Let You Go (Ficlet)

Let You go

Author : Park Hyo Ki

Title ; Let You Go

Inspired by : Xi Luhan – I will let you go (Music)

Genre : Romance,Sad,Friendship,School-life

Leght : Oneshoot

Main Cast :

– Xi Luhan

– Kwon Yuri

Other Cast :

– Park Chanyeol

– Kim Jongin (Kai)

– Oh Sehun

Disclaimer :

Hiaaaa!!!! Ketemu lagi ama Author kece beken ini >_< (Ngarep)
Waah… Reader… Mianhae ne dah lama banget aku gak nge post FF dan baru bulan ini bisa nge publish FF lagi…Sebenernya,Author ini pengen nge publish banyak FF di bulan september itu ._. …. Tapi,Karena adanya UTS yang menyerbu (?) waktu author.. Jadi,Agak sulit deh ngambil  waktu ( Reader : ngambil waktu ? Lu kira ini benda apa bisa di ambil?)  untuk menulis FF…

Udahlah dari pada banyak cing cong (?)..
mendingan…

Happy reading!!!!

— Let You go —

Xi Luhan POV

Aku duduk di sebuah cafe bersamanya.Ya.. Cafe inilah yang selalu kudatangi bersamanya.

Kutatapi wajahnya yang rupawan itu yang kini tengah menyesap cappuccino nya dengan bibir mungilnya.Lekukan wajahnya,hidungnya yang mancung,pipinya yang tirus,bibirnya yang merah nan mungil.. Semuanya… benar – benar sempurna….

Entah dewi keberuntungan apa yang datang padaku saat itu.Entahlah.. Sampai saat ini aku juga masih bingung.Bagaimana bisa dia menerima cinta ku yang sebenarnya selalu mengikutinya diam – diam bagai seorang stalker yang mengikuti dengan tujuan yang satu…

Ya..

Tentu saja agar bisa mengetahui lebih jauh orang yang diikutinya…

Dan begitu pulalah aku….

Aku yang selalu melihatnya dari kejauhan..

Memandangi dirinya diam – diam….

Hanya sekedar…

Melihat senyumnya…

Tawa nya…

dan wajahnya yang ceria…

hah~ mungkin aku sedang gila saat itu….

.

.

.

“Oppa…” Katanya memanggilku.

“Ne?” Jawabku.

“Oppa kenapa ? Mengapa oppa menatapi ku seperti itu ? Apakah aku telah berbuat sesuatu yang salah pada Oppa?” Tanyanya dengan wajah polosnya.

Aigoo~ demi apapun di dunia ini… Bagaimana bisa ia berkata seperti itu ? Sungguh… Dari awal hubungan sampai sekarang pun ia tak pernah berbuat salah padaku..

Justru itu malah sebaliknya…

Aku lah yang sangat suka berbuat salah kepadanya…

Dimulai dari membatalkan janji temu ku dengannya,Memarahi nya apabila dia lama datang saat ingin pulang bersama,Memaksa ia tuk terlalu dekat dengan namja lain selain diriku..

Dan sekarang…

Ia berkata apakah ia bersalah padaku?

Omo~

Sekali lagi…

Demi apapun di dunia ini…

Ia SAMA SEKALI TIDAK PERNAH berbuat salah padaku….

.

.

“Oppa ? Oppa kenapa? Mengapa melamun ?” Tanya nya sembari melambaikan tangan kanan nya di wajahku.

“Akh~ Mianhae..” Kataku terbuyar dari lamunan ku.

“Oppa..Jebalyo… Katakan padaku.. Apa yang sedang oppa pikirkan ? Apa ada orang yang membuat oppa sedih ? Akh~ Atau mungkin aku telah membuat kesalahan pada oppa ? ” Tanyanya bertubi-tubi.

“Aniyo… tak ada yang membuat oppa merasa sedih.. Kau juga tidak melakukan kesalahan apapun pada oppa… ” Kataku sembari memainkan ujung rambutnya.

“Jinjjayo ? Lalu… Mengapa oppa melamun?” Tanyanya.

“Akh~ Itu tadi… Oppa hanya berpikir… Bagaimana bisa yeoja cantik nan sempurna sepertimu…bisa…menerima cinta oppa yang notabene hanya sese-” kataku terputus.

