Don’t say good bye

don_t-say-good-bye [simplegirljj]

Author : Kwon Soo Hjin

Main cast : Kwon Yuri | Xi Luhan | Seohyun

Other cast : Kim Jong In

Gerne : Romance, Sad, Friendship

Rating : General

Lenght : Oneshoot

Poster By http://simplegirljj.wordpress.com

Author Note : FF ini terinspirasi dari lagu Davinci ‘don’t say good bye’. Happy Reading ^^

*** Don’t say good bye ***

            Yeoja cantik itu membuka kedua matanya, lalu bangkit dari kasur dan melihat sekeliling yang asing baginya. Kedua matanya berputar, masih mengamati dimana dia sekarang. Pandangannya itu terhenti saat dia melihat sosok namja tampan tengah sibuk dengan Laptopnya.

Yeoja itu terus menatap Si Namja tanpa suara, dia sempat bertanya pada dirinya sendiri tempat apa ini ? Dan siapa namja itu ? Merasa diawasi, namja itu menengokkan kepalanya dan menatap Si yeoja yang sekarang terdiam dan menundukkan kepalanya, wajahnya itu terlihat pucat.

“Annyeonghaseo” Guman namja itu, dia tersenyum manis. Sedangkan yeoja itu hanya terdiam dan menatap namja itu dengan tatapan kosong.

“Xi Luhan Imidha, kau ?”

Yeoja itu masih terdiam, dia sekarang tak menatap namja itu. Dia menundukkan kepalanya sehingga membuat namja itu menjadi bingung.

“Kw.. Kwon Yuri” Gumannya pelan, namja bernama Luhan itu tersenyum lalu  berjalan menghampirinya.

“Kau lapar ?” Tanya Luhan dia masih tersenyum pada Yuri. Yuri tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan. “Tunggu”

>>>

Yuri langsung memakan makanan yang disediakan Luhan, disana sudah ada daging, nasi, kimchi. Yuri terus memakan makanan itu dengan lahap seolah dia tak makan selama berhari hari.

Dari kejauhan Luhan hanya tersenyum menatap nafsu makan Yuri, Namja itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri kulkas yang letaknya tak jauh darinya. Luhan mengambil segelas air putih lalu menyodorkannya pada Yuri. Yuri nampak terkejut saat melihat Luhan mnyodorkan minum padanya.

“Apa masakanku enak ?” Tanya Luhan yang masih tersenyum menatap Yuri. Yuri menghentikan aktivitas makannya lalu mengangguk pelan. Luhan nampak terkekeh.

“Oh ya, setelah ini kau mandi ne. Aku punya baju milik Nonnaku” Ujar Luhan lagi, Yuri tersenyum dan lagi lagi yeoja itu menganggukkan kepalanya.

Yuri berjalan keluar kamar mandi, dia mengusap rambutnya yang basah dengan handuk putih. Lalu duduk disofa. Luhan yang tadinya sibuk dengan teleskopnya kini menatap Yuri seolah tersihir dengan kecantikan yeoja itu. Namja itu tersenyum kemudian menggaruk garuk belakang kepalanya pelan.

>>

Malam itu, bulan bersinar terang. Bintang bintang berkerlap kerlip mewarnai langit. Luhan nampak sibuk mengamati bintang dengan teleskopnya sedangkan disamping Luhan, Terlihat sosok Yuri sedang duduk ditangannya memegang sebuah buku dan pensil.

Yuri tersenyum senang, pada Luhan kemudian kembali menatap bukunya dan mulai melukis sosok namja. Yuri terus tersenyum, Dan senyuman Yuri membuat Luhan terpaku beberapa saat.

“Apa yang kau gambar ?” Tanya Luhan, Yuri menengokkan kepalanya dan menatap namja itu dengan senyuman diwajahnya.

“Aniya, aku tidak menggambar apapun” Elak Yuri, Dahi Luhan mengerut lalu berjalan menghampiri Yuri.

“Jinjja, kalau begitu aku lihat” Ujar Luhan hendak merebut buku itu dari Yuri, Yuri segera menarik buku itu agar jauh dari Luhan.

“Adwae, kau tidak boleh melihatnya !!”

*** Don’t say good bye ***

            Yuri memejamkan kedua matanya, menikmati hembusan angin yang kini menerpa tubuhnya. Yeoja itu tersenyum senang. Lalu berlari kecil dan menyentuh rerumputan dipadang rumput itu. Sesekali, dia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Luhan yang tengah sibuk membenarkan teleskopnya.

“Yuri ssi, Kajja kita makan !!” Teriak Luhan saat Yuri sedang bermain air disana. Mendengar suara Luhan Yuri tersenyum lalu berlari kecil dan menghampirinya.

“Lihat, sudah sore” Guman Luhan senang, Yuri tersenyum lalu menatap langit yang berwarna orange. Dia kembali menatap Luhan yang sekarang masuk kedalam tenda lalu keluar dengan membawa daging yang siap untuk dipanggang.

