I’m Wolf [Part 4]

im-wolf [ vanflaminkey91 (@minokeyo16)] vanflaminkey91 by cafeposterart.wordpress.com

Tittle :

I’m Wolf [Part 4]

Starring :

Kwon Yuri | Xi Luhan

Kim Jong In | Im Yoon Ah | Wufan Kris

Other Starring :

Jessica Jung | Seo Joon Hyun | Kim Taeyeon | Tao

Rating :

PG 14 [Bisa berubah setiap waktu -_-V]

Gerne :

Romance | Action | Mistery | Sad | Family | Friendship

Lenght :

Part / Chaptered

Poster by :

vanflaminkey91 by cafeposterart.wordpress.com

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran saya sendiri, jika ada persamaan itu tanpa disengaja. Pemain milik orang tua, Tuhan dan SM saya hanya meminjam nama untuk cerita saya😀, so Happy reading^^

READ OTHER PART

1 | 2 | 3

PLEASE DON’T BASH

DON’T BE SILENT READER

WARNING TYPO

~~** I’m Wolf **~~

Part 3

“Saranghae” Guman Luhan pelan, Yuri memejamkan kedua matanya lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum tipis pada Luhan. Kedua matanya, nampak air mata yang mendesak keluar. Bibir gadis itu bergetar, dia tak dapat mengatakan apapun kepada namja yang kini ada dihadapannya. Dia tak mampu mengatakan perasaannya, kalau dia tak mau kehilangan namja ini. Luhan memaksakan seutas senyuman paksa pada Yuri, lalu mengecup kening gadis itu, cukup lama sampai dia merasa gadis itu benar benar menjadi miliknya sekarang. Luhan tersenyum pada Yuri, kemudian melangkahkan kakinya kearah pembatas itu, sedetik kemudian namja tampan itu hilang dan Yuri tak dapat melihatnya lagi.

“baru satu detik, dan aku merindukanmu”

~~** I’m Wolf **~~

.

.

.

.

.

Aku merindukannya,

Hm.. Mungkin seperti itu. Saat kedua irisku tak melihatnya, diriku seperti tak memiliki sedikit tenaga untukku hidup. Aku, aku kesepian. Tak ada lagi yang membuatku malu, membuatku nyaman jika ada disampingnya dan membuatku merasa terlindungi.

Sssstt..

Aku merindukanmu, Hm.. KAU !!!

.

.

.

.

.

PART 4

Jika hari ini hujan, mungkin Yuri akan pergi kehalte untuk mencari jejak yang namja itu tinggalkan, Sebuah tempat berhawa dingin yang menjadi saksi bisu saat dia pertama kali melihat sosok itu, secuil kenangan saat dia pertama kali bertemu dengan manusia serigala bermarga Xi itu, dia tau namanya sekarang telah berubah ‘Xi Yuri’, bukankah itu terlihat indah ? Yah memang nama yang indah untuk gadis semanis dia dan untuk namja tampan seperti sosok Luhan. Tapi, akankah dia menyadarinya ? Gadis manis itu merindukannya, merindukan Luhan. 

Gadis itu memejamkan kedua matanya, memandang langit yang kini sudah gelap dari atas kasurnya. Merasakan hawa dingin yang kini menusuk tubuhnya, tak ada sesuatu yang bisa dia dengarkan. Hening, tak ada orang sama sekali dirumah megahnya. Hanya ada dia, dia yang kesepian. Yuri bangkit dari tidurnya lalu berjalan kearah jendela dan menatap bintang bintang yang nampak kerlap kerlip. Gadis itu tersenyum kecil, lalu menghela nafasnya berat.

Tangannya bergerak menutup jendelanya, namun tangannya itu berhenti karena seseorang melempar sebuah batu kecil dan masuk kedalam kamarnya. Yuri menyerngit, kemudian memandang kebawah dan menemukan sosok namja tampan dengan rambut berwarna kuning tersenyum senang seraya melambaikan tangannya. Kedua mata Yuri nampak terpaku melihat namja itu, dia tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya, semua terlukis diwajahnya yang manis.

