[SNSD Album] Time Machine

Girls Generation Album (Fanfiction) Time Machine

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

SNSD [Yoona, Yuri, Seohyun, Sooyoung, Tiffany, Jessica, Hyoyeon, Taeyeon, Sunny]

EXO [Sehun, Luhan, Lay, Chanyeol, Suho, Kris, Kai, Baekhyun, Xiumin]

Rating : General

Gerne : Romance, Sad

Lenght : Oneshoot

Warning :

NOT FOR SILENT READER & PLAGIATOR

Message :

Annyeong^^ Author kembali dengan FF Sad Lhoh (:D) *Author evil. Hhaha, Langsung aja ne..

Happy Reading !!

~~** Time Machine **~~

Seandainya, aku dapat mengulang waktu.. aku akan melakukan semuanya, Untukmu..

Agar kau memaafkan semua kesalahanku, dan agar tak ada air mata yang terjatuh lagi.. Hh.. Andai saja..

~~** Time Machine **~~

Yoona – Sehun

Yoona POV

Kisah yang kita ciptakan bersama, terbuang sia sia. Hancur begitu mudahnya..

Aku berlari, terus saja berlari menelusuri jalanan yang penuh salju ini. Aku terus berlari dan tak memperdulikan dinginnya salju yang menabrak tubuhku, Aku akan terus berlari agar aku bisa bertemu dengan sosok itu.

Hh.. aku ini bodoh !! kenapa aku meninggalkan namja itu ? Padahal hari ini adalah hari yang penting bagiku dan dirinya. Hari ini, merupakan hari dimana semua kisah yang kita ciptakan akan terus berlanjut sampai aku mati.

Langkah kakiku ini terus saja berjalan, sampai berhenti disebuah gedung mewah. Aku menatap gedung mewah yang sepi itu dengan tatapan kosong, kemudian melangkahkan kaki ku gontai dan berjalan memasukinya.

Didalam, memang benar benar kosong. Hanya ada sosok namja tampan yang menggunakan jas berwarna hitam sedang duduk disalah satu bangku paling depan. Aku kembali menatapnya dengan tatapan sedih lalu berjalan menghampirinya.

“Sehun..” Ujarku pelan seraya menyentuh bahunya. Namja yang kini sedang duduk disampingku menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan penuh kebencian.

“Untuk apa kau kemari ? Bukankah hari ini, tidak penting lagi untukmu ?” Ujar Sehun dingin, kebelalakkan kedua mataku lalu menundukkan kepalaku. “Hh.. aku tau aku salah, Maafkan aku..” Ujarku pelan dan masih menundukkan kepalaku.

“Semuanya sudah berakhir..” Ujar namja itu yang kemudian bangkit dari duduknya dan berlari meninggalkanku yang hanya bisa duduk membeku dengan air mata yang terjatuh.

“Hhh.. Maafkan aku…”

~~** Time Machine **~~

Jessica – Kris

Jessica POV

Satu kesalahan, akan membuat sebuah penyesalan..

Aku hanya terdiam dan mengamati kemacetan yang terjadi disini. Mobil mobil itu terhenti seperti yang tengah kurasakan sekarang. Hh.. kurasa hubunganku dan namja itu akan berhenti sekarang.

Siapa yang bisa memaafkan kesalahanku ini, berbohong padanya lalu meninggalkannya sendirian. Aku memang salah, tapi aku harus berbuat apa ? Namja itu tak akan memberikanku kesempatan untuk yang kedua kalinya.

Aku hanya menghela nafasku dan diam seribu bahasa. Namja yang duduk disampingku ini juga melakukan hal yang sama, hanya diam menunggu mobilku ini berjalan. Hhh.. Rasanya aku sedang berada didalam ruangan yang kosong sendirian.

Tanganku yang tadinya dingin, mendadak menjadi hangat. Kutolehkan kepalaku dan menatap tangan Kris yang kini tengah mengenggam tangan kananku ini. Namja itu menampakkan seutas senyuman paksa padaku.

“Jess, kau tau.. kalau aku mencintaimu bukan ?” Ujarnya, dia menatapku dalam. Sedangkan aku hanya bisa menganggukkan kepalaku pelan. Aku tau bahkan sangat tau semua itu. Tapi..

“Kalau kau tau, kenapa kau membohongiku ? Aku tak suka dibohongi, Jess..” Ujar Kris yang kini sudah menatapku dengan tatapan penuh kebencian. Aku hanya bisa terdiam, lidahku ini sangat kelu untuk mengucapkan sesuatu.

“Kurasa, hubungan kita cukup sampai disini..” Ujarnya yang kemudian membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Lagi lagi aku hanya terdiam seraya memaki diriku yang tak bisa berkata apapun pada Kris.

“Maafkan aku,.. aku menyesal..”

~~** Time Machine **~~

Hyoyeon – Kai

Hyoyeon POV

Bahkan telah kucoba katakan pada diriku sendiri, Apapun yang kulakukan luka ini tak kunjung terobati..

Aku berjalan bersama sosok namja yang akan pergi menjauh dariku. Hh.. sedari tadi, aku memang hanya bisa memasang sebuah senyuman palsu dan menganggukkan kepalaku saat dia berbicara.

Namja itu memang bukan namjachinguku, tapi dia sahabatku. Dan.. aku ini mencintainya, bukan hanya itu dia adalah bagian dari kehidupanku. Aku tak akan mampu hidup tanpa sosoknya, ini terlalu menyakitkan.

Langkah kami berdua terhenti disebuah bangku kosong. Namja itu tersenyum padaku lalu duduk dibangku itu. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sedih kemudian duduk disampingnya.

Hh.. aku tak ingin membiarkanmu pergi, Kai ah. Aku tak ingin kau pergi jauh dariku. Aku ingin kau tetap disini, tapi.. aku harus mengatakan apa padamu ? Kalau aku mencintaimu ? Hh, aku ini bodoh sangat bodoh !!!

“Nonna, 20 menit lagi, aku masuk kedalam kereta” Ujar namja itu senang, Aku kembali menampakkan seutas senyuman diwajahku lalu menganggukkan kepalaku pelan. Hh.. 20 menit lagi..

“Em.. Nonna, ku mohon kau lupakan aku ne. Maaf, tapi aku akan menikah” Ujarnya lagi, aku kembali terdiam lalu tersenyum kepadanya. Melupakannya tak semudah membalik telapak tangan, Melupakannya tak semudah aku menarikan sebuah gerakan dance dan aku tak bisa melupakannya.

“Selamat tinggal, Nonna” Ujar Namja itu yang kemudian bangkit dari duduknya dan meninggalkanku yang hanya terdiam dan mencoba menahan air mataku yang sudah ada diujung.

“Hh.. Selamat tinggal, Kai ah..”

~~** Time Machine **~~

Sunny – Xiumin

Sunny POV

Sebelum ini berlalu dan hanya menjadi sebuah kenangan..

Aku hanya bisa terdiam dan menatap kosong jalanan yang kini sudah dipenuhi oleh kendaraan. Aku sudah berdiri disini sejak 2 Jam yang lalu, Hh.. aku tak perduli walaupun air hujan ini sudah membasahi tubuhku. Aku akan menunggu namja itu.

Aku ingin mengatakan kepadanya sebuah kata minta maaf, Hh.. aku tak ingin semua kisah yang kita jalani berlalu begitu saja dan meninggalkan sebuah kenangan pahit untukku. Aku tak ingin..

Dari kejauhan, nampak sosok namja sedang berlari dia menggunakan baju berwarna hitam dan melangkahkan kakinya menuju kearahku. Aku hanya terdiam seraya memasang seutas senyuman paksa.

Namja itu berhenti dihadapanku, dan masih menutupi wajahnya itu dengan kedua tangan agar tidak basah. Dia menatapku seolah menyuruhku untuk masih kedalam, Hh.. aku sudah menunggunya 2 Jam disini. Jadi aku juga ingin dia kehujanan sepertiku..

“Kau ingin mengatakan apalagi ?” Ujarnya dingin padaku, mendengar ucapannya aku malah hanya terdiam dan tak mampu mengatakan tujuanku sebenarnya. Aku hanya bisa menghela nafasku dan mendongakkan kepalaku menatap langit yang kini benar benar gelap.

“Bukankah hubungan kita sudah berakhir ? Apa yang kau inginkan dariku ?” Ujar namja itu lagi, nada bicaranya semakin tinggi membuatku semakin enggan untuk berbicara. Aku hanya mampu menampakkan seutas senyuman paksa kepadanya.

“Hhh, kau ini membuang buang waktuku saja !!” Ujar Namja itu yang kemudian berjalan meninggalkanku yang hanya diam menatapnya dengan tatapan sedih, Andai saja kau tau Xiumin ah..

“Hh, Selamat tinggal !!”

~~** Time Machine **~~

Taeyeon – Baekhyun

Taeyeon POV

Kata kata terakhir yang kau ucapkan, hingga kini terus teringiang ngiang..

Aku duduk dibangku taman yang biasanya ku kunjungi. Taman berwarna belakang rumah yang bercat putih, dan dihiasi dengan mawar mawar merah yang tumbuh subur dan indah..

Kali ini, aku menunggu seseorang. Sosok yang telah lama tak ku temui. Sosok yang telah lama ku rindukan, sosok yang pernah menjadi salah satu bagian hidupku. Sosok yang akan selalu mengisi hatiku ini untuk selamanya, Hh.. aku tak akan melupakannya.

Aku hanya terdiam dan menatap mawar mawar merah itu dengan tatapan kosong. Sesekali aku menghela nafasku dan tersenyum. Hh.. ucapannya itu terus saja terngiang ngiang, Padahal.. kejadian itu sudah berlalu 3 Tahun yang lalu.

Tak berapa lama, namja itu datang. Dia memasang sutas senyuman manis diwajah tampannya lalu duduk disebelahku. Aku hanya terdiam dan menatap wajahnya yang sudah lama tak kulihat. Ini adalah terakhir kali aku bertemu dengannya, Aku akan menunggu sampai takdir mempertemukan kita lagi..

“Bagaimana kabarmu ?” Ujar namja itu senang, dia menatapku dengan wajah datar dan juga tatapan yang datar. Aku kembali tersenyum dan hanya diam, Aku tak akan mengucapkan sepatah katapun kepadanya. Aku tak tau kenapa, tapi aku tak bisa..

“Hh.. kau terlihat baik baik saja bukan ?” Ujar namja itu lagi, dia masih menatapku dengan tatapan yang sama, Aku hanya bisa menghela nafasku lalu tersenyum padanya. “Ne, kau benar..” Gumanku pelan, suaraku yang terkesan kaku membuatku hanya bisa tersenyum padanya.

“Em, mianne.. aku tak bisa terlalu lama, aku harus mengantar istriku kedokter” Ujarnya yang kemudian bangkit dari bangku ini dan berjalan meninggalkanku, sebelumnya dia membungkukkan badannya kepadaku. Hh.. kau tak punya waktu untukku lagi, Baekhyun ah..

“Hh.. aku berjanji akan melupakanmu..”

~~** Time Machine **~~

Yuri – Luhan

Yuri POV

Jika aku mampu melakukannya, aku tak akan berharap yang lain lagi..

Kubaringkan tubuhku diatas kasur apartementku. Sesekali kunyalakan handphone yang sedari tadi kugenggam berharap namja itu akan menghubungiku dan kembali memaafkanku atas kesalahan yang ku perbuat.

Hh.. aku ingin membuatnya memaafkanku. Jika aku mampu melakukan hal itu, aku tak akan berharap yang lain. Menurutku, dengan dia memaafkanku sudah cukup untuk berhenti membuatku terus menangisinya.

Aku hanya terdiam, sesekali kebalikkan tubuhku kebarat, ketimur mencari posisi tidur yang nyaman. Aku benar benar tak bisa tidur. aku terus saja memikirkan namja itu. Aku ini terus saja berfikir tentang perasaannya. Bagiku, Perasaannya itu lebih dari perasaanku. Hh.. lebih baik aku terluka dari pada melihatnya terluka.

Handphone yang sedari tadi kugenggam ini bergetar, sontak kunyalakan dan ternyata sebuah pesan yang kutunggu masuk. Hh.. akhirnya.

Aku ada didepan pintu apartementmu, Kajja buka..

Setelah membuka pesan itu, aku langsung bangkit dari kasur dan berjalan menuju pintu apartementku dengan gontai. Hhh… Hukuman apa yang harus ku tanggung karena kesalahanku padamu Luhan ?

Kubuka pintu itu dan menampakkan sosok Luhan tengah menampakkan seutas senyuman diwajahnya. Aku hanya bisa membalas senyumannya kemudian berjalan masuk kedalam apartement dan duduk disofa ruang tamu.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” Ujarnya pelan, namja itu menatap lurus kearahku sedangkan aku hanya bisa menghela nafasku dan tersenyum kaku padanya. Aku belum siap menerima kenyataan yang harus terjadi. Aku tak ingin kehilangan namja ini..

“Sebelumnya, maaf karena aku sudah menjadi namjachingu yang buruk untukmu. Dan setelah ku pertimbangkan, rasanya hubungan kita cukup sampai disini” Ujar namja itu, dia menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan ku, Aku hanya terdiam dan mengutuk diriku sendiri. Semua ini karena kesalahan bodoh yang ku perbuat sehingga aku kehilangan namja ini.

“Dan, aku sudah memaafkanmu. Terima kasih untuk semuanya, Terima kasih karena kau sudah mencintaiku..” Ujar Namja itu yang kemudian bangkit dari sofa dan berjalan meninggalkanku yang hanya terdiam membeku bersama seluruh kesalahan yang ku perbuat.

“Jangan tinggalkan aku Luhan..”

~~** Time Machine **~~

Sooyoung – Chanyeol

Sooyoung POV

Jika aku mampu menembus ruang waktu dan menemuimu..

Aku hanya terdiam menatap layar televisi itu dengan tatapan kosong. Kaleng kaleng yang berisikan biskuit yang kini kugenggam seolah sudah basi, membuatku malas untuk menyantapnya. Padahal aku berharap dengan makan mampu memperbaiki kegundahan hatiku ini, Tapi.. kurasa bukan..

Aku tak pernah tau, kesalahan yang telah ku perbuat waktu itu justru membuatmu terluka. Aku tak pernah tau, jika luka yang kau rasakan itu berujung pada kau meninggalkanku. Yah, walaupun belum ada kata perpisahan dari mulutmu itu.. Tapi aku yakin, itu adalah keputusan terakhirmu..

Beberapa kali ku ganti chanel televisi dan melihat chanel humor, Bukannya membuatku tersenyum malah membuatku semakin malas. Jengkel, tanganku ini langsung saja memencet tombol berwarna merah yang ada di remot itu, sehingga televisi itu mati.

Hampa, tak ada suara sama sekali. Yang terdengar hanyalah suara jam yang bergerak kesana kemari itu. Hening.. hening dan hening.. sampai suara telepon memasuki telingaku. Aku langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju kearah telepon itu dengan malas.

“Annyeong, Ini Chanyeol” Ujar seseorang dari sebrang, belum saja aku mengatakan sesuatu namja itu sudah menyebutkannya. Mendengar namanya itu, membuat leherku bagaikan tercekik. Mendengar suaranya saja sudah membuatku takut setengah mati, apalagi bertemu dengannya.

