Promise You [Part 2]

promise

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

SNSD [Yuri, Yoona & Seohyun]

EXO [Luhan, Sehun]

Gerne : Romance, Sad,Family

Rating : General

Message : Annyeong !! Huh, Author buat ni FF heheh,:D Yah, Happy Reading

Warning :

After You read this Fanfic, You Must Coment !! I HATE PLAGIATOR AND SILENT READER !!  And Please Don’t BASHING !!

<><><><><> Promise You <><><><><>

Kau memang tak tau, Bahkan tak akan pernah tau !! Aku ini mencintaimu, Tapi kenapa kau dengan mudah menyuruhku untuk meninggalkanku ?

<><><><><> Promise You <><><><><>

Part 1

Aku tak akan melupakanmu Sehun ah !! Aku tak akan bisa, aku tak perduli walaupun harus terluka.. tak akan ada orang yang bisa menggantikanmu dari hatiku. Hanya kau hanya kau sosok yang kucintai hanya KAU !! Apakah kau tak mengerti itu ?

“Aku akan melupakanmu… tapi kau harus tau satu hal Sehun ah !! Kau adalah orang yang membuatku tersenyum, kau yang membuatku pertama kali merasakan hal yang disebut dengan cinta, kau satu satunya orang yang selalu membuatku bahagia.. dan Kau adalah orang yang pertama kali membuatku MENANGIS dan merasakan sesuatu yang disebut dengan LUKA !!” Ujarku yang kemudian berjalan meninggalkannya sambil menangis, Ahh.. kenapa aku mengatakan hal itu ? Tapi, ini menyakitkan…….

<><><><><> Promise You <><><><><>

Part 2

Yuri POV

Tatapanku kosong, sesuatu yang selalu kulakukan jika aku dalam keadaan seperti ini. Terdiam dan menatap langit langit kamar dengan wajah datar. Kuhela nafasku perlahan, terus saja menahan seluruh air mata yang sudah ada dipelupuk mataku. Aku tak sedih, tapi.. luka itu kembali lagi.

“Unnie.. kau sedang apa disana ?” Teriak Yoona dari balik pintu kamarku. Aku terdiam, tak mengeluarkan sepatah katapun padanya. Masih sibuk dengan halusinasi yang sedari tadi tercipta.

“Unnie, kau mendengarku ?” Teriaknya lagi, lagi lagi aku hanya terdiam membisu seolah tak mendengar ucapannya sama sekali walaupun pada kenyataannya aku mendengar dengan jelas suara lembut yang Yoona hasilkan. Aku tersenyum kecut dan masih dalam khayalanku.

“Yak !! Kenapa kau tak menjawab teriakan Dongsaengmu ? Apa kau tuli ?” Teriak seseorang lagi yang kuyakini dia adalah Luhan. Entah kenapa aku kembali melukiskan sebuah senyuman kecut seraya menutupi telingaku dengan bantal berharap aku tak bisa mendengar suaranya lagi.

Aku tak pernah mengerti sebelumnya, bukan karena aku tak ingin menemui mereka berdua. Hanya saja aku butuh waktu untuk menyendiri. Aku tau ini menyakitkan, aku tau mereka berdua ingin aku menceritakan semua yang kurasakan pada mereka. Tapi bukan sekarang, aku ingin memendam luka ini sendirian. Cukup aku yang merasakan luka ini. Cukup aku..

Sebuah perjanjian yang secara tak langsung kuucapkan pada Sehun saat itu, terus saja membuatku terikat padanya. Aku ingin melupakan namja bermarga Oh itu, tapi aku tak bisa melakukannya. Ada sesuatu yang mendorongku untuk tak jauh darinya, aku merasa aku benar benar terikat padanya. Walau pada dasarnya, sekarang dia sudah menjadi milik Dongsaengku, Seohyun.

Hhh.. aku memang tak ingin terus seperti ini. Tapi aku harus bagaimana ? Aku tau, cinta itu membutuhkan sebuah pengorbanan dan aku tak bisa mengorbankan cintaku.

