[Freelance] Endless Love

Endless Love

Title : Endless Love

Genre : Action, Romance, Sad

Rating : PG17+

Length : Oneshot

Main Cast :

  • Do Kyungsoo
  • Choi Sooyoung

Support Cast :

  • Kim Joonmyun
  • Kim Jongin
  • Choi Jinri
  • Kim Minseok

Lyviamidul’s present

                Namja itu Do Kyungsoo sedang berjalan di tengah taman dengan pepohonan yang rindang. Daun berwarna kuning keoranyeannya itu membuat kesan musim gugur itu semakin muncul.Yeoja yang sedari tadi berjalan disebelahnya itu dan memeluk tangannya itu berhenti tiba-tiba dan membuat Kyungsoo juga menghentikkan langkahnya.

“Kenapa Sooyoung-ah?” Tanya Kyungsoo. Sooyoung selaku yeoja yang berjalan bersama Kyungsoo tadi langsung menjawab.

“Aku baik-baik saja.Ayo jalan lagi!”Ajak Sooyoung sambil memeluk tangan Kyungsoo.Mereka adalah murid terpelajar di sekolahnya.Latar belakang mereka juga terpandang.Cocok bukan?Bahkan mereka sangat baik.Suka membantu orang yang kesusahan.

“Kyungsoo-ah, ayolah!Kau harus membuat beberapa akun di jejaring social. Agar kita bisa memamerkan kemesraan kita kepada semua  orang.” Bujuk Sooyoung kepada namjachingunya, Kyungsoo.

“Tidak mau. Di sekolah saja aku susah berbaur. Kau mau menyuruhku untuk membuat akun jejaring social?Benar-benar tidak mau.BIG NO NO!” Jawab Kyungsoo sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Tapi, kau tidak akan menyesal bukan?” Tanya Sooyoung.

“Tidak akan Sooyoung.”Balas Kyungsoo.

“Baiklah.”

***

                Kyungsoo baru selesai dari acara tidurnya itu.Bagung tengah malam?Sudah hal rutin bagi Kyungsoo di hari-harinya.Dia menatap luar jendela kamarnya.Memikirkan masa depannya yang bercita-cita sebagai agen rahasia yang tidak dikenal siapapun di permukaan bumi.Walaupun resikonya adalah meninggalkan keluarganya sendiri termasuk Sooyoung.Dia menghelakan nafas beratnya itu lalu meraih ponsel yang berada di meja dekat kasur yang sedang dia duduki sekarang.Ponselnya menyala, ada pesan masuk disana.

From : SooyoungShiksin

                Kyungsoo, aku harus pergi sekarang bersama ummaku.Appaku dan Sulli sudah menjadi tawanan mafia di Jepang.Ya, aku harus ke Jepang sekarang.Jaga dirimu baik-baik.Kyungsoo-ah, Saranghaeyo.

Tanpa basa-basi Kyungsoo langsung meraih jaket tebalnya itu, memasukkan dompet dan ponselnya ke dalam saku jaket itu.Dia berlari keluar rumah dan menaiki motor besarnya.Melaju dengan kecepatan yang tinggi ke bandara Incheon.Dia yakin Sooyoung berada disana.

***

                Kyungsoo sedang berlari di bandara yang sepi ini.Tengahmalam tentu saja sepi.Kyungsoo tidak menanyakan keberadaan dimana Sooyoung. Jika memang Sooyoung adalah miliknya nanti, dia pasti akan menemukanya.

“Sooyoung-ah…” Gumam Kyungsoo. Dia masih belum menemukan dimana Sooyoung. Pasrah, hampir saja dia pasrah dan akan mengurungkan niatnya mencari Sooyoung sebelum dia melihat umma Sooyoung yang sedang membeli minuman di salah satu toko di bandara tersebut. Hatinya semakin yakin.Sooyoung belum masuk pesawat.

Kyungsoo berlari lagi melewati beberapa orang yang sedang berjalan dengan setengah kesadarannya. Kini dia berhenti, di depan seorang yang ditutupi wajahnya dengan kain. Mungkin orang itu tidur.Tapi Kyungsoo yakin bahwa itu Sooyoung.

“Sooyoung..”Panggilnya pelan.Tubuh orang yang berada di depannya itu bergerak tiba-tiba.

“Aku Kyungsoo.” Tiba-tiba orang yang di depan Kyungsoo itu langsung berdiri dan dengan sigap memeluk Kyungsoo erat.

