Mistake [Sequel of Love Stake]

mistake

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast : Kwon Yuri, Xi Luhan, Im Yoon Ah

Other Cast : Oh Sehun, Tao dan Lay

Rating : General

Gerne : Romance, Sad, Family

Lenght : Oneshoot

Author Note : FF ini terispirasi dari beberapa FF lainnya dan sisanya dari pemikiran Author sendiri. FF ini merupakan SEQUEL dari FF yang berjudul LOVE STAKE.

Happy Reading..

~~** Mistake **~~

A little mistake and I make you hurt..

~~** Mistake **~~

            Kedua mata yeoja itu terpejam, merasakan sebuah hembusan angin lembut yang menerpa tubuhnya yang mulai kedinginan. Senyuman tipis terukir indah diwajah cantiknya.  Sebut saja dia Yuri, Namanya Kwon Yuri.

Tak berapa lama, datanglah sosok yeoja cantik yang memiliki wajah serupa dengan Yuri. Yeoja itu memiliki senyuman yang lebih cerah dari Yuri, Bukannya wajah Yuri terlihat suram tapi Yuri memang sedang tidak memiliki mood untuk tersenyum hari ini.

“Yuri, Kenapa kau melamun disana ?” Tanya yeoja itu, Yuri tersenyum lalu memutar kepalanya dan menatap wajah saudara kembarnya, Yoona.

“Aniya, aku tidak melamun. Aku hanya melihat bintang saja, Wae ? Kau akan menceritakan padaku tentang kencanmu dengan namja yang bernama.. Em, siapa namanya ?” Tanya Yuri malas, dia menatap Yoona yang nampak mengembungkan pipinya karena kesal.

“Luhan, Xi Luhan. unnie, sampai kapan aku memberitaumu namanya ? kenapa kau selalu melupakannya, menyebalkan sekali”  Gerutu Yoona kesal, yeoja cantik itu membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk milik Yuri. Sedangkan Yuri masih pada tempatnya.

“Kau benar benar menyukai namja itu ?” Guman Yuri pelan, dia kembali menatap kelap kelip bintang, tersenyum tipis lalu menghela nafasnya perlahan.

“Mungkin, Ah.. tidak aku menyukainya”

Yuri menatap Yoona. Yuri nampak ragu dengan jawaban Yoona yang terkesan tak pasti, dia berjalan menghampiri Yoona dan membaringkan tubuhnya disebelah Yoona. Yuri menatap wajah dongsaengnya, sekarang dia menyadari satu hal, Yoona memang menyukai Luhan.

“Dan kurasa Luhan juga menyukaimu..” Ucapan Yuri barusan berhasil membuat wajah Yoona kembali berbunga bunga. Senyuman manis kali ini terpancar diwajahnya, dia menatap Unnienya yang kini terkekeh pelan.

“Jinjja ? kurasa unnie sedang mengerjaiku”

“Untuk apa aku mengerjaimu Hmm ? Kurang kerjaan sekali, lagipula masih ada orang lain yang bisa kukerjai, Yoong” Ujar Yuri, dia tersenyum pada Yoona yang nampak sekali bahagia.

“Tapi dari mana unnie tau ? Kau kan tak mengenal Luhan oppa sama sekali” Yuri kembali mengendus kesal, lalu menghela nafasnya pelan.

“Aku bisa membaca pikiran orang, hehe..”

Yoona menyerngit mendengar ucapan Yuri lalu memeluk Yuri erat. “Kuharap kau memang benar unnie, aku memang mencintainya..” Guman Yoona yang masih memeluk Yuri. Yuri tersenyum tipis, “Aku tau, kau mencintainya..” Gumannya pelan.

>>>

Yuri berjalan menuruni tangga hendak pergi kesekolah. Baru saja dia akan pergi kegarasi untuk menyalakan mobil, Umma sudah berdiri didepannya kedua tangan Umma didepan dada dan menatap putrinya yang tengah mengendap ngendap itu dengan tatapan kesal.

“Kwon Yuri, jangan pernah membuat umma untuk menunggumu sarapan. Cepat sarapan dan kau boleh pergi kesekolah” Ujar Umma Yuri yang kemudian menarik tangan Yuri menuju ruang makan.

Yuri hanya mengikuti langkah Ummanya dengan malas. Sebenarnya dia tak suka sarapan, baginya itu membuang buang waktu. Diruang makan yang cukup besar itu, sudah ada Yoona, Appa Yuri dan Sehun adik kecil Yuri. Yuri langsung duduk disamping Sehun dan mengambil sepotong roti.

