Nothing Like You [Oneshoot]

requestkwonsoohjin3

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast : Kwon Yuri | Xi Luhan | Seo Joon Hyun

Other Cast : Sooyoung | Tao | Xiumin

Rating : General

Gerne : Sad, Romance, Friendship

Lenght : Oneshoot

Poster : http://ayricafe.wordpress.com

Author Note :

FF ini terinspirasi dari beberapa lagu, dan sisanya hasil pemikiraku sendiri. Semoga kalian menyukainya, Happy reading😀

~~** Nothing **~~

There’s nothing like You..

~~** Nothing **~~

            Namja itu berjalan dengan malas kearah ruang tamu. Disana, sudah ada sosok yeoja cantik tengah duduk seraya memainkan handphonenya. Menyadari kedatangan sang namja, Yeoja itu tersenyum lalu meletakkan handphonenya diatas meja.

“Luhan Oppa, kenapa kau murung seperti itu. Hm ?” Guman yeoja itu, dia menatap namja yang dipanggilnya dengan sebutan Luhan Oppa itu. Luhan hanya tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya.

“Apa kau memimpikan Yuri unnie lagi ?” Luhan terdiam, saat mendengar ucapan Seohyun. Memang benar apa yang diucapkan yeojachingunya itu, dia memimpikan yeoja itu lagi. Yeoja yang pernah menjadi bagian dari hidupnya dan masih tetap menjadi bagian dari hidupnya.

“Aniya, aku hanya masih mengantuk” Elak Luhan, dia mencoba menjaga perasaan Seohyun. Seohyun hanya terdiam, lalu menganggukkan kepalanya ragu.

“Oppa, memangnya kau tak mau menemaniku ?” Guman Seohyun manja, Luhan yang tadinya memejamkan kedua matanya, kini membukanya perlahan dan menatap sosok Seohyun dengan sebuah tatapan malas.

“Em, tapi hari ini aku tak bisa menemanimu berbelanja. Aku harus kekampus” Ujar Luhan mencoba menolak ajakan Seohyun. Seohyun terdiam lalu mengembungkan pipinya.

“Baiklah, aku pergi dulu. Nanti kalau kau sudah pulang dari kampus jangan lupa menelponku ne” Ujar Seohyun senang, dia tersenyum lembut pada Luhan. Sedangkan Luhan hanya menganggukkan kepalanya pelan.

Luhan berjalan malas menuju kampus, dia berlari menghampiri 2 orang namja yang sedang duduk, nampak membicarakan sesuatu. Luhan duduk disamping namja yang sering dia panggil dengan sebutan Tao.

“Ah, pagi pagi sekali yeoja itu sudah datang kerumahku” Gerutu Luhan kesal, Tao dan Xiumin menatapnya dengan tatapan aneh. Tentu saja, dia baru saja datang dan tiba tiba mengatakan sesuatu yang cukup aneh. Luhan mengendus kesal lalu menatap kedua sahabatnya.

“Nugu ? Seohyun ?” Guman Tao. Luhan menganggukkan kepalanya pelan dan masih menatap kedua temannya.

“Kau itu aneh” Ujar Xiumin membuat Luhan dan Tao menatapnya dengan tatapan bingung.

“Wae ?”

“Tentu saja, kau tak menyukai Seohyun sama sekali. Tapi kenapa kau memutuskan Yuri padahal kau sangat menyukai yeoja itu. Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan padamu, jangan terpesona dengan kecantikan yeoja lain kalau kau punya sosok yang lebih mencintaimu. Kau itu Pabo atau apa ?” Ujar Xiumin.

Luhan terdiam, memang benar yang diucapan Xiumin. Saat itu dia benar benar terpesona dengan kecantikan Seohyun sehingga dia lupa kalau Yuri sudah ada dihatinya. Sekarang, dia memang berharap Yuri kembali padanya walaupun dia sudah memiliki yeoja bernama Seohyun itu.

“Aniya, aku sudah melupakan Yuri” Elak Luhan, dia tak menatap kedua temannya tapi menatap langit biru yang berdiri tegak diatasnya.

