[Drabble] Silently

kwon-soo-hjin-5

Tittle

Silently

Story by

Kwon Soo Hjin

Staring

Kwon Yuri | Oh Sehun | Xi Luhan

Rating

PG 13

Gerne

Romance | Sad | Angst | Friendship

Lenght

Oneshoot

Poster by

Fearimaway

Disclaimer

FF ini, merupakan murni pemukiran saya sendiri dan jika ada kesamaan itu hanyalah unsur kebetulan saja.

Annyeong^^ aku kembali dengan sebuah FF yang mungkin rada rada aneh -_- tapi, semoga kalian menyukainya😉 Happy reading..

~~** Silently **~~

Bukan ini yang aku inginkan, melihat dirimu lebih bahagia dengan orang lain. Membuat diriku sendiri seperti orang bodoh yang hanya bisa memandangimu dari kejauhan. Tapi aku bisa berbuat apa ? Kau lebih mencintainya.

Lebih baik, aku berdiri disini dan mencintaimu dalam diam.

~~** Silently **~~

Author POV

Namja tampan dan tinggi itu berjalan menuju kesebuah ruangan. Yah, dia sedang masuk kedalam ruang musik. Didalam ruang musik itu sudah ada sosok yeoja cantik berambut hitam tengah sibuk membaca novelnya dan sosok namja tampan tengah memainkan gitar putih miliknya. Mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka masing masing.

“Kalian sudah dari tadi ?” Tanya namja tampan itu, dia menatap sosok Luhan dan Yuri yang kini menatapnya dengan tatapan sebal. Namja tampan itu bernama Oh Sehun yah, Sehun. Namja tinggi, tampan, pintar bermain basket, dance dan gitar ini sangat populer disekolah. Banyak yeoja yang menyukainya, namun dia hanya menaruh hatinya pada satu orang, sosok berambut hitam dengan wajah manis yang kini sedang duduk dihadapannya.

“Aish, kau lama sekali” Ujar Yuri kesal seraya menendang tulang kering Sehun. Sontak Sehun meringis kesakitan seraya memegang kakinya. Sehun menatap sosok Yuri yang nampak terkekeh pelan dan menatap sosok Luhan, sahabatnya yang kini masih sibuk memainkan gitarnya.

“Hyung, kau sedang apa ? Serius sekali” Tanya Sehun pada Luhan, namun Luhan tak menjawab pertanyaan Sehun dan masih fokus dengan gitar yang dia pegang sekarang. Sehun nampak mengendus kesal kemudian mengalihkan pandangannya pada sosok Yuri yang kini tengah tersenyum manis kepadanya.

“Dia sedang menciptakan lagu untukku” Guman Yuri pelan kemudian memalingkan wajahnya menatap sosok Luhan yang masih serius dengan gitarnya. Sehun terdiam, dia tak akan berkomentar untuk hal ini.

Sehun memang telah menyimpan perasaannya pada Yuri cukup lama. Sejak 3 tahun yang lalu, dia tanpa sengaja bertemu dengan Yuri ditaman dan saat itulah dia mulai mencintai sosok Yuri. Dia tau, sahabat kecilnya Luhan juga menyukai Yuri. Tapi, dia tak tau apa yang harus dia lakukan. Berhenti mencintai Yuri dan membiarkannya menjadi milik Luhan sedangkan dia hanya mencintai Yuri dalam diam atau dia akan memperjuangkan Yuri dan menjadikan Yuri miliknya.

Tapi, Sehun juga tau kalau Yuri juga menyukai Luhan. Bukankah itu juga sebuah pertanda kalau Sehun harusnya meninggalkan sosok Yuri ? Tapi hal itu tak mudah baginya, dirinya tak bisa jauh dari sosok Yuri. Bahkan jika dia tak melihatnya selama sedetik saja, bisa membuatnya tak karuan. Yuri merupakan sebuah mentari dalam kehidupannya.

“Sehun, apa kau tak pernah menyukai seorang yeoja ?” Tanya Yuri seraya menyipitkan kedua matanya dan menatap Sehun dengan sebuah tatapan aneh dan penuh tanda tanya. Sehun terdiam, dia mencoba mencerna ucapan Yuri yang terlalu ambigu baginya. Sedetik kemudian Sehun mulai mengerti ucapan Yuri dan memukul kepala Yuri pelan.

“Kau fikir aku tidak normal ? Heh ?” Ujar Sehun dengan nada galak dan menatap Yuri dengan mendelikkan kedua matanya. Yuri bergidik ngeri kemudian terkekeh

“Kalau kau normal, kau bisa menceritakan padaku. Siapa yeoja yang kau cintai itukan ?” Ujar Yuri senang, dia menompangkan kepalanya seraya menunggu cerita dari Sehun. Sehun terdiam, dia hanya bisa menelan ludahnya. Sial, hari ini dia benar benar Skakmat dengan ucapan Yuri. Dia sempat berfikir darimana Yuri bisa belajar kata kata yang cukup menjerat orang lain seperti itu, atau jangan jangan Luhan yang mengajarkannya ? Ah, entahlah.

“Soal itu, aku memang sedang jatuh cinta dengan seseorang. Yeoja dingin dengan sikap yang childish. Yeoja cerewet yang terlihat pendiam. Yeoja malas tapi dia juga rajin. Yeoja yang selalu membuatku tersenyum, walaupun aku hanya melihatnya dari kejauhan. Yeoja yang membuatku selalu merindukannya saat aku tak melihatnya, sekalipun itu hanya 1 detik saja. Yeoja yang akan selalu membuatku mencintainya, walaupun..” Ujar Sehun yang sengaja dia potong. Dia tersenyum pada Yuri yang kini menatapnya dengan wajah penasaran khasnya.

“Walaupun yeoja itu menyukai namja lain ? Betulkan Sehun ah ?” Ujar Luhan yang tiba tiba mengucapkan sesuatu. Yuri dan Sehun menolehkan kepala mereka menatap sosok Luhan yang kini tengah tersenyum manis. Sehun menyipitkan kedua matanya, dia nampak tak terima dengan penghinaan yang Luhan lontarkan walaupun sebenarnya Luhan tak berniat untuk menghinanya.

“Tidak, kau salah Hyung” Ujar Sehun seraya mengulurkan lidahnya mengejek Luhan. Luhan mengangkat alisnya tanda tak mengerti sedangkan Yuri semakin menampakkan wajahnya yang sedang penasaran. Sehun menghela nafasnya perlahan.

“Walaupun aku mencintainya, dalam diam” Sehun menundukkan kepalanya. Sedangkan Yuri dan Luhan hanya terdiam menatapnya dengan tatapan kasihan dan sedih. Yuri tersenyum lembut pada Sehun kemudian mengenggam tangan Sehun, mencoba memberinya sebuah kekuatan. Sehun yang merasakan seseorang menyentuh tangannya kini menatap Yuri dengan tatapan aneh.

“Kau pasti bisa mendapatkannya. Jika kau tak bisa, mungkin Tuhan mempunyai takdir lain untuk kehidupanmu. Jadi perjuangkan yeoja itu, dia pasti akan bahagia karena sosok sepertimu mencintainya” Ujar Yuri senang, dia tersenyum manis pada Sehun. Sedangkan Sehun dia terdiam, terdiam karena tertegun. apakah iya, Yuri akan bahagia jika dia tau kalau Sehun menyukainya ? Dan bagaimana bisa, Yuri menyuruh Sehun memperjuangkan yeoja itu sedangkan yeoja yang dia maksud adalah sosok Yuri sendiri ?

“Aku juga berharap seperti itu” Guman Sehun pelan. Dia mencoba membuat seutas senyuman diwajah tampannya. Kemudian menghela nafasnya perlahan, dan kembali menatap tangannya, karena Yuri masih mengenggam tangannya memberi sebuah sentuhan hangat dalam tubuhnya, memberinya sebuah semangat yang tak pernah dia dapatkan sebelumnya, yaitu Cinta.

“Ne, Yuri benar Sehun. Lagipula kaukan seorang namja, Jangan pernah menyerah. Kau itu tampan walaupun sebenarnya masih tampan aku, Ya kan Yuri ?” Ujar Luhan seraya mengedipkan sebelah matanya pada Yuri. Yuri terdiam seraya memandang Luhan dengan tatapan jijik. Sedangkan Sehun nampak tersenyum hambar. Hambar melihat pemandangan yang selalu dia konsumsi setiap hari.

“Tidak, Tidak !! Sehun lebih tampan darimu, semua orang juga tau Luhan kalau Sehun itu jauh lebih tampan darimu” Ujar Yuri seraya menatap Luhan dengan tatapan mengejek. Luhan terdiam, dia tau kalau Yuri mengatakan hal itu berdasarkan hatinya, dia tak akan berbohong disaat seperti ini. Luhan nampak memberi Yuri seutas senyuman diwajahnya kemudian kembali memainkan gitarnya sedangkan Sehun dia bagaikan terbangun dari khayalannya. Khayalannya yang tiba tiba saja menjadi sebuah kenyataan.

~~** Silently **~~

            Yuri, Luhan dan Sehun duduk disalah satu bangku yang terletak dikantin sekolah. Mereka bertiga nampak asyik menghabiskan makanan yang mereka pesan. Hari ini, dan beberapa bulan kedepan, sekolah memang tak memberi mereka pelajaran karena mereka akan mengikuti sebuah even yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Yah, bisa dibilang untuk refresing. Hanya saja, pihak sekolah mewajibkan mereka untuk datang kesekolah namun mereka tidak terikat oleh pelajaran.

“Aku kira menu hari ini sandwich. Tapi kenapa hanya sepotong pizza ?” Gerutu Yuri kesal saat melihat menu yang datang hanyalah sepotong pizza dan buah minuman cola. Beberapa menit kemudian, pelayan itu datang lagi dengan membawakan tiga buah lolipop. Dan menu makan siang hari ini adalah sepotong pizza, minuman cola dan lollipop.

Yuri mengigit pizza itu dengan kesal tidak seperti Sehun dan Luhan yang memakan pizza itu dengan malas dan tak perduli makanan apa yang masuk kedalam mulutnya, bagaimana rasanya, berapa harganya, seperti apa bentuknya dan namanya apa. Mereka berdua tak akan terlalu banyak berkomentar, karena mereka juga sudah menahan lapar mereka dari tadi pagi hanya untuk menemani sosok Yuri diet pagi.

“Hm, Yuri. Kau mau menemaniku tidak ?” Tanya Luhan pada Yuri yang kini nampak menatapnya dengan senyuman yang mengembang. Dia nampak bersinar sinar dengan tawaran Luhan. Sehun terdiam, dia tak mengucapkan sepatah kata apapun selain mendengarkan percakapan tak berguna dari kedua makhluk yang ada dihadapannya.

“Kajja kita pergi ketaman, aku punya sesuatu untukmu” Guman Luhan senang. Yuri menganggukkan kepalanya pelan kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti langkah Luhan serta meninggalkan Sehun yang terduduk disana sendiri. Sehun menengokkan kepalanya menatap kepergian Yuri dengan sebuah tatapan sedih.

~~** Silently **~~

            Luhan dan Yuri duduk disebuah bangku taman, mereka nampak terdiam satu sama lain. Sampai Luhan mengenggam tangan Yuri, dia menatap kedua mata hitam Yuri, menatap wajah manis Yuri. Merasakan tubuhnya yang tiba tiba saja tak beres jika dia hanya bersama Yuri, ketika dia memandang Yuri seperti itu.

“Luhan, wae ?” Guman Yuri yang kini menatap sosok Luhan dengan tatapan bingung. Luhan terdiam, tiba tiba sembrutan merah nampak diwajahnya yang tampan. Yuri memandang wajah Luhan yang sudah nampak berwarna merah muda dengan tatapan bingung dan aneh, kemudian dia memandang kearah pohon yang ada disampingnya.

“Yuri ah, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu” Guman Luhan pelan namun masih terdengar ditelinga Yuri. Yuri menolehkan kepalanya menatap sosok Luhan yang kini tak menatapnya, dia menundukkan kepalanya. Yuri terdiam, tak menjawab ucapan Luhan. Dia sibuk menatap sepatu berwarna putih yang dia gunakan, sibuk dengan pemikirannya sendiri.

“Saranghae”

Kedua mata bulat milik Yuri membulat sempurna. Yeoja itu duduk mematung disana, tak memberi respon apapun pada sosok Luhan. Entah kenapa, dia merasa sedih sekarang. Kepalanya berputar, menatap sosok Luhan yang nampak menatapnya dengan tatapan sedih seolah menunggu jawaban dari sosok Yuri disana. Yuri terlihat bimbang sekarang, dia menyukai sosok Luhan hanya saja dia tak tau kenapa dia sedih saat Luhan menyatakan cinta padanya.

“Ak.. aku..”

>>>

Sehun terduduk lemas ketika mendengar ucapan Yuri kalau dia menerima cinta Luhan. Yah, Sehun sedari tadi berdiri dibalik pohon itu, dibalik pohon yang selalu Yuri tatap. Dibalik pohon yang membuat Yuri merasa aneh dan penarasan siapa yang ada disana. Dibalik pohon yang membuat Yuri merasa ragu kalau dia mencintai Luhan, yang membuat Yuri merasa yakin kalau dia mencintai sosok Sehun sahabatnya.

Sehun memejamkan kedua matanya, lalu meletakkan wajahnya diatas kedua kakinya. Dia nampak frustasi sekarang, rambutnya acak acakan. Sehun nampak tak perduli kalau Yuri ataupun Luhan mendengarkan semua rintihannya. Dia tak perduli lagi dengan sosok Yuri, sosok yang selalu dia lindungi, sosok yang selalu dia buat ceria dan sosok yang selama ini dia cintai. Sekarang, dia hanya bisa berfikir cara untuk menghilangkan semua luka yang ada dalam hatinya.

Sehun merasa dirinya bodoh. Yah, bodoh karena tak berani menyatakan perasaannya pada sosok Yuri. Bodoh, karena hanya bisa melihat Yuri tersenyum karena orang lain. Bodoh, karena dia hanya bisa mencintai sosok Yuri dalam sebuah kediaman, tanpa ada seorangpun yang tau, kecuali dirinya, hatinya dan Tuhan.

“S..s..sehun..” Suara lembut itu, mengalir dan menyebar ditelinga Sehun. Tanpa respon apapun, Sehun mengangkat kepalanya memandang sosok yeoja manis berkulit coklat memandangnya dengan sebuah air mata yang berlinang. Sehun terdiam, tak ada sebuah niat untuk menghapus air mata yeoja itu, sekalipun air mata itu karena dirinya. Yang ada difikiran Sehun hanyalah yeoja itu sudah menjadi milik Luhan, sahabat karibnya.

Gadis berambut hitam itu menjatuhkan tubuhnya ditanah, lalu sedikit merangkak untuk duduk disebelah Sehun. Dia mengenggam tangan Sehun yang dingin, walaupun begitu sebuah rasa hangat telah merasuki dirinya. Dia terpaku, melihat sosok Sehun yang selalu tersenyum padanya kini sama sekali tak memandang dirinya, tak memberinya seutas senyuman, tak mengucapkan sebuah kata kata yang membuat dirinya bangkit.

“Mianne” Gadis itu mendongakkan kepalanya, menatap sosok Sehun yang kini masih tak menatapnya. Gadis itu menatap sosok Sehun yang nampak menahan air matanya. Yuri terdiam, lidahnya kelu untuk bertanya pada Sehun. Lidahnya rasanya benar benar mati untuk mengatakan sesuatu pada namja itu.

“Maaf, jika aku menganggu hubungan kalian berdua”

Jantung Yuri rasanya berhenti berdetak. Denyutan nadinya itu tak dapat lagi dia rasakan. Aliran darahnya mungkin juga sudah berhenti sekarang. Dia menatap sosok Sehun, dia tak pernah berfikir kalau Sehun akan mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan padanya. Sehun tak pernah menganggunya dengan Luhan, justru jika Sehun tak ada, Yuri dan Luhan akan terlihat semakin canggung.

“Maaf, jika selama ini aku sudah mencintaimu dalam diam” Sehun mendongakkan kepalanya menatap sosok Yuri yang kini menampakkan sebuah wajah yang sangat sulit diartikan. Dia tersenyum tipis, menatap lekat lekat wajah Yuri untuk yang terakhir kalinya. Memandang wajah Yuri sebelum dia tak bisa memandangnya lagi seperti ini.

“Aku harap, ini bukan terakhir kalinya aku melihatmu seperti ini. Aku masih ingin berada disampingmu walaupun kau telah menjadi milik Luhan Hyung” Ujar Sehun lagi, Yuri terdiam. Dia nampak sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tak memperhatikan ucapan Sehun sama sekali, Yuri nampak memancarkan sebuah siratan kesedihan ketika Sehun berkata jika dia mencintai Yuri.

“Selamat karena kau sudah menj..”

Yuri menempelkan bibirnya tepat dibibir Sehun. Tak mengijinkan namja itu berbicara lagi. Yuri masih terdiam pada posisinya, merasakan dinginnya bibir Sehun untuk beberapa detik. Yeoja manis itu tersenyum seraya menjauhkan dirinya dari Sehun.

“Sstt.. Aku juga akan mencintaimu dalam diam” Guman Yuri pelan. Dia tersenyum manis pada Sehun yang kini menatapnya dengan sebuah tatapan aneh.

“Aku sempat berfikir kalau aku mencintaimu, tapi aku selalu menentang perasaanku sendiri. Aku selalu meyakinkan diriku kalau aku mencintai sosok Luhan bukan dirimu, dan soal tadi.. Mianne, aku telah menjadi milik Luhan sekarang, walaupun begitu aku tak akan berhenti mencintaimu. Walaupun dengan cara yang mungkin sedikit pengecut bagiku, tapi dengan cara ini aku bisa menghabiskan waktuku bersamamu, biarkan aku mencintaimu dalam diam, Sehun ah”

~~** Silently **~~

END

Hadoh ? Ini FF ter GJ yang pernah ada sedunia. Yah, semoga kalian menyukainya -_-V Mianne kalo jelek, selamat menunggu next FF😀

Jangan Lupa Komentarnya, Ok😉

Gumawo

33 responses to “[Drabble] Silently

  1. Jd tuh maksudnya gimna tuh thor luhan ama yuri pacaran dan yuri ama sehun selingkuh gtu ama luhan berarti yuri semakin menyakiti hati luhan dong mending sekali 2 aja thor yuri pacarin hunhan sekaligus hahaha

  2. Sequel ah sequel
    Kasian dong thor luhannya
    Sehun sma yuri kasian juga mereka sling mncintai tpi hrs backstreet gitu ya ..
    Rada aneh kekeke klo yuri cinta sehun kenapa dia trima luhan ahhh pusing dah

  3. complicated ya? :3
    Sehun sama Yuri kan saling suka, seharusnya Yuri gak usah nrima pernyataannya Luhan kan? kasian Luhan kalo dia tau Sehun sama Yuri saling suka gimana? kalau Luhan nangis gimana? hayooh tanggung jawab thor😄 wkwk
    overall, bagus ffnya🙂

    • Iya ^^
      Hahah, Gumawo udah mau baca😀 btw sequelnya udah aku masukin kedaftar big project aku ya🙂 kamu bisa liat di postingan yang ada diblog ini😀
      Sekali lagi gumawo, eonn😉

  4. Aku kira endingnya yulnie sma sehun oppa, eh ternyata tetep sma luhan oppa. Tpi gpp dehh…dua duanya sma yulnie aja hohohoho…..😀

  5. Yuri unnie kok dua”diambill ????:'(
    Kasih satu kekkk :’)
    Eon ff yg lain belom ada lanjutan ya?
    Ditunggu lo🙂

    • Iya tuh, Yulnie kemaruk #Plak
      Hahah, aku juga mau😀 Iya, nanti kalo author udah nyelesaikan FF projectnya author bakalan dilanjut lagi, yang sabar ya😉
      Gumawo udah dibaca

  6. Yuri sm sehun saling cinta?
    Yuri sm luhan pacaran?
    Oke, klo ini dibikin sequel psti seru.
    Ntr jd kyk selingkuh2 gt#sotoi*ditabokauthor
    Author bikin sequelnya dong, ini bagus bgt ff nya
    Walaupun ksian sm mereka b’3 sih
    Sequel ya author…

  7. yah yah yah kok yuri serakah gitu keduanya diembat*?* aja😦
    luhan buat aku ajaa #plak😀
    selingkuh dalam diam dong? sequel dong unni, penasaran akut nih😀

  8. hohohohohohiho
    Ni maksudnya gimana ya?
    Q kok g paham
    * bilang ja lagi males mikir jadi sulit nyerna ceritanya…
    Jadi yuri tu jadian g ma luhan ya?
    *@*

  9. Bagus kok tor, tapi aku masih kurang ngeh sama ceritanya -_-V
    itu maksudnya Yuri suka sama Sehun gitu yaa ? terus dia pacaran sama Luhan ? Kok gitu ?
    Udah, sequel aja ya thor😀

  10. Kereenn.. ! Yey YulHunHan..
    Kiraiin sehun bkalan sma yuri ternyata masih pacaran sma luhan toh,

    Ditunggu sequelnya yaa ! Fighting

  11. Wew kenapa yuri ga nolak luhan aja sih,,
    Kasian sehun,, meskipun yuri akhirnya mencintai sehun,, tapi kan yuri ttep milik luhan..
    Aduuuuhhh yul kenapa ga pacaran sama sehun aja siiihhh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s