[Drabble Collection] Saranghae Appa

[Drabble Collection] Appa, Saranghae..

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast : Chanyeol – Sooyoung, Kai – Hyoyeon, Sunny – Tao, Tiffany – Suho, Yuri – Luhan, Yoona – Sehun.

Rating : General

Gerne : Romance, Family

Lenght : Drabble [Oneshoot]

Author Note : FF ini terinspirasi dari beberapa FF, dan yang lain asli pemikiran saya.

Happy Reading ^^

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Chanyeol – Sooyoung – Park Hye na

“Chanyeol, jangan buat dia tertawa terus nanti dia bisa menangis” Gerutu yeoja cantik yang kini sedang berada ditengah tengah pintu kamar putrinya. Chanyeol yang melihat istrinya yang terus saja mengomel hanya mengendus kesal.

“Apa salahnya membuat anaknya sendiri tertawa ?” Gumannya dalam hati. Walaupun Chanyeol merasa kesal dengan sikap istrinya yang menurutnya cerewet itu, dia masih saja menuruti ucapan sang istri. Kalau tidak, Sooyoung akan mengomel lebih panjang lagi.

“Kajja tidur, Hyena..” Ujar Sooyoung lembut, dia tersenyum manis lalu mengelus rambut putrinya yang sudah berumur 5 tahun itu. Hyena hanya terkekeh lalu mengecup pipi Umma dan Appanya.

“Appa, kenapa kau aneh ?” Tanya Hyena sebelum Chanyeol dan Sooyoung kembali kekamar mereka. Chanyeol terdiam dia menatap Sooyoung yang nampak terkekeh pelan, setelah itu Chanyeol mengendus kesal. “Ku kira aku tampan” Jawab Chanyeol.

“Appa memang tampan, tapi Appa aneh” Tambah Hyena seolah masih mempertahankan pendapatnya. Chanyeol kembali mengendus kesal, tapi sebelumnya dia tersenyum pada Hyena.

“Dia tidak aneh, tapi Appa ingin membuat Hyena senang” Ujar Sooyoung sehingga membuat Hyena menatapnya dengan tatapan ‘benarkah ?’. Senyuman Hyena mengembang lalu tersenyum manis pada Chanyeol.

“Appa, Saranghae..” Ujarnya yang kemudian berhamburan memeluk Chanyeol yang menampakkan cengiran Khas Park Chanyeol.

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Hyoyeon – Kai – Kim Yoo Jun

“Appa, jangan terlalu cepat aku tidak bisa mengikutinya” Teriak Yoo Jun yang nampak frustasi karena sikap Appanya yang menari terlalu cepat. Kim Jong In, Yang biasanya dipanggil dengan sebutan Kai ini mengendus kesal lalu mengulang gerakannya lebih lambat lagi.

“Seharusnya yang lebih pantas menjadi gurunya itu Yoo Jun” Komentar Hyoyeon yang sedari tadi menatap kedua namja yang sama sama dia cintai, Kai sebagai suaminya dan YooJun sebagai putranya.

Mendengar kementar Hyoyeon membuat Kai menghentikan aktivitasnya dan menatap Hyoyeon dengan tatapan kesal. Hyoyeon nampak terkekeh pelan sedangkan YooJun malah terdiam, menatap kedua orang tuanya yang menurutnya suka sekali bertengkar, Bahkan seperti anak SD.

“Kenapa Appa dan Umma bertatapan seperti itu ?” Tanya YooJun, Hyoyeon menyerngit lalu memalingkan wajahnya menatap YooJun dan tersenyum senang. Namun Kai malah mengembungkan pipinya.

“Aniya, lagipula Appa akan mengajarimu tarian yang pernah membuatnya menjadi juara 1 Lomba dance” Ujar Hyoyeon senang, YooJun membulatkan kedua matanya tanda tak percaya. Sama seperti Kai dan Hyoyeon, YooJun juga suka dance.

“Jinjja ?” Tanya Yoojun sumringah, Kai menganggukkan kepalanya lemas. Sedetik kemudian dia tersenyum senang pada YooJun.

“Ah, Saranghae Appa !!” Teriak Yoojun senang yang kemudian berlari memeluk Kai yang sekarang menatap putranya itu dengan tatapan aneh.

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Sunny – Tao – JaeYoong

“Kenapa Appa menangis ?” Tanya Jaeyoong pada Appanya yang kini sedang terisak dalam tangisnya. Tao menolehkan kepalanya dan menatap Sunny dan Jaeyoong dengan air mata yang berlinang.

