[Oneshoot] Rain

d-for-photoshop-edits-still-in-psd-rain [artnfictionfactory.wordpress.com]

Tittle

Rain

Story by

Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Kwon Yuri | Xi Luhan | Seo Joon Hyun

Other Cast :

[Kalian bisa mencarinya sendiri ^^V]

Rating :

PG 15

Gerne :

Romance | Sad |Angst

Lenght :

Oneshoot

Poster by :

[artnfictionfactory.wordpress.com]

Disclaimer :

FF ini terinspirasi dari beberapa film korea dan sisanya merupakan hasil pemikiran author sendiri. Cast merupakan milik Tuhan, Orang tua mereka dan SM Entertaiment.

Happy Reading ^^

>>>>><<<<<

Jika sebuah kata perpisahan yang terucap dari bibirmu itu merupakan sesuatu yang harus ku tempuh untuk cinta kita..

Aku akan menempuhnya,

Tapi jangan pernah buat hujan menghapus semua kenangan antara aku dan dirimu.

Biarkanlah, Hujan membuatku terus mengingatmu..

>>>>><<<<<

            Yeoja cantik itu berjalan menghampiri sebuah almari yang cukup besar. Dia menatap almari yang terbuat dari kayu itu kemudian membukanya perlahan. Kedua bola matanya mencari sesuatu namun dia tertegun sejenak ketika melihat sebuah buku berwarna biru, warnanya nampak sudah pudar dan berdebu.

Tangan kanannya bergerak, meraih buku berwarna biru itu kemudian membawanya kearah ruang tamu. Dia duduk disalah satu kursi empuk yang ada dirumah mewah miliknya. Yeoja itu tak tersenyum, tak juga merasa sedih. Tapi, hatinya tengah berguncang sekarang.

Dia membuka halaman pertama buku itu, disana nampak sebuah tulisan kecil bertulis ‘kwon yuri’. Yah, itu namanya. Yuri tersenyum kecil lalu kembali membuka halaman selanjutnya, disana juga ada sebuah kalimat.

‘aku tak tau apa itu cinta, dan apa yang kau maksud dengan kalimat cinta adalah pergi meninggalkanku ? Entahlah..’

>>>>><<<<<

FLASH BACK [ON]

Pertama kali, aku melihatnya. Dia nampak seperti seorang pangeran yang ada didongeng ketika aku masih kecil. Tersenyum, dan membungkukkan badannya.

Yuri masuk kedalam kelasnya dengan langkah tergesa gesa. Ditangan kanannya terdapat dua buah buku dan ditangan kirinya ada sebuah gelas cappucino yang baru dia beli. Hari ini, dia memang tidak terlambat namun dia terlambat datang untuk bertemu dengan Seohyun, sahabatnya.

Namun, langkahnya terhenti saat seseorang membuat Cappucino yang dia pegang tumpah dan mengenai bajunya. Yuri hanya meringis, menahan hawa panas yang tiba tiba saja datang ketubuhnya.

Dia menatap sosok namja tampan, menatapnya dengan tatapan bingung sekaligus takut. Dia menundukkan kepalanya, sehingga membuat Yuri tak mampu melihat wajahnya. Yuri terdiam, berusaha melihat wajah namja itu.

“Gwenchana ?” Suara itu berhasil membuat Yuri kaget, dia menatap namja tampan yang sekarang tengah menggaruk garuk tengkuknya, dan menatap Yuri dengan sebuah senyuman manis diwajahnya.

“Mianne, aku tak sengaja menabrakmu” Guman namja itu lagi, Yuri masih terdiam. Dia menatap namja itu, namja yang tak pernah dia temui disekolah ini. Yah, dia baru pertama kali bertemu namja itu. Melihat, Yuri yang menatapnya membuat namja itu semakin bingung dan salah tingkah.

Namja itu kembali membungkukkan badannya, lalu pergi meninggalkan Yuri yang masih terdiam. Terdiam, seolah dia tengah terpesona melihatnya.

>>>>><<<<<

Kedua kali aku melihatnya, mendengar suara lembutnya yang menyeruak memasuki telingaku, kembali merasakan hawa aneh yang merasuki tubuhku dan kembali membuatku terpaku.

“Annyeonghasseo, Xi Luhan Imidha” Suara lembut itu, kembali terdengar ditelinga Yuri. Dia yang tadinya asyik menulis disebuah buku berwarna biru kini menatap kedepan, melihat sosok namja yang dia temui tadi pagi. Namja berambut kuning, namja tampan yang menurutnya selalu memberinya hawa aneh.

“Baiklah, kau bisa duduk disamping yeoja berambut hitam itu” Guman songsaenim. Yuri tersentak kaget kemudian melihat bangku yang ada disebelahnya. Yah, itu tempat duduk Chanyeol dan Yuri nampak mencari sosok Chanyeol, sosok yang dia cintai.

“T..tapi bagaimana dengan Chanyeol ?” Guman Yuri yang tiba tiba saja merasakan firasat yang aneh. Dia memainkan tangannya seolah dia tangan berdiri didepan kelas dan harus melakukan pidato. Tapi, dia bukanlah lagi murid sekolah dasar. Dan perasaan itu, benar benar membuatnya takut.

