Fall In Love with My Friend

Fall In love With Friend

Author : Park hyo Ki

Artworker : Park Hyo Ki

Title : Fall In Love with My Friend

Genre : Friendship,Romance,Comedy (Little)

Leght : Ficlet

Main Cast ;

– Kwon Yuri

– Park Chanyeol

Other Cast :

– Xi Luhan

– Choi Sooyoung

– Lee Soon kyu

– (Other Cast can you see in the story)

Disclaimer:

FF ini murni hasil otak saya.jadi,Jika ada kesamaan dengan FF lain.. Itu hanya sebuah kebetulan.FF Ini juga pernah di share di wordpress lain.

Hope readers like it!!

— Fall In Love with Friend —

“Jangan menangis hanya karena cinta…

Karena itu hanya bisa membuat mu sakit,yuri-ya..”

Kata-kata Chanyeol kembali tergiang di telingaku.Aigoo,Apa yang terjadi dengan namja ini? Mengapa dia bisa tiba-tiba berubah menjadi bijaksana? Padahal,Biasanya,Dia selalu bercanda ria atau mengejekku seperti anak kecil.

Tapi,mengapa dia tiba-tiba bisa bersikap dewasa seperti tadi. Aku memutar-mutar pensilku perlahan.Sungguh.Aku benar-benar penasaran mengapa dia bisa berubah drastis seperti ini.

Seingatku,Chanyeol yang kukenal adalah Chanyeol yang tidak suka diatur dan selalu bersikap seperti anak-anak.Bahkan,Jika kalian melihat wajahnya,Kalian pasti bisa tahu.Kalau ia bukanlah namja yang bisa bersikap dewasa.

Hua…Baiklah! Hari ini juga , Aku akan mengikuti Chanyeol sampai ke rumahnya! Mungkin saja,Aku bisa mendapat sedkit Informasi tentang perubahan yang drastis itu.

— Fall In Love with my Friend –

Aku mengenakan masker hitam ku dan topi ku perlahan serta kacamata hitamku.Yak! Sudah kuputuskan! Aku akan menyamar sambil mengikuti Chanyeol ke rumahnya! Dia pasti tak akan menyadari keberadaanku.

PUK!

Sebuah tangan entah darimana asalnya mendarat di pundak.Aku sontak menengok kebelakang agar bisa mengetahui siapa yang menepuk pundakku itu.

Dapat kulihat seorang namja bertubuh tinggi tegap dengan kulitnya yang putih tengah menatap diriku dengan tatapan heran.Dia memakai seragam sekolah sama denganku.Tetapi,Karena dia laki-laki,Dia memakai bawahan celana putih dan bukan rok pendek yang sama sepertiku *Author : Iya iyalah pake celana..Kalau pake rok kan nanti dikirain bencong keliling*.

“Yuri-ya…Mengapa kau menutupi wajahmu dengan benda-benda serba hitam seperti itu? Memangnya ada apa dengan wajahmu?” Tanya Namja itu yang sudah kuyakini suara Chanyeol.

“Akh~ Ini… Wajahku itu… Wajahku…Wajahku kan sedang jerawatan,Chanyeol-ah! Memangnya,Kau tidak lihat tadi aku di sekolah selalu menutupi wajahku? Aku ini kan malu kalau ketahuan anak-anak kelas kalau aku sedang jerawatan!” kataku sedikit gugup.

“Jinjjayo? Bukankah kau tadi di sekolah menutupi wajahmu agar tidak dilihat oleh mantan namjachingumu Luhan itu?” Tanya Chanyeol.

CHANYEOL PABOYA!!!! Sungguh.Aku Ingin berteriak seperti itu sekarang. Padahal,Aku sudah baik-baik ingin mengikuti namja ini ke rumahnya tapi mengapa namja ini mengingatkanku kepada luhan itu.

