I’m Wolf [Part 3]

im-wolf [GaemVye Art]

Story line by

Kwon Soo Hjin

Tittle :

I’m Wolf [Part 3]

  Main Cast :

Xi Luhan | Kwon Yuri | Kim Jong In | Kris | Im Yoon Ah

Other Cast :

Seo Joon Hyun | Jessica Jung | Chen | Kim Joon Myun | Stephany Hwang | Kim Taeyeon | Byun Baekhyun

Gerne :

Romance | Friendship | Sad | Mystery | Action

Rating :

PG 14

Lenght :

Chaptered / Part

Poster by :

http://gaemvye.wordpress.com

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran saya sendiri, jika ada persamaan itu tanpa disengaja. Pemain milik orang tua, Tuhan dan SM saya hanya meminjam nama untuk cerita saya😀, so Happy reading^^

PLEASE DON’T BASH

DON’T BE SILENT READER

WARNING TYPO

READ OLDER PART

1 | 2

~~** I’m Wolf **~~

Perasaan apa ini ? Kenapa aku merasa aneh saat kau berkata hal itu ? Kenapa hatiku sangat terluka kalau aku memandangmu setelah kejadian itu ? Kenapa aku tak dapat lagi mengatakan sesuatu yang sebelumnya ingin kukatakan ? Kenapa mulutku selalu bungkam, bahkan saat aku ingin menangis kenapa aku tak pernah bisa menangis ? Dan apa yang membuatku sehingga aku tak dapat jauh dari sosokmu ?

~~** I’m Wolf **~~

Part 2

“Jaket itu, adalah jaket yang bisa menunjukkan sebuah identitas. Aku memberikannya padamu saat itu, karena aku tak ingin serigala lainnya melukaimu. Kau tau saat itu kau berada ditempat dimana Serigala selalu membunuh seorang manusia. Dan dengan jaket itu, Serigala yang ada disampingmu akan mengira kalau kau juga seorang serigala. Kalau kau mau, bolehkan aku mengambil jaket itu lagi ? Aku tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Lihat, kau terluka. Semua itu karena aku” Ujar Luhan, dia masih menundukkan kepalanya dan tak menatap Yuri.

“Gumawo, karena kau telah berusaha untuk melindungiku. Dan maaf, aku tak ingin kau mengambil jaket ini. Aku.. aku terlanjur menyukai jaket ini” Ujar Yuri, dia tersenyum pada Luhan yang nampak terdiam membeku disana. Yuri menghela nafasnya perlahan dan tersenyum senang pada Luhan. Dia berusaha mengangkat tangannya ah tidak dia mengangkat kelingkingnya.

“Apakah kau mau menjadi temanku, Luhan ?”

~~** I’m Wolf **~~

Part 3

Luhan menatap sosok Yuri yang masih tersenyum manis padanya. Yuri masih mengangkat kelingking kanannya dan berharap Luhan akan membalasnya dengan melingkarkan kelingkingnya juga. Dengan begitu, mereka akan resmi berteman. Tangan Luhan bergerak, perlahan dia melingkarkan kelingkingnya dikelingking Yuri. Terlihat begitu jelas wajah bahagia Yuri.

“Kita resmi berteman kan ?” Tanya Yuri senang, dia tersenyum pada Luhan yang nampak terpaku melihat wajah Yuri yang bersinar sinar. Melihat Luhan yang terdiam membuat Yuri mengembungkan pipinya, tak menatap Luhan lagi melainkan menatap matahari yang kini sudah mulai muncul.

“Kau tidak ingin makan lagi, Yuri ?” Tanya Luhan, Yuri menolehkan kepalanya dan tersenyum simpul pada Luhan. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Yah, beberapa menit yang lalu mereka baru saja selesai makan. Dan sekarang Luhan bertanya hal itu padanya ? Luhan seharusnya tau kalau Yuri sudah kenyang. “Tidak, aku sudah kenyang. Luhan” Guman Yuri pelan.

“Kalau begitu, Kajja aku antarkan kau pulang” Guman Luhan seraya bangkit dari duduknya, Yuri menganggukkan kepalanya pelan kemudian meraih uluran tangan Luhan dan berjalan dengan bantuan namja itu. Jika mereka akan menuruni tangga, Luhan akan menggendong Yuri dipunggungnya.

