[Songfict] Goodbye Summer

goodbye-summer [delzeal]

Tittle :

[Songfic] Goodbye Summer

Story by

Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Kwon Yuri | Xi Luhan

Other Cast :

You can find in this story😀

Rating :

General

Gerne :

Romance | Friendship | Sad

Lenght :

Oneshoot

Poster by.

Delzeal @cafeposter.wordpress.com

Disclaimer :

FF ini terinspirasi dari lagu F(x) ft D.O dengan judul yang sama. Dan saya hanya mengembangkannya menjadi sebuah cerita yang sangat amat absurt, Jadi maafkan Author kalo hasilnya tidak memuaskan -_-V

Happy Reading

Warning Typo ^^

Yang bercetak miring itu lirik lagunya yaaa😀

~~** Goodbye Summer **~~

I remember when we were yelled at for talking in the halls

I don’t know why it was so fun even when we were being punished

Gadis manis ini nampak menghertakkan kakinya beberapa kali ditanah. Dia berdiri disebuah lorong yang cukup sepi disekolahnya, kedua tangannya itu memegang telinganya. Seharusnya, dia harus mengangkat kaki kirinya tapi dia tak melakukan itu. Dia hanya tak ingin kehilangan keseimbangannya.

Sebut saja gadis itu Yuri. Dia berdiri disana karena sebuah hukuman, tak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru matematika yang sangat galak disekolahnya adalah sebuah kesalahan terbesar dalam kehidupan seseorang. Tapi, Yuri sudah biasa melakukan hal itu. Gadis itu benar benar tak menyukai matematika. Mungkin ada dua faktor, yang pertama karena dia tak tertarik dengan pelajaran itu dan yang terakhir, dia tak menyukai cara songsaenimnya mengajar.

Yuri menolehkan kepalanya saat mendengar suara langkah kaki, dengan cepat gadis itu mengangkat salah satu kaki nya. Hanya untuk berjaga jaga kalau orang yang datang itu adalah songsaenim. Tapi, dia bukan yeoja gendut yang Yuri takuti. Sosok namja tampan dengan rambut berwarna kuning itu tersenyum dan berdiri tak jauh darinya.

Yuri menyerngit memandang namja yang kini berdiri dengan melakukan hal yang sama seperti Yuri, namja itu adalah Luhan, sahabatnya. Aneh, bukankah tadi Luhan sudah mengerjakan tugasnya ? tapi, kenapa dia ada disini ?

“Kau sedang apa disini ?” Tanya Yuri. Dia masih menatap Luhan dengan tatapan aneh dan alis kanannya yang terangkat. Luhan nampak terkekeh kemudian menggaruk garuk belakang kepalanya yang sepertinya sama sekali tak terasa gatal.

“Menemanimu” Ujar Luhan santai, dia masih tersenyum. Sedangkan Yuri menatapnya dengan sebuah tatapan bodoh, menemaninya ? Untuk apa ?

“Bukankah kau sudah mengerjakan tugasmu, heh ?” Guman Yuri sinis dan mendapatkan senyuman sebagai jawaban dari Luhan.

“Aku menyembunyikannya di dalam tasku, lagipula aku ingin dihukum berdua denganmu” Guman Luhan, masih dengan nada dan kalimat yang santai. Entah kenapa, kali ini Yuri nampak terkekeh melihat sikap sahabatnya.

Luhan, adalah namja pertama yang sangat dekat dengan Yuri. Dia selalu menemani Yuri kemanapun Yuri pergi dan inginkan. Begitu juga dengan Yuri, dia akan melakukan apapun yang Luhan mau, bahkan dia pernah berlari keliling lapangan selama 23 kali karena kalah tahuran. Sejak saat itu, mereka menjadi dekat.

~~** Goodbye Summer **~~

The photos that can’t define our relationship is a heartbreaking story

Luhan membaringkan tubuhnya diatas kasur berukuran besar dikamarnya. Namja tampan itu menatap langit langit dengan sebuah senyuman manis. Yah, dia cukup senang hari ini. Tadi, dia membonceng Yuri dengan sepedanya dan dia juga mengantar Yuri pulang kerumah. Jarang sekali Yuri mau diantarnya pulang.

Tangan kanannya bergerak saat tanpa sengaja dia melihat kearah bingkai foto yang menapakkan sosoknya dan sosok Yuri tengah tersenyum dimusim panas tahun lalu. Dia ingat betul saat itu mereka sedang bermain pasir dilaut, dan sekarang dia merindukan hal itu.