“Cepat turun !! Kajja kita jalan jalan” Teriak namja itu, Yuri tersadar dari lamunannya dan menganggukkan kepalanya pelan. Dia menutup jendela kamarnya kemudian buru buru turun kebawah dan menghampiri namja tampan yang kini nampak melipat kedua tangannya didepan dada. Namja itu tersenyum lalu melepaskan tangannya yang dia lipat tadi, wajahnya tak kalah berseri dari wajah Yuri. Yuri berlari menghampiri namja itu kemudian memeluknya erat, sangat erat.

“Bogoshipo” Gumannya pelan.

Sedetik kemudian, Yuri merasakan seseorang mengelus rambutnya perlahan. Gadis itu melepas pelukannya dari namja itu lalu membuka perlahan kedua matanya. Dia nampak kaget melihat sosok Kai kini tersenyum manis padanya.

“Kai ?” Guman Yuri yang nampak shok melihat sosok Kai dihadapannya, bukan sosok Luhan, sekarang dia menyadari sesuatu, dia hanya sedang bermimpi. Bermimpi agar dia bisa melihat sosok Luhan lagi. Kai menyergit dan memandang Yuri dengan tatapan bingung sekaligus aneh. Yuri terdiam, dia menghela nafasnya frustasi kemudian bangkit dari kasurnya yang empuk itu dan buru buru mengambil handuk yang dia gantung didepan kamar mandi yang ada dikamarnya. Melihat Yuri yang nampak dingin seperti biasanya membuat Kai mengendus kesal, Yah sangat sulit untuk mendapatkan sosok seperti Yuri, hanya orang orang yang beruntung saja yang bisa membuat Yuri mencintainya.

“Kemana saja kau, Nyonya Kim ?” Tanya Kai didepan pintu kamar mandi Yuri. Kai dapat mendengar begitu jelas kalau Yuri sedang terkekeh didalam sana. Entah apa yang lucu, tapi Kai memang merasa tak ada yang lucu dengan perkataannya. Kai kembali mengendus kesal dan menunggu jawaban dari sosok yeoja dingin yang dia cintai.

“Kau tadi berkata apa ? Nyonya Kim ? Siapa yang kau panggil dengan sebutan itu, Hah ?” Teriak Yuri dari dalam kamar mandi. Suaranya itu tak begitu keras, walaupun begitu Kai masih bisa mendengarnya, meskipun hanya samar samar. Kai tersenyum miris, namja itu berjalan menjauhi pintu kamar mandi kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur Yuri. Dia masih menatap kearah kamar mandi, tempat dimana Yuri berada dengan sebuah tatapan kesal.

“Lalu kau mau dipanggil dengan sebutan apa, Hm ?” Teriak Kai pasrah, dia tak mendengar suara apapun hanya suara gemericik air dari kamar mandi. “Mungkin kau bisa memanggilku dengan sebutan Nonna Xi, itu indah Jong In” Teriak Yuri tiba tiba sehingga membuat Kai yang tadinya ingin mengambil handphone Yuri kini mengurungkan niatnya, dia menyerngit mendengar kata kata ‘Xi’, nama itu tak ada dimarga Korea, dan kenapa yeoja menyebalkan itu menyebutnya dengan nama Jong In. Sudah berkali kali Kai berkata pada Yuri untuk tak memanggilnya dengan nama itu, tapi yeoja itu selalu melakukannya untuk membut Kai merasa kesal dan frustasi, hingga akhirnya dia tak akan menyerang Yuri lagi.

“Nonna Xi ? Itu terdengar begitu aneh” Sahut Kai, dia masih sibuk memikirkan sebuah kata kata Xi yang terdengar sangat familiar ditelinganya, tapi dia lupa siapa sosok yang memiliki nama itu, entahlah dan Kai juga malas untuk memikirkannya. Tak berapa lama, pintu kamar mandi itu terbuka dan menampakkan sosok Yuri sudah siap dengan baju yang akan dia kenakan untuk pergi kesekolah. Gadis manis itu berjalan mendekati Kai dengan sebuah tatapan mematikan miliknya kemudian menjitak kepala Kai kasar sehingga membuat Kai mengaduh kesakitan.