“Chanyeol, dia sudah pindah sekolah. Kau tak tau Yuri ssi ?” Ujar Kai, salah satu teman sekelas Yuri. Yuri kembali terlonjak kaget. Dia menatap Kai dengan tatapan bingung dan tak percaya. Bahkan Chanyeol tak memberitaunya kalau dia akan pindah. Nafas Yuri tiba tiba saja melemah, dia menundukkan kepalanya dengan kedua mata yang berkaca kaca.

Namun, seseorang menyentuh bahunya. Membuat Yuri mendongakkan kepalanya dan menatap namja bernama Luhan itu dengan wajah yang sangat sulit untuk diartikan. Namja itu tersenyum, seolah tengah memberinya kekuatan. Walaupun pada dasarnya, tak ada sesuatu yang akan merubahnya.

“Aku akan menemanimu, Yuri” Suara itu membuat hati Yuri yang dingin kembali menjadi hangat. Membuat air mata Yuri yang sudah ada diujung kini tiba tiba saja hilang. Membuat perasaan Yuri yang cemas kini berubah menjadi lega, sihir apa yang dia gunakan ? Apa yang dia lakukan ?

>>>>><<<<<

Aku telah beberapa hari mengenalnya, tapi jantungku ini tetap saja berdegup cepat saat aku berada didekatnya. Rasanya, aku benar benar terlihat bodoh.

Yuri menatap sosok Luhan yang nampak asyik membaca buku. Senyumannya terus saja mengembang. Tapi, dia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Jantungnya, tiba tiba saja berdegup lebih kencang.

“Kenapa kau memandangku seperti itu ?” Tanya Luhan, sekarang jantung Yuri rasanya benar benar akan copot. Dia menatap Luhan dengan tatapan gugup miliknya seraya menggelengkan kepalanya pelan. Luhan kembali menatap Yuri dengan tatapan aneh.

“Wae ?” Tanya Luhan lagi, Yuri segera memalingkan kepalanya sehingga sekarang dia tak menatap sosok Luhan dan kembali menggelengkan kepalanya pelan. Luhan yang merasa aneh, sekarang menegokkan kepalanya kekanan dan kekiri mencoba mencari seseorang yang, Yah siapa tau Yuri tak melihatnya melainkan melihat orang lain.

“A..aniya, aku sudah memberitaumu kalau aku tak melihatmu” Ujar Yuri, masih pada posisi yang sama, Tak menatap Luhan. Luhan hanya memandang wajah Yuri yang hanya terlihat sisi Kanannya dengan sebuah senyuman manis, menurutnya Yuri terlihat manis.

“Ne, Arraseo Umma” Ujar Luhan, seraya kembali membaca buku. Mendengar kata kata Umma membuat Yuri spontan menatapnya dengan tatapan aneh. Yah, Umma ? siapa yang dipanggilnya dengan sebutan Umma ? Yuri bukan ummanya.

“Umma ? Kau gila, aku bukan ummamu” Ujar Yuri kesal. Luhan nampak terkekeh pelan karena sekarang dia bisa melihat wajah Yuri.

“Memang bukan, tapi anggap saja belum”

“Mwo ? aku tak ingin menikah dengan Appamu”

“Memang kau tak akan menikah dengan appaku”

“Lalu ?”

“Entahlah, nanti akan kufikirkan lagi”

Yuri menatap Luhan dengan mendelik. Perasaannya kini benar benar kesal dengan sosok Luhan. Andai saja, Luhan bukan sahabatnya mungkin sekarang dia sudah menendang Luhan jauh jauh darinya dan tak akan menganggap Luhan seumur hidupnya.

Tapi, sepertinya Tuhan berkata lain. Yuri merasa, dia sedang jatuh cinta dengan namja itu. Namja yang pertama kali membuatnya langsung melupakan masalahnya. Namja yang akan dia lindungi.

>>>>><<<<<

Yuri POV

Ingatkah kau, tentang hujan ? Hujan akan selalu membuatku memikirkan dirimu.

“Taukah kau kalau hujan itu bisa merupakan lambang perasaan kita” Ujar Luhan senang, seraya menatap rintik rintik hujan yang turun dihadapan kami. Aku menyerngit bingung, apa hubungannya ? bukankah hujan itu berasal dari langit, dan bagaimana bisa ada hubungannya dengan perasaan ? Aneh sekali.

“Jika hujan sedang turun, kau bisa tersenyum saat kau mengingat seseorang. Kau juga bisa menangis saat mengingat seseorang. Dan saat kau merindukan seseorang, kau akan memejamkan kedua matamu berdoa agar sosok itu berada disampingmu, menyentuh lembut tanganmu dan melihat senyuman diwajahnya” Jelas Luhan. Aku menganggukkan kepalaku pelan.

“Sekarang, pilihlah salah satu cara itu. Kajja, hana.. dul.. set..” Ujar Luhan namja itu memejamkan matanya, seraya tersenyum senang. Apa yang harus kulakukan ? Aku merindukan Chanyeol, mungkin aku bisa melihat wajahnya sekarang.

Aku mencoba memejamkan kedua mataku, tapi aku tak dapat melihat sosok Chanyeol. Tiba tiba saja aku melihat diriku sendiri tengah berlari dan berhenti saat aku melihat sosok Luhan tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku.