“Kau Pabo Unnie…” Ujar Yoona yang kini tiba tiba saja sudah ada didepanku. Sedari tadi aku memang sedang melamun sampai sampai tak menyadari kalau Yoona dan Luhan sudah berada didalam, Eh.. kenapa mereka bisa masuk ? Bukannya aku sudah mengunci kamarku, Atau mereka menggunakan kunci cadangan ?

“Kau Pabo !! Kenapa kau tak menceritakan semuanya kepadaku, aku.. Aish Kau Pabo !!!” Teriak Yoona. SCAKMAT !! Aku terdiam dan menatapnya dengan sebuah tatapan datar seolah tak merespon ucapannya sama sekali, tapi pandanganku ini beralih pada namja tampan yang berdiri disampingnya. Namja itu menundukkan kepalanya. Aku tau dialah yang menceritakan semua itu pada Yoona, Gwenchana aku tak akan marah padanya.

“Kau.. Hhh.. Gumawo Luhan, Gumawo kau sudah membantuku” Gumanku pelan seraya tersenyum pada Luhan. Hey !! Ini bukan kalimat sindiran, aku memang sangat berterima kasih pada namja itu karena dia aku tak perlu susah susah menceritakannya pada Yoona. Luhan yang tadinya menundukkan kepalanya dan tak berani menatapku sekarang mengangkat kepalanya dan tersenyum kecut.

“Kau berjanji padaku akan melupakan Sehun bukan ?” Ujar Luhan dingin, dia menatapku dengan tatapan tajam yang dia miliki. Sontak membuatku terkejut, aku menatapnya dengan tatapan aneh. Kenapa nada bicaranya berubah ? Apa dia membenciku ? “Jadi, Lupakan dia !!” Teriak Luhan dingin kemudian berjalan meninggalkanku dan Yoona yang sudah menatapnya dengan tatapan aneh.

“Aku tak bisa..” Gumanku pelan dan menatap Luhan dalam diam, terlihat begitu jelas namja itu menghentikan langkahnya dan menatapku dengan tatapan tajam. Yoona nampak terdiam dan menundukkan kepalanya, aneh.. tapi dia terlihat biasa saja saat melihat Luhan yang terkesan perhatian padaku, Atau..

“YA !! Apa kau ingin, kau menangis karena namja yang sudah sama sekali tak mencintaimu itu Hah ? Kau mau tau sampai kapan kau menangis ? Ku katakan padamu, berhenti mencintai namja itu jika kau tak ingin melihat dirimu sendiri terpuruk dalam kesedihan !!!!!!!” Ujarnya, aku menatapnya dalam kebisuan tak dapat mengatakan sesuatu apapun. Aku,

“Aku bukan pengecut, Xi Luhan. Menghindari jalan yang seharusnya kutepuh walaupun dengan cara menyakiti hatiku itu bukan sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban. Aku bukan pengecut !!” Ujarku lagi, seraya menatap lantai berwarna biru yang menjadi lantai dasar kamarku. Namja bernama Luhan itu tersenyum padaku.

“Kau memang bukan Pengecut, aku tak pernah mengatakan kalau kau seorang pengecut”

“Aku tak ingin terus melihatmu seperti ini, Kwon Yuri..”

HENING….

“Kau perlu melupakannya secara perlahan. Buatlah dirimu bahagia, temukan sosok yang bisa membuatmu bahagia, dengan begitu kau akan melupakannya” Ujar Yoona pelan, dia yang tadinya hanya terdiam menyaksikan pertentanganku dengan Luhan kini membuka mulutnya tersenyum padaku dan berjongkok menatapku dengan tatapan berharap.

“Aku.. aku tak yakin Yoong, aku tak yakin aku bisa melakukannya” Gumanku ragu tak mampu menatap Yoona yang kini sedang didepanku. Air mataku ini sudah berada dipelupuk, mungkin sebentar lagi akan jatuh. Aku hanya terdiam dan menahan seluruh perih yang sekarang sudah merasuki hatiku. Aku tau, kalau ini sebuah pilihan Luhan, Maafkan aku..

