Saranghae [Part 2]

yuri-igab-fansign-1_副本edit

Author : Kwon Soo Jin

Main Cast :

EXO M Xi Luhan

SNSD Kwon Yuri

SNSD Im Yoon Ah

Rating : General

Gerne : Romantic, Friendship

Lenght : Chapter / Series

Warning :

Not for Silent readers, Copy Cut and Not For Plagiator. We Hate Plagiator. Coment this Fanfiction !!

No Bashing !!

Message :

Hay.. Reader, Aku Back dengan FF ini😀 Yah, semoga reader puas dengan part Ini😀 Luhan sudah kembali Loh ? Kembali kemana ? Ke hati Author😀 #Plak Langsung aja ne..

Happy Reading ^^

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Saranghae…

I can wait for you endlessly, When you come to find me, I can smile at you, always…

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 1

Aish, Yeoja ini kenapa dia galak sekali ?? Tapi aku akan berangkat keKorea besuk !! Yey !! Yoona I’m Comming !! Aku akan menyatakan cintaku kepada Yoona !! Yey !! Yuri ah Gumawo !! Jeongmal Gumawo !!

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Part 2

Yuri POV

Aku berlari menyelusuri seluruh sudut di Bandara ini, Aish kemana Yoona, Umma dan juga Appa ? Sepertinya aku tersesat !! Hhh… Ini semua salahku, seandainya saja aku tak bangun terlambat pasti aku sudah duduk manis sambil menunggu namja itu. Ah, benar kata pepatah.. Penyesalan itu pasti datang di akhir bukan didepan.

Namun, langkahku berhenti saat melihat Yoona, Umma dan Appaku tengah duduk disebuah bangku. Aku segera berlari kearah mereka kemudian duduk disamping Yoona.

“Aish, Apa Luhan sudah datang ?” Tanyaku pada Yoona, Yoona tersenyum kemudian mengangguk. Ommo dia sudah datang ? Lalu mana Luhan ?

“Ah, Kau tau Luhan sangat tampan, dia kini lebih tinggi dari pada kita, lalu dia memiliki Kulit yang putih seputih susu, dia memiliki mata berwarna coklat yang menawan, warna rambutnya kini menjadi kuning kecoklat coklatan dan dia memiliki senyuman yang sangat manis.. Lalu dia juga terlihat sangat keren… Yul, Dan Lihat !! Dia berjalan kearah kita !!” Ujar Yoona yang langsung memasang senyuman termanisnya.

Sontak kubalikkan badanku dan mendapati sosok namja yang memiliki ciri ciri sama dengan yang diucapkan Yoona tengah berjalan kearahku.. Aku tersenyum  kepadanya Tapi namja itu melewatiku tanpa sedikit pun melihatku, Luhan kau benar benar tak berubah.. Tetap saja melakukan hal menyakitkan kepadaku.

“Hay.. Yoong, Lama kita tak bertemu !! Bagaimana keadaanmu selama 12 tahun ini ?” Ujar Luhan, suaranya masih tetap Lembut sama seperti dulu, aku tak menemukan perbedaan darinya. Dia hanya terlihat semakin tampan.

“Luhan..” Gumanku pelan, namun sosok Luhan tak memperdulikanku, dia masih sibuk berbicara dengan Yoona. Aku hanya bisa terpaku menatapnya, Sambil tersenyum berusaha menutupi Luka yang tiba tiba saja menyeruak memasuki hatiku.

“Yuri ah !! Ah, Bogoshipo !!” Ujar Luhan secara tiba tiba sehingga membuatku terkejut dia kemudian mengancak ngacak rambutku pelan, Aku hanya bisa tersenyum tipis padanya. Kurasa kau memang tak melupakanku Luhan, tapi kau menghilangkanku dari hatimu. Hatimu itu hanya berisikan sosok Yoona, Tak pernah ada sosok ku dalam hati kecilmu karena.. karena kau sama sekali tak mencintaiku.

“Yuri, Luhan, Yoona Kajja kita pulang nak !!” Ujar Ummaku, Luhan segera menarik tangan Yoona kemudian mereka berlari menuju tempat kedua orang tuaku dan kedua orang tua Luhan.

Kulangkahkan kakiku gontai, aku hanya bisa berjalan paling belakang. Yoona dan Luhan berada dipaling depan kemudian Ummaku dan Umma Luhan dan tepat didepanku Appaku dan Appa Luhan. Aku hanya bisa terdiam sambil sesekali membalas pesan dari Sooyoung, Sahabatku.

“Kenapa kau dibelakang Yuri ah ? Kajja bersama Luhan dan Yoona !!” Ujar Appa Luhan, Aku hanya bisa tersenyum kemudian menggeleng. Aku tak sepatutnya menganggu Luhan dan Yoona. Lebih baik aku disini saja dari pada aku terluka.

“Gwechana.. Aku lebih suka disini, lagi pula aku ingin menelpon temanku” Ujarku sambil menunjukkan cengiran bodoh diwajahku. Dan tentunya berusaha membuat mereka percaya dengan ucapanku. Tak berapa lama Appa Luhan tersenyum kemudian mengangguk.

