A day with Girls Generation Nonna

A day With Girls generation Nonna

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Xi Luhan

SNSD

Rating : General

Gerne : Romance, Friendship

Lenght : Oneshoot

Warning :

Not For Silent reader and Plagiator

Message :

Annyeong ^^ Author habis bikin poster unyu unyu haha *plak. Yah, semoga kalian menyukainya ne^^

Happy reading ^^

~~** A day **~~

“YA !! Xi Luhan, temani aku membeli hadiah untuk temanku !!”

“Luhan, temani aku untuk datang kerestoran baru”

“Luhan Oppa, temani aku ketoko buku”

“Luhan Oppa, antarkan aku kesekolah”

“Luhan, Mana Baekhyun ?!? Bantu aku mencarinya !!”

“Luhan, aku sedang memasak sebuah resep, datanglah kemari !!”

“Luhan, aku bosan dirumah Kajja kita jalan jalan”

“Luhan, kudengar ada film baru kajja kita melihatnya !!”

“Luhan, nanti malam kau jadi mengajakku jalan jalan ?”

Bagaikan mimpi buruk, saat namja itu membuka kedua matanya sudah ada beribu ribu pesan dihandphonenya apalagi itu dan Sunbaenya, Girls Generation.

~~** A day **~~

Author POV

Luhan mengendarai mobilnya dan berhenti didepan rumah mewah yang menjadi tempat tinggal sebuah Girlband ternama diKorea, SNSD. Baru saja mobilnya berhenti, sudah ada sosok yeoja cantik yang menggunakan baju berwarna putih, celana jeans pendek dan dilengkapi dengan sebuah cardigan berwarna pink itu berjalan dan membuka pintu mobil.

“Aku hampir gila karena jadwal SNSD yang padat sedangkan aku hampir lupa mengerjakan tugas dari songsaenim” Gerutu Yoona yang nampak frustasi dengan kehidupannya, Luhan meliriknya dari kaca spion dan berdecak sebal.

“Dan kau sudah menganggu hari istirahatku, Nonna” Ujarnya dalam hati. Dia tersenyum tipis pada Yoona yang kini mengamati pemandangan diluar jendela mobil senyumannya itu mengembang, sejenak Luhan terpaku melihat senyuman Yoona yang hampir mirip dengan senyuman yeoja, Yah, sosok yeoja yang ada dihati Luhan.

“Kau tau, aku sempat sebal dengan Sehun yang tiba tiba saja sakit. Untung saja ada kau jadi aku tak perlu sibuk sibuk untuk mencari bus” Ujar Yoona lagi, yeoja itu menghela nafasnya pelan.

Luhan tersenyum kecut, yah sekarang dia hanya bisa menerima kenyataan kalau dia berada disini hanya menjadi pelampiasan semata. “Dia masih demam, Nonna” Ujar Luhan yang akhirnya membuka mulutnya yang sedari tadi bungkam. Yoona terdiam, sekarang pikirannya melayang layang pada Sehun.

“Semoga dia baik baik saja, aku sangat merindukannya” Guman Yoona pelan, Lagi lagi Luhan hanya tersenyum tipis kemudian menghela nafasnya perlahan.

Mobil Luhan berbelok memasuki area kampus. Mobil berwarna putih ini berhenti tepat dipintu masuk kampus. Yoona buru buru turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada Luhan. “Jangan jemput aku ne !!” Ujar Yoona yang kemudian berlari meninggalkan mobil Luhan.

Luhan menatap kepergian Yoona dengan tatapan bingung. “Lagipula siapa yang akan menjemputnya ? aku masih sibuk dengan teman temannya !!”

~~** A day **~~

            Mobil Luhan melaju menuju sebuah toko mainan didekat sekolah Yoona. Dengan cepat dia turun dan membuka pintu toko mainan itu. Kedua matanya sibuk mencari seseorang yang sudah menunggunya ditoko itu, sampai iris hitamnya itu menemukan seorang yeoja berambut pendek sedang berjalan didekat rak boneka. Luhan tersenyum kemudian menghampiri yeoja cantik itu.

