[Oneshoot] Love Is..

kwon-soo-hjin-8

Tittle

Love is..

Story by

Kwon Soo Hjin

Starring

Kwon Yuri | Choi Sooyoung | Xi Luhan | Park Chanyeol

Other Cast

Seo Joon Hyun | Lee Sun Kyu

Rating

General

Gerne

Romance | Friendship | Sad | School life

Lenght

Oneshoot [Drabble Collection]

Paster by

Fearimaway @exoshidaefanfic.wordpress.com

Disclaimer

FF ini murni pemikiran Author, jadi kalau ada kesamaan itu hanya ketidak sengajaan saja.

Happy Reading

**~~**

Tentang cinta dan sebuah persahabatan.

Saat itu, kami hanyalah sepasang sahabat yang selalu menghabiskan waktu kami bersama sama. Sampai sebuah rasa tumbuh menyelimuti diri kami masing masing. Sebuah rasa aneh yang tak dapat kami mengerti.

Banyak dari orang orang menyebutnya dengan cinta. Tapi, apa yang dimaksud dengan cinta saja, Kami tak mengerti. Bagaimana bisa kami merasakannya ?

Apakah dia, yang selalu menemaniku sejak kecil. Sosok yang kukenal cukup lama bahkan sangat lama itu, bisa disebut dengan orang yang kucintai ?

Katanya, cinta itu selalu datang pada saat yang tepat. Tapi bukan untuk kami. Bagiku, cintalah yang membuat persahabatan kami menjadi hancur. Entahlah, cinta memiliki kesan yang negatif bagi kehidupan kami. Karna itu, aku tak menyukai hal itu. Aku membencinya. Membenci hal yang selalu membuat semua orang merasa bahagia.

Sampai sekarang, aku selalu bertanya tanya. Apa yang dimaksud dengan cinta ? Dan kenapa orang orang selalu bahagia jika sedang jatuh cinta ? Kenapa kami tidak merasakan hal itu ?

dan

Cinta adalah…

**~~**

Cinta itu manis. Cukup melihatmu atau mendengar suaramu, aku akan merasa sangat bahagia.

            Sooyoung duduk disamping Chanyeol yang nampak sibuk membaca bukunya. Dia memperhatikan namja itu dengan seksama. Sehingga membuat Chanyeol menolehkan kepalanya dan menatap Sooyoung dengan tatapan bingung sekaligus aneh.

“Wae ?” Guman namja itu. Suaranya yang berat, masuk kedalam celah celah telinga gadis berperawakan tinggi itu. Senyumannya nampak mengembang lalu menggelengkan kepalanya pelan.

“Dimana Yuri dan Luhan ?” Tanyanya singkat. Dia memandang kaki kanannya yang nampak bergerak gerak, menendang kerikil yang ada dibawahnya. Telinganya tak mendengar sebuah sautan dari namja itu. Sooyoung hanya terdiam. Menghela nafasnya perlahan.

“Mereka..”

“Hari ini, sabtu bukan ? Berarti mereka sedang pelajaran Matematika” Sahut Chanyeol menjawab pertanyaan Sooyoung. Gadis manis itu tersenyum senang, lalu menganggukkan kepalanya singkat. Dia terlihat aneh hari ini.

Ini bukan pertama kalinya dia berada disamping Chanyeol seperti ini. Bukan pertama kalinya juga dia duduk hanya berdua ditaman sekolahnya yang sepi. Dan bukan pertama kalinya dia dan Chanyeol menunggu kehadiran Yuri dan Luhan yang sangat lama itu. Tapi, dia merasa hari ini cukup berbeda. Mungkin karena sinar matahari nampak terik ? atau dia duduk dibangku yang berbeda hari ini ? Mungkin dia lapar ? Atau bosan karena hanya terdiam dan memandang Chanyeol yang sibuk membaca bukunya ?

Bukan. Bukan karena itu. Tapi dia merasa ada sesuatu hal yang aneh mulai merasuki hatinya. Yap. Saat dia tengah berlari untuk bergegas menemui sahabatnya ditempat ini. Dia menghentikan langkahnya ketika melihat sosok Chanyeol sendirian. Jantung yang harusnya berdegup senada kali ini terdengar berantakan. Lalu, perasaan ragu mulai menyelimuti hatinya. Takut untuk menemui Chanyeol.

“Sooyoung, kenapa kau tidak menemaniku membeli ice cream saja. Mungkin Yuri dan Luhan akan lama” Ujar Chanyeol seraya menutup buku tebal yang tadi dia baca. Gadis cantik itu terdiam. Menatap namja yang ada disampingnya tanpa kata kata sedikitpun. Melainkan hanya menganggukkan kepalanya, Ragu.

“Kajja” Ujar Chanyeol seraya menarik tangan Sooyoung menuju kekedai Ice Cream tak jauh dari tempat mereka duduk. Sooyoung masih terdiam. Dia memandang wajah tampan Chanyeol yang nampak berseri dimatanya. Dia tersenyum dan akan ikut kemanapun Chanyeol membawanya pergi.