“Bodoh ! biarpun itu terlihat aneh, tapi aku suka dipanggil Nonna Xi”

>>>

Yuri duduk disamping Taeyeon, dia tersenyum menatap Taeyeon yang terlihat asyik menatap buku tebal miliknya, sehingga tak menyadari sahabat kesayangannya itu kini duduk disampingnya. Iseng, Yuri mengambil buku Taeyeon sehingga Taeyeon kini menoleh dan menatap Yuri dengan senyuman yang mengembang. Beberapa detik setelah itu, Taeyeon berhamburan memeluk Yuri. Yah, ini pertama kalinya Yuri masuk sekolah sejak 1 seminggu setelah kejadian dia hilang.

Kepala Yuri berputar melihat semua isi kelas yang kini memandang mereka berdua dengan tatapan aneh. Melihat semua orang melihatnya, membuat Yuri melepaskan pelukan Taeyeon paksa dan memandang Taeyeon dengan sebuah tatapan kesal. Taeyeon menatap Yuri yang kini terlihat mengembungkan pipinya dengan wajah bingung. Dia merasa aneh dengan Yuri beberapa hari ini, Yah Taeyeon selalu mengunjung Yuri dan lebih parahnya lagi, Yuri yang memiliki sifat dingin kini malah bertambah dingin.

“Yuri, kemana saja kau saat hilang huh ? Kasian Kai, dia mencarimu kemana mana” Guman Taeyeon dia menatap Yuri dengan sebuah tatapan kesal dan tatapan ingin mendapatkan jawaban dari sosok Yuri. Gadis manis itu tersenyum hambar, lalu menghela nafasnya berat dan memandang kejendela kelasnya. Lagi lagi, dia menghela nafasnya berat lalu memfokuskan tatapannya menatap Taeyeon.

“Bagaimana keadaan Appamu ? Em, Taeyeon-ah apa kau tau serigala seperti apa yang melukai appamu itu ? Apa dia perempuan atau laki laki ?” Guman Yuri pelan, tak memperdulikan ucapan Taeyeon, dia menatap Taeyeon dengan tatapan serius miliknya. Kening Taeyeon nampak mengerut melihat sikap Yuri yang menurutnya tak biasa ini, Yah gadis itu terlihat seperti detektif. Namun, mulut Taeyeon tiba tiba saja bungkam dia tak tau detail tentang serigala yang melukai Appanya.

“Entahlah, dia berwarna abu abu. Keadaan Appaku memang sudah membaik, hanya saja tangan kirinya itu sepertinya tak dapat digerakkan” Yuri terdiam, Yah dia pasti merasa sedih karena luka yang diderita Appa Taeyeon. Apalagi, gadis itu juga sudah pernah merasakannya. Saat itu, kedua tangan dan kaki kirinya benar benar terasa mati. Jika dia menggerakkannya, bukan tangan atau kakinya yang merasa sakit, tapi kepalanya yang justru merasa sakit. Oleh karena itu, dia tak sanggup berdiri terlalu lama. Yuri menghela nafasnya berat kemudian menepuk bahu Taeyeon pelan, dan memberikan seutas senyuman pada gadis bermarga Kim itu, seolah menyuruh gadis itu untuk lebih tegar lagi.

“Em, aku harus pulang. Jika songsaenim mencariku, katakan padanya kalau kepalaku masih sakit”

>>>

Yuri duduk dihalte yang berada didekat perbatasan antara Serigala dan manusia. Disini, dia sama sekali tak merasakan hawa hawa mengerikan berbeda seperti dulu, saat dia baru pertama kali duduk disini. Hm, dia duduk disini memang sengaja menunggu sosok Luhan berharap namja itu akan keluar dari kawasan serigala dan Yuri bisa meminta obat untuk menyembuhkan Appa Taeyeon. Tapi, sudah 2 jam dia disini dan sama sekali tak ada tanda tanda dari sosok Luhan. Okey, Yuri memang tak mau masuk kedalam sana, dia takut seseorang akan menyerangnya lagi, Tapi tiba tiba saja gadis itu mengingat perkataan Luhan, dia sudah menjadi istri Luhan bukan ? Jadi, dia juga sudah menjadi serigala, Eh serigala ?

Baru saja dia ingin masuk kedalam, tiba tiba saja dia melihat sosok Luhan berjalan keluar. Namja itu nampak tampan dengan menggunakan baju berwarna putih dan jaket yang berbahan jeans. Melihat sosok Luhan, membuat gadis yang kini masih menggunakan seragam sekolahnya itu bangkit dari duduknya dan tersenyum manis pada namja itu. Luhan nampak menyipitkan kedua matanya saat melihat sosok Yuri duduk disana, dengan langkah perlahan dia berjalan mendekati Yuri kemudian memukul kepala gadis itu pelan.

