[Oneshoot] Do you want some tea ?

poster-do-you-want-some-tea-copy [lintang]

Tittle : Do You want some tea ?

Author : Kwon Soo Hjin

Main cast : Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Xi Luhan, Oh Sehun

Rating : General

Gerne : Romance, Friendship

Lenght : Oneshoot

Poster by : [exoshidaefanfic.wordpress.com] Lintangf49

Note :

FF ini terinspirasi dari MV Hello Venus yang berjudul ‘do you want some tea’ dan sisanya pemikiranku sendiri.

Mianne kalo misalnya ffnya jelek, tolong komentarnya dan tolong jangan ngebash. Gumawo J

~~** Do you want some tea **~~

Stay in my home and do you want some tea ?

~~** Do you want some tea **~~

            Nampak dari kejauhan, Yuri dan Yoona duduk disebuah bangku taman. Wajah mereka terlihat suntuk, mereka menghela nafas mereka bersama sama lalu menatap kedua namja yang sedang sibuk bermain basket tak jauh dari tempat mereka berdua.

“3 bulan aku menjadi yeojachingunya dan kita masih saja canggung” Gerutu Yuri pelan yang menatap sosok namja tampan yang sering dipanggil dengan sebutan Luhan. Yoona menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan ucapan Yuri.

“Nado, aku juga merasakan hal yang sama” Ujar Yoona yang kini juga menatap Sehun. Mereka berdua terdiam seolah tengah meratapi nasib mereka yang terdengar begitu buruk.

Tentu saja, mereka mempunyai kekasih dihari yang sama. Dan dengan kedua orang yang sama sama bersahabat lalu hubungan mereka sama sekali canggung dengan namja itu. Bukankah mereka berdua ditakdirkan untuk mempunyai nasib yang sama ?

“Dan nanti malam aku dan Luhan akan berkencan” ujar Yuri, Yoona menolehkan kepalanya menatap Yuri seolah tak percaya dengan ucapan yang Yuri lontarkan tadi.

“Jinjja ? kenapa kebetulan sekali” Ujar Yoona. Yuri menatap Yoona dengan tatapan bingung, seolah bertanya pada Yoona apa maksud dari ucapannya. Yoona menghela nafasnya pelan.

“Nanti malam aku juga akan berkencan dengan Sehun” Guman Yoona seolah menjawab pertanyaan yang tadi ada dibenak Yuri. Yuri menghela nafasnya lalu menyandarkan tubunya dibelakang kursi.

“Ottoke ? Ini pertama kalinya aku kencan dengannya, bukankah itu terlihat lucu ? Ini pertama kalinya aku merasa gugup jika harus berkencan dengan seorang namja” Ujar Yoona.

“Molla, aku juga merasakan hal yang sama” Guman Yuri pelan. Kedua yeoja itu menghela nafas mereka bersamaan lalu terdiam.

>>>

Yuri membaringkan tubuhnya diatas kasur seraya menatap jam dinding yang bertengger didinding kamarnya. Dia terdiam seraya mengamati waktu yang terus berputar sementara beberapa jam lagi dia harus pergi bersama Luhan yang bernotabe sebagai namjachingunya.

Sebenarnya yeoja itu merasa senang karena Luhan ingin mengajaknya pergi kesebuah cafe. Yah walaupun dia sering datang kecafe itu bersama dengan Yoona tapi dia tak pernah datang bersama Luhan.

Yuri bangkit dari tidurnya lalu berjalan kearah almari, dia menatap beberapa baju yang tergantung disana lalu mengambil salah satu baju mini dress berwarna biru dengan cardigan berwarna putih. Yuri tersenyum, sekarang fikirannya melayang layang membayangkan reaksi Luhan saat Yuri menggunakan baju ini.

“Mungkin dia akan menyukainya” Guman Yuri pelan seraya tersenyum dan menatap dirinya dipantulan kaca.

Yuri meletakkan baju itu diatas kasur lalu kembali membaringkan tubuhnya disebelah baju itu seraya tersenyum senang.

>>>

Yoona tersenyum menatap pantulan dirinya didepan cermin. Sesekali dia membetulan rambutnya yang bergelombang itu. Yoona masih tersenyum, kini dia nampak anggun walaupun hanya menggunakan mini dress berlengan pendek dan berwarna soft pink.

Yoona masih menatap pantulan dirinya, lalu mengambil sebuah jepit rambut yang tadinya berada diatas meja rias. Dia menjepit rambutnya dengan jepit rambut berwarna merah muda yang sering dia gunakan. Sekarang dia nampak lebih cantik dan anggun dari sosok Yoona yang biasanya. Yoona tak lagi menatap cermin. Sekarang, dia berjalan dan mengambil tas kecil yang sengaja dia letakkan diatas kasur lalu berjalan keluar kamarnya.