Hh.. mungkin aku sudah gila. Karena saat kau ada disampingku, aku selalu memikirkan dirimu. Aku selalu memikirkan dirimu yang berusaha keras membuatku untuk tersenyum. Aku selalu memikirkanmu, orang pertama yang kucintai.

Chu~

Tiba tiba saja, aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Sontak, aku membuka kedua mataku dan menatap sosok Luhan yang kini berada didekatku dengan jarak beberapa cm saja. Jantungku berdegup kencang, Ya Tuhan..

Luhan menjauhkan wajahnya dari wajahku dan tersenyum manis. Melihat senyuman bodoh yang dia pasang lagi lagi membuatku membeku disini. Apa yang dia lakukan ? kenapa dia selalu saja seperti ini ? Ottoke ? aku.. aku.. Ah, Molla. Aku benar benar gila !!

“Dan aku lupa mengatakan sesuatu, Kalau kau tersenyum berarti aku akan menciummu” Ujar Luhan bangga, dia tersenyum seraya menunjukkan sederetan giginya yang putih. Aku menatapnya dengan tatapan kesal lalu memukul kepalanya kasar.

“Bodoh !! kau kira aku murid sekolah dasar ?” Ujarku kesal, Luhan nampak terkekeh pelan lalu mengacak ngacak rambutku dengan kasar. “Aku memang bodoh”

>>>>><<<<<

Kau tau ? aku sangat suka pada saat hujan. Karena tak ada orang yang tau, kalau aku sedang menangis.

Aku berlari berharap aku bisa segera sampai kesekolah. Yah, aku ada janji dengan Luhan untuk mengerjakan tugas bersama. Tapi saat aku tengah berjalan tiba tiba saja hujan dan sekarang aku harus hujan hujan untuk sampai kesekolah. Untung saja aku membawa jaket sehingga aku tak sepenuhnya kehujanan.

Langkah kakiku berhenti ketika aku sampai dihalaman sekolah dekat kelas yang akan kugunakan dan Luhan gunakan untuk mengerjakan tugas itu. Namun, langkahku terhenti ditengah lapangan ketika melihat sosok Luhan tengah memeluk seseorang yang kurasa itu Seohyun.

Aku mencoba mendekatkan diriku kearah mereka, tapi aku tak bisa aku hanya bisa berdiri disana dengan tubuh yang melemas dan hujan yang mulai mengguyur tubuhku. Aku dapat melihat mereka berdua dengan jelas dan mereka juga bisa melihat diriku ini dengan jelas. Kami sangat dekat, hanya saja mereka berada dibawah atap sedangkan aku berada dihalaman, terguyur hujan.

Luhan, mengertikah kau ? hatiku berdegup menyakitkan saat melihatmu seperti ini. Bolehkah aku menangis ? akankah kau akan melindungiku lagi ? akankah kau akan memberiku rasa nyaman lagi ?

Luhan dan Seohyun melepaskan pelukan mereka. Luhan nampak tersenyum dan menatap sosok Seohyun kemudian menghapus air mata yang berlinang diwajah Seohyun. Tubuhku semakin membeku melihat Luhan seperti itu, bibirku bergetar, air mataku sudah jatuh sedari tadi. Tapi, adakah orang yang tau kalau aku sedang menangis ?

Luhan nampak menyadari kehadiranku, dia menatapku dengan tatapan sedih. “Yuri” Gumannya pelan. Dia melangkahkan kakinya mencoba mendekatiku, tapi.. aku melangkahkan kakiku mundur terus mundur dan berlari menjauhinya. Aku belum bisa menerima ini, ini menyakitkan. Sangat menyakitkan, Luhan.

Aku menghentikan langkahku, mencoba mengatur nafasku yang sekarang sudah terputus putus. Mencoba mengatur perasaanku yang kini meluap luap. Aku dapat merasakan seseorang menyentuh tanganku, kepalaku berputar, menatap sosok itu. Dan lagi lagi, hatiku terguncang karena rasa sakit itu kembali menyeruak memasuki hatiku.

Luhan menarikku, sehingga aku jatuh kedalam dekapannya. Dia memelukku erat, seolah mencoba memberiku rasa hangat. Aku dapat merasakan nafasnya, kini berhembus tepat ditelingaku.

“Luhan..” Gumanku pelan, suaraku tiba tiba saja menjadi serak. Mendengar suaraku, Luhan kembali mempererat pelukannya, tak ingin jauh dariku.

“Kau jadi kehujanan seperti ini, karena aku. Mianne” Ujarnya lembut ditelingaku. Aku memejamkan kedua mataku, mencoba menahan air mata yang kini sudah ada dipelupuk mataku.

“Luhan..”

“Aku memang bodoh Yuri, aku bodoh karena tak mampu mengatakan perasaanku yang sebenarnya padamu, aku memang bodoh”

“Luhan..”