Ya..Luhan itu adalah mantan namjachinguku.Kami sudah putus sejak dua hari yang lalu.Dan kalian tahu kenapa ? Kami putus hanya karena seorang yeoja genit yang bernama Yoona yang selalu saja menggoda luhan dengan rayuan manisnya itu.Jujur saja,Aku langsung cemburu dan meminta untuk putus.Tapi, yang membuatku tercengang adalah jawaban luhan yang kurasa memang dari hatinya.

“Ya Sudah..Kalau kau mau putus,Kita Putus saja…Lagipula,Masih banyak kok yeoja yang lebih cantik daripadamu yang bisa ku pacari…”

Begitulah kata Luhan yang membuatku membulatkan mataku.Sungguh. Sejak awal sampai kami berakhir berhubungan,Ia tak pernah berbicara setajam ini. Apa jangan-jangan Yoona sudah mempengaruhinya di saat aku tidak ada di dekat Luhan ?

Entahlah.Aku tidak mengerti soal itu.Yang kutahu sekarang hanyalah Aku harus melupakan luhan secepat mungkin.Atau lebih cepatnya aku harus mencari pengganti Luhan.Mungkin ini terdengar seperti pelarian.Tapi,Mau bagaimana lagi ? Aku ingin secepatnya melupakan mantan namjachinguku itu.

Kembali kepada aku dan Chanyeol,Sekarang ini dia tengah menatapku dengan tatapan penuh tanya.Sepertinya,Ia menantikan jawaban dariku…

“Aniyo…Aku di sekolah menutupi wajahku itu karena wajahku sedang jerawatan.. Lagipula,Buat apa juga aku menutupi wajahku hanya gara-gara ia? Dia kan hanya mantan namjachinguku,Chanyeol-ah..” Jawabku.

“Ooh,Begitu.. Oh,iya,Ngomong-ngomong kita jadi mampir ke Toko Aksesoris itu tidak ?Katanya,kamu ingin membeli salah satu aksesoris kan di sana ?” Tanya Chanyeol.

Sebenarnya,Aku memang ingin sekali pergi ke toko aksesoris itu bersama Chanyeol.Tapi,Jika aku ke sana..Berarti,Aku tidak dapat menjalankan Misi ku untuk mengikuti Chanyeol ke rumahnya dong.. Ya sudahlah,Akan kutunda keinginan ku itu untuk hari ini…

“Akh~ Mianhae Chanyeol-ah… Aku hari ini sepertinya tak bisa pergi ke tempat itu denganmu deh.. Soalnya,Hari ini aku ada acara..” Jawabku.

“Acara apa ?” Tanyanya.

“Itu Lho..Acara..Acara itu.. Acara.. Apa sih namanya ? Oh iya! Acara Ulang tahun Sahabatku,Seohyun-ah! Dia kan berulang tahun hari ini..” Kataku.

“Bukankah Kau pernah bilang, Kalau Ulang tahun Seohyun,Saudaramu itu.. Bulan depan ?” Tanya Chanyeol.

“Aku tidak pernah bilang ulang tahun Seohyun-ah Bulan depan kok..Kamu lupa kali..” Kataku.

“hmmm..Mungkin kali ya..” Katanya.

“baiklah..Kalau Begitu besok saja ne kita perginya…” Katanya Chanyeol.

“ne.” Jawabku singkat.

Chanyeol berbalik dan melangkahkan kakinya keluar gerbang sekolah. Tubuhnya yang tegap sungguh membuatku terpaku.Aigoo,Apa yang terjadi padaku ? Mengapa aku merasa debaran aneh yang datang tiba-tiba begini?

“Yuri-ssi!” Panggil seseorang dari sebelahku.

Aku sama sekali tak menggubris panggilan itu.Aku terus menatap punggung chanyeol yang bisa terbilang cukup elegan itu.Aku baru sadar.. bahwa Chanyeol itu ternyata seseorang namja yang lumayan tampan.

Aku memang bodoh baru menyadarinya sekarang.Sudah jelas-jelas,Banyak yeoja yang sampai membuat grup fans Chanyeol di sekolah ini.Tetapi,Mengapa aku yang sahabat paling dekat Chanyeol baru menyadari bahwa Chanyeol itu seseorang yang tampan ?