Sebelum, Luhan mengantarkan Yuri pulang. Luhan menyuruh gadis manis itu untuk mengganti jaketnya yang tadi sudah berumuran darah. Luhan mengantarkan yeoja itu dengan cara menggendongnya dipunggung. Luhan tak mempermasalahkan jarak rumah Yuri, beratnya tubuh Yuri. Yang sekarang ada difikirannya, hanyalah sahabat yang satu satunya dia miliki setelah Krystal, Sahabat lamanya pergi meninggalkan Luhan untuk selamanya.

Flash Back

Luhan dan Krystal berjalan menelusuri jalan kecil yang ada dibumi. Mereka nampak tersenyum bahagia, tangan mereka melingkar satu sama lain. Yah, mereka adalah sepasang sahabat. Bukan, Luhan sangat mencintai gadis bermarga Jung itu, hanya saja Krystal hanya menganggap Luhan sebagai sahabatnya tak lebih.

Umur mereka baru menginjak usia 5 tahun. Yah, usia yang sangat aneh jika Luhan sudah mulai jatuh cinta dengan seorang yeoja yang lebih tua 1 tahun darinya itu. Tapi, bagi seorang serigala itu merupakan hal yang biasa. Hanya saja, rasa itu akan hilang jika mereka sudah dewasa nanti.

“Luhan, bagaimana kalau kita kesana ?” Ujar Krystal seraya menunjuk sebuah jalan yang menjadi pembatas antara tempat tinggal manusia dan tempat tinggal serigala. Jadi, jika ada serigala yang tinggal diplanet lain. Setiap seminggu atau satu bulan mereka akan datang kebumi untuk mencari hewan buruan. Dan mereka akan tinggal disebuah ujung jalan yang tak pernah sama sekali didatangi oleh manusia. Karena jika manusia menginjakkan kakinya dijalan itu, dia tak akan bisa kembali lagi kerumahnya, kecuali seorang serigala yang baik membawanya pulang.

“Tapi, kita tidak boleh kesana Nonna” Ujar Luhan mencoba melarang Krystal. Dia menatap punggung Krystal yang sudah mulai menjauh. Luhan melangkahkan kaki kecilnya mencoba untuk menyeimbangkan langkahnya dengan Krystal. Tapi, karena Krystal terlalu semangat dan hal itu membuat Luhan sulit untuk berjalan disampingnya.

“Nonna, Adwae !! Jangan kesana” Teriak Luhan saat Krystal sudah menghilang dari hadapannya. Yah, seorang serigala yang masih berumur 5 tahun tak akan bisa keluar dari penyekat itu. Dia akan selalu berada dikawasan serigala dan tak akan pernah ada dikawasan manusia.

Setelah kejadian itu, Setiap tahun Luhan selalu datang kesana berharap Krystal akan kembali. Dan dia juga harus menelan sebuah kenyataan pahit saat dia masih berumur 7 tahun. Yah, dia harus kehilangan 2 orang yang dia cintai secara langsung, Appa dan Ummanya.

END FLASHBACK

Luhan masih mengendong tubuh Yuri. Dia sama sekali tidak merasa keberatan bahkan menurutnya Yuri memiliki tubuh yang ringan, seringan kapas. Luhan merasakan hembusan nafas Yuri tepat dilehernya. Namja itu nampak tersenyum aneh karena menahan rasa geli yang Yuri timbulkan. “Yuri, bisakah kau menggeserkan posisimu ?” Tanya Luhan, dia masih melangkahkan kakinya. Namun Yuri tak menjawab ucapan Luhan. Luhan yang merasa aneh langsung menghentikan langkahnya. Dia melirikkan matanya dan mendapati sosok Yuri yang nampak pulas.

“Em, kau pasti lelah” Guman Luhan pelan. Dia mempercepat langkahnya dan sekarang mereka sudah sampai disebuah garis transparant yang menjadi pemisah kehidupan manusia dan kehidupan serigala. Luhan melewati garis itu dengan perlahan, dan dia sekarang berhasil tapi punggungnya itu seraya tak memiliki beban. Dia melirik kebelakang dan mendapati sosok Yuri tak ada dipunggungnya. Luhan nampak menghela nafasnya perlahan lalu melangkahkan kakinya kembali memasuki kawasan serigala, disana dia melihat sosok Yuri terjeletak dijalan, anehnya yeoja itu sama sekali tak bangun dari tidurnya.

Luhan kembali menggendong Yuri dipunggungnya. Dan kembali melangkahkan kakinya menuju kawasan manusia. Lagi lagi dia merasakan kalau Yuri tak ada dipunggungnya. Luhan nampak mengacak ngacak rambutnya frustasi. Yah, bagaimana bisa yeoja itu tak bisa keluar dari kawasan ini ? Luhan kembali melangkahkan kakinya dan menatap Yuri kini terlihat tengah duduk, Yeoja itu nampak menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya.