“Kau bisa melakukannya, percayalah..” Guman Yoona pelan, yeoja itu memeluk tubuhku yang sudah lemas bagaikan kapas. Aku tersenyum getir dan menatap Luhan yang kini berdiri dihadapanku dengan tatapan kaku, apa kau tau perasaanku ? Kau sangat peduli denganku, Luhan..

<><><><><> Promise You <><><><><>

Author POV

Yeoja cantik itu, nampak melangkahkan kakinya menuju kesebuah tempat. Kakinya yang sedari tadi sudah tak kuat untuk menahan dirinya berdiri sekarang sudah melemah, tubuhnya terjatuh tepat didepan makan Ummanya. Yeoja itu terdiam dan menatap makam itu dengan tatapan kosong.

Dia akan datang kesini jika sebuah badai masalah menerpanya, menganggap makam sang bunda merupakan tempat dimana dia bisa mencurahkan seluruh perasaannya dan gundahnya. Dia memang tak tau, kalau dia telah menganggu ketenangan Ummanya yang sudah ada diSurga. Dia juga tak pernah tau kalau Ummanya sangat sedih saat melihatnya begini. Dia memang tak tau, dan tak pernah mengetahuinya.

“Umma, apa aku sedang jatuh cinta ? Tapi, kenapa rasanya sakit sekali ?” Guman yeoja itu pelan, dia mengelus perlahan sebuah batu yang bertuliskan ‘Kwon Ae Na’. Setelah itu, tatapannya kembali kosong dan menghela nafasnya perlahan. Sedetik kemudian, dia menyentuh dadanya yang sudah merasakan sakit yang amat mendalam.

“Tapi, kenapa namja itu malah menyukai Yuri Unnie ? aku tau, Sehun pernah menjadi bagian dalam kehidupan Yuri Unnie. Dan sekarang aku mencintainya, Umma.. Sampai kapan aku harus berpura pura menjadi yeojachingunya ?”

Kali ini, air matanya sudah terjatuh. Sebuah perasaan sesak yang sangat amat mendalam sudah dia rasakan. Ingin rasanya dia mengakhiri hidupnya hari ini juga, tapi tak ada malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya yang masih dibutuhkan didunia ini.

Dia tau, semua orang yang dia sayangi satu persatu akan pergi meninggalkannya. Walaupun dia tak tau kapan waktu menyedihkan itu tiba. Yang ada dalam pikirannya hanyalah satu hal, tersenyum dan memasang sebuah senyuman palsu kepada kedua Unnienya, Yoona dan Yuri.

“Aku tak ingin terus membuat Yuri Unnie menangis, walaupun sebenarnya hatiku berteriak karena bahagia..” Ujar Seohyun melanjutkan ucapannya yang beberapa menit lalu terpotong. Yeoja itu menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya perlahan, seolah siap menghadapi badai yang sudah bersedia menerpanya.

“Umma, aku berjanji akan membuat mereka semua bahagia.. termasuk hati kecilku” Ujarnya kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan makam itu dengan sebuah senyuman getir yang terlukis diwajah cantiknya.

Dia memang akan datang saat dia memerlukan Ummanya, Yah.. bagaikan peribahasa habis manis sepah dibuang. Itulah Seohyun, yeoja yang baik dan cantik tapi..

>>>

Sosok namja tampan nampak sedang duduk ditepi kolam renang dengan pandangan kosong. Kakinya bergerak kesana kemari menggerakkan air yang tadinya tenang itu. Sesekali kedua matanya terpejam merasakan dinginnya angin malam yang membelai wajah tampannya. Dia tak tersenyum, melainkan memasang sebuah wajah datar yang selalu terpajang diwajahnya.

“Kau sedang apa disini ?” Ujar seseorang yang kini berada dibelakang Sehun. Sehun yang tadinya sibuk dengan pikirannya sendiri kini menolehkan kepalanya dan menatap Luhan yang merupakan Hyungnya berdiri sambil melipat tangannya didepan dada. Luhan menghela nafasnya perlahan kemudian duduk disamping Sehun.

