I’m Wolf [Part 2]

im-wolf [GaemVye Art]

Story line by

Kwon Soo Hjin

Tittle :

I’m Wolf [Part 2]

  Main Cast :

Xi Luhan | Kwon Yuri | Kim Jong In | Kris | Im Yoon Ah

Other Cast :

Seo Joon Hyun | Jessica Jung | Chen | Kim Joon Myun | Stephany Hwang | Kim Taeyeon | Byun Baekhyun

Gerne :

Romance | Friendship | little sad | Mystery | Action

Rating :

PG 14

Lenght :

Chaptered / Part

Poster by :

http://gaemvye.wordpress.com

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran saya sendiri, jika ada persamaan itu tanpa disengaja. Pemain milik orang tua, Tuhan dan SM saya hanya meminjam nama untuk cerita saya😀, so Happy reading^^

PLEASE DON’T BASH

DON’T BE SILENT READER

WARNING TYPO

~~** I’m Wolf **~~

Siapa sebenarnya dia ? Apa yang dia lakukan ? Kenapa sejak aku bertemu dengannya, sesuatu yang aneh selalu datang kepadaku ?

~~** I’m Wolf **~~

Part 1

Yuri menghela nafasnya lega. Namun tiba tiba dia merasakan ada yang aneh pada dirinya sendiri, dirinya yang tadi kedinginan kini menjadi hangat. Dia menatap jaket berwarna putih yang kini dia gunakan, lalu menatap kearah serigala itu pergi. Tiba tiba saja otaknya itu berubah menjadi sangat lemot.

“Serigala itu.. kenapa dia memberiku ini ?” Guman Yuri pelan. Dia menyentuh jaket itu. Yah, jaket itu terbuat dari bahan yang cukup tipis bahkan lebih cocok saat digunakan ketika sedang musim panas, tapi saat digunakan jaket itu benar benar hangat dikulit Yuri. Bahkan lebih hangat dari boneka teddy bear besar yang pernah Kai berikan padanya.

Yuri masih terdiam, dia benar benar tak bisa berfikir jernih sekarang. Dia seolah tak percaya dengan apa yang barusan dia alami.

“Apa tadi itu benar benar manusia serigala ?”

~~** I’m Wolf **~~

Part 2

Yuri menghempaskan tubuh rampingnya diatas kasur kamarnya. Yah, dia benar benar lelah sekarang. Setelah 2 jam menunggu dihalte bus yang sepi itu akhirnya dia bisa sampai dirumah mewah miliknya dengan jalan kaki. Yuri merapatkan selimut biru miliknya sehingga kini setengah tubuhnya tertutupi oleh selimut.

Gadis manis itu menatap sebuah jaket berwarna putih yang dia gantung ditembok. Aneh, tapi setiap Yuri melihat jaket itu sesuatu yang hangat tiba tiba saja merasuk kedalam tubuhnya, sampai sampai dia bisa merasakan tubuhnya itu terbakar jika dia terlalu lama menatap jaket itu. Dia menyungging seutas senyuman diwajah manisnya lalu mencoba untuk memejamkan kedua matanya, namun hal itu gagal. Dia terus saja melihat kejadian yang dia alami tadi, saat dia bertemu dengan manusia aneh seperti yang Taeyeon ceritakan, manusia yang sering Taeyeon sebut Serigala, bukan lebih tepatnya manusia serigala.

Yuri mengambil handphone yang dia letakkan diatas meja putih disamping tempat tidurnya. Gadis itu menatap layar handphonenya yang tertera nama Taeyeon dan beberapa pesan singkat yang Kai kirim. Yuri melihat waktu dihandphonenya dan semua pesan yang Taeyeon dan Kai, semua dikirim tepat 2 jam yang lalu. Saat dia tengah berada dihalte itu. Aneh, tapi saat itu Yuri sama sekali tak merasakan handphonenya bergetar.

Dia membuka semua pesan itu, kedua matanya membulat sempurna saat mengetahui salah satu sahabatnya, Tao masuk kedalam rumah sakit. Yuri segera mengambil jaket yang dia gantung didinding lalu berjalan keluar kamarnya dengan buru buru. Dia benar benar mengkhawatirkan Tao, apalagi Tao selama ini sudah banyak membantunya.