“Aku.. aku mencintaimu, sejak pertama kali aku melihatmu. Aku sengaja menabrakmu saat itu, agar aku bisa melihatmu”

“Dan, sekarang aku harus menikah dengan Seohyun. Jika aku tak menikah dengannya, Appa Seohyun akan mengambil seluruh perusahaan Appaku. Aku tak bisa, tapi aku tak punya pilihan lain”

Aku terdiam, otakku ini benar benar sudah berhenti berfikir. Aliran darahku berhenti mengalir. Jantungku berhenti berdetak. Suaraku rasanya hilang entah kemana. Semua organ tubuhku tak dapat bergerak, satu satunya yang dapat kurasakan hanyalah sebuah rasa sakit, menyayat hatiku. Membaginya menjadi beberapa kemudian membuangnya entah kemana.  Ini benar benar menyakitkan.

“Menikahlah dengan Seohyun. Bukankah itu yang terbaik ?”

Luhan menatapku tak percaya, tangannya yang tadi mengenggam tanganku kini perlahan lahan mulai terlepas. Dari raut wajahnya, aku dapat melihat kalau dia tengah kecewa padaku. Ya Tuhan, aku tau aku sudah membohongi perasaanku sendiri dan sekarang aku telah melukai hatinya. Mianne, Luhan aku juga mencintaimu. Tapi, itu adalah hal terbaik untuk keluargamu. Bukan kau saja yang terluka tapi aku juga, aku terluka karena  diriku sendiri.

“Aku akan melakukan semua yang kau katakan. Walaupun aku tau itu akan menyakitkan. Bukankah, lebih baik jika kau senang Yuri ah ?”

Lagi lagi tubuhku membeku. Luhan, bahkan aku baru menyadari kalau kau lebih terluka dibandingkan denganku. Mianne, apa aku benar benar jahat kepadamu ? apa aku egois Luhan ?

Luhan tersenyum tipis kepadaku lalu mengelus rambutku yang basah ini perlahan. Beberapa detik kemudian, dia berjalan meninggalkanku. Berjalan meninggalkanku yang berdiri disini, aku yang sibuk dengan perasaanku. Sibuk dengan semua rasa bersalahku padamu.

>>>>><<<<<

Sejak saat itu, aku tak lagi melihatmu. Tak lagi tertawa bersamamu, yang ada dikedua mataku hanyalah melihat sosokmu dan sosoknya tersenyum bahagia.

Aku berjalan dengan langkah gontai menuju kearah perpustakaan. Yah, aku harus kesana sendirian. Sudah beberapa bulan Luhan tak pernah bersamaku lagi, aku merasa dia sudah tak menganggapku lagi. Ck, aku tak perduli !!

Aku mengambil sebuah buku asal kemudian hendak berjalan menuju tempat yang biasanya aku duduki jika aku berada diperpustakaan. Langkah kakiku terhenti ketika melihat sosok Luhan dan Seohyun duduk dibangku itu. Seohyun nampak menyandarkan kepalanya dibahu Luhan sedangkan Luhan sibuk membaca buku.

Sesuatu yang menyakitkan itu kembali merasuki hati. Luhan, apa kau tau ? seberapa keras aku mencoba untuk tak memperdulikanmu, aku masih tetap perduli denganmu. Seberapa keras aku menjauhimu, aku memang tak bisa jauh darimu. Luhan, mengertikah kau ? hatiku ini berdenyut nyeri saat melihatmu bersama Seohyun, walaupun aku tau ini bukanlah yang pertama aku melihatmu bersamanya, tapi kenapa rasanya masih sama ? Menyakitkan.

Aku tersenyum tipis lalu melangkahkan kakiku mundur, baru saja aku mundur beberapa langkah tubuhku ini rasanya menabrak seseorang. Tubuhku terjatuh, namun kurasa orang yang kutabrak itu sekarang tengah meraih tubuhku. Aku membuka kedua mataku dan menatap sosok Sehun sekarang tengah menatapku. Sekejap, kedua mata kami saling bertemu.

“Hm, bukankah ini perpustakaan ? bukan tempat untuk bermesraan” Suara itu, aku segera bangun dan tersenyum pada Sehun. Kepalaku berputar dan menatap kearah utara, disana sudah berdiri sosok Luhan tengah menatapku dengan tatapan tak suka, disebelah Luhan ada Seohyun dia nampak mengenggam tangan Luhan dan menundukkan kepalanya.

“Ck, ini bukan urusanmu” Ujarku dingin dan menatapnya dengan tatapan dingin juga. Luhan nampak membulatkan kedua matanya dan menatapku dengan tatapan tak percaya. Aku menundukkan kepalaku mencoba menutupi air mata yang kini sudah ada dipelupuk.

“Mianne, Luhan ssi” Gumanku pelan, lalu berlari meninggalkannya bersama Seohyun dan Sehun disana.

>>>>><<<<<

Saat ini akan tiba, seberapa lama aku mencoba untuk mengulur waktu. Hari ini akan tetap datang, Justru lebih cepat dari dugaanku.

Aku memaksakan diriku untuk lebih tegar melihatmu berdiri disana dengan orang lain, tersenyum dan mengucapkan janji yang akan kalian jalani untuk seumur hidup kalian.

Aku akan tetap bahagia disini, sekalipun hatiku benar benar sakit. Gwenchana, ini lah yang terbaik. Selamat tinggal..

