I Choose to love you [Part 1]

poster-i-choose-to-love-you [alfina23]

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast : Kwon Yuri, Xi Luhan, Seo Joon Hyun

Other Cast : Park Chanyeol, Choi Sooyoung

Rating : General [PG 13]

Gerne : Romance, Sad, Friendship

Lenght : Chapter/ Part

Warning : Not For Silent Reader, Plagiator, Warning Typo, NO BASH !!

Poster : exoshidaefanfic.wordpress.com [Alfina23]

Message : Annyeong, semoga kalian menyukai FF ini ne. FF ini, terispirasi oleh sebuah lagu. ‘Hyorin SISTAR – I choose to love you’

Happy Reading !!

~~** I Choose to Love You **~~

Meskipun kau tak mengetahui perasaanku,

Aku ingin engkau tau, Aku mencintaimu melebihi siapapun didunia ini..

~~** I Choose to Love You **~~

Yuri POV

Kedua mataku ini terpejam, menatap langit malam yang bertaburan bintang bintang serta sang bulan yang berbentuk bulat itu bersinar segitu terang. Malam gelap ini tak lagi terlihat seperti malam hari, bahkan terlihat seperti siang hari yang mendung. Hm, mungkin..

Aku tersenyum menatap Sooyoung yang terlihat tengah tertawa bersama Chanyeol, namjachingunya. Yah, Sooyoung adalah saudaraku bukan saudara kandung memang Appa Sooyoung adalah adik Ummaku. Sooyoung tinggal disini karena tuntutan Sekolah, sedangkan kedua orang tuanya masih diAmerika.

Masih mengamati Sooyoung, tiba tiba saja angin lembut menerpa wajahku. Aku tersenyum tipis dan dapat merasakan sesuatu yang aneh merasuki hatiku. Akankah aku merindukan namja kecil itu ? Ah, sudah lama aku tak bertemu dengannya.

3 Tahun ? Waktu yang cukup lama, jika kau tak melihat sosok yang ku cintai sama sekali bahkan hanya sedetik. Aku tak tau sekarang dia tinggal dimana, bagaimana keadaannya Aku tak tau semuanya tentang namja itu. Yang hanya aku tau aku masih mencintai sosoknya, perasaan itu masih tertinggal dihatiku. Sampai detik ini.

Hm.. Entahlah..

>>>

Sinar matahari memasuki celah celah jendela kamarku. Sontak kedua mataku ini terbuka secara perlahan, samar samar kudapati sebuah ruangan berwarna biru muda yang biasa kulihat bahkan setiap hari aku melihatnya. Aku tersenyum tipis menatap ruangan itu lalu menghela nafasku yang sempat tertahan. Pagi yang indah..

Setelah menunggu beberapa saat sampai nyawaku kembali, aku segera bangkit dan menyambar handuk yang kugantung dudekat pintu kamar mandi kamarku. 30 Menit lagi aku bisa terlambat kesekolah, Jadi aku harus bergegas.

>>>

Kulangkahkan kakiku gontai memasuki gedung sekolah. Kenapa saat aku sampai disekolah Moodku menjadi buruk ? Bahkan aku merasakannya setiap hari mungkin sekolah adalah MOODBROKEN ku, tak ada hal yang bisa membuat Moodku kembali normal saat disekolah sekalipun Seohyun, sahabatku.

Dari kejauhan, kulihat sosok Seohyun sedang berdiri seraya memainkan handphone miliknya. Aku menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung tumben sekali pagi pagi dia sudah bermain handphone, bahkan memegang handphonenya saja tak pernah adakah setan yang mengikutinya hari ini ?

Aku berlari menghampiri yeoja berambut panjang itu, lalu menepuk pundaknya pelan. Yeoja yang sering kupanggil dengan nama Seohyun ini terlihat terkejut kemudian memandangku dengan tatapan kesal.

“Ah, Unnie kenapa kau suka membuatku terkejut ?” Gumannya pelan, kemudian kembali terfokus pada layar handphone berwarna putih itu. Aku kembali menyerngit aneh dan mengangkat bahuku pelan tanda tak perduli.

“Namja itu sekolah disini, Unnie..”

