Y2S2 Called Love [Part 3]

Y2S2 Called Love 2

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

SNSD [Yuri, Yoona, Sooyoung, Seohyun, Tiffany & Taeyeon]

EXO [Luhan, Kai, Chanyeol, Sehun]

Other Cast :

SNSD & EXO

Gerne : Romance, Friendship

Rating : General (Normal)

Length : Chaptered

Warning :

DON’T BE SILENT READERS, AND PLAGIATOR !! WE HATE THEM !!

Message :

Annyeong ^^

Kembali lagi dengan Author yang baik hati😀 *lupakan*. Sekarang kita *? Akan memasuki sesi Part ketiga😀

Langsung aja😀 Happy reading ^^

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

Mungkin kau tak tau semuanya tentang diriku.. Mungkin kau tak tau kalau senyuman yang selama ini kuberikan kepadamu adalah sebuah senyuman palsu. Mungkin kau tak tau kalau seluruh air mataku ini mengalir saat aku berada dibelakangmu, Melihatmu tersenyum bersama orang lain. Dan melukai hatiku..

Yah, aku menumpahkan segalanya dibelakangmu…

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

Part 2

“Yuri ah..” Ujar Luhan, dia menatap Yuri yang kini berada disampingnya. Yuri hanya menolehkan kepalanya dan menatap Luhan dengan tatapan bingung, tapi yeoja itu tersenyum. “Ne, Waeyo ?” Ujar Yuri. Yeoja itu masih tersenyum dan menghentikan langkah kakinya.

Luhan hanya menunjukkan sebuah senyuman kaku, seraya mengaruk garuk belakang kepalanya pelan. “Emm.. Saranghae..” Ujar Luhan, dia menatap Yuri dengan sebuah senyuman manis yang mengembang diwajah tampannya. Sedangkan Yuri dia hanya berdiri membeku, dan menatap Luhan dengan tatapan tak percaya.

“Kau, mau menjadi yeojachinguku ?” Ujar Luhan, dia kembali tersenyum senang dan menatap Yuri yang hanya diam seperti patung. Yuri menghela nafasnya pelan lalu menelan ludahnya dan menatap Luhan dengan tatapan bingung.

“Aku… A..ku.. Hhh..”

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

Part 3

Yuri POV

“Aku… A…ku.. Hhh..” Gumanku tak jelas, aku masih menatap Luhan Sunbae dengan tatapan gugup. Sungguh aku tak tau aku harus mengatakan apa kepadanya, ini terlalu mendadak bagiku. Aku terdiam dan masih mempertimbangkan jawaban apa yang akan kuberikan kepada namja yang kini tengah menatapku dengan tatapan bingung.

“Kenapa kau tegang sekali ? Aku hanya bercanda, Yuri ah..” Ujar namja itu yang kemudian tertawa. Aku hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan kesal. Bercanda katanya ? Aish.. padahal aku baru saja aku mengatakan kalau aku mau menjadi yeojachingunya.

Aku masih menatap Luhan Sunbae dengan tatapan datar, sedangkan namja itu hanya terkekeh pelan kemudian merangkulku dan menarikku berjalan meninggalkan tempat kami berdiri. Kami berdua berjalan menghampiri halte bis kemudian duduk disana.

Luhan Sunbae masih merangkulku, sedangkan aku juga masih saja terdiam dan menatap tangannya yang kini melingkar dileherku. Sekejap, aku dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari dalam tubuhku. Aku masih saja terdiam dan mengamati wajah Luhan Sunbae yang tampan.

“Kau tidak kedinginan ? Aish, aku lupa menyuruhmu untuk membawa jaket tadi” Ujar Luhan Sunbae, dia menatapku dengan tatapan cemas. Sedangkan tangan kanannya itu melepas jaket yang dia gunakan kemudian memakaikannya kepadaku.

“Ah.. lebih baik, Kau saja yang pakai. Aku tidak kedinginan, Oppa..” Ujarku sambil menunjukkan sebuah senyuman manis kepadanya. Luhan Sunbae, menaikkan alisnya kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

“Ah.. Kajja Palli, Bisnya sudah datang” Ujar Luhan Sunbae kemudian menarik tanganku masuk kedalam bis. Kami duduk dibangku paling belakang, Hh.. bis ini ramai sekali sehingga hanya bangku belakang yang tersisa. Aku dan Luhan Sunbae akan sampai dirumah 4 sampai 5 jam lagi, kami memang belanja diluar kota Seoul.