Yeoja yang sama sekali tidak dekat dengan Chanyeol saja bisa berkata bahwa Chanyeol seorang yang tampan.. Tapi mengapa aku tidak ? Apa mungkin karena Chanyeol selalu bersikap kekanak-kanakan jika sedang bersama ku?

“YURI-SSI!!!” Teriak seseorang dari sampingku.

Aku terpekik kaget lalu menengok ke sumber teriakan itu.Dapat kulihat,Seorang yeoja yang lebih tinggi dari ku tengah memasang ekspresi cemberut dan menaruh kedua tangannya di pinggang.Aigoo,Yeoja ini… Mengapa memanggil ku saja mesti teriak-teriak sih ?

“Sooyoung-ssi! Apa yang kau lakukan ?! Mengapa kau teriak teriak tak jelas seperti itu sih? Telingaku jadi pengang tahu!” kata ku melotot.

“Lagian,sih.. Kamu sama sekali tak menggubris panggilanku.Ya sudah.. Aku teriakin kamu saja.. Oh,iya,Ngomong-ngomong,Kau tak pulang bareng Chanyeol ? Padahal biasanya,kan,kalian pulang bersama.. Apa kalian sedang bertengkar?” Kata Sooyoung panjang lebar seta dengan pertanyaan nya yang bertubi-tubi.

Oh,Iya,Chanyeol! Aigoo,Aku lupa kalau aku sedang berada dalam misi ku untuk mengikuti Chanyeol sampai Rumahnya..Untung saja Sooyoung mengingatkanku tentang Chanyeol.Kalau tidak diingatkan ia,Pastilah aku gagal menjalankan misi ku ini.

“Oh,iya,Chanyeol!” pekikku.

“Sudah dulu,ya,Sooyoung-ssi.. Aku pergi dulu! Aku mesti menyusul Chanyeol..” kataku lalu berlari pergi.

Aku terus berlari ke arah pintu gerbang sekolah.Semoga saja Chanyeol masih tidak jauh dari sini.

Ternyata benar,Dia masih tidak jauh dari sini.Tapi,Ada sesuatu yang entah kenapa membuat hatiku sedikit sakit seketika.

Yeoja itu….

Ada seorang yeoja yang tengah menangis di dekat Chanyeol.Tetapi,Bukan itulah yang membuat hatiku terasa sakit.Tetapi,Karena Yeoja itu memeluk Chanyeol. Ah~ Bukan ! Lebih tepatnya,Chanyeol lah yang mendekap erat yeoja itu!

Aku tahu…Seharusnya aku senang melihat ini..Bukankah ini sesuatu tahap yang bagus untuk Chanyeol yang sedari dulu sama sekali tak pernah memiliki yeojachingu? Tetapi,Kenapa hati ini terasa sakit ?

— Fall in Love with My Friend —

Aku kini berada di balik tembol sambil melihat sedikit Chanyeol yang kini sampai di depan Rumahnya.Jika kalian bertanya tentang yeoja yang tadi menangis di dekapa Chanyeol.. Maka aku berkata bahwa aku sama sekali tak bisa menjelaskannya.

Dari penglihatan singkat tentang chanyeol dan yeoja itu.Aku sama sekali tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.Bukan.Bukan karena aku berada di jarak yang sangat jauh dari mereka.tetapi,Justru karena mereka sama sekali tak berbicara saat itu.

Memang,Chanyeol terlihat seperti menggerak-gerakkkan bibirnya seperti mengatakan sesuatu dan akhirnya melepaskan dekapan itu lalu pergi meninggalkan Yeoja itu yang kini bisa tersenyum singkat sepeninggal Chanyeol. Tetapi,Sepertinya,Ucapan yang di katakan Chanyeol berupa bisikan. Sehingga aku sama sekali tak bisa mendengar kata – kata itu.