Luhan meletakkan daging daging itu diatas panggangan. Dan memasaknya beberapa menit. Yuri yang tak sabar langsung mengambil daging yang baru matang dan melahapnya. Sesekali dia membuka mulutnya kerena kepanasan, Sedangkan Luhan hanya tersenyum.

“Kajja kusuapi” Ujar Yuri, Luhan menatap Yuri dengan tatapan aneh lalu membuka mulutnya. Yuri tersenyum salah tingkah saat melihat sikap Luhan lalu memasukkan daging yang baru masak kedalam mulut Luhan.

“Ah panas” Guman Luhan pelan seraya mengipas ngipas mulutnya. Yuri terkekeh pelan lalu meminum munuman yang tadi dipegang Luhan.

Yuri duduk disamping Luhan yang kini sedang menatapnya, Yuri yang melihat tatapan Luhan terlihat sedikit aneh dan salah tingkah sedangkan Luhan masih sibuk menatap Yuri.

“Kenapa kau menatapku seperti itu ?” Guman Yuri seraya menyikut tangan Luhan pelan. Luhan tersadar dari lamunannya hanya tersenyum lalu menggaruk garuk belakang kepalanya.

“Aniya, hanya saja duduklah lebih dekat” Guman Luhan pelan, Yuri menyerngit menatap Luhan kemudian menggeser duduknya. Sekarang mereka berdua cukup dekat.

Luhan tersenyum pada Yuri kemudian semakin mendekatkan wajahnya kewajah Yuri. Yuri terdiam seolah tak menangkap isyarat Luhan. Luhan semakin mendekat, sampai bibirnya itu merasakan sesuatu yang lembut menempel pada bibirnya. Dia terdiam membiarkan hal itu terjadi beberapa detik.

Dia melepaskan ciuman itu. Lalu menatap wajah Yuri yang sudah memerah seperti tomat. Luhan nampak terkekeh pelan sedangkan Yuri mengembungkan pipinya kesal.

“Pabo !!” Ujar Yuri seraya menyikut bahu Luhan. Luhan tersenyum lalu mengelus rambut Yuri pelan.

“Kau Juga !!”

“Aish..”

*** Don’t say good bye ***

            Yuri melangkahkan kakinya mencari sosok Luhan. Ditangan kanannya sudah ada secangkir kopi yang dia buat untuk Luhan. Langkah kakinya terus saja melaju sampai dia mendapati sosok Luhan tengah tertidur didepan laptop. Yuri tersenyum kemudian berjalan menghampiri Luhan.

Yuri meletakkan cangkir yang dibawanya keatas meja kerja milik Luhan. Baru saja dia berniat untuk pergi, Langkahnya terhenti saat mendapati sebuah album foto yang memperlihatkan sosok yeoja cantik tengah tersenyum.

Yuri tertegun. Dia masih menatap yeoja itu lalu mengambil foto itu, dibalik foto itu tertulis sebuah nama ‘Seohyun’. Lagi lagi Yuri terdiam, menatap foto itu dengan tatapan sedih sekaligus tak suka.

Entah kenapa dia melakukan hal itu, Yang pasti Yuri tak suka melihat sosok yeoja itu. Yah, walaupun yeoja itu memiliki paras yang cantik seperti Yuri.

>>>

Handphone Luhan berdering. Namja yang tadinya sedang mengamati atlas itu berhenti membaca buku yang dia pegang dan mengangkat telpon dari sosok yang tak dia kenal, sebelumnya dia menatap Yuri yang tengah sibuk memakan kue diruang tamu.

“Yeobbseo ?” Guman Luhan.

“Berikan yeoja itu padaku” ujar sosok namja dari seberang. Luhan terdiam beberapa saat.

“Nugu ?”

“Itu tak penting, sekarang yeojachingumu berada ditanganku. Jika kau tak serahkan yeoja itu jangan harap kau akan melihatnya lagi”

Luhan terdiam, kali ini dia benar benar tak mengatakan apapun. Senyuman yang tadi menghiasi wajahnya menghilang. Dia kembali menatap Yuri yang masih sibuk memakan setoples kue.

Luhan masih terdiam, sekarang dia merasa benar benar gila. Berada dipihak mana dia sekarang ? Dia ingin menyelamatkan yeojachingunya itu, tentu saja. Tapi dia juga sudah mulai jatuh cinta dengan sosok Yuri. Dan sekarang semua pilihan berada ditangannya.

*** Don’t say good bye ***

            Luhan berjalan melewati sawah sawah dengan wajah murung. Dia masih terdiam tak mengucapkan sepatah kata apapun. Sedangkan dibelakangnya, Yuri nampak tersenyum senang. Yeoja itu bernyanyi seolah tak memperdulikan keadaan Luhan yang benar benar murung saat ini.