“Kyungsoo-ah..” Panggil Sooyoung.

“Menangislah.” Suruh Kyungsoo. Sooyoung menangis sambil memukul-mukul Kyungsoo pelan.

“Bodoh, kenapa menyuruhku memnangis? Dimana-mana sang namja membantu sang yeoja yang sedang menangis untuk menghentikan tangisannya.” Protes Sooyoung.

“Kau mau ku hentikan tangisanmu?”Kyungsoo melepas pelukan Sooyoung dan menatap biji mata Sooyoung.Sooyoung mengangguk dengan pipi yang basah.

Ntah kekuatan Kyungsoo darimana yang memberanikan bibir tebal miliknya itu menempel di bibir Sooyoung.Kecupan singkat yang membuat tangisan, nafas, dan jantung Sooyoung tidak bekerja lagi.

“Ini yang kau mau?” Tanya Kyungsoo.

“Tidak, itu bukan maksudku.”Balas Sooyoung.

Gwaenchana.Lagi pula kau akan ke Jepang kan? Anggap saja ini salam sampai jumpaku.”

“Salam sampai jumpamu itu sudah merebut pengalaman pertama bibirku ini.”

“Untuk apa menunggu lama?Toh bibirmu nanti juga akan menjadi milikku seutuhnya.”Kata-kata Kyungsoo itu membuat Sooyoung diam.

“Kyungsoo, ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan dari dulu.” Kata Sooyoung.

“Apa?”

“Cita-citamu jadi apa?”

“Agen rahasia.”

“Hahaha.Itu bukan rahasia lagi namanya, kau sudah memberi tahuku.”

“Well, hanya kau yang tahu. Kalau kau?”

“Ungh?”Sooyoung langsung menegok ke arah Kyungsoo yang kini sedang menatapnya.

“Cita-cita.”

“Oh. Cita-citaku menjadi istri agen rahasia, hehehe.” Ketawa garing milik Sooyoung itu direspon oleh Kyungsoo dengan cara menutup sebelah telinganya. Suara operator sudah berbunyi.Tandanya, Sooyoung harus masuk ke pesawat sekarang.

“Aku masuk dulu ya Kyungsoo.Bye, aku mencintaimu!”

“Bye Sooyoung! Saranghae!Hati-hati!” Tanpa malu mereka menebarkan kemesraan mereka di depan umum. Pasangan muda yang aneh.

***

                BRAK!!

                Suara pintu tang terjatuh itu bergema di ruangan tersebut. Dikeluarkan pistol yang berat dan berwarna hitam pekat itu dari saku celananya dan menembakkan kepada orang yang ada di dalam itu.Do Kyungsoo sudah menjadi agen D.O sekarang. Orang-orang mengenalnya sebagai D.O. Wajahnya selalu tertutupi oleh sebuah masker hitam.Kyungsoo baru menyelesaikan misinya dari Kim Joonmyun, pemimpin dari agensi yang menaungi dirinya sekarang.Ya, itu misi dari pimpinannya yang berbeda dengan misi hidupnya.Misi hidupnya adalah menyelamatkan Sooyoung dan keluarganya dari tangan mafia yang terkutuk itu. Kyungsoo menekan tombol yang berada di belakang plug earphone yang dia pakai.

“Semua sudah beres.”Kata Kyungsoo lalu keluar dari ruangan tersebut.Dia berjalan ke mobil mewah berwarna hitam dan masuk ke dalamnya.Kyungsoo melepaskan masker yang membuat wajah bagian bawahnya itu memanas dan berkeringat.Tidak lupa melepaskan dasi kupu-kupu yang dia manfaatkan sebagai bahan penyamarannya menjadi pelayan restoran di salah satu restoran Seoul ini.

DIa memeriksa ponsel layar sentuhnya itu dengan wallpaper yeojachingunya, Choi Sooyoung. Sudah setengah tahun mereka menjalin hubungan tanpa berkomunikasi sama sekali. Dia menghela nafasnya, air mata hampir saja jatuh dari bola mata Kyungsoo.

“Kau kemana?” Tanya Kyungsoo pada ponselnya yang tidak akan menjawab pertanyaannya sampai kapanpun. Kyungsoo meletakkan kembali ponselnya dan berlalu dari tempat yang menurutnya memuakkan itu.