“Kami hanya bisa mendukungmu, Hyung. Kuharap kau tak menyesal” Ujar Tao seraya menepuk bahu Luhan pelan dan meninggalkan namja itu duduk sendirian dengan fikirannya yang semakin berantakan.

Luhan tau, sekarang dia menyesal telah meninggalkan sosok Yuri. Tak ada lagi sosok yang membangunkan dirinya, tak ada lagi sosok yang selalu membawakannya sosis goreng, tak ada lagi sosok yang selalu menyuruhnya mandi, makan dan tidur yang cukup. Sekarang, hanya ada sosok Seohyun yang selalu minta ditemani belanja, jalan jalan, menonton bioskop dan melakukan hal hal yang menyenangkan, Tapi Luhan malah merasa bosan.

“Aku tak membutuhkan yeoja itu, dia hanyalah masa lalu. Masa lalu yang tak bisa tergantikan” Gerutu Luhan, dia masih menatap birunya langit. Lalu menundukkan kepalanya.

Kedua mata Luhan menyipit saat melihat sosok yeoja sedang berjalan melewatinya. Dia nampak terburu buru, sesekali dia mengangkat tangan kanannya dan menatap jam tangan berwarna putih yang sudah bertengger ditangannya.

“Sooyoung ssi !!”

Yeoja bernama Sooyoung itu menghentikan langkahnya dan menatap Luhan dengan tatapan aneh. Dia berjalan menghampiri Luhan yang hanya terdiam membeku disana, dia tersenyum pada Sooyoung. Tapi senyuman yang Luhan berikan justru membuat Sooyoung ingin memakannya hidup hidup.

“Kau memanggilku hanya untuk tersenyum, Heh ?” Marah Sooyoung dia menatap Luhan dengan tatapan tajam. Dengan cepat Luhan menggelengkan kepalanya pelan.

“Kau buru buru sekali, mau kemana ?” Ujar Luhan, Sooyoung menyipitkan kedua matanya dan menatap Luhan dengan tatapan yang terlihat semakin geram.

“Jangan katakan kalau kau memanggilku hanya bertanya seperti itu” Ujar Sooyoung lagi, dia masih menyipitkan matanya dan masih menatap Luhan dengan tatapan yang sama. Luhan kembali menggelengkan kepalanya.

“Lalu ? Kenapa kau ini basa basi sekali, Huh ? Yuri sudah menungguku Pabo !!” Ujar Sooyoung, senyuman Luhan mengembang ketika mendengar nama Yuri.

“Dimana Yuri ?”

“Apa urusanmu ? Ingat kalian sudah tak menjadi sepasang kekasih 5 bulan yang lalu. Jangan dekati dia lagi, awas saja kau membuatnya menangis lagi. Aku bisa membuatmu melayang layang keneraka !!” Ujar Sooyoung yang kemudian pergi meninggalkan Luhan.

Luhan hanya terdiam, seolah sedang mencerna ucapan Sooyoung. Namja itu mengembungkan pipinya dan menatap punggung Sooyoung dengan tatapan kesal. “Choi Sooyoung !! Aku hanya bertanya, lagipula apa salahnya ? YA !! Sooyoung ssi” Teriak Luhan. Sooyoung kembali menghentikan langkahnya dan kembali berjalan mendekati Luhan.

“Untuk apa kau menanyakannya, Huh ? dia saja tak pernah bertanya tentangmu” Ujar Sooyoung dia menatap Luhan dengan tatapan kesal. Mulut Luhan tiba tiba saja menjadi bungkam, hati kecilnya itu seolah menjerit karena kesakitan. Yuri, dia tak pernah bertanya tentangnya ? Padahal namja itu selalu memikirkannya. Apa ini sebuah karma ?

Menatap Luhan yang terdiam, membuat Sooyoung merasa aneh. “Luhan, Gwenchana ?” Guman Sooyoung yang memastikan keadaan Luhan. Luhan mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Sooyoung.

“G..Gwenchana”

~~** Nothing **~~

            Disebuah bangku kantin nampak sosok yeoja cantik dengan baju berwarna putih, rok berwarna putih serta cardigan berwarna merah muda sedang duduk. Sesekali, yeoja itu mengangkat tangannya melihat jam tangan yang bertengger ditangannya. Dia nampak sedang menunggu seseorang.