Luhan berjalan mendekati Yuri, dia menyentuh rambut Yuri lembut sehingga membuat yeoja itu mendongakkan kepalanya. Yuri yang melihat Luhan berada dihadapannya langsung berhamburan memeluk namja itu. Luhan hanya menundukkan kepalanya. “Jangan tinggalkan aku Luhan, aku takut disini” Guman Yuri yang masih memeluk Luhan, Luhan terdiam dia hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“Mianne, aku tak bisa membawamu pulang” Ujar Luhan pelan membuat Yuri melepaskan pelukannya, dia menatap sosok Yuri yang nampak menatapnya dengan tatapan bingung. Luhan semakin merasa bersalah dengan yeoja yang ada dihadapannya, dia benar benar bingung. “Wae ?” Guman Yuri, suaranya itu menjadi serak karena menahan tangis. Luhan menundukkan kepalanya pelan.

“Itu sudah menjadi hukum disini. Jika ada manusia yang terjebak, dia tak akan bisa kembali ketempat itu lagi. Kecuali, manusia itu menikah dengan salah satu serigala yang ada disini. Mianne, aku telah membuat hidupmu sulit. Maafkan aku” Ujar Luhan, cara bicara Luhan nampak kalau namja itu benar benar menyesal. Yuri menundukkan kepalanya pelan, dia tak menatap Luhan. Yah, dia tak pernah menyalahkan Luhan selama dia terjebak disini, saat dia menjadi sangat dekat dengan namja itu dan saat dongsaeng Luhan melukainya, dia tak pernah menyalahkan Luhan karena semua itu kesalahannya sendiri.

“Apa yang harus aku lakukan untuk menikah dengan serigala ? Dan apakah aku juga akan berubah menjadi serigala ?” Tanya Yuri setelah terjadi keheningan yang cukup lama. Luhan menatap kedua mata Yuri yang kini benar benar meminta jawaban dari sosok Luhan. Luhan nampak menghela nafasnya berat, dia tak tersenyum pada Yuri melainkan menundukkan kepalanya.

“Kau harus menciumnya, kau tak akan berubah menjadi serigala jika kau menikah dengan manusia serigala” Jelas Luhan, dia kembali menghela nafasnya berat, dan berharap Yuri tak akan menempuh jalan itu karena hal itu akan membuatnya dengan serigala yang dia nikahi akan menjadi sulit.

“Tapi, lebih baik kita mencobanya lagi. Siapa tau kau bisa keluar, Kajja !!” Ujar Luhan yang sudah bersiap untuk mengendong Yuri dipunggungnya. Yuri terdiam, dia sama sekali tak ingin Luhan menggendongnya lagi. Melihat Yuri yang nampak terdiam, membuat Luhan kini membalikkan badannya dan menatapnya dengan tatapan sedih.

“Jangan pernah menempuh jalan itu, aku tak ingin kau terikat dengan salah satu serigala yang ada disini. Aku tak ingin membuat kau terluka lagi, luka ditangan dan kakimu itu membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh” Ujar Luhan mencoba menjelaskan maksudnya pada Yuri. Yuri menggelengkan kepalanya pelan. Lalu tersenyum simpul pada Luhan.

“Luhan, apakah kau manusia serigala ?” Tanya Yuri mencoba mengacuhkan ucapan Luhan. Luhan menatap Yuri dengan tatapan kesal kemudian menganggukkan kepalanya singkat. Sedangkan Yuri nampak memperlihatkan senyumannya yang semakin mengembang.

“Kenapa kau tidak menikah denganku saja ?” Tanya Yuri enteng, Luhan nampak membulatkan kedua matanya kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Yah, dia memang tak ingin menikah dengan Yuri karena dia masih mencintai sosok yang telah lama hilang itu, Sosok Krystal, sosok Yang selama ini dia cintai. Melihat penolakan Luhan, membuat Yuri tiba tiba saja merasakan sakit. Baiklah, dia tau dia tak menyukai Luhan tapi kenapa dia merasa seperti ini ? Yuri menganggukkan kepalanya pelan kemudian menatap kearah rerumputan disana.

“Kajja kita kembali kerumahmu” Guman Yuri pelan, dia tak menatap Luhan. Melainkan menatap rerumputan yang terus bergoyang karena tertiup oleh angin pagi. Luhan menatap Yuri dengan tatapan bingung, sekarang perasaannya benar benar diliputi dengan kegelisahan. Yah, gelisah karena dia tak bisa membantu sahabatnya itu pulang dan gelisah karena dia masih menunggu Krystal.