Gadis itu mengambil sebuah kunci mobil miliknya dan berlari kearah garasi untuk mengambil mobil berwarna putih miliknya. Yuri mengemudikan mobil itu dengan kecepatan cukup tinggi, dia ingin lekas sampai kerumah sakit dan memastikan keadaan Tao, sahabatnya itu baik baik saja.

Baru saja dia sampai diujung jalan rumahnya, mobil yang dia tumpangi tiba tiba saja berhenti. Gadis manis itu, hanya mengumpat kecil seraya mengacak ngacak rambutnya frustasi. Yah, hari ini dia benar benar sial. Yuri tak turun dari mobilnya, dia hanya melihat sebuah alat yang menampakkan jumlah bensin dimobilnya. Tentu saja mobilnya itu berhenti, bensinnya saja sudah habis.

Dia merogoh saku celananya, mencoba mencari handphonenya untuk menelpon Kai dan menyuruhnya kesini, Namun kesialan kembali terulang. Kali ini dia juga tak membawa handphone. Yuri kembali mengumpat kesal dia benar benar ingin marah sekarang, hanya saja dia bingung siapa yang harus dia marahi. Akhirnya, yeoja itu memutuskan untuk turun dari mobilnya dan pergi kerumah sakit dengan berjalan kaki, karena tak ada taxi pada Jam 11 malam.

Yuri melangkahkan kakinya menuju kearah utara. Dia berjalan dengan langkah malas. Sebenarnya dia benar benar lelah tapi ini menyangkut kepentingan sahabatnya. Bukankah kita harus ada disampingnya jika mereka sedang kesusahan seperti ini ? Yah, itulah yang menjadi pemikiran Yuri. Dia ingin mencoba membalas segala kebaikan Tao, tapi dia selalu menggunakan cara yang salah. Contoh saja, seperti kejadian ini. Yuri selalu bersikap ceroboh.

Yuri masih melangkahkan kakinya, dia tak perduli tentang dinginnya hawa pada malam hari yang benar benar menusuk tulangnya. Dia juga tak perduli dia sedang berada dikawasan yang bisa dibilang cukup gelap, karena tak banyak lampu yang menyala disini. Yuri mengembungkan pipinya, kedua tangannya itu merapatkan jaket putih yang sekarang dia kenakan, mencoba untuk membuat rasa hangat didalam tubuhnya.

Srrreekk..

Langkah kaki Yuri terhenti saat mendengar sebuah gerak orang ketika menginjak dedaunan. Gadis manis itu memberanikan dirinya untuk menengok kebelakang. Dengan was was dan perasaan yang campur aduk, Yuri menengokkan kepalanya menghadap kebelakang. Namun, tak ada orang disana. Dia menelan ludahnya sendiri, kini perasaannya diliputi oleh rasa takut. Takut dengan kejadian seperti ini. Yuri mempercepat langkahnya, saking cepatnya. Orang yang melihatnya dari kejauhan saja bisa mengira kalau dia sedang berlari.

Sreek..

Suara misterius itu kembali terdengar ditelinga Yuri. Dia tak memperdulikannya, Yuri semakin mempercepat langkahnya. Sekarang, dia menyadari kalau dia sudah ada pada ujung jalan. Yuri menghentikan langkahnya, dia menatap sekeliling yang nampak asing baginya. Yah, dia merasa kalau dia memang tak berada ditempatnya tadi, tempat ini telah berubah dan Yuri tak tau dimana tempat ini.

Srreekkk..

“Nugu-a ?” Teriak Yuri karena dia kembali mendengar sebuah suara asing ditelinganya. Yuri membalikkan badannya, tak ada seorangpun disana. Hanya ada padang rerumputan dan sebuah rumah kosong yang benar benar sudah rusak berat. Yuri kembali menelan ludahnya, dia benar benar bingung harus berbuat seperti apa.