Aku menatap Seohyun yang terlihat begitu bahagia menceritakan sosok yang dia sebut dengan sebutan namja itu. Aku kembali menyerngit memandang Seohyun kenapa dia terlihat begitu bahagia ? Sebelum ini, aku tak pernah melihatnya tersenyum setulus hari ini. Lagipula aku juga tak tau dia sedang mengatakan apa.

“Maksudnya ?”

Seohyun berdecak sebal kemudian menghela nafasnya kasar. Dia masih menatapku dengan tatapan yang sama, Sebal. Aku hanya menyerngit seraya menampakkan sebuah cengiran bodoh diwajahku.

“Namja yang kemarin kuceritakan pada Unnie, Lulu. Dia sekarang berada disekolah ini, dan mungkin menjadi teman sekelas Unnie” Ujarnya senang, aku tersenyum tipis kemudian kembali menatapnya dengan tatapan aneh.

Krring…

Bel sekolah berbunyi, aku tersenyum pada Seohyun kemudian menepuk bahunya perlahan mengisyaratkan kalau aku harus segera pergi kesekolah. Seohyun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya pelan. “Hati hati Unnie..”

~~** I Choose to Love You **~~

            Aku duduk dibangku paling belakang, sebenarnya aku ingin duduk ditempat paling depan tapi karena aku masuk kekelas terlambat jadi aku terpaksa duduk dibangku yang paling belakang.

Aku terdiam, aneh kenapa aku menjadi dag dig dug seperti ini ? Padahal hanya ada murid baru yang datang, apalagi aku tak mengenal namja yang Seohyun maksudkan. Lulu ? Ah entahlah, bukankah dia seorang namja tapi kenapa dia bernama Lulu ? seperti nama seorang yeoja saja.

“Lihat lihat !! Dia murid baru ?”

Sontak lamunanku terbuyar menatap lurus kedepan yang ternyata sudah berdiri Kyuhyun Songsaenim dan seorang namja yang Em, cukup tampan. Aneh, tapi aku merasa sudah pernah bertemu dengan namja itu. Bukan, Bukan !! Aku tak pernah bertemu dengannya sama sekali tak pernah tapi aku mengenal namja itu. Hh.. dia Luhan. Yah, aku yakin dia Luhan.

“Annyeong, sekarang kelas kalian kedatangan murid baru. Nah, sekarang perkenalkan namamu”

Namja itu tersenyum lalu membungkukkan tubuhnya. Kedua mataku terus saja memandangi wajahnya yang sudah lama tak pernah kulihat, terakhir aku melihatnya 3 tahun yang lalu. Saat aku masih kelas 2 JHS. Itu juga aku tak satu sekolah dengannya.

Dulu, sepulang sekolah aku selalu menunggunya ditaman belakang sekolah agar kami bisa pulang bersama. Tapi sejak hari itu, dia tak pernah lagi muncul. Bahkan dia meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata perpisahan.

Yah, setidaknya aku bisa bertemu dengan namja ini lagi. Walaupun dengan takdir yang berbeda. Dia sudah menjadi milik Seohyun bukan ? Dan aku hanyalah yeoja yang pernah lewat dalam kehidupannya.

“Nah, Luhan kau bisa duduk disamping yeoja itu” Ujar Kyuhyun Songsaenim, aku masih melamun tapi dengan jelas aku dapat mendengarkan ucapan mereka. Tak berapa lama, namja itu berjalan menghampiriku dia tersenyum kemudian duduk disampingku. Eh, disampingku ? Sontak, aku langsung menengokkan kepalaku dan mendapati sebuah bangku kosong disampingku. Hm, setidaknya aku masih bisa berpura pura tak mengenalnya.

“Annyeong, boleh aku tau namamu ?” Ujar namja itu seraya mengulurkan tangannya padaku, aku hanya menolehkan kepalaku dan tersenyum padanya. Tangan kananku bergerak menjabat tangan Luhan. “Kwon Yuri, Hm.. Yuri”

END YURI POV

~~** I Choose to Love You **~~

LUHAN POV

Aku tersenyum pada yeoja itu. Hh, Yuri apakah kau sudah melupakanku ? Padahal baru 3 tahun aku tak bertemu denganmu kenapa kau dengan mudah melupakanku, Sahabat macam apa kau ini ? Menyebalkan !!

