In Jeju with You ?!! [Part 1]

artposter_injejuwithyou [Julistyjunghaae]

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast : Kwon Yuri | Xi Luhan

Other Cast : Seohyun

Gerne : Romance, Friendship

Rating : General

Lenght : Chapter

Poster Art By. Julistyjunghaae [exoshidaefanfic.wordpress.com]

Author Note : FF ini terinspirasi dari beberapa FF, dan sisanya pemikiran author. Happy reading ^^

Annyeong saya comeback setelah beberapa bulan author engga comeback J

~~** Jeju ? **~~

            Yeoja itu nampak melangkahkan kakinya dan berjalan menuju kesebuah bangunan yang bertuliskan ‘Hotel EXOSHIDAE’. Senyuman manis mengembang diwajah yeoja itu yang sebut saja namanya Kwon Yuri atau biasanya dipanggil dengan sebutan Yuri.

Memang hari ini, dia datang keJeju untuk berlibur cukup lama. Mungkin sekitar 21 hari itupun karena dia ada tugas dari songsaenim. Yuri terus menarik kopernya dan berjalan memasuki hotel.

Langkahnya terhenti disebuah tempat untuk memesan kamar. Dia tersenyum pada sosok yeoja yang ada dihadapannya, yeoja yang menggunakan baju berwarna putih yang merupakan seragam hotel itu.

“Mianne, kemarin saya sudah memesan kamar nomor 21” Guman Yuri seraya menampakkan sebuah senyuman diwajahnya. Pelayan itu menganggukkan kepalanya pelan, lalu tersenyum.

“Baiklah, tunggu sebentar ne” Ujar pelayan itu, Yuri menganggukkan kepalanya pelan.

Tak berapa lama, datanglah sosok namja tampan yang kemudian berdiri disamping Yuri. Yuri menatap namja itu dengan wajah dingin miliknya lalu kembali menatap pelayan yang tadi.

“Mianne, bisakah anda membantu saya ?” Tanya namja itu, dia menatap sang pelayan yang terlihat bingung. Pelayan itu tersenyum lalu membungkukkan badannya.

“Kamar nomor 21, kemarin saya sudah memesannya” Guman namja itu lagi, dia tersenyum pada pelayan tadi. Mendengar kamar 21, membuat Yuri menatap namja itu dengan tatapan aneh, bukannya kemarin dia sudah memesan kamar itu ? Tapi kenapa namja ini..

“Tapi, bukannya kamar itu sudah saya pesan ?” Ujar Yuri membuat namja yang ada disampingnya menatap Yuri dengan tatapan bingung.

“Tapi aku sudah memesannya sejak kemarin” Ujar namja itu tak terima.

“Aku juga, memangnya kau memesannya jam berapa ?”

“Jam 20.00. Lalu kau ?”

“Mwo ? 20.00 Kenapa kau sama denganku ? Ah, Ottoke ?”

“Pokoknya kau harus mengalah, lebih baik kau pindah kamar”

“Shireo, kau kan seorang namja seharusnya kau yang pindah bukan aku”

“Em, Bisakah kalian berdua diam ?” Ujar pelayan itu mencoba untuk melerai pertikaian yang terjadi antara Yuri dan namja yang ada disampingnya. Sekejap mereka menghentikan aktivitas mereka dan menatap pelayan itu.

“Mianne, sebelumnya kami memang salah. Jadi saat anda berdua menelpon kami kami memang belum sempat mengkonfirmasi kalau kamar itu kosong. Anda berdua menelpon kami disaat yang sama dan saat itu kamar nomor 21 dalam keadaan kosong. Jeongmal Mianne”

Yuri menghela nafasnya perlahan, dia menatap pelayan yang ada dihadapannya dengan tatapan kecewa. Sekarang yang dia fikirkan bagaimana nasib liburannya ? Bagaimana dengan tugas tugas itu ? Dan bagaimana dia bisa mencari hotel lain, sedangkan hotel ini adalah hotel yang memiliki letak paling strategis.

“Lalu tak ada kamar kosong lainnya ?” Tanya namja yang ada disamping Yuri. Pelayan itu menggelengkan kepalanya pelan. Seketika Mood Yuri menjadi drop.