Aku dan Luhan Sunbae hanya terdiam dalam pikiran kami masing masing. Entahlah, kalau aku boleh jujur aku kecewa saat Luhan Sunbae mengatakan kalau dia bercanda ketika dia menyatakan cintanya padaku. Huft.. padahal aku senang sekali hal itu terjadi, tapi malah..

Aku menatap Luhan Sunbae yang terdiam menatap jendela. Aku kembali menghela nafasku kemudian menundukkan kepalaku. Kuangkat tangan kananku bermaksud ingin melihat jan tangan berwarna biru yang bertengger ditanganku. Hh.. sudah pukul 20.30, Aish Jinjja ? Malam sekali ?

“Kenapa, kau sudah mengantuk ?” Ujar Luhan Sunbae, dia menatapku dengan tatapan datar miliknya. Aku tersenyum tipis kepadanya kemudian menggelengkan kepalaku pelan. Aku menghela nafasku kemudian kembali menarik nafasku perlahan dan melihat keluar jendela.

“Hh.. tidurlah, disini..” Ujar Luhan Sunbae kemudian menarik kepalaku dan meletakkannya diatas bahunya. Aku yang sudah mengantuk hanya menurut saja kemudian memejamkan kedua mataku, dan tertidur.

>>>

Kubuka perlahan kedua mataku dan mendapati sebuah ruangan berwarna biru yang sama sekali tak kukenal. Kedua mataku yang masih buram ini berusaha memfokuskan tatapanku. Beberapa detik kemudian kedua mataku kembali normal. Aku masih menatap ruangan ini dengan tatapan bingung, kenapa aku bisa disini ? Bukankah kemarin aku bersama Luhan Sunbae dibis ?

“Unnie, kau sudah bangun ?” Ujar seseorang dari suaranya aku bisa ku mengenal itu, dia Sooyoung. Aku langsung menolehkan kepalaku dan mendapati sosok Sooyoung sedang tersenyum didepan pintu kamarku. Aku menatappnya dengan tatapan aneh.

“Sooyoung Ah, aku dimana ?” Gumanku pelan, aku menatap sekeliling yang masih saja terlihat asing bagiku. Sooyoung hanya tersenyum dan berjalan menghampiriku. “DiApartement Luhan, Hh.. kau ini karena kau Luhan menyuruhku untuk kesini dan menemanimu tidur disini sedangkan Luhan dia tidur disofa. Hh.. dan sekarang dia masih tertidur” Ujar Sooyoung.

Aku menyerngit mendengar ucapannya. “Kenapa Luhan tidak membangunkanku saja dan mengantarkanku pulang ? Aish, Appaku bisa marah !!” Gerutuku kesal, Sooyoung yang duduk disampingku menatapku dengan tatapan aneh lalu terkikik pelan. Aish, yeoja ini aneh sekali !!

“Dia takut dengan Appamu, lagipula aku sudah mengatakan pada Appamu kalau kau menginap dirumahku dan Appamu menyetujuinya” Ujar Sooyoung santai, aku hanya mengohkan ucapannya kemudian beranjak dari kasur dan berkeliling Apartement mewah milik Luhan Sunbae. Hh.. Apartementnya rapi untuk seorang namja, Bahkan kamarku saja kalah rapi.

“Kalau bisa, bangunkan Luhan.. Kau yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman” Ujar Sooyoung, Aku menyerngit mendengar ucapannya kemudian menghella nafasku perlahan. “Maksudmu ?”

>>> 

FLASH BACK

Sooyoung POV

            “Yak Sooyoung ah, Bantu aku !!” Ujar Luhan yang masih memohon mohon kepadaku, aku hanya mengendus kesal dan menatap yeoja yang sekarang Luhan gendong dengan tatapan kasian. Aku kembali menghela nafasku dan menganggukkan kepalaku pasrah. Yah ini semua untuk sahabatku dan untuk saudara sepupuku tersayang.

“Baiklah, kau tetap gendong Yuri ne. Bawa dia masuk kedalam” Ujarku senang. Luhan menatapku dengan tatapan kesal kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Aku menyerngit mendengar ucapannya kemudian menatapnya dengan tatapan kesal.