“Yuri, Tapi ak..”

“Kajja kita pulang, atau aku juga bisa pulang sendiri” Ujar Yuri yang memotong ucapan Luhan. Gadis itu mencoba untuk berdiri, Yah dia berhasil tapi kaki kirinya itu bergetar sehingga tubuhnya terjatuh ketanah. Beruntung, Luhan segera menangkapnya, kalau tidak tubuh Yuri akan semakin terasa sakit. Yuri terdiam saat Luhan mengendongnya dengan cara yang menurutnya aneh, Yah Luhan tidak lagi mengendongnya dipunggung tapi dengan cara bridal style, dengan alasan agar Luhan bisa mengawasi Yuri.

~~** I’m Wolf **~~

            Luhan membaringkan tubuh Yuri diatas kasur kamarnya. Kemudian duduk ditepi kasur. Dia menatap sosok Yuri yang kini tengah memiringkan tubuhnya. Yeoja itu tidak tidur hanya saja, dia tak mau melihat sosok Luhan. Dia butuh waktu untuk menyembuhkan semua luka yang Yoona buat dan tentunya memikirkan cara agar dia bisa kembali dan hidup dengan manusia lainnya.

“Yuri, ak..”

“Luhan, aku lelah. Bisakah kau meninggalkanku sendirian ?” Guman Yuri memotong ucapan Luhan lagi. Luhan nampak menundukkan kepalanya. Sedetik kemudian dia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya kearah pintu. Saat dia berada diujung pintu, Luhan nampak menolehkan kepalanya dan menatap sosok Yuri yang masih tetap pada posisinya.

“Ini, sudah pagi. Tidak baik jika kau tidur. Kalau kau lapar, kau bisa memanggilku. Aku akan membuatkanmu makanan” Ujar Luhan, dia masih menatap Yuri. Masih berdiri didepan pintu yang belum sempat dia buka, dan masih menunggu jawaban dari mulut Yuri walaupun itu hanya sebuah kata ‘ne’. Luhan terdiam, dia tau Yuri tak akan menjawabnya dan dia benar benar merasa bodoh karena menunggu jawaban Yuri padahal dia tau kalau Yuri sedang marah padanya. Tangan Luhan bergerak membuka ganggang pintu, kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dan kembali menutup pintu itu.

Setelah memastikan Luhan telah pergi, Yuri membalikkan badannya. Dia menatap pintu berwarna coklat itu dengan pandangan sedih. Yuri menutup walahnya dengan salah satu bantal yang ada dikasur itu kemudian menangis. Yah, dia selalu melakukan hal itu jika dia sedang menangis dirumah dulu. Agar tak ada orang yang tau, termasuk kedua orang tuanya.

Sementara itu, Luhan masih berdiri disana. Berdiri dibalik pintu tempat Yuri menangis, telinganya itu dapat mendengar begitu jelas isakan Yuri. Luhan mengenggam ganggang pintu itu dengan semua kekuatan yang dia miliki sehingga pintu itu hancur. Luhan yang terkejut dan takut Yuri terkena serpihan kayu langsung masuk kedalam, dia menatap sosok Yuri yang nampak masih terbaring, hanya saja pada posisi yang berbeda.

“Gwenchana ?” Tanya Luhan kemudian menyentuh tubuh Yuri yang nampak bergetar itu. Luhan menatap Yuri dengan panik kemudian membuka bantal yang kini menutupi wajah Yuri. Luhan terdiam, saat melihat sosok Yuri tengah terisak, Yuri nampak tengah ketakutan sekarang. “Mwoya ? Apa itu Luhan ?” Tanya Yuri yang kini tengah memeluk Luhan, Luhan terdiam. Namja itu mengelus pelan rambut Yuri mencoba membuat Yuri menjadi lebih tenang.

“Tenang, aku ada disini. Yuri-ah” bisik Luhan tepat ditelinga Yuri. Dia kembali mengelus rambut hitam yeoja itu. Yuri hanya memejamkan kedua matanya, mencoba mengendalikan perasaan yang kini benar benar sudah membludak dalam hatinya. Dia ingin memeluk namja itu, sampai hatinya benar benar sudah kembali seperti biasa.

“Menikahlah denganku, Yuri-ah” Ujar Luhan pelan, ucapan Luhan barusan membuat Yuri melepaskan pelukannya. Dia menatap sosok Luhan dengan tatapan tak percaya, menatap Luhan dengan perasaan bahagia dan juga sedih. Yuri tau, mungkin sekarang dia bersikap sangat egois pada Luhan, tapi dia bisa berbuat apa ? Itu jalan satu satunya, agar dia tak tinggal selamanya dikawasan mengerikan ini.