**~~**

Dia ada disini. Memberiku sebuah semangat yang tak dapat kuartikan.

Yuri memutar bola matanya. Dia menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri. Hanya ada sosok namja tampan yang kini duduk dibangku disudut paling belakang. Namja itu tengah menunggunya. Menunggunya untuk mendengarkan ocehan dari Songsaenim.

“Bagaimana bisa kau mendapatkan nilai 0 ?” Ujar Taeyeon songsaenim. Nada bicaranya pelan tapi terkesan kasar bagi Yuri. Yuri hanya tersenyum aneh. Entah alasan apa yang harus dia gunakan. Sungguh ! dia sangat benci palajaran matematika.

Luhan nampak terkekeh pelan. Namja itu menatap punggung Yuri. Menatap rambut hitam dan panjang milik gadis itu. Mencoba membayangkan ekspresi yang kali ini dipajang oleh sosok Yuri yang menurutkan memiliki wajah yang cukup manis. ‘Mungkin lucu’ fikirnya.

Setiap pelajaran matematika. Dia akan selalu seperti ini. Menunggu gadis itu menjawab pertanyaan yang dilontarkan songsaenim. Menunggunya mendengarkan omelan songsaenim. Menunggunya sampai gadis itu keluar kelas ini agar mereka bisa pulang bersama. Dia tak keberatan jika menunggu Yuri seperti ini. Dia bisa menunggu gadis itu berhari hari jika songsaenim ingin memarahinya seharian penuh.

“Ah, baiklah. Kau boleh pulang. Lagipula kau tidak kasian dengan Luhan ? dia selalu menunggumu seperti itu” Ujar Taeyeon songsaenim. Dia meninggalkan Luhan dan Yuri didalam kelas itu. Yuri menolehkan kepalanya dan menatap sosok Luhan. Namja itu tersenyum padanya !

Jantung Yuri kembali terpompa lebih cepat. Bahkan untuk yang ini terasa lebih kencang. Dia hanya terdiam. Menatap Luhan yang nampak bangkit dari duduknya, lalu berdiri disamping Yuri.

“Kenapa kau diam ? Ayo, pulang” Ujar Luhan. Dia menatap Yuri yang masih terdiam. Luhan menyerngit. Memandang Yuri dengan alis kanan yang terangkat. “Gumawo. Kau sudah menungguku” kalimat yang Yuri lontarkan, membuat tubuh Luhan tiba tiba saja membeku. Namja itu tersenyum dan mengacak ngacak rambut Yuri kasar.

“Tentu saja”

**~~**

Aku mencintainya dan dia mencintai orang lain. Bukankah ini sangat tak adil ?

Chanyeol berjalan berdampingan dengan Sooyoung. Ditangan kanannya terdapat sebuah cup ice cream rasa strawberry. Dia tersenyum kecil. Kepalanya berputar menatap sosok yeoja tinggi dengan rambut berwarna coklat yang sengaja dia kepang. Gadis itu nampak cantik dimata Chanyeol.

Kedua matanya masih sibuk memperhatikan sosok gadis yang ada disampingnya. Sampai sebuah suara yang dia kenal menganggu keheningan yang tadi sempat dia jalani.

“Chanyeol !”

Kepalanya berputar. Nampak sosok gadis dan seorang namja tengah berlari menghampirinya. Namja itu mengenggam tangan yeoja itu, lalu berhenti tepat dihadapan Chanyeol dan Sooyoung. Chanyeol tersenyum pada Yuri dan Luhan yang kini nampak mengatur nafas mereka masing masing.

Chanyeol tersenyum miris. Saat melihat Luhan yang masih saja mengenggam tangan Yuri. Yah, laki laki itu menyukai Yuri dan dia tak tau kalau Luhan juga menyukai gadis yang dia cintai itu. Bukan. Dia tau benar kalau Luhan menyukai Sooyoung, gadis yang ada disampingnya ini. Ck. Bukankah ini sangat rumit ?

“Kalian beli ice cream ? Kenapa tidak membelikan kami berdua juga ?” Guman Yuri terlihat tengah mengomel pada Chanyeol dan Sooyoung. Chanyeol hanya terdiam. Sedangkan Sooyoung nampak terkekeh pelan. “Mianne, kami kira kalian akan lama” Guman Sooyoung mencoba menjelaskan hal itu pada Yuri.

“Kalau begitu, Kajja kita membeli Ice cream” Ujar Luhan. Dia menarik tangan Yuri menjauh dari Sooyoung dan Chanyeol yang hanya menatap mereka dengan tatapan aneh. Ah bukan, Chanyeol nampak membeku. Hatinya terluka. Mulut mungilnya itu bungkam, tak dapat mengatakan apapun.

“Chanyeol, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu”

Suara lembut Sooyoung, membuat Chanyeol menghentikan angan angan aneh dalam otaknya. Namja itu menatap Sooyoung dengan tatapan aneh dan bingung. Alis kanannya terangkat, walaupun begitu dia masih terlihat tampan. Bahkan sangatlah tampan.

