoh!!!” Kata namja itu lalu menendang sebagian kertas yang terjatuh itu.

Namja itu terus saja merutuki kertas dan buku yang terjatuh itu.Dan entahlah.. Mungkin kini Yuri tak dapat menahan tawa nya melihat kelakuan bodoh namja yang di depannya.

“hahahaha…” tawa Yuri.

“hei..hei.. mengapa kau tertawa?’ Tanya namja itu.

“Karena kau bodoh…” Kata Yuri lalu beranjak berdiri dan merapikan rok nya yang terkena debu itu.

“Mwo?! Apa kau bilang?! Aku bodoh?!” Kata namja itu tidak terima lalu kembali beranjak berdiri seperti yuri.

“haha..tidak..tidak..aku hanya bercanda.. Oh,iya,ngomong-ngomong siapa nama mu ?”Tanya Yuri.

“Namaku kai…Kau ?” Balas kai.

“nama ku yuri..Oh,iya kai-ssi… Mau ku bantu membereskan kertas dan buku yang berserakan ini ?” Tawar Yuri.

— My First Love —

Chanyeol kembali menghela nafas panjangnya.Sudah dua jam dia menunggu yuri keluar dari sekolahnya.Tapi,sedari tadi pula.. Yuri sama sekali tak kunjung keluar dari sekolah itu.Apa yang terjadi ? Apa dia ada tugas tambahan ?

Chanyeol mengusap tengkuk nya itu lalu memalingkan kepala nya ke arah kanan. Sejenak mata nya yang teduh itu membulat seketika. Mulutnya yang semula terkatup rapat kini sedikit terbuka.

“Yu..Yuri…Benarkah itu kau?” Gumam Chanyeol.

Dapat dilihat dari sudut pandang chanyeol,Yuri yang kini sedang berjalan dengan ria nya dengan seseorang namja berkulit tan yang bahkan ia tidak kenal .Siapa dia ? Itulah pertanyaan yang terus saja terdapat di benak chanyeol.

Dengan kesal,Chanyeol melangkahkan kaki nya ke arah dimana yuri dan namja berkulit tan itu berada.Dia sama sekali tak memasang ekspresi marah di raut wajahnya.Ia sengaja menyembunyikan.Dan itu juga karena… Dia tak mau Yuri merasa bersalah padanya.

“Yuri…” Panggil Chanyeol.

Yuri menolehkan kepalanya ke arah chanyeol lalu memasang ekspresi bingung. Wajahnya seakan mengatakan bahwa ia sama sekali tak bersalah akan apapun yang ia lakukan sekarang ini.Dan…..Entahlah.. Wajah ekspresi lugu nan bingung itu… Berangsur-angsur membuat Chanyeol melupakan rasa kesalnya.

Lagipula… meski Yuri sekarang dekat dengan namja berkulit tan yang tak chanyeol kenal itu… Yuri masih tetap menjadi kekasihnya kan?

“Siapa namja itu,Yuri?” Tanya Chanyeol.

“Di..Dia…” Kata Yuri.

“Aku kai..Salam kenal…kau ?”Tanya kai dengan entengnya.

“Aku park chanyeol..Aku-” Kata Chanyeol terputus.

“Kekasih Yuri kan?” Kata Kai.

“Ne..Kau benar… Aku kekasih Yuri…” kata Chanyeol.

“Akh~ Kalau begitu,Aku pergi dulu ya… Aku harus pulang sekarang… Selamat tinggal Yuri… Selamat tinggal ngg…” Kata kai sambil berusaha mengingat nama chanyeol itu.

“chanyeol…” kata Chanyeol.

“Akh~ya… Selamat tinggal ya Chanyeol-ssi…” kata Kai lalu berbalik dan melangkahkan kaki menjauh dari Chanyeol dan Yuri.

Yuri tersenyum singkat dan menatap punggung kai yang kini semakin berangur-angsur hilang itu. Setelah memastikan kai sudah sangat jauh dari mereka,Yuri kemudian menatap Chanyeol singkat lalu berjalan pergi meninggalkan chanyeol yang masih menatap yuri penasaran itu… Entahlah,Seperti nya Yuri…

.

.

.

.

.

-sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.

— My First Love —

Chanyeol berjalan ke kelasnya dengan sedikit menunduk,Hari ini ia merasa tak bersemangat seperti biasanya.Ia juga bahkan mengabaikan beberapa teman nya yang menyapa nya. Apa mungkin karena… Peristiwa kemarin ya ?

“Yeollie….” Panggil seseorang dari belakang chanyeol.

Sontak Chanyeol berbalik dan mendapati baekhyun yang kini berada tepat di belakangnya.Sebenarnya,Dari nada dan panggilan seseorang kepada dirinya itu,Chanyeol sudah tahu bahwa baekhyun lah yang memanggilnya. Bagaimana tidak ? Baekhyun dan Chanyeol sudah bersahabat sejak kecil.. Dan itu juga berarti Chanyeol mengetahui hampir semua tentang baekhyun.