“Aku tidak lapar Umma, aku ingin minum susu saja” Guman Yuri, dia masih menatap sepotong roti dihadapannya dengan wajah malas. Umma menghela nafasnya pelan.

“Kalau kau tak mau makan, antar Sehun kesekolah” Ujar Appa Yuri. Yuri terdiam, menatap adik kecilnya yang sekarang menampakkan sebuah senyuman lebar. Yuri menatap Sehun kecil dengan tatapan aneh lalu menggelengkan kepalanya pelan.

“Shireo, lebih baik aku makan sarapan saja. Sehun benar benar membuatku gila” Ujar Yuri Frustasi. Dia menghela nafasnya perlahan lalu mengoles roti tawar itu dengan selai Strawberry. Yoona nampak terkekeh melihat sikap Unnienya.

~~** Mistake **~~

            Yuri berjalan menyelusuri taman sekolah. Kepalanya berputar kesana kemari mencari sosok namja yang sering dipangginya dengan sebutan Tao.

Semalam, Tao mengirim pesan pada Yuri dan menyuruh Yuri untuk menemuinya ditaman sekolah. Yuri memang sempat aneh dengan sikap Tao namun saat dia  bertanya kenapa Tao malah menyuruh Yuri untuk datang saja karena ada sesuatu penting yang ingin Tao katakan. Dan sesuatu penting itulah yang membuat Yuri semakin penasaran.

Setelah berputar cukup lama, akhirnya Yuri menemukan sosok Tao tengah duduk dibangku taman. Namja itu terlihat sedang membaca sebuah buku. Yuri mengendus kesal lalu berjalan menghampiri Tao dengan malas.

“Ssst, kenapa kau menyuruhku kemari heh ?” Tanya Yuri to the point. Tao yang menyadari Yuri duduk disampingnya menutup bukunya dan tersenyum pada Yuri.

“Sebenarnya tidak ada apa apa” Guman Tao santai, Yuri membulatkan kedua matanya, sekarang rasa kesalnya sudah menghasut tubuh Yuri untuk memakan Tao. Namun dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih mengembungkan pipinya.

“Aish, kau itu benar benar membuatku susah. You know !!” Gurutu Yuri kemudian bangkit dari bangku taman.

“Eh, tunggu dulu Nonna. Aku hanya bercanda”

“Sebenarnya aku ingin mengatakan kalau.. Aku menyukai Nonna”

“Apa Nonna mau menjadi yeoja chinguku ?” Ujar Tao setelah beberapa kali terputus. Yuri terdiam, tak memberi Tao respon apapun.

“Mianne, Tao ssi. Aku tak bisa, Em aku.. Mianne” Guman Yuri pelan, dia menundukkan kepalanya pelan. Merasa bersalah dengan namja yang duduk disampingnya.

Ada alasan dibalik Yuri menolak Tao, ada alasan kenapa Yuri tak bisa mencintai Tao. Yuri hanya menganggap namja disampingnya ini sebagai sahabatnya dan alasan lainnya karena ada seseorang, seseorang yang sudah menguasai hatinya. Merebut seluruh tempat kosong yang tadinya bisa diisi dengan sosok sosok lain.

“Aku tau, Nonna mencintai Luhan Hyung. Tapi ku mohon, beri aku kesempatan”

Yuri masih terdiam. Mulut kecilnya itu bungkam, dia tak dapat mengatakan sesuatu pada Tao. Dia tau, namja bernama Luhan itu mencintai Yoona namun ada sesuatu yang membuatnya tak bisa meninggalkan sosoknya. Karena, tak ada sosok seperti Luhan.. sosok yang selalu membuatnya tersenyum walau hanya dari kejauhan.

“Mianne, Tao ssi..” Gumannya pelan.

Sedangkan disisi lain. Yoona nampak tersenyum senang menatap sosok Luhan duduk dihadapannya. Mereka terus saja tertawa tak memperdulikan keadaan kantin yang ramai dan sesekali sepasang mata menatap tingkah mereka berdua.

“Yoona, nanti kita pergi ne” Ujar Luhan senang, dia menatap Yoona yang sekarang tengah meminum Cappucino yang baru dia pesan lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Memangnya kita mau kemana Oppa ?” Guman Yoona yang kini menatap wajah tampan Luhan. Luhan tersenyum manis pada Yoona. “Kemanapun selama aku berada disampingmu”

Mendengar ucapan Luhan, Yoona tersenyum malu. Wajah cantiknya itu mendadak menjadi warna merah muda. Sedangkan Luhan dia malah tertawa melihat wajah Yoona. “Jangan tertawakan aku” Omel Yoona lalu mengembungkan pipinya. Luhan kembali terkekeh pelan.

