Saranghae [Part 5]

yuri-igab-fansign-1_副本edit

Author : Kwon Soo Jin

Main Cast :

EXO M Xi Luhan

SNSD Kwon Yuri

SNSD Im Yoon Ah

EXO K Park Chanyeol

Rating : General

Gerne : Romantic, Friendship

Lenght : Chapter / Series

Warning :

Not for Silent readers, Copy Cut and Not For Plagiator. We Hate Plagiator. Coment this Fanfiction !!

No Bashing !!

Message :

Hay.. Reader, Aku Back dengan FF ini😀 Yah, semoga reader puas dengan part Ini😀 Langsung aja ne..

Happy Reading ^^

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Aku memang tak pernah menyadarinya, aku memang tak pernah tau.. Kalau kau berada jauh didalam hatiku. Aku tak pernah menyadari sebelumnya..

Tapi, kali ini aku merasa aku mencintaimu..

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 4

Entah kenapa, aku merasa aneh dengan Luhan Oppa. Kedua matanya itu tak bisa lepas dari sosok Yuri Unnie, padahal aku tau dia tak mencintai Yuri Unnie. Sama sekali tidak !!

Hh, Apa yang terjadi padamu.. Luhan, Apa perlahan kau mulai jatuh cinta dengannya ? Hh, Semoga saja tidak..

“Yak !! Chanyeol, jangan pukul kepala Yuri !!”

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 5

Yuri POV

“Yuri ah buka pintunya !!” Teriak seseorang dari balik pintu kamarku, Hh.. dia pasti Luhan. Kenapa namja itu selalu menganggu hidupku ? Aish, aku segera bangkit dari meja belajar, sebelumnya ku tutup buku harian milikku.

Ku langkahkan kakiku berjalan mendekati pintu berwarna biru ini lalu membukanya, sehingga menampakkan sosok Luhan tengah memamerkan deretan gigi miliknya.

Luhan langsung masuk kedalam kamarku dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Aku hanya bisa menghela nafasku menatap tingkahnya yang menyebalkan. Lalu berjalan menghampirinya.

“Kau kesini hanya untuk menumpang tidur atau apa ?” Ujarku kesal dan masih menatap Luhan yang kini masih membaringkan tubuhnya. Luhan langsung bangkit dari kasur dan terkekeh pelan.

“Yuri ah, Kajja kita beli bunga” Ujar Luhan senang, aku hanya bisa menyerngit mendengar ucapannya, alis kananku terangkat dan menatapnya dengan tatapan bingung. “Kenapa kau tidak mengajak Yoona ?” Ujarku dingin, Luhan menatapku dengan tatapan kesal lalu menghentakkan kakinya tanda dia kesal.

“Aku ingin pergi bersamamu, hanya bersamamu. Kau mengerti maksudku tidak ?” Ujar Luhan, nada bicaranya itu meninggi dan tatapannya itu membara bara. Aku hanya menghela nafasku lalu menganggukkan kepalaku pelan.

“Ne, kau hanya ingin pergi denganku. Begitu ?” Ujarku malas, Luhan tersenyum lalu merangkulku dan menarikku keluar kamar.

>>>

“Mawar merah untukmu, Mawar putih untuk Yoona, Mawar Kuning untuk Ummaku dan Ummamu” Ujar Luhan sambil menyodorkankan mawar merah itu kepadaku. Aku menyerngit lalu menatap mawar itu dengan tatapan bingung.

Aneh, bukankah seharusnya mawar merah itu untuk seorang kekasih ? Mawar merahkan lambang Cinta. Lalu mawar putih.. bukankah itu untuk seorang sahabat ? Ah, Luhan pasti salah. Bagaimana mungkin aku yang sahabatnya mendapat mawar merah sedangkan Yoona yang kekasihnya mendapat mawar putih.

“Kau salah, mawar putih itu untukku.. aku ini sahabatmu, bukan kekasihmu” Ujarku lalu mengambil mawar putih yang dipegang Luhan. Luhan menatapku dengan tatapan kesal. Kemudian mengambil lagi sebuket mawar putih yang kupegang.

“Aku tau, mawar merah itu lambang cintakan ? Lalu apa salahnya kalau aku memberikannya untukmu ?” Ujar Luhan senang, dia berjalan mendahuluiku yang hanya terdiam mencerna kata katanya.