Entah kenapa, sejak dia mulai beranjak dewasa. Luhan mulai tak terlalu sering berjalan jalan dengan Yuri. Mungkin dia menghabiskan waktunya untuk fokus pada ujian kelulusan yang tinggal menghitung hari. Dan, itu tandanya dia akan berpisah dengan sosok Yuri.

Yah, Luhan harus pergi keChina untuk melanjutkan kuliahnya. Sedangkan Yuri, gadis itu akan pergi keCanada untuk menyusul kedua orang tuanya dan menetap disana.

Luhan terdiam, tanpa dia sadari senyuman yang tadi menghiasi wajahnya yang tampan itu tiba tiba saja hilang. Tangannya itu nampak bergetar, dengankan kini sebuah perasaan sedih mulai menyelumiti hatinya. Dia tak ingin kehilangan gadis itu, gadis yang selalu menghiasi harinya dan gadis yang selama ini dia cintai.

Namja itu masih menatap foto yang kini dia pegang. Perlahan, dia memaksakan sebuah senyuman hambar diwajahnya. Dia bingung, apakah sebenarnya Yuri adalah sahabatnya atau dia mulai mencintai gadis itu ? Foto foto itu tak dapat menjelaskan status hubungan mereka berdua.

“Status ? Ck, entahlah”

~~** Goodbye Summer **~~

Your song on the last day of the school festival, the flickering summer sea

Yuri nampak terpaku saat melihat sosok Luhan nampak bernyanyi diatas panggung. Sekarang, dia tengah berada difestival musim panas yang diadakan oleh sekolahnya. Ini adalah festival musim panas yang terakhir dia lalui diKorea. Setelah lulus nanti, dia akan langsung pergi keCanada.

Gadis itu tak beranjak dari posisinya. Dia berdiri ditengah tengah kerumunan murid sekolahnya yang berbondong bondong ingin melihat sosok Xi Luhan sedang bernyanyi. Ini adalah lagu terakhir dan lagu pertama yang dia dengar dari Luhan. Sebelumnya, dia memang tak pernah mendengar sosok Luhan bernyanyi. Dan dia tak menyangka, ternyata suara Luhan cukup membuatnya senang. Walaupun disisi lain, gadis itu sedang bersedih.

Atas nama teman, dia sangat membenci keadaan seperti ini. Dia belum siap kehilangan namja bermarga ‘Xi’ itu. Dia masih ingin menghabiskan waktu mereka untuk bersama sama. Yuri tak bisa menghapus semua perasaan yang dia pendam selama ini, perasaannya pada sosok Luhan.

Suara lembut Luhan terhenti, namja itu nampak membungkukkan badannya tanda terima kasih pada seluruh penonton yang menyorakinya. Yuri membuyarkan lamunannya lalu berjalan gontai menuju kebelakang panggung untuk menemui Luhan. Hari ini, hari terakhir dia bertemu dengan Luhan. Besuk mereka semua sudah lulus, dan besuk adalah hari terakhir musim panas.

“Suaramu bagus” Guman Yuri senang, dia tersenyum pada sosok Luhan yang nampak tersenyum sumringah. Tapi, senyuman itu nampak memudar saat dia melihat kilatan sedih dimata coklat milik Yuri. Namja itu terdiam, tak tau apa yang terjadi.

“Waeyo ?” Tanya Luhan mencoba memastikan keadaan Yuri, dia menatap wajah Yuri dengan lekat. Tapi, gadis manis itu nampak mengalihkan pandangannya. Sehingga dia tak menatap Luhan sekarang, air matanya sudah ada dipelupuk matanya, walaupun begitu dia masih berusaha keras untuk membendungnya.

“G..Gwenchana”

~~** Goodbye Summer **~~

You cried so much on the day before graduation, I’m held it in firmly since Im’re a guy

Luhan nampak terdiam, saat dia melihat sosok Yuri tengah terisak disana. Dia menatap Yuri dengan tatapan sedih, tak berani mendekati gadis itu. Jauh dalam hatinya dia ingin menghibur gadis manis bermarga ‘Kwon’ itu. Tapi, dia selalu mengurungkan niatnya karena malu. Malu untuk apa ? Yuri sahabatnya bukan ? Jadi, untuk apa dia harus malu ?