“Kau fikir aku namja seperti apa ? Aku masih punya tanggung jawab, Choi Sooyoung. Hh.. Aku yang sudah mengajaknya pergi jadi biarkan dia tidur diapartementku. Aku kemari hanya menyuruhmu untuk menemaninya, dan sebagai saksi kalau aku tidak melakukan hal apapun dengan Yuri” Ujar Luhan panjang lebar, aku menatapnya dengan tatapan kesal dan hanya bisa menghela nafasku perlahan.

“Ne.. ne.. ne.. Kajja”

>>> 

“Kalau kau ingin makan ambillah dikulkas. Aku ingin meletakkan Yuri dulu” Ujar Luhan yang kemudian berjalan menuju pintu berwarna coklat. Aku menatapnya dengan tatapan aneh. Kemudian berjalan menghampiri Luhan, Aish kebetulan sekali Luhan tidak menutup pintunya dan membiarkannya sedikit terbuka.

Aku dapat melihat Luhan meletakkan tubuh Yuri yang pulas dalam tidurnya itu diatas kasur berwarna biru perlahan. Dari tingkahnya saja, dia terlihat begitu hati hati seolah tak ingin kalau Yuri terbangun. Luhan menarik selimut dan menutup tubuh Yuri dengan selimut, Terlihat begitu jelas kalau dia sedang tersenyum kemudian mengelus rambut Yuri lembut.

Aku bergegas duduk disofa sebelum Luhan tau kalau aku mengintipnya tadi. Aku menatap kosong televisi yang mati. Sehingga membuat Luhan menatapku dengan tatapan bingung sekaligus aneh.

“Kau kenapa melihat televisi yang mati ?” Gumannya, nada bicaranya saja sudah terlihat kalau dia menganggapku sebagai orang sangat aneh. Aku terkekeh pelan kemudian menggaruk garuk belakang kepalaku. “Aku ingin tidur Luhan..”

END FLASH BACK

>>> 

Yuri POV

Aku hanya terdiam saat mendengar ucapan Sooyoung seolah tak percaya dengan semua yang dia ucapkan. Aku masih saja terdiam sampai sesuatu yang aneh merasuki hatiku. Hh.. aku tak tau apa itu..

“Kalau begitu, biar ku bangunkan Luhan..” Ujarku perlahan, Sooyoung hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya perlahan. Aku langsung bangkit dari duduk dan berjalan menghampiri Luhan, Dia terlihat tengah tertidur pulas sehingga membuatku tak berani membangunkannya.

“Luhan, Bangun.. Sunbae..” Ujarku perlahan seraya meletakkan tangan kananku dibahunya dan mengoyangkan tubuhnya perlahan. Luhan masih saja terdiam dan tak memperdulikanku. Aku kembali menghela nafasku.

“Luhan.. Bangun, ini sudah pagi” Ujarku lagi, Hening tak ada jawaban. Aneh, tapi tangan Luhan Oppa langsung menarik tanganku dan..

Chu~~

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

Author POV

“YA !! Luhan kenapa kau mencium Yuri ?” Teriak yeoja itu histeris, dia menatap si namja yang masih terpulas dalam tidurnya dan masih mencium sosok yeoja yang dipanggilnya dengan sebutan Yuri.

Namja yang tadinya tertidur itu langsung membuka kedua matanya saat mendengar teriakan Sooyoung. Dia menatap Yuri yang masih dia cium kemudian menjauhkan dirinya dan menatap Yuri dengan tatapan bingung sekaligus aneh.

“A..apa yang terjadi ?” Ujar Luhan yang masih bingung dengan kejadian yang sebenarnya. Dia menatap Yuri yang hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan takut. Luhan menghela nafasnya dan menatap Sooyoung yang terlihat geram dengan sikap Luhan.

“Kau mencium Yuri, apa kau tak sadar ?” Ujar Sooyoung santai, dia duduk disofa yang tak jauh dari tempat Luhan dan Yuri duduk. Dia menatap Luhan dan Yuri yang terlihat sedang saling menatap satu sama lain. “Mwo ? Bagaimana itu bisa terjadi ?” Ujar Luhan tak percaya.

“Buktinya, kau menciumnya tadi. Kau melihatnya sendiri bukan ? Bibirmu itu tepat berada dibibir Yuri. Aish kau ini, padahal kau tertidur tapi kenapa kau melakukan hal itu ? Menjijikkan sekali” Ujar Sooyoung.

“Em.. Mianne, Yuri ah. Aku tak tau, kalau aku melakukan hal itu kepadamu. Em.. tadi kufikir aku hanya sedang bermimpi” Guman Luhan, dia menatap Yuri dengan tatapan sedih kemudian menghela nafasnya perlahan.

“Gwech..”

“Annyeong.. Luhan Opp..” Ujar sosok yeoja yang tadi membuka pintu apartement Luhan. Sontak, seluruh pasang mata menatap kearahnya dengan tatapan terkejut, dan tatapan bingung. Yeoja itu membelalakkan kedua matanya saat melihat kedua sahabatnya ternyata berada disini.

“Seohyun..” Guman Yuri pelan, dia menatap Seohyun yang sedang berdiri membeku disana. Sedangkan Sooyoung menatap Seohyun dengan tatapan aneh seolah menemukan sebuah keganjilan disana. Luhan tersenyum pada Seohyun kemudian menyuruhnya untuk duduk.

>>>

“Ne, aku memang sudah menjadi yeojachingu Luhan Oppa beberapa hari yang lalu” Ujar Seohyun senang, dia tersenyum manis kepada Yuri dan Sooyoung yang kini menatap Luhan dan Seohyun dengan tatapan aneh. Yuri menundukkan kepalanya dan tersenyum pucat pada Seohyun.

“Mianne, kalau aku belum memberitau Unnie. Tapi aku sudah memberitau Yoona Unnie, Kemarin malam” Ujar Seohyun lagi. Dan lagi lagi Yuri dan Sooyoung hanya tersenyum hambar.

“Wah, Chukkae !!” Ujar Sooyoung senang dengan nada bicara yang dibuat buat. Sebenarnya, dia memang tak suka kalau Luhan itu dekat dengan Seohyun. Bukan karena Sooyoung menyukai Luhan, Tapi ada hal aneh yang membuatnya tak menyetujui saudara kesayangannya itu dekat dengan orang lain.

Sooyoung menolehkan kepalanya dan menatap Yuri yang hanya terdiam dan menatap kosong hal yang dilihatnya. Sooyoung kembali menepuk bahu Yuri seolah menyuruhnya untuk sadar dari lamunannya. Dan itu benar, Yuri langsung membuyarkan lamunannya dan menoleh kearah Sooyoung.

“Ku antar pulang, kau terlihat lelah. Hhh.. dari pada kau terus saja disini, lebih baik kau pulang atau kita pergi kerumah Yoona” Ujar Sooyoung yang ditujukan pada Yuri. Mendengar ucapan Sooyoung, Yuri menganggukkan kepalanya lemas dan kembali tersenyum simpul.

“Kajja” Ujar Sooyoung yang langsung menarik Yuri dan pergi meninggalkan Apartement Luhan tanpa salam. Melihat hal itu Luhan hanya menghela nafasnya perlahan, kemudian menatap kepergian Yuri dan Sooyoung dengan tatapan sedih.

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

Yuri POV

Aku duduk lemas seraya menyandarkan tubuhku didinding. Tatapanku ini kosong, entahlah aku tak mengerti. Tiba tiba saja sebuah luka menyeruak memasuki hatiku, aku ingin menangis dihadapan namja itu tapi aku tak bisa. Aku tak bisa melakukan semua itu. Aku hanya bisa memasang sebuah senyuman palsu pada namja itu. Hh.. sebuah senyuman palsu untuk menutupi semua kesedihan yang kurasakan.

Hh.. kadang aku sempat berfikir kenapa aku tak pernah sebahagia Yoona. Dia selalu mendapatkan perhatian dari Umma. Menyakitkan memang saat mengetahui kalau Yoona yang bernotabe sebagai sahabatku adalah saudara kembarku sendiri. Aku bahagia, tapi kenapa Appa tak memberitauku dari dulu ? Kenapa baru sekarang ? Disaat kehidupanku ditimpa banyak sekali masalah. Wae ?..

Otakku ini tak lagi bisa berfikir aku hanya bisa terdiam, menangis dan berkata ini menyakitkan. Hh.. aku tak tau aku harus menceritakan semua ini pada siapa. Aku hanya takut kalau dia juga merasakan hal yang sama denganku. Hh.. Tiffany Unnie, andai saja kau masih menjadi sahabatku. Aku tak akan menjadi sesedih ini, ada kau disampingku. Hhh.. andaikan..

Please baby baby baby..

Aku menatap handphone berwarna putih yang tergeletak diatas meja dengan kosong. Tangan kananku meraihnya dan menampakkan sebuah nama yang sama sekali tak ingin kudengar. Aku menekan tombol merah yang berfungsi untuk mematikan telepon dan kembali meletakkan handphone itu.

Tak berapa lama, handphoneku kembali bergetar. Kali ini bukan sebuah telepon melainkan sebuah pesan, tanganku kembali menekan sebuah tombol dan membuka pesan itu. Hhh.. pesan dari Kai.

Sekarang aku sudah ada didepan rumahmu, Cepat keluar !!

Aku menatap handphoneku dengan tatapan kosong kemudian membuka jendela dan mengintip dari atas. Disana, sudah terlihat sosok namja sedang duduk diatas sepeda motor. Namja itu menggunakan baju berwarna biru.

Aku tersenyum tipis menatap namja itu. Segera kuambil jaket dan tas yang entahlah isinya apa. Aku keluar rumah dengan menggunakan kaos berwarna merah muda, celana pendek dan jaket. Aku menghampiri namja itu dan buru buru naik keatas sepeda motor sebelum Appaku tau.

Motor yang kami tumpangi berhenti ditaman Seoul. Sontak aku langsung turun dari motor dan duduk ditanah yang dipenuhi oleh rerumputan ini. Aku menatap kerlap kerlip lampu yang menghiasi jalanan Seoul kemudian menghela nafasku perlahan. Sekejap, perasaan sedihku hilang.Kutolehkan kepalaku dan menatap Kai dengan tatapan datar. Namja itu tersenyum kepadaku kemudian menghela nafasnya perlahan.

“Adakah hal yang ingin kau ceritakan padaku ?” Ujar Kai, dia masih menatapku dengan tatapan berharap miliknya. Aku hanya menghela nafasku dan tersenyum getir padanya lalu menggelengkan kepalaku pelan. Aku tak ingin kau tau beratnya kehidupan yang sedang kualami Kai.

“Kau yakin ? Kau bisa menceritakannya kalau kau ingin, aku siap untuk mendengarkan seluruh ceritamu Yuri ah. Bukankah itu bisa membuatmu lebih lega ?” Ujar Kai lagi, aku terdiam dan terus saja mempertimbangkan. Haruskah aku menceritakan semuanya kepada Kai ? Termasuk saat aku terluka melihat Luhan menjadi namjachingu Seohyun ?. Hh..

“Yoona itu saudara kembarku, dan aku baru mengetahuinya tadi. Aku kecewa dengan Yoona, Ummaku, dan Appaku. Mereka menyembunyikan semuanya dariku, mereka tak memberitauku. Aku tak mengerti Kai, tapi aku sakit aku tak bisa menerima ini semua walaupun sebenarnya aku juga bahagia” Ujarku. Aku menatap Kai dengan tatapan parau sampai sampai tak merasakan kalau air mataku ini terjatuh. Aku hanya terdiam dan menghela nafasku.

“Hh.. mereka memiliki alasan kenapa mereka tak memberitaumu, Mungkin mereka takut kau sakit hati atau mereka sedang menunggu waktu yang tepat. Walaupun sebelum waktu yang tepat itu, kau sudah mengetahuinya.” Ujar Kai, namja ini tak menatapku dia menatap toko diseberang. Aku hanya terdiam dan masih menahan air mataku. “Ada lagi ?” Gumannya.

“Hh.. aku mencintai seseorang..” Gumanku aku mengikuti arah pandang Kai, menatap toko yang menjual teddy bear itu. Kai yang terkejut menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan aneh. “Kau mencintai seseorang ?” Ujar Kai seolah sangat shok dengan ucapanku. Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepalaku pelan.

“Alasan kenapa aku selalu bahagia adalah namja itu, alasan kenapa aku selalu memasang sebuah senyuman palsu itu adalah namja itu. Aku berusaha sekuat tenaga untuk tegar dihadapan namja itu. Hh.. walaupun sebenarnya aku tak bisa aku tak kuat melakukan semua itu”

“Aku selalu menangis dibelakang namja itu. Aku menumpahkan seluruh air mataku saat dia tak ada bersamaku. Aku tau, sekarang dia milik orang lain tapi aku tak bisa melepaskannya. Aku terlalu mencintanya, walaupun itu untuk sahabatku sendiri” Gumanku, air mataku kembali terjatuh dan menatap Kai dengan tatapan parau. Kali ini aku benar benar tak kuat menahan seluruh air mata yang mendorong untuk keluar.

