[Drabble] Memories In The Rain

http://avariellachrista.files.wordpress.com/2013/08/with-psd.jpg

Title: Memories In The Rain.

Author: Annzi Jung

Main Cast: Kwon Yuri, Choi Minho

Rated: PG-17

Genre: Sad, AU

Length: Drabble(867 words)

Disclaimer: Plot murni milik saya. Castnya murni milik Tuhan.

AN: Fic ini aku buatnya udah lama, dengan judul yang err ga banget -_- aku nemu fic ini di buku catatanku yang ada di gudang Dx aku bahkan udah lupa kalau pernah bikin fic ini -_- dan pernah di post di blog pribadiku.

^^^

“… Kenangan pahit itu selalu menyeruak di kala hujan…”

Sejenak, Yuri menutup buku yang baru setengah dibacanya. Ia melepas kacamatanya dan menghela napas pelan. Sudah satu jam hujan mengguyur kota Seoul, dan sudah satu jam pula Yuri mengurung diri di kamarnya. Dan sedari tadi juga,  Yoona mengirimnya pesan untuk datang bersamanya ke pesta pernikahan temannya. Namun Yuri beralasan karena hujan dan dia enggan untuk ke luar rumah. Ia juga tidak meminum coklat panas yang tadi dibuatnya dan membiarkannya di atas meja.

Yuri kemudian menyibak blanket berwarna soft pink-nya ia beranjak menuju jendala kamarnya. Gadis itu menatap kosong butiran-butiran air hujan yang turun dari langit kota Seoul. Matanya kemudian beralih ke pohon maple yang berada persis di samping rumahnya. Ia bergumam tak jelas tatkala melihat dedaunan maple yang basah karena air hujan. Sebenarnya, Yuri hanya tidak siap untuk menghadiri pesta pernikahan temannya Yoona. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia takut. Gadis itu takut untuk melihat lagi wajah’nya’.

Tangannya menyentuh kaca jendela kamarnya. Dingin. Itulah yang ia rasakan. Yuri lalu menutup matanya. Mencoba mengingat kembali kenangan yang terjadi 3 tahun lalu bersama pria itu. Pria yang dulu menjadi kekasihnya. Pria itu… Choi Minho.

Seoul, 15 Desember 2009

12.59 KST.

Sebuah café bernuansa klasik yang berada di salah satu sudut kota Seoul nampak cukup ramai. Mungkin karena di luar sedang hujan. Selain untuk tempat bertedu orang-orang juga memesan minuman hangat untuk menghangatkan diri mereka

 Dan di sudut café tersebut terdapat 2 orang yang saling berhadapan dalam diam.

“Siapa dia Minho?” ujar Yuri seraya meraih secangkir coffe latte di hadapannya. Dia menyeruput lattenya sesaat lalu kemudian menaruh kembali lattenya di atas meja. “Siapa wanita yang bersamamu semalam?”

Pria yang bernama Minho itu mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja  sambil menghela napas berat.

“Dia Eunsoo.Kau tanyakan saja pada Yoona, mungkin dia mengenalnya” Jawab pria itu singkat.

Yuri tersenyum sinis. “Dia cukup cantik sebagai selingkuhanmu.”

Minho hanya menatap Yuri tanpa ekpresi. Yuri menyilangkan tangannya di depan dada kemudian berkata, “kau tak perlu repot-repot berbohong padaku kalau hanya ingin bertemu dengannya.”

Minho menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. “Dia memang selingkuhanku. Kenapa? Kau keberatan?

Yuri tersenyum lagi mencoba menahan air matanya. “Aku keberatan. Sangat keberatan. Aku pacarmu Minho! Pacarmu!” ujar Yuri. Kalau saja dia tidak mengingat kalau mereka sedang berada di tempat umum, dia mungkin akan berteriak.

Minho tertawa sinis. “Aku selingkuh karena selama 2 tahun ini kau bertindak sesukamu Yuri! Kau bertindak seakan-akan kau bukan pacarku dan aku layaknya orang lain bagimu.” Ucap Minho dengan suara keras. Dia memijit pelipisnya sebelum kemudian berkata lagi,  “dengar Yuri, sudah 2 tahun kita bersama aku berusaha untuk selalu menjadi pacar yang baik untukmu. Sedangkan kau? Apa yang kau lakukan untukku? Tidak ada ‘kan? Aku memintamu untuk menjadi lebih feminin tapi kau tidak pernah berusaha untuk itu. Aku bosan Yuri. Kau tomboy dan aku menyukai gadis yang feminin. Kau tidak pantas untukku.”