“Kau sudah besar nak !! Bahkan kau semakin lama semakin terlihat manis” Ujar Appa Luhan lagi, Aish, mungkin wajahku sudah memerah sekarang. Dan apa benar aku semanis itu ? Aku baru menyadarinya.

“Ah, Gumawo” Ujarku sambil menunjukkan senyuman termanis yang bisa kubuat, Aku berharap dengan datangnya Luhan, Yoona bisa merasa senang dan melupakan kejadian tentang Appa nya seminggu yang lalu. Aku ingin kau bahagia Yoong.

<><><><><> Saranghae <><><><><>

Aku duduk diayunan depan rumahku sambil memakan kimchi yang Ummaku buat. Aku hanya bisa duduk terdiam sambil menatap taburan bintang bintang yang kerlap kelip menemani malamku hari ini. Sudah 3 hari Luhan disini tapi aku belum pernah mengobrol dengannya. Apa dia benar benar sudah melupakanku ?

“Yuri ah, Rupanya kau masih suka melihat bintang ?” Ujar Seseorang yang kini sudah duduk disebelahku. Aku yang terkejut langsung menolehkan kepalaku dan mendapati sosok Luhan tengah tersenyum menatapku.

“Aku tak akan pernah bisa berhenti menyukai bintang, Luhan” Ujarku yang kini sudah menatap beribu bintang yang bertaburan dilangit. Luhan tersenyum kemudian mengacak ngacak rambutku pelan.

“Kau memang tak berubah, Oh ya.. Gumawo, karena mu aku bisa kembali keKorea. Besuk Appa dan Umma mengajak kita semua berjalan jalan, dan tolong kau bantu aku untuk menyatakan cintaku pada Yoona.” Ujar Luhan senang, Aku terpaku melihatnya, kemudian tersenyum dan tentunya menganggukkan kepalaku.

Ternyata Luhan masih menyukai Yoona, dan sekarang Yoona menyukai Luhan. Mungkin Tuhan telah menakdirkan mereka berdua untuk menjadi satu, Hhh…. Lupakan tentang perasaanmu Kwon Yuri, Lihat Luhan tak menyukaimu dia menyukai Yoona, sahabatmu !!

“Ah, tentu saja aku akan membantu sahabat tersayangku ini !! Fighting ne !!” Ujarku mencoba senang kemudian mengacak ngacak rambut Luhan kasar, Sehingga membuat Luhan berteriak kesakitan.

“Oh, ya sebelumnya kau harus ikut denganku membelikan Yoona hadiah. Kau mau tidak ?” Tanyanya lagi, Aku terdiam beberapa saat dan mengangguk dengan sedikit terpaksa. Hhh.. Biarkan aku merasakan sakit asalkan Yoona dapat tersenyum dan melupakan Appanya..

“Ah.. Gumawo.. jeongmal gumawo !! Kau ini sahabatku yang paling…. baik” Ujar Luhan senang tetap seperti anak kecil yang kutemui 12 tahun yang lalu, dia tetap menjadi Luhan yang polos. Aku terkikik pelan melihat tingkahnya, kemudian menghela nafasku menahan tangis.

“Kalau begitu aku masuk kedalam rumah dulu ne, kau jangan tidur terlalu lama Yul” Ujar Luhan dengan nada mengancamku, Aku kembali tersenyum kepadanya dan kembali mengangguk. Setelah itu, aku hanya bisa menatap kepergian Luhan dengan tatapan kosong.

<><><><><> Saranghae <><><><><>

“Yuri ah cepat bangun !!” Ujar seseorang dari dalam kamarku. Aish, siapa sih yang berani beraninya membangunkanku dan juga mengusik mimpi indahku ? Aku masih saja melanjutkan tidurku tak memperdulikan teriakkan itu.

“YA !! Yuri ah, Bangun !!” Ujar orang itu lagi, Aish, orang itu benar benar membuatku tak bisa tidur. Aku langsung bangkit dari kasur dan mendapati sosok Luhan tengah memainkan komputerku.

“YA !! Apa yang kau lakukan disitu Xi Luhan ?” Ujarku kesal saat melihat Luhan sibuk memainkan Komputerku dan terlihat tengah terkikik pelan, Aish, jangan katakan kalau dia melihat foto foto masa kecilku. Hhh… Dasar namja menyebalkan !!

Aku sugera bangkit kemudian berdiri tepat disamping nya, Luhan terlihat tengah melihat foto foto bodohku yang sengaja kusimpan. Aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan sebal, dia ini benar benar tak punya sopan santun.

“Yuri.. Kapan kau mengambil foto ini ? Kau masih terlihat sangat lucu !!” Ujar nya sambil menunjuk foto ku saat berumur 12 tahun. Aku memukul kepala Luhan pelan kemudian berjalan kekamar mandi.

>>>

“Yuri ah…” Ujar Luhan pelan saat aku keluar dari kamar mandi, aku menatapnya dengan tatapan ‘Wae ?’. Tapi, kilatan mata Luhan terlihat tengah kecewa kepadaku. Memangnya aku melakukan kesalahan apa ?