“Tapi, bagaimana dengan Kai ? Appaku menjodohkanku dengannya” Ujar Yuri pelan, entah kenapa dia tak menyutujui ucapan Luhan. Luhan tersenyum pada Yuri kemudian menghela nafasnya berat. Namja itu nampak mempertimbangkan sesuatu, sedetik kemudian sebuah senyuman tersungging diwajah tampannya.

“Gwenchana, selama kau bisa kembali kerumahmu. Bukankah itu akan membuat sahabatku ini senang kembali ?” Tubuh Yuri langsung mematung ketika mendengar ucapan Luhan. Dia tak percaya dengan apa yang Luhan ucapkan, sekarang dia benar benar tak bisa berbuat apapun. Yuri menganggukkan kepalanya pelan, menyetujui ucapan Luhan sedangkan Luhan nampak tersenyum hambar. “Kalau begitu, Kajja kita memulainya” Ujar Luhan senang.

Luhan menutup kedua matanya, kemudian mendekatkan wajahnya kewajah Yuri. Melihat Luhan yang menutup matanya, Yuri juga menutup kedua matanya. Luhan semakin mendekat, sampai bibirnya benar benar menyentuh bibir Yuri. Sesuatu yang lembut nan dingin itu sudah menempel dibibir Luhan, cukup lama sampai dia merasa kalau hal itu cukup. Luhan kini menjauhkan wajahnya dari wajah Yuri dan tersenyum tipis pada Yuri. “Kau sudah menjadi istriku” Guman Luhan hambar. Yuri menganggukkan kepalanya pelan.

“Mianne, apa kau terpaksa Luhan ?”

>>>

Disamping pintu kamar Luhan, Yoona nampak berdiri disana. Dia menatap sosok Luhan yang nampak mengacak ngacak rambut Yuri dan tersenyum bahagia. Yoona menyentuh dadanya, mencoba mengendalikan perasaan sakit yang tiba tiba saja menyeruak dalam hatinya. Yeoja cantik itu terluka.

“Mereka telah menikah ?” Gumannya pelan, Yoona nampak menundukkan kepalanya. Kemudian mengintip sosok Luhan yang nampak bersiap untuk menggendong Yuri dipunggungnya. Yoona segera melangkahkan kakinya pergi, agar Luhan tidak melihatnya berada disini. Yoona masuk kearak kamar mandi yang tak jauh dari kamar Luhan. Gadis itu menutup pintunya, kemudian terduduk dilantai dengan lemas.

Yah, seharusnya Luhan mengetahui hal itu. Jika dia menikah dengan seorang manusia, Luhan juga akan berubah menjadi serigala seutuhnya. Dan hal itu terjadi, dia bisa melukai sosok Yuri. Bukan hal itu yang Yoona fikirkan, hanya saja dia ingin Luhan menikah dengannya bukan dengan yeoja bernama Yuri itu, yeoja kaya yang merupakan seorang manusia itu. Seandainya Yoona bisa mengulang waktu, saat itu dia pasti sudah membunuh Yuri dan tak memperdulikan saat Luhan memanggil namanya. Dan lihat, sekarang Luhan telah memiliki yeoja lain.

“Cih, aku harus mengatakannya pada Umma”

~~** I’m Wolf **~~

            Luhan menggendong Yuri kearah pembatas itu. Yuri menyandarkan kepalanya kebahu Luhan. Entah kenapa Yuri merasa nyaman saat dia berada didekat Luhan seperti itu, rasanya Yuri tak ingin meninggalkan sosok Luhan sekarang. Merasakan Yuri menyandarkan kepalanya, membuat Luhan menyungging sebuah senyuman manis. Namja tampan itu terlihat tak keberatan Yuri seperti itu, bahkan ada rasa senang yang tiba tiba saja menyeruak dalam hatinya.

Luhan memperlambat langkah kakinya, bukan karena dia sudah lelah. Tapi, karena namja itu masih ingin bersama sosok Yuri lebih lama lagi. Dia ingin menghabiskan hari ini bersama Yuri. Merasakan Luhan yang semakin lambat, membuat Yuri mengangkat kepalanya, gadis itu bergerak mencoba untuk melihat wajah Luhan, memastikan apakan namja itu sudah lelah.