“Bagaimana kalau kalian berdua tinggal untuk 1 kamar ? Dan kami bisa memberikan 2 kasur sebagai permintaan maaf kami”

Namja itu menatap Yuri seolah meminta jawaban dari Yuri. Sedangkan Yuri yang nampak frustasi malah mengembungkan pipinya. Sekarang, dia bingung apakah harus menerima tawaran pelayan itu atau pergi ketempat lain ?

“Bagaimana, kau mau tidak ?” Tanya namja itu.

“Ne, tapi bisakah kau memberi kami 2 kunci ?” Ujar Yuri, pelayan itu menganggukkan kepalanya pelan.

>>>

Yuri menghempaskan tubuhnya diatas kasur. Dia tak memperdulikan namja yang sekarang menatapnya dengan tatapan aneh. Namja itu meletakkan kopernya lalu berjalan kearah kamar mandi.

Yuri hanya menatap kepergian namja itu dengan tatapan aneh lalu berjalan kearah balkon kamarnya. Disana, langit berwarna orange. Matahari yang perlahan mulai tenggelam membuat Yuri tersenyum, Yeoja cantik itu terus memandang langit sampai langit berubah menjadi gelap.

Tanpa Yuri sadari, sosok namja yang tinggal dikamarnya itu berdiri disampingnya. Namja itu memandang wajah Yuri yang tersenyum dan itu membuatnya juga tersenyum.

“Namaku Luhan, Kau ?” Ujar namja yang namanya Luhan itu lalu dia mengulurkan tangannya. Yuri menatap namja itu lalu tersenyum, tangan kanannya bergerak menjabat tangan Luhan.

“Kwon Yuri, Yuri” Guman Yuri senang, keduanya saling tersenyum. Dan bertatapan cukup lama sampai suara pintu berhasil membuat mereka saling mengalihkan pandangannya.

“Aish, Nugu ?” Gerutu Luhan kesal dia berjalan kearah pintu dan membukanya. Yuri hanya menghela nafasnya lalu berjalan mengikuti Luhan.

Pintu berwarna coklat itu terbuka dan menampakkan sosok yeoja cantik tengah tersenyum. Dia memandang Luhan dengan senyuman diwajahnya sedangkan Luhan nampak terkejut tiba tiba saja yeoja itu ada dihadapannya.

“Seohyun ? Apa yang kau lakukan disini ?”

“Oppa, kau tinggal disini ?” Guman yeoja itu yang langsung masuk kedalam seraya mengamati kamar hotel Luhan. Luhan menatap yeoja itu dengan tatapan kesal kemudian mengendus pelan.

Dia terus berjalan sampai menemukan sosok Yuri tengah duduk disofa dan nampak memainkan handphonenya. Seohyun terdiam, dia mengamati Yuri dari ujung kaki sampai ujung kepala lalu berjalan menghampirinya.

“YA, Apa yang kau lakukan disini ?”

Yuri menolehkan kepalanya dan menatap Seohyun dengan tatapan bingung. Lalu bangkit dari duduknya dan membungkukkan kepalanya bermaksud memberi salam. Luhan hanya terdiam dan menatap Seohyun dengan tatapan sebal seraya menghela nafasnya panjang.

“Sebenarnya siapa kau ? Kau ingin menganggu Luhan heh ?” Ujar Seohyun. Yuri terdiam, masih memikir apa maksud dari ucapan Seohyun, menganggu Luhan ? dia tak akan melakukan hal itu.

“Aniya, aku tidak menganggunya” Elak Yuri

“Kau pasti menganggunya, kalau tidak untuk apa kau ada dis…”

“Seohyun, berhentilah bicara atau aku akan menyeretmu keluar” Ujar Luhan, Seohyun nampak mengendus kesal lalu menatap Luhan dengan tatapan kesal juga.

“Oppa, kenapa ada yeoja disini ? Menyebalkan” Ujar Seohyun pada Luhan. Yuri masih menatap Seohyun dengan tatapan sama. Sekarang yang ada difikiran Yuri, kalau Seohyun itu yeojachingu Luhan. Dia hanya terdiam menatap Luhan dan Seohyun yang sekarang sedang beradu mulut.

“Dia hanya temanku, memang apa salahnya kalau dia disini ?”

“Tentu saja salah Oppa, bagaimana kalau ada sesuatu hal ? Bagaimana Oppa ?”

“Aniya, aku tak akan melakukan hal seperti itu pada Yuri”

“Oh namanya Yuri ?”

“Aish, Seohyun ah kenapa kau tidak pulang saja hmm ?”