Dia menaruh jari telunjuk nya di bibirku… Seolah menyuruhku tuk tak melanjutkan perkataan ku lagi.

” Oppa… Bukankah aku pernah mengatakan pada oppa tuk tak bertanya seperti itu lagi ? Tapi… Mengapa oppa malah bertanya seperti itu lagi ? Oppa memang tak percaya akan perkataan ku bahwa aku menerima cinta oppa tulus dan tak memandang status oppa saat ini?” Tanyanya seolah memojokkan ku.

“Mianhae… Oppa telah berkata seperti itu… Tapi..Tapi, kau tahu kan oppa hanya namja miskin yatim piatu yang bisa bersekolah di sekolah elit sekarang ini hanya karena dari beasiswa saja… Dan,dirimu… apakah kau benar tak peduli akan statusku yang se-” kataku kembali terputus.

Dia kembali menruh telunjuk mungil nya di bibirku seolah menyuruh ku tuk berhenti berbicara.

Dapat kulihat dia mengganguk kepala pelan lalu mengecup bibir ku singkat.

Ya…

Yuri…

Aku…

Percaya akan perkataan mu…

Meski…

Kurasa itu hanya

.

.

.

.

– kebohongan belaka….

— Let You go —

.

.

.

Hanjimyong School

“Yuri…Bisa kau ikut aku sebentar ? Aku ingin mendiskusikan sesuatu padamu…” kata chanyeol yang seorang sekretaris osis.

“Baiklah…” Jawab Yuri.

Mereka berjalan berdua meninggalkan ruang kelas.Di sela kepergian mereka, Dapat kulihat genggaman chanyeol yang menggengam tangan yuri dengan erat. Hah~ Sebenarnya ada apa dengan mereka ? Mengapa mereka terlihat sangat akrab akhir-akhir ini ? Bahkan,Yuri yang biasanya enggan digenggam tangan nya oleh namja selain diriku saja… Memperbolehkan Chanyeol menggengam erat tangannya.. Sebenarnya,mereka ada hubungan apa,sih ?

” Jangan memasang wajah cemburu seperti itu… Mereka hanya mendiskusikan rencana – rencana persiapan perlombaan untuk minggu depan kok… ” Kata Sehun menepuk pundakku.

“Mwo? Perlombaan ? Perlombaan apa ? ” tanyaku antusias.

“Kau tidak tahu ? Sekolah kita kan ingin membuat perlombaan serta pesta kembang api dalam rangka ulang tahun sekolah kita nanti…” kata sehun lalu kembali melahap sandwich dagingnya.

“Benarkah ? Mengapa aku tidak tahu tentang itu ? Memangnya kau tahu darimana ada perlombaan dan pesta kembang api di sekolah ini ?” Tanya ku.

“Hee~ kau lupa ya ? Aku ini kan Oh Sehun si namja serba tahu… mana mungkin tak tahu berita seperti itu…” Kata sehun membanggakan dirinya.

“Ah~ Jangan dengarkan dia Luhan…Dia kan hanya namja pemakan apapun yang entah mengapa bisa tetap berkutat dengan badannya yang kurus seperti itu… lagipula,Berita tentang rencana perlombaan dan pesta kembang api dalam rangka ulang tahun sekolah memang sudah tersebar dimana – mana kok…” Kata Jongin atau yang biasa dipanggil Kai itu.

“Hee~ Apa kau bilang?! Pemakan apapun? Asal kau tahu ya… Aku ini sarapan hanya memakan tiga roti sandwich danging… Kalau siang hari hanya 4 ddabokki… Dan malam hari hanya dua janjangmyeon… Bagaimana bisa hanya dengan memakan makanan sesedikit itu kau bilang aku pemakan apapun?! ” kata sehun tidak terima.

Aku dan kai menghela nafas panjang dan secara serempak kami pun berkata,

“ITU SAMA SAJA,BODOH!”

— Let You Go —

.

.

.

