My Cute Dongsaeng & My Fashionable Nonna [Part 8 END]

my cute dongsaeng & my fashionable nonna 40

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Kwon Yuri

Xi Luhan

Other Cast :

Seohyun, Sehun, Kai, Yoona, Jessica, Kris, Tiffany

Rating : General

Gerne : Romance, Sad, Friendship

Warning :

NOT FOR SILENT READER AND PLAGIATOR

Message :

HH.. akhirnya ending juga ^O^ !! Ok, Happy Reading ne !!

~~** **~~

Jika aku harus menunggumu sampai kita berjumpa lagi esok, aku akan melakukan hal itu..

Selama aku bisa berjumpa lagi dengan sosokmu..

~~** **~~

Part 7

“Kau boleh membenciku, Luhan.. Kalau itu akan membuatmu senang. Asalkan kau bahagia, aku akan melakukan hal itu” Ujarku sambil menatap Punggung Luhan yang masih beberapa meter dariku. Air mataku ini sudah terjatuh, sedangkan Luhan.. dia menghentikan langkahnya dan menatapku dengan tatapan sendu.

“Selamat Tinggal..” Ujarnya yang kemudian meninggalkanku sendiri, berdiri mematung di tempat ini dan hanya bisa menatap kepergiannya itu. Aku tak ingin melihatmu pergi Luhan, aku ingin kau tetap berada disini. Aku ingin kau disini, bersamaku.. Tapi, kurasa itu tak mungkin.

“Sampai jumpa, 2 tahun lagi.. Luhan” Gumanku pelan.

~~** **~~

Part 8

Yuri POV

Aku hanya tersenyum tipis dan menatap sahabatku itu dari kejauhan, mereka semua nampak sedang berkumpul. Dan saling bercanda dibandara ini, Hh.. ini terakhir kali aku melihat sosokmu sebelum kau pergi meninggalkanku.

Tak tau kenapa, tiba tiba saja hariku ini merasa sakit. Bukan hanya itu air mataku tiba tiba saja sudah menetes dan tersenyum menatap wajah namja itu yang hanya tersenyum kaku pada teman temanku, Luhan.. aku tak ingin membiarkan dirimu pergi..

Sebelumnya, aku memang belum pernah kehilangan orang yang benar benar kucintai. Bahkan Sehun, saat dia pergi meninggalkanku saja aku tak sampai menangis hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan parau. Tapi sekarang..

Aku tak pernah tau Luhan, aku hanya ingin mendengar satu kata untuk kedua kalinya dari mulutmu.. Saranghae.. Maaf untuk tempo hari, aku memang bodoh maaf karena aku tak bisa menerimamu. Aku tak ingin kau menjadi sedih karena kita berdua harus berpisah, lebih baik aku mengorbankan cintaku.. dari pada harus merelakan dirimu yang terluka..

Jika, aku dapat mengembalikan waktu. Aku pasti akan mengembalikan saat saat dimana kita selalu tertawa dan tersenyum, aku akan menghapus semua luka yang pernah kita berdua buat. Aku tak ingin ada air mata yang jatuh dikisah kita.

Tapi, Hh.. tak semudah itu. Kita ditakdirkan untuk menjadi sepasang hati yang harus terpisahkan. Aku tak tau, kapan kita akan bertemu lagi.. akankah 2 tahun yang akan datang. Saat kita berdua datang diacara sekolah ini ? Atau kita tak akan bertemu lagi ? Aku tak tau..

Aku hanya bisa menatap sosok Luhan yang sudah bangkit dan berjalan meninggalkan teman temanku yang sudah berkumpul disana. Aku juga bangkit dari dudukku lalu menatap lurus padanya, aku tak ingin melihatnya pergi.

Sosok Luhan, terus saja berjalan sampai dia ditelan oleh sebuah pintu. Aku kembali tersenyum tipis lalu menghapus air mataku yang sudah terjatuh membasahi pipi. Aku akan menunggumu sampai kita bertemu lagi, di SEOUL.

“Sampai Jumpa..”

