Saranghae [Part 3]

yuri-igab-fansign-1_副本edit

Author : Kwon Soo Jin

Main Cast :

EXO M Xi Luhan

SNSD Kwon Yuri

SNSD Im Yoon Ah

EXO K Park Chanyeol

Rating : General

Gerne : Romantic, Friendship

Lenght : Chapter / Series

Warning :

Not for Silent readers, Copy Cut and Not For Plagiator. We Hate Plagiator. Coment this Fanfiction !!

No Bashing !!

Message :

Hay.. Reader, Aku Back dengan FF ini😀 Yah, semoga reader puas dengan part Ini😀 Langsung aja ne..

Happy Reading ^^

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Jika kau bisa mengajariku untuk mencintaimu..

Jika kau bisa mengajariku untuk tegar menghadapi luka yang menghadangku..

Maka,

Jangan ajari aku untuk melupakanmu..

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 2

“Apa perlu kupanggilkan Luhan Oppa ?” Ujar Yoona, sekali lagi aku kembali menggelengkan kepalaku.

“Lebih baik kau tidur Yoong, Aku baik baik saja” Ujarku mencoba menenangkan keadaan. Yoona tersenyum kemudian berjalan meninggalkanku, Sedangkan aku hanya bisa duduk mematung diatas kasur.

Luhan, apa kau akan membenciku jika kau mengetahui kenyataan menyakitkan itu ?

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 3

Yuri POV

“Bagaimana menurutmu ? Apa Yoona akan menyukai ini ?” Ujar Luhan sambil menyodorkan sebuah kalung bergandul hati itu padaku. Aku hanya bisa menatap kalung itu dengan tatapan sedih kemudian menganggukkan kepalaku pelan.

“Dia akan terlihat cantik dengan kalung itu” Ujarku mencoba untuk terlihat senang, Luhan menatap kalung itu dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.

“Ah, kalau begitu aku akan membeli hadiah ini. Hhh.. kenapa aku menjadi dag dig dug ?” Ujar Luhan sambil menyentuh dadanya. Aku hanya terkikik melihat tingkahnya, kemudian menghela nafasku lemas.

Luhan, Yoona itu cinta pertamamu.. dan selamanya akan menjadi sosok yang kau cintai. Aku tak akan pernah tau, kapan aku mendapatkan tempat dihatimu. Aku ingin sekali, aku ingin sekali mendengarkan kata kata cinta dari mulutmu itu. Aku ingin sekali melihatmu selalu tersenyum manis kepadaku bukan untuk Yoona. Aku ingin sekali kau mengacak ngacak rambutku bukan rambut Yoona. Aku ingin sekali kau memelukku saat kau senang maupun sedih, Walaupun aku tau kau selalu memelukku disaat kau sedang sedih dan akan memeluk Yoona di saat kau merasa senang. Aku mencintaimu, tapi ini juga sangat menyakitkan..

“Yul, apa yang kau pikirkan ?” Ujar Luhan, sontak kubuyarkan lamunanku dan tersenyum pada Luhan, Luhan menatapku dengan tatapan aneh. “Aish, Gwenchana” Gumanku, Luhan menganggukkan kepalanya mengerti.

>>>

“Yoona, Saranghae..” Ujar Luhan senang kedua tangannya mengenggam tangan Yoona erat. Aku hanya bisa terpaku dari sini sambil melihat Luhan mengucapkan kalimat yang tak seharusnya kudengar. Yoona nampak tersenyum senang. Tak berapa lama dia menganggukkan kepalanya.

“Nado saranghae..” Ujar Yoona, Luhan tersenyum senang kemudian memeluk Yoona erat, begitu juga dengan Yoona.

Deg..

Tiba tiba saja, rasa sakit menyeruak memasuki hatiku. Aku yang tadinya berdiri membeku disini seolah meleleh, Kakiku ini rasanya sudah tak kuat menahan tubuhku untuk tetap berdiri. Sedangkan air mataku terus saja mendorong dirinya untuk keluar. Tiba tiba, aku menjadi lemas.. genggaman tanganku yang tadinya berpegangan pohon dengan erat kini mulai mengendor.

Luhan, apa kau tidak mendengarku ? Aku mencintaimu, Aku mencintaimu !! Apa kau masih tak mendengarkan suaraku ? Kenapa kau tak pernah melihatku Luhan ? Kenapa kau tak pernah melihatku ? Kenapa ?