“Kau sudah lelah, Mianne. Aku menyusahkanmu” Guman Yuri pelan namun Luhan dapat mendengarnya dengan jelas. Luhan nampak terkekeh pelan kemudian menggelengkan kepalanya, kepalanya sedikit berputar mencoba melihat wajah Yuri yang nampak mengembungkan pipinya.

“Gwenchana, Kau kan istriku” Ujar Luhan dia tersenyum manis, Yah walaupun Yuri tak tau kalau dia tengah tersenyum. Tapi dia ingin Yuri tau kalau dia sangat bahagia. Tubuh Yuri membeku seketika saat itu, diwajahnya yang manis itu tiba tiba saja berubah menjadi merah muda. Yeoja itu terkekeh pelan dan kembali menyandarkan kepalanya kebahu Luhan.

“Itu tidak lucu, bodoh !!” Guman Yuri yang masih menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan. Dia menatap wajah Luhan dari samping, gadis manis itu terdiam saat melihat tampannya wajah Luhan saat tertawa, entah ada angin apa yang menerpanya, Yuri sedikit bergerak kedepan kemudian mengecup pipi Luhan.

Luhan nampak menghentikan langkahnya saat Yuri mengecup pipinya. Lagi lagi, namja itu memutar kepalanya dan menatap sosok Yuri yang terlihat berusaha menyembunyikan wajahnya, agar Luhan tak melihat wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Luhan terkekeh pelan, namja itu menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan langkahnya.

“Luhan, Saranghae..” Guman Yuri lagi, Luhan mendengarkan kalimat itu. Kalimat itu terdengar sangat jelas ditelinganya. Langkah namja itu lagi lagi terhenti, dia dapat menatap sosok Yuri yang nampak tersenyum padanya. Entah kenapa, saat dia melihat senyuman Yuri seperti itu, jantungnya tiba tiba saja berdegup kencang. Luhan segera memalingkan wajahnya dan menatap lurus kedepan, sedangkan Yuri nampak mengerutkan alisnya bingung.

“Kenapa ? Apakah wajahku terlihat jelek ?” Tanya Yuri mencoba mencaru jawaban atas tingkah Luhan yang menurutnya terlihat aneh. Luhan terdiam dia menggelengkan kepalanya pelan. Yuri memancungkan bibirnya tanda kesal pada Luhan. “Apa aku terlihat sangat genit ?” Tanya Yuri lagi, dia masih menatap sosok Luhan yang kini masih terdiam dan melangkahkan kakinya pelan, Lagi lagi namja itu menggelengkan kepalanya sehingga membuat Yuri tambah kesal.

“Apa aku sangat menganggumu ? Kalau begitu aku akan diam” Ujar Yuri yang kemudia langsung mengunci mulutnya. Luhan nampak menolehkan kepalanya lagi dan menatap Yuri yang hanya terdiam, namja itu terkekeh pelan lalu menghela nafasnya berat. Yah, dia sangat senang bisa mengenal yeoja ini. Gadis yang kini menjadi istrinya disini.

“Kenapa kau diam ?” Tanya Luhan membuat wajah Yuri yang tadinya suram karena Luhan tak pernah menjawab pertanyaannya kini mulai berseri seri. Gadis itu memutar kedua bola matanya lalu menghela nafasnya perlahan. “Aku tak ingin menganggumu, kau pasti lelah” Ujar Yuri senang, dia masih menatap wajah tampan Luhan dari samping kemudian menghela nafasnya lagi. Alis kanan Luhan nampak terangkat, lalu namja itu terkekeh pelan.

“Kau tak akan pernah mengangguku, lagi pula aku senang kau berbicara. Hal itu bisa mengurangi rasa lelahku” Jawab Luhan senang, Yuri tersenyum wajahnya itu kembali menjadi warna merah muda. “Luhan, kenapa kau selalu membuatku malu ?” Tanya Yuri, dia menatap Luhan yang nampak menahan tawanya. Namun, sedetik kemudian namja itu menolehkan kepalanya menatap Yuri.

“Malu bagaimana ? Memangnya aku tak boleh menggoda istriku ini, Hm ?” Goda Luhan lagi, dia tersenyum saat melihat wajah Yuri yang sudah memerah itu bertambah menjadi merah. Gadis manis itu mengembungkan pipinya, mencoba membuat hal itu terlihat biasa saja, walaupun pada kenyataannya Yuri nampak salah tingkah sekarang. “Dasar, menyebalkan !!”