“Tao, kita sekarang sedang dibioskop. Jangan buat aku malu, kau itu hanya menonton film anak kecil saja sudah menangis” Gerutu Sunny yang kemudian menatap layar bioskop yang menampilkan film berjudul ‘UP’.

“Aish, Appa sedang terharu. Untung kakek itu baik hati” Guman Tao yang kemudian menatap layar bioskop itu lagi. Mulut Jaeyoong terbuka, tak percaya dengan ucapan sang Appa.

“Oh My God, Appa itukan seorang namja tapi kenapa sikapnya sama seperti seorang yeoja ? Sedangkan Umma, kenapa Umma sikapnya seperti seorang namja ? Aish, Untung saja aku tidak” Guman Jaeyoong dalam hatinya. Bayangkan seorang namja kecil berumur 6 tahun sudah memiliki pemikiran yang dewasa.

“Aku tak akan membiarkanmu mengikuti kegiatan Pramuka” Gerutu Tao yang sekarang menatap Jaeyoong. Namja kecil itu menyerngit bingung, menatap sang Appa dengan tatapan polos miliknya.

“Wae Appa ?”

“Itu semua karena Appamu tak ingin kau terbang kelangit dengan seorang kakek, lalu kau mengalami kisah sama seperti Film itu” Ujar Sunny yang langsung menjawab pertanyaan yang tadinya ditujukan pada Tao. Jaeyoong terdiam, sedetik kemudian dia tersenyum pada Appanya.

“Appa ingin kau baik baik saja”

“Saranghae, Appa !!” Guman Jaeyoong yang langsung memeluk Appa yang kini sedang duduk disampingnya. Tao tersenyum lalu mengacak ngacak rambut Jaeyoong kasar.

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Tiffany – Suho – Kim Sunna

“Sunna, Kajja kita naik mainan itu !!” Ujar Suho senang, dia menatap Sunna dan Tiffany yang tengah tertawa disebuah bangku taman bermain. Sunna tersenyum pada Appanya lalu berlari kecil menuju Suho.

“Appa, itu Apa ?” Tanya Sunna yang nampak bingung saat melihat permainan yang menurutnya cukup menakutkan. Permainan yang melaju dengan kecepatan tinggi, Permainan yang membuat orang orang berteriak histeris.

Senyuman Suho mengembang lalu menatap Tiffany dan Sunna yang sekarang sudah berada disampingnya. “Jet Coaster” Ujar Suho Bangga bermaksud menjawab pertanyaan yang sempat Sunna lontarkan.

Sedetik kemudian sesuatu mendarat dikepala Suho dan berhasil membuat Suho meringis kesakitan. Kedua matanya menatap Tiffany, sang Istri dengan tatapan ‘kenapa kau memukulku ?’. “Aw, sakit Chagiya..” Guman Suho.

“Kau sih, dia masih kecil kenapa kau menyuruhnya menaiki permainan itu ? Itu khusus orang dewasa Pabo !!” Omel Tiffany yang kini tengah menatap Suho dengan tatapan kesal, Suho menampakkan sebuah cengiran diwajahnya tangan kanannya membentuk ‘V’.

“Ah, kau ingin naik Apa Sunna ?” Tanya Suho pasrah, Sunna yang tadinya menatap kedua orang tuanya dengan tatapan aneh itu tersenyum senang. Lalu menujuk sebuah mainan besar berbentuk bulat yang sedang berputar.

“Bianglala ? Ah, Baiklah Kajja kita naik” Ujar Suho yang kemudian mengendong putri kecilnya. Tiffany tersenyum senang lalu berjalan berdampingan dengan Suho, Suaminya.

“Ah, Gumawo Appa, Saranghae..” Ujar Sunna senang dia mengecup pipi Suho.

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Yuri – Luhan – Soo ri

“GOL !!” Teriak Luhan sambil meloncat loncat senang. Namja itu tersenyum senang lalu kembali menyandarkan tubuhnya disofa. Disebelahnya terdapat 2 orang yeoja cantik tengah menatapnya dengan tatapan aneh.

“Appa, kenapa melihat sepak bola ? Aku ingin melihat Barbie” Rengek putri kecilnya yang bernama Soori itu. Luhan mengendus, yang ada dalam fikirannya sekarang adalah menonton pertandingan sepak bola.

Memang benar dugaan Luhan sebelumnya, Soori itu pasti memiliki sifat yang tak jauh dari Yuri. Manja, dan ingin mendapatkan semua yang dia inginkan. Tapi tidak untuk hari ini, Luhan tak ingin melewatkan pertandingan sepak bola, apalagi itu adalah tim favoritnya.