“Bodoh, bukannya sekolah tapi kau duduk disini. Untuk apa kau disini ?” Tanya Luhan kesal saat melihat Yuri kini hanya terkekeh, tangan kanannya menyentuh kepalanya bekas pukulan Luhan. Luhan terdiam lalu duduk dibangku halte itu, entah kenapa jantungnya itu berdegup kencang saat melihat Yuri dari kedekatan seperti ini, apalagi mereka sudah tak bertemu selama satu minggu, mereka memang terlihat canggung. Luhan nampak melihat Yuri dengan tatapan bodoh, dia benar benar merasa bodoh karena tadi dia memukul kepala istrinya, bukankah seharusnya dia mencium pucuk rambut gadis itu ? Ah, mungkin saja Yuri sudah tak menganggap Luhan sebagai suaminya.

“Luhan, Appa Taeyeon terluka karena serangan serigala saat aku terjebak dikawasan serigala. Dan kumohon bantu dia” Ujar Yuri dengan nada bicara yang manja, Luhan nampak menyergit menatap Yuri yang terlihat tak seperti biasanya. Namja itu menghela nafasnya berat kemudian menatap lurus kedepan, dimana mobil mobil berlalu lalang, kemudian menatap Yuri yang masih memasang tampang memohonnya pada Luhan.

“Obat itu, aku tak tau apakah berfungsi jika digunakan dikawasan manusia. Aku takut jika lukanya justru akan bertambah parah” Guman Luhan pasrah, Yuri menghela nafasnya frustasi sedetik kemudian senyuman gadis itu kembali mengembang.

“Kita bisa mencob..”

“Yuri, kau sedang apa disini ?” Guman sosok yeoja yang kini berdiri dibelakang Yuri. Yuri dan Luhan menolehkan kepala mereka kearah sumber suara dan mendapati sosok yeoja cantik dengan rambut berwarna kecoklatan tengah tersenyum kearah mereka berdua. Yuri hanya mengendus kesal saat melihat Unnienya berada disini, sejak kapan sibawel itu kembali dari Canada ? Yah, kebebasan hidupnya akan terganggu jika Unnienya yang selalu dibanggakan oleh kedua orang tuanya itu ada dirumah, apalagi Appa dan Ummanya akan pulang hari ini.

Namun, Luhan nampak mematung melihat gadis itu. Gadis yang tak bertemu dengannya cukup lama itu kini berada dihadapannya. Gadis yang selama ini dia rindukan kini menampakkan wajahnya, walaupun Luhan tak pernah bertemu dengannya tapi, wajah gadis itu masih terlekat dimemorinya. Melihat Luhan yang terus menatap Unnienya membuat rasa aneh merasuki hati Yuri, tiba tiba saja terbesit dihatinya sebuah rasa tak suka jika Luhan memandang Unnienya dengan tatapan seperti itu.

“Luhan, kau kah itu ?” Guman Krystal, Unnie Yuri. Dia menyebutkan nama Luhan dengan sebuah nada yang sangat sulit diartikan, Krystal sama sekali tak menganggap Yuri berada disana, yang ada dikedua matanya sekarang hanya ada dirinya dan sosok Luhan. Luhan tersenyum senang kemudian menganggukkan kepalanya pelan, melihat Luhan tersenyum seperti itu membuat Krystal berhamburan memeluk namja itu, menghapus semua kerinduan yang kedua orang itu rasakan.

“Bogoshipo” Guman Luhan pelan, Krystal nampak menganggukkan kepalanya pelan. Luhan semakin memperat pelukannya pada Krystal begitu juga dengan Krystal.

Sedangkan Yuri ?

Gadis itu terdiam, memandang sebuah pemandangan yang memilukan hatinya. Dia menggeser tempat duduknya menjauhi Luhan dan Krystal, mulut kecilnya itu sedikit terbuka, nafasnya menjadi tak beraturan. Dia masih menatap kedua orang itu dengan sebuah tatapan bingung sekaligus aneh. Aneh ? tentu saja, mereka baru pertama kali bertemu tapi kenapa mereka nampak dekat sekali ? Yuri menyentuh dadanya yang kini terasa sakit, dia tersenyum miris kemudian bangkit dari duduknya sehingga membuat pelukan yang terjadi diantara Luhan dan Krystal itu terhenti.