Kai hanya tersenyum tipis padaku kemudian mengelus rambutku perlahan. “Hh.. bukan berarti namja itu tak mencintaimu, tapi dia belum merasakan tulusnya cintamu. Hh.. kurasa kau harus mencobanya lagi” Ujar Kai dia menatapku dengan tatapan sedih kemudian menghela nafasnya perlahan. Aku kembali menghapus air mata yang membasahi pipiku kemudian tersenyum tipis pada Kai.

“Tak akan pernah ada kata terlambat didunia ini, Aku yakin kalau kau bisa. Kau itu cantik, baik Hh.. apa yang kurang darimu ?” Ujar Kai, dia tersenyum padaku. Aku hanya terdiam dan menganggukkan kepalaku kemudian memeluknya.

“Gumawo..”

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

NEXT PART

>>>

“Hyung !! Berhenti melukai Yuri !!” Ujar namja itu sambil memukul tepat diwajah namja tampan yang ada dihadapannya.

>>>

“Dia menyukai Luhan Sunbae..”

>>>

“Kau tau, siapa yang ada dibalik semua ini ? Dia itu Seohyun !!”

>>>

“Hentikan KAI !! Kubilang Hentikan !!”

>>>

“Kau itu, sahabatku dan juga saudaraku Yoong. Bagaimana bisa aku membencimu, kau adalah orang yang sangat berharga dalam kehidupanku”

>>>

“Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, apa kau baik baik saja ?”

>>>

“YA !! Aku memang mencintai Yuri !! Aku memang mencintainya, apa kau puas ?”

~~~~~~~~*****~~~~~~~~

TBC

Annyeong ^^

Author kembali dengan FF ini, Yah semoga kalian menyukainya. Karena kalau kalian menyukainya author bakalan seneng banget *?

Hahah, kalian jangan Lupa komentar ne..

Mianne, kalo saya jarang banget ngepost FF. Yah itu semua dikarenakan Luhan yang selalu menganggu pemikiran Author -_-

Hhah,

GUMAWO

17 responses to “Y2S2 Called Love [Part 3]

  1. konflik ny makin makin menjadi2,, dn mkin menyulut emosi. kasian yul eonni, tnang aja eonni smua akan indah pda wktu ny🙂 ditunggu next chap ny. Keep writing..

  2. nah next part objek pariwisatanya #eh slh
    objek penderitaannya luhan aja kagak kuat yul eon kasihan hoho
    udh eon kgk ada lulu oppa kan masih ada hae oppa sma kyupa #jiwa shipper muncul lagi
    lanjut thor yang part selanjutnya kykny seru tuh hohoho

  3. 🙂 lama bget ffnya dipost. Kesepian😦
    Huaa .
    Kai suka yuri kah ?
    Jadi seo dalang semua ini . Huh. Kasian yul😦
    Lanjuttt.
    Percepat thor🙂

  4. Kai sepertinya suka ama yuri ya tp yuri suka ama luhan dan luhan suka ama yuri #plakk sok tau neh kai ama q aja kekeke ^^

  5. Luhan brgurau mengenai hal yg x seharusnya menjadi gurauan…Yuri benar2 mencintai Yuri…Hairan sangat dgn sikap Luhan ke Yuri yg trlalu mengambil berat…Membawa Yuri jalan2,meminta Yuri tidur dibahunya dan membawa Yuri tidur diapertmantnya kerana merasa tanggungjawab,malah mencium Yuri walaupun dlm keadaan tak sedar..Dia melakukan Yuri seperti yeoja yg dicintainya…..tpi apa ternyata Seohyun sda menjadi yeojachingunya…..Dan Yoona saudara kembar Yuri….Sooyoung yg merasa aneh ketika Luhan sepupunya dekat dgn orang lain….Kai yg trnyata sahabat rapat Yuri…Dan satu lg kenapa bkan Seohyun saja yg di lakuin kasar para fan Luhan kan Seohyun pacarnya….Malah Yuri dibenci Taeny dan derita dgn konflik keluarganya dan perasaanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s