Kedua mata Yuri menatap seekor hewan seperti yang dia temui beberapa jam yang lalu. Hewan yang sekilas sepeti anjing itu seolah berlari kearah Yuri, Yuri yang panik hanya bisa melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah. Yah, dibelakangnya sudah ada hutan berantara. Yuri tak mungkin masuk kedalam, karna hutan itu pasti lebih mengerikan dari tempat ini.

“Luhan oppa, Apakah itu kau ?” Ujar Serigala itu, dia berhenti didepan Yuri. Sedetik kemudian serigala berwarna abu abu itu berubah menjadi sosok yeoja cantik dengan perawakan sama seperti Yuri. Yuri terdiam, seolah terpaku karena dia melihat sosok yeoja yang, Yah bisa dibilang mirip dengannya.

“Aku.. aku bukan Luhan. Mianne, aku harus pergi” Ujar Yuri yang kemudian barjalan meninggalkan yeoja itu. Yuri mencoba mengendalikan perasaannya yang tiba tiba aneh. Yah, dia sekarang memaki dirinya sendiri karena, mungkin saja dia terkena karma karena sudah mengejek Taeyeon tadi pagi. “Tunggu”.

Mendengar seseorang menyuruhnya berhenti membuat langkah Yuri juga terhenti. Yuri membalikkan badannya dan mendapati sosok yeoja cantik tadi kini sudah ada dihadapannya. Yuri terlonjak kaget saat melihat yeoja itu tiba tiba saja ada disana. “Kalau kau tak tau dimana Luhan, dari mana kau mendapatkan jaket itu ?” Tanya yeoja itu dengan nada sinis. Yuri terdiam, dia mengenggam erat jaket berwarna putih yang dia kenakan. Seolah tanda kalau jaket itu miliknya.

“Ini milikku” Ujar Yuri singkat, dia tak beranjak dari tempatnya. Masih berdiri disana dengan kaki yang mulai gemetaran. Yah, dia tak mengatakan tentang jaket ini, karena dia juga tak tau dari mana jaket ini. Dia tak tau pemilik sebenarnya jaket ini. Yang dia tau, pemilik jaket ini memang seekor serigala hanya saja Yuri tak akan memberikan jaket ini pada gadis dihadapannya yang kini tengah menatapnya dengan tatapan dingin miliknya.

“Kalau begitu, berikan jaket itu padaku. Jaket itu milik Oppaku” Ujar gadis itu dingin seraya berjalan mendekati Yuri. Yuri hanya terdiam, dia melangkahkan kakinya mundur seraya menggelengkan kepalanya, tak mau memberikan jaket itu. “Tidak, jaket itu milikku” Ujar Yuri yang masih ngotot tak mau memberikan jaket itu. Dia kembali melangkahkah kakinya mundur, saat yeoja itu semakin mendekati Yuri.

“Kalau kau tidak mau, bersiap siaplah” Ujar yeoja itu seraya tersenyum aneh pada Yuri. Tak butuh waktu lama, tubuhnya yang tadi mengerupai manusia kini berubah menjadi serigala. Dia berlari kearah Yuri yang nampak membeku. Lalu kukunya yang tajam itu mencakar tangan Yuri sehingga tangan Yuri mulai mengeluarkan darah. Yuri hanya bisa memejamkan kedua matanya dan menahan rasa perih yang mulai dia rasakan. Yah, dia tak dapat melakukan apapun karena serigala yang kini ada diatasnya itu memiliki kekuatan yang sangat kuat.

“Rasakan, kau akan mati sekarang !!” Ujar Serigala itu. Yuri mencoba mendoroh serigala itu agar menjauh dari tubuhnya. Tapi tangan kanannya yang terluka itu benar benar menghalanginya. Sedangkan serigala itu juga sudah melukai tangannya yang kiri. Jaket yang Yuri gunakan sudah berlumuran darah miliknya sendiri. sekarang, kedua tangannya benar benar sakit untuk digerakkan tak hanya itu kaki kirinya juga sudah dilukai oleh serigala itu.

“Yoona !! Hentikan !!” Teriakan orang itu mampu membuat sosok serigala yang tadi melukai Yuri menjauhi Yuri. Sedetik kemudian, tubuhnya yang tadinya merupakan wujud serigala kini telah berubah menjadi wujud manusia. Gadis itu bernama Yoona, dia berjalan mendekati sosok serigala yang baru saja merubah dirinya menjadi manusia, bukan sosok namja yang tampan.

“Luhan Oppa, yeoja itu sudah mencuri jaketmu” Ujar yeoja bernama Yoona itu manja. Dia memainkan tangan namja itu, sedangkan namja yang dipanggilnya dengan sebutan Luhan itu kini sudah menepis tangan Yoona. Dia menatap Yoona dengan pandangan penuh kebencian, sedangkan Yoona dia nampak mengangkat alisnya, bingung dengan sikap Oppanya.

“Tinggalkan aku dengan yeoja ini sendiri” Ujar Luhan dingin kemudian melangkahkan kakinya mendekati Yuri yang terduduk lemas disana. Yoona terdiam, dia menatap punggung Luhan yang semakin mendekati Yuri. Yeoja itu nampak mengumpat kesal kemudian kembali merubah dirinya menjadi serigala dan pergi meninggalkan Luhan dan Yuri disana.

Luhan berjongkok dihadapan Yuri, Yuri yang melihat sosok Luhan menundukkan kepalanya tak berani menatap namja itu. Yah, Yuri tau kalau namja itu seorang serigala dan dia takut. Takut jika namja itu juga akan melukainya seperti yeoja tadi. Luhan menyentuh pergelangan tangan Yuri ingin melihat luka yang dibuat oleh dongsaengnya itu, namun Yuri langsung menepis tangan Luhan. Yuri memaksakan tubuhnya untuk mundur agar dia bisa jauh dari sosok Luhan.

“Jangan dekati aku, Kumohon jangan lukai aku” Ujar Yuri yang masih mencoba menjauhkan dirinya dari Luhan. Tubuh Yuri bergetar, kedua matanya itu memerah dan menghasilkan air mata. Dia kembali mencoba untuk berdiri tapi kaki kirinya tak dapat menompang tubuhnya, Yuri benar benar ingin pergi dari tempat ini. Luhan menundukkan kepalanya, dia menatap sosok Yuri yang nampak membenci dirinya.

“Mianne..” Guman Luhan membuat Yuri yang tadinya terisak dalam tangisannya dan menatap sosok Luhan dengan tatapan dingin kini menghentikan tangisannya. Dia menatap Luhan dengan kedua air mata yang seolat tertahan diujung matanya. Jaket yang dia gunakan itu tiba tiba saja kembali memberikan tubuhnya rasa hangat, tidak seperti tadi saat namja itu tak ada disini. Hawanya benar benar dingin dan mampu membuat Yuri membeku.

Yuri terdiam pada tempatnya, dia tak menggerakkan tubuhnya lagi seperti tadi. Dia terpaku dengan ucapan namja tampan yang ada dihadapannya. Bibir Yuri bergetar ingin mengatakan sesuatu namun dia terus mengurungnya. Luhan tersenyum simpul pada Yuri lalu kembali melangkahkan kakinya dan duduk dihadapan Yuri yang terdiam disana. Luhan menundukkan kepalanya, tak menatap Yuri yang kini berada dijalan beberapa puluh centimeter saja dengannya.

“Aku berjanji, tak akan melukaimu. Kumohon, biarkan aku mengobati lukamu ini. Dan maaf karena adikku telah melukaimu” Ujar Luhan, dia masih menundukkan kepalanya. Yuri hanya terdiam, dia tak menjawab ucapan Luhan. Dia bimbang, dia ingin menerima ajakan Luhan tapi dia takut Luhan jika akan melukainya tapi jika dia tak menerimanya, siapa yang akan mengobati lukanya ini ? Tangan kanan Yuri itu bergerak perlahan, Yuri nampak meringis kesakitan ketika dia mulai menggerakkan tangannya dan mencoba mengangkat wajah Luhan sehingga kini Luhan dapat melihatnya. Yuri tersenyum tipis saat dia melihat wajah Luhan nampak berubah menjadi merah muda.

“Tolong aku, tanganku benar benar sakit” Guman Yuri pelan, air matanya itu sudah mengalir diwajahnya. Luhan kini terdiam, dia menatap wajah Yuri yang nampak pucat. Lalu menganggukkan kepalanya pelan dan mengendong Yuri masuk kedalam rumah kosong tak jauh dari tempat mereka tadi.

~~** I’m Wolf **~~

            Yuri duduk diatas sofa empuk dirumah kosong itu. Sedangkan Luhan, dia nampak pergi kesuatu ruangan berusaha mencari obat untuk menyembuhkan luka yang Yoona buat ditangan dan kaki Yuri. Yuri terdiam, dia memutar bola matanya mencoba mengamati rumah yang bisa dibilang cukup mewah ini. Perabotan rumah ini juga tidak seperti rumah yang kosong, rapi dan bersih. Hanya saja jika rumah ini dilihat dari luar, akan nampak mengerikan dan sangat terlihat kalau rumah ini tak ada penghuninya.

Luhan berjalan menghampiri Yuri. Ditangan kanannya terdapat sebuah botol yang nampak berisikan air putih dan ditangan kirinya, dia membawa sebuah kotak yang mungkin berisi obat obatan. Luhan duduk berjongkok didepan Yuri, dia nampak tersenyum lalu mulai mengobati kaki Yuri yang terkena cakaran Yoona. Yuri nampak meringis saat Luhan mulai mengolesi kakinya dengan obat yang menurut Yuri baunya benar benar tidak enak.

Melihat Yuri yang nampak meringis saat Luhan mengobatinya dan terus merintih kesakitan membuat Luhan berhenti dan tak mengobati kaki Yuri lagi. Luhan bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Yuri dan masuk kedalam ruangan tadi. Melihat Luhan yang pergi membuat Yuri menatapnya dengan sebuah tatapan bingung. Kedua alis nya terangkat, dahinya berkerut lalu Yuri mengangkat bahunya tanda dia tak perduli.

Tak berapa lama, Luhan kembali dengan membawa sebuah obat ditangannya. Dia kembali berjongkok, dan kembali mengobati kaki Yuri. Yuri terdiam, selama Luhan mengobatinya, dia sama sekali tak merasakan rasa sakit tidak seperti tadi.

“Obat apa ini ?” Tanya Yuri pada Luhan, Luhan menghentikan aktivitasnya lalu mendongakkan kepalanya menatap sosok Yuri yang kini menatapnya dengan tatapan bingung. Luhan tersenyum singkat lalu menghela nafasnya pelan.

“Ini obat untuk menahan rasa sakit, terbuat dari cacing” Jelas Luhan mencoba menjawab pertanyaan yang Yuri lontarkan. Dia kembali mendongakkan kepalanya dan melihat ekspresi Yuri yang menampakkan seperti ekspresi jijik. Yuri mencoba menjauhkan kakinya dari Luhan dan masih menampakkan ekspresi yang sama pada Luhan. Sedangkan Luhan nampak mengerutkan keningnya, bingung dengan sikap Yuri. “Wae ?” Tanya Luhan yang masih bingung dengan sikap Yuri.

“Tidak, jauhkan saja obat itu dariku. Aku benar benar takut dengan cacing” Jelas Yuri, dia menatap Luhan yang nampak terkekeh pelan. Seketika, Yuri nampak terkesima saat melihat Luhan yang terlihat begitu tampan jika dia tengah tertawa. Yuri tersenyum pada Luhan lalu menyuruh Luhan kembali mengobati lukanya.

Setelah Luhan selesai mengobati luka Yuri, dia pergi kedapur untuk membuatkan Yuri makan malam, Yah Luhan tau kalau Yuri sedang lapar sekarang. Luhan kini tengah berusaha keras membuatkan Yuri pasta, Yah tadi Luhan sempat pergi ke supermarket untuk membeli pasta. Luhan tau, manusia memiliki selera masakan sendiri tidak seperti serigala yang bisa memakan bangkai hewan. Tapi Luhan benar benar tak menyukai bangkai hewan. Dia lebih suka memakan daging ayam, itupun harus direbus dan dibumbui. Karena dia tau, dia bukanlah serigala seutuhnya, dia masih memiliki jiwa manusia dari Ummanya, Tiffany.