~~** Mistake **~~

            Yoona menarik tangan Yuri untuk memasuki kamarnya. Yuri memang sempat menolak ajakan Yoona tapi Yoona terus memaksanya. Dan dengan terpaksa Yuri mengikuti Yoona menuju kamar dongsaengnya.

“Aku bingung Unnie, aku tak pandai memilih baju”

“Lalu ?”

“Bantu aku, aku harus pergi dengan Luhan Oppa 1 Jam lagi”

“Lalu ?”

“Ayolah Unnie bantu aku. Jebal” Guman Yoona seraya memasang Aegyo pada Yuri. Yuri hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan, dia paling tak bisa menolak Yoona kalau Yoona sedang melakukan Aegyo.

“Pakai saja ini, mungkin Luhan akan menyatakan cintanya padamu” Ujar Yuri yang langsung menyodorkan sebuah mini dress bermotif bunga bunga dan cardigan berwarna biru.

Yoona menatap baju itu lalu menganggukkan kepalanya pelan. Sedangkan Yuri dia sudah menghilang, pergi menuju kamarnya. Pergi untuk menyendiri, pergi untuk menyembuhkan luka dihatinya.

“Kenapa dia selalu seperti itu kalau kita membahas tentang Luhan Oppa ? Dasar” Gerutu Yoona yang kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk berganti baju. Tak berapa lama yeoja itu keluar dengan menggunakan dress tadi. Yoona terlihat anggun dan cantik.

Yoona tersenyum senang, lalu menyisir rambutnya dan mengambil tas kecil yang tadi dia letakkan diatas kasur. Setelah siap, Yoona berjalan keluar rumah hendak menunggu Luhan. Bukannya Luhan yang dia temui, disana sudah ada Tao. Yoona menatap Tao dengan tatapan aneh.

“Tao ssi, kau mencari Yuri Unnie ?” Tanya Yoona bingung. Tao tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Aniya, aku mencarimu” Yoona nampak menyergit saat mendengar ucapan Tao.

“Wae ?”

“Em, bolehkan aku langsung To the point ?” Tanya Tao, Yoona menganggukkan kepalanya pelan.

“Luhan Hyung akan menyatakan cintanya padamu, dan aku tau kau mencintainya. Tapi bisakah kau mengetahuinya ? Yuri juga mencintai Luhan. Aku tak bermaksud untuk menghasutmu, Tapi bisakah kau mengerti Yuri ? Dia nampak terluka..”

Yoona nampak terdiam, tiba tiba saja dia merasa sebuah jarum menusuk hatinya. Dia menatap Tao dengan kedua mata yang berkaca kaca. Jadi itu alasan kenapa Yuri tak suka saat Yoona menceritakan tentang kencannya, saat Yuri terlihat malas memilihkan dia baju saat dia akan pergi dengan Luhan ? Dan tentang namja yang Yuri cintai, jadi itu Luhan ?

“Aku tau, terima kasih Tao ssi”

~~** Mistake **~~

            Cinta itu tak akan pernah datang pada orang yang salah. Sekalipun pada ujungnya pasti terdapat sebuah rasa sakit. Tapi cinta itu selalu benar, mereka tak akan pernah salah.

Yuri memejamkan kedua matanya. Perlahan air mata itu terjatuh, kedua matanya itu tak henti hentinya mengeluarkan air mata saat menatap sebuah mobil berwarna putih yang selalu membawa Yoona dan Luhan pergi.

Ini pertama kalinya dia merasakan sebuah luka yang sangat menusuk hatinya. Dia tau, awal cintanya pada sosok itu karena sebuah taruhan. Dan dia juga tau kalau Yoona memang sudah memenangkan taruhan itu, memenangkan hati namja itu. Tapi, Yoona tak tau kalau Yuri mencintai Luhan, melebihi dia mencintai sosok Luhan.

Kalau sebuah kalimat ‘Cinta itu tak harus saling memiliki’ itu tak membuat seseorang merasakan sakit. Pasti semua orang sudah menempuh cara itu, mencintai seseorang tanpa harus memiliki. Tapi, kenyataannya.. jika kau mencintai seseorang kau pasti ingin dia menjadi milikmu, agar menghilangkan semua luka yang terlukis dihatimu.