Yoona duduk disofa ruang tamu yang ada dirumah mewahnya. Yeoja itu hanya terdiam seraya menunggu kedatangan Sehun. Sesekali Yoona menyentuh dadanya dan merasakan denyut jantung nya yang terus berdebar debar menunggu Sehun. Yoona menghela nafasnya panjang mencoba untuk tidak gugup walaupun hasilnya masih tetap, dia masih saja gugup.

Tak berapa lama, pintu rumah Yoona diketuk oleh seseorang. Mendengar hal itu, Yoona langsung bangkit dari duduknya dan membuka pintu berwarna putih itu. Pintu itu terbuka dan menampakkan sosok Sehun tengah tersenyum manis pada Yoona. Jantung Yoona kembali berdegup kencang saat Sehun menarik tangan Yoona menuju kearah mobil. Ini bukan pertama kalinya Sehun mengenggam tangan Yoona tapi Yoona selalu merasakan hal yang sama, gugup.

Sehun membuka pintu mobil berwarna hitam miliknya dan menyuruh Yoona untuk masuk kedalam. Yoona masuk kedalam mobil dengan nafas tertahan, dan hanya bisa tersenyum aneh pada Sehun. Setelah Yoona masuk kedalam mobil, Sehun buru buru masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil itu.

“Nonna, Gwenchana ?” Tanya Sehun yang mungkin merasa aneh dengan sikap Yoona. Yoona menggigit bawah bibirnya lalu menolehkan kepalanya dan menatap Sehun yang kini tengah fokus mengemudi. Yoona menampakkan sebuah senyuman kecil saat menatap wajah tampan Sehun.

“Gwenchana, Sehun” Ujar Yoona pelan lalu mengalihkan pandangannya dan menatap keluar jendela. Sekarang jantungnya tak lagi berdegup kencang dan itu membuat Yoona sedikit lega.

Mobil yang Yoona dan Sehun tumpangi terus melaju dan berhenti disebuah cafe yang menjual teh. Sehun langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Yoona. Yoona tersenyum senang pada Sehun lalu turun dari mobil itu.

Mereka berdua berjalan berdampingan dan memasuki cafe teh itu. Kepala Yoona berputar mencari kursi yang kosong karena disini sangatlah ramai. Sehun hanya terdiam menatap Yoona, lalu menarik tangan Yoona memasuki ruang VIP yang memang sengaja dipesan oleh Sehun dari kemarin.

Yoona dan Sehun memasuki rungan VIP. Yoona menatap Sehun dengan tatapan bingung saat melihat ruangan yang dipenuhi dengan bunga mawar padahal mereka berdua hanya meminum teh. Kedua mata Yoona tertuju pada jendela ruangan yang menyuguhkan pemandangan kota Seoul dari ketinggian.

“Apa kau menyukainya ?” Ujar Sehun yang masih menatap lekat wajah Yoona. Yoona kini menolehkan kepalanya menghadap Sehun dan menganggukkan kepalanya pelan. Sekilas, kedua mata mereka saling bertemu dan membuat mereka berdua menjadi canggung beberapa saat.

“Eh, Apa kau yang memesan semua ini ?” tanya Yoona sehingga membuat Sehun berhenti menatapnya. Sehun hanya menganggukkan kepalanya pelan seraya menggaruk garuk tengkuknya. Melihat Sehun seperti itu, Yoona hanya terkekeh pelan. Menurutnya Sehun terlihat lucu.

>>>

Mobil yang Luhan dan Yuri tumpangi melaju kesuatu tempat. Yuri menatap Luhan dengan tatapan bingung saat mereka meewati cafe yang seharusnya mereka datangi saat itu.

“Bukankah kita akan pergi kecafe, Luhan ?” Tanya Yuri masih dengan nada bicara bingung. Luhan hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan. Kedua matanya masih terfokus pada jalanan. Yuri menyerngit dan memandang Luhan dengan sebuah tatapan kecewa.

“Sehun dan Yoona sedang berkencan disana, dan aku akan mengajakmu ketempat yang lebih baik dari itu” Ujar Luhan yang kini sedang tersenyum pada Yuri. Yuri memandang wajah tampan Luhan sejenak lalu menganggukkan kepalanya pelan.

Mobil putih yang mereka tumpangi berhenti disebuah lapangan yang ada diatas bukit. Luhan turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Yuri. Yuri hanya tersenyum kecil pada Luhan lalu turun dari mobil.

Luhan tersenyum pada Yuri lalu mengenggam tangan Yuri dan menuntunnya kesuatu tempat. Yuri hanya bisa mengikuti Luhan dan berjalan disamping Luhan. Langkah mereka terhenti disuatu tempat, disana Luhan sudah menyiapkan sebuah tikar yang diatasnya sudah berisi makanan. Disamping itu, juga sudah banyak lilin yang menyala.

Luhan semakin memperkuat genggaman tangannya pada Yuri lalu menyuruh Yuri duduk diatas tikar itu. Luhan menuangkan teh pada cangkir milik Yuri lalu mereka duduk berdampingan seraya menatap kerlap kerlip yang dihasilkan oleh lampu lampu dikota Seoul.