Hening, tak ada percakapan sama sekali diantara mereka berdua. Mulut mereka bungkam seolah sibuk dengan perasaan masing masing, walaupun kedua perasaan itu tertuju pada sebuah titik. Titik yang membuat keduanya terjebak kedalam cinta yang sangat amat rumit, bahkan lebih rumit dibandingkan masalah percintaan yang terdapat pada suatu drama.

Pikiran mereka masih melayang melayang, mencari sebuah akhir yang bahkan tak bisa mereka temukan. Mencari sebuah solusi agar mereka keluar dalam masalah ini tapi tak kunjung menemukan solusinya, yang ada kepala mereka dibuat pusing oleh solusi bodoh itu.

“Kau masih mencintai Yuri ?” Ujar Luhan memecahkan keheningan malam yang terjadi saat itu. Keheningan yang tadinya hanya terdengar suara air karena kaki Sehun, kini terpecahkan dengan sebuah suara lembut milik Luhan. Sehun terpaku mendengar ucapan Luhan, lidahnya itu kelu untuk menjawabnya padahal jawaban yang ingin dia keluarkan sangatlah sederhana, cukup dengan kalimat ‘Ya’.

“Apa kau masih mencintainya ?” Ucap Luhan untuk yang kedua kalinya dia menatap Sehun dengan sebuah tanda tanya yang besar diwajahnya. Cara bicaranya saja sudah terlihat kalau sekarang dia sedang mendesak Dongsaengnya untuk menjawab pertanyaan yang seharusnya tak ada gunanya jika dia mengetahuinya, walaupun begitu hati kecilnya ingin sekali menanyakan hal itu.

“Mungkin..” Ujar Sehun cuek, dia masih sibuk bermain air yang ada dikolam renang rumah mareka. Luhan yang terlihat geram dengan Sehun hanya menghela nafasnya perlahan, tangan kanannya itu mengepal sebuah tatapan tak suka terlukis begitu jelas diwajah Luhan. Tapi dia sesegera mungkin memalingkan pandangannya agar Sehun tak melihatnya.

“Kau pikir ini sebuah permainan hah ? Apa kau tak tau kalau kau sudah melukai yeoja itu ? Apa kau tak mengetahuinya ?!!” Ujar Luhan nada bicaranya meninggi, wajahnya itu sudah memerah menahan seluruh amarah yang sudah memuncak. Walaupun begitu, Sehun masih menatap Hyungnya dengan tatapan santai seolah tak terjadi apapun pada Hyungnya.

“Lalu, kenapa kau marah Hyung ?” Ujar Sehun, dan lagi lagi dengan nada bicara yang santai. Dia menatap air berwarna biru itu, namja itu memang terlihat tenang tapi jauh didalam hatinya dia sangat marah dengan dirinya sendiri. Memaki dirinya sendiri yang selalu melukai hati yeoja yang dia cintai.

“Tentu saja, kau menyuruhku untuk membuatnya Bahagia tapi kenapa justru kau yang melukainya ? Kau fikir dia boneka ?”

>>>

Alunan musik lembut menyeruak memasuki gendang telinga yeoja cantik itu. Sebuah senyuman getir tersungging diwajah cantiknya, tatapannya semakin lama semakin kosong. Hening, tak ada suara apapun disini. Yang ada hanyalah suara detak jantung yang semakin lama, semakin melemah.

“Aku tau, aku mulai mencintainya..” Gumannya pelan kepada bintang bintang dilangit yang seolah tersenyum dan menghiasi gelapnya malam yang dingin ini. Yeoja itu terdiam, kepalanya tertunduk lesu menenggelamkan wajahnya yang cantik.