Aku merogoh saku celana ku karena merasa adanya getar dari handphone ku… Sepertinya ada pesan…

———————————————————————————–

From : My Sweet Love Yuri

To : Adorable Xi Luhan

Oppa.. Mianhae…

Mungkin hari ini aku tak bisa pulang bersama oppa seperti biasa… Hari ini aku,Chanyeol dan anggota osis lainnya mesti kembali berdiskusi di rumah chanyeol…

Kuharap kau mengerti Oppa…

Love You,

Yuri

———————————————————————————–

Aku menatap SMS Yuri sesaat.Lagi-lagi ia meminta maaf karena tidak bisa pulang dengan ku seperti biasanya…. Hah~ Sebenarnya ada apa dengannya ? padahal dia tak pernah tak bisa pulang bersama denganku meski itu ada urusan penting sekali pun…. Tapi,Sekarang,Mengapa ia lebih memilih berdiskusi di rumah Chanyeol daripada pulang bersama ku?

“Kuharap kau mengerti,Oppa…”

Tulisan itu kembali terbaca olehku.. Akh~ namja bodoh apa aku ini ? Yuri sedang dalam hal penting saat ini..Mengapa aku malah kesal karena ia lebih memilih berdiskusi di rumah Chanyeol bersama anggota osis lainnya ? Seharusnya aku bisa mengerti saat keadaan Yuri saat ini…

Tapi…..

Mengapa tiba – tiba dadaku terasa sedak ?

Seolah – olah akan ada kejadian buruk yang akan menimpa Yuri…

Apa jangan – jangan…

Yuri…..

.

.

Aku menggeleng kepala ku pelan berusaha menyingkirkan pikiran aneh di benakku.Akh~ Pikir apa sih aku ini ?

Chanyeol kan pasti…

.

.

.

.

.

– akan melindungi Yuri….

Aku pun kembali berjalan menyusuri lorong sekolah…

Ya…

Yuri pasti…

.

.

.

.

.

-Aman di tangan Chanyeol…

— Let You Go —

.

.

.

Hanjimyong Svhool

Aku memasuki kelas dengan semangat menggebu – gebu.Aigoo~ Sungguh,,, Aku tak sabar melihat kembali wajah Yuri saat ini… Entahlah.. Mungkin, Karena Yuri tak bisa pulang bersama ku kemarin..Aku jadi merasa sangat rindu dengannya.

Aku memasuki kelas dengan senyum terukir di wajah ku. Sesekali aku juga menyapa beberapa teman dekatku..

Tapi,Ada yang aneh…

Mereka…

Mereka membalas sapaan ku dengan tatapan dan senyum sendu ke arah ku…

Apa…

Apa yang terjadi ?

Aneh sekali….

” Sehun ! Kai ! Pagi,…” Sapa ku.

Dapat kulihat wajah mereka yang tersentak kaget mendengar sapaan ku. Tapi,Sejenak kemudian,tatapan mereka berubah menjadi seperti tatapan lainnya…

Tatapan yang disertai senyuman sendu..

Sebenarnya,Ada apa sih ?

Apa maksud tatapan itu?

Ku taruh tas ku di kursi dan mendudukkan diriku di situ. Aku mengalihkan pandangan ku ke arah kursi yang biasa ditempati oleh Yuri…

Aku terpaku sesaat…

Aneh…

tempat duduk itu….

Entah kenapa

.

.

.

.

.

– Kosong…..

Sebenarnya apa yang terjadi ?

Kemana Yuri ?

Mengapa yuri yang biasanya datang lebih pagi dari yang lainnya…

kini tidak ada?

Kemana Yuri ?

“Luhan..” Panggil kai dan sehun yang kini duduk tepat di depan ku.

“Akh ~ ne ?” kataku.

“gwenchana ?” Tanya sehun masih dengan tatapan sendu,

“tentu saja aku baik – baik saja… Memangnya kenapa ? Apa wajahku terlihat pucat ?” Tanyaku.

hening….

Mereka sama sekali tak menjawab perkataan ku.. Mereka hanya menatap ku dengan tatapan bingung. Seolah tatatapan itu berkata -apa-kau-benar-benar-tidak-apa-apa-?-

Merasa rasa penasaran ku pada kursi yuri yang mendadak kosong. Aku kembali memulai pembicaraan.

“Oh,iya… Apa kalian tahu kemana Yuri pergi ? Tak biasanya Yuri belum  datang ..” tanyaku,

— Let You go —

Aku memasuki kelas Chanyeol yang berada di lantai atas dengan kesal.