Kembali kepada aku,Aku masih menatapnya sedikit di balik tembok itu.Namja ini aneh..Dia sama sekali tak masuk ke rumahnya.Dia hanya menatap rumah itu lama. Seolah ada sesuatu yang ditunggunya.

Karena penasaran,Aku pun keluar dari persembunyianku dan berjalan mendekatinya.Kupikir,Ia akan mengira bahwa aku adalah orang asing yang hanya lewat begitu saja.

Tapi,Ini tidak… Dia menoleh ke arahku lalu tersenyum manis.Seolah-olah ia menyadari bahwa yeoja yang dilihatnya adalah diriku.

“Yuri-ya..” Sapanya.

Aigoo…Apakah ia benar-benar menyadari bahwa yeoja yang ia lihat kini adalah aku ? Berarti,Misi ku gagal dong…Huaaa

“Mianhae…Aku bukan Yuri…” Jawabku berbohong.

Dia berdeham pelan lalu tersenyum singkat ke arahku.Tangannya yang lumayan besar mendekati wajahku yang kini dilapisi dengan masker,kacamata serta topi hitamku.Perlahan dia membuka masker hitam ku dan kacamata hitamku yang sedari tadi menutupi kelopak mataku.Lalu menarik topi hitam dengan cepat.

“ya…Memang kau tadi bukan Yuri..Tapi,Kini…Sekarang kau adalah Yuri bukan ?” Tanyanya lalu tersenyum singkat.

“A..Aku..” Kataku gugup.

“Jangan berpura-pura lagi,Yuri-ya..Aku tahu sedari tadi kau mengikutiku.. Kau tahu kan bahwa aku termasuk tipe namja yang peka terhadap sesuatu hal ?” Katanya.

“Maka dari itu,Jangan berpura-pura lagi padaku…Lagipula aku ini sahabat mu bukan ? Buat apa kau berpura – pura menjadi orang asing lalu mengikuti ku sampai rumah ? Aneh sekali…” kata Chanyeol.

“A..aku…Aku.. Aku hanya penasaran saja denganmu…” Kataku menunduk.

“Penasaran dengann ku ? Maksudnya?” Tanyanya.

“Ya..Kau kemarin menasehatiku agar aku tak menangis karena cinta lalu ku itu… dan itu membuatku penasaran mengapa kau bisa berkata sedewasa itu.. padahal ka-” ucapku terputus.

“Akh~ Arra..Arra.. Sebenarnya,maksudmu itu,Kau mengikuti ku sampai aku pulang ke rumah ini..Hanya karena ingin tahu mengapa aku bisa bersikap sesedawasa itu? hahaha..” kata Chanyeol dibarengi gelak tawanya.

Dia pun akhirnya menghentikan gelak tawanya lalu menaikkan wajahku agar bisa melihatnya dengan jelas.Dia tersenyum manis kepadaku dan sontak itu membuat jantungku entah kenapa berdetak lebih cepat dari biasanya.Aigoo~ namja ini benar-benar membuatku gila…

“kau tahu siapa yang membuatku bisa berbicara sedewasa itu,Yuri-ya?” tanyanya yang dibalas dengan gelengan pelan olehku.

“kau lah yang membuatku bisa sedewasa ini,yuri-ya..kau…” katanya.

“Maksudmu aku yang membuat dirimu berubah sikap menjadi lebih dewasa seperti ini ? Bagaimana bisa ? Aku kan sama sekali tak mengajarimu cara untuk bersikap dewasa?” Tanyaku

Chanyeol terkekeh kecil mendengar jawabanku.Aku tahu.. jawabanku itu terdengar seperti anak polos yang sama sekali tak mengerti apa-apa di telinganya. Tapi,entahlah… Jawaban itu terlontar begitu saja dari mulutku.

“Memang kau tak pernah mengajariku untuk bersikap dewasa,Yuri-ya… Tapi, karena hatiku yang entah kenapa bisa menaruh perasaan padamu.. Makanya,Aku bisa bersikap dewasa seperti ini..” Kata Chanyeol lalu tersenyum singkat.