“Luhan…” Gumanku pelan, tubuhku mulai melemas. Sedangkan air mataku langsung saja mengalir keluar. Sontak kutenggelamkan wajahku dalam pelukan kakiku dan menangis sepuas hatiku.

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Kuayunkan tubuhku diatas ayunan dan menatap langit yang sudah gelap dengan tatapan kosong. Langit yang biasanya cerah, hari ini berubah menjadi mendung. Sama sepertiku, hari ini memang ada yang aneh denganku. Hhh.. Langit ? Apa kau juga merasakan apa yang kini kurasakan ? Ah, baguslah !! Itu tandanya aku tidak sendirian, Masih ada kau yang selalu menemaniku bukan ?

Tiba tiba rintik rintik hujan jatuh mengenaiku, aku yang masih terdiam dan menatap langit dengan tatapan kosong. Kini, aku dapat merasakan tubuhku mulai basah, Hhh.. aku tak perduli !! Biarkan aku kedinginan atau membeku sekalian, aku hanya ingin luka yang ada dihatiku ini hilang !! Hanya itu !!

Air hujan terus saja menguyur tubuhku sampai aku tak dapat merasakan air hujan itu lagi. Sigap ku dongakkan kepalaku dan mendapati ada payung diatas kepalaku, kutengokkan kepalaku dan menatap namja itu dengan tatapan datar dan dengan tatapan berharap namja itu pergi dari hadapanku.

“Kau sedang apa disini ? Kau bisa sakit !!” Ujar Luhan dengan nada bicara yang terkesan serius. Aku hanya menatapnya dengan tatapan datar milikku, kemudian kembali memfokuskan tatapanku pada air hujan yang terjatuh disampingku.

“YA !! Kau mendengarku tidak ?” ujar Luhan dengan sedikit berteriak. Aku kembali menolehkan kepalaku dan mengangguk pelan. Luhan terlihat menghela nafasnya kemudian berdecak sebal.

“Lalu, kenapa kau masih saja disana ? Kajja kita kedalam !!” Ujar Luhan yang masih menatapku dengan tatapan aneh miliknya, Aku mencoba menunjukkan seukir senyuman diwajahku. Walaupun aku tau senyuman itu akan terlihat seperti senyuman paksa. “Aku ingin disini, Yah.. lebih baik kau tinggalkan aku saja” Ujarku, Luhan menatapku dengan tatapan tak percaya.

“Aish, kalau kau disini terus kau bisa sakit !! Kau ini suka sekali membuatku khawatir” Gerutunya dengan nada kesal, aku menatapnya dengan tatapan bingung sekaligus kesal. Dia mengkhawatirkanku ? Sejak kapan ? Hhh.. aku baru tau !!

“Aish, sudah sana !! Menjauh dariku !!” Ujarku yang langsung mendorong tubuhnya agar dia menjauh dariku, Aku hanya bisa menatap Luhan dengan tatapan menyesal. Sebenarnya aku ingin dia menemaniku menikmati hujan ini, Tapi kenapa dia tak merasakannya ? Apa selama dia di China tak ada pelajaran tentang kepekaan ?

Setelah 12 tahun, aku menunggu sosokmu kembali Luhan. Aku terus saja tersenyum saat melihat foto foto yang kau kirimkan kepada Yoona. Ah, aku tak tau kenapa.. Tapi semakin lama aku sadar kalau aku menganggapmu lebih dari sahabat, Yah aku mencintaimu. Walaupun aku tau kenyataan yang sebenarnya kau masih mencintai sosok yeoja kecil yang selalu mengisi kehidupanmu. Sosok cinta pertamamu, yang mungkin akan menjadi sosok yang akan menjadi cinta terakhirmu. Kau tau aku bahagia, dan sangat bahagia saat melihat sosokmu juga tersenyum bahagia. Kau adalah separuh dari nyawaku..

Aku kembali menatap pohon tempat Luhan menyatakan cintanya kepada Yoona. Aku hanya bisa terdiam dan menatap pohon itu parau, otakku terus saja mengulang kejadian tadi, entah apa yang membuatku bisa tersenyum saat itu dan aku juga tak tau kenapa aku menangis ?

Yang kuingat hanyalah, aku melihat 2 sosok peri cantik mereka melayang layang dilangit kemudian turun tepat disamping Luhan dan Yoona. Sedangkan disampingku juga ada sosok peri cantik yang mengandeng tanganku erat seolah mengisyaratkan kalau aku harus tegar. Tapi itu tak mempan, genggaman tangannya itu justru membuatku semakin melemah. Hhh, aku tak mengerti kenapa aku bisa melihat peri peri itu, Padahal aku ini tidak memiliki indra keenam.