“YA !! Choi Sooyoung.. aku tau ini menyakitkan, Tapi ku mohon lupakan aku..” Ujar seseorang dari sebrang lagi, Aku hanya menghela nafasku perlahan. Dan mencoba memberinya seutas senyuman, Hh.. walaupun dia tak tau tapi aku harap dia tau..

“Maaf, Annyeong..” Ujarnya lagi, kemudian saluran telepon ini terputus. Aku hanya terdiam seraya menaruh ganggang telepon ini pada tempatnya. Aku tak tau apa yang harus kulakukan pada namja itu, Aku tak bisa hidup tanpa candaannya. Aku membutuhkannya.. Tapi, ini semua sudah terjadi. Dan hanya ada sebuah penyesalan..

“Hh.. Maaf Chanyeol..”

~~** Time Machine **~~

Tiffany – Suho

Tiffany POV

Jika kita sampai pada kesimpulan yang sama, Pasti tak ada penyesalan sedikitpun..

Kulangkahkan kakiku ini berjalan menyelusuri jalanan yang tertutup salju. Tanganku mengenggam erat payung yang menutupi kepalaku dari salju salju yang terjatuh itu. Ku hela nafasku panjang dan menghembuskannya.

Rasanya, aku ini sudah ingin menangis. Aku tak tau kenapa, tapi sedari tadi air mataku ini terus saja mendorong ingin keluar. Ingin rasanya aku berteriak untuk menghilangkan seluruh beban yang selama ini kutanggung. Seluruh beban yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata, Aku ingin.. tapi aku tak bisa..

Aku terus saja berjalan dan berhenti disebuah pohon besar tempat yang sering kukunjungi dulu. Disana, nampak sosok namja sedang duduk. Hh.. dialah namja yang akan ku temui, Namja yang memberiku sebuah jawaban tentang kesempatan kedua yang kuminta.

Langkahku ini hendak berjalan menghampirinya. Tapi.. rasa takut tiba tiba saja merasuki hatiku. Aku ingin menghampirinya, tapi hatiku ini enggan. Aku tak tau kenapa ini terjadi, Dan.. akhirnya aku terus berjalan menuju namja itu.

“Nonna, kajja duduk” Ujar Namja itu ramah seraya menyuruhku duduk dibangku yang ada. Aku hanya tersenyum tipis lalu duduk disamping namja itu. Namja ini nampak menghela nafasnya lalu tersenyum kepadaku.

“Aku sudah memikirkan semuanya, Hh.. kurasa aku tak bisa memberimu kesempatan itu.. Maafkan aku, Tapi.. aku tak bisa” Ujar Suho lagi, dia menolehkan kepalanya dan menatapku yang hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan datar. Hatiku ini sakit, rasanya sakit sekali mendengar ucapannya. Hh..

“Em.. Kurasa itu cukup, aku harus pergi” Ujar namja itu yang kemudian berjalan meninggalkanku yang membeku dengan salju. Aku menampakkan seutas senyuman padanya, disisi lain air mataku itu terjatuh kemudian membeku karena dingin, Seperti hatiku yang kini membeku karenamu..

“Hh.. ini memang adil, Suho ah..”

~~** Time Machine **~~

Seohyun – Lay

Seohyun POV

Terdengar egois tapi ini karena cintaku kepadamu..

Aku duduk dikursi dan memandang kosong foto foto yang menampakkan sosok namja sedang tersenyum manis. Aku hanya bisa terdiam dan menatap kenangan pahit itu dengan sebuah tatapan miris.

Entahlah, aku tak tau kenapa aku masih menyimpan foto namja itu. Padahal hubungan kami sudah berakhir beberapa bulan yang lalu. Aku tak tau kenapa aku melakukannya, Yang aku tau hanya lah satu hal. Aku tak bisa melupakan namja itu, Tak akan bisa..