Semua orang pasti pernah mendengar sebuah ungkapan ‘Selama orang yang kau cintai itu bahagia, kau juga akan bahagia’. Sebuah ungkapan yang dimiliki orang orang yang sedang putus asa, sama seperti yang Yuri jalani. Sebuah ungkapan yang dimiliki seseorang yang sedang membohongi dirinya sendiri.

“Aku harus mengikuti mereka” Guman Yuri pelan yang kemudian berlari menyambar jaket.

>>>

“Em, Yoong kalau begitu aku membeli minum dulu ne. Kau jangan kemana mana. Arraseo ?” Ujar Luhan, Yoona tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan. Yeoja itu melambaikan tangannya pada Luhan. Lalu menghala nafasnya perlahan.

Kedua matanya menatap jalan raya yang sedang ada dihadapannya. Sesekali bis berhenti didepannya dan menurunkan beberapa orang. Tapi yang membuat yeoja itu tak bergerak sama sekali, saat melihat sosok Yuri tengah berjalan menyebrang dengan tatapan kosong. Sedangkan tak jauh dari tempat itu terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Yoona membulatkan kedua matanya dan berlari kearah Yuri lalu mendorong tubuh Yuri ketepi. “Awas Unnie !!”

“AAAAaaa !!!!!!”

“Yoonnnnaaa !! Adwaeee !!!”

>>>

Luhan tersenyum senang, kedua tangannya tengah mengenggam dua buah gelas Cappucino. Dia sempat heran dengan surat yang Yoona berikan padanya, memang tadi dia ingin membaca surat itu. Tapi dia sudah terlanjur berjanji pada Yoona untuk tidak membacanya sebelum dia sampai dirumah.

Langkah kaki Luhan terhenti saat melihat sosok Yuri sedang berjalan ditengah jalan, memang tak jauh dari sana terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Nafas Luhan tiba tiba saja tercekat melihat nyawa Yuri yang terancam itu. Perasaannya mendadak gundah. Namja itu berlari hendak menarik Yuri dan lagi lagi langkahnya terhenti saat melihat sosok Yoona yang sudah berlari dan mendorong tubuh Yuri ketepi.

“Yoooonnnaaa Adwaeeee !!!!” Teriak Luhan seketika, dua gelas Cappucino yang dia genggam itu terjatuh. Sedangkan sosoknya langsung berlari kearah Yoona.

Luhan terpaku beberapa saat ketika melihat tubuh Yoona yang lemas dan sudah beraliran darah. Namja itu menarik Yoona dalam pangkuannya dan memeluk yeoja yang dia cintai. Dia memang belum mengatakan cintanya pada Yoona dan akan mengatakannya tadi tapi…

Air mata Luhan terjatuh, dia menatap tubuh Yoona yang benar benar sudah lemas dan tak berdaya. “Jangan tinggalkan aku..” Guman Luhan pelan. Dia menatap Yoona yang nampak tersenyum tipis, dan mengelus wajah Luhan dengan sisa sisa tenaga yang dia miliki. “Baca surat itu..” Guman Yoona pelan, sampai akhirnya kedua matanya tertutup. Dan yeoja itu tertidur untuk selamanya..

“Luhan..” Guman Yuri pelan, dia menyentuh bahu Luhan.

“Jangan pernah mendekatiku, Yuri ssi. Kau yang membuat Yoona seperti ini, seharusnya Yoona tak akan seperti ini kalau bukan menyelamatkanmu. Pergi menjauh dariku !!! Aku benci Kau !!!” Teriak Luhan, namja itu tak memperhatikan orang orang yang sudah menatap Yuri dengan tatapan iba, walaupun orang orang juga iba padanya.

Tubuh Yuri membeku seketika. Tak ada hal apapun yang dia ucapkan, dia tau semua itu karenanya. Saat Luhan menangis karena kehilangan Yoona, saat dia harus kehilangan Yoona dongsaeng kesayangannya. Semua ini kesalahannya, tapi dia tak dapat berbuat apapun, dia terlalu lemah !!

Ini memang sepenuhnya bukan salah Yuri, semua itu karena takdir. Takdir yang membuat Yoona seperti itu, sedangkan sosok Yuri hanyalah sebuah kambing hitam. Kambing hitam yang menjadi terdakwa atas semuanya yang terjadi, seolah dialah yang membuat Yoona meninggal, seolah dialah yang sengaja melakukan hal itu.