Yuri melangkahkan kakinya menjauh dari Luhan dan Krystal dengan menahan air mata yang kini sudah ada dipelupuk. Dia merasa aneh pada dirinya sendiri, kenapa dia menangis ? sedangkan Luhan, dia terdiam menatap kepergian Yuri. Namja itu berlari meninggalkan Krystal yang kini menatap mereka berdua  dengan tatapan tak suka. Luhan meraih tangan Yuri kemudian menarik gadis itu dalam pelukannya. Yuri yang terkejut hanya terdiam, tak membalas pelukan namja yang ada dihadapannya ini.

“Mianne, aku salah Yuri-ah” Guman Luhan tepat ditelinga Yuri, Yuri terdiam menahan hembusan nafas Luhan yang mengelitik telinganya. Gadis itu terus terdiam sampai air mata yang tadi dia tahan itu terjatuh dan membasahi baju Luhan, Yuri nampak terisak. Tentu saja, perasaan aneh itu baru pertama kali dia rasakan. Luhan selalu memberikan sebuah perasaan baru kepada Yuri, sedangkan gadis itu nampak terlalu sulit untuk menerimanya.

Pertama, mulai dari membuat Yuri merasa bahagia jika dia berada disamping Yuri. Yuri memang dekat dengan banyak namja, tapi dia benar benar bahagia jika Luhan ada disampingnya. Kedua, sekalipun Luhan membuatnya merasa marah tapi dia tak bisa marah pada Luhan, seolah hatinya benar benar melarangnya melakukan hal itu. Ketiga, ini pertama kalinya Yuri merindukan sosok namja, bahkan baru satu detik dia tak melihat wajah Luhan, hatinya benar benar merasa kacau dan tak karuan. Dan Keempat, sebuah rasa yang benar benar asing baginya, dia baru pertama kali merasakan tak suka jika seseorang dekat dengan orang lain selain dia, ada sebuah luka yang tiba tiba saja muncul dalam hatinya dan entah kenapa dia menangis. Lalu, perasaan apa lagi yang akan Luhan tancapkan dalam hati Yuri ?

“Bodoh, kenapa kau meminta maaf ? Aish lepaskan pelukanmu ini Luhan, aku tak bisa bernafas” Gerutu Yuri yang nampak kesal berusaha menyembunyikan semua kesedihannya, tapi suara serak Yuri tak dapat membohongi Luhan. Namja itu memejamkan kedua matanya lalu semakin memperat pelukannya sehingga membuat Yuri mengendus pelan, namja itu mengelus rambut hitam Yuri perlahan.

“Kalau kau tidak memaafkanku, aku tak akan melepaskan pelukan ini” Ancam Luhan, Yuri kembali mengendus kesal dan hanya bisa mengerutu didalam hatinya. Dia masih berusaha melepaskan pelukannya tanpa harus memaafkan Luhan, entah kenapa gadis itu tak ingin memaafkan Luhan, apa karena hatinya terlalu merasakan sakit ? Luhan nampak kualahan menahan sosok Yuri yang terus mengeliat memaksanya untuk melepaskan pelukannya, tapi namja itu tak menyerah dia semakin mempererat pelukannya sehingga dia dan Yuri kini sama sama merasa sesak dan kehabisan nafas.

“Ah, baiklah aku memaafkanmu”

>>>

Yuri duduk disamping Luhan dan menatap namja itu dengan tatapan kesal. Ditangan kanannya, dia memegang sebuah ice cream rasa vanila yang nampak hampir meleleh. Luhan nampak sibuk menikmati ice cream yang ada ditangannya sedangkan Yuri dia sama sekali tidak berserela makan saat ini, Moodnya benar benar hancur. Merasa Yuri selalu menatapnya, membuat Luhan menolehkan kepalanya dan menatap gadis manis itu dengan alis kanannya yang terangkat, walaupun Luhan nampak bingung dia masih saja menikmati ice creamnya.