Tiba tiba saja, hujan yang turun diatas kepalaku kembali terhalang oleh sesuatu. Sontak ku dongakkan kepalaku dan menatap sosok namja tinggi dan tampan sedang tersenyum dan menunjukkan deretan giginya yang putih itu. Aku menatapnya dengan tatapan bingung dan aneh, sedangkan namja itu masih tersenyum padaku.

“Mianne, kenapa apa kau sedang kehujanan ? Atau kau memang sengaja hujan hujan ?” Ujar namja itu yang kini menatapku dengan tatapan bingung, aku tersenyum kepadanya. “Ah, aku memang sengaja hujan hujan. Em.. mianne kalau boleh saya tau, Kau Nugu ?” Ujarku sambil tersenyum simpul padanya, Namja itu tersenyum kemudian membungkukkan badannya kepadaku.

“Namaku Park Chanyeol, em.. kau ?” Ujar namja itu yang masih menunjukkan senyuman diwajah tampannya aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum simpul pada namja itu. “Kwon Yuri, Em.. duduklah !!” Ujarku sambil menepuk nepuk ayunan yang ada disampingku. Chanyeol menatap ayunan itu dengan tatapan bingung, tak berapa lama dia tersenyum kemudian melipat payung yang dibawanya itu dan duduk disampingku.

“Oh, ya.. dimana rumahmu ?” Ujar namja bernama Chanyeol itu, sigap ku tolehkan kepalaku dan tersenyum kepadanya. “Itu.. !!” Ujarku sambil menunjuk rumah yang berada tepat dibelakang kami, Chanyeol hanya mengohkan ucapanku. Tak berapa lama, hujan pun berhenti. Aku menghela nafasku kemudian bangkit dari dudukku dan tersenyum pada chanyeol, membuat namja itu menatapku bingung.

“Kajja kerumahku aku bisa memberikanmu coklat panas, yah anggap saja itu sebagai tanda terima kasihku karna kau sudah menemaniku dan sebagai tanda kalau kau sudah menjadi sahabatku” Ujarku senang, namja bernama Chanyeol itu tersenyum manis padaku seraya menganggukkan kepalanya dan bangkit dari duduknya.

Kami berdua berjalan kearah rumahku dan berhenti tepat didepan pintu berwarna putih ini. Tanganku langsung menggenggam ganggang pintu dan membukanya pelan, lalu menampakkan beberapa orang sedang duduk diruang tamu. Aku dan Chanyeol tersenyum kemudian membungkukkan badan kami. Yap, disini ada kedua orang tuaku, orang tua Luhan, Luhan dan juga Yoona.

“Emm.. Ini temanku Chanyeol” Ujarku sambil menunjuk namja tampan dan tinggi yang berdiri tepat disampingku. Chanyeol tersenyum kemudiam membungkukkan badannya. “Annyeonghaseo..” Ujar Chanyeol, yang tersenyum dan menunjukkan deretan gigi putihnya.

“Kalian kehujanan ?” Ujar Umma Luhan yang merasa aneh karena bajuku dan Chanyeol yang basah kuyup. Aku dan Chanyeol hanya menunjukkan cengiran diwajah kami, Kami tidak kehujanan melainkan memang sengaja hujan hujan.

“Appa, bolehkan Chanyeol meminjam baju Appa ? Kurasa Chanyeol memiliki postur tubuh yang sama dengan Appa !!” Ujarku sambil mengambil cangkir berisikan coklat panas dan menyodorkannya pada Chanyeol. Chanyeol mengambil coklat itu dan tersenyum padaku.

“Ne, ambil saja dikamar Appa ne. Sekalian kalau dia mau menginap suruh dia tidur dikamar tamu” Ujar Appaku yang kini mengamati Chanyeol, Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepalaku senang. “Apa kau juga mau menginap ?” Ujarku yang masih meminum coklat panas itu, Chanyeol menatapku bingung kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

“Aniya, rumahku ada disebelah rumahmu. Lebih baik aku pulang saja” Ujar Chanyeol, Aku menatapnya dengan tatapan terkejut. Jadi dia tetangga baru yang baru pindah itu ? Aish, pantas saja aku tak pernah bertemu dengannya.

“Oh, jadi kau tetangga baru itu. Kalau gitu kau ganti baju saja, nanti aku akan mengantarmu pulang. heheh.. Kajja !!” Ujarku senang, Chanyeol menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum padaku kemudian bangkit dan mengikutiku berjalan menuju kamar Appa.