“Apa kau tau, apa yang dimaksud dengan cinta ?”

**~~**

Aku merasa nyaman jika dia berada disampingku.

Luhan dan Yuri nampak berbicara ringan didalam bis kota yang sedang mereka tumpangi. Yah, mereka memang selalu pulang bersama. Bukan tanpa alasan, tapi karena Luhan memiliki rumah yang tak jauh dari rumah Yuri. Yuri yang duduk didekat jendela, kini terdiam. Gadis itu menatap kerlap kerlip lampu dijalanan Seoul yang nampak indah. Sedangkan Luhan, dia asyik dengan handphonenya mengirim sebuah pesan pada Sooyoung.

Yuri menyandarkan kepalanya pada kursi. Gadis itu, menghela nafasnya berat. Dia sangat lelah hari ini. Kepalanya berputar, menatap Luhan yang masih sibuk dengan handphonenya. Dia tersenyum hambar. Kemudian memejamkan kedua matanya, dia nampak lelah hari ini.

Bruk

Luhan menolehkan kepalanya. Dan mendapati sosok gadis kini nampak tertidur dibahunya. Namja itu terdiam. Entah kenapa, ada perasaan aneh yang tiba tiba saja mengalir dalam darahnya. Namja itu bergerak. Melingkarkan tangan kecilnya pada bahu Yuri lalu meletakkan kepalanya diatas kepala Yuri. Dan memejamkan kedua matanya.

‘aku senang, jika dia terus seperti ini’.

**~~**

Cinta itu, membuat persahabatan kami hancur. Membuatku, menjadi jauh darinya.

Bruk. Tubuh Luhan terhantam. Terjatuh tepat dilantai kelas musik yang dingin. Kedua iris hitamnya menatap sosok namja tinggi. Namja yang selama ini berstatus sebagai sahabatnya, Chanyeol. Sedangkan disisi lain, terdapat sosok gadis berambut coklat. Dia nampak terdiam, tak dapat melakukan hal apapun. Apalagi saat melihat Chanyeol yang kini terlihat sangat marah.

“Aku sudah mengatakannya padamu bukan ? Aku menyukai Yuri, Jangan pernah dekati dia !!” Ujar Chanyeol dingin. Luhan terdiam. Entahlah kini dia merasa aneh jika melihat Chanyeol seperti itu. Apalagi ini semua karena gadis itu, gadis yang menjadi sahabatnya sejak kecil.

Sooyoung membeku. Dia menatap sosok Chanyeol dengan tatapan tak percaya. Jadi, selama ini Chanyeol menyukai Yuri ? Bukan dirinya ? Gadis itu menundukkan kepalanya. Merasakan butir butir bening mengalir dari kedua mata coklat miliknya, sekarang dia menatap sosok Chanyeol, sosok yang pernah dia cintai itu dengan tatapan penuh kebencian.

Chanyeol kembali mengangkat kerah baju yang Luhan gunakan lalu memukul pipi namja itu dengan keras. Lagi lagi, Luhan terjatuh diatas lantai. Wajah tampan namja itu nampak memar. Dia sama sekali tak memberikan perlawanan pada Chanyeol. Hanya terdiam. Membiarkan Chanyeol memukulinya, sampai namja itu merasa puas.

Kreeekk

Pintu berwarna coklat itu terbuka dan menampakkan sosok gadis manis berambut panjang tengah memamerkan senyumannya. Dia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat sosok Luhan kini terbaring dilantai dengan luka memar diwajahnya. Gadis itu berlari menghampiri Luhan, membantu namja itu untuk berdiri.

“Luhan, Gwenchana ?” Gumannya pelan. Tangannya hendak menghapus darah yang mengalir disamping bibir manis milik Luhan. Tapi namja itu menepisnya. Yuri membulatkan kedua matanya, Tubuhnya kini benar benar lemas. Tangan bekas tepisan Luhan itu bergetar hebat. Entah apa yang terjadi, gadis itu menangis. “Wae ?” Gumannya lirih. Luhan nampak menghela nafasnya kemudian memalingkan wajahnya. Sehingga kini dia tak menatap sosok Yuri lagi.

“Jangan pernah dekati aku !!” Tubuh gadis itu semakin lemah. Bibirnya bergetar. Kedua matanya kini sudah memerah. Senyuman manis yang dia miliki kini tak terpasang lagi diwajahnya yang cantik. Dia menatap sosok Chanyeol dan Sooyoung seolah bertanya ‘apa yang terjadi dengannya ?’. Tapi, mereka hanya terdiam. Bahkan seperti menganggap sosok Yuri tak ada disini. Gadis ini semakin larut dalam luka dihatinya. Baru saja dia ingin bangkit dari duduknya, sosok Luhan sudah berdiri. Meninggalkan mereka bertiga disana, dalam kediaman.

“Aku pergi” Guman Chanyeol yang kemudian pergi meninggalkan Sooyoung dan Yuri. Setelah Chanyeol benar benar pergi. Sooyoung bangkit dari duduknya. Dia menghampiri sahabatnya itu. Lalu memeluknya, dan menangis bersama.