Kedua matanya itu mengamati rumput rumput yang tumbuh subur. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat sosok namja yang menggunakan jas keluar dari mobil.Yuri menghentikan langkahnya, dia tak mengatakan sesuatu hanya menatap namja itu dari kejauhan.

Yah, dia adalah Kai. Sosok namja yang dijodohkan dengan Yuri. Sosok namja yang sama sekali tak Yuri cintai. Sosok namja yang membuat Yuri pergi dari rumahnya, sosok namja yang membuat Yuri bertemu dengan Luhan dan sosok namja yang sebentar lagi akan menghancurkan kehidupannya.

Menatap Yuri yang berhenti berjalan, Luhan juga menghentikan langkahnya. Luhan mengenggam tangan Yuri lalu menariknya pelan.

“Kajja” Ujar Luhan yang masih menarik tangan Yuri. Yuri masih tak bergerak dia menahan tubuhnya agar tetap berada ditempat itu.

“Shireo”

Yuri menatap Luhan seolah mengatakan kalau jangan pergi kesana. Luhan terdiam dia menatap yeoja itu, dia tau betul kalau Yuri tak ingin bertemu dengan namja itu. Tapi dia tak memperdulikan hati kecilnya yang menyuruhnya untuk membawa Yuri pergi dari sana. Yang hanya difikirannya adalah Seohyun selamat, Hanya itu. Dia tak memperdulikan dirinya dan Yuri.

“Jangan bawa aku kesana” Gumannya masih berharap Luhan akan mengerti. Luhan menatap kedua mata Yuri lagi, lalu melepas genggaman tangan Yuri.

“Terserah !!” Ujar Luhan dingin.

Sebuah kalimat dingin yang Luhan lontarkan, meresap kedalam hati Yuri. Seolah langit tengah runtuh kebawah dan terjatuh tepat diatasnya. Sekarang dia terdiam, menahan perih yang melandanya. Jika ini berakhir, semuanya akan berakhir dan hubungannya dengan Luhan juga akan berakhir.

Yuri sempat tak percaya, sosok yang selama ini dia cintai meninggalkannya dengan mudah untuk yeoja lain. Yeoja yang pernah mengisi kehidupannya, yeoja yang pernah melukai hatinya, dan yeoja yang selalu Luhan fikirkan.

Yuri masih terdiam dia menatap punggung Luhan yang semakin jauh darinya. Punggung Luhan yang sekarang semakin dekat dengan sosok Kai dan yeoja bernama Seohyun itu. Yuri terdiam, dia hanya terdiam. Sekarang air matanya terjatuh menangisi semua yang akan berakhir hari ini.

“Jangan pernah mengatakan selamat tinggal padaku, Luhan” Gumannya.

Luhan berjalan meninggalkan Yuri dan Kai. Dia merangkul sosok Seohyun menjauh. Luhan terus menjauh, sekarang langkah kakinya terhenti dia menatap sosok Yuri yang dipaksa Kai untuk masuk kedalam mobil. Luhan menatap sosok Yuri dengan kepala tertunduk. Kini dia kembali melangkahkan kakinya menjauh.

“Luhan, Jangan tinggalkan aku !!”

Suara Yuri terdengar begitu jelas ditelinga Luhan. Luhan masih saja berjalan tak memperdulikan teriakan Yuri yang semakin menjadi jadi. Dia ingin menghampiri Yuri tapi di tak bisa, bukan karena Seohyun. Tapi dia tak ingin mengingkari janji.

“Luhan, Kumohon jangan tinggalkan aku !!”

Luhan terdiam, kini langkahnya terhenti. Dia menengokkan kepalanya dan menatap Yuri yang sudah hampir masuk kedalam Mobil, walaupun begitu Kai masih terlihat kualahan karena Yuri yang memberontak ingin keluar dan berlari kearah Luhan.

“Mianne, Yuri ssi. Mianne..”

*** Don’t say good bye ***

END

Annyeong, Gimana dengan Ffnya ? Mianne kalo jelek atau kependekan tolong komentarnya ne😀

Gumawo

25 responses to “Don’t say good bye

  1. sedih begete_-
    Tpi tak apa deh gaksama luhan , kai pun jadi😀
    Hehe .
    Thor ini vidio davinci kan ?🙂

  2. thor ni ff terinspirasi sma video nya davichi – don’t say goodbye ya thor? bagus banget thor🙂

  3. bener-bener dapet feelnya, soalnya udah pernah nonton mvnya davichi daebak unni daebak. bikin yulhan yang banya ne~~~ hehe maksa ^^v

    keep writing!!😉

  4. Sebenarnya aku suka bngt couple KaiYul hanya saja utk ff ini aku berharap yulhan happy endingnya mau di buat sequel nya ya thor di tunggu loh

  5. Kenapa ini? Luhaaaaaaan,, teganya dikau mempermainkan perasaan yuri, wehh?…
    Luhan, pliss. Bawa yuri balik kesisimu…
    Ditunggu sequel nya ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s