“Wae ? Kau masih marah denganku ? Bukankah kau sudah memaafkanku tadi? Jadi, berhentilah bersikap aneh seperti itu” Guman Luhan, namja itu nampak menatap sosok Yuri dengan sebuah senyuman penuh kemenangan. Sedangkan Yuri, dia memajukan bibirnya semakin lama semakin kesal dengan sikap namja yang ada disampingnya ini.

“Aku tidak bersikap aneh, hanya saja..” Guman Yuri yang terputus, dia tak tau harus mengatakan apa pada namja yang ada disampingnya ini. Yah, dia cukup lama mengenal Luhan dan dia sangat tau kalau namja disebelahnya ini sangat pintar, Yuri tak ingin dirinya terjebak dalam kata kata Luhan. Yuri mengerakkan tangannya, lalu menjilat ice cream vanila itu seraya mencoba mencari sebuah alasan untuk namja ini.

“Kau cemburu ?” Guman Luhan asal. Dia menatap sosok Yuri yang nampak tersendak lalu menatapnya dengan tatapan sinis. Luhan kembali tersenyum penuh kemenangan, namja itu mengacak ngacak kepala Yuri kasar sehingga membuat Yuri semakin kesal.

“Maaf, lagipula kau tidak benar benar menganggapku sebagai suamimu bukan ?” Ujar Luhan pelan, dengan nada bicaranya terpancar sebuah kilatan nada kesedihan. Namja itu menghela nafasnya, tak melanjutkan memakan ice cream dia lebih memilih terdiam dan menatap sosok Yuri yang nampak menundukkan kepalanya. Namja itu memutar otaknya, mencoba mencari sebuah alasan dibalik terdiamnya Yuri, Yah dia memang tau gadis itu tak pernah menganggapnya sebagai suaminya yang sesungguhnya, dia juga tau kalau pernikahan bodoh itu hanya sebuah pertolongan untuk sahabatnya ini, bukan untuk menjadi kenyataan dan Luhan benar benar merasa bodoh karena mengatakannya pada Yuri.

“Bukan, aku menganggapmu Luhan. Justru, aku tak suka jika kau dekat dengan Krystal Unnie karena aku membencinya. Aku benci gadis itu karena dia selalu merebut segalanya, merebut semua yang kumiliki” Guman Yuri sedih, dia menundukkan kepalanya, tak menatap Luhan. Luhan terdiam, dia menatap wajah Yuri yang kini terhalang oleh rambut hitam dan panjang miliknya. Namja itu nampak iba dengan gadis manis yang ada disampingnya.

“Maksudmu ?”

“Aku tak tau darimana Appaku menemukannya, saat itu hujan sangat deras dan Appaku belum pulang dari bandara padahal seharusnya dia sudah sampai. Cukup lama aku menunggunya diruang tamu. Tapi saat Appaku sampai, dia nampak menggendong seorang gadis kecil yang seumuran denganku. Entahlah, saat itu Appa sama sekali tak melihat senyuman yang kupasang, dia langsung membawa gadis itu masuk kedalam kamarku dan merawatnya sampai dia terbangun, sedangkan kamar kesayanganku itu menjadi miliknya. Boneka beruang besar yang Umma berikan padaku, juga menjadi miliknya. Semua yang kumiliki menjadi miliknya. Sampai suatu hari, kami telah beranjak dewasa, Appa mengirimnya untuk bersekolah diCanada dan tinggal disebuah Apartement mewah yang seharusnya menjadi milikku. Dia selalu mendapatkan kasih sayang lebih dari kedua orang tuaku. Aku tau, dia cantik, dia manis tapi aku tak menyukainya. Dia sangat suka memasang wajah sok baik jika kami berada didepan orang lain ataupun kedua orang tuaku. Tapi, jika hanya ada aku dan dia, dia akan memarahiku, memukulku dan mengambil salah satu barang yang kupunya. Dan beberapa tahun yang lalu, saat aku terakhir kali bertemu dengannya, dia menyuruhku untuk menjauhi Kai. Entahlah, aku hanya tak ingin dia merebutmu karena terlalu banyak yang menghilang dari kehidupanku semenjak kedatangan gadis aneh itu” Guman Yuri panjang lebar.