***

                Kyungsoo baru saja keluar dari kamar mandi apartementnya dengan celana santai putih yang dia kenakan dan handuk yang melingkari lehernya.Kyungsoo tinggal sendri sekarang.Dia kabur dari rumahnya agar mengejar cita-citanya tersebut.Ini memang pilihan yang nekad.Tapi dia lakukan ini untuk Sooyoung.Untuk menemui Sooyoung yang menjadi tawanan oleh mafia yang berada di Jepang.

Kyungsoo meletakkan bokongnya ke atas sofa dan mendongakkan kepalanya untuk menatap langit-langit apartementnya yang berwarna putih itu.Dia selalu berandai-andai bahwa ruangan kosong di sebelahnya sekarang ada Sooyoung disana.Sayangnya tidak bisa, dia saja tidak tahu Sooyoung dimana sekarang.Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan cepat dia mengangkat panggilan masuk tersebut.

“Yeobosseyo?”

                “Agen D.O, kau dapat tugas baru.”

“Tugas?”

“Ne, kau harus mencari mafia yang baru saja tiba penerbangannya di Incheon dari Jepang.”

“Jadi aku harus ke Incheon sekarang?”

“Tidak usah.Itu bukan maksudku.Yang datang hanya anak buahnya saja.Aku rasa ini bukan tugas berat untukmu.”

“Jadi, siapa nama orang itu?”

“Ntahlah, SK inisialnya.”

“Baiklah.”Kyungsoo langsung mengakhiri panggilannya.Dia menatap langit-langit tersebut lagi.

“SK inisialnya.” Gumam Kyungsoo.

***

                Kyungsoo sedang berada di café sekarang. Dengan pakaian formal dia duduk tenang sambil memandangi coffeelate yang berada di depannya sambil mengeluarkan asap hangat.  Tiba-tiba pintu café itu terbuka, refleks Kyungsoo menatap siapa yang memasuki café itu.

Yeoja itu, orang yang sudah meninggalkannya selama 3 tahun.Tidak memberi kabar selama enam bulan. Orang yang sempat dia pikir telah ditelan bumi tiba-tiba muncul dengan nyata dan bertapak pada bumi di depan matanya. Sungguh keajaiban bagi Kyungsoo.

“Sooyoung!”Panggil Kyungsoo pada yeoja itu.Yeoja itu menoleh dan menatap Kyungsoo.Niat orang itu yang tadinya ingin memesan malah berlari ke Kyungsoo yang sedang berdiri dan sambil merentangkan kedua tangannya.Yeoja itu, Sooyoung mendekap Kyungsoo erat.Menangis di pelukkan seorang Do Kyungsoo.Rindu, itu perasaan yang dia pendam sedari dulu.

“Kau kemana saja?” Tanya Kyungsoo.

“Ponselku hilang.Aku tidak mengingat nomor ponselmu.” Jawab Sooyoung.

“Ayo duduk!” Ajak Kyungsoo sambil menarik bangku di hadapannya, Sooyoung duduk di bangku itu dan Kyungsoo duduk di bangku yang lain.

“Kenapa tiba-tiba di Korea?”Tanya Kyungsoo yang membuat ekspresi wajah Sooyoung menjadi jelek.

“Kau tidak suka yeojamu di Korea?”Tanya Sooyoung balik sambil menekankan nadayeojamu.

“Tidak, bukan tu maksudku.” Kata Kyungsoo.

“Baiklah.Aku mengerti.Aku ada urusan pekerjaan.”

“Pekerjaan?Kau sudah bekerja? Bahkan aku pikir kau sudah jadi bahan tawanan sang mafia yang berada di Jepang itu selama kau menghilang enam bulan karena ponselmu yang lenyap itu.” Oceh Kyungsoo panjang lebar.Sooyoung tidak menjawab, dia malah menggigit bibir bawahnya.Kyungsoo menatap arlojinya.

“Sooyoung aku harus pergi sekarang.”Kata Kyungsso sembari mengeluarkan kartu namanya.“Telpon aku.”Lanjutnya.

***

                Kyungsoo baru saja mematikan panggilan teleponnya.Tapi panggilan masuk sudah mendarat di ponsel Kyungsoo.Kyungsoo menganbil dan mengangakat teleponnya dengan sebal.

“Yeobosseyo?”

“Aku dapat kabar baru tentang SK.”

“Oh, apa kabar barunya?”

“Kim Jongin atasan dia. Ini memuakkan bukan? Marga atasannya dan aku sama. Menjijikan, ew.”

“Oh begitu.Sudah dulu yah, aku sedang menyetir.Annyeong.”

***

                Kyungsoo sedang berada di balkon apartementnya. Meratapi kendaraan yang masih berlalu lalang jam sepuluh mala mini. Kyungsoo merasa bodoh, kenapa dia tidak meminta nomor telepon Sooyoung?Sampai sekarang Sooyoung belum menghubunginya.Kyungsoo masuk ke dalam apartementnya dan menutup pintu balkon tadi rapat-rapat.Ponsel Kyungsoo yang ada di kamarnya itu bordering keras.Dengan cepat Kyungsoo berjalan dan meraih ponselnya.

“Halo?D.O disini.” Ya, Kyungsoo selalu menggunakan nama agen nya ketika ada nomor telepon masuk. Apalagi nomor telepon barusan adalah nomor asing.

“D.O?Maaf, sepertinya aku salah nomor.”Suara ini familiar di telinga Kyungsoo.Suara ini milik Sooyoung.

“Sooyoung, ini aku Kyungsoo.”

“Jinjja?Nama aneh dari mana lagi itu?”

“Nama samaranku.”

“Haha, memangnya apa pekerjaanmu sampai-sampai mempunyai nama samaran?Apakah sekarang kau ini buronan?”

“Kau lupa?Bukankah kau pernah menanyakannya tiga tahun yang lalu?”

“Ma..maksudmu? agen rahasia?”

“Iya, apakah kau masih ingat apa cita-citamu yang waktu itu kau bilang?Sungguh itu konyol sekali.”

                “Menjadi istri dari agen rahasia.”

                “Baguslah kau masih mengingatnya.Aku senang dengan pekerjaanku sekarang.”

Dialog tersebut terus berlanjut dari dua insan yang sangat merindukan satu sama lain. 3 tahun tidak bertemu.6 bulan tidak berhubungan.Status masih sebagai sepasang kekasih.Butuh perjuangan yang keras bukan untuk menghadapi hal tersebut?

***

                Kyungsoo sudah berada di suatu ruangan sekarang bersama pimpinannya, Kim Joonmyun. Mereka hanya menatap satu sama lain. Menunggu siapa duluan yang akan mengeluarkan suara. Joonmyun menghela nafas, itu pertanda dia akan memulai perbincangan dari diantara mereka.

“Agen D.O, hari ini kau harus menangkap kalau bisa membunuh mafia dari Kim Jongin yang berinisial SK itu.” Perintah Joonmyun. Kyungsoo menatapnya aneh. Bagaimana bis dia menemukan anak buah dari mafia besar orang Korea berkewarganegaraan Jepang itu?

“Apakah tidak ada petunjuk lain?” Tanya Kyungsoo. Joonmyun langsung melihat ke layar laptopnya.

“Ntah ini benar atau tidak.Aku mendapatkan informasi dari beberapa kepolisian di Jepang bahwa anak buah dari mafia itu tinggal di dekat universitasnya adikku, Kim Minseok.Ini alamatnya.”Penjelasan Joonmyun itu dapat dimengerti oleh Kyungsoo.Kyungsoo mengambil selembaran kertas yang disodorkan oleh Joonmyun yang berisi alamat dari universitas yang disebut tadi.

“Baiklah.Aku yakin kalau aku akan mendapatkannya hari ini.”Kata Kyungsoo lalu berdiri sambil merapikan jas yang dia kenakan lalu pergi dari ruangan Joonmyun tersebut.

***

                Kyungsoo sudah berada di depan rumah tua dekat universitas adiknya Kim Joonmyun, Kim Minseok. Dia bisa menebak itu adalah markas dari anak buah sih mafia besar itu.Ntah keyakinan dari mana Kyungsoo yakin dengan rumah tersebut. Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah lain. Shock, itu yang dia rasakan sekarang.Dia tengah menatap yeoja yang dia cintai sedang berjalan dengan mantel hitam dan kacamata hitam.Tentu Kyungsoo mengenalinya, dia adalah yeoja Kyungsoo.Sooyoung, Sooyoung berjalan ke arah rumah itu dan masuk ke dalamnya.

Sungguh ini adalah pukulan terberat bagi Kyungsoo.Siapa Sooyoung sekarang?Apakah dia masih Sooyoung yang dulu?Sooyoung yang bercita-cita sebagai istri dari agen rahasia?Atau Sooyoung yang sekarang adalah tawanan bebas yang bisa kemana saja?Atau Sooyoung adalah salah satu dari mereka?Benar-benar tidak habis pikir.Kyungsoo meraih pistol yang berada di mobilnya dan memasukkannya ke dalam saku jasnya lalu memakai masker hitam miliknya itu.

Kyungsoo keluar dari mobilnya dan berjalan ke rumah tersebut.Jantungnya berdegup kencang. Ntah karena apa jantungnya bisa berdegup sekencang itu. Langkahnya memelan ketika sudah mendekati rumah tersebut. Hampir saja dia mau membuka pintu depan dari rumah itu tapi Kyungsoo berubah pikiran. Dia melenceng ke sisi lain luar rumah tersebut. Dia mengintip ke sebuah ruangan dari celah jendela, baru saja Kyungsoo mengetahui apa yang dia lihat tapi sebuah balok panjang sudah mendarat di punggung belakang Kyungsoo yang mengakibatkan Kyungsoo terjatuh begitu saja.

Sooyoung selaku pemukul tersebut langsung menopang tubuh Kyungsoo, membawanya masuk ke dalam rumah tersebut dengan bebabn berat badan Kyungsoo.Ya, Sooyoung sudah mengetahui siapa Kyungsoo sebenarnya.Tapi kenapa dia melakukan hal itu semua?

***

                Kyungsoo sudah terbaring di atas kasur empuk milik Sooyoung.Sooyoung menatapnya sambil bersanadr di dinding kamar yang dingin itu.Kyungsoo mengerjapkan matanya dan mengambil posisi duduk.

“Akh!”Keluh Kyungsoo sambil memegang punggungnya yang hampir retak itu. Kyungsoo mengedarkan pandangannya dan menangkap Sooyoung di sisi lain kamar itu.

“Sooyoung?!” Panggil Kyungsoo.

Ne, ada apa Kyungsoo-ah?” Tanya Sooyoung dengan senyuman indahnya itu.Sooyoung berjalan mendekati Kyungsoo sambil membenarkan poni ratanya itu.Sooyoung meraih bangku kayu yang dekat kasur itu lalu menggesernya ke hadapan Kyungsoo dan duduk di atasnya yang berhadapan dengan Kyungsoo sekarang.

Gwaencahanyo?Sepertinya pukulanku terlalu keras.” Kata Sooyoung. Kyungsoo langsung menatapnya tajam, sejak kapan yeojanya menjadi aneh seperti ini kelakuannya?

“Kau..Kau siapa sebenarnya?”Tanya Kyungsoo pada titik permasalahan yang selalu berngiang di otaknya sejak tadi.

“Aku? Aku Choi Sooyoung. Yeojachingu dari Do Kyungsoo.” Jawab Sooyoung.

“Kau sudah gila!Sudah tidak waras!”Bentak Kyungsoo tiba-tiba yang membuat Sooyoung terkejut.Sooyoung langsung berdiri dan menendang kursi yang dia duduki tadi ke belakang.

“Aku tidak waras.Karena dirimu!”Bentak Sooyoung balik. Kyungsoo tidak mengerti apa yang dibicarakan Sooyoung tadi. Kyungsoo berusaha berdiri, tentu saja dengan punggung yang sakit dan membungkuk.

“Maksudmu?” Tanya Kyungsoo.

“Kita tidak bisa melanjutkan ini lagi.” Jawab Sooyoung. Kyungsoo langsung meluruskan punggungnya dan memegang kedua bahu Sooyoung.

“Maksudmu?!”Bentak Kyungsoo tiba-tiba.Sooyoun g langsung menepis kedua tangan milik Kyungsoo tersebut.

“Dunia kita berlawanan!!”Balas Sooyoung lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.Kyungsoo langsung berlari dan memeluk Sooyoung dari belakang.

“Bodoh!Kau bodoh Sooyoung!” Kata Kyungsoo. Sooyoung tidak menolak pelukan yang dia rindukan itu.Konyolnya, dia malah menangis.

“Siapa yang tidak terkejut untuk mengetahui yeojachingunya itu adalah orang yang harus dia bunuh?Siapa?!”Tanya Kyungsoo yang membuat Sooyoung melebarkan kedua matanya.Membunuh?Separah itukah pimpinan Kyungsoo sampai-sampai harus membunuh dirinya?Dimana-mana madia itu ditangkap, bukan dibunuh.

“Aku tidak bisa lagi Kyungsoo.Mianhae.” Kata Sooyoung. Kyungsoo memutar badan Sooyoung dan sekarang mereka berhadapan satu sama lain. Kyungsoo menghapus air mata dan pipi basahnya Sooyoung itu dengan jemarinya.

“Aku tidak akan melepaskanmu.”Perkataan dari Kyungsoo itu membuat tangisan Sooyoun gsemakin menjadi-jadi.

“Mungkin cinta kita tidak dilahirkan untuk disini.”Lanjut Kyungsoo seiring berjalan ke kasur yang tadi dia tiduri lalu duduk diatasnya.

“Tapi disana…” Kata Kyungsoo sambil menunjuk ke atas sana. Sooyoung mengerti apa yang dimaksud Kyungsoo langsung bergidik ngeri. Tidak pernah sampai pikirannya itu seperti Kyungsoo sekarang.

“Tolong jangan bertindak gila Kyungsoo!” Teriak Sooyoung. Kyungsoo langsung menatap Sooyoung dengan heran.Bukankah yang tidak waras itu Sooyoung?Bbkankah tadi dia sudah mengakuinya?

“Jadi yang tidak waras itu aku atau kamu, huh?”Tanya Kyungsoo yang membuat Sooyoung diam seribu bahasa.Kyungsoo berdiri lagi, menghampiri Sooyoung dan membelai rambut Sooyoung yang lembut itu.

“Jadi, apakah kau sudah siap?”Tanya Kyungsoo pada Sooyoung.

“Belum. Aku tidak akan pernah siap sebelum kau mendengarkan penjelasan konyolku ini. Penjelasan kenapa aku menjadi anak buah mafia besar sih Kim Jongin.”

“Baiklah.Aku pendegar yang baik.”

“Aku sudah pernah bilang bukan kalau ponselku hilang?” Tanya Sooyoung. Kyungsoo berdehem pelan yang memberi isyarat dia mengiyakan pertanyaan Sooyoung.

“Ya, ponsel itu tidak sepenuhnya hilang.Ponsel itu dihancurkan oleh sih Kim Jongin itu.Bodohnya, aku tidak menghapal nomor teleponmu dank au tidak punya akun di jejaring social.Jadi ini bukan sepenuhnya salahku, benar?Kau yang tidak mau membuat akun jejaring social.”

“Lalu?”

“Buntu, pikiranku buntu. Yang aku ingat hanya kau akan menjadi agen rahasia. Agen rahasia memberantas orang jahat sepertiku sekarang kan? Ya, aku bersedia jadi anak buah Kim Jongin agar bisa bertemu denganmu. Hiks..Ini alasan yang konyol bukan?” Tanya Sooyoung. Kyungsoo langsung berlari dan memeluk Sooyoung erat.

“Kau memang bodoh!Untuk apa membuat hal seperti itu?” Tanya Kyungsoo.

Molla.Dipikiranku hanya ada kau, Kyungsoo!”Balas Sooyoung.

“Mungkin ini jalan yang terbaik.” Kata Kyungsoo. Sooyoung mengangguk.

“Ya, lakukan sekarang.”Kyungsoo mengeluarkan pistol yang sedari tadi di dalam saku jasnya, Sooyoung juga mengeluarkan miliknya di laci dekat mereka itu.

Mereka mengarahkan pistolnya ke kepala bagian kanan mereka, pistol yang dingin itu membuat bulu kuduk mereka berdiri, perlahan tapi pasti jari telunjuk mereka sama-sama mendorong pelatuk dari pistol tersebut, mereka tidak menutup mata bahkan mereka saling menatap dan menukar senyum mereka satu sama lain. Suara khas pistol itu mengisi ruangan tersebut, tubuh mereka ambruk seketika, mata mereka tertutup tenang dengan bibir yang tersenyum, darah merah pekat mengalir dari kepala mereka, dan bau amis pun mulai tercium.

Mungkin cinta kita tidak dilahirkan disini.Tapi disana, di surga.Cinta tidak ada akhir seperti cinta kita sekarang. Tidak ada akhir dan ujungnya bahkan akan abadi selamanya.

The End

One response to “[Freelance] Endless Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s