“Chanyeol, dia menyukaimu. Dan dia memukul Luhan karena dia terlalu dekat denganmu” Jelas Sooyoung. Yuri menghentikan tangisnya. Menatap Sooyoung dengan tatapan tak mengerti. Sooyoung menghela nafasnya berat, merasakan sesuatu yang aneh tiba tiba merasuki dirinya. “Aku menyukai Chanyeol”.

“Bukan. Bukan itu yang ingin aku tanyakan. Tapi, kenapa Luhan menjauhiku ?” Guman Yuri lirih. Gadis manis itu seolah tak memiliki tenaga sedikitpun, bahkan hanya untuk melontarkan kalimat ringan seperti itu.

“Soal itu, karena dia tak mencintaimu. Tad–”

“Jadi begitu” Guman Yuri lirih, sekaligus memotong ucapan Sooyoung yang belum selesai. Dia nampak terdiam. Memaksakan seutas senyuman manis diwajahnya.

“Kau tenang saja. Aku tak menyukai Chanyeol. Jadi, buatlah dia menyukaimu, Sooyoung-ah”

**~~**

Aku berusaha keras. Membuatnya melihat sosokku, dan membuatnya mencintaiku.

Sooyoung nampak berlari menghampiri sosok namja tinggi yang baru keluar dari kelasnya. Dia berdiri disamping namja itu seraya memamerkan sebuah senyuman paling manis yang dia miliki. Hanya saja, namja itu nampak terdiam. Tak memperdulikan Sooyoung yang kini ada disampingnya. Dan hal itu membuat Sooyoung merasa takut untuk mendekati Chanyeol.

“Kajja kita ketaman. Sepertinya Luhan dan Yuri belum pulang” Ujar Sooyoung. Dia mengenggam tangan Chanyeol lalu menariknya menuju taman sekolah. Tapi Chanyeol menghetikan langkah Sooyoung. Dia memutar tubuhnya menatap sosok Chanyeol dengan salah satu alisnya yang kini terangkat.

“Wae ?”

“Aku tak ingin menemui mereka berdua”

“Maksudku, aku akan mengantarkanmu pulang. Kebetulan aku membawa mobil. Dan kita bisa berjalan jalan dulu ketaman bermain sebelum aku mengantarkanmu. Bagaimana ?” Tanya Chanyeol seraya tersenyum senang. Sooyoung nampak berdiri membeku disana. Gadis itu mengukir seutas senyuman manis diwajahnya kemudian menganggukkan kepalanya pelan.

Tentu saja. Dia sudah menunggu cukup lama untuk jalan berdua hanya bersama dengan Chanyeol. Selama ini, mereka akan menghabiskan waktu mereka berempat. Bersama Luhan dan Yuri. Dan sekarang mereka hanya berdua saja. Sooyoung tersenyum senang lalu mengikuti langkah kaki Chanyeol yang kini sudah berada didepannya, Cukup jauh.

“Yak ! Park Chanyeol, tunggu aku !”

**~~**

Ku mohon. Jangan pernah buat dirimu membenciku, karna itu akan membuatku semakin terluka.

Kringg

Bel sekolah berbunyi. Semua murid dikelas Yuri berhamburan keluar. Hanya tersisa dirinya dan sosok Luhan. Namja yang duduk disampingnya. Dia menatap namja itu, dia terlihat akan beranjak pergi. Gadis manis itu memejamkan kedua matanya. Mengumpulkan semua keberanian yang dia miliki. Yuri mengenggam tangan Luhan. Menyuruh namja itu untuk berhenti.

“Tunggu” Guman Yuri pelan. Suaranya serak. Dia seperti sedang menahan tangisnya. Gadis itu menundukkan kepalanya. Tangannya masih mengenggam tangan Luhan, erat dan lebih erat lagi.

Sejak kejadian tadi pagi. Luhan sama sekali tak menganggap Yuri. Dia tak mengajak gadis itu pergi kekantin, menemaninya keperpustakaan, mengajaknya berjalan jalan bahkan tak mengajarinya pelajaran matematika. Dia hanya terdiam. Sibuk bergelut dengan fikirannya sendiri.

“Wae ?” Suara lirih nan dingin milik Luhan, mengalir lembut melewati celah celah terkecil yang ada dibagian tubuh Yuri, memberi sebuah respon pada gadis itu. Dia mendongakkan kepalanya, menatap sosok Luhan yang kini masih berdiri membelakanginya. Dia memang tak melihat wajah namja itu dengan jelas tapi, dia masih bisa merasakan hangat dari genggaman yang Luhan berikan.

“Jangan tinggalkan aku” Yuri berkata dengan lirih, lirih sekali bahkan seperti tengah berbisik.

“Bukankah, aku sudah berkata padamu ? Jauhi aku !!” Luhan kembali menepis tangan Yuri kasar. Membuat tangan milik Yuri terbentur meja yang ada disampingnya. Yuri hanya terdiam, menyentuh tangannya yang kini bergetar hebat. Menahan semua rasa nyeri yang kini menyeruak karena benturan yang terjadi barusan.