Andai saja dia bisa berharap, dia tak akan menginginkan hal itu terjadi. Andai saja dia bisa mengulang waktu sesuka hatinya, dia pasti sudah membuat dirinya sendiri yang tertabrak, dia pasti tak akan membiarkan Yoona menyelamatkan nyawanya. Tapi dia bisa berbuat apa ?

Dia tau, seseorang bisa mengubah takdirnya. Tapi.. dia tak tau harus mengubah takdirnya menjadi apa ? dia tak tau jalan mana yang harus dia tempuh agar dia selalu tersenyum bahagia. Yang dia tau, Tuhan sudah memberinya jalan ini dan suatu saat dia akan bahagia. Yah, suatu hari nanti.

Luhan masih terpuruk, dia tak henti hentinya menyuruh Yoona untuk bangun. Sehingga membuat orang orang yang menatapnya semakin iba. Sedangkan Yuri, dia berjalan menjauhi Luhan sesekali dia menolehkan kepalanya menatap sosok Luhan, sosok yang da cintai. Lalu berjalan menjauh, menjauh meninggalkan Luhan dan cintanya.

~~** Mistake **~~

To : Xi Luhan

            Aku tau, hari ini kau akan menyatakan cintamu padaku bukan ? Kau tau, aku senang sekali. Maaf.. maafkan aku kalau aku tak dapat menerima cintamu itu. Ada hal yang membuatku melakukan hal itu,..

Sekarang, kau hanya perlu tau satu hal. Dulu, aku dan Yuri Unnie sempat taruhan mendapatkan nilai yang tertinggi diolimpiade  matematika dan yang mendapatkan nilai tertinggi menjadi yeojachingumu. Aku memang mendapatkan juara 1 saat itu. Dan aku hampir menjadi yeojachingumu bukan ?

Aku tak mencintaimu, Yuri Unnielah yang mencintaimu. Kumohon jaga dia, aku tak ingin menyakiti hatimu dan hatinya. Kalian terlalu baik padaku, Ku mohon.. Lupakan aku…

From : Yoona

Luhan masih memejamkan kedua matanya. Dia menatap surat Yoona itu dengan tatapan sendu. Sudah seminggu Yoona pergi dari kehidupannya. Sudah seminggu pula Luhan tak melihat sosok Yuri disekolah. Dia memang sempat bertanya pada teman teman Yuri, seperti Sooyoung dan Tiffany. Tapi mereka berkata tak tau.

Luhan hanya berharap, suatu saat nanti dia bertemu dengan sosok Yuri. Dia ingin meminta maaf atas ucapan yang dia lontarkan pada Yuri saat itu. Dia ingin mengatakan pada Yuri kalau dia mencintainya, walaupun dia tau tak ada orang yang bisa dia cintai seperti Yoona..

~~** Mistake **~~

END

Gimana ? Mianne, kalau jelek atau gimana gitu. Dimohon komentarnya, ne ^^ Gumawo..

 

9 responses to “Mistake [Sequel of Love Stake]

  1. bnyakk bngeett aq ktinggalann bcaa FF muu thorr..
    mknyyaa skrngg bruu ad wktu( Soksibuk ) bru bsaa bcaa smuaa ….
    wlauu bcanyaa cpat” tpii aq msihh dpatt feelnyaa kokk.
    krnaa crtaa ff muu bguss n asikk d bcaa …

    @aaaMakinnCintaaAqMaAuthornya
    ^^

  2. bnyakk bngeett aq ktinggalann bcaa FF muu thorr..
    mknyyaa skrngg bruu ad wktu( Soksibuk ) bru bsaa bcaa smuaa ….
    wlauu bcanyaa cpat” tpii aq msihh dpatt feelnyaa kokk.
    krnaa crtaa ff muu bguss n asikk d bcaa …

    @aaaMakinnCintaaAqMaAuthornya
    ^^

    uuppdss^^
    Yul unnie jjang!
    #ComenGaje^^

  3. sequel lgi thor… huahhh… Klo begitu caranya, Luhan oppa gk usah cinta sm YulEon! udah sono cinta aja sm Yoona Eonni! jgn dketin Yuri Eonni lgih #kokjadikeselgnih?#korbanFF
    Yuri eonni nya kemana? terus, appa umma yuri, gk marah?

  4. Ya tuhan ff’ nya nyeseg banget.
    Yoona relain nyawa cintanya buat yuri. Terharu, yoonyul🙂 …
    Luhan kejar yuri lagi plis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s