“Oppa kau mengusirku ?”

“Bukan begitu, tapi ini sudah malam”

“Lalu kenapa kau tidak menyuruh Yuri pulang saja ?”

“Tidak, aku masih ada urusan dengannya”

“Kalau begitu aku sini saja”

“Tidak tidak tidak, Kau pulang !!”

“Aish, baiklah”

Perdebatan antara Luhan dan Seohyun berakhir dan dimenangkan oleh Luhan. Seohyun berjalan keluar kamar Yuri dan Luhan dengan kesal lalu entahlah dia mau kemana yang pasti dia akan pergi dari hotel ini.

Luhan tersenyum aneh pada Yuri yang kini berdiri disampingnya. Yuri juga membalas senyuman Luhan dengan senyuman hangat berusaha mengatakan pada Luhan kalau dia baik baik saja setelah ucapan Seohyun padanya. Melihat senyuman Yuri, Luhan hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“Dia cantik, pantas menjadi yeojachingumu. Luhan ssi” Guman Yuri yang tanpa sengaja mengucapkan sesuatu yang ada difikirannya. Kedua matanya membulat dan tersenyum aneh pada Luhan yang kini menatapnya juga dengan tatapan bingung dan aneh.

“Eh, dia itu..”

“Ommo, ini sudah malam. Aku harus pergi membeli makanan, Kalau begitu aku pergi dulu ne” Ujar Yuri yang memotong ucapan Luhan. Dia berjalan meninggalkan Luhan namun sebelum dia berjalan dia membungkukkan badannya pada Luhan.

Luhan yang tadi terdiam kini menarik tangan Yuri yang belum jauh darinya, seolah menyuruh yeoja bernama Yuri itu untuk berhenti dan mendengarkan ucapannya. Yuri menatap Luhan yang masih mengenggam tangannya dengan tatapan bingung.

“Em, bolehkah aku ikut ? aku juga lapar”

>>>

Yuri dan Luhan berjalan berdampingan. Keduanya membawa segelas kopi yang sempat mereka beli direstoran. Yuri mengenggam gelas kopi itu dengan kedua tangannya. Yuri dan Luhan sekarang memang sedang berjalan menuju pantai, kebetulan pantai itu tak jauh dari hotel tempat mereka tinggal.

Mereka berdua duduk disebuah bangku yang ada ditepi pantai. Yuri memejamkan kedua matanya, merasakan angin malam yang menusuk tubuhnya. Yah ada dua hal yang membuat Yuri memejamkan kedua matanya. Yang pertama karena dia senang saat angin menerpanya dan disisi lain dia kedinginan. Yuri merasa bodoh karena dia lupa tak membawa jaket. Dan sekarang dia harus terdiam dan kedinginan disini.

“Kau kenapa ?” Tanya Luhan, dia memang sedari tadi memperhatikan Yuri. Yuri menolehkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya mencoba memberi isyarat kalau dia baik baik saja.

Sekali lagi angin menerpa mereka berdua, dan sekali lagi Yuri memejamkan kedua matanya. Luhan yang sedari tadi menatap Yuri hanya tersenyum. Sekarang dia tau kenapa Yuri selalu memjamkan kedua matanya.

Luhan melepaskan jaket berwarna putih yang dia gunakan. Lalu memakaikannya pada Yuri. Yuri yang masih memejamkan matanya kini menatap Luhan dengan tatapan bingung sekaligus heran. Sedangkan Luhan hanya tersenyum.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau kedinginan ?” Ujar Luhan seraya tersenyum manis pada Yuri. Yuri terdiam, dia terpaku beberapa saat ketika melihat senyuman yang Luhan berikan padanya. Jantungnya berdegup kencang, nafasnya tiba tiba saja menjadi sesak.

“Ya Tuhan..” Guman Yuri dalam hatinya, dia mencoba menahan perasaan aneh yang sekarang merasuki hatinya. Yuri menghela nafasnya mencoba membuat dirinya kembali seperti semula walaupun hasilnya tetap sama saja.

“Gwenchana ?” Tanya Luhan, Yuri kembali menganggukkan kepalanya pelan. Lalu menatap laut yang sekarang sedang pasang. Yuri menolehkan kepalanya menatap Luhan yang kini sedang sibuk menatap laut.