Sedangkan Luhan ?

Dia membulatkan kedua matanya. Sebuah perasaan khawatir terlihat sangat jelas dikedua mata coklat miliknya. Tangannya bergerak ingin menyentuh tangan Yuri memastikan tak ada yang terluka. Tapi, dia mengurungkan niatnya. Dan lebih memilih pergi meninggalkan Yuri yang kini semakin terisak karena sikapnya. Yah, Luhan memang egois. Tapi ini semua juga untuk Yuri, agar gadis itu tak sedih.

“—Luhan, Ku mohon. Jangan pernah membuat dirimu membenciku. Karna hal itu akan membuatku semakin terluka” Langkah Luhan terhenti. Dia menolehkan kepalanya dan menatap wajah Yuri yang kini sudah memerah karena menangis. Namja itu menghela nafasnya cukup panjang, dan melangkahkan kakinya pergi.

**~~**

Tetaplah disini. Disampingku, Selamanya.

Chanyeol menarik tangan Sooyoung membimbing gadis itu untuk berjalan kearah bianglala. Langkah kaki mereka berhenti didepan antrian untuk membeli tiket. Sooyoung menatap Chanyeol yang terlihat berbeda hari ini. Sikapnya yang dingin itu tiba tiba saja berubah. Chanyeol sebenarnya adalah sosok yang baik dan ramah. Hanya saja, dia akan terlihat dingin pada orang orang yang tak dia sukai atau dia kenal.

Sooyoung terdiam lalu mengalihkan pandangannya dari Chanyeol. Gadis itu terlihat tak sabar menunggu antrian yang bisa dibilang cukup panjang. Dia menatap bianglala yang berukuran besar dihadapannya.

“Lama sekali” Gerutunya pelan. Suara itu mampu membuat Chanyeol yang tadi tak mengeluarkan suaranya sama sekali menatap gadis itu. Namja itu terkekeh pelan lalu menatap antrian yang sekarang cukup berkurang.

“Setelah 2 orang itu, kita akan naik” Ujar Chanyeol senang. Sooyoung menganggukkan kepalanya pelan lalu tersenyum manis, sangat manis pada Chanyeol.

Setelah cukup lama. Akhirnya kini giliran Chanyeol dan Sooyoung. Chanyeol nampak masuk kedalam benda berbentukkeranjang berukuran besar itu, sedetik kemudian dia mengulurkan tangannya. Membantu Sooyoung untuk masuk kedalam. Setelah dipastikan mereka berdua siap dengan posisinya, sosok namja yang bertugas menjalankan benda itu menutup pintu keranjang dan mengunkuncinya. Agar Sooyoung dan Chanyeol tak terjatuh saat mereka berdua berada diposisi paling atas.

“Chanyeol, aku takut ketinggian” Guman Sooyoung yang kini menutup matanya saat benda itu mulai berjalan naik. Chanyeol tersenyum, lalu mengenggam tangan Sooyoung dan duduk disamping gadis itu.

“Tetaplah disampingku, dan nikmati pemandangan itu” Ujar Chanyeol seraya menunjuk kebawah. Disana, nampak kerlap kerlip lampu kota Seoul. Malam ini, bahkan hari ini adalah hari yang paling indah bagi Sooyoung. Dia bisa menghabiskan waktunya bersama Chanyeol, namja yang dia cintai.

“Sooyoung-ah” Sooyoung menolehkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan tatapan bingung. “Wae ?” Tanyanya.

“Gumawo, karena kau sudah menemaniku”

**~~**

Aku memiliki alasan untuk menjauhimu. Aku memiliki alasan untuk membencimu tapi aku tak memiliki alasan saat aku merasa aneh, jika kau tak ada disampingku. Disini.

Luhan membaringkan tubuhnya diatas kasur. Fikirannya melayang layang membayangkan wajah Yuri tadi siang. Saat gadis itu menangis, senyuman diwajahnya yang tiba tiba luntur, saat dia hanya terdiam dan menatap kosong papan tulis, saat dia nampak benar benar panik karena tak bisa mengerjakan ulangan matematika, dan saat dia tak melihat senyuman gadis itu hari ini.

Ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya jika Yuri tak tersenyum. Mungkin karena setiap hari dia melihat gadis itu tersenyum dan dia terkejut jika melihat gadis yang biasanya terlihat ceria kini nampak sangat murung. Apalagi semua itu karena dirinya.

Yah dia melakukan itu karena sebuah alasan. Sebenarnya, dia terpaksa melakukan hal itu karena dia tak ingin membuat gadis bermagra Kwon itu sedih. Tapi kenyataannya, karena sikapnyalah Yuri jadi sedih. Bahkan sangat sedih.