“Sunny Noona” Ujar Luhan seraya menepuk bahu Sunny pelan, yeoja yang dipanggilnya dengan sebutan Sunny itu menolehkan kepalanya dan tersenyum simpul pada Luhan.

“Ah, kau sudah datang ?” Ujar Sunny senang, dia melihat sebuah boneka teddy bear berwarna coklat dengan ukuran yang cukup besar. Luhan juga ikut mengambil sebuah boneka teddy bear berwarna putih dengan pita merah muda dilehernya.

“Kau akan membeli boneka itu ?” Ujar Sunny seraya menunjuk boneka berukuran besar yang ada ditangan Luhan. Dia menatap Luhan dengan sebuah senyuman manis, Luhan hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan lalu kembali mengamati boneka itu. “Ne, wae Nonna ?”

“Aniya, memangnya kau membelinya untuk siapa ?” Ujar Sunny yang kini mengambil boneka teddy bear yang lain, Luhan tersenyum seraya menggaruk garuk belakang kepalanya yang sama sekali tak gatal, sebenarnya dia ingin menyebutkan boneka ini untuk siapa hanya saja dia malu.

“Untuk teman yeojaku, Nonna”

~~** A day **~~

            Setelah menaruh boneka itu didalam mobil, Luhan kembali turun dan berjalan kesebuah toko buku yang berada didekat Toko mainan yang baru dia datangi. Luhan mempercepat langkahnya dan mencari toko yang dimaksud oleh Seohyun, Toko “Blackdeer”.

Namja itu melukiskan sebuah senyuman saat berhasil menemukan toko yang dimaksud oleh Seohyun dan buru buru masuk kedalam. Disana, dia dengan cepat menemukan sosok Seohyun yang menggunakan kemeja berwarna putih dan celana jeans pendek.

“Seohyun, ku sudah datang dari tadi ?” Ujar Luhan seraya menepuk bahu Seohyun sehingga membuat yeoja itu terlonjak kaget. Seohyun tersenyum manis kemudian menggelengkan kepalanya perlahan dan menyerahkan sebuah buku bersampul biru tosca pada Luhan. Luhan menyergit menatap buku itu.

“Bacalah, buku itu bagus sepertinya akan sangat menyedihkan” Ujar Seohyun seraya melihat lihat buku yang lain, Luhan hanya bisa menghela nafasnya kemudian membaca buku yang Seohyun maksud. Sebenarnya, dia tak suka membaca buku yang bergerne SAD tapi, entah kenapa dia tertarik dengan buku berwarna biru tosca yang berjudul “Love like a Black Deer”.

Luhan berjalan menghampiri Seohyun yang kini masih sibuk melihat lihat buku yang ada dirak bergerne Romance itu. Dia tersenyum pada Seohyun namun Seohyun tak memperhatikannya karena terlalu terfokus pada buku buku itu.

“Aku ingin beli buku ini, Seo..”

~~** A day **~~

            Luhan kembali melangkahkan kakinya menuju kesebuah restoran yang ada disamping toko buku itu, kebetulan restoran itu baru saja dibuka dan disana sudah duduk sosok yeoja yang akan Luhan temui. Hm, sebenarnya Luhan sudha lelah padahal ini baru saja 3 yeoja dan masih ada berapa yeoja lagi yang menyuruhnya untuk menemani mereka ?

Luhan tersenyum pada Sooyoung yang sibuk memakan ramen, Sooyoung nampak terkejut saat tiba tiba saja dia melihat sosok Luhan yang duduk dihadapannya dengan tatapan melas.

“Kenapa wajahmu kusut sekali ?” Ujar Sooyoung yang masih sibuk melahap ramen itu, senyumannya mengembang dan sama sekali tak memperdulikan Luhan yang kini sudah harus, dan bisa meminum habis lautan yang ada didunia ini.