“Baekki ?” Kata Chanyeol.

Baekhyun tampak menunduk dan menghela nafas panjangnya.Raut penuh rasa bersalah terpampang di wajah manis baekhyun.Jemari lentiknya terkatup dan terbuka secara bergantian.Seakan ada sesuatu yang ingin di katakannya.

“Yeollie…Aku…Aku minta maaf karena sudah melarang mu berhubungan dengan yeoja itu.. Sungguh… Aku tidak berniat untuk menyakiti perasaan mu saat itu… Aku..Aku hanya-” Kata baekhyun terputus.

“tidak ingin aku bersedih nantinya?” kata Chanyeol seakan tahu apa yang akan di katakan baekhyun selanjutnya.

Tampak baekhyun yang mengganguk pelan membalas ucapan Chanyeol. Sahabatnya yang satu ini memang tak pernah ingin membuat Chanyeol merasa sedih atau tersakiti meski itu hanya masalah yang sangat kecil.. Dan Chanyeol juga tahu.. Semua yang dilakukan oleh Baekhyun itu… hanya karena Baekhyun sangat teramat mengasihinya…

“kau anak yang baik baekki… Tapi,Kini aku sudah beranjak dewasa… Aku kini sudah bisa membuat keputusan sendiri dan kini aku juga sudah sanggup menerima akibat dari keputusan ku itu… Aku tahu kau hanya ingin aku tidak sedih.. tapi,Kau tak bisa selamanya begitu.. Karena nanti ada suatu saat kita akan berjalan sendiri – sendiri dan membuat keputusan sendiri pula,,,” kata Chanyeol lalu tersenyum singkat ke arah baekhyun.

“tapi… aku ingin selamanya terus bersama yeollie….” kata baekhyun.

Tampak raut kesedihan di dalam wajah manis namja itu. Sungguh.Dia sangat mengasihi sahabatnya itu.Bahkan dia juga berani memberikan apapun termasuk nyawa nya demi sahabatnya itu.Tapi.. Kata-kata sahabat yang sangat dikasihi nya itu… Seakan-akan mengatakan adanya waktu perpisahan yang akan datang diantara mereka.

“Aku tahu..Aku tahu… Aku juga ingin selalu bersama baekki… Tapi,Kita tak tahu kan kapan takdir akan memisahkan kita ? Mungkin saja saat dewasa nanti aku memang akan selalu bersama baekki… Tapi,bagaimana jika ajal sudah menjemputku atau kau terlebih dulu ? Kita tak bisa bersama lagi kan?” kata Chanyeol.

Tetesan air mata baekhyun tergenang dan terjatuh begitu saja dari pelupuk matanya.Andai saja dahulu dia dilahirkan sebagai seseorang perempuan yang ditakdirkan untuk terus hidup bersama Chanyeol.Mungkin.. Ia tak perlu menangis seperti ini.

Chanyeol mengusap kepala baekhyun pelan lalu mengusap pelan air matanya. Ibu jari kedua tangannya menarik pelan bibir kecil baekhyun sehingga terlihat mengukir senyuman.Tentu saja itu ia lakukan agar sahabatnya itu bisa menghentikan tangisnya.Tapi,Dugaan nya salah.Baekhyun… semakin menjatuhkan bulir-bulir air mata nya.

“Aku lebih suka melihat mu tersenyum daripada menangis seperti ini baekki… Lagipula,baekki… Kau juga akan menemukan seseorang yang memang berhak untuk terus hidup bersama mu sampai takdir memisahkan mu dengan orang itu…” Kata Chanyeol.

Bola mata Baekhyun menatap Chanyeol dalam.Tak ada lagi kejahilan atau sesuatu yang dilakukan chanyeol yang membuatnya kesal.Kini Chanyeol sudah bisa bersikap dewasa.Ia kini bersikap lebih bijaksana daripada sikapnya dahulu kepada baekhyun.

Chanyeol kini….

.

.

.

.

.

-sudah berubah….

— My First Love —

Hari demi hari kini sudah berlalu. Tak terasa Chanyeol sudah ke enam bulan nya menjalin hubungannya dengan yuri.Minggu depan yang akan datang juga adalah hari anniversarry chanyeol dan yuri yang akan mempertandakan bahwa mereka sudah menjalin hubungan yang ke tujuh bulannya.

Tapi,Bukanlah itu yang membuat Chanyeol sedari tadi menghebuskan nafas panjangnya.Tapi,melainkan karena namja berkulit tan yang bernama kai itu. Ya,Chanyeol  memang sudah mengetahui nama namja itu dari beberapa hari yang lalu dari baekhyun yang kebetulan sekelas dengan namja bernama kai itu.