Aku hanya bisa terdiam dan menatap namja itu aneh, Apa maksud dari ucapan anehnya itu ? Tentu saja dia salah, bukan kah aku ini sahabatnya dan kenapa ? Ah, Molla !! Aku malas memikirkannya !!

“Luhan !! Tunggu aku” Ujarku yang langsung berlari menghampirinya. Luhan yang dari tadi berjalan menghentikan langkahnya dan menungguku. Namja itu tersenyum lalu mengandeng tanganku. Ah, Luhan.. kenapa kau bersikap aneh sekali ?

“Luhan, kenapa kau aneh sekali ?” Ujarku sambil menatap Luhan dengan tatapan aneh, Luhan hanya mengangkat alisnya lalu tersenyum kepadaku. “Aneh, bagaimana ? Mungkin karena aku bertambah tampan” Candanya, Luhan hanya terkikik pelan sedangkan aku menatapnya dengan tatapan sebal.

Hh, dia bukan hanya aneh. Tapi.. ada sesuatu yang berbeda darinya. Dia lebih baik denganku, lebih perhatian kepadaku, Dan.. Ah.. Apa yang dia rencanakan ? Jangan jangan dia berniat untuk mengerjaiku ?

“Kurasa, aku em..” Ujar Luhan yang tiba tiba saja berhenti berbicara. Aku kembali menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Luhan hanya bisa tersenyum tipis seraya mengigit bibirnya. Sedangkan 3 buket mawar yang dia pegang itu hampir saja terjatuh.

“Eh..” Ujarku yang langsung mengambil buket mawar berwarna putih yang hampir saja terjatuh itu. Luhan hanya menatap buket mawar itu dengan tatapan tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Yuri ah, Dengarkan aku !!” Ujar Luhan dingin, langkah kakinya itu terhenti. Dia menatapku dengan tatapan serius miliknya. Aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan aneh lalu menelan ludahku. Hh.. kenapa suasana disini jadi berubah ?

“Tolong, jangan dekat dekat dengan Chanyeol. Berhenti membuatku sakit !!” Ujar Luhan dingin, Aku hanya bisa menyergit mendengar ucapannya. Kenapa dengan namja ini ? Kenapa dia aneh sekali ? “Tapp..”

“Jauhi Chanyeol, atau aku yang akan menjauhimu” Ancamnya yang kemudian berjalan meninggalkanku. Aku kembali terdiam dan kembali mencerna kata katanya yang sangat sulit untuk bisa kutangkap.

“Aish, ada apa dengannya ?” Gerutuku kesal seraya menghentakkan kakiku ditanah.

>>>

Kulangkahkan kakiku dan berjalan memasuki rumah. Didalam sudah sepi, Hh.. lagi pula ini sudah malam. Aku hanya bisa mencari sosok Luhan. Dia itu benar benar menyebalkan !! Tadi mengajakku untuk membeli bunga, tapi dia malah meninggalkanku !!

“Kenapa baru pulang dari rumah Chanyeol ?” Ujar seseorang, segera kubalikkan badanku dan mendapati sosok Luhan sedang berdiri didepan pitu kamarnya. Kedua tangannya itu dilipat didepan dada dan menatapku dengan tatapan kesal.

Aku menggelengkan kepalaku pelan dan berjalan menuju dapur. Tanganku langsung mengambil vas bunga berwarna putih lalu mengisinya dengan air dan memasukkan mawar mawar merah yang Luhan berikan.

“Kenapa kau tidak tidur saja ?” Ujarku pada Luhan, aku menatapnya dengan tatapan kesal. Aku memang berpura pura kesal dengannya, agar dia meminta maaf kepadaku karena tadi dia meninggalkanku dijalan.

“Tidak, aku ingin menunggumu sampai tidur” Ujar Luhan yang langsung mengambil vas berisikan bunga mawar dan membawanya menuju kamarku. Aku hanya menghela nafasku kemudian mengikuti langkahnya.

Kututup pintu kamarku lalu berjalan masuk kedalam. Didalam sudah nampak Luhan sedang duduk disofa dan memainkan komputer yang ada diatas meja. Aku hanya menghela nafasku pelan lalu menatapnya dengan tatapan kesal.