“Kau tidak makan ? Atau minum ? Aku yang bayar” Ujar Sooyoung dimulutnya sudha penuh berisikan makanan, tapi masih ada 2 mangkuk ramen yang belum dia makan, Luhan tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya perlahan. Tiba tiba saja rasa kenyang merasuki dirinya saat melihat nafsu makan Sooyoung yang sangat tinggi.

“Aish, aku ini lapar nonna hanya saja kau yang tidak peka. Uppss”  Luhan langsung menutup mulutnya karena tanpa sengaja mengatakan sesuatu pasa Sooyoung. Sooyoung yang tadinya sibuk makan, kini menghentikan aktivitasnya dan mendelik pada Luhan.

“Kau tadi mengatakan apa, Xi Luhan ?” Sooyoung tersenyum aneh pada Luhan berharap Luhan akan mengulangi ucapannya barusan walaupun sebenarnya Sooyoung sudah mendengarnya, Bahkan sangat Jelas. Luhan hanya menampakkan sebuah cengiran bodoh diwajahnya.

“A.. aniya, Nonna”

~~** A day **~~

            Luhan mengetuk pintu berwarna coklat itu perlahan. Tak berapa lama, muncullah sosok yeoja cantik berambut pirang yang menampakkan sebuah senyuman pada Luhan. Yeoja itu menyuruh Luhan masuk kedalam, Luhan hanya terdiam kedua matanya berkeliling mengamati dorm SNSD itu. Disana sangat sepi seolah tak ada orang sama sekali.

“Aku tadi memasak Pancake, mungkin kau menyukainya” Ujar Hyoyeon seraya menyodorkan sepiring Pancake pada Luhan. Luhan tersenyum sumringah melihat makanan yang ada dihadapannya, kemudian melahap pancake itu.

“Memangnya, Nonna sendirian ?” Ujar Luhan yang masih menyantap pancake lezat buatan Hyoyeon. Hyoyeon tersenyum ramah kemudian menggelengkan kepalanya perlahan, tanda kalau dia tak sedang sendirian. Luhan menyerngit menatap Hyoyeon, menurutnya Hyoyeon itu orang yang lucu.

“Aniya, Jessica ada didalam dia sedang tidur. Lagi pula setelah ini, aku juga harus pergi kestudio bersama Kai untuk berlatih menari” Ujar Hyoyeon menjelaskan, Luhan hanya menganggukkan kepalanya perlahan seraya tersenyum simpul.

“Oh, laagipula setelah ini aku juga ada janji dengan Jessica Nonna” Ujar Luhan seraya meminum sirup Strawberry yang dibuatkan Hyoyeon, Hyoyeon menyerngit menatap Luhan yang dia kira sedang bermimpi. Tentu saja, kenapa dia bisa pergi dengan Jessica ?

“Eh, Jessica ? Kenapa tidak dengan Yu—Ah, ne kalau begitu aku bangunkan dia dulu ne” Guman Hyoyeon senang, dia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Jessica.

“Eh—Nonna, Gumawo. Masakanmu enak sekali”

~~** A day **~~

            Luhan dan Jessica berjalan menyelusuri taman. Bunga bunga yang berguguran itu nampak indah disana. Suara burung burung yang berkicau, air mancur yang berusaha membuat udara tak lagi panas. Memang, yeoja yang ada disampingnya ini sama sekali tak suka panas, tapi dia sangat menikmati pemandangan ini, seolah baru melihatnya seumur hidup.

“Kenapa, Nonna terus saja diam ?” Ujar Luhan yang sedari tadi mengamati Jessica yang hanya diam, Jessica tersenyum pada Luhan lalu menggelengkan kepalanya perlahan. Sedangkan Luhan hanya mengohkan gelengan kepala Jessica.

“Apa kau sering datang kemari ?” Tanya Jessica yang kini mengalihkan pandangannya menatap Luhan. Luhan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya perlahan. Jessica menyerngit mendengar ucapan Luhan.