Aku berjalan pelan memasuki sebuah gedung mewah tempat Luhan dan Seohyun melaksanakan pernikahan mereka. Kedua tanganku mengangkat gaun putih yang kini sedang kugunakan. Tentang gaun ini, Sehun menyuruhku untuk mengenakannya. Aku tak mengerti, tapi aku hanya menganggukkan kepalaku saja dan sekarang aku terpaksa menggunakannya.

Aku duduk dibangku yang tak terlalu berada didepan dan tak juga dibelakang. Memang sudah banyak tamu yang datang disini, Tapi lihat tak ada seorang pun yang duduk disebelahku. Ah, Sial. Apa mereka menganggapku orang asing ?

Lonceng sudah berbunyi, tanda pernikahan akan segera dimulai. Kedua mataku dapat menangkap sosok Luhan terlihat sangat tampan dengan menggunakan kemeja berwarna putih tengah berdiri dialtar. Dia tak tersenyum, tak juga sedih tapi aku merasa ada yang aneh dengannya.

Sedangkan tak jauh dari sosok Luhan nampak sosok Seohyun dengan appanya tengah berjalan menghampiri Luhan. Aku tersenyum kecil lalu bangkit dari dudukku dan hendak pergi pulang, Aku tak dapat melihatnya lagi.

Mungkin tak ada orang yang memperhatikan kepergianku. Karena mereka sibuk menatap kecantikan sang pengantin yeoja dan ketampanan sang pengantin pria. Disana, aku bukan siapa siapa.

“YA !! Gaun Putih !!” Langkahku terhenti sejenak ketika samar samar mendengar suara Luhan. Tapi.. aku kembali melangkahkan kakiku hendak berjalan menuju pintu.

“Yeoja Cerewet !!” aku tak memperdulikannya.

“Yuri ah !!!” Aku akan tetap melanjutkan langkahku.

“Kwon Yuri !!”  Langkah kakiku benar benar berhenti sekarang. Aku memutar tubuhku dan menatap sosok Luhan tengah berlari kearahku, sedangkan seluruh tamu yang ada hanya menatapku dengan tatapan dingin seolah mereka membenciku.

“Kau mau kemana ?” Tanyanya dengan nada dingin. Aku terdiam, kemudian menghela nafasku perlahan. Masih mencoba menatapnya dengan tatapan tak perduli, walaupun sejujurnya aku sangat memperdulikannya.

“Pulang”

“Tapi diluar sedang hujan”

“Justru itu aku ingin pulang”

“Kalau aku tak mengijinkanmu ?”

“Aku akan tetap pulang, aku ingin pulang”

“Tapi..”

“Luhan !! Kau bodoh atau apa ? apa kau tak tau, kalau aku ini sedang berpura pura untuk tak memperdulikanmu dengan isyarat agar kau pergi dan melanjutkan pernikahanmu ? Aku ini pergi !! Apa kau tak mengerti semua itu ? Pabo !!” Teriakku kesal pada Luhan, aku tak perduli semua orang yang ada disini mendengarkan ucapanku. Aku tak perduli !!

Aku menundukkan kepalaku, mencoba menyembunyikan ekspresiku yang mungkin akan lebih menyakitinya. Mencoba menyembunyikan air mataku yang tak kuat untuk kubendung. Mencoba membuat hatiku tak kacau lagi.

“Karena itu aku tak ingin engkau pergi” Ujar Luhan pelan. Kedua mataku membulat sempurna. Aku menatapnya dengan nafasku yang tercekat, dengan kedua mataku yang kini tengah berlinang.

Luhan menarikku lalu memelukku dengan erat. Bahkan sangat erat melebihi saat dia terakhir kali memelukku. Aku hanya bisa terisak disana, tak memperdulikan semua orang yang kini menatap kami berdua, aku tak perduli. Aku hanya ingin bersama namja ini, aku tak ingin dia dengan yeoja lain. Hanya itu !!

“Jangan pernah tinggalkan aku, Yuri” Gumannya tepat dibelakang telingaku. Tangannya mengelus rambutku yang bergelombang perlahan. Lalu kembali merapatkan pelukannya. Kau bodoh Luhan, bagaimana aku tak meninggalkanmu ? Sebentar lagi kau akan menikah dengan Seohyun dan aku tak berhak atas dirimu. Kau akan segera menjadi milik Seohyun.

>>>>><<<<<

Ini kedua kalinya, aku bebrbicara dengan hujan. Memejamkan kedua mataku dan menangis. Maafkan aku, tapi aku belum siap untuk kehilangan dirimu. Aku belum siap menghapus semua kenangan kecil yang kau buat didalam hidupku. Aku belum siap melihatmu bahagia dengan orang lain, walaupun kau tak mencintai orang itu. Bisakah aku memohon kepada Tuhan ? aku ingin mengulang saat itu, dan aku tak akan membiarkanmu menjadi milik Seohyun. Tak akan !!!

Aku memejamkan kedua mataku, mencoba menikmati sensasi hujan yang dingin tapi bisa membuat hatiku ini menjadi tenang. Aku tak perduli tentang gaun yang akan kugunakan ini akan basah kuyup. Aku tak perduli, tubuhku ini akan membeku karena kedinginan. Bukankah, seharusnya aku bahagia ? karena sosok Luhan sekarang menemaniku ? walaupun hanya sebentar, sebelum dia memulai kembali acara pernikahannya.