Yah, andaikan saja dia tau alasan aku kembali keKorea karena ingin bertemu dengannya. Dan betapa sulitnya aku mencari dia sekarang sekolah dimana, Huh tapi untunglah Seohyun mengenal Yuri. Andai saja saat itu Seohyun tak menceritakan tentang Yuri pasti sekarang aku tak akan bertemu dengannya.

“Luhan ssi, Jangan melamun” Ujar Yuri pelan, mendengar suaranya yang lembut membuatku membuyarkan lamunanku dan tersenyum padanya. Aku sempat terpaku beberapa saat melihat wajahnya yang sama sekali tak berubah, Ah sekarang dia terlihat lebih manis.

“Maaf, tapi aku boleh memintamu untuk menemaniku mengelilingi sekolah ini ?” Ujarku pelan dan menatap Yuri yang tadinya sedang sibuk menulis dibuku tulisnya. Yeoja itu menatapku dengan tatapan aneh, alis kanannya terangkat seolah menyuruhku untuk mengulangi ucapanku.

“Apa kau mau menemaniku ?”

Yuri masih dengan tatapan yang sama, sebuah senyuman manis itu masih tersungging diwajah cantiknya. Yeoja itu nampak menghela nafasnya walaupun masih tersenyum padaku. “Bukankah Seohyun bisa menemanimu ?” Gumannya pelan, aku terdiam seolah masih mencerna semua ucapan yang tadi dia katakan padaku. Seohyun ? Jadi dia mengenal Seohyun ? Lalu tau dari mana kalau aku dekat dengan Seohyun, aku tak pernah memberitahunya tentang hal itu, Atau jangan jangan Seohyun yang mengatakannya pada Yuri. Aish..

“A..aku.. Em, aku tak ingin menganggunya” Gumanku mencoba mencari alasan agar Yuri mau menemaniku. Aku menatap Yuri dengan tatapan berharap, tentu saja berharap yeoja ini mau menemaniku. Yuri terdiam, nampak berfikir lalu menatapku dengan tatapan kesal yang selalu kulihat diwajahnya 3 tahun yang lalu.

“Kau fikir kau tidak mengangguku, Heh ?”

Aku terdiam mendengar ucapan Yuri yang menurutku terkesan dingin dan terlihat sekali kalau dia memarahiku. Kutundukkan kepalaku dan tak menatapnya sama sekali, aku tak ingin bertengkar dengannya. Apalagi hari ini adalah hari pertamaku berada disekolah ini dan hari pertamaku kembali melihat wajah malaikat yang sudah lama tak pernah kulihat.

“Mianne, aku tid..”

“Kenapa ? Aku hanya tercanda, lagipula kau tidak mengangguku, Luhan ssi” Ujarnya yang kemudian Yuri meledak dalam tawanya sendiri, dia masih sibuk menutup mulutnya dan menahan tawanya sedangkan wajahnya itu sudah memerah. Tangan kanannya itu memegang perutnya. Aneh, aku sempat bingung kenapa dia tertawa ? Menurutku tak ada hal yang perlu ditertawakan.

“Kau membuat perutku menjadi sakit” Gumannya lagi, kini tawanya mereda walaupun yeoja itu masih memegang perutnya dan wajahnya itu masih memerah dan nafasnya masih tak beraturan. Aku tersenyum manis padanya kemudian menggaruk garuk belakang kepalaku pelan. “Maaf..”

“Untuk apa kau minta maaf, Luhan ssi ? Kau tidak melakukan kesalahan, lagipula aku senang kau ada disini. Kau bisa membuatku dengan sikapmu itu, Ingat jangan terlalu polos” Ujar Yuri panjang lebar, aku tersenyum padanya lalu menganggukkan kepalaku pelan, Yuri membalas senyumanku sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya dan menatap kearah papan tulis.

Ah, andai dia tau.. aku merindukannya..

~~** I Choose to Love You **~~

            Kami berjalan menyelusuri jalan satu kejalan yang lain, memasuki ruangan satu dan beralih keruangan lain. Telingaku memang sedikit panas karena harus mendengarkan semua ocehan Yuri yang menurutku tak penting bagiku. Sedari tadi aku memang menatap wajahnya, senyuman yang menghiasi wajahnya.