Yuri menggigit bibir. Seperti mendapat tamparan keras dari Minho. Matanya semakin berkaca-kaca. Ternyata begitu? Ternyata inilah pacarnya yang dibanggakan selama 2 tahun ini?

“Jadi… kau… tidak menerimaku apa adanya ya? Jadi untuk apa kau menembakku kalau kau tau aku adalah gadis tomboy? Untuk apa kau bersikeras berpacaran denganku kalau aku tak pantas untukmu Minho? Kata Yuri. “Kau konyol!” sambungnya lagi setengah berteriak.

Minho hanya mengedikkan bahu. “Terserah kau mau mengatakan kalau aku konyol, bodoh, idiot atau dungu. Mulai sekarang kita putus.” Ucap Minho santai. Tanpa ada nada penyesalan di nada suaranya.

Yuri menutup matanya kemudian mengangguk. “Baik.” Katanya sambil tersenyum. Di detik kemudian dia berdiri, mengambil beberapa lembar uang dan meletakkannya di atas meja. “Kita putus.”

Yuri kemudian berjalan keluar café tanpa memalingkan wajahnya ke arah Minho.

Dia berjalan dengan langkah cepat. Tidak mempedulikan hujan yang sudah membasahi tubuhnya.

Dia menangis. Tidak menyangka hubungannya dengan pria yang dicintainya berakhir seperti ini.

Air mata Yuri semakin deras jatuh melalui pelupuk matanya. Tapi dia tidak peduli. Setidaknya tidak ada yang tau kalau gadis itu menangis di tengah hujan.

 

Kenangan pahit itu entah kenapa enggan beranjak dari pikiran Yuri. Yuri sudah mencoba untuk tidak lagi mengingat kenangan itu. Namun, dikala hujan kenangan itu kembali menyeruak.

Untuk itulah Yuri membenci hujan. Hujan selalu mengingatkannya akan kenangan itu.

Yuri membuka matanya kemudian menghela napas. Ternyata hujan di luar sudah mulai reda.

Yuri kemudian berjalan ke arah meja kecil di samping tempat tidurnya. Yuri meraih ponselnya dan mulai mencari nama Yoona di daftar kontaknya.

Setelah mengetik beberapa kalimat, Yuri mengirim pesan tersebut kepada sahabatnya Yoona.

Setelah pesan terkirim, Yuri kembali menaruh ponselnya di atas meja.

Kemudian wanita itu beranjak ke luar kamarnya.

Berpuluh kilometer dari rumah Yuri di jam yang sama, Nampak Yoona sedang merogoh saku celananya.

Dia mendapati 1 pesan masuk, dan itu dari temannya Yuri.

Yoona menekan tombol tengah ponselnya.

To: Yoona

From: Yuri

                Hujan sudah reda Yoon, aku akan datang ke pesta pernikahan mereka. 30 menit lagi aku akan datang kerumahmu.Kau bersiap-siaplah supaya kita tidak telat.

 

Dia tersenyum membaca pesan temannya .”Akhirnya kau memberanikan dirimu, Yul. “ Batin Yoona, Di detik kemudian Yoona bangkit dari sofa dan beranjak menuju ke kamar mandi. Handphonenya dibiarkan di atas sofa, di sebelah handphonenya terdapat sebuah undangan berwarna kuning gading. Undang pesta pernikahan. Di undangan itu terdapat foto pasangan yang akan menjadi suami-istri itu. Dan di bawah foto, terdapat nama pasangan tersebut.  Minho dan Eunsoo.

|FIN|

AN: Oke drabble yang hancur. “Memories In The Rain” sebenarnya judul salah satu OVA Bleach, karena merasa cocok, jd aku pake judul itu di fic ini😄. Tapi, walaupun berantakan, aku masih menunggu komentar dan kritik dari para readers sekalian.

Regards,

Annzi.

13 responses to “[Drabble] Memories In The Rain

  1. Omo !! Koqq mlah sad ending thor !?😦
    kann kasiaan Yuleon’x . Si Minho jg tuhh , apaapaan .. *plakk
    D.tggu ff-muw yg lain , thor🙂.

  2. Yah eonni seharusnya di lanjutin tuh dikit.. Ceritanya yuri dandan cantik and feminim biar minho nyesel hehehe😀 tapi bagus kok eon yang The Treasur*betul gak tulisannya? Di tunggu kelanjutannya eonni sama ff YulHannya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s