Aku sudah menunggunya, menunggu selama aku bisa. Menunggu dengan semua kesabaran yang aku miliki. Luhan, Xi Luhan.. tau kah kau ? Sekuat apapun aku mencoba untuk membencimu, aku tak akan dapat membenci dirimu. Rasa cintaku padamu, lebih besar dibandingkan rasa benciku padamu.

“Aku tak akan menikah” Aku langsung membuka kedua mataku ketika mendengar ucapan Luhan. Kepalaku berputar menatap wajah tampannya yang sekarang tersenyum kepadaku, walaupun senyuman yang dia pasang itu bukan  sebuah senyuman yang tulus.

“Wae ?” Gumanku pelan, aku tak menatapnya. Melainkan menatap kebawah, menatap tanah yang kini tertutup oleh air hujan. Dan mencoba merasakan dinginnya hujan seolah sedingin hatiku.

“Aku tak mencintainya, bukankah kau pernah berkata padaku ? Jika kita tak mencintai orang itu, kita tak akan bahagia ?” Aku kembali terdiam saat mendengar ucapannya. Bukan itu, itu bukan alasan yang bisa dia gunakan untuk membatalkan pernikahannya begitu saja.

Seohyun tak akan pernah melepaskan sosok Luhan bagaimanapun keadaannya. Meskipun dia tau kalau Luhan tak mencintainya, dia akan tetap mengejar Luhan sampai Luhan menjadi miliknya. Aku kenal Seohyun cukup lama, aku tau bagaimana cara dia memperlakukan seseorang. Dan aku juga tau kalau dia benar benar mencintai Luhan. Aku tak ingin dia tersakiti, karena dia sahabatku. Tapi, aku juga tak ingin Luhan maupun diriku sendiri terluka, aku mencintai Luhan tapi bukan dengan cara seperti ini. Ini benar benar menyakitkan.

“Tapi..”

“Aku tak perduli, aku tak perduli walaupun semua perusahaan Appaku akan bangkrut lalu aku akan menjadi miskin. Aku tak perduli walaupun aku akan diasingkan oleh keluargaku, asalkan aku bersamamu. Itu akan menjadi lebih baik” Ujarnya memotong perkataanku. Aku menundukkan kepalaku, memejamkan kedua mata coklatku, menahan semua rasa aneh yang kembali bergejolak dalam hati kecilku. Luhan, aku tau kau benar benar bodoh. Bahkan kau lebih bodoh dibandingkan aku.

“Kumohon jangan pernah tinggalkan aku, aku tak bisa melihatmu jauh dariku. Sekalipun kau jauh dariku, tolong tampakkan dirimu. Jangan pernah buat diriku tersiksa hanya karena dirimu tak ada disampingku” Guman Luhan, dia mengenggam tanganku lembut. Aku terdiam, saat tangannya mengenggam tanganku, diriku dapat merasakan sebuah sengatan hangat mengalir keseluruh tubuhku, memberiku sebuah rasa nyaman.

“Aku..”

“Aku.. aku mencintamu, Luhan. Rasanya, sangat menyakitkan jika aku berkata aku bahagia saat kau bersama Seohyun. Rasanya, aku benar benar terluka saat aku berkata dingin kepadamu. Rasanya, aku benar benar bodoh ketika aku menyuruhmu untuk menikah dengan Seohyun padahal, aku tak ingin kau melakukannya. Rasanya.. Mianne, Mianne karena aku mencintaimu. Mianne, Luhan” Gumanku pelan, masih menundukkan kepalaku tak berani menatapnya.

Luhan memegang kepalaku, menggerakkan kepalaku pelan sehingga aku dapat menatapnya, dia tersenyum manis lalu memejamkan kedua matanya. Wajahnya semakin mendekatiku. Aku terdiam, lalu menutup kedua mataku merasakan sesuatu lembut nan dingin menyentuh bibirku. Luhan melumat bibirku pelan, cukup lama sampai aku membalasnya. Dia melepaskan tautan bibir kami, dan masih tersenyum simpul.

“Bagaimana kalau kau menikah denganku ?” Tanya Luhan seraya memandang wajahku dengan senyuman aneh miliknya. Aku menyipitkan kedua mataku dan menatapnya dengan sebuah tatapan bodoh diwajahku. Menikah dengannya ? Tidak, aku tidak mau.

“Eh !!”

“Hujan ini akan menjadi saksi kalau Kwon Yuri hanya milik Xi Luhan dan Xi Luhan hanya milik Kwon Yuri” Ujar Luhan senang, dia mengenggam kedua tanganku dan masih tersenyum senang. Aku terdiam, terpaku beberapa saat ketika melihatnya seperti itu. Sudah lama, aku tak memandang wajahnya seperti ini. Sudah lama, aku tak melihatnya tersenyum bahagia seperti ini. Jujur saja, aku merindukan hal ini. Tapi, dia akan menjadi milikku. Aku tak perduli, dengan orang lain yang nantinya menentang hubunganku dengannya. Selama aku berada disampingnya, itu sudah cukup. Aku tak ingin apapun lagi, Hanya dia.