Entahlah, sekarang dia merasa kalau dirinya sangatlah bodoh. Bukan karena dia tak naik kelas ataupun mendapat nilai buruk. Dia merasa bodoh karena sebuah hal, Cinta. “Aku tau, namja itu menaruh perhatian lebih padamu, Yuri Unnie..” Gumannya lagi, wajahnya masih terbenam dalam kedua kakinya.

“Dan bodohnya, aku jatuh cinta pada namja itu. Aku bukan seperti Seohyun yang mencintai Sehun, Tapi aku mencintai Hyung Sehun.. Luhan Oppa” Tambah yeoja itu kemudian menundukkan kepalanya. Sebuah senyuman tipis masih terukir diwajah cantiknya, menikmati lembutnya hembusan angin malam.

<><><><><> Promise You <><><><><>

“Unnie, Kau tidak bangun ? Lihat, pagi sudah datang !!” Ujar yeoja cantik itu seraya membuka selimut berwarna biru muda lembut milik Unnienya. Yeoja yang dipanggilnya dengan sebutan Unnie itu hanya mengeliatkan tubuhnya namun masih terlelap dalam mimpi indahnya, kedua matanya belum terbuka, nyawanya juga belum semuanya terkumpul tapi dia masih dengan jelas mendengar teriakkan kencang dongsaengnya.

“Yak, Luhan Oppa menunggumu..” Teriak yeoja itu lagi, dia menampakkan sebuah siratan mata seolah cemburu tapi masih mencoba membuat dirinya seceria mungkin. Yuri membuka matanya perlahan lalu menutup wajahnya yang masih polos itu dengan bantal, seraya mengendus pelan. “Kenapa tidak kau saja yang pergi dengannya ? Dia namjachingumu bukan ?” Gerutu Yuri, masih dalam posisinya yang semula tertidur.

Kepala Yoona tertunduk, sebuah senyuman kaku terlukis indah diwajahnya. Dalam diam, dia merasakan beribu ribu pedang seolah ingin menghampirinya. Lidahnya kelu untuk mengatakan yang sebenarnya, walaupun jawabannya adalah kalimat ‘Tidak’.

“Bu…Bukan, dia bukan namjachinguku” Guman Yoona pelan, dia masih menundukkan kepalanya dan tersenyum getir. Yuri yang tadinya berusaha kembali lagi tidur kini membuka matanya, nyawa yang tadinya sempat hilang kini kembali ketempat semula. Kedua matanya itu menatap Dongsaengnya dengan tatapan aneh dan bingung.

“Maksudmu, kalian sudah putus ?” Ujar Yuri dia masih menatap Dongsaengnya itu dengan tatapan yang sama, pandangannya dan posisinya masih tak berubah. Kedua matanya menyipit seolah tak percaya dengan apa yang Yoona ucapkan. Yoona terdiam, menghela nafas nya panjang lalu menghembuskannya perlahan. Dan menatap Yuri dengan sebuah senyuman bodoh diwajahnya.

“Aku.. Em, sudahlah Nonna.. Palli, kasian Luhan Oppa !!” Ujar Yoona yang kemudian meninggalkan Yuri pergi, Yuri hanya menyerngit mendengar ucapan Yoona. Tapi entah kenapa, Yeoja itu tersenyum. Seolah bahagia, hal itu terjadi.

>>>

Yuri terdiam, sibuk memandang orang yang sedang berjalan melewatinya dengan tatapan kesal. Sesekali, yeoja cantik itu menghembuskan nafasnya dan berdecak tak jelas sehingga membuat namja yang duduk disampingnya itu terkekeh.

“Kenapa kau suka sekali mengangguku ?” Gerutu Yuri dia masih memandang orang orang yang lewat itu, tak memandang wajah namja bernama Luhan yang kini sedang menatapnya dengan sebuah tatapan aneh yang terlukis diwajah tampannya. Namja itu melukiskan sebuah senyuman bahagia, dia nampak bahagia saat melihat Yuri tersenyum, walaupun ini pertama kalinya dia melihat Yuri seperti ini.