“Neomu Yeppo..” Gumanku pelan yang masih menatap wajah cantik Yuri, senyuman ini masih menghiasi wajahku. Telingaku yang tadinya menangkap ucapan Yuri kini tak mendengarkan apapun, sontak kubuyarkan lamunanku dan menatap Yuri yang kini menatapku dengan tatapan aneh sekaligus bingung. Aku dapat membaca ekspresi wajahnya dengan cepat. Tentu saja, aku sudah mengenalnya sejak lama.

“Kau mengatakan apa, Luhan ssi ?”

Aku terdiam tak menjawab ucapannya, jujur saja aku bingung apa yang harus kuucapkan kepada yeoja itu. Apa aku harus mengatakan kalau aku mengatakan dia cantik ? Apa aku bodoh ? Bagaimana bisa dengan mudah aku mengatakan hal itu, Itu sangat memalukan.

“A.. Aniya, hanya saja kau terlihat cantik” Gumanku pelan, Yuri terkekeh mendengar ucapanku aku dapat melihat wajahnya itu mendadak berubah menjadi merah muda. Yeoja itu tersenyum padaku, senyuman yang lebih manis dari senyuman yang biasa dia tampakkan.

“Eh—lebih baik kita pergi keruangan kesukaanku saja”

Aku kembali terdiam mendengar ucapannya, keruangan kesukaannya ? Bukankah sekarang kita berdua sedang berada diruang Dance ? Dan bukankah selama ini Yuri suka sekali dengan dance, bagaimana bisa dia tak menganggap kalau ruangan ini sebagai ruangan favoritnya ?

Langkah Yuri kembali melaju, aku hanya bisa terdiam dan mengikutinya dari belakang. Memang banyak murid yang sedari tadi memperhatikan ku dan Yuri. Dan setelah kufikir fikir aku terlihat seperti pembantu Yuri. Tentu saja, untuk apa aku berjalan dibelakangnya kalau aku bisa berjalan disampingnya ? Tapi aku tak berani untuk melakukan hal itu, terlalu beresiko..

Senyuman yeoja itu mengembang, dia berhenti disebuah ruangan yang didepannya terdapat pintu berwarna coklat. Terlihat begitu jelas didepan pintu kalau ini adalah ruang musik. Tangan kanan Yuri mengeggam gangang pintu dan membukanya perlahan, senyumannya kembali mengembang saat kami memasuki ruangan ini. Wah, menakjubkan !!

Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan alat musik mulai dari piano, biola, gitar, drum, harpa dan masih banyak lagi. Senyumanku kembali kusungging saat tiba tiba saja telingaku mendengarkan sebuah alunan melodi lembut yang berasal dari piano berwarna putih yang sekarang dimainkan oleh Yuri. Masih dengan senyuman yang sama, aku berjalan menghampirinya dan berdiri tepat disampingnya.

Hancham kkumkkwowatdeon maeiri naege chajawado

Sebuah suara lembut terdengar ditelingaku suara lembut yang sudah lama tak pernah kudengar. Lagu ini, aku masih mengingatnya, lagu yang biasa dia nyanyikan untukku kalau aku sedang sedih. Aku tak akan melupakannya, Dan bagaimana bisa aku melupakan hal yang seharusnya tak kulupakan ?

Geudaewa na hamkkerago songarak geolgo
Promise to you

 

Melodi indah itu berakhir, suara lembut antara piano dan suara itu juga berakhir. Tapi memoriku tak dapat berakhir, aku masih berada dalam saat itu.. saat yang sangat berharga bagi KU dan bagi MU.

“Kau menyanyikan lagu itu, Hm.. sudah lama aku tak mendengarkan kau menyanyikan lagu itu..”

“EH— A..kku..”

~~** I Choose to Love You **~~

TBC

Annyeong,

Gimana ? apa kalian menyukai Ff ini, Yah semoga saja ne.

Jangan lupa komentar,

And last Gumawo ^^

22 responses to “I Choose to love you [Part 1]

  1. Yulhan pura2 ga saling kenal neh pdhl sebenarnya mereka kenal kekeke
    di tunggu next partnya thor ^^

  2. keren thor, next partnya cepetin dong thor gak sabar nih,,
    big project nya juga cepetin yah,, udh gak sabar nih
    pke bb gak thor? klo pke invite ya pin ku 263a4a18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s