Tanganku ini bergerak meletakkan foto itu pada sebuah kardus. Hh.. sebentar lagi, namja itu datang dan aku harus menyerahkan semua ini padanya. Sebenarnya aku tak ingin, Tapi dia yang memintanya dan aku tak dapat melakukan apapun, selain menurutinya..

Tok tok…

Kedua telingaku ini menangkap sebuah bunyi dari balik pintu. Aku segera berjalan menghampiri pintu itu lalu menghela nafasku perlahan. Mungkin dia yang datang. Kubuka pintu itu dan menampakkan sosok Lay tengah membawa 2 kardus besar. Sontak aku membantunya, dan membawanya masuk kedalam rumahku.

“Ini semua barang milikmu, yang dulu kusimpan..” Ujar Namja itu dingin, aku hanya menghela nafasku dan menatap kardus kardus itu dengan tatapan kosong. Mungkin aku memang sudah tak berarti lagi baginya. Hh.. aku tau, aku bukan siapa siapa lagi sekarang..

“Maaf, kalau ini akan membuat rumahmu menjadi berantakan..” Ujar namja itu lagi, dia tersenyum padaku. Aku hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman paksa lalu menganggukkan kepalaku pelan. Hh..

“Em.. Sekali lagi Maaf, Aku harus pergi. Dan kumohon lupakan aku..” Ujarnya sambil mengangkat kardus yang berisikan barang barang nya yang kusimpan selama ini. Aku kembali tersenyum tipis pada namja itu kemudian menganggukkan kepalaku pelan.

“Hh.. seharusnya aku yang meminta maaf..”

~~** Time Machine **~~

END

Hiks.. hiks.. T_T

Nyesek juga ya, ternyata (-_-) Tadinya perkiraan author ga kayak gini, Tapi hasilnya kenapa jadi kayak gini ? Hoho~ B)

Ah, sudahlah.. kalian jangan lupa komentar ne😀

Gumawo !!

15 responses to “[SNSD Album] Time Machine

  1. wah authornya bkin crita yg nyesekk bgt# hiks…hiks…

    thor bgs ceritanya, nymbung ma yg d mv,
    oh iyh thor, ff y2s2 called love nya d lnjt dng , buruan ne, dh penasaran nh.

    daebakk thor..

      • lnjt cpt ne thor, please

        #memohon ala orang menyatakan cinta#plak#.

        sama ff yg “my cute dongsaeng & my fashionable noona” nya jg ne thor, td aku nangis tau thor bca ff itu sking nyeseknya, trus nyeseknya pke bgt lgi, daebakk thor,…
        #kok jd curhat yh,….
        bkin trus ne thor, yg yul eonni ma luhan oppa, ‘n klo ada yg jhat, pke seohyun aja,
        gomawo thor, daebakkkk

  2. Wah…author balik lgi nih…udah lama nih gk ngepost ff, lgi sibuk ya thor??
    Sibuk ngurusin luhan/ ngurusin UN??😀
    Oya thor, ff nya daebak🙂
    Tpi rada nyesek gara2 sehun ma yoona, kan harusnya sama aku T_T #plak

  3. Etdah thor.. Napa bikinnya yg sad mulu?? T.T
    Nangis kan saya.. Tanggung jawab (?) lo thor..
    Tulisan yg miring itu liriknya time machine ya thor? Miapa deh thor bagus banget..

  4. Nyesek juga ya thor wewthor cba bikin time machine yang boys ver tpi jgn seq yang ini biar yang cowok ny sakit jga #ehpenyiksaan
    Hahaha just my crazy idea thor
    Tpi kykny kren jga ya thor kekke

  5. Kasian luhan oppa, sunny unnie,
    hyohyeon unnie & kris TT . TT
    kai oppa, yuri unnie, xiumin ama sica unnie tega amat ninggalin mereka
    Ff author tetap keren (y)

  6. Nyesek banget ceritanya.. tapi aku suka banget… oiya aku boleh req FF gak?? Kalau boleh mau dong… Yoona sama Tao Sad yah…… ^_^ Gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s