Luhan terdiam, mencoba mencerna semua ucapan yang Yuri lontarkan. Dia terpaku dan menatap sosok yeoja manis yang ada dihadapannya. Gadis itu, sangat tegar. Gadis itu memiliki sikap yang sangat sulit untuk dia tebak dan gadis itu berhasil membuatnya merasakan sebuah sengatan aneh saat melihatnya sedang menangis seperti ini. Gadis yang dia anggap sebagai istrinya itu akan tetap menjadi istrinya yang akan selalu dia jaga, walaupun dia masih mencintai seseorang. Sosok yeoja yang Yuri benci, Krystal.

“Jadi, hanya karena hal itu kau menangis ?” Guman Luhan mencoba mengejek Yuri dia menatap sosok Yuri yang kini tengah mendongakkan kepalanya dan menatapnya dengan semua tatapan kebencian yang dia punya. Yuri mengembungkan pipinya lalu memukul lengan Luhan kasar, sehingga membuat namja itu hanya bisa merintih kesakitan.

“Bodoh, aku tak ingin kehilanganmu. Kau ini benar benar tak memiliki perasaan” Ujar Yuri kesal, lalu menghela nafasnya berat. Luhan nampak bangkit dari duduknya dan hal itu semakin membuat Yuri merasa bingung. Luhan menarik tangan Yuri dan menyeretnya untuk pergi dari sana. Tapi seseorang kini menghalanginya.

“Tunggu, Pangeran Luhan. Kumohon pulanglah, Baginda raja sudah kami temukan” Ujar namja itu, Yuri dan Luhan nampak membulatkan kedua mata mereka. Tapi dengan alasan yang berbeda beda, Yuri karena tak percaya saat mendengar kalau Luhan adalah seorang Pangeran dan maksudnya Luhan merupakan pangeran Serigala ? Jinjja ?

Sedangkan Luhan ?

Dia tak percaya karena Appa yang selama ini dia cari dibumi sudah kembali. Dia tersenyum lebar lalu menganggukkan kepalanya. Tangan kanannya semakin mempererat genggamannya dan hal itu berhasil membuat Yuri merintih kesakitan. Gadis manis itu menatap Luhan dengan tatapan bingung.

“Luhan, kau seorang pangeran ?”

~~** I’m Wolf **~~

TBC

HOWA !!!!!!!

Part 4 udah selesai yaa😉

Next part wajib menunggu ok :* Oh ya, gimana menurutmu ? Part ini semakin ancur aja -_- Maaf beberapa hari ini Author kehilangan mood buat ngetik FF dan Author habis pergi keSurabaya #Plak

Ok jangan Lupa komentar😀

Gumawo😉

70 responses to “I’m Wolf [Part 4]

  1. lanjuttt
    ditunggu bgt ff ini
    appanya nugu *gak penting
    seru deh
    eh kok gitu appa eomma yuri
    ntar yuri ilang mereka gak nyari kerteketalulahhhh #appanlah
    eii eon bikinnin eomma appa yuri sadar dong klo mereka jahat ama yuri
    kan anak kandung mereka itu yuri ato si krystal manipulasi kekeke

  2. Akhirnya author comeback dengan ff dan pairing favorite Yulhan.
    Penasaran dengan identitas ayah Luhan..
    Yulnie jjang .. Bsa setegar it ngadapin berbagai cobaan..
    Di tunggu next partnya yah..
    Keep writting

  3. Ortu macem apa itu masa lbh sayang anak pungut dari pada anak kandung sih nyebelin bngt ortunya yuri btw ayah luhan uda di temukan gmna nasib yuri nnti soalnya pasti luhan akan pulang ke negara serigalanya kan apa​ yuri nnti di bawanya ?

  4. Next thor😀 uaa. Jahat bgt kristal. Kasian kai😦 uaaa. Pokoknya harus yulhan ya thor :p kekeke. Keep writing

  5. Aaaaaaa!!!!!!!!!! Jadi kesel sama krystal😦 masa gitu sih.. Lebih disayang krystal dari pada yuri kasian yuleonnya😦
    tapi aku tetap menunggu part selanjutnya tambahin yulhan momentnya eonni😉 AKU SELALU MENUNGGU😀

  6. hai aku readers baru eonn,,
    aku suka certa yang bergenre sperti ini,
    menrut aku certnya bagus koq,
    dan semakin membuat aku penasaran,,hahaha next chap eonn,

  7. Yiiipiieee akhirx dipost lgi..
    Wahhh deg degan nih bacax..
    Penasaran bgt.. Ayo cptdilanjutin..
    Nice^^😀

  8. Setiap aku baca ff cast yuleon pasti penghalangnya krystal-_- Banyakin romancenya dong eon
    gomawo😀

  9. Ceritanya daebak!! Dapet feel waktu yuri cemburu sama krystal
    Next chapternya ditunggu yah ^u^
    New readers

  10. Waduhh..krystal unnie jahat banget! Kan kasian yuri unnie *pelukyulnie #plak. Ditunggu next chapt nya thor😀 fighting!!

  11. Author aku mau nanya krystal itu dia manusia kan?bukan srigala? *kudett
    Makin bagus kokkk !!!!
    Mngkin yulhan masih malu” ntuhhh!!!
    Part 5 nya lebih bagus lgi dn lebih pnjang lgi hehehe!!
    Fighting!!

    • krystal itu serigala, tapi dia diangkat jadi kakak Yuri. oleh karena itu banyak yang ngira dia manusia😀
      hahah, iya deh entar kalo bisa dipanjangin😀
      Gumawo ya, next part ditunggu

  12. huaaaa akhirnya updet ><
    part ini kesannya kaya terburu-buru gitu ya? pas yg si Krys ada di halte bus itu…
    dan kayanya perlu dijabarin lebih lagi soal hubungan Krys sama Luhan dan soal ayah-ibu Yuri yg kenapa lebih sayang sama anak pungut ketimbang anak sendiri -_-"

    over all, bagus.. next chap ditunggu ^^

  13. jgn jgn appanya yuri itu raja srigala?😮

    woah konfliknya nambah terus nih seru bgt, cepet dilanjut ne~ fighting!! ^^v

  14. Annyeong !! Readers baru stok lumayan lama , thor🙂
    Mian baru ninggalin jejak dsni ne ??
    Hmm ,, jjur ajah .. saia suka bnget sma karya” author ^3^
    Soal’x I’m a yurisistable ..
    Jgn bosan buat truz berkarya yoo !! Hwaiting !!

    Oyaa , I’m wolf part 5’x jgn lama” ne ..

  15. bener bener da author keren menghayalnya berasa kenyataan please thor bikin YulHan makin soo sweet pokonya harus YulHan jjang!
    Jangan bikin Krystal deket sama Luhan ya thor

  16. Krystal koq jahat banget sih, Yuleonnya kan kasihan😦
    Tunggu lanjutannya ya Thor……
    Fighting😀

  17. Krystal ituh siapanya luhan? Mantannya-kah?
    Btw ini ff bagus banget… apalagi pairingnya YulHan ( couple favouriteku setelah YulHun )
    Next partnya jangan lama-lama ya thor…
    Kalo bisa yulhan momemntnya banyakin, kalo si krystal jangan dideket-deketin ama si luhan….😦
    Kutunggu selalu karyamu author🙂 ,….

  18. Kasian yuri eonnie.
    Tega nya jung krystal, awas aja kalo dia berani ngrebut luhan dari yuri*asahgolok
    Udh luhan bawa aja yuri kedunia serigala drpd dia trsiksa di dunia nya
    Buat luhan cinta sm yuri drpd sm krystal dong author
    Aku tggu lanjutannya
    Tambah prbnyak yulhan momen nya ya author😉

  19. jiahhh !!!
    baru satu detik uda kangen, hahaha aku tau kalian sama cinta !
    eh jahat ya ortunya lebih sayang anak angkat ketimbang anak kandung. gag setuju kak,, aku nyesek banget…

  20. makin kece ff nya eonni….!!!
    kristal ternyata gak mati ya?*plakk.. gak nyangka Kristal di sini jadi tokoh antagonis… waktu baca part sebelumnya dia kelihatan protagonis gitu deh…*terserah yang punya ff dong!
    Semoga Kai gak sering muncul*dibunuh KAI.. habisnya nanti aku bisa jadi galau….
    appa luhan benaran kembali atau….?!*nie reader banyak bacot bgt!!

    YulHan Jjang! eonni Jjang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s