“Waeyo, Luhan ..?” Ujarku yang kemudian berjalan mendekatinya, Luhan kembali menatapku tak percaya.

“Aku tak percaya kau melakukan ini kepadaku..” Ujar Luhan dengan nada bicara yang terkesan sangat dingin. Tiba tiba saja perasaan takut sekaligus rasa bersalah menyeruak begitu saja dalam hatiku. Apa yang terjadi sebenarnya ? Aku merasa tak melakukan kesalahan pada Luhan !!

“Apa yang kau katakan ? Aku benar benar tak mengerti Luhannie..” Ujarku lembut, Luhan menatapku sinis kemudian bangkit dari kursi yang sedari tadi dia duduki. Membuat tubuhku ini semakin membeku, tapi juga bergetar.

“Aku tak percaya ternyata selama ini kau berpura pura !! Kau berpura pura menjadi Yoona, Kau yang selama ini mengirim hadiah yang kau katakan itu semua berasal dari Yoona, Kau yang membalas semua e-mail yang kukirimkan kepada Yoona !! Semua kau yang melakukannya !!” Ujar Luhan dengan sedikit berteriak membuatku hanya menatapnya dengan tatapan menahan tangis. Lidahku rasanya kelu untuk mengatakan yang sebenarnya, Aku tak ingin dia menerima seluruh kenyataan pahit itu. Aku tak ingin !!

“Luhan, aku bisa menceritakannya kepadamu !! Itu tak seperti yang kau pikirkan, Aku.. Aku melakukan itu.. Karena..”

“Karena apa ? Kau ingin menyakitiku ? Katakan !!” Ujar Luhan memotong ucapanku, Aku menggeleng pelan tiba tiba saja tubuhku ambruk kelantai. Air mataku seketika pecah saat itu juga.

“Kau tak mengerti Luhan, kau tak mengerti !!” Gumanku pelan, aku masih terisak. Sedangkan Luhan.. hatinya mungkin sudah membatu dan tak bisa menerima penjelasanku lagi.. Ini semua kesalahanku, Maafkan aku Luhan !!

“Kau pikir aku ini apa ? Anak kecil huh ? Aku ini sudah bisa mengerti semuanya” Bentak Luhan kepadaku, Aku terdiam dan menundukkan kepalaku, Lebih baik dia membenciku dari pada dia membenci Yoona.

“Kajja katakan kepadaku apa yang membuatmu melakukan itu ?” Ujar Luhan yang kini sudah duduk dihadapanku. Aku terdiam, masih menatap matanya lekat. Sampai akhirnya Luhan bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkanku.

“Luhan, Tunggu jangan tinggalkan aku lagi !! Luhan, aku membutuhkanmu !! Luhan….. !!”

>>>

“Luhan, Tunggu jangan tinggalkan aku lagi !! Luhan, aku membutuhkanmu !! Luhan….. !!”

Aku segera terbangun dari tidurku, Nafasku tersegal segal seperti habis berlari, Jantungku berdetak kencang, tanganku ini bergetar hebat. Aish, hanya mimpi ? Tapi kenapa rasanya itu seperti sebuah kenyataan ?

“Unnie.. Gwechana ?” Ujar Yoona yang tiba tiba saja sudah berada didalam kamarku, Dia menatapku dengan tatapan cemas. Sedangkan aku hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepalaku.

“Tadi aku mendengar Unnie berteriak nama Luhan Oppa !! Memangnya Unnie sedang mimpi apa ??” Ujar Yoona lagi, aku kembali tersenyum dan menggeleng, Tanganku ini masih saja bergetar.

“Apa perlu kupanggilkan Luhan Oppa ?” Ujar Yoona, sekali lagi aku kembali menggelengkan kepalaku.

“Lebih baik kau tidur Yoong, Aku baik baik saja” Ujarku mencoba menenangkan keadaan. Yoona tersenyum kemudian berjalan meninggalkanku, Sedangkan aku hanya bisa duduk mematung diatas kasur.

Luhan, apa kau akan membenciku jika kau mengetahui kenyataan menyakitkan itu ?

<><><><><> Saranghae <><><><><>

TBC

Em…

Gimana dengan Fanfic ini ? Bagus engga ? Yah, semoga reader suka ne..

Yoona belum banyak dialog di Part ini, but next Part Yoona banyak kok hehe😀 Tunggu next Part ne😀

Jangan Lupa Komentar, Komentarmu bisa menjadi masukan untuk saya

And Last,

Gumawo ^^

20 responses to “Saranghae [Part 2]

  1. Omo!! :O jdi yg ngirim semuanya itu yul unnie?? Kasian yul unnie..😥 luhan oppa mau bener” nembak yoona?? Aduh jangan dong..😦 penasaran ini… Next yah thor..

  2. Kalo emang benerr yg buat email itu yuri ff ini ceritanya agk mirip sm yg film inida
    Emang sih ceritanya dr awal beda
    Tp intinya sama ,
    Maaf ya thor jgn tersinggung
    Keep writing thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s