“Hh.. Gumawo karena kau sudah mengantarku sekarang aku ingin tidur !!” Ujarku dan memasang senyuman termanisku kepada Luhan. Luhan menatapku dengan mengangkat alis kanannya. Dari tatapannya saja seolah dia sedang berkata ‘lalu ?’.

“Tidur saja” Ujarnya santai, dia kembali menatap layar komputerku. Aku kembali mengendus pelan lalu menghela nafasku kesal. “Yak, apa yang terjadi denganmu ? Kenapa kau aneh sekali ?” Teriakku kesal pada Luhan. Aku menatapnya dengan tatapan kesal.

Luhan langsung bangkit dari sofa itu dan berjalan menghampiriku. Dia menatapku dengan tatapan bingung. “Aneh, bagaimana ?” Ujarnya nada bicaranya itu lembut sama seperti Luhan biasanya.

“Kau menyebalkan !!” Gumanku pelan, Luhan menundukkan kepalanya lalu memelukku. Aku kembali terlonjak kaget saat Luhan melakukan hal itu kepadaku. Ya Tuhan, apa yang terjadi ? Ada apa dengan namja ini ?

“Mianne.. Aku memang egois, Maafkan aku” Gumannya tepat ditelingaku. Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku dan menganggukkan kepalaku pelan. Hh.. Luhan..

Tak berapa lama, pintu kamarku terbuka dan menampakkan sosok Yoona. Ku belalakkan kedua mataku lalu melepaskan pelukan Luhan paksa. Tadinya Luhan nampak marah padaku, tapi setelah dia membalikkan badannya Namja ini hanya terdiam lalu menghela nafasnya pelan.

“Yuri, Tidurlah.. Yoong Kajja” Ujar Luhan yang langsung menarik tangan Yoona dan menutup pintu kamarku. Aku hanya terdiam, tapi perasaanku ini sudah cemas dan rasanya tak karuan, Luhan..

<><><><><> Saranghae <><><><><>

“YA !! Bangun !! Sudah pagi”

“Yuri ah !!”

“YA !! Chagiya, Bangun !! Chagiya !!”

Kedua mataku langsung saja terbuka saat mendegar kalimat ‘Chagiya’. Ya, siapa yang memanggilku dengan sebutan itu. Awas saja !! Mataku yang dari tadi buram kini sudah normal, ku tenggokkan kepalaku kekanan dan mendapati sosok Luhan sedang menampakkan sebuah senyuman diwajahnya.

“Kau tau orang yang memanggilku ‘Chagiya’ ?” Gumanku pelan, aku mengucek ucek kedua mataku, sesekali aku menguap dan mengeliat kekanan dan kekiri. Luhan nampak terkikik pelan lalu mengacak ngacak rambutku.

“Aku yang memanggilmu, Ah. Kajja mandi, Chanyeol sudah menunggumu” Ujar Luhan, nada bicaranya itu menjadi dingin saat dia mengucapkan kata ‘Chanyeol’. Aku hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalaku pelan.

>>>

“Chanyeol, Mianne.. hari ini aku tidak pergi kesekolah. Aku tak ada jadwal” Ujarku senang pada Chanyeol, Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum kepadaku.

“Ah, Gwenchana. Kalau begitu aku pergi dulu ne, Annyeong” Ujar Chanyeol senang, Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan seraya menatap Chanyeol yang semakin tak terlihat lagi.

“Kita jadi belanja kan ?” Ujar Luhan senang, Kutolehkan kepalaku dan menatap Luhan dengan tatapan malas lalu menganggukkan kepalaku pelan. Luhan kembali tersenyum lalu merangkulku.

Hh.. andai saja kau memperlakukan ku seperti ini setiap hari, Luhan. Aku tau kau ini baik padaku agar aku menjauhi Chanyeol bukan ? Hh.. itu semua sudah bisa terbaca. Kau memang tak bisa mencintaiku seperti kau mencintai Yoona.

“Kenapa kau diam ?” Ujar Luhan yang kini mengenggam tangan kananku. Aku hanya tersenyum tipis kemudian melepaskan genggaman tangan Luhan secara paksa, dan menatap keluar jendela mobil.

“Kau marah denganku ??” Ujarnya yang kini menatapku dengan tatapan sedih, aku menghela nafasku lalu menggelengkan kepalaku pelan dan kembali menatap keluar jendela.