Yeoja itu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari sosok yeoja cantik dan tinggi yang merupakan sahabat karibnya. Dia hanya menghela nafasnya saat melihat yeoja yang dia tunggu tengah berjalan, tapi senyuman yang tadi menghiasi wajahnya itu menjadi hilang saat melihat sosok namja yang berjalan dibelakang Sooyoung.

Namun, nafas Yuri yang tadinya terhenti kini kembali lancar saat melihat sosok namja itu tak lagi berjalan dibelakang Sooyoung melainkan menghampiri sosok yeoja cantik yang kini menjadi yeojachingu Luhan, pengganti sosoknya dihati Luhan.

“Kau tau, kurasa dia sudah gila” Ujar Sooyoung seraya menunjuk Tao. Yuri menyerngit mendengar ucapan Sooyoung.

“Wae ? Kau itu datang datang sudah mengatakan hal itu, dasar !!” Gerutu Yuri kesal, Sooyoung menampakkan cengirannya lalu meminum minuman yang tadi Yuri pesankan.

“Tadi, ada seseorang yang mencarimu” Ujar Sooyoung, dia menatap Yuri yang kini tengah menatapnya dengan tatapan bingung dan juga penasaran, Sooyoung tersenyum senang pada Yuri.

“Mencariku ? Nugu ?” Guman Yuri, sekarang dia menompang kepalanya dengan tangannya. Dia masih menatap Sooyoung dengan tatapan sama.

“Luhan, tadi dia menanyakan dirimu sebelum aku kemari” Ujar Sooyoung dia menatap Yuri yang terdiam, tak memberi respon apapun padanya. Sedetik kemudian Yuri tersenyum manis pada Sooyoung.

“Apa kau masih mencintainya, Yuri ssi ?”

Yuri masih tersenyum, bibirnya bergetar saat dia akan mengatakan sebuah kalimat, kalimat yang membenarkan ucapan Sooyoung. Yeoja itu kembali tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.

“Bukankah dia sudah bahagia dengan yeoja lain ?” Ujar Yuri yang masih tersenyum pada Sooyoung. Sooyoung menatap kedua mata Yuri yang sudah berair dengan senyuman bodoh diwajahnya.

“Tapi kurasa dia..”

“Ah, sudahlah Sooyoung ssi. Kau tak ingin memesan yang lain ?” Ujar Yuri mencoba mengalihkan pembicaraan sekaligus memotong ucapan Sooyoung. Sooyoung terdiam, dia mengerti keadaan sahabatnya sekarang. Kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

“Aniya, aku kenyang”

~~** Nothing **~~

            “Oppa, Luhan Oppa.. Oppa !!” Ujar Seohyun seraya melambai lambaikan tangannya didepan Luhan. Dia menatap Luhan yang terdiam menatap sesuatu. Sedari tadi Luhan hanya terdiam, bahkan saat dia mengajak Luhan ketaman sekolah dia tak menjawabnya masih sibuk dengan lamunannya.

“Luhan Oppa, apa yang kau lihat ?” Ujar Seohyun lagi. Sekarang yeoja cantik itu mengikuti arah pandang Luhan, dia mendapati sosok Luhan tengah menatap sosok yeoja cantik yang menggunakan baju berwarna putih dan cardigan berwarna merah muda, rambut hitamnya tergerai sehingga membuat Seohyun terpaku beberapa saat.

“Luhan Oppa !! Kau mendengarkanku tidak ?!!!” Teriak Seohyun, teriakannya yang cukup keras membuat semua orang menatap kearahnya termasuk Luhan. Luhan menatap Seohyun dengan alis kanannya yang terangkat.

“Memangnya tadi kau berkata apa ?” Ucapan Luhan barusan berhasil membuat Seohyun terdiam beberapa saat, menata hatinya yang tiba tiba saja menjadi runtuh. Jadi sedari tadi Luhan tak memperhatikannya ? Dia memang tau kalau Luhan itu melamun, tapi dia sempat berfikir kalau Luhan pasti mendengarkannya, tapi kenyataannya ?