“Luhan ? kau sedang apa disitu ?” Mendengar suara Yuri, Luhan segera membuyarkan lamunannya. Dia menatap kearah pintu, dan melihat sosok Yuri yang nampak sudah tidak kuat menahan tubuhnya. Luhan segera berlari dan menangkap tubuh Yuri yang hampir saja terjatuh. Luhan kembali mengendong tubuh Yuri dan menududukkannya disalah satu kursi yang dia bawa kedapur.

“Kau sedang apa, Luhan ?” Tanya Yuri, dia menatap Luhan yang nampak sibuk didepan kompor. Luhan menolehkan kepalanya dan tersenyum manis pada Yuri seraya menggaruk garuk tengkuknya yang mungkin sama sekali tidak gatal. Melihat Luhan yang seperti itu, membuat Yuri kembali menatapnya dengan tatapan aneh.

“Aku ingin membuatkanmu pasta, dan aku tidak tau bagaimana caranya” Ujar Luhan pelan seolah dia tengah malu mengatakannya pada Yuri. Yuri nampak menatapnya dengan tatapan aneh lalu terkekeh pelan. Yah, menurutnya Luhan nampak sangat lucu.

“Kau harus merebus mie itu jika mienya sudah mengembang kau bisa memberinya bumbu berupa saus itu” Ujar Yuri mencoba menerangkan cara memasak pasta. Luhan menganggukkan kepalanya perlahan lalu mencoba mengikuti cara yang Yuri katakan tadi. Tak butuh waktu lama, Mie yang Luhan masak sudah mendidih. Luhan meniriskan mie itu kemudian menaruhnya diatas piring, dia juga tak lupa memberikan saus yang merupakan komponen penting pasta tadi.

Luhan meletakkan kedua piring yang berisikan mie tadi diatas meja lalu duduk dihadapan Yuri. Yuri terlihat begitu antusias melihat masakan pertama Luhan yang menurutnya begitu menggoda selera. Tangannya bergerak untuk mengambil sendok, tapi sendok yang tadi dia genggam itu terjatuh dilantai. Melihat Yuri yang nampak kesusahan untuk makan, Luhan tersenyum.

“Biar aku suapi” Ujar Luhan singkat kemudian berdiri dari duduknya dan duduk dikursi sebelah Yuri. Sebelumnya, namja tampan itu mengambil sendok baru untuk dia gunakan menyuapi Yuri. Yuri membuka mulutnya, sedangkan Luhan memasukkan mie itu kedalam mulut Yuri. Luhan nampak menatap ekspresi wajah Yuri yang nampak aneh, Yah Luhan takut kalau masakan pertamanya itu sangat mengecewakan Yuri. Yuri mengunyah mie itu perlahan mencoba merasakan nya, Sedetik kemudian Yuri membuka mulutnya lagi sehingga membuat Luhan terkejut.

“Apa masakanku ini enak ?” Tanya Luhan yang nampak aneh karena Yuri minta disuapi lagi. Yuri menganggukkan kepalanya mantap, tapi Luhan malah menatapnya dengan tatapan ragu seolah tatapannya itu berkata ‘benarkah ?’.

“Kalau kau tidak mau menyuapiku, aku bisa memakannya sendiri” Ujar Yuri kesal seraya berusaha untuk merebut piring yang ada ditangan Luhan. Luhan menjauhkan piring itu dari Yuri kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

“Tidak, lebih baik aku yang menyuapimu”

~~** I’m Wolf **~~

            Luhan dan Yuri duduk dilantai paling dua rumah mengerikan itu. Yuri nampak memejamkan kedua matanya ketika merasakan angin aneh yang tiba tiba berhembus pelan dan menerpa wajahnya. Sedangkan Luhan, namja itu terlihat asyik melihat kerlap kerlip bintang yang mulai menghilang. Yah, sebentar lagi matahari akan terbit. Langit yang gelap itu berubah menjadi warna orange. Sedangkan matahari mulai terbit.

“Ah, Sudah pagi. Apakah orang tuamu tak mencemaskanmu ?” Tanya Luhan pada Yuri. Yah, dia hanya ingin memastikan saja. Dia tak ingin membuat orang tua Yuri cemas sedangkan Yuri malah asyik bersenang senang dengannya. Yuri menolehkan kepalanya dan tersenyum pada Luhan. Sedetik kemudian dia berguman, “Tidak, mereka pergi ke luar negeri kemarin”.

“Luhan, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu”

“Luhan, tempat apa ini ? dan kenapa kau berada disini ?” Tanya Yuri dia menatap Luhan yang nampak menundukkan kepalanya. Luhan tak menjawab ucapan Yuri dia hanya menghela nafasnya, dia menjawabnya hanya dengan sebuah helaan nafas yang berat.

“Ini merupakan dunia yang tak seharusnya kau datangi. Disini, tempat dimana serigala yang tinggal dibumi menghabiskan malamnya dan tinggal. Tentu saja aku berada disini, disini rumahku. Dan maaf mungkin jaket itu yang membawamu kemari” Guman Luhan pelan. Dari cara Luhan berbicara, dia nampak menyesal memberikan jaket itu pada Yuri. Yuri menolehkan kepalanya dan tersenyum pada Luhan, dia nampak tak keberatan dengan apa yang Luhan lakukan. “Memangnya kenapa dengan jaket ini ? Aku menyukainya” Guman Yuri.

“Jaket itu, adalah jaket yang bisa menunjukkan sebuah identitas. Aku memberikannya padamu saat itu, karena aku tak ingin serigala lainnya melukaimu. Kau tau saat itu kau berada ditempat dimana Serigala selalu membunuh seorang manusia. Dan dengan jaket itu, Serigala yang ada disampingmu akan mengira kalau kau juga seorang serigala. Kalau kau mau, bolehkan aku mengambil jaket itu lagi ? Aku tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Lihat, kau terluka. Semua itu karena aku” Ujar Luhan, dia masih menundukkan kepalanya dan tak menatap Yuri.

“Gumawo, karena kau telah berusaha untuk melindungiku. Dan maaf, aku tak ingin kau mengambil jaket ini. Aku.. aku terlanjur menyukai jaket ini” Ujar Yuri, dia tersenyum pada Luhan yang nampak terdiam membeku disana. Yuri menghela nafasnya perlahan dan tersenyum senang pada Luhan. Dia berusaha mengangkat tangannya ah tidak dia mengangkat kelingkingnya.

“Apakah kau mau menjadi temanku, Luhan ?”

~~** I’m Wolf **~~

TBC

Woah.

Akhirnya FF ini kelar juga😉 Mianne, kalo misalnya kalian menunggu FF ini terlalu lama. Kkk~ Dan maaf juga kalau FF ini hasilnya kurang memuaskan dan tidak seperti yang kalian harapkan. Dan maafkan juga untuk semua kesalahan Author ^^ Minal aidzin wal faizin😀

Kalian jangan lupa komentar yaa😉

Bye bye, Next part ditunggu😀

Gumawo

42 responses to “I’m Wolf [Part 2]

  1. akhirnya update juga i’m wolfnya, tapi kurang panjang unni~ hehe😀
    ooo jadi manusia serigala punya kawasan khusus di bumi? :-O
    eaaa yul mulai ada benih2 nih kkk~ lanjuttt unni~ fighting!! ^_^

  2. hae reader baru, dan mian cuma comment dipart 2 u,u

    huaaa ga kebayang perhatian luhan >///<
    ffnya daebak^^
    next cepetannya🙂

  3. Kasihan Yuleon nya di cakar-cakar kayak gitu sma Yoona eoni…..tpi untung aja Luhannya cepet dateng….🙂
    ya udah deh aku lanjut ke part 3nya ya Thor🙂

  4. apa”.an ini ff thor !!
    aaaaaaa full romantisnya,,
    aku sampek terus ngebayangin !
    aku cinta ffini, aku selalu berimajinasi yulhan dan membayangkan dikehidupan nyataku kekekekek

  5. Annyeong eonni ceritanya daebak banget jdi penasaran sama crita selanjutnya
    keep on writing eon
    fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s