 ~~** I’m Wolf **~~

            Kai duduk disofa ruang tamunya, namja itu nampak tak tenang hari ini. Yah, tentu saja. Gadis yang dia cintai itu, hilang entah kemana. Sejak kemarin malam Kai tak bisa menghubunginya apalagi dia mendapatkan kabar kalau mobil milik Yuri ditemukan diperbatasan antara Kawasan manusia dan kawasan serigala. Kai takut ada sesuatu yang terjadi pada gadisnya itu.

“Aish, kemana yeoja itu ?” Guman Kai kesal dia kembali menghubungi handphone Yuri. Dan lagi lagi tak ada seseorang yang menjawabnya, Kai mengacak ngacak rambutnya frustasi.

Sekarang namja itu berjalan kearah garasi rumah, dan mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit untuk menjenguk Appa Taeyeon yang kemarin terkena cakaran serigala. Yah, kemarin saat dia dan Taeyeon tengah pergi untuk menjenguk Tao, Rumah mewah milik Taeyeon diserang oleh sebuah serigala berwarna abu abu, untung saja dia dan Taeyeon segera masuk saat itu, kalau tidak mungkin Appanya sudah tewas terbunuh. Dan Kai juga merasa lega karena Taeyeon baik baik saja, kalau ada sesuatu yang terjadi pada gadis bertubuh mungil itu, Yuri bisa bisa memarahinya dari pagi sampai malam.

“Aku merindukan ocehan yeoja itu”

~~** I’m Wolf **~~

            Luhan masih mengendong tubuh Yuri, kini mereka berdua berada diantara kawasan serigala dan kawasan manusia. Luhan menghentikan langkahnya dan menatap sosok Yuri, Yah ini adalah pertemuan terakhir mereka. Luhan tersenyum manis pada sosok Yuri kemudian menghela nafasnya berat, menahan rasa sesak yang tiba tiba menerpa dirinya. Rasa sesak karena dia tak ingin jauh dari gadis itu.

“Hh, jika kau sudah masuk kekawasan manusia. Semua luka itu akan sembuh, Em.. Yuri, jaga dirimu baik baik. Aku tak selalu ada disana, tak seperti saat ini. Maaf jika aku pernah menyakitimu” Guman Luhan, dia menundukkan kepalanya. Namja itu terdiam tak menatap sosok Yuri, tapi dia merasakan bahunya itu basah. Kepalanya berputar menatap sosok Yuri yang kini terlihat terisak.

“Gwenchana, disana Kai akan selalu menjagamu bukan ? Aku.. aku tak bisa bertemu denganmu disana, karna aku bisa menyakitimu” Ujar Luhan lagi, dia tersenyum hambar pada Yuri, yah hatinya itu menolak apa yang semua dia ucapkan, dia ingin menjaga sosok Yuri dimanapun gadis itu berada. “W..Wae ?”

“Itu, karena aku telah menjadi serigala. Jika seorang manusia serigala sepertiku menikah dengan manusia, dia akan berubah menjadi serigala. Oleh karena itu, aku tak ingin kau bertemu denganku lagi” Jelas Luhan, Yuri menghela nafasnya pelan. Tak menjawab ucapan Luhan, dia terdiam sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Luhan, namja itu nampak tersenyum kecil, dia memejamkan kedua matanya kemudian melangkahkan kakinya melewati pembatas itu. Kepalanya berputar melihat sosok Yuri yang masih ada dipunggungnya.

Yuri segera turun dari punggung Luhan, gadis itu langsung memeluk sosok Luhan yang dia temui untuk terakhir kalinya itu. Sosok namja yang tak akan pernah dia lihat lagi. Luhan hanya tersenyum, dia membalas pelukan hangat yang Yuri berikan lalu mengelus rambut hitam gadis itu lembut.

“Saranghae” Guman Luhan pelan, Yuri memejamkan kedua matanya lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum tipis pada Luhan. Kedua matanya, nampak air mata yang mendesak keluar. Bibir gadis itu bergetar, dia tak dapat mengatakan apapun kepada namja yang kini ada dihadapannya. Dia tak mampu mengatakan perasaannya, kalau dia tak mau kehilangan namja ini. Luhan memaksakan seutas senyuman paksa pada Yuri, lalu mengecup kening gadis itu, cukup lama sampai dia merasa gadis itu benar benar menjadi miliknya sekarang. Luhan tersenyum pada Yuri, kemudian melangkahkan kakinya kearah pembatas itu, sedetik kemudian namja tampan itu hilang dan Yuri tak dapat melihatnya lagi.