“kai…Kai..kai…” Gumam Chanyeol.

Apa bagusnya dari namja itu?

Tak ada yang bagus darinya…

Bukankah jika dibandingkan dengan wajah… Chanyeol lebih tampan daripada namja yang bernama kai itu?

Itulah yang perkataan yang selalu diucapkan chanyeol dalam hatinya jika ia melihat Yuri dan kai kembali bersama dan tidak mengindahkan kehadiran chanyeol diantara mereka.Chanyeol sebenarnya sudah benar-benar kesal dengan sikap Yuri yang seperti itu. Apalagi setelah Yuri yang akhir-akhir ini seakan mengabaikan sms atau panggilan darinya.

Jam kini sudah menunjukan jam 13.00 KST di jam tangan hitam miliknya itu. Biasanya Yuri sudah keluar dari kelasnya saat ini dan mendatangi tempat dimana chanyeol biasa menunggui dirinya pulang sekolah.Tapi,Kini… Yuri sama sekali belum mendatangi nya juga.

Chanyeol memutar-memutarkan handphone layar sentuhnya dengan pelan berusaha untuk menghilangkan kebosanan dari menunggu yeojachingunya itu. Ini memang bukan pertama kalinya Chanyeol menunggu Yuri dengan lamanya. Tapi,Bukankah pagi tadi Yuri sudah berjanji pada Chanyeol bahwa ia akan tidak membuat chanyeol menunggu sangat lama ? Tapi,Kini dimana Yuri?

“hahahaha…kau bisa saja kai…”

Tawa dan suara khas yang sudah chanyeol hapal itu membuat chanyeol membalikkan badannya.Dari kaca transparan yang berada di ruangan dimana chanyeol biasa melihat yuri itu,Dapat didapati oleh chanyeol sosok yuri itu.

Yuri yang kini tertawa dengan riangnya bersama kai yang berada tepat di sampingnya.Di sela tawa canda itu,terdapat genggaman erat yang mengikat kedua tangan dua insan itu.Chanyeol mengepalkan tangannya keras.Amarah bercampur kekesalan ingin ia ledakkan sekarang juga.Tetapi,bagaimana lagi ? Chanyeol bukanlah tipe seseorang yang dapat dengan mudahnya marah apalagi marah dengan seseorang yang teramat sangat dicintainya itu.

Yuri yang masih tak menyadari keberadaan chanyeol tampak melepaskan genggaman itu dan merogoh tas ranselnya.Dia mengambil handphone layar sentuhnya lalu mengetik suatu pesan dengan jemari tangannya.Setelah selesai,Ia kembali memasukkan handphone nya kedalam tas ransel nya dan kembali berjalan dengan genggaman seperti semula. Tanpa menyadari bahwa Chanyeol menatap mereka dengan naas.

“Ajikkkaji neoui moseup girigiri choreuseureumhan jansangeuro nama flash back” dering handphone chanyeol yang menandakan adanya pesan masuk.

Chanyeol menatap handphone layar sentuh nya yang memang sedari tadi ada di genggamannya.Matanya yang sedari tadi sendu kini sedikit berubah kaget. Yeoja itu… ternyata yang mengiriminya pesan.

Yuri send a message….

Chanyeol menekan tanda Accept yang berada di sebelah kanan di handphone layar sentuhnya itu. Dengan sekejap saja,Layar handpne sentuhnya kini menunjukkan isi pesan yang dikirim yuri tersebut,

—————————————————————————————-

From : My Lovely Yuri

To : Park Chanyeol

Chanyeol-ah… Mianhae aku tak bisa pulang bersama mu hari ini… hari ini aku akan pergi ke rumah sooyoung bersama yoona dan seohyun. Mianhae ne.

Yuri

——————————————————————————————

hah ? Bersama Yoona dan seohyun ? Bukankah jelas-jelas tadi dirinya baru saja melihat Yuri berjalan pergi bersama Kai ? Lalu mengapa Yuri berkata bahwa ia akan pergi bersama yoona dan seohyun?

Apakah ini berarti…..

.

.

.

.

.

.

.

– Yuri sedang berbohong dengan nya ?

Tapi,mengapa begitu ?

Bukannya Yuri juga memiliki perasaan cinta yang dalam sama  seperti chanyeol dan tak akan mungkin membohongi chanyeol ?

lalu…

Mengapa sekarang yuri berbohong pada chanyeol ?

Apa sebenarnya yuri itu….

.

.

.

.

– tak memiliki perasaan yang sama dengan chanyeol?

Dengan berlari,Chanyeol keluar dari ruangan itu dan berlari menyusuri koridor sekolahnya itu.Sepertinya,Yuri dan kai barusan saja lewat sini.Tapi dimana mereka ?

