[6 Story] Replay ‘END’

initpintu_副本

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

SNSD (Jessica, Sunny, Yuri, Sooyoung, Yoona, Seohyun)

EXO M (Xiumin, Luhan, Kris, Chen, Lay, Tao)

Gerne : Romance, Friendship

Rating : General

Length : Oneshoot (Lanjutan ‘My Wish’)

Warning :

Not for Plagiator

Message :

Annyeong.. Ini FF lanjutannya yang ‘5 story My Wish’ ne😀 semoga kalian suka sama FF ini😀

Happy reading

<><><><><> Replay <><><><><>

My Wish <<<

Back <<<

Sunny – Xiumin

MWO ?!?! Jadi kau itu Lee Sun Kyu ? Wah, aku baru tau.. Heheh” Ujarnya yang kembali menunjukkan senyuman yang membuatku ingin memukulnya.

“Jjadi kau baru tau ?? Oh God !! Kenapa aku harus memiliki Dongsaeng seperti dia ?” Gerutuku pelan, aish namja ini benar benar membuatku kesal hari ini.

<<<

Jessica – Tao

YA !! Nonna, kau ini tidak sopan sekali, akukan belum menyuruhmu untuk masuk kedalam mobil, Tapi kenapa nonna sudah masuk. Menyebalkan !!” Ujar Tao sambil berdecak tak jelas.

“Kau ini kenapa sedari tadi mengomel saja. Ayo cepat sedikit” Teriakku dari dalam mobil.

Ne, Nonna cerewet !!” Ujar Tao kemudian masuk kedalam mobil.

<<<

Yoona – Chen

Langkahku kembali terhenti saat melihat sebuah lukisan yeoja yang memiliki wajah seperti gambar yeoja tadi. Kalau dipikir pikir semua gambar yeoja yang ada di pameran ini sama, mungkin hanya tempat dan posisi yeoja itu saja yang berbeda. Sedangkan yang lain seperti wajah buku yang dia bawa itu sama.

Ah, kenapa semua gambar yang ada disini gambar yeoja itu ?” Gerutuku pelan.

Aish, tak usah kau pikirkan !! Lagi pula kau juga tak mengenal yeoja itu bukan ?” Ujar Chen sambil berdecak tak jelas. Dasar aneh !!

<<<

Seohyun – Lay

Aish, Molla. Atau mungkin kau harus meminta maaf padanya ?” Ujarnya sambil meminum jus alpukat kesukaannya.

“Tapi, aku tak tau apa salahku. Bagaimana bisa aku meminta maaf padanya ?” Gerutuku pelan.

“Setidaknya itu bisa menenangkan keadaan..” Ujarnya. Aku menatapnya sedikit aneh, namun aku langsung menganggukkan kepala.

<<<

Yuri – Luhan

“Kau tau aku sangat suka saat mengacak ngacak rambutmu !!” Ujarnya wajahnya itu tak berubah sama sekali, aku tersenyum. Beberapa saat tangannya menyentuh rambutku, akhirnya dia mengacak ngacak rambutku kasar.

YA !! Luhan, kau ini suka sekali membuatku marah !!” Gerutuku, Aku menatapnya kesal, kemudian membalas mengacak ngacak rambutnya. Sehingga membuat kami tertawa.

<<<

Sooyoung – Kris

Ani.. Kami hanya mengobrol biasa. Kenapa kau ingin tau sekali ?” Ujar ku dengan nada mengejek. Kris menatap aneh, sedangkan Raena hanya terkikik pelan.

Aish, sudahlah kau ini menyebalkan. Lagipula aku hanya bertanya Sooyoung ah..” Ujar Kris, dengan nadanya bicaranya yang tetap seperti biasanya dingin.

Molla !!” Ujarku singkat.

<><><><><> Replay <><><><><>

Replay >>>

Next >>>

>>>

Sooyoung – Kris

Sooyoung POV

Aku duduk didepan terasku sambil meminum teh dan memakan setoples biskuit. Hhh.. hari yang indah, burung burung yang bersiul, bunga bunga yang bermekaran, serta pengantar surat dan pengantar koran yang sudah berkeliling melakukan aktivitasnya.

Tak berapa lama hadphone ku berdering, dan memampangkan nama Kris. Aku menatap handpone ku kesal, ternyata itu sebuah pesan Aish ku kira sebuah panggilan yang masuk.

To : Choi Sooyoung

Aku akan kerumahmu !! Dan sekarang sudah sampai !!