Namja itu berjalan menghampiri Yuri. Yuri yang mengetahui Luhan berdiri disampingnya itu semakin terisak dan semakin membuat Luhan merasa bimbang, apakah Yuri menangis karena sikapnya ? Bukan hanya Yuri, tapi banyak murid yang esok akan lulus sibuk dengan tangisan mereka. Hanya saja, perhatian Luhan hanya tertuju pada gadis manis ini.

Tangan namja itu bergerak, ingin memeluk Yuri. Tapi, entah kenapa dia mengurungkannya dan lebih memilih untuk mengenggam tangan kanan Yuri. Merasakan rasa hangat menjalar tubuhnya, membuat Yuri menghentikan tangisannya. Ditatapnya sosok Luhan yang nampak tersenyum hambar, entah kenapa Luhan juga merasa sedih harus kehilangan gadis ini.

Gadis itu menangis, saat Luhan mengucapkan kata selamat tinggal kepadanya. Tentu saja, dia sempat tak dapat menjalankan otak dan tubuhnya saat mendengar Luhan mengatakan hal itu. Semudah itukah ?

Yuri terpaku, dia mempererat genggaman tangannya. Menahan seluruh perasaan yang merasuk dalam hatinya.

“Kau tak boleh menangis” Guman Luhan yang masih mengenggam tangan Yuri. Yuri nampak terdiam, gadis itu terpaku dengan ucapan Luhan hanya bisa menganggukkan kepalanya ragu, ragu tak dapat melakukan hal yang Luhan katakan.

“dan, selamat tinggal”

Tubuh Yuri kembali membeku, namja itu mengucapkannya lagi ? Dia bodoh ! Cukup bodoh ! dan Yuri juga bodoh !

“Selamat tinggal, Luhan”

~~** Goodbye Summer **~~

I’m sorry that this is a monologue. Oh, actually, I love you, yeah. If only our long-time hidden secrets were revealed. I would hold you in my arms.

Luhan terduduk lemas dibangku yang berada diteras rumahnya. Perasaannya kini diliputi rasa sedih saat mengingat kejadian 5 tahun yang lalu. Saat musim panas yang biasa dia lewati dengan senyuman dan canda tawa, saat itu dia melewatinya dengan isakan tangis dan banjiran air mata.

Dulu, dia ingat betul ketika dia jatuh cinta dengan seorang gadis manis, bodoh dan memiliki sikap yang cuek bahkan terkadang dia seperti preman. Entah apa yang membuatnya menarik hati Luhan, bahkan dia adalah sahabat dekat Luhan.

Ada sebuah rahasia diantara mereka berdua, sebuah rahasia yang membuat hubungan mereka terputus sampai saat ini. Sebuah kata manis yang disebut dengan kata cinta.

2 tahun yang lalu, Sehun yang merupakan teman dekat Yuri saat kuliah mengatakan pada Luhan kalau Yuri menyukainya, dan Luhan sangat menyesal karena dia tak berani mengungkapkan perasaannya pada Yuri.

Andai saja, saat itu dia mengungkapkannya. Mungkin saat pesta perpisahan, Luhan tak perlu ragu memeluk Yuri. Mencoba menghentikan tangisan gadis itu, karena dia juga tau kalau dia benar benar mencintai gadis bermarga ‘Kwon’ itu. Hanya saja, dia terlalu takut untuk mengungkapkannya. Dia hanya takut kalau Yuri hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat, tak lebih. Dan sekarang dia harus menerima kenyataannya, kenyataan pahit yang kini dia tempuh. Kehilangan gadis itu dan melupakannya untuk selama lamanya.

“I’m sorry, summer, now goodbye”

~~** Goodbye Summer **~~

Aku kembali teringat saat kita berbicara
Dengan saling berteriak di lorong sekolah
Aku tidak mengerti, semua terasa begitu menyenangkan
Kita bahkan melupakan bahwa itu merupakan sebuah hukuman
Setelah hari itu (yeah yeah) Kita selalu bersama (yeah yeah)
Selalu bersama – sama kemanapun pergi seperti sikembar astro
Kau adalah aku dan aku adalah kamu

Kau menangis begitu sedih sehari sebelum kelulusan
layaknya seperi lelaki, kau memegang tanganku kuat
Sama seperti musim panas,
Kita tidak bisa mengatakan apa yg kita inginkan
Hanya, selamat tinggal