“baru satu detik, dan aku merindukanmu”

~~** I’m Wolf **~~

TBC

Howa !!! Udah part 3 -_-

Engga kerasa cepet banget😀 Apakah ini masih kurang panjang ? :3 Author engga bisa bikin panjang panjang, soalnya author males ngetiknya Hahha #Plak

Ok gimana dengan part ini, kayaknya Author bener bener bikin Fail Romance :3 entah kenapa author mikir kayak gitu -_- *Plak Yah, semoga kalian menyukainya, Yuri udah mulai suka sama Luhan dan kayaknya Luhan juga seperti itu.

Part ini masih belum muncul permasalahannya ya ? Wah, mungkin part 5 ya😛 Ok, kalian jangan pernah lupa komentar😉 Ingat kata Luhan “aku tak akan lelah kalau kau berbicara” Kayak gitu engga ? -_- Yah pokoknya intinya itu kan😛

Hahah, Gumawo^^

49 responses to “I’m Wolf [Part 3]

  1. Wwwaaaaahhhhh DAEBAK yuleon sekarang udah jadi nyonya Xi Yuri bukan Xi Danita loh Hahaha😀 *nyindir author😛
    waaahh eon ceritanya makin seru lanjutin ya eon buat partnya yang banyak.. Please *aegyogagal plaakkk
    selalu menunggu kelanjutannya😀

  2. wah….. nggak nyangka yuri bisa nikah dengan luhan🙂
    wah kayaknya yoona akan merusak hubungan yuri nie…. -_-

    lanjut terus ya thor….

  3. Keren thor
    Imaginasimu thor ((y) •̃͡ З •̃͡)(y)
    Salut deh
    Yang 20 ff itu ku tunggu eon kekeke

  4. Ooh jadi nikah gk pke pemulu ya (?) Klo kiss lnsung nikah? Wahhhh!!!!
    *nyiumposterluhan
    *nyiumposterchanyeol
    *nyiumpostersehun
    Berartti mereka suami kuu yeeee !!
    Part 4 nyaa yg cepetan yeee sama panjangin ><

  5. “baru satu detik, dan aku merindukanmu” itu sosweet bangeeeetttt ><
    yulhan gabisa ketemu lagi? beneran ga ketemu lagi? ketemuin merekaaa TT

    lanjut saeng fighting!! ^^v

  6. Loooo kok bs rmh taeyeon diserang??
    Trs kok bs luhan bakal nyakiti yuri kn udh jd istrix??
    Dtgu part selanjutxne..

  7. Wuah.. Ceritanya bagus deh, feelnya dapet banget, pnasaran gmana klanjutan hubungan Yuri sama luhan (╥﹏╥) di tunggu next chapnya..keep writting yah ‘_’)9

  8. Annyeong aku readers baru.. ^^

    Waah.. Kereeen bgt nih ! Yulhannya cooo cwiiit bguudd, penasaran Luhan Yurinya bakal ketemu lagi gk ya ? Trus bagaimanakah kelanjutan hubungan merekaaa ?#eeaa
    Ditunggu bgt kelanjutannya..

  9. Iya thor kurang panjang wkwkwk..
    Tapi gak pa2 lah aku sabar menunggu karyamu.#lebay..

    Gak bisa ngebayangin di cium aja udh langsung resmi.. wah jadi mau wkwkwk

  10. Kyaaa hebat bener cium uda langsung nikah oh ya bknnya yoona tuh adiknya luhan ya masa yoona cinta ama abngnya sendiri sih mau rebut luhan lagi dari yuri

  11. Kyaaa hebat bener cium uda langsung nikah oh ya bknnya yoona tuh adiknya luhan ya masa yoona cinta ama abngnya sendiri sih mau rebut luhan dari yuri

  12. Aku telat baca nya…
    Yulhan menikah waaaaahhhh*potongtumpeng
    Tp knp mereka pisah?😦
    Ga bisakah yuri tggl dsna aja sm luhan???*galau
    Yoona ga akan jd istri k’2 luhan kan? Dia ga bakal gangu yulhan kan?
    Aku baca lanjutannya deh

  13. kakak mereka udah nikah !!!
    hahaha dan jadi sepasang suami istri
    ahhh aku suka, mereka cocok banget sumpaah dah ! i love you yulhan couple,, kakak cepet yah ff iam wolf part 5b.a kak please yah, usahain ffini rampung dulu

  14. hmm… Mr. and Mrs. Xi…. DAEBAKK!!
    eonni aku sangat suka ff ini… sumpah~
    Eh, kai gimana dong? trus, Yoona bakal ngapain?

    bt, by the way bakpao/? ternyata.. T.T aku dah pernah baca part ini*mantan sider… -_-v

    aku lanjut~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s