From : Kris

Aku menghela nafasku perlahan, kenapa setiap hari dia selalu kerumahku ? Aish menyebalkan sekali. Lama lama aku bosan karena namja jelek itu selalu kerumahku, bayangkan saja aku sudah mengenalnya selama 2 tahun, dan dia selalu kerumahku hanya itu melihat bunga mawar kesukaannya itu tumbuh.

Aku tetap saja duduk didepan rumah sambil menunggu kedatangan Kris, tadinya aku duduk dengan tersenyum, namun sekarang moodku mendadak menjadi turun karena pesan dari namja jelek bernama Kris itu.

Tak berapa lama, mobil mobil berwarna hitam yang biasa ditumpangi Kris berhenti didepan rumahku, samapi sosok namja tinggi itu turun dengan wajah dingin khas miliknya. Hhhh.. kurasa dia lebih cocok dengan Jessica !!

“Kenapa, setiap pagi kau selalu memakan biskuit Choi Sooyoung ?” Ujarnya dengan nada bicara yang terkesan gimana gitu. Aku menatapnya dengan tatapan ‘lalu ?’.

“Hhhh.. terserahku !! Lagi pula kau tumben sekali pagi pagi datang kemari ?” Ujarku yang kemudian memakan sebuah biskuit langsung. Kris tersenyum sambil menggaruk garuk belakang kepalanya. Aish, aneh sekali namja ini !!

“Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu..” Ujar Kris sambil tersenyum manis kepadaku. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, pasti dia akan menanyakan dimana mawar favoritnya. Hhhh.. menyebalkan !!

“Wae ? Katakan saja Kris..” Ujarku yang masih melahap biskuit biskuit itu. Kris tersenyum lagi, dan mendadak jangtungku berdegup kencang. Hhh… Apa yang akan terjadi padaku ?

“Saranghae..” Ujar Kri akhirnya, setelah tadi suasana hening. Aku terlonjak kaget mendengar ucapan Kris, Aapa aku tak salah dengar ? Dia menyatakan cintanya kepadaku ?

“A..aku.. a..ku.. Aish..” Ujarku grogi, kenapa aku menjadi seperti ini ? Apa yang terjadi kepadaku ?

“Kau ?” Ujar Kris, aku tersenyum kepadanya. Aish Choi Sooyoung.. bagaimana apa yang akan kau katakan kepadanya ? Hhh.. katakan kalau kau juga mencintainya !! Kajja Choi Sooyoung apa sulitnya ?

“N..n..nado Saranghae..” Ujarku akhirnya, tiba tiba perasaanku menjadi lega. Kris tersenyum kepadaku kemudian memelukku erat. Hhh.. aku memang mencintainya sejak aku pertama kali bertemu dengannya, tepat 2 tahun yang lalu.

<><><><><> Replay <><><><><>

Yuri – Luhan

Yuri POV

Aku berjalan menyelusuri jalanan kota Seoul, aish.. musim dingin lagi ? kenapa aku selalu melewatkannya setiap taun ? kenapa aku masih saja menganggap kalau hari ini masih musim gugur ? Hhh.. untung saja aku membawa jaket, kalau tidak aku pasti sudah membeku disini.

Aku terus saja berjalan menyelusuri jalan, disepanjang jalan aku selalu saja menpadati sepasang kekasih tengah bergandengan tangan menikmati dinginnya musim dingin ini bersama seolah mereka berdua tengah berusaha menghapus dinginnya salju dan digantikan dengan hangatnya cinta mereka. Hhh.. aku benar benar iri, rasanya ingin sekali memiliki namjachingu.

Bruak..

Tubuhku ini terpental hebat, sehingga membuat tubuhku terjatuh dengan sempurna ditanah. Aw.. sakit !! Aku berusaha bangkit dan berdiri, namun tidak bisa sampai seseorang mengulurkan tangannya berniat untuk membantuku berdiri. Sigap kuterima uluran tangan itu dan berhasil berdiri.

“Mianne.. Yul, aku tak sengaja menabrakmu. Heheh..” Ujar seseorang dengan nada yang sangat sulit diartikan, ku tolehkan kepalaku dan mendapati sosok Luhan tengah menunjukkan cengirannya sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.

“Kau !! Aish, lihat lututku sakit” Ujarku dengan nada manja kepadanya, Luhan menatap Lututku dengan tatapan bersalah kemudian mengandeng tanganku dan menariknya kasar. “Aw..” teriakku. Sedangkan Luhan hanya terkikik pelan.