“Apa aku bodoh ?” Gumannya seraya mengacak ngacak rambutnya itu kasar. Dia memutar posisinya menatap kekiri, dimana ada fotonya dan Yuri nampak berpose dengan ceria. Foto itu dibuat 2 tahun yang lalu, saat dia dan Yuri sedang berjalan jalan keParis. Yah, bukan hanya dia dan Yuri tapi juga ada Chanyeol dan Sooyoung.

“Mianne”

 

**~~**

Aku mencintaimu. Apakah kalimat itu, tak cukup ?

Chanyeol masuk kedalam kelas yang ditempati oleh Luhan dan Yuri. Langkahnya sempat terhenti saat melihat ruangan itu dalam keadaan kosong. Ah bukan bukan, ada Yuri dan Luhan disana. Hanya berdua. Dan terlibat dalam keheningan yang luar biasa. Yuri nampak meletakkan kepalanya menatap jendela, sedangkan Luhan dia menatap Yuri karena gadis itu kini dalam posisi membelakanginya.

Melihat mereka berdua yang terlihat aneh, membuat Chanyeol geram. Tangan kanannya itu mengepal menahan amarah yang tiba tiba saja merasuk dalam dirinya. Mungkin dia cemburu ! bukan hanya mungkin, tapi dia benar benar sedang cemburu saat ini.

Chanyeol melangkahkan kakinya. Namja itu berdiri tepat dihadapan Yuri sehingga membuat Yuri terlonjak kaget. Melihat Chanyeol ada disana, membuat Luhan mengalihkan pandangannya dari Yuri. Namja itu menatap buku fisika yang ada diatas mejanya. Berpura pura sedang sibuk membaca buku itu, walaupun kini dia tengah melirikkan kedua matanya menatap Chanyeol dan Yuri.

“Yuri-ah, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu” Ujar Chanyeol pelan. Yuri nampak mengangkat salah satu alis kanannya dan menatap Chanyeol dengan sebuah tatapan bingung sekaligus penasaran. Apa yang akan namja itu katakan ?

“Mwo ? Katakan saja” Ujar Yuri santai. Dia sama sekali tak keberatan jika Luhan mendengar percakapannya dengan Chanyeol. Karena dia ingin membuat Luhan mendengarnya, dia ingin Luhan tau. Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan, tak setuju dengan ucapan Yuri. “T—api” Guman Chanyeol.

“Gwenchana —ah dia tak akan marah, bukankah dia sudah menyuruhku untuk menjauhinya ?” Sindir Yuri sehingga membuat Luhan nampak kesal. Luhan mencoba menahan amarahnya. Tapi, karena dia merasa penasaran dengan percakapan yang Chanyeol dan Yuri lakukan jadi dia tetap bertahan.

“Saranghae..” Kalimat yang Chanyeol lontarkan tadi berhasil membuat Luhan membelalakkan kedua matanya. Dia menatap Chanyeol dan Yuri dengan tatapan kesal kemudian memukul meja yang dia dudukki dan berjalan pergi.

“Apakah itu belum cukup ?”

**~~**

Ini saatnya. Saat aku sudah menemukan sebuah arti yang dimaksud dengan cinta. Dan aku menemukanmu, sebagai jawabannya.

Sooyoung berjalan mendekati Luhan yang nampak terduduk dibangku taman, tempat biasa mereka bertemu. Gadis itu duduk disamping Luhan dan memasang sebuah senyuman manis miliknya. Luhan yang tadi sibuk dengan amarahnya sendiri kini menolehkan kepalanya, menatap sosok Sooyoung, gadis yang dia kagumi selama ini.

“Ada yang ingin kau ceritakan, Luhan ?” Guman Sooyoung pelan. Gadis itu menatap Luhan dengan sebuah senyuman manis miliknya. Luhan terdiam. Kali ini dia merasa aneh saat melihat Sooyoung, kenapa jantungnya tak berdegup sekencang biasanya ? Ini terasa normal. Luhan menyungging sebuah senyuman kepada Sooyoung kemudian menggeleng pelan.

“Begitu ya, ku kira kau ada masalah dengan Yuri” Ujar Sooyoung. Nada bicaranya terdengar dia tengah menyelidiki dan mungkin ada sebuah rasa penyesalan dari suara Sooyoung. Luhan menghela nafasnya kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi, membuat dirinya lebih nyaman lagi.

“Yuri ? Ck. Gadis itu mungkin sudah menjadi kekasih Chanyeol sekarang. Bagaimana bisa Chanyeol menyatakan perasaannya pada Yuri didepanku. Bukankah itu mengesalkan ?” Ujar Luhan tanpa memikir apa yang kini dia ucapkan. Namja itu menolehkan kepalanya, menatap Sooyoung yang nampak tersenyum puas.

“Mungkin kau— cemburu. Benar ?” Tanya Sooyoung mencoba menggoda Luhan. Luhan menggelengkan kepalanya pelan.

“Lalu ?”

“Tidak ada, aku hanya kesal saja” Elak Luhan. Masih sama dengan ucapan yang dia lontarkan beberapa menit yang lalu. Sooyoung menepuk bahu Luhan kemudian bangkit dari duduknya dan tersenyum hangat pada namja itu.