“Kenapa kau memandangku sep…”

“Aish, kau cerewet sekali.” Ujar Luhan kesal, sebenarnya dia sama sekali tak kesal dengan yeoja itu bahkan dia sangat suka mendengarkan ocehan Yuri, menurutnya Yuri adalah seorang MOODBOASTER baginya. Hmm, ketika Yuri tersenyum, perlahan lahan senyuman Luhan juga akan mengembang. Walaupun begitu, Yuri juga sering menjadi MOODBROKEN.

“Kau mau berjanji padaku ? kalau kau tak akan menangis lagi ?” Ujar Luhan, seraya mengacungkan kelingkingnya pada Yuri. Kali ini, Yuri terdiam tak dapat berguman apapun. Dia hanya bisa menatap kelingking Luhan dengan tatapan sedih sekaligus bingung, senyuman yang tadinya mengembang diwajahnya sekarang tak terlukiskan, seolah hilang terkena hujan.

Dia sudah tau jawaban sebenarnya, hanya saja dia tak mau kalau nantinya janji yang dia buat justru dia sendiri yang melanggarnya. Bukannya dia ingin membuat Luhan sedih melihatnya terus saja bersedih, tapi.. dia tak bisa menjamin semuanya, sekuat apapun dia menahan air matanya. Cairan bening itu akan terus merembes melalui pelupuk matanya yang indah, dan dia tak dapat menghentikannya.

“Aku berjanji aku akan menjagamu, asalkan kau tak boleh menangis” Ujar Luhan lagi, kelingking kanannya masih berada ditempat yang sama berharap Yuri juga akan melingkarkan kelingkingnya pada jarinya. Yuri yang tadinya termenung, memikirkan jawaban yang menurutnya sangatlah beresiko, Tersenyum.

Jari kelingkingnya bergerak menghampiri kelingking Luhan yang sudah lama menunggu. Sebuah senyuman manis terukir diwajah mereka berdua, Jari jari mereka berdua saling melingkar satu sama lain. Pertanda sebuah perjanjian yang berdasarkan dengan cinta dimulai, sebuah perjanjian yang memberontak adanya air mata dimulai, dan disinilah awal hubungan mereka.

“Promise..”

>>>

“YA !! Apa kau ingin, kau menangis karena namja yang sudah sama sekali tak mencintaimu itu Hah ? Kau mau tau sampai kapan kau menangis ? Ku katakan padamu, berhenti mencintai namja itu jika kau tak ingin melihat dirimu sendiri terpuruk dalam kesedihan !!!!!!!”

Yeoja itu terdiam. Sekarang, otaknya sedang memutar ucapan ucapan Luhan yang dia ucapkan kemarin. Sebuah senyuman kecut kembali terlukis diwajahnya, seraya menunggu sang namja kembali dan membawa dua buah Ice Cream, Yuri lebih memilih untuk melamun dan termenung sendirian.

Dia seolah sedang mengalami Deja Vu sekarang. Hm, sebuah perasaan yang sangat familiar menyeruak masuk secara tiba tiba kedalam hatinya. Sebelumnya, dia sempat menolaknya tapi perasaan itu sangatlah kuat, sampai sebuah rasa kini hinggap dihati kecilnya.

“Aku tau, aku jatuh cinta. Tapi kenapa harus denganmu ?” Guman yeoja itu pelan, dia tersenyum manis. Sebuah senyuman yang tak pernah dia berikan selama 2 tahun belakangan ini. Yeoja itu memang tak pernah menyadari, sekarang dibelakangnya sedang berdiri sosok namja tampan yang sedang membawa 2 buah ice cream ditangannya.

“Hm, aku mungkin mencintaimu.. Luhan” Gumannya melanjutkan kata katanya. Yeoja itu masih saja tersenyum. Sedangkan sekarang, Luhan hanya terdiam. Dia terpaku mendengar ucapan Yuri, bagaikan disihir sebuah senyuman manis mengembang diwajahnya. Dia tak pernah mengira semua ini terjadi, walaupun sebenarnya dia dan Yuri sama sama berada diposisi yang sama.