“Appa, Kajja kita menonton Barbie..”

“Tidak..”

“Appa, Ayolah..”

“Hm..”

“Appa, Aku tak suka sepak bola”

“Lalu ?”

“Appa aku ingin melihat barbie”

“Appa ingin melihat sepak bola Soori..”

“Tapi Appa sudah melihatnya setiap hari”

“Tidak, Appa tak pernah melihat sepak bola karena..”

“Luhan, berhenti bertengkar” Ujar yeoja cantik yang sedang duduk disamping kanan Luhan. Luhan menolehkan kepalanya dan menatap Istrinya sedang menatapnya dengan tatapan kesal.

“Tapi, Chagiya aku sudah lama tak melihat sepak bola” Rengek Luhan manja pada Yuri. Yuri menghela nafasnya perlahan, lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Kau lihat saja diInternet” Pinta Yuri, Luhan menghela nafasnya pelan lalu berdecak sebal. Sekarang, dia harus mengalah lagi.

Luhan beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar. Sebelumnya, dia sempat mengelus rambut Yuri dan mengecup pipi Soori. “Chagiya.. Jangan marah ne” Ujar Yuri, dia tersenyum manis pada Luhan, Sedangkan Luhan hanya tersenyum tipis.

“Appamu, ngambek” Guman Yuri pada Soori. Putri kecil Luhan itu menatap punggung Luhan yang sekarang sudah ditelan pintu lalu berjalan mengikuti Appanya. Yeoja kecil itu memeluk Appanya, “Mianne Appa, Saranghae..”

~~** Appa, Saranghae.. **~~

Yoona – Sehun – Hyoo ri

“Appa, kenapa Umma cantik ?” Tanya Hyoori pada Sehun, Sehun menatap Yoona yang terlihat sibuk membuat makanan didapur lalu tersenyum senang. Dia memang cantik, Tapi Yoona itu galaknya minta ampun.

“Entahlah, Mungkin dia bidadari” Jawab Sehun asal, Sehun memainkan handphonenya sedangkan Hyoori malah terdiam, memikirkan maksud ucapan Appanya yang sangat sulit untuk dicerna.

“Bidadari ? itu Apa ?” Tanya Hyoori, Mendengar ucapan Hyoori Sehun terdiam sejenak. Dia lupa kalau lawan bicaranya adalah anak berusia 5 tahun yang mungkin tak mengerti bidadari. Sehun menepuk keningnya lalu tersenyum bodoh pada putri kecilnya.

“Bidadari, adalah.. Em, Bidadari itu Ummamu” Ujar Sehun akhirnya, sebenarnya Sehun juga tak tau apa itu bidadari. Yang dia tau, Yoona itu cantik seperti bidadari. Hyoori terdiam lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Lalu Appa juga bidadari ?” Tanya Hyoori polos. Lagi lagi Sehun terdiam, sekarang wajah tampannya memasang tampang poker face, dan berhasil membuat Hyoori menatapnya dengan tatapan takut sekaligus bingung.

“Appamu bukan bidadari, dia seorang Pangeran. Bidadari itu seorang yeoja bukan seorang namja” Ujar Yoona lembut. Dia duduk disamping Sehun yang nampak Frustasi menghadapi Hyoori yang memiliki rasa ingin tau yang cukup tinggi. Hyoori menganggukkan kepalanya pelan.

“Lalu Hyoori mirip siapa Appa ?” Ujar Hyoori yang kini menatap Sehun dengan tatapan ingin tau khas Hyoori. Sehun menghela nafasnya perlahan.

“Kau mirip Malaikat, Hyoori. Cantik dan baik” Ujar Sehun lembut mencoba menutupi kekesalan hatinya menghadapi Hyoori. Hyoori tersenyum sumringah lalu berjalan menghampiri Sehun sehingga membuat Sehun dan Yoona menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung.

“Gumawo, Saranghae Appa”

 ~~** Appa, Saranghae.. **~~

                                                                        END😀

Ngeh… gimana ?Mianne kalo aneh gimana gitu, Jangan lupa komentar ne😀 Gumawo ^^

10 responses to “[Drabble Collection] Saranghae Appa

  1. Hahaha lucu bener bagian sunny tao sunny tomboy sedangkan tao kyk cewek tp sebenarnya karakter asli tao kurang cocok kyk cewek klu baekhyun aku rasa dia sngt cocok kyk cewek hahaha dan bagian yulhan kasian bener luhan lagi enak nntn bola di minta tv nya yg hyokai anak dan ortunya pada jago dance semua fany suho comment apa ya bingung hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s