“Katakan saja kalau kau marah denganku, aku bisa mengantarmu kesekolah. Agar kau bisa bersama dengan Chanyeol” Ujarnya dingin, Luhan menghentikan mobil ini ketepi kanan jalan. Dia nampak menoleh kearahku sedangkan aku hanya melihatnya dari kaca mobil.

Aku terdiam tak membalas ucapannya. Aku tak tau, kenapa aku marah dengannya. Tapi aku tak suka, dia baik denganku tidak tulus, dia tak melakukan nya dengan perasaan melainkan dengan egonya. Hh.. Luhan

“Aku anggap jawaban itu iya” Ujarnya. Aku masih terdiam, Luhan langsung melajukan mobil dengan kencang. Dia sempat menerobos lampu lalu lintas, Aku hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan takut.

Bagaimana kalau dia tanpa sengaja menabrak sesuatu atau apalah. “Yak, BERHENTI !!” Ujarku, Luhan langsung mengerem mobil. Sehingga tubuhku ini terpental kedepan. Luhan menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan kesal.

“Kau ingin kita mati bersama ?” Ujarku dingin, aku menatap Luhan dengan tatapan kesal milikku. Luhan hanya menghela nafasnya lalu menatapku dingin. “Bukankah, lebih baik seperti itu ?” Ujarnya dingin, Luhan membuka pintu mobil dan berjalan keluar, kemudian dia menutupnya dengan kasar dan membiarkanku sendiri dimobil miliknya.

Aku hanya bisa menatap Luhan dengan tatapan sedih. Aish, dia itu bukan namjachinguku !! Tapi kenapa saat kami berdua bertengkar, Selalu aku yang terpojokkan ? Ah…

“Aish !!! PABO !!!” Teriakku sambil mengacak ngacak rambutku frustasi.

 <><><><><> Saranghae <><><><><>

Luhan POV

Hhh.. tak seharusnya aku memarahi Yuri dan melarangnya untuk menjauhi Chanyeol. Aku tak tau kenapa, yang pasti aku tak suka jika dia dekat dengan Chanyeol, Rasanya aku ingin menendang jauh jauh Chanyeol dari Yuri. Aku benar benar tak suka !!

Yuri ah, aku ini memang namja bodoh !! Aku tak sepertimu, kau itu yeoja cerdas. Hh… Kenapa aku melakukannya kepadamu ? Bahkan sekarang pasti kau menangis ? Sudah berapa kali aku membuatmu menangis ?

>>>

Flash Back.

Ku langkahkan kakiku dan berjalan menuju kamar Yuri. Hh.. mungkin dia sudah tidur. Kubuka perlahan pintu berwarna biru tosca yang berada tepat dihadapanku.

Langkahku terhenti saat melihat kamar Yuri yang kosong, Entahlah seharusnya aku pergi meninggalkan kamar ini. Tapi kedua mataku itu tertarik pada sebuah buku berwarna biru yang tergeletak diatas ranjang Yuri.

Tanganku ini meraih buku itu dan membukanya perlahan. Aku hanya menyerngit dan menatap buku itu dengan tatapan aneh. ternyata buku ini merupakan buku hariannya.

Hari yang indah, hari ini Luhan datang dari China. Hh.. aku senang bisa bertemu dengannya lagi. Tapi, Yah seperti itulah.. dia masih sama seperti dulu, Tak pernah menganggapku ada. Tak akan pernah menganggapku..

>>> 

Dua minggu Luhan tinggal disini, 2 Minggu aku hanya bisa tersenyum dan mengobrol kecil dengannya. Sejujurnya aku iri dengan Yoona yang bisa bercanda tertawa, Hh.. dia bisa melakukan semuannya dengan Luhan, sedangkan aku.. aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, Tersenyum dan merasakan SAKIT..

>>> 

Hari yang indah sama seperti hati Luhan, tentu saja dia pasti bahagia karena sekarang Yoona resmi menjadi yeojachingunya. Tapi.. ini adalah hari yang benar benar buruk untukku, Aku memang sengaja melihat kejadian yang tak seharusnya tak ku lihat, aku memang sengaja melihat Luhan menyatakan cintanya pada Yoona.

Aku memang sengaja melakukan itu semua tapi.. aku tak sengaja melukai hariku sendiri. Hhh.. Luhan akankah kau tau ? Aku m..