Atas nama teman, aku sungguh benci situasi itu
Perasaan yang aku sembunyikan masih selalu teringat
Sebagai kenangan menyakitkan
Foto – foto yang tidak bisa menjelaskan status kita
Hanya berupa tumpukan cerita memilukan
Maafkan aku, dimusim panas ini,
Sekarang, Selamat tinggal

Apa yang harus kukatakan?
Tidak ada permainan tersisa
Aku tidak tahu harus bermain apa
Seharusnya aku mengungkapkan semua itu
Memintamu untuk tetap tinggal
Semua itu hanya membuatku sedih,
Rentetan kalimat yang tidak bisa kuucapkan
Dan cerita kitapun berakhir ketika semua belum dimulai

Lagu yang kau nyanyikan di festival musim panas terkahir,
Memberikan kilau dilaut musim panas
Perasaan ini sungguh bergitu berharga,
Karen kita selalu bersama – sama
Seperti gelap langit malam, Selamat tinggal

Atas nama teman, aku sungguh benci situasi itu
Perasaan yang aku sembunyikan masih selalu teringat
Sebagai kenangan menyakitkan
Foto – foto yang tidak bisa menjelaskan status kita
Hanya berupa tumpukan cerita memilukan
Maafkan aku, dimusim panas ini,
Sekarang, Selamat tinggal

Baby oh no oh oh
Maafkan aku, ucapku pada diri sendiri
Ah,, lebih tepatnya Aku mencintaimu
Andai saja kita saling mengungkap rahasia antara kita
Mungkin aku bisa memelukmu dalam pelukanku

Atas nama teman, aku sungguh benci situasi itu
Perasaan yang aku sembunyikan masih selalu teringat
Sebagai kenangan menyakitkan
Foto – foto yang tidak bisa menjelaskan status kita
Hanya berupa tumpukan cerita memilukan
Maafkan aku, dimusim panas ini,
Sekarang, Selamat tinggal

Atas nama teman, aku sungguh benci situasi itu
Cerita yang menghancurkan hati,
Maafkan aku,,
Musim panas
Sekarang saatnya ‘Selamat tinggal’

~~** Goodbye Summer **~~

END

Howa, -_-

Ottoke ? Ffnya ancur banget -_-V Mianne, semoga kalian menyukainya. Btw ini songfic pertama author wkwk, oleh karena itu hancur.

Oh ya, jangan lupa komentar ya😀

Gumawo udah mau baca😉

*bow

 

33 responses to “[Songfict] Goodbye Summer

  1. Blog sebelah jga buat ff kya gni loh thor.. Tp aku belum bca.. Ini aja aku belum bca udh komen hehe..
    Duh.. Aku suka banget lgunya.. Trus lirik translate an indonya.. Story bangeeet..

    • Iya emang, sempet nyesek waktu liat blog sebelah juga bikin. Tapi Author udah terlanjur pesen cover FF jadi ya sudahlah -_-

      Hahah, sama Author juga naksir sama Lagunya😀

  2. kenapa ga balikan salam luhan T.T
    keren eonnie.. buatlagi tapi yang happyend luhanyuri.. ya ya ya ya

  3. Thor, yang dibilang sehun dibagian terakhirnya ituh, yuri menyukai sehun ato luhan?
    Aku Rada gak ngerti hehe XD…………

    Tapi gk ape-ape, gak mengurangi kata PERFECT kok buat ff author yang satu ini heheh….,

    Thor boleh gak thor buatin ff-nya KrisYul / BaekYul
    Gak pernah baca ff yang pairingan-nya kris ama yuri ato baek ama yuri
    (Maklum new readers)🙂..

    Kutunggu karyamu selanjutnya author….
    *maaf, kalao bawel*

  4. lho kog end ?
    kirain jdi am sehun mknya luhan nyesel ..jd mrka ttp sndri y ?
    pk sequel ni mah . hehehe

  5. thor ceritanya sedih,, nuat yg ff chapter lg dong ttg YulHan,,
    eh ngomong” ym I’m Wolf semoga aja appa luhan bukan appanya yuri, biar mrk bisa hidup bersama

  6. aigoo !! Banjir bandang nih thor , kllo sad ending bgonoh😥 k.dpan’x bkin happy ending ne ?🙂 saia sllu mnantikan kryamuw ..

  7. hai thor, perkenalkan new reader..
    aku suka banget ma yulhan,
    buat yulkai thor, pasti bagus kalo author yang buat..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s