“Aku hanya ingin mengajakmu pergi ketaman” Ujar Seohyun pelan, Luhan tersenyum pada Seohyun lalu bangkit dari bangkunya.

“Kajja”

>>>

Luhan dan Seohyun duduk dibangku taman. Dibelakang mereka terdapat sebuah pohon sakura yang sedang berbunga bunga sehingga nampak berwarna merah muda. Mereka terdiam tak mengucapkan sepatah katapun, seolah sibuk dengan fikirannya sendiri.

“Apa Oppa mencintai yeoja lain selain aku ?” Ujar Seohyun, Luhan nampak terkejut tapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja didepan Seohyun. Walaupun hasilnya tetap sama saja.

“Kudengar Yuri Unnie pernah menjadi yeojachingu Oppa sebelum kau menjadi namjachinguku” Guman Seohyun lagi, Luhan terdiam tak menjawab ucapan Seohyun.

“Dan kurasa kau masih mencintainya” Ujar Seohyun pada akhirnya. Luhan terdiam, mulutnya itu tak dapat mengatakan sesuatu selain hanya menatap sosok Seohyun yang terlihat tengah menahan tangis.

“Aniya, aku tid..”

“Kau mencintainya, Oppa. Bahkan kau mencintainya melebihi kau mencintaiku” Ujar Seohyun yang memotong ucapan Luhan. Luhan kembali terdiam.

“Tapi aku ti..”

“Kau tak perlu berbohong, itu semua sudah terihat jelas dimatamu. Kau, kau selalu saja menatap Yuri Unnie kalau kau berpas pasan dengannya. Kau selalu tersenyum menatapnya jika dia sedang tersenyum dengan Sooyoung Unnie, kau selalu mengikutinya saat pulang sekolah hanya untuk memastikan yeoja itu akan selamat dijalan. Kau selalu memberinya bunga setiap pagi lewat pos, dan Kau.. Kau masih mencintainya. Kau tak perlu membohongiku” Ujar Seohyun.

“Tidak !! Dengarkan aku dulu Seo Joon Hyun !!” Bentak Luhan, dia menatap Seohyun yang kini sudah menangis. Dia ingin memeluk yeoja itu, tapi tubuhnya itu tak mau bergerak, membeku ditempat itu.

“Mianne, aku tau. Aku memang mencintai Yuri. Tapi aku sudah memilikimu, aku tak ingin membuatmu terluka” Ujar Luhan.

“Kau tak ingin membuatku terluka ? Tapi kenyataannya, kau melakukan hal itu. Aku.. sempat bingung, kenapa kita harus menjalani hubungan ini ? Bahkan kau sama sekali tak mencintaiku. Untuk apa kau menahan rasa sakit padahal perasaanmu sekarang tersiksa ? Untuk apa kau membuatku terus menantikan sebuah harapan palsu yang kau berikan ? Kalau pada dasarnya kau mencintai yeoja lain ?” Bentak Seohyun. Emosinya meledak ledak layaknya kembang api, dia menatap Luhan yang terdiam menatapnya.

“Oppa, untuk apa kau memperdulikan perasaanku ? Kejar Yuri Unnie lagi, kejar dia kalau kau memang mencintainya ? UNTUK APA KAU MASIH DISINI ?!!! PERGI !! Kejar dia !! dapatkan lagi cintanya” Ujar Seohyun yang kini semakin lemas dia menatap Luhan yang kini sudah menatapnya dengan tatapan sendu.

“Kenapa kau masih disini ? Kubilang pergi, apa kau tak mendengarku ?!!!” Teriak Seohyun lagi, kini air matanya semakin deras dia menatap Luhan yang sudah berlari meninggalkannya.

“Mengorbankan perasaan demi orang yang kita cintai agar dia bahagia memang menyakitkan Oppa. Gumawo, karena kau sudah mementingkan perasaanku saat itu. Dan sekarang aku akan membalasnya, walaupun itu sakit. Setidaknya kau bisa bahagia” Guman Seohyun yang masih menatap punggung Luhan.

~~** Nothing **~~

            Luhan berlari mencari sosok yeoja yang tadi sempat bertemu dengannya dikantin sekolah. Kepalanya berputar kekanan kekiri berharap segera menemukan yeoja itu, tapi dia tak kunjung menemukannya.