“Aku pergi dulu. Oh ya, Chanyeol itu namjachinguku. Dan Yuri sudah menolak perasaannya” Jelas Sooyoung seraya berjalan meninggalkan Luhan. Beberapa detik kemudian, gadis itu menghentikan langkahnya dan tersenyum pada Luhan.

“Katakan perasaanmu padanya” Ujar Sooyoung lagi. Dia tersenyum tapi Luhan justru menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung.

“Mwo ?”

“Kau tidak benar benar menyukaiku kan ? Jadi, cepat katakan perasaanmu. Kudengar Sehun menyukai Yuri” Ujar Sooyoung lagi kemudian berlari meninggalkan Luhan yang hanya terdiam. Membisu ditempat itu.

“Menyatakan perasaanku ? Pada yeoja bodoh itu ? Aish”

**~~**

Cinta adalah hubungan yang terjadi diantara diriku dan dirimu. Diantara gadis itu dan namja itu. Menurutku, itulah cinta.

Luhan nampak memperkencang larinya, menuju kekelas matematika. Tempat seharusnya dia berada. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat sosok Yuri kini nampak tertidur pulas dibangku yang Luhan duduki. Luhan tersenyum, kemudian menghampiri gadis itu tanpa ingin menganggu tidurnya.

Dia duduk dibangku milik Yuri kemudian menompang kepalanya dan menatap wajah Yuri yang terlihat manis jika tertidur. Cukup lama, mungkin sekitar 1 jam berlalu dia masih berada ditempat yang sama dan melakukan hal yang sama. Menatap wajah Yuri.

Ketenangan Yuri terusik. Dia menggerakkan kepalanya, tapi tanpa sengaja dia menjatuhkan kotak bekal yang seharusnya dia makan. Mendengar suara yang cukup bising, membuat gadis manis itu membuka matanya dan menatap makanan yang kini berhamburan dilantai.

“Aish”

Dia menolehkan kepala kekiri dan mendapati sosok Luhan tengah memamerkan senyumannya. Yuri terpaku. Dia buru buru bangkit dari kursi milik Luhan dan menyambar tas miliknya hendak pergi. Tapi Luhan menahannya.

“Apa sekarang dunia sudah berputar ?” Yuri nampak tersentak mendengar ucapan Luhan. Dia terdiam. Tak mengerti dengan apa yang Luhan ucapkan.

“Apa kau ingat ? beberapa hari yang lalu, kau menyuruhku untuk tidak meninggalkanmu—”

“Jadi, jangan tinggalkan aku sekarang” Luhan tersenyum. Dia menatap sosok Yuri yang kini membalikkan badannya dan menatap Luhan dengan tatapan kesal. Gadis itu memukul kepala Luhan kasar.

“Bodoh !” Luhan terkekeh pelan lalu memeluk gadis itu. Erat. Sangat erat. “Maaf, untuk semuanya. Maaf karena aku menjauhimu beberapa hari yang lalu dan maaf karena aku membohongi perasaanku sendiri” Bisik Luhan tepat ditelinga Yuri. Gadis itu tersenyum. Mengangguk pelan lalu mempererat pelukannya.

Luhan melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada Yuri. Dia mengacak ngacak rambut Yuri kasar kemudian menyuruh Yuri duduk disampingnya, tepat dikursi yang biasanya dia duduki.

“Oh ya, Luhan kenapa kau tidak menyatakan cintamu padaku ?” Ujar Yuri tiba tiba sehingga membuat Luhan menampakkan sebuah ekspresi yang sangat lucu untuk dilihat. Namja itu nampak terkejut saat Yuri tiba tiba saja bertanya seperti itu. Hey ! itu sebuah kemajuan pesat untuk Yuri.

“Eh ?!”

“Tadi, Chanyeol, Sehun dan Kai menyatakan cintanya padaku. Apa kau tidak menyatakan cintamu padaku  ?” Guman Yuri polos dan tanpa rasa bersalah sama sekali. Wajah Luhan nampak terkejut. 3 namja menyatakan cinta mereka pada Yuri ? Pada gadis miliknya ini ? awas saja mereka !!

“Eh, mereka bertiga ?”

**~~**

END

HALOHA ?

Apa ada yang kangen dengan Author karena 1 minggu lebih engga ngepost FF ? Muaahahaha, Maafkan saya. Author lagi macet ide dan sekarang lagi punya mood bagus buat ngetik FF kkkk~

Haduh, gimana ini ? Ffnya anehkah ? Jelek kah ? Ancurkah ? Author bingung lo sebenernya -_-V *maksanulis Ok, semoga kalian menyukai FF ini yaa😀

Entah kenapa Pairing ini, itu Pairing kesukaan Author yah walaupun nambah Yoona-Sehun sama Jessica-Kris kkk~ Tapi Author jarang banget baca FF tentang mereka😉 Author lebih suka Yulhan kkk~ /Slap/

Oh ya, Kemungkinan mulai bulan September, Author hanya bisa ngirim FF pada hari sabtu dan minggu. Selebihnya engga bisa -_-V Mianne, Author kayaknya harus fokus UN😉 tapi disini udah ada beberapa Author baru kan ? dan kalau ada yang mau req poster bisa kok, Chek Page Request?Here yaa😀

Ok, Kayaknya pesanku itu puanjang banget -__-V Maafkan saya, Yang terakhir kalian jangan pernah Lupa untuk komentar😉

Gumawo😀

*chu~

46 responses to “[Oneshoot] Love Is..