“Kenapa kau diam ?” Tanya Luhan yang kini memandangku dengan ekspresi kesal miliknya. Aku tersenyum padanya lalu memukul kepalanya perlahan. Luhan nampak meringis kesakitan sedangkan aku hanya terkekeh pelan.

“Aku tak akan membiarkan dirimu jauh dariku lagi, Jadi jangan pernah tinggalkan aku” Gumanku pelan, seraya menundukkan kepalaku. Luhan nampak tersenyum lalu mengangkat kepalaku dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Aku berjanji”

END FLASH BACK

>>>>><<<<<

Author POV

Yuri menutup buku berwarna biru itu dengan sebuah senyuman kecil yang mengembang diwajahnya yang manis. Dia meletakkan buku itu diatas meja, Namun seseorang sudah merebutnya. Yuri nampak memandang sosok namja tampan yang kini tengah menggunakan jas berwarna hitam sedang menatapnya dengan tatapan kesal.

“Wae ?” Tanya Yuri datar saat melihat suaminya kini sedang duduk disampingnya dengan wajah yang ditekuk tekuk dan nampak kesal. Namja tampan itu hanya terdiam lalu menggembungkan pipinya ketika melihat respon Yuri yang baginya benar benar terlihat kalau Yuri itu yeoja yang sama sekali tidak peka.

“Mana teh dan makan malamku, Chagi ? Kenapa kau sibuk membaca buku ini ? Lebih baik buku ini kubuang, dari pada selalu membuatmu lupa membuatkanku makan malam” Ujar namja itu seraya bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Yuri yang nampak kesal dengan sikap suaminya itu.

“Adwae !! Luhan, lagipula aku sudah membuatkanmu bulgogi” Teriak Yuri kemudian bangkit dari duduknya seraya mengejar sosok Luhan yang hilang entah kemana. Saat Yuri akan memasuki ruang keluarga, tangannya itu ditarik oleh seseorang. Reflek Yuri mengikuti tarikan orang itu, dan ternyata yang menariknya adalah Luhan.

“Luhan, apa yang kau lakuk..”

“Sssttt, aku ingin memberimu hadiah” Guman Luhan senang seraya mendekatkan wajahnya kewajah Yuri. Luhan memejamkan kedua matanya begitu juga dengan Yuri. Bibir mereka saling bertemu,

“Appa, Umma kalian sedang apa ?” Tanya sosok namja kecil yang tiba tiba muncul dari dapur. Sontak, Yuri dan Luhan menjauhkan tubuh mereka satu sama lain, bagaikan sepasang kekasih yang ketahuan sedang berciuman oleh gurunya dikelas. Luhan hanya terdiam seraya menggaruk garuk tengkuknya, lalu Yuri terlihat merapikan rambutnya dan mereka semakin nampak aneh, didepan putra kecilnya, Han ri.

“Appa dan Umma terlihat aneh” Ujar namja kecil itu seraya melangkahkan kakinya kearah Luhan dan Yuri yang nampak canggung satu sama lain. Luhan tersenyum pada putranya, lalu menggendongnya dan membawanya kearah sofa.

Luhan dan Hanri duduk disofa mewah diruang keluarga mereka. Yuri hanya tersenyum kecil kemudian duduk disamping Luhan. Memandang wajah suaminya dan putra pertama mereka.

“Apa yang ingin kau katakan, Hemm ?” Guman Luhan seraya memandang putranya yang kini sedang duduk dipangkuannya. Hanri nampak menatap Kedua orang tuanya dengan tatapan ragu dan takut seolah dia akan menghadapi ajalnya.

“Sebenarnya..”

“Appa, Umma !! Hanri merusak boneka barbieku !!” Teriak sosok yeoja kecil yang seumuran dengan Hanri. Yah, dia adalah Hanra saudara kembar Hanri. Hanya saja Hanra itu seorang yeoja sedangkan Hanri merupakan seorang namja. Mereka berdua berumur 5 tahun.

Hanra berjalan mendekati Yuri dengan langkah kakinya yang kecil. Dia nampak habis menangis, lalu duduk dipangkuan Ummanya. Hanra memandang Hanri dengan tatapan kesal lalu memukul kepala Hanri dengan keras sehingga membuat Hanri menjerit kesakitan. Tak terima, Hanri juga memukul kepala Hanra dengan keras dan hal itu terjadi berulang ulang.

“Han ra, Han ri. Kalian tidak boleh bertengkar” Ujar Yuri seraya memandang wajah kedua anaknya dengan tatapan kesal sekaligus tajam. Hanra, Hanri dan termasuk Luhan bergidik ngeri lalu terdiam sebentar.

“Oh ya, Appa dengar besuk hujan” Ujar Luhan senang, mencoba mencairkan suasana diruangan itu yang tiba tiba saja menjadi menakutkan karena tatapan Yuri tadi. Hanra dan Hanri nampak sumringah memandang Luhan.

“Besuk kita boleh hujan hujan kan Appa, Umma ?” Tanya Hanri senang, Hanra juga menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan ucapan Hanri. Mereka berdua menatap Appa dan Umma mereka dengan tatapan membujuk khas mereka. Yuri dan Luhan saling berpandangan, sebenarnya mereka paling tak tega jika melihat putra dan putri kecilnya itu sedang melakukan Aegyo.