Dia terus berjalan mencari yeoja itu, sampai Luhan menemukan sosok yeoja itu sedang duduk sendirian dibangku sekolah. Senyumannya mengembang, lalu berlari menghampirinya.

“Yuri ssi” yeoja yang Luhan dengan sebutan Yuri itu menolehkan kepalanya dan menatap Luhan. Senyuman yang tadinya menghiasi wajah cantik yeoja itu sekarang luntur ketika melihat sosok Luhan dihadapannya.

Tangan kanan yeoja itu segera meraih tas yang tadi ada disamping kanannya. Lalu bangkit dari duduknya hendak pergi. Baru beberapa langkah dia meninggalkan Luhan, langkahnya kembali terhanti saat merasakan sebuah benda halus mengenggam tangannya, melarangnya untuk pergi.

“Adwaeyo..” Ujar Luhan yang masih mengenggam tangan Yuri, dia menatap tubuh Yuri yang sekarang berdiri membelakanginya.

“W…wae ?” Guman Yuri pelan, dia menatap lurus kedepan. Dipelupuk matanya, sudah terdapat cairan bening yang hendak keluar. Yeoja itu berusaha untuk tidak menangis, tapi hati kecilnya tak dapat menahannya, menahan luka yang selama ini dia derita sendiri.

“Mianne, aku tau selama ini aku sudah membuatmu sedih. aku benar benar sadar kalau aku mencintaimu bukan Seohyun, Kumohon beri aku kesempatan”

Mendengar ucapan Luhan, tubuh Yuri tiba tiba saja mematung. Air mata yang tadi berada dipelupuk matanya kini mengalir deras. Dia masih tak bisa menerima ucapan Luhan barusan. Bukan karena dia tak mencintai namja itu, bukan karena itu. Hanya saja, dia membenci sosok Luhan karena dia meninggalkannya untuk yeoja lain. Dan sekarang ? untuk apa dia kembali, apa dia ingin mengulang luka yang menyelimuti hati Yuri ?

Luhan terdiam, dia menatap sosok Yuri yang masih membelakanginya. Dia menatap sosok Yuri yang terlihat tengah terisak. Tangan Luhan bergerak menyentuh bahu Yuri lalu memutar badan Yuri sehingga Luhan bisa melihat wajahnya. Melihat sosok Yuri yang menangis, membuat Luhan terdiam tak bergeming.

“Wa..wae ? kenapa kau kembali lagi ? Bukankah kau sudah bahagia dengan Seohyun ?” Ujar Yuri pelan. Dia menundukkan kepalanya, tak berani menatap sosok Luhan.

“Ku mohon maafkan aku, aku berjanji tak akan menyakitimu lagi” Guman Luhan yang kemudian memeluk Yuri erat. Yuri terdiam, dia tak membalas pelukan Luhan, sibuk menghapus air mata yang mengalir diwajahnya serta sakit yang semakin membara bara.

“A..aku..”

“Ku mohon beri aku sebuah kesempatan, Yuri ssi”

“A..ku..”

“Kumohon, aku benar benar mencintaimu. Saranghae, berilah aku sebuah kesempatan. Tak ada yang bisa menggantikan sosokmu dihatiku, aku sangat mencintaimu” Yuri terdiam, tanpa sadar tangannya itu sudah membalas pelukan Luhan.

“Gwechana, aku sudah memaafkanmu. Tapi..”

“Tapi, wae ?” Tanya Luhan yang langsung melepaskan pelukannya. Dia menatap sosok Yuri yang nampak menundukkan kepalanya. Luhan terdiam terus memandang wajah Yuri dengan penasaran.

“Jangan pernah lukai hatiku lagi”

Senyuman indah diwajah Luhan mengembang. Kedua tangannya langsung memeluk tubuh Yuri yang tadinya berdiri seraya menundukkan kepalanya.

“Tentu saja, aku berjanji”

~~** Nothing **~~

END

Gimana ? Mianne, kalau jelek atau gimana gitu. Semoga reader menyukainya, tolong jangan Bashing ne dan tolong komentarnya. Gumawo

10 responses to “Nothing Like You [Oneshoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s