“Yuri ssi, aku ingin bertanya padamu” Ujar Luhan yang kini menolehkan dan menatap Yuri yang masih menatapnya. Mengetahui Luhan kini menatapnya Yuri langsung terlihat salah tingkah.

“W..wae ?” Tanya Yuri pada Luhan.

“Kau tinggal dimana ?” tanya Luhan, dia menatap Yuri yang sekarang terdiam. Entah apa yang merasuki diri Luhan yang pasti dia ingin lebih mengenal yeoja yang ada disampingnya. Dia juga merasakan dirinya nyaman ketika berada disamping Yuri. Yah, walaupun satu fakta yang membuat hal itu terlihat aneh, mereka baru saja bertemu, tepatnya beberapa jam yang lalu.

“Aku tinggal diSeoul, kau ?” Tanya Yuri, dia menatap Luhan yang kini nampak terdiam menatapnya dengan tatapan kosong. Yuri menghela nafasnya lalu memegang bahu Luhan dan menggerakkannya perlahan. “Luhan ssi”

Luhan membuyarkan lamunannya ketika merasakan seseorang menggerakkan tubuhnya. Dia menatap Yuri yang sekarang berhenti menggerakkan tubuhnya dan tersenyum padanya.

“Mianne, Yuri ah”

>>>

Luhan menggerakkan tubuhnya kekanan dan kekiri mencoba mencari posisi yang tepat untuk tidur. Namun dia tak kunjung menemukannya. Kedua matanya kini tertuju pada sosok Yuri yang tidur disebrang kasurnya, dia memang tak memandang wajah Yuri melainkan menatap punggungnya karena Yuri tidur dengan cara membelakangi Luhan.

Luhan menghela nafasnya dan masih menatap punggung Yuri. Sedetik kemudian dia memejamkan kedua matanya dan menghadap kearah Yuri. Sekarang dia sudah bisa tertidur, bahkan dalam waktu beberapa detik saja.

Sedangkan Yuri, dia menggerakkan badannya kekanan sehingga kini kedua matanya tak tertuju pada jendela lagi, melainkan pada sosok Luhan yang kini nampak tertidur pulas. Sebenarnya, sedari tadi dia memang tak bisa tidur. Dia juga tau kalau Luhan tak bisa tidur oleh karena itu dia tidur dengan cara membelakangi Luhan agar Luhan mengira dia sudah tidur. Dan sekarang, dialah yang terkena Insomia.

Yuri bangkit dari tidurnya lalu menuju meja dimana dia menaruh sebotol air putih. Langkahnya kini berlanjut menuju kebalkon kamarnya. Sekarang, dia tengah menatap jalanan disekitar hotel yang nampak sepi. Tentu saja, ini sudah tengah malam.

Yuri hendak kembali ketempat tidurnya, tapi karena dia melihat sosok Luhan sedang berdiri didepan pintu seraya kedua tangannya dilipat didepan dada. Yuri nampak kaget ketika tiba tiba melihat sosok Luhan, bukankah tadi Luhan sedang tidur ? karena kagetnya, Yuri hampir sama menjatuhkan gelas yang dia bawa.

“Kau membuatku terkejut, Luhan ssi” Ujar Yuri seraya mengembungkan pipinya. Luhan tersenyum pada Yuri lalu berjalan dan berdiri disamping Yuri. Sesaat, jantung Yuri kembali berdegup kencang.

“Kau juga tak bisa tidur ?” Tanya Luhan, Yuri tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Oh ya, besuk kau akan pergi kemana ?” Tanya Luhan lagi, Yuri terdiam lalu menghela nafasnya pelan. Dia tak tau akan pergi kemana, yang pasti dia harus mengerjakan tugas yang diberikan Songsaemin.

“Aniya, aku tidak kemana mana. Aku harus mengerjakan tugas dari songsaenim dulu” Ujar Yuri dia menatap sosok Luhan yang menurutnya terlihat tampan ketika dilihat dari kegelapan ah bukan kegelapan melainkan dengan pencahayaan lampu yang remang remang.

“Em, bolehkah aku membantumu ?” Tanya Luhan, dia menatap Yuri yang kini menatapnya dengan tatapan bingung sekaligus aneh.