Chanyeol menghentikan lari nya dan melangkah dengan pelan menyusuri taman yang ada di dekat koridor sekolah itu.Chanyeol melirik ke kanan dan kiri berusaha mencari kedua insan itu.Dan..

Bingo!

Kini Chanyeol dapat menemukan kedua sosok itu.Sepertinya Yuri dan kai sedang mengobrol bersama di kursi taman ini..Tapi…

Cup!

Sebuah kecupan singkat dari kai ke bibir yuri membuat yuri menunjukkan rona merahnya.Chanyeol mengepalkan tangannya lalu dengan berani mendekati kedua insan itu.Tapi,mereka dengan santainya…. hanya menatap datar ke arah datangnya chanyeol.

“Yuri…” Panggil chanyeol.

“ternyata pada akhirnya kau juga mengetahui hal ini juga ya,chanyeol-ssi…” Kata Yuri lalu memalingkan pandangan nya,

Sebuah kata formal berupa -ssi yang sekarang menjadi panggilan yuri kepada chanyeol.Tak ada akhiran kata -ah atau yang lainnya yang ditujukan kepada Chanyeol,Seakan-akan yuri sudah melupakan kenangan manisnya itu pada chanyeol.

“Yuri..Ap-apa… maksud nya dari semua ini?” Tanya Chanyeol.

“Kau masih belum mengerti juga ? kau ini bodoh atau apa ? Aku kini sedang menduakanmu.. karena kau juga sudah tahu,Pergilah… Jangan ada lagi di dalam hidupku,.,” Kata Yuri masih tanpa menatap ke arah chanyeol.

“Ta..Tapi,Yuri..Aku mencintaimu… Saranghae,Yuri-ya…” kata Chanyeol dengan wajah penuh harap.

Sungguh.kali ini Chanyeol bena-benar mengharapkan ini semua hanya mimpi belaka.Dia sangat-sangat teramat berharap bahwa kejadian kali ini bukanlah kenyataan.Dia sungguh berharap ini hanya mimpi.Dimana sebentar lagi dia akan bangun dari mimpi nya dan mendapati Yuri masih ada di sisinya.

“TAPI,AKU SUDAH TAK MENCINTAIMU LAGI,PARK CHANYEOL! KUMOHON! ENYAHLAH SEKARANG JUGA DARI HIDUPKU!” Gertak Yuri.

Sebulir tetesan air mata kini mulai jatuh di pelupuk mata chanyeol.Dengan langkah berat,Chanyeol membalikkan badannya.Dia berjalan dengan menunduk… Meninggalkan kedua insan itu sendiri.

Epilog

Gertakan gadis itu, bahwa semua telah berakhir, masih terngiang di otaknya. Dengan tatapan kosong, malam itu Chanyeol terus melangkah pelan di jalan panjang tanpa tahu arah.

Mengapa harus begini ?

Apa salah ku ?

Apa aku pernah menyakiti mu ?

Apa yang membuatmu lebih memilih namja itu daripadaku ?

Apa yang membedakan ku dengan namja itu?

Apa….

Itulah gumaman yang sedari tadi namja itu ucapkan di dalam benaknya.Rasa sakit masih dia rasakan sedari tadi.Tangisan serta isakan sudah ia ledakkan.Tapi, rasa sakit hati yang teramat dalam ini…. Tak kunjung menghilang juga,,,

Kini Dia berjalan menyebrangi sebuah jalan raya yang kini semakin sepi oleh kehadiran beberapa mobil yang biasanya melewati jalan itu.Tatapannya masih kosong sedari tadi.Matanya yang semula putih kini memerah akibat tangisannya yang tak kunjung berhenti sedari tadi.

Tapi,kini perhatiannya teralihkan oleh nyala lampu dan bunyi klakson truk yang melaju dari sisi kirinya yang semakin mendekat. Kakinya tidak mampu bergerak. Air matanya tumpah dan membiarkan dirinya….

.

.

.

.

.

.

.

-terhempas jauh……………

THE END

Disclaimer :

Wuaaaaa…. Reader… Akhirnya Author hyo dapat menyelsaikan nih FF gaje !! wakawakawakak……

Gimana Reader apa penuh dengan kegajean ?

Atau penuh dengan Typo ?

Oh,iya..

Ngomong-ngomong nih epilog…

Hyo ambil sebagian dari [Game} EXO – Heart Attack 

tapi,Kalau keseluruhan cerita ini (Kecuali epilog) itu semua dari OTAK AUTHOR SENDIRI!!!

Author gak plagiat dari mana pun…

Udah deh.. Daripada banyak bacot.. Author pergi dulu ya *Menghilang pake teleportasi kai* bye….

4 responses to “My First Love

  1. Huaa>< Chanyeol-ah, kau sama aku aja! Baekhyun juga! nyiehehehe :3 nyesek jadi chanyeol, FF Daebak^^
    Keep Writing ne?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s