“Dengan siapa ?”

“Aku akan datang malam hari dengan temanku” Ujar Luhan yang kini tersenyum manis pada Jessica. Jessica masih menatap Luhan dengan tatapan aneh, alisnya mengkerut tanda dia tengah penasaran sekaligus bingung. Sedangkan Luhan hanya terkekeh pelan.

“Apa temanmu itu seorang yeoja ?” Guman Jessica tanpa sadar, dia masih menatap Luhan dengan tatapan yang sama. Namun, sekarang Luhan malah menatap Jessica dengan sebuah tatapan aneh. Memangnya kenapa kalau dia pergi kemari dengan seorang yeoja ? Itu tak akan menganggu Jessica bukan ?

“Ne, tentu saja. Waeyo ? Kenapa Nonna bertanya tanya seperti itu ? Menyebalkan sekali !!”

~~** A day **~~

            “Aku sudah mencarinya berkeliling sekolah tapi tak menemukannya Luhan” Guman yeoja cantik yang kini sedang berdiri dihadapan Luhan. Luhan hanya terdiam seraya mengendus kesal, kenapa dia harus disini untuk mencari dimana namjachingu yeoja itu ? Lagipula namjachingunya bukan seorang anak kucingkan ? Dia akan pulang kerumah kalau hari sudah malam atau kalau dia sudah lelah keluyuran siang siang seperti ini.

“Memangnya, kau tak bisa menelpon Baekhyun ?” Gerutu Luhan yang juga ikut kesal, dia menatap Taeyeon dengan tatapan kesal kemudian menghela nafasnya pelan. Sekarang dalam hatinya dia sedang menyumpahi namja bernama Baekhyun itu karena sudah membuatnya terlibat dalam urusan yang membosankan ini.

“Aniya, dia benar benar menyebalkan” Gerutu Taeyeon yang masih berdecak tak jelas, dia menatap layar handphonenya itu dengan tatapan sedih dan memandang foto namja yang sengaja dia jadikan wallpaper itu dengan tatapan suram.

“Bagaimana kalau dia hilang ? Atau kalau dia diculik ? Atau..”

“Aish, itu tak akan terjadi Taeyeon nonna, lagipula Baekhyun bukan anak kucing, yang masih lupa dimana rumahnya bukan ?” Ujar Luhan asal yang membuat Taeyeon ingin memakannya hidup hidup.

“YA !! Kau ini sama sekali tak membantuku, Luhan. Dasar !!”

~~** A day **~~

            Luhan dan Tiffany duduk dibangku paling depan dibioskop ini. Keduanya hanya terdiam menatap film yang berputar. Sesekali Tiffany dan Luhan terkekeh melihat film yang menurutnya lucu itu.

“Apa setelah ini kau masih ada janji dengan temanmu ?” Ujar Tiffany yang kini sudah menatap Luhan dengan tatapan bingung. Luhan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya perlahan, seolah setuju dengan ucapan Tiffany. Tiffany kembali tersenyum pada Luhan.

“Ne, Waeyo Nonna ?” Ujar Luhan yang tiba tiba merasa aneh dengan sikap Tiffany. Tiffany menggelengkan kepalanya perlahan kemudian kembali terfokus pada Layar bioskop. Melihat Tiffany yang terfokus seperti itu, membuat Luhan juga melihat kelayar bioskop.

2 Jam berlalu, Tiffany dan Luhan keluar dari ruangan itu dengan senyuman yang merekah, walaupun keduanya sempat shock karena ada adegan kiss diendingnya tapi mereka nampak puas dengan film itu.

“Jam berapa kau akan pergi dengan temanmu itu ?” Ujar Tiffany yang kini sudah menatap Luhan dengan tatapan tanda tanya. Luhan terdiam sejenak seolah mengingat ingat pukul berapa dia harus bertemu dengan temannya.