“Yak, kenapa kau membaca buku harianku ?” Ujar seseorang, Sontak langsung ketutup buku harian milik Yuri, dan menatap Yuri dengan sebuah cengiran diwajahku.

Aish, padahal aku belum selesai membaca buku itu !! dan aku sangat penasaran dengan kelanjutannya !! Yah,..

End Flash Back

Aku langsung berlari menuju mobil berwarna putih yang tadi kupinggirkan di jalan. Langkahku terhenti saat aku melihat mobil itu sudah kosong. Dimana Yuri ? Kubuka pintu mobil dan kedua mataku ini mengangkap sebuah memo. Aku langsung mengambil memo itu dan membacanya.

Yeoja itu bersamaku, datanglah di rumah nomor 5  Jalan Gangnam. Dan selesaikan masalah kita Xi Luhan !!

Aish, Sial !! Siapa yang mengirim memo ini ? Kalau dia punya masalah denganku, seharusnya dia membalasnya padaku bukan pada Yuri !! Aku tak ingin yeoja yang ku cintai itu terluka !!!

>>>

“Yuri ah !! Dimana kau ?” Teriakku saat aku sudah berhenti didepan rumah nomor 5 Jalan Gangnam. Kubuka pintu depan rumah itu perlahan, pintunya tak terbuka.

“Lu..Emm..Han..Emm.. T.o..Emm..Long !!!” Ujar seseorang, aku dapat memastikan kalau itu suara Yuri. Aku segera berlari mengikuti suara itu dan menuntunku menuju kelantai atas rumah.

Aku dapat melihat sosok Yuri sedang duduk dikursi, kedua tangannya itu terikat. Dan mulutnya itu ditutupi oleh kain. Aku segera menghampirinya dan membuka ikatan talinya serta kain yang menutupi mulutnya.

Yuri menatapku dengan tatapan sedih lalu memelukku. Aku hanya bisa membalas pelukannya mencoba memberinya rasa tenang. “Kau baik baik saja bukan ? Tak ada yang terluka ?” Ujarku sambil melepas pelukanku dan menatap Yuri. Yuri masih menatapku dengan tatapan sedih miliknya lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Tentu saja, aku tak akan melukai yeoja yang kau cintai itu, Heh.. Aku tak punya urusan dengan yeoja cantik milikmu itu, Aku ingin melukai mu XI LUHAN !!”

<><><><><> Saranghae <><><><><>

TBC

Hoho~

Ekstrim juga ya, Author buatnya -_- Sempet ga nyadar sih kalo ceritanya bakalan jadi kaya gini😀 Action, Sad, Romance, Friendship ? Howa -_- Bakal jadi Amatir tuh.

Gimana, apakah kalian menyukainya ? Yah, semoga saja ne😉

Mianne, kalau author beberapa hari lalu ga ngepost FF, Author lagi sekarat pulsa modem -_-

Oh, Ya kalian jangan lupa komentar ne😀 Next Part ditunggu ye😀

Gumawo ^^

 

 

42 responses to “Saranghae [Part 5]

  1. Lu oppa.. Perlakuanmu itu membingungkan.. Kasian kan yul eonni.. T.T
    Yul eonni tabah bener deh digituin ma luhan.. Itu siapa yg punya urusan sama luhan?

  2. Mwoo? Siapa yg nyulik yuri thoor? Kenapa dia tau kalo luhan suka sama yuri? Chanyeol kah? Tapi kenapa? Penasaran thoor, kenapa harus tbc sih -,- wkwkk.😀 lanjuut ya thoor, jangan lama lama hehehe😀

  3. penasaran penasaran penasaran thor
    hadueh ff my vute dongsaeng ama love lightny cepetan ye thor hehehe
    keren ff ini,lanjuttt

  4. Annyeong aq reader bru ,
    Lnjut eonn ,, pnasaran siapa ya yg nyulik yuri ?
    Yoona , chanyeol , atau siapa ?
    D’tunggu klanjutannya , fighting !

  5. Uda nunggu ff ini akhirnya di publish jga hehehe senangnya q tunggu ya author lanjutannya ^^

  6. waaahhh akhir ny dipost jga eonni, eonni sibuk kah? mian eonni coment ny telat….
    itu yg nyulik yuri eonni spa ya? kajja eonni dilanjut. Keep writing dn gomawo🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s