  1. Iyaa lah thor ! Kangen berat . Ada 50kg kalii’ *kangenapasemen1sak!? #abaikan
    Aishh !! Mana mgqn ituh aneh & jelek ?
    Yg ada , ituh very very very Daebakk😉
    Wahh ,, sedih nihh kllo cma sabtu-minggu ..
    Bt , Baiklah thor , demi UN gpp dehh😀
    yg penting ttap smangat ne ?
    Buat UN-mu & tulisan”mu . Sllu saia tggu .

    • Wkkwkwk😉
      Haduh kangennya sampai 50 kg -_- ? kkk~
      Ah gumawo, padahal itu ancur kekek~
      Hahah, Mianne kalau cuma bisa samtu sama minggu😉
      Gumawo udah baca, Ok ditunggu FF yang lain yaa😀

  2. Bagussss baguss baguss
    Kok ngena di hati gini ya *nyesss
    Andai aku jdi yulnie hahaha
    Post ff lgi dumsss dh gatel nih mata -_-

    • Hahha, Gumawo ><
      Ngepost lagi ?O_o Besuk aja yaa😉 *kamunungguYulChan itu kan ? *Mendelik *matanyacopot #Plak
      Sip sampai menunggu besuk kalo engga besuknya lagi yaa #Plak *ditendang

  3. agak kurang ngeh:/ jd si Sooyoung pura2 bilang kalo Chanyeol udh jd pacarnya itu buat ngedorong Luhan spy Luhan nembak Yuri gitu? atau? maaf ini otak lagi error. jd susah dicerna wkwkw xD #plak. tp overall bagus. ada typo tp gak ganggu ko😀

  4. Kangen berat sm ff yulhan buatan author
    Ayok dong thor, buat lg ff yulhan yg begini.
    Ini ff bnrn keren.
    Itu 3 cwo cakep udh nyatain cinta sm yuri, tp luhan msh aja diem bgtu.
    Polos bgt yuri di ff ini,🙂

    • Hhahah, kangen yaa😀 *Plak
      Hahah, doakan besuk udah bisa ngepost hehe😀
      Gumawo😉
      Iya tuh Luhan cuma diem aja, dia takut sama 3 cowo itu kali ya *ditendangLuhan

  5. yeah yulhan,,
    satu kali yuhan tetp yulhan hehehe,
    aku suka cast merka thor,
    i ope yulhan, dan crta author ini daebakk,
    aku suka,
    ow iya iam wolfnya kapan dilanjut thor,
    uda nunggu dan sukses buat un yg masih lama,hehe🙂😀

  6. suka suka suka . bgus chingu .
    sedih wktu tau cnta mrka rumit aplgi ad adgan tinjuny . aw gg nyngka chanyeol tega jg . hehehe
    keren deh ,..

    maunya si mnta sequel , hahhahahah

  7. hahahaha.. byk bgt yg sk sm yuri.. aq jg mau dikelilingi namja yg keren2 kyk mrk..
    Ok dtgu karya selanjutx.. and ff wolfx segera dilanjutin..😀

  8. itu Yuri laku bener ya, apa cuma disini gue yang gak laku? *curhat* *abaikan*
    3 butir namja nembak dia secara bersamaan, mana ganteng-ganteng pula~ iti gue :’3

  9. VThorr.. Kayaknya kurang Afdol kalau gak ada sequell..
    Baguss thor soalnya.. jadi harus sequel ne thor *maksa

  10. Ya ampun yuleon ditembak 3 cowo sekaligus ????o_O ganteng2 lagi kalo aku yuleon bakal aku pacarin semuanya..😀 *playgirl?😛 suka ff wolfnya eonni lanjutin ya.. Oh sama ff yang first love aku juga udah baca aku ngasih taunya di sini aja ya eonni..😉

  11. aku readers baru disini, sering-sering bikin sooyeol ya thor!^^~ salam kenal! ffnya bagus, tapi itu aku masih bingung. chanyeol nembak yuri tapi kok malah jadiannya sama sooyoung? tapi tak apalah, yang penting sooyeol, hehe

  12. Bagus thor…. Mau UN ya? Sama aku juga -_-
    Aku suka ff nya…
    Eh, itu yang bertiga… Kenapa gak nembak author nya aja? *saya baik, kan?*
    Keep writing, fighting!🙂

  13. atulahhhhh author keren ffnya pengen sequelnya, aku sukaaaaaa banget sama tiap ff yg castnya Yuleon, apalagi kalo ff YulHan sama YulHun❤ banyakin ff mereka ya thor fightinggggggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s