Namja itu…

Bisa – bisanya dia membuat Yuri seperti itu…

Kembali teringat olehku perkataan Sehun dan kai yang membuat ku terlonjak kaget mendengarnya..

.

.

“hah ? Kau belum tahu apa yang terjadi pada Yuri ? Kukira kau sudah tahu hal itu… Berita itu kan sudah tersebar di sekolah kita… ” kata Kai dan Sehun serempak.

“Memangnya apa yang terjadi ? Ayolah~ Ceritakan padaku….” Kataku memohon.

“Baiklah…Baiklah… Sebenarnya,Yuri itu….”

.

.

.

“Dimana Chanyeol ?! ” Bentakku.

Dapat kulihat chanyeol yang mendatangiku dengan tatapan dan senyum meremehkan..Namja ini…

BUG!!!

Kulayangkan pukulan di wajah mulusnya itu.Dia sama sekali tak membalaskan pukulan ku dan hanya menatapku sinis..

Namja itu…

Dia sudah membuat Yuri seperti itu dan masih bisa tenang – tenang saja ?!

.

.

.

.

“yuri itu sebenarnya hanya terjebak dalam perangkap chanyeol saja… Dan apa kau tahu ? Sebenarnya ucapan Chanyeol bahwa dia mengajak Yuri untuk berdiskusi bersama anggota osis lainnya itu hanya kebohongan yang dibuat-buat saja… Kau tahu kan sebenarnya Chanyeol mempunyai perasaan khusus pada Yuri ?” Kata Kai.

“Ne benar… Dan saat itu… Setelah ia dan Yuri sampai ke rumah Chanyeol… Ia mengungkapkan perasaan nya pada Yuri… Tapi,Sayangnya Yuri menolah Chanyeol karena sekarang ini ia masib mempunya hubungan denganmu…” Sambung sehun.

Aku tersenyum bangga.Entah kenapa,Aku mulai mempercayai perkataan Yuri bahwa ia mencintaiku apa adanya…

“Tapi…” Kata Sehun melanjutkan.

.

.

.

.

BUG!!!

BUG!!!

Aku kembali melayangkan pukulan di wajah Chanyeol yang kini berwarna keunguan. Tak tahan… Aku pun melayangkan pukulan tepat di perutnya..

Dan..

BUG!!!

Darah segar keluar dari mulutnya.Aku tersenyum penuh kemenangan.

namja ini…

Aku harus melayangkan kembali pukulan di wajahnya itu !

tapi….

Sebuah tangan menahan pukulan ku….

.

.

.

.

“Tapi,karena chanyeol merasa patah hati ditolak oleh Yuri… Dia pun langsung berusaha memperkosa Yuri…” Ucap Sehun.

“MWO?!” Pekikku.

“Heh… Jangan berteriak seperti itu,,, Kau membuat telinga ku pengang… Lagipula, Niat chanyeol waktu itu tak berhasil kok!” Kata sehun membuatku menghela nafas lega.

“Lalu dimana Yuri sekarang?” Tanya ku.

.

.

.

.

“Kumohon… Jangan membuat keributan di sini.. Ini masih lingkup sekolah ” Kata Kris.

“APA MAKSUDMU? DIA ITU SU-” Kataku terputus.

“Aku tahu bagamana perasaanmu… Tetapi,Bukankah sekarang lebih baik kau pergi ke tempat Yuri?” kata Kris.

Aku menghela nafas panjangku dan menatap namja itu sesaat,

“Kau benar kris hyung…”

— Let You Go —

.

.

.

Aku berlari memasuki sebuah kamar ICU dengan langkah cepat.Ku dorong pintu masuk ICU itu sesaat lalu melangkah mendekati satu-satunya ranjang yang ditempati di sana…

Aku menduduki kursi di dekat ranjang itu dan menatapi wajah mungkil yang kini terbaring lemah itu…

Wajahnya kini pucat…

Tak ada senyum terukir seperti dulu….

.

.

Yuri-ya…..

Andai saat itu…

Aku melarangmu pergi…

Kau pasti….

tak akan seperti ini….

.

.

.

.