>>>

“Yuri, namja tadi dan yeoja tadi itu nugu ?” Ujar Chanyeol saat aku memilih baju baju Appa yang sekiranya pantas untuk dia gunakan. Aku menghentikan aktifitasku dan menatap Chanyeol dengan tatapan bingung.

“Namja dan yeoja yang duduk bersebelahan ?” Ujarku, Chanyeol menganggukkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan ingin tau khasnya. Aku menghela nafasku dan tersenyum manis pada Chanyeol.

“Namja itu bernama Luhan, dia sahabatku yang beberapa hari yang lalu datang dari China. Lalu yeoja itu bernama Yoona, dia juga sahabatku tapi dia itu sepupuku. Kedua orang tuanya sudah meninggal makanya dia tinggal disini” Ujarku kemudian menyodorkan baju berwarna biru muda pada Chanyeol, Chanyeol hanya mengohkan ucapanku sambil mengambil baju itu.

“Kalau begitu, aku kekamarku dulu. Dan kau ganti baju dulu ne !!” Ujarku seraya meninggalkannya dikamar Appa. Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum kepadaku.

>>>

“Memangnya Chanyeol ingin bersekolah dimana ?” Ujar Ummaku saat aku dan Chanyeol duduk diruang tamu dan kembali menikmati coklat panas yang tadi sempat kami tinggal sebentar. Chanyeol menolehkan kepalanya dan tersenyum.

“Tadi siang saya sudah datang di Universitas SM. Appa menyuruhku untuk masuk dijurusan musik” Ujar Chanyeol senang, Aku kembali menatap Chanyeol dengan tatapan terkejut sekaligus senang.

“Berarti kau akan satu kelas dan satu Universitas denganku ? Lebih baik besok berangkat bersamaku saja” Ujarku senang, Chanyeol menatapku dengan tatapan tek percaya kemudian menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.

“Em, Mianne.. sepertinya saya tidak bisa terlalu lama disini. Lagipula ini juga sudah malam” Ujar Chanyeol, Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku pelan. “Ah, Kajja ku antarkan kedepan” Ujarku senang, Chanyeol menganggukkan kepalanya kemudian bangkit dari sofa. “Kamsahamida, atas Coklat panasnya. Itu sangat nikmat !!” Ujar Chanyeol sambil membungkukkan badannya. Semua orang yang ada disini tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Hati hati ne !!” Ujar Ummaku. Chanyeol tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu. “YA !! Tunggu aku !!” Ujar seseorang, sontak Aku dan Chanyeol menolehkan kepala kami dan mendapati sosok Luhan sedang berjalan. Dan berdiri diantara ku dan Chanyeol. Aku menatap Luhan dengan tatapan sebal kemudian mendorong tubuhnya agar aku bisa berjalan disamping Chanyeol.

“Yuri, besok aku kerumahmu jam berapa ?” Ujar Chanyeol senang, Aku tersenyum dan berfikir sejenak. “Kau tidak usah kerumah Yuri, aku yang akan mengantarnya kesekolah !!” Ujar Luhan dengan nada kesal, Sontak kutolehkan kepalaku dan menatap Luhan dengan tatapan tajam sekaligus sebal. Aish, namja ini benar benar menyebalkan !!

“Aniya, lupakan ucapan orang itu !! Itu mungkin sedikit Gila !!” Ujarku kesal, Luhan menatapku dengan tatapan sebal sedangkan Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya dan terkikik pelan. “Aish, kenapa kau berkata seperti itu ?” Ujar Luhan dengan nada kesal, Aku menatapnya dengan tatapan ‘Lalu ?’.

“Aish, aku hanya bercanda Pabo !! Kau ini sensitif sekali !!” Gerutuku kesal, Luhan kembali menatapku dengan tatapan kesal. Sedangkan Chanyeol hanya terdiam dan mengamati tingkah kami yang terkesan aneh.

>>>

“YA !! YA !! YA !! Kajja berangkat bersama ku !!” Ujar Luhan dengan nada manja aku menyergit mendengar ucapannya. Tumben sekali dia mengajakku berangkat bersama, biasanya dia lebih memilih berangkat bersama Yoona.

“Aniya, aku menunggu Chanyeol !!” Ujarku yang membalas ucapan Luhan dengan cara bicara yang cuek. Luhan menatapku dengan tatapan sebal khasnya kemudian berdecak tak jelas.