“Ah, Gumawo Luhan. Ini indah sekali” Ujar Yuri senang, dia menatap namja tampan yang kini duduk disampingnya. Luhan hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu mengangkat kedua tangannya sehingga membuat Yuri menatapnya dengan tatapan aneh.

Sedetik kemudian, Kembang api meledak ledak diatas mereka. Yuri semakin tersenyum senang dan menatap langit yang dipenuhi bintang serta kembang api yang sengaja Luhan buat.

“Apa kau senang ?” Tanya Luhan. Yuri tersenyum senang lalu menganggukkan kepalanya pelan. “Ne, Gumawo”.

Setelah beberapa saat Yuri dan Luhan duduk disana, mereka memilih untuk kembali kerumah. Mobil Luhan melaju kearah rumah Yuri. Dan berhenti didepan rumah mewah yang biasa dia kunjungi walaupun dia belum pernah masuk kedalam rumah mewah milik yeojachingunya itu.

Luhan turun dari mobil dan membuka pintunya untuk Yuri. Yuri turun dari mobil itu lalu berdiri didepan pagar rumahnya. Luhan berjalan mendekati Yuri kemudian mendekatkan wajahnya kewajah Yuri, melihat hal itu Yuri memejamkan kedua matanya dan merasakan sesuatu menempel pada keningnya. Dengan cepat dia membuka kedua matanya dan melihat Luhan mencium keningnya, dia menatap Luhan dengan tatapan kesal sedangkan Luhan hanya terkekeh pelan.

“Pabo !!” Ujar Luhan seraya mengacak ngacak rambut Yuri kasar. Yuri hanya mengembungkan pipinya dan menatap Luhan yang beranjak masuk kedalam mobilnya.

“Luhan..” Ujar Yuri dia menatap Luhan yang kini juga memalingkan wajahnya kearahnya. Yuri tersenyum manis pada Luhan lalu berlari menghampirinya. “Masuklah, aku akan membuatkanmu teh” Ujar Yuri seraya menatap Luhan berharap namja itu mau. Luhan tersenyum pada Yuri lalu menganggukkan kepalanya pelan.

Luhan duduk disofa empuk yang ada dirumah Yuri, dia hanya terdiam seraya mengamati sekeliling ruangan itu. Yah, menurutnya Yuri memang benar benar putri seorang pengusaha yang kaya, sama seperti appanya.

Tak berapa lama, Yuri datang seraya membawa nampan yang berisikan 2 cangkir dan teko yang berisikan teh. Dia meletakkannya diatas meja lalu duduk didepan Luhan seraya tersenyum. Luhan yang melihat Yuri duduk disana hanya mengembungkan pipinya, sehingga membuat Yuri menatapnya dengan tatapan bingung.

“Kenapa kau duduk disana ? duduklah disini” Ujar Luhan seraya menepuk nepuk sofa yang ada disampingnya. Yuri terkekeh pelan kemudian bangkit dari duduknya dan duduk disebelah Luhan. “Begini lebih baik” Ujar Luhan senang.

“Dasar” Ujar Yuri yang kemudian menyikut tangan Luhan. Sedangkan Luhan hanya terkekeh pelan.

>>>

Di sebuah pohon di taman pada musim semi, nampak dua pasang kekasih sedang duduk. Diatas mereka bunga  bunga sakura berwarna merah muda bermekaran. Mereka nampak bahagia satu sama lain.

“Lain kali kita pergi seperti ini lagi ne” Ujar Yuri senang, Yoona juga menganggukkan kepalanya senang sedangkan Luhan dan Sehun menggelengkan kepalanya pelan.

“Shireo, aku tak bisa merasakan sesuatu yang romantis jika kita berempat” Ujar Luhan yang mampu membuat Yuri menatapnya dengan tatapan kesal sedangkan Yoona dan Sehun hanya terkekeh pelan.

“Kalau kami berdua, walaupun ada kau dan Yuri Nonna masih saja romantis ya kan, Yoong” Ujar Sehun senang, dia menatap Yoona yang kini menggelengkan kepalanya pelan.

“Aniya, kau sama sekali tidak romantis. Bahkan lebih romanti Yuri Unnie dan Luhan Oppa” Ujar Yoona seraya mengulurkan lidahnya pada Sehun. Sehun hanya terdiam dan menatap Yoona dengan tatapan kesal.

“Tandanya kau perlu belajar dariku” Ujar Luhan membanggakan dirinya. Sehun menatap Luhan dengan tatapan tajam sedangakn Yoona dan Yuri menatap Luhan dengan tatapan seolah menahan ingin muntah.

“Dasar !!”

~~** Do you want some tea **~~

END

Halo ? Gimana dengan Ffnya ? Mianne kalo jelek atau gimana gitu -_-V

Semoga kalian menyukainya ne ^^

Jangan Lupa komentar

Gumawo

17 responses to “[Oneshoot] Do you want some tea ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s