“Hey, kenapa kau malah melamun ? Kau tak ingin membantuku ?” Ujar Luhan berusaha mengalihkan pandangan Yuri sehingga menatapnya. Yuri yang terkejut, saat mendengar suara Luhan langsung membalikkan badannya dan menatap Luhan dengan tatapan bodoh. “Ka..kau tidak mendengarkannya bukan ?” Ujar Yuri gugup, dia masih menatap Luhan dengan tatapan aneh. Luhan hanya terdiam seraya memasang wajah bingung miliknya, walaupun jauh dalam hatinya dia tersenyum puas.

“Aish, kau bicara apa hah ? Palli, bantu aku membawa Ice Creammu yang hampir meleleh ini” Gerutu Luhan seraya menyodorkan sebuah Ice Cream rasa Strawberry yang sengaja dia beli untuk Yuri. Yuri menghela nafasnya lega kemudian buru buru mengambil Ice Cream yang Luhan sodorkan dengan sebuah senyuman aneh.

“Memangnya, tadi kau mengatakan apa ?” Ujar Luhan tiba tiba sehingga membuat nafas Yuri kembali tercekat. Lagi lagi, Yuri hanya tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya. “Aniya, aku tidak mengatakan apapun..” Gumannya yang kemudian menjilat Ice Cream yang sekarang ada ditangan kanannya. Luhan tersenyum manis pada Yuri.

“Tak apa jika kau tak memberitauku, Lagipula aku sudah mengetahuinya..” Ujar Luhan senang, dia masih menampakkan seutas senyuman manis pada Yuri yang kini duduk membeku seperti batu. Yuri membelalakkan kedua matanya, sedangkan nafasnya masih saja tercekat. Kedua bola matanya itu berputar kesana kemari mencoba mencari alasan. “Apa maksudmu ?” Guman Yuri kesal, dia masih sibuk mencari alasan.

“Kau menyukai seseorang bukan ?”

<><><><><> Promise You <><><><><>

END

Annyeong ^^ Gimana apa kalian menyukai FF ini ? Yah semoga aja ne, sambil menunggu Ff yang lain, kalian boleh baca FF ini ^O^

Heheh,

Kalian jangan Lupa komentar ne..

Gumawo

18 responses to “Promise You [Part 2]

  1. Tau ngga eonn?? #Engga *Plakk
    eon itu bikin aku gegalau, beberapa tahun berbulan bulan berhari hari *alahalay
    aku nungguin ff eon, sekarang aku dibikin eon galau lagi gara2 nih FF😥 *Hikss

    Cpetan post FF yang lainnya ne eon, kangen eon dan juga FF🙂 *Keep Writing

  2. Hadehh….bingung mau comment apa
    Kutunggu next part nya ne dan klanjutannya lbih di perpanjang😀
    Biar lbih seru bacanya

  3. End?Jdi Yoona dan Luhan itu cuma teman?Dan Seohyun dan Sehun hanya brlakon sbgai pasangan kekasih?Sehun meminta Luhan menjaga Yuri sdgkan Sehun menyakitinya..Hunhan sama2 mencintai Yuri tpi kini Yuri mencintai Luhan,SAMa dgn Luhan..Dalam masa yg sama YoonSeo jga mencintai HunHAN…

  4. RUMITT RUMITT
    udahlah yul sama kyupa aja deh #plakk #kumat kyuri shippernya
    sehun kau kenapa eoh ??
    gerem dah sama kamu thehun #plakk
    bagus thor cepetan lanjut ne

  5. authooooor, aku mau saran boleh kan?
    buat ff yulhan kek lagu peterpan thor ……
    trs buat juga yulhun kek lagu black pearl pan soalnya black pearl lagu teasernya sehun ……
    kekeke banyak amet dah mintaku kkk
    btw fighting thor ffnya yg lain buruan dilanjutin ya

  6. thor….kok lama banget sihh gk nge post ff??😦
    kangen nihh…ma ff author , ayo donk thor ngupdate ff yulhan lgi, jebal *puppyeyes*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s