“Ne, aku tak tau harus pergi kemana dan aku juga tak punya seseorang yang bisa menemaniku” Ujar Luhan mencoba memberi alasan ketika dia melihat respon Yuri yang nampak aneh baginya. Yuri hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“Kenapa kau tidak bersama Seohyun saja ?” Tanya Yuri karena dia tiba tiba saja mengingat Seohyun. Luhan menatap Yuri dengan tatapan kesal lalu menggelengkan kepalanya pelan, seolah sudah menolak mentah mentah ucapan Yuri.

“Tidak tidak, dia itu sangat cerewet. Dia bisa menghancurkan moodku” Gerutu Luhan yang kini masih menatap Yuri dengan tatapan kesal, Yuri menyerngit ketika melihat ekspresi Luhan, sekarang otaknya sedang berfikir ‘apakah ada namjachingu seperti Luhan ?’.

“Tapi dia yeojachingumu, kasihan dia”

“Tunggu, dia bukan yeojachinguku. Dia dongsaengku Pabo !!” Ujar Luhan seraya memukul kepala Yuri pelan, yang dipukul hanya merintih kesakitan walaupun sebenarnya sama sekali tak sakit.

“Oh dia dongsaengmu ? Mianne Luhan ssi” Ujar Yuri yang kemudian tersenyum simpul pada Luhan. Sedangkan, Luhan dia menatap Yuri dengan tatapan bingung sekaligus aneh. “Untuk apa kau minta maaf ?” Tanya Luhan.

“Karena aku sudah sok tau tentang Seohyun” Guman Yuri pelan, Luhan terkekeh ketika mendengar jawaban Yuri. Namja itu mengacak ngacak rambut Yuri kasar sehingga membuat Yuri menatapnya dengan tatapan sebal.

“Yuri ssi, memangnya kau masih bersekolah ?” Tanya Luhan, Yuri menganggukkan kepalanya pelan.

“Ne, aku masih kuliah. Yah semester terakhir. Wae ?” Guman Yuri, Luhan tersenyum senang pada Luhan. Sedangkan Luhan nampak menggaruk garuk belakang kepalanya pelan.

“Oh, nanti kalau kau sudah wisuda kau harus memberitau padaku, Arra ?”

Yuri menyerngit mendengar ucapan Luhan. Otaknya berfikir mencoba mencerna ucapan Luhan yang terlalu ambigu ditelinga Yuri. Yah, walaupun cukup lama dia terdiam namun Yuri tak kunjung menemukan jawabannya yang ada dia pusing karena ucapan Luhan.

“Maksudmu ?”

<><><><><> In Jeju With You ? <><><><><>

TBC

Annyeonghasseo~

Huwa, setelah sekian lama (?) akhirnya Author yang baik hati dan sombong ini kombek lagi, apakah kalian merindukan Author ? Ah, tak usah dijawab pasti kalian engga kangen sama author #Plak.

Sebenernya Author itu udah mau ngepost FF ini dari lama, tapi gara gara habis baca berita kalau Luhan udah pernah punya First Kiss jadi buat Author UnMood buat ngepost *IngatPuasa* #Plak *Curcol*

Okeh, bagi kalian komentar ne ^^

Gumawo *bow

40 responses to “In Jeju with You ?!! [Part 1]

  1. Bagus thor..keren Pasti luhan mw lamar yuri setelah yuri wisuda..*sok tau*wkwk
    author kpan2 bikin ff chanyul couple dong chanyeol sma yuri..hehe

  2. sempet ngira kalo seohyun itu yeojachingunya luhan, haha
    mau ngapain tuh ngedatengin wisudanya yuri segala? jeng jeng jeng

    ditunggu part selanjutnya~~~ ^^v

  3. huuaaa…Kuraaangg!!!!!

    Kuraanggg pnjaanggg….:-(
    Next prtnya jgan Lma2 yahh eon..^^
    #YulHan Jjang^^

  4. ciyeeee Yuri sama Luhan 1 kamar jangan apa-apain Yuri ya Luhan /plak.
    part ini belum muncul konfliknya ya? wah gak sabar nunggu part 2nya .
    oya, tadi aku nemu typo diatas ” Luhan
    tersenyum senang pada Luhan.” itu maksudnya Yuri
    tersenyum senang pada Luhan kan?
    dan ada “guman” harusnya “gumam” kan?
    sebelumnya maaf kalau salah, cm mau kasi tau author aja🙂

  5. Annyeong eonni ceritanya daebak deh eonni ditunggu ya eonni next partnya jgn lama-lama eonni ^_^
    Keep on writing eon
    Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s