“hah~ sudah kuduga kau juga belum tahu dimana yuri berada… Yuri sekarang ada di rumah sakit Ddamjong…. Sepertinya kecelakaan itu membuat ia sakit parah..” Kata kai.

“hah ? Kecelakaan ? Maksudnya?” Tanyaku.

“Ya… Yuri itu saat melarikan diri dari rumah chanyeol… Ia tertabrak sebuah truk yang saat itu sedang melaju cepat… Sepertinya,saat itu ia sedang buru-buru ke rumah mu… Tetapi,karena tidak melihat ke sekeliling… Ia tetabrak truk itu begitu saja…” Ucap kai.

.

.

.

.

Aku menggengam tangan nya erat.Tangannya yang biasa terasa hangat,Kini terasa dingin…

Ya,Tuhan….

Kumohon….

Jangan ambil Yuri dari sisiku….

Tak terasa aku meneteskan setitik air mata dari pelupuk mataku…Dan saat itu pula,Kurasakan sentuhan pelan dari tangan yuri yang kini mulai bergerak pelan mengelus tanganku.

“Yu..Yuri? Ka…Kau sudah bangun?” Tanya ku.

“Ne,Oppa…” Katanya dengan senyum yang menghiasi wajah pucatnya.

“Tapi,Oppa…Aku…” lanjut Yuri.

“Ta..Tapi apa Yuri?” Tanyaku.

Dapat kulihat ia mengangkat tangannya pelan lalu menunjuk tembok putih yang kini berada di depannya.Sontak aku mengikuti arah tembok yang ditunjuki oleh Yuri….Sebenarnya… Apa maksudnya?

“A..Ada apa Yuri? Mengapa kau menunjuk tembok putih itu?” Tanya ku.

“hah? Oppa memang tidak melihat orang itu?” Tanya nya.

“Orang apa Yuri? Aku… Aku tidak mengerti maksudmu..” Tanyaku heran.

“Itu disana…. Ada dua orang berpakaian jubah putih di sana… Memangnya oppa tidak melihat nya?” Tanya nya.

Aku menatap yuri heran dan kembali menatap tembok putih itu… Tapi,Sungguh… Tak ada apa pun di sana…

“Mereka menyuruhku untuk ikut bersama mereka…Tapi,Sebelum itu… Aku ingin meminta persetujuan oppa dulu.. Apakah aku boleh pergi bersama mereka atau tidak?” Tanya nya.

Aku mengernyit heran sembari memandang yuri yang terlihat serius dalam pengucapannya kepadaku tadi.Tapi,Sungguh… Aku sama sekali tak mengerti ucapannya….Apa jangan-jangan itu halusinasi yuri saat ini ya? Mungkin itu adalah efek dari kecelakaan yang baru ia alami….

Berarti,kalau itu memang benar adalah efek dari kecelakaannya… Aku harus bisa memaklumi setiap halusinasi nya sekaligus….

menjawab…

.

.

“Iya”  bukan ?

Aku kembali menatap yuri yang kini tengah menatap ku dengan tatapan dalam.Sepertinya,Ia sama sekali tak mengarang ucapannya barusan.Ia juga terus menatap ku lurus seolah masih menanti jawaban ku….

“Iya,Yuri… Kau boleh pergi mengikuti mereka…” Ucapku lalu tersenyum manis.

Dapat kulihat,Senyum manis yuri yang seakan membalas ucapan ku barusan. Dan tanpa menyadari apa akibat dari perkataan ku tadi… Aku membalas senyuman nya dengan senyum yang tersungging di wajah ku.

“Kalau begitu,Oppa….Se…lamat… Ting…gal…” ucap Yuri lalu memejamkan kelopak mata nya.

“TTTTTTTIIIIIIIIIIIIITTTTTT,,,,,,,,,,,” Suara penghitung detak jantung sembari menunjukkan gambar lurus.

Hah?!

Apa…

Apa jangan-jangan…

Perkataan yuri tadi sebanarnya…

.

.

.

Aku yang tersadar akan situasi barusan segera menepuk pelan pipi yuri yang kini terasa dingin itu…

Tapi,Sayang…

Tak ada lagi tatapan yang semula sempat kulihat…

Tak ada lagi senyum polos seperti biasanya….

Dan,Juga…

Tidak ada lagi….

.

.

.

.

.

-Diri Yuri…….

“YU…YURI….YURI!!!! TIDAAAAAKKKK!!!!!!” Pekikku.

.

.

.

.

Epilog

Aku menatap makam yuri yang di depan ku saat ini… Semua sudah pergi dari tempat ini… Teman teman sekolah serta keluarga Yuri juga sudah kembali ke rumah nya…

Dan,.

Chanyeol…

Ya.. Namja itu juga sempat datang ke sini..Dan karena paksaan kris,Ia pun meminta maaf atas perilaku nya itu kepada Yuri ke appa dan eomma yuri.Awalnya, mereka ingin memaki dan memarahi chanyeol.Tetapi, setelah melihat namja itu menitikkan air matanya,Orangtua yuri tak sampai hati memaki dan memarahi chanyeol.

“Hah…” ela nafas ku.

Aku mengelus batu nisan yuri dengan pelan..Senyum sendu menghiasi wajah ku.. Sudah dua jam aku disini dan entahlah… Aku tak bosan-bosannya menatapi batu nisan ini…

“Luhannie…” Panggil seseorang dari belakangku.

Aku membalikkan tubuh ku dan mendapati kai dan sehun yang menatapku dengan sendu… Seolah tatapan itu mengatakan bahwa mereka juga turut berduka cita akan kematian yuri sekarang ini…

“Kai…Sehunnie…Ka..Kalian… masih disini?” Tanyaku.

“Tentu saja kami masih disini… Mana mungkin kami membiarkan sahabat kami terlarut dalam kesedihan seorang diri…” Kata kai.

“Luhan hyung… Kajja kita kembali ke rumah… Kurasa Yuri noona akan sedih jika hyung masih terus menatapi batu nisannya disini..” Kata sehun.

“Ya,, kau benar sehun…..

.

.

-Ayo kita pulang…”

.

.

.

Aku selalu duduk di sudut kafe
Tidak ada seorang pun menyadari bahwa aku masih merasa marah
Sebenarnya, saya sudah lupa bagaimana mengatakannya
Tidak peduli seberapa enggan Aku mungkin
Kau masih tersisa.

Aku masih tidak mau mengakui kenyataan ini
Bagaimana bisa menjadi seperti ini?
Tidak ada yang tersisa
Aku benar-benar tidak punya apa-apa lagi
Sama saja dengan menjadi sia-sia.
* Dalam perjalanan pulang aku menangis

Air mata kembali meletus
Tak berdaya berjalan seperti ini
Tidak lagi berani mengambil kebanggaan dalam mimpiku
Apa lagi yang bisa aku katakan
Apa lagi yang bisa aku lakukan
Aku sangat berharap Kamu bisa mendengarnya
Itu karena aku mencintaimu, aku membiarkan kau pergi
Aku membiarkan kau pergi sayang.
.
.
.
The End
Disclaimer:
Hya….
Akhirnya jadi juga nih FF :D….
Setelah sekian lama saya bergulat (?) dengan otak saya untuk mencari inspirasi yang bagus untuk dituangkan dalam tulisan saya *asekk
Saya pun akhirnya bisa menerbitkan FF ini…
SAYA AKHIRNYA BISA!!! hahahaha *kibar bendera korea    <-  – Abaikan ucapan ini
Udah deh,Chingu…
Daripada saya terus gila -gila an di disclaimer ini….
mendingan…
saya tutup kata-kata penutup ini….
Oh,iya..Untuk para reader jangan lupa comment ya!!
Bye…. *menghilang bareng sehun dengan kekuatan anginnya*
don’t be siders and plagiator!

5 responses to “Let You Go (Ficlet)

  1. Nyesek banget thor.. chanyeol jahat banget sihh tega nglakuin itu ke yuri, ditunggu ff yulhan lainnya… klo bisa yulhun juga dibuatin dong thor hehehe…😀

    • Wah Yulhun ne ?
      Oke deh… Author akan usahakan untuk bikin…
      Memang sih,karena belum kepikiran buat FF Yulhun dari dulu,,,Jadinya,Author agak bingung… Mau bikin genre mystery gtu (secara muka sehun serius banget meski sangat suka ber aegyo) atau romance sad ya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s