Kami terus saja berjalan dan berhenti disebuah cafe, Luhan menarikku dan menyuruhku duduk dibangku nomor 25. Sementara dia pergi kearah kasir dan memesan makanan. Aku hanya menatapnya kesal, aku ingin dia memberiku obat bukan makanan !! Aish. Tak berapa lama dia kembali dengan sebuah mangkuk yang berisikan es batu dan selembar kain.

Luhan segera berjongkok dan membasuh lututku dengan air es yang dibawanya. Aku hanya bisa meringis kesakitan dan tentunya menahan perih yang dihasilkan luka ku itu, Hhh.. padahal aku hanya jatuh seperti itu, tapi hasilnya lututku menjadi seperti ini.

“Apa sudah lebih baik ?” Ujar Luhan sambil tersenyum, dia masih jongkok didepanku. Aku tersenyum kepadanya dan mengangguk pelan.

“Ne, Gumawo” Ujarku senang, Luhan menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan kearah pelayan kemudian menyerahkan mangkuk berisikan es batu itu. Tak berapa lama dia kembali berjalan kearahku dan duduk tepat didepanku.

“Oh.. ya untung saja aku bertemu denganmu !! Sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting padamu” Ujar Luhan, tiba tiba saja suasana didekatku menjadi serius dan sedikit mencekam. Hhh.. apa yang mau dia katakan ?

“Sesuatu yang penting ? Mwo ?” Ujarku, Luhan tersenyum kedua tangannya memegang tanganku sehingga aku dapat merasakan hangat. Aku menatapnya dengan tatapan bingung. Apa maksudnya ? Dan kenapa aku menjadi gugup seperti ini ? Aneh !!

“Saranghae, apa kau mau menjadi yeojachinguku ?” Ujarnya, Aku membelalakan kedua mataku dan menatapnya tak percaya. Hhh.. Luhan, kau menyatakan cinta kepadaku ? Mimpi apa aku semalam ? Aish, impianku menjadi kenyataan !! Terimakasih Tuhan !! Aku benar benar bahagia.

“Ahh… ne, aku mau menjadi yeojachingumu dan.. nado saranghae” ujarku senang, Luhan tersenyum kemudian bangkit dari duduknya dan memelukku erat sangat erat. “gumawo” ujarnya. Aku hanya bisa tersenyum seraya membalas pelukannya yang kini semakin erat.

<><><><><><> Replay <><><><><>

Seohyun – Lay

Seohyun POV

Aku duduk dibangku kantin sambil memainkan handphone milikku. Hhh, aku benar benar badmood hari ini, kenapa aku harus melihat Sehun menyatakan cintanya kepada Aera ? Menyebalkan !! Padahal baru beberapa hari dia putus denganku dan dengan mudah dia mencintai orang lain Aish, dasar Playboy !!

Dan, kemana sih Lay ? lama sekali dia keluar dari kelasnya, padahal ini sudah setengah jam istirahat. Aku hanya bisa menghela nafasku perlahan sambil menahan amarah yang sudah memuncak. Dan jangan katakan kalau Lay tidak pergi kekantin hari ini !! Aish, dia tak kalah menyebalkannya dari Sehun !!

“Sabar Seohyun ah, kau tak boleh marah.. kasihan Lay, dia pasti bingung melihat tingkahmu yang aneh karena marah marah tak jelas, lebih baik kau tersenyum dan menunggu Lay, dia sahabatmu bukan ? mungkin dia masih menyelasaikan tugasnya, Sabar..” Ujarku pada diriku sendiri kemudian menghela nafas ku panjang.

Tak berapa lama aku menunggu, dari kejauhan aku melihat sosok Lay tengah berlari sambil memengang sebuah kertas. Aku hanya melihatnya dan menunjukkan senyuman termanisku kepadanya. Sampai saatnya Lay, berhenti tepat didepanku dengan nafas yang tersegal segal, aku kembali tersenyum sambil menyodorkan segelas jus jeruk kepadanya. Lay menatapku bingung kemudian mengambil jus itu dan meminumnya.

“Hhh.. mianne, apa kau menunggu lama ?” Ujar Lay, Aku tersenyum kepadanya kemudian menggeleng. Dan kembali memainkan handphone milikku. Lay langsung mengambil handphone milikku dan menggantinya dengan sebuah kