[Oneshoot] 365 Day

365 day

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Kwon Yuri

Xi Luhan

Other Cast :

(Cari sendiri ne :D)

Rating : General

Gerne : Romance, Sad, Friendship

Lenght : Oneshoot

Warning :

NOT FOR SILENT READERS AND PLAGIATOR !!!

Message :

Annyeong ^^ Apakah kalian kangen dengan Author karena Author jarang ngepost FF ? *Author narsis. Hh, Mianne Author lagi kehabisan Pulsa modem dan Uang, Tapi kalo kalian bersedia belikan Author pulsa ne *Plak*Lupakan.

Hahha, dari pada Author kebanyakan omong, Langsung aja😀

HAPPY READING !!!

~~~***~~~

Aku tak pernah tau, kalau 365 hari yang kulalui bersama dengannya akan menjadi saat saat terakhir hubungan kita,

Aku tak pernah tau, senyuman yang selalu menghiasi wajahku selama 365 hari akan membuatku menghabiskan seluruh air mata yang kupunya.

Hhh… aku mencintaimu, Bagaimana bisa kau tega meninggalkanku ?

Aku mencintaimu, aku tak ingin semua ini berakhir !! Tak ingin !!

~~~***~~~

1 Day….

Yuri POV

Aku duduk di bangku depan sekolah seraya memainkan handphoneku. Hh, hari ini hari pertamaku masuk di SMU SM, Maklum aku ini murid baru. Maksudnya aku baru saja kelas 10.

Disini memang tak ada temanku dari HJS GG, Jadinya aku tak memiliki teman sama sekali. Dari tadi, aku hanya diam disini seraya melihat beberapa orang yang selalu lewat dihadapanku dengan cuek, seolah mereka tak menganggapku sedang duduk dibangku ini.

Hhh, sampai kapan aku harus diam membeku seperti patung begini ? Aku sudah ingin mengobrol dengan seseorang, Tapi.. siapa yang mau ku ajak bicara ? Aish, kurasa aku benar benar sedang sendirian disini.

“Hay..” Ujar seseorang yang kini sedang duduk disampingku, Sontak kutolehkan kepalaku dan tersenyum saat melihat namja itu juga sedang tersenyum kepadaku. Apa aku harus berbicara dengannya ?

“Ah, Xi Luhan. Kau ?” Ujar Namja itu seraya mengulurkan tangan kanannya kepadaku, aku hanya menatap uluran tangannya itu bingung lalu menjabat tangannya dan menunjukkan seutas senyuman diwajahku. “Kwon Yuri” Ujarku singkat, namja itu hanya menganggukkan kepalanya senang.

“Oh, kau kelas apa Yuri ?” Ujar namja itu ramah, aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan bingung. Memangnya sudah dibagi kelas ? Kenapa aku bisa tidak tau ? Aish, Kwon Yuri memang apa yang kau tau tentang sekolah ini ?

“Molla, kau melihatnya dimana ?” Ujarku yang masih menatapnya dengan tatapan bingung, Namja itu tersenyum kemudian menunjuk papan pengumuman yang sedang dipadati oleh segerombol murid.

“Sebenarnya aku ingin melihatnya, tapi masih ramai jadi aku menunggu bersamamu saja. Aku fikir kau juga sedang menunggu tempat itu sepi” Ujarnya, Namja itu menunjukkan senyuman diwajah tampannya. Sedangkan aku hanya terkikik pelan. “Kurasa, kau salah dugaan” Ujarku senang.

“Yuri, Kajja kita lihat. Sudah cukup sepi !!” Ujar Luhan tiba tiba, kedua mataku langsung saja menoleh dan menatap kepapan pengumuman itu lalu menganggukkan kepalaku pelan.

Kami langsung berjalan menuju papan pengumuman itu dan mencari nama masing masing. Di kelas A… tidak ada. Di kelas B… tidak ada. Di kelas C… tidak ada. Ah, kenapa tidak ada namaku ? Dan yang terakhir dikelas D.. Ah, ini dia !!

“Aku kelas D” Ujarku dan Luhan secara bersamaan, Sontak kami saling bertatapan kemudian terkikik pelan. Hh, aku bersama dengan namja ini ? Untung aku sudah kenal dengannya.

“Kau kelas D ?” Ujar Luhan senang, aku hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalaku pelan. “Ne, kau juga ?” Ujarku, kali ini nada bicaraku terkesan kaku. Lagi lagi namja dihadapanku ini menunjukkan seutas senyuman miliknya kepadaku.

“Wah kebetulan sekali.. Kalau begitu, Kajja kita kekelas” Ujar Luhan senang, namja ini langsung mengenggam tanganku dan menarik tanganku menuju kelas kami.

~~~***~~~

7 Day….

“Luhan, aku lelah bermain basket” Ujarku yang langsung menaruh bole berwarna orange itu lalu duduk ditengah tengah lapangan sekolah. Namja yang sedang asyik bermain dihadapanku itu terus saja bermain, sesekali dia menolehkan kepalanya dan menatapku.

“Kau tidak minum ?” Ujarnya yang kini sudah berhenti bermain basket, aku hanya menatapnya dengan wajah datar kemudian menggelengkan kepalaku pelan. Namja itu hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk disampingku.

“Kau kenapa ? marah denganku ?” Ujarnya yang kini menatapku dengan tatapan bingung, aku langsung menolehkan kepalaku dan tersenyum kepadanya. Untuk apa aku marah dengannya ? dia saja tak memiliki salah denganku, Dasar !!

“Aniya, aku lelah..” Ujarku melas, aku hanya menatapnya dengan tatapan melas khasku lalu menghela nafasku pelan dan menatap lurus kedepan. Luhan nampak terkikik pelan lalu mengacak ngacak rambutku yang sengaja ku kepang ini, seketika karet rambutku lepas dan membuat rambutku terurai.

“Aish, kau ini !!” Gerutu kesal, seraya kembali mengepang rambutku. Luhan hanya terkikik pelan dan menggaruk garuk belakang kepalanya pelan. Ah, dia ini memang tak pernah merasa bersalah !!

“Tidur saja disini !!” Ujarnya sambil menunjuk pundaknya, aku menatap pundaknya itu dengan tatapan aneh, Sedetik kemudian aku tersenyum dan meletakkan kepalaku diatas pundaknya.

“Jangan ganggu tidurku ne..”

~~~***~~~

30 Day..

“Apa yeoja itu gila ? Kenapa dia menolakku ? Mentah mentah pula !!” Gerutu Luhan saat kami berdua sedang duduk dikelas, Aku hanya menatapnya dengan tatapan meledek kemudian terkikik pelan.

Hh, Luhan baru saja menyatakan cintanya pada yeoja yang sangat populer disekolah, Im Yoon Ah. Tapi yeoja itu melas menolaknya mentah mentah. Bahkan dia lebih memilih Kai, Yah aku tau Kai itu lebih kaya dari Luhan. Tapi lihat saja Luhan, dia tampan, cool. Yah, perfect lah !!

“YA !! Yuri ah, kau sedang memikirkan apa ?” Ujar Luhan, tangan kanannya itu bergerak berada dihadapanku. Sontak, kubuyarkan lamunanku dan tersenyum kepadanya. Tak lupa aku menggelengkan kepalaku, Yah, ini semua agar Luhan tak banyak bertanya. Dia itu cerewet sekali !!

“Kau itu, giliran kau menyukainya saja Kau selalu memujinya. Tapi saat kau sudah ditolak dengan Mentah mentah kau menjelek jelekkannya. Kau itu memang aneh !!” Ujarku bermaksud ingin mengejeknya. Luhan hanya terdiam, mungkin dia masih mencerna kata kataku.

“Aish, apa maksudmu ? Aku berkata seperti itu karena sebal !!” Gerutunya yang kini masih menatapku dengan tatapan sebal, aku hanya menghela nafasku lalu menaikkan bahuku. “Terserah !!” Ujarku cuek, Luhan kembali menatapku dengan tatapan bingung miliknya.

“YA !! Kau ini kenapa ? Cuek sekali” Ujar Luhan kesal, aku hanya terkikik pelan lalu mengulurkan lidahku kepadanya. Sedangkan Luhan kembali berdecak tak jelas. “Gwechana”

~~~***~~~

57 Day..

“Yuri ah, Saranghae..” Ujar namja yang kini sedang duduk dihadapanku ini. Dia tersenyum manis kepadaku, tapi aku malah menatapnya dengan tatapan aneh. Aku menghela nafasku lalu menyentuh keningnya, berharap dia sedang baik baik saja.

“Kenapa kau malah menyentuh keningku ?” Ujar Luhan bingung, aku hanya menyipitkan kedua mataku lalu mengamati wajahnya, siapa tau dia itu palsu. Yah, mungkin saja dia bukan Luhan. Hh, mana mungkin Luhan menyatakan cintanya kepadaku ?

“Kau sedang mabuk Luhan ?” Ujarku spontan, Luhan yang tadinya menatapku penuh dengan harapan malah menatapku dengan tatapan tajam seolah ingin memakanku hidup hidup. Aku yang melihat tatapannya itu hanya bisa bergidik ngeri dan menjalan menjauhinya.

“Kau mau kemana ? aku ini sedang menyatakan cintaku kepadamu, kau fikir aku sedang main main ?” Teriak Luhan saat aku berjalan menjauh darinya. Namja itu terlihat sangat kesal dengan sikapku. Aku yang tadinya terus berjalan menghentikan langkahku dan menatapnya dengan tatapan bingung, Hh..

Jadi dia menyatakan cintanya kepadaku ? Aku kira dia sedang mabuk oleh karena itu aku berjalan menjauhinya. Tapi, MWO !!? Dia menyatakan cintanya kepadaku ? Mimpi apa aku ? Aish, atau ada setan yang mempengaruhinya ? Hh, siapapun setan itu aku sangat berterima kasih.

“Kau mau kan menjadi yeojachingku ?” Ujar Luhan senang, kedua matanya itu berkedip kedip. Sedangkan aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung, Menerimanya ? Hh.. apa iya aku harus menerima namja ini ? Aku memang mencintainya, tapi..

“Kumohon, kau mau kan.. Kau akan menjadi cinta pertamaku dan Cinta terakhirku !!” Ujar Luhan tangan kanannya itu mengenggam tanganku erat. Entah kenapa aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan datar. “Ne..”

~~~***~~~

63 Day…

Aku dan Luhan berjalan menelusuri tepi pantai dengan pasir yang berwarna putih ini. Aku terus saja menghadap kelaut dan tak memperdulikan Luhan yang sedari tadi bicara. Aku memang menyukai laut bahkan sangat menyukainya.

Desiran omlak laut, Angin yang berhembus menerpaku, Hhh.. warna lautan biru itu. Aku memang menyukainya.

“Kau terlihat cantik..” Ujar Luhan pelan, sontak kutolehkan kepalaku dan menatapnya dengan tatapan aneh, sedangkan Luhan kini nampak salah tingkah. Aish, seharusnya aku yang salah tingkah tapi kenapa malah dia ?

“Aku memang cantik, Kau baru menyadarinya ?” Ujarku mencoba mengejek Luhan, Luhan hanya menatapku dengan tatapan sebal lalu mengembungkan pipinya tanda dia kesal.

“Luhan, sudah berapa hari kau bersamaku ?” Ujarku yang kini menatapnya dengan tatapan bingung, Luhan terdiam nampak berfikir. Kemudian menggelengkan kepalanya pelan, sedangkan aku hanya menghela nafasku perlahan. “Molla, memangnya sudah berapa hari ?” Ujarnya senang.

“Aku saja tidak tau, oleh karena itu aku bertanya padamu” Ujarku sambil tersenyum pada Luhan, namja disampingku ini hanya mengohkan ucapanku kemudian menarik tanganku menuju kelaut.

“Yak !! Luhan !!” Teriakku saat Luhan mendorongku sehingga tubuhku ini tercebur dilaut, tentunya seluruh badanku ini basah. Luhan hanya terkikik pelan, aku menatapnya dengan tatapan sebal. Bagaimana mungkin dia kering, sedangkan aku basah.

Luhan menatapku seolah tengah menahan tawanya. Kemudian melepas jaket berwarna putih yang dia gunakan dan menyodorkannya kepadaku. “Pakailah, nanti kau kedinginan. Hh, aku tak ingin kau sakit” Ujarnya senang, aku hanya menganggukkan kepalaku lalu mengambil jaket itu.

~~~***~~~

167 Day..

“Kau baik baik saja ?” Ujar Luhan, dia tersenyum padaku tangannya itu menyentuh bahuku. Aku yang tadinya hanya terdiam karena kepalaku yang sudah pusing hanya menganggukkan kepalaku pelan.

“Tapi, kau terlihat pucat..” Ujarnya lagi, wajah tampannya itu terlihat kalau dia tengah mengkhawatirkanku. Aku hanya bisa memberinya seutas senyuman yang bisa kubuat dan menganggukkan kepalaku pelan. “Gwechana..”

“Seharusnya, kau berkata kalau kau sedang sakit. Hh, aku tak akan marah kalau kau tidak menemaniku mengembalikan buku ini” Ujar Luhan, dia memang memarahiku. Tapi aku tau sebabnya, aku memang salah. Terlalu memaksakan kehendakku.

“Mianne, Luhan..” Ujarku lemas, Luhan hanya menganggukkan kepalanya senang. “Aku akan mengantarkanmu pulang” Ujar Luhan yang langsung bangkit dari duduknya dan mengandeng tanganku menuju parkiran mobil.

“Setelah ini, kau minum obat dan istirahat yang cukup” Ujarnya lagi, aku kembali menganggukkan kepalaku pelan. Dan tersenyum padanya. Luhan hanya menghela nafasnya lalu melajukan mobil berwarna hitam ini menuju kerumahku.

“Cepat sembuh, ne..”

~~~***~~~

289 Day…

“Lalu kau fikir ini foto siapa kembaranmu ?” Ujar Luhan membentakku, sontak aku langsung mundur beberapa langkah darinya. Aku hanya menghela nafasku mencoba untuk tidak marah pada Luhan.

“Molla, tapi itu bukan aku Luhan !! Aku tak pernah pergi dengan Sehun !!” Ujarku dingin, aku hanya bisa menatap Luhan dengan tatapan sebal. Sedangkan Luhan menatapku dengan tatapan tajam.

Bisa bisanya dia menuduhku pergi makan malam dengan Sehun. Hh, kenal dengan Sehun saja tidak. Maksudku aku memang mengenalnya tapi aku hanya tau kalau dia yang bernama Sehun, kami berdua tidak pernah mengobrol.

“Tapi ini kau, Lagi pula kalau memang iya katakan saja iya. Tidak perlu berbohong !!” Ujar Luhan, nada bicaranya itu sudah meninggi. Aku kembali menatapnya dengan tatapan sebal.

“Tapi, yeoja itu bukan aku Luhan !! BUKAN AKU !!!” Teriakku lebih kencang lagi, aku menatap Luhan dengan tatapan sedih. Air mataku ini sudah hampir keluar. Aku hanya bisa melakukan itu, kenapa dia tak percaya denganku ?

Luhan menatapku dengan tatapan sedih lelu memelukku. “Mianne..” Gumannya. Aku hanya terdiam tak membalas ucapannya. “Mianne, kalau aku sudah melukai hatimu..” Ujarnya melanjutkan kata katanya.

Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku dan memeluknya lebih erat lagi. Luhan, Aku tau kau cemburu.. tapi, kau tak seharusnya membentakku. “Gwenchana..”

~~~***~~~

302 Day…

“Yuri ah, Kurasa, Hubungan kita sudah sampai disini..” Ujar Luhan dingin, Kutolehkan kepalaku dan menatapnya dengan tatapan sedih. Lidahku ini rasanya kelu untuk berbicara.

Semudah itukah dia mengatakan hal ini ? Semudah dia memetik bunga lalu membuangnya ? Apa kau tak tau, kalau aku merasakan sakit ? Apa kau tak tau, aku tak ingin kau pergi dariku !!

“Aku tak bisa, Luhan” Ujarku membalas ucapannya dua kali lebih dingin. Luhan menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan sedih, wajahnya itu sudah memerah.

“Tak semudah ini kalau kau ingin meninggalkanku.” Ujarku lagi, kali ini semakin dingin dan semakin dingin. Luhan menghela nafasnya lalu menatap langit biru yang berdiri diatas kami.

“Aku terlanjur cinta mati padamu Luhan..”

~~~***~~~

365 Day…

Aku duduk disamping Luhan yang terbaring lemas dikamar rumah sakit. Aku hanya terdiam seraya menatap namja ini dengan tatapan sedih. Selama 1 tahun dia menjadi namjachinguku, dia memang tak pernah bercerita kalau dia menderita penyakit ini.

Hh.. bahkan yang selalu terlintas dalam otakku adalah saat dulu aku sedang sakit. Dia memarahiku, menyuruhku untuk tidur dan minum obat. Dia selalu datang kerumahku dan membawa bunga mawar setiap hari. Tapi.. nyatanya kau jauh lebih perlu kuperhatikan Luhan..

Kau itu tidak lemah, kau namja yang kuat. Kau kuat bisa menghadapi penyakit mengerikan ini. Hh.. Kanker, Entahlah.. kata kata itu tak pernah terbayang sebelumnya diotakku. Aku tak bisa melihatmu yang kini hanya bisa terbaring disini, Aku tak bisa Luhan !!

Tangan Luhan bergerak menyentuh tanganku, aku yang tadinya melamun langsung membuyarkan lamunanku dan menatapnya dengan senyuman. “Ah, wae.. ?” Ujarku senang, Jujur aku sebenarnya tak kuat untuk tersenyum. Aku ingin menangis Luhan, tapi aku juga tak bisa.

Namja ini menyodorkan sebuah kotak kecil kepadaku. Aku hanya tersenyum lalu mengambil kotak itu. “Kubuka ne..” Ujarku senang, Luhan hanya menganggukkan kepalanya pelan. Tanganku ini bergerak membuka kotak itu yang ternyata berisikan sebuah cincin dan sebuah surat.

To : Kwon Yuri

            Happy Anniversary !!!

Hh.. sudah 365 hari aku bersamamu, Kau tau aku sangat bahagia Yuri ah. Kau itu bagaikan matahari yang selalu membuatku cerah. Semoga, kita akan menjadi pasangan yang paling bahagia didunia ini.

            Walaupun aku tau, beberapa kali aku membuatmu menangis. Beberapa kali aku membuatmu marah karena sikapku yang Childish. Tapi, ku mohon Maafkan aku. Aku melakukan itu karena aku mencintaimu..

             Oh ya, Cincin itu. Kubelikan khusus untukmu. Aku ingin kau menjadi Istriku. Hahah.. Kau mau kan ? HARUS, WAJIB Mau !!

            Yuri ah, Kau akan memberiku hadiah apa ? Jangan jangan kau tidak memberiku sebuah hadiah !! Aish, kau selalu saja seperti itu !! Dasar pelit !!

            Heheh..

Saranghae…

From : Xi Luhan

Aku terpaku membaca surat ini, Tangan kananku saja sudah bergetar. Air mata yang sedari tadi kutahan kini pecah. Aku menatap Luhan dengan tatapan sedih, Luhan.. kenapa kau harus sakit ?

Aku hanya bisa memberinya seutas senyuman paksa lalu mengecup keningnya pelan. “Kau tau, aku mencintaimu.. Kau harus sembuh Luhan..” Ujarku, nada bicaraku ini sudah bergetar. Kenapa aku menjadi lemah seperti ini ?

Luhan, aku tak ingin melihatmu pergi meninggalkanku. Aku ingin aku disini bersamaku. Tolong jangan pernah ada kata perpisahan diantara kita, Jangan pernah ada kata itu Luhan.. Jebal !!

Aku tak akan membiarkanmu pergi, aku tak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku disini !! Aku ingin kau tetap tinggal, Hh.. andai saja aku bisa mengulang waktu Luhan. Aku pasti tak akan membiarkanmu menderita penyakit ini.

“Cerita kita tak akan berakhir Yuri ah..” Ujar Luhan lemas, namja ini mengelus rambutku pelan dan tersenyum. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sedih dan memasang sebuah senyuman manis untuknya.

Luhan juga membalas senyumanku, tak berapa lama dia menghela nafasnya panjang. Tangannya ini mulai melemas, lalu kedua matanya itu perlahan mulai menutup. “Luhan, jangan tinggalkan aku..” Gumanku, pelan.

Luhan, kenapa semua ini harus berakhir disaat 365 hari hubungan kita ? Kenapa ? Bagaimana bisa aku melupakan sosokmu yang selalu membuatku tersenyum Luhan ? Bagaimana bisa, aku tersenyum kalau kau tak ada lagi disampingku ?

Aku tak bisa melakukan semua itu, TANPA SOSOKMU… !!!

“Saranghae..”

~~~***~~~

END

Sad ENDING !!! -_-

Hhh.. Gimana dengan FF ini ? Aneh bukan ? Hh.. Mianne, kalau aneh Author lagi belajar buat FF Sad😀

Berhubung Gerne FF yang paling Author suka itu SAD ROMANCE, Jadi Author coba bikin FF ini heheh, Mianne kalau jelek atau gimana gitu😀

Kalian jangan lupa komentar ne..

And Last Gumawo !!

25 responses to “[Oneshoot] 365 Day

  1. Hua.. Sad banget thor.. Author lagi suka yang sad sad an (?) ya?
    Yul eon yg sabar ne?? *puk puk yul eon

  2. SAD😦
    yul unnie yang tabah ya
    walau sad ttp daebak ok thir tpi jgn bikin yang sad lagi
    sangat menyiksaku thor#bahasanya

  3. Waaah kereeen ,, huuaa seediih bgt bacanya ..
    Yaah , akhirnya kok sad ? Kraiin aq bkalan happy ending ,
    Lain kale bkin ya yg happy happy ya Hhe , d’tunggu lhoo

  4. Aduh luhan kenapa meninggal gtu ya kenapa luhan ninggalin yuri kan kasian yuri TT . TT
    Ff ini sangat membuat q nyesek tp ff nya tetap daebak

  5. yulhan jangan sad ending…… TT
    ff yulhan yang banyaaaaak lagi ya eonni, yang ada actionnya gitu hehe, maaf banyak maunya ^^v

  6. 4 ff yg kubaca yulhan berakhiur dengan sad ending,,, jadi bertanya-tanya,, chingu apa ini khusus buat ff yulhan yg sad ending?

  7. annyeong… aku new readers ^^
    ff ini sedih banget T.T
    hampir nangis aku bacanya thor… scene Yuri baca surat itu sukses bikin air mata netes u.u
    huwaaaa gak rela banget Luhan matii😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s