“Pukul 19.00” Ucap Luhan santai, dia mengamati orang yang kini sedang melewati mereka berdua dengan tatapan senang, sedangkan Tiffany membulatkan kedua matanya karena terkejut.

“Tapi, ini sudah pukul 20.30, Luhan” Ujar Tiffany panik. Luhan yang mendengar ucapan Tiffany membelalakkan kedua matanya dan buru buru meraih handphone yang ada disakunya. Tapi, handphonenya malah mati. Luhan yang panik hanya bisa mengacak ngacak rambutnya frustasi, dia yang mengajak yeoja itu pergi bukan yeoja itu yang mengajaknya pergi tapi dia benar benar sudah terlambat.

“Ah, kau langsung pergi saja ne, aku akan naik taxi”

~~** A day **~~

            Luhan berlari mengelilingi taman mencari yeoja yang harus dia temui, kedua matanya itu berputar mencari kesana kemari sampai menemukan sosok yeoja yang dia cari yeoja yang kini sedang menggunakan baju putih berlengan pendek dan rok pendek berwarna merah muda sedang duduk dibawah pohon. Rambut panjang dan hitamnya yang terurai melayang layang tertiup angin.

“Yuri Nonna, Mianne kalau aku terlambat” Ujar Luhan yang kemudian duduk disamping yeoja itu. Yeoja yang dipanggilnya dengan sebutan Yuri itu menolehkan kepalanya dan tersenyum tipis pada Luhan kemudian menghela nafasnya panjang, kedua iris matanya itu menyiratkan kalau dia kecewa dengan Luhan. Tentu saja dia sudah menunggu namja itu sedari tadi.

“Ne, Gwenchana”

Angin malam itu berhembus menerpa kedua orang yang kini hanya terdiam sibuk dengan urusannya sendiri. Luhan yang melihat Yuri menggunakan pakaian yang berlengan pendek langsung melepas jaketnya dan memakaikannya pada Yuri sehingga membuat Yuri terlonjak kaget.

“Apa masih dingin ?” Ujar Luhan senang, Yuri terpaku menatap Luhan. Senyuman diwajah manisnya itu mengembang, sedangkan Luhan hanya menggaruk garuk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.

“Nonna, marah denganku ?” Guman Luhan perlahan membuat Yuri kembali menatapnya dengan tatapan aneh. Yuri kembali tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya perlahan, sehingga membuat Luhan tersenyum senang dan menarik Yuri menyuruh yeoja itu tidur diatas bahunya. Tangan kanan Luhan mengelus rambut Yuri kemudian mencium pucuk rambutnya.

“Jangan marah ne, Nonna.. Jebal”

~~** A day **~~

YA !! YA !! YA !!

Huah… Akhirnya selesai juga ^O^ Gimana ? Apa kalian menyukainya, Yah semoga saja ne ^^

Oh ya, jangan lupa komentar ne😀

And last GUMAWO ^^

17 responses to “A day with Girls Generation Nonna

  1. Ff nya lucu,Aku suka momen yulhannya so sweet.
    Blog dsni kyk surga nya yulhan.
    Bnyk bgt ff yulhan dan aku senang.
    Banyakin ff yulhan yg lainnya ya author.

  2. Yeeei semua jawaban ku benar yg member snsd semua minta di temani luhan spa2 aja orangnya kecuali sunny ama yuri ku kira yuri yg minta di temani beli boneka utk temannya ternyata sunny sedangkan sunny ku kira dia mau pergi jalan2 nnti malam ama luhan ternyata yuri kekeke cuma itu aja yg salah

  3. Yulhan so sweet banget sih, pengen dong jadi di posisi Yul eon, biar sama Luhan
    YulHan Jjanggggg !!🙂

  4. Awalnya gua nebak Jessica terus Sooyoung dan akhirnya Yuri -_- walaupun aku gak suka Yulhan tapi ep epnya keren loh (y) kayaknya ini author perlu di masukin ke list author favoritku deh *ups

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s