“Aish, Untuk apa kau menunggu namja itu ? Dia mungkin sudah berangkat !!” Ujar Luhan dengan nada bicara yang menghasutku aku menolehkan kepalaku dan menatapnya dengan tatapan datar kemudian menggelengkan kepalaku, seolah perkataan itu tak akan terjadi.

“Aish, kenapa kau tidak berangkat saja bersama yeojachingumu ? Bukankah dia lebih penting dari sahabatmu ? Sudahlah, sana sana !!” Ujarku yang kesal dengan sikap Luhan, sudah dari tadi pagi saat aku bangun tidur tiba tiba saja dia sudah duduk disampingku dan mengucapkan ‘Kajja berangkat bersamaku’.

Tak berapa lama, sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan rumahku. Setelah itu muncullah sosok namja yang sedari tadi kutunggu, Namja itu tersenyum dan menghampiriku. Aku segera bangkit dan meninggalkan Luhan yang hanya terdiam dan menatap Chanyeol dengan tatapan sebal.

“Hyung, kami berangkat duluan ne !! Bye !!” Ujar Chanyeol saat kami sudah berada didalam mobil. Luhan hanya menganggukkan kepalanya lemas dan kembali menatap Chanyeol dengan tatapan tak suka. Setelah itu mobil melaju dan berjalan menuju sekolah.

>>>

“Kenapa Luhan terlihat tidak suka saat aku bersamamu ?” Ujar Chanyeol dan menatapku dengan tatapan bingung seolah ada tanda tanya diwajahnya. Aku membalas tatapannya itu juga dengan tatapan bingung. Aku juga tidak tau kenapa dia seperti itu.

“Molla, Waeyo ?” Ujarku balas bertanya pada Chanyeol, Chanyeol menatapku sambil menunjukkan deretan giginya yang putih itu. Aku hanya terkikik pelan. “Mungkin dia cemburu, hahah.. katakan pada namjachingumu itu. Jangan cemburu kitakan berteman, Ok !!” Ujar Chanyeol senang, sedangkan aku menatapnya dengan tatapan sebal.

“Dia bukan namjachinguku, Untuk apa dia cemburu !! Hhh.. dia sudah memiliki yeojachingu..” Gumanku kesal, Chanyeol menatapku dengan tatapan bingung kemudian terkikik pelan.

“Habisnya kalian mirip sekali seperti sepasang kekasih !!” Ujar Chanyeol, aku kembali menatapnya dengan tatapan sebal kemudian berdecak tak jelas. Dasar !! Dilihat darimana Coba ? Aish, ada ada saja !!

<><><><><> Saranghae <><><><><>

TBC

HALLO !!

FF INI BALIK LAGI LO !! hahah, apakah ada yang menantinya ? Aish, sudahlah.. Author lagi pusing heheh…

Okeh okeh, Kalian jangan Lupa komentar ne, JANGAN PERNAH MENJADI SOSOK PEMBACA GELAP !!

And last,

GUMAWO !!

42 responses to “Saranghae [Part 3]

  1. Lanjut thor
    Haha
    Nyesek jga pas bca han sma yoon jdian
    Kok hanny cemburu apa *minjemevilsmirkkyupadlue hahaah
    Lanjut thor

  2. Authorr inii nyesekk bgtt😦
    Kokk cepett amett siiihhh abisnyaa ;'(
    Cepat ngepost yaa thorr sma panjang critanya hehehehehe

  3. Nyesek badaii..😥
    Luhan udah punya yoona tpi masih cmburu ma chanyeol.. Aiigoo oppa-ku ini..😄 #plakk
    Next partnya ditunggu.. ^^
    Pnjangin dikit ya thor.. Muehehehe..😄 *banyak mau*

  4. Huhuhu eonni yuree yg sabar masi ada chanchan kok T-T eonni yuree sma chanchan oppa ajjjaaaaa *puppy eyes(?)*
    nice story , keep writing author ~ ^^

  5. Huhuhu eonni yuree yg sabar masi ada chanchan kok T-T eonni yuree sma chanchan oppa ajjjaaaaa *puppy eyes(?)*
    alurnya keren aku suka , keep writing thor ~ ^^

  6. thor lanjutin ya thor bagus thor
    akuuu menunggumu thor~ wkwkwk jangan lupa ya trus jangan lama lama juga wkwakakak

  7. kasihan yuri, luhannya juga ga peka, yaudah yuri sama chanyeol aja wkwkk, tapi kenapa luhan jadi cemburuan gitu? bukannya dia udah punya yoona?
    lanjuuut thooor😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s