“Aku masih tidak mengerti maksudmu..” kataku.

“Maksudku itu,Aku menyukaimu-yuri-ya… tetapi, Bukan suka kepada teman.. Tetapi suka seperti perasaan seorang namja dengan yeoja..” katanya.

“Tetapi…” kataku lalu kembali menunduk.

‘Wae? Kau tidak menyukaiku juga?” Tanyanya.

“Bukan..Bukan karena itu..tetapi karena..” Kataku.

Aku menghela nafas panjang.Memori otakku kembali mengingatkanku kepada yeoja yang dipeluk oleh chanyeol tadi.Apa mungkin aku harus mempertanyakannya?

Dia masih diam menatapku…Aku menyadari akan hal itu.. Sepertinya ia masih menunggu kata-kata terucap dari bibirku ini..

“Tetapi,bukankah kau mencintai yeoja lain,Chanyeol-ah? Tadi,Saat aku keluar dari gerbang sekolah.. Aku sempat melihat mu sedang mendekap seseorang yeoja… Kukira,Dia adalah orang yang kusuka…” kataku lalu mengangkat kepalaku.

“Lalu,bagaimana perasaanmu saat kau melihat aku sedang mendekap yepja itu ?” Tanyanya.

“Sakit…Entahlah,Aku merasa sedikit sakit di bagian dada ku ini… Mengapa ya ? Apakah aku sedang sakit ya?” Tanyaku.

Dia menggembungkan pipinya sedikit seperti berusaha menahan tawanya. Huaaa… Baiklah! Aku tahu,Bahwa kata-kataku tadi seperti seorang yeoja polos yang malahan lebih dari seseorang paling polos di dunia! Aku memang pabo… dasar Yuri paboya..

“pabo… tak kusangka dirimu bisa sebodoh ini juga ya,Yuri-ya… Padahal kau kan sudah pernah berpacaran dengan Luhan.. tetapi,kenapa kau tak menyadari perasaan sakit itu..” kata Chanyeol.

“baiklah…Kembali kepada pertanyaan mu soal yeoja yang kudekap itu… Sebenarnya,yeoja itu adalah teman lama ku waktu SMP..Namanya Sunny.. Dia tadi sempat curhat padaku bahwa ia baru saja putus dengan namjachingunya.. Makanya,Untuk menghentikan tangisannya,Aku pun langsung memeluknya..” kata Chanyeol.

“Tapi,Kau dan ia sama sekali tak punya perasaan suka satu sama lain kan ?” tanyaku.

“tentu saja tidak..Kami kan hanya teman…”Kata nya.

“jangan-jangan kau cemburu ya…”Kata Chanyeol

“Mwo ? Aniyo… Aku tidak cemburu..” kataku berbohong.

Dia pun tersenyum singkat seolah mengetahui jawaban bohongku.Dia pun mendekatkan wajahnya ke arah ku sehingga membuat pipi ku merona merah.

“baiklah..Karena Tadi aku sudah menjawab pertanyaan mu… Sekarang jawablah pertanyaanku..” Katanya menatap bola mata ku lekat.

“Apa kau juga memiliki perasaan sama denganku?” Tanyanya.

Aku mengganguk kan kepalaku pelan.Namja ini benar-benar pintar.Dia tahu bahwa aku bukanlah tipe yeoja yang bisa berbohong jika sudah ditatap lekat seperti ini.

Dia pun tersenyum singkat lalu semakin mendekatkan wajahnya ke arahku.Dapat kurasakan sentuhan bibirnya yang kini tengah menempel pas di bibirku.dan di tengah ciumannya kepadaku,dapat kudengar sebuah bisikan pelannya dan itu berhasil membuat hati ku bergelojak ria.

“Gomawo..” Bisik nya itu.

THE END

Disclaimer

Berhubung author masih baru disini..Author minta ne para reader untu comment tentang FF ini… Terserah comment berupa kritik atau saran sekalipun. ^^

don’t be siders or plagiator!

4 responses to “Fall In Love with My Friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s