~~** **~~

2 Tahun kemudian…

Author POV

“Yuri ah, Bangun.. !!” Ujar sosok yeoja cantik sambil menggoyang goyangkan tubuh sahabatnya yang masih tertidur pulas diatas kasur. Yeoja itu berdecak sebal lalu mengelitiki leher sahabatnya itu sehingga dia merasa geli.

“Yak, Unnie.. Aku mengantuk..” Ujar Yeoja yang dipanggil Tiffany dengan sebutan Yuri. Tiffany hanya menghela nafasnya pelan dan kembali berdecak sebal kemudian mengambil sebuah figura foto yang menampakkan sosok namja tampan sedang tersenyum.

Tiffany terus saja memandang wajah namja yang ada difoto itu lalu menungging seutas senyuman diwajah cantiknya. Yuri yang setengah sadar heran melihat Tiffany yang hanya terdiam sambil menatap foto yang dia pajang.

“Kau tidak boleh menyukai namja itu !!” Ujar Yuri tiba tiba sehingga membuat Tiffany terkejut, yeoja itu menolehkan kepalanya kemudian menatap Yuri dengan tatapan bingung sekaligus aneh. “Wae ?” Ujar Tiffany datar, dia kembali menatap wajah namja itu dan lagi lagi memamerkan sebuah senyuman manis yang terukir diwajah cantiknya, Yuri menatapnya dengan tatapan sebal lalu mengambil foto itu.

“Dia orang yang kumaksud, Xi Luhan.. Sosok yang kucintai. Tampan bukan ?” Ujar Yuri sambil memamerkan senyuman meledek pada Tiffany, Tiffany hanya menatapnya dengan tatapan kesal. “Oh, ya hari ini aku harus keSeoul”

~~** **~~

Yuri POV

Kulangkahkan kakiku ini, dan berjalan tergesa gesa hendak menghampiri taxi. Hh.. aku sudah sampai diSEOUL. Senang sekali aku bisa kembali kemari, aku tak sabar bertemu dengan Yoona dan Jessica. Apalagi aku membawakan banyak baju baju yang lagi tren di London.

Langkahku terus saja berjalan sampai tubuhku terpental karena menabrak seseorang. Koper yang tadinya kupegang erat, terjatuh. Sosok yang menambrakku itu hanya membungkukkan badannya, tanda permintaan maaf.

Aku hanya terdiam dan menatap namja itu dari kejauhan, namja itu memang sudah berjalan menjauh dariku. Aku menatap tubuhnya yang gagah, rambutnya yang berwarna merahmuda kecoklat coklatan, lalu dari belakang.. dia mengingatkan aku pada…

“Yak, Unnie !!” Ujar seseorang yang kemudian menepuk bahuku, sontak kutolehkan kepalaku dan menatap dua orang yeoja yang sedang memamerkan senyuman diwajah mereka. Aku terdiam mencoba mengingat ingat siapa mereka berdua.

Sosok yeoja berambut panjang dengan rambutnya yang kini berwarna kuning, Ah.. dia Jessica. Lalu sosok yeoja yang rambutnya kini menjadi keriting, dan berwarna Coklat. Dia pasti Yoona, diakan tak suka mengecat rambutnya.

Aku langsung tersenyum dan memeluk mereka berdua, ah.. aku sangat merindukan mereka !! “Aish, Unnie.. aku malu” Ujar Yoona, mendengar ucapannya aku segera melepas pelukanku, dan terkikik pelan.

“Ah.. sudah lama aku tak bertemu dengan kalian, aku merindukan kalian..” Ujarku sambil memasang wajah sedih pada mereka. Yoona dan Jessica hanya terkikik pelan lalu memukul kepalaku kasar. “Aish, kau ini berlebihan sekali” Ujar Jessica, aku menatapnya dengan tatapan aneh. Berlebihan ? apa yang berlebihan ? ini semua kenyataan, aish..

“Apa yang berlebihan, oh ya aku bawakan sesuatu untuk kalian !!” Ujarku senang, Yoona dan Jessica yang tadinya menatapku dengan tatapan aneh, kini tersenyum padaku. Kedua mata mereka berbinar binar saat mendengar ucapanku barusan, Aish mereka memang tidak berubah sama sekali !!

“Cha~” Ujarku sambil menyodorkan sebuah tas berwarna putih pada mereka. Yoona mengambil tas itu lalu tersenyum padaku. “Gumawo Unnie..” Ujarnya senang, aku kembali tersenyum lalu menganggukkan kepalaku pelan. Hh..

“Kajja, kita naik mobilku” Ujar Jessica yang kemudian membawa koper yang kubawa. Aku hanya tersenyum lalu mengikuti langkah mereka berdua.

Hhh.. 2 tahun aku tak bertemu dengan sosokmu, 2 tahun sudah aku tak mendengar sebuah kabar tentangmu sama sekali, 2 tahun aku mengubur semua perasaan rindu yang tersimpan untukmu, 2 tahun sudah.. Hh.. Luhan, aku tak tau akankah kau masih suka pelajaran matematika, atau tidak.. aku tak pernah tau itu semua.. Yang kutau hanyalah aku merindukan sosokmu..

Aku berharap aku bisa bertemu denganmu, dengan begitu aku dapat menghapus semua perasaan rindu yang kupendam khusus untuk dirimu. Hh.. semoga saja Luhan, semoga saja…

“Unnie, kenapa kau dari tadi diam saja ?” Ujar Yoona yang kini menatapku dengan tatapan aneh, aku yang duduk dibelakang hanya tersenyum tipis seraya mencoba menutupi air mata yang sudah ada dipelupuk mataku.

“Oh ya, aku hampir lupa. Yoong ambilkan tas berwarna biru itu” Ujar Jessica sambil menunjuk tas berwarna biru yang ada dihadapan Yoona. Jessica menyodorkan tas itu kepadaku, sedangkan aku menatap tas itu dengan tatapan bingung. Apa maksudnya ?

“Itu dari Luhan, dia menitipkannya padaku. Dia bilang, kau masih marah dengannya karena peristiwa 2 tahun yang lalu” Ujar Jessica menjelaskan maksudnya, tanganku ini bergerak mengambil tas itu.

Entahlah, tapi sekarang tanganku sudah bergetar dan menatap tas itu dengan tatapan sendu. Hhh.. aku tak marah dengannya. Aku tak akan bisa membenci sosoknya, tak akan..

Aku menghela nafasku pelan lalu menatap keluar jendela, berharap ada sesuatu yang bisa membuatku merasa lebih baik. Tanganku ini masih mengenggam tas yang diberi Luhan, bahkan lebih erat.

“Unnie, Gwenchana ?” Ujar Yoona yang kini menatapku dengan tatapan cemas, ku tolehkan kepalaku dan menatap lurus kedepan dan menampakkan seutas senyuman paksa. Hh.. “Aniya, aku baik baik saja..” Ujarku mencoba menyembunyikan semua perasaanku pada kedua sahabatku ini.

“Kau yakin ?” Ujar Jessica lagi, dia menatapku dari kaca. Aku hanya bisa tersenyum dan lagi lagi menganggukkan kepalaku pelan. “ne, aku baik baik saja. Oh ya bagaimana kabar Luhan ?” Ujarku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, Yoona dan Jessica saling bertatapan lalu tersenyum padaku.

“Dia baik baik saja, sekarang rambutnya berwarna merah muda kecoklat coklatan. Tadi dia dibandara, Hh.. dia baru saja sampai sama sepertimu, dia baru datang diSeoul hari ini” Ujar Yoona senang, aku hanya terdiam mencoba mencoba mencerna ucapannya.

Tunggu !! Namja yang berambut merah muda kecoklat coklatan ? Apakah Luhan itu sosok namja yang tanpa sengaja menabrakku saat dibandara ? Aish, tapi mana mungkin itu dia. Buktinya aku tak mengenalinya sama sekali, Lagipula namja yang memiliki rambut dengan warna itu bukan hanya Luhan kan ?

“Oh..”

~~** **~~

Kuangkat gaun panjang berwarna putih yang sekarang kukenakan lalu melangkahkan kakiku memasuki gedung mewah yang digunakan untuk berkumpul teman temanku.

Aku terus aja berjalan mencari sosok Yoona dan Jessica, Aish.. kemana mereka berdua ? Menyusahkan ku saja. Aku terus berjalan sampai menemukan, Yoona, Kai, Kris, Jessica, Sehun, Seohyun sedang duduk disebuah kursi yang tersedia. Aku segera menghampiri mereka, Tapi langkahku terhenti saat melihat sosok namja yang Yoona ceritakan tadi pagi datang dan duduk disamping Sehun.

Nafasku itu seolah terhenti dan hanya bisa menatap sosoknya dari kejauhan, rasanya.. aku ini tak punya nyali untuk menghampirinya. Aku terlalu lemah untuk menatap kedua matanya, aku tak akan bisa menatapnya dari dekat.

Jantungku ini berdegup kencang, Tanganku ini mengepal. Tatapanku tak bisa lepas dari namja itu, aku terus menatapnya dengan rasa sakit yang tiba tiba saja muncul dari dalam hatiku.

Aku terus saja berdiri disini dengan tatapan kosong, sehingga aku tak menatap yang lainnya. Otakku hanya terfokus pada satu hal, Luhan. Seseorang menabrakku sehingga minuman yang tadi dia bawa tumpah dibajuku. Aku hanya tersenyum tipis padanya, seraya mengendus kesal.

“Yuri ah..” Ujar seseorang yang ada dibalik namja yang tadi menabrakku. Sontak, kudongakkan kepalaku dan menatap sosok namja itu. Dia menatapku dengan tatapan sendu lalu menghampiriku.

>>>

Aku hanya terdiam dan menatap namja yang duduk disampingku ini dengan tatapan penuh kerinduan. Aku terus menatapnya sampai aku puas, walaupun aku tau aku tak akan puas.

Mengerti aku mengawasinya, namja itu menolehkan kepalaku dan menatapku dengan sebuah senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya. Aku hanya diam tak membalas senyuman itu kecuali menghela nafasku perlahan.

Aku tak tau sampai kapan aku dan Luhan hanya terdiam tanpa suara sama sekali. Yang terdengar ditelingaku hanyalah suara hembusan angin dan kicauan burung burung malam. Kami berdua benar benar terlihat canggung, bukan hanya itu kami malah terlihat kalau kami sama sekali tak saling kenal.

“Mianne..” Ujar Luhan dia menatap langit yang kini sudah gelap, bintang bintang juga sudah berkerlap kerlip disana. Aku hanya menghela nafasku dan memasang seutas senyuman padanya. Aku berharap, namja itu tau apa yang ku maksud. Aku tak dapat berkata kata dengannya.

“Em.. aku..”

“Yuri ah, Bogoshipo..” Ujar Luhan lagi melanjutkan ucapannya yang terpotong. Kali ini namja itu menolehkan kepalanya dan tersenyum padaku, tangan kanannya mengenggam erat tanganku. Membuatku hanya bisa tersenyum dan menatapnya dengan tatapan malu. “Hh.. nado” Ujarku senang.

Luhan tersenyum lalu memelukku, aku kembali tersenyum dan hanya bisa membalas pelukan darinya. “Mianne, kalau aku mengucapkan ini lagi..” Ujarnya, seraya melepas pelukan diantara kami, Aku menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung.

“Em.. saranghae..” Ujarnya sambil mengukir sebuah senyuman yang sangatlah manis, Aku hanya terkikik pelan mendengar ucapannya. Aish, ku kira dia akan mengatakan apa. “Nado..” Ujar ku senang.

Luhan mendekatkan wajahnya kearahku. Aku hanya terdiam, wajahnya semakin mendekat..

“Yak, jangan lakukan adegan itu dihadapan kami !!” Ujar seseorang dari belakang kami, sontak Luhan menghentikan hal yang akan dia lakukan dan menolehkan kepalanya, disana sudah ada Jessica, Kris, Yoona, Kai, Sehun dan Seohyun.

“Jangan pernah umbar kemesraan kalian dihadapan kami !!” Ujar Kris dingin, dia menatap kami berdua dengan tatapan sebal. Sedangkan Luhan malah tertawa meremehkan Kris, Aish namja ini..

“Ah, lagipula itu salah kalian sendiri. Aku kan sudah mengajak Yuri untuk kemari agar aku bisa melakukannya tanpa ada orang yang tau. Tapi kenapa kalian malah mengikuti kami berdua ?” Gerutu Luhan kesal, namja disampingku ini menatap orang orang yang berdiri dihadapannya dengan tatapan sebal seolah bisa memakannya hidup hidup.

“Lagipula itu salah kalian sendiri, Dan sebelumnya Mianne Ne !!” Ujar Luhan yang kemudian langsung mencium bibirku. Kubelalakkan kedua mataku dan menatap Luhan dengan tatapan kesal, Aish.. Namja ini nekad sekali ?

Luhan melepaskan ciuman itu lalu terkekeh pelan. Aku dan dia langsung menatap Yoona, Jessica, Seohyun, Kris, Kai dan Sehun yang sudah menatap kami dengan tatapan siap membunuh kami.

“Yak !! Kau ini memang !!” Ujar Jessica yang berjalan menghampiriku dan Luhan, diikuti dengan Yoona Kai Kris Seohyun dan Sehun. Luhan kembali terkekeh lalu menarik tanganku dan menyuruhku untuk berlari menghindari serangan mematikan dari sahabat sahabat kami.

“Yak !! Mau kemana kalian ?”

~~** **~~

END

Annyeong ^^

Gimana ? sudah end lo !!! Aish, lega lega !! yah, Author rada nyesek dengan adegan Kissnya hoho~ kenapa author Cuma buat kayak gitu ya ? Tapi, ga apalah wkwkw, dari pada ntar author jadi yadong -_-

Oh, Ya.. kalian jangan lupa komentar ne ^^

And Last, Gumawo !!

35 responses to “My Cute Dongsaeng & My Fashionable Nonna [Part 8 END]

  1. udah lama thor nie ff ditunggu akhirnya muncul jga hahaha
    yang love ligsht sma y2s2 lanjut thor
    jangan sad ending ya #ngamcem

  2. Endingnya seru thor apalagi wktu yulhan ciuman jdi senyum” sendiri ^^
    Thor lain kli bikin ff yuri sma kris dongg soalnya jaranggg bgt ff yg bercast mereka :’) walupun sbnarnya luhan bias aku><

  3. duh eonni ending ny lcu dn SWEET bgt. Luhan jail bgt. pkok ny TOP BGT deh. Oh iya eonni Love Light ny msh dilanjutkan eonni? sya msh menunggu kelanjutan ny. Ok lah ditunggu karya2 eonni yg lain. Keep writing eonni🙂

  4. Kiss nya kurang nih thor.. O.o *yadongkumat
    Untung aja happy ending.. Lega sih.. —
    Luhan mah gitu.. Malu malu mau..😀

  5. hueeeee kenapa harus selesai thor?? Tapi bagus banget ff-nya, kapan-kapan bikin ff YulHan lagi ya!😀

  6. Hahaha sudah end akhirnya yulhan bersatu yeeei di tunggu karya2 author lainnya

  7. asyik akhirnya happy ending..
    Bikin ff lg donk tp yg cast YulHan ya thor dan satu lagi harus happy ending jangan sad ending thor..

  8. Suka… Sama ceritanya bagus.. Sorry ya thor aku baru komen di chapter ini doang hehehe gak papa kan eon??:-/
    dan yang lebih penting aku suka ceritanya !!!!!😀😉🙂

  9. maaf thor baru komen di part ini, cz gak sabar waktu baca dari part ke part..
    aku suka persahabaan yoonyulsic, awalnya nyesek banget thor, kasihan yul unnie
    endingnya buat aku senyum senyum sendiri karena tingkahnya luhan oppa..
    bagus banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s