“Em, Baiklah”

>>>>><<<<<

END

Annyeong^^

Wah, salah satu dari sekian FF absurt milik Author -_-, Yah semoga kalian menyukainya😀 Mianne kalo misalnya engga nyambung, Gaje sama seperti FF yang lain dan dll -_-V, Oh ya adakah diantara kalian yang pernah req FF dan Author belum membuatkannya ? Otw yaa, seinget Author sih ada yang Castnya YulKai sama Yulhun, Ada lagi engga ? Soalnya pulsa modem Author abis jadi jarang baca coment dari reader sekalian, dimaafin ya🙂

Komentar komentar !!

Gumawo, sudah baca ^^

*bow

46 responses to “[Oneshoot] Rain

      • Ne cheonma:D Lanjutin ff yang lain dong eon. Aku nunggu Ko Ngga keluar keluaar-_- Gomawo😀

      • FF yang lainnya masih dalam proses yaa🙂
        Sabarlah menunggu Author yang labilnya dunia akhirat ini -_-, Rencananya yang bakalan keluar itu FF I’m Wolf, Good Criminal sama In Jeju With You -_- kalau misalnya itu FF ga selesai selesai, author hanya bisa mengepost Oneshoot🙂 Yah, itu hanya sekedar informasi kecil😉

  1. yeah yulhan bersatu, tapi gimana nasib perusahaan appanya luhan dan nasib seohyun?
    hanra dan hanri? lucu deh si kembar buah cinta yulhan😀

    goo criminals kapan dilanjut unni? penasaran😐
    keep finghting ne~ ^^v

    • Good Criminal ? Otw yaa😉

      Gumawo, udah baca *nangisterharu *Plak
      Mungkin FFnya ada Sequelnya😉
      Jadi, ditunggu Author akhir akhir ini bakalan sering ngepost kok😉

      • yeah yeah bakal sering ketemu yulhan yeah😀
        *jingkrak jingkrak* fighting unni~~ ^^v

  2. *tariknafas..
    Akhirnya happy ending, kirain bakalan sad.
    Itu skluarga suka ujan smua yaakkk.
    Awalnya nyesek bgt tp akhrnya bahagia.
    Buat ff yulhan lg ya author, yulhun sm yulkai jg gpp
    Tp banyakin yulhan nya ya author
    Keep writing

  3. Yee yee yee……happy ending #buka titik joss..,,
    Udah itu aja ya thor comentnya, mian bingung mau comment apa hehehe….😀

  4. aku reader baru eonn,, alam kenal, baru bca ff pertma disni uda nangis gg karuan, aku suka semua yg ada dam crta ini ngena banget,, kalo boleh ada sequelnya dond,, hehehe maksh eonn bsa bca ff grats

    • Oh hay^^
      selamat datang🙂 Mianne kalo blog ini kacau balau😉
      Hoho~ Sequelnya wajib ditunggu yaa🙂 mungkin agak lamaan, tapi berhubung ini liburan (?) Author usahakan secepatnya yaa,
      Gumawo udah komen😀

    • Oh Hay^^
      Yah, mumpung author lagi baik jadi dibikinin happy ending *yak !!
      Hahah, Gumawo🙂
      Ada judulnya “When the rain Stop”
      Ok ok, Yang I’m Wolf banyak banget yang ngefans yaa ? *ngalahinAuthor *Plak
      Ok ditunggu ya😉

  5. Wah, ffnya keren feelnya itu bener bener dapet eonn😉
    ditunggu ff yang lain khusunya yang good criminals ok

  6. Yeeeei happy ending *teriak pake toak
    Akhirnya luhan ga nikah ama seo nikah ama yuri tp thor gmna nasib appanya luhan bknnya klu ga nikah ama seo luhan akan bangkrut ? Tp apa peduli ku yg penting yulhan bahagia aku uda seneng anak kembarnya yulhan ama seperti ku aku selalu berantem ama abng ku tp pasti ujung2nya aku yg selalu kalah nasib2 TT.TT #kok jd curcol bener thor ff kaiyul yg i miss you mau di publish seneeeeng bngt *peluk author gomawo thor uda di buat ff kaiyul tp semoga happy ending nnti klu sad ending nnti author di marahi kai loh oke comment q uda panjang bngt di tunggu aja lah thor ff author dan tentunya yg paling di tunggu ff kaiyul kekeke

    • Hahah, iya ini FF adalah satu satunya FF bergerne SAD yang ujungnya happy ending😀
      Hahah, untung author engga punya abang #Plak
      I miss you otw yaa😉 hahha ok gumawo yaa😀

  7. Reader baru imnida, Banana ^^
    ceritanya bagus chingu, fighting nulisnya! kebetulan aku Stanight ‘-‘)/ *siapa yang nanya*
    Uuuu~ ini ceritanya buat ngefly, apalagi pas Yulhan punya anak :3

  8. Awalnya ku kira bakalan sad!..ternyata eh ternyata akhirnya happy…..🙂
    Seneng deh sama ff bikinan author (y)
    Oh iya ada squelnya ngga Thor?….

  9. Kiraen critax bkal sad end. trnyt… yulhan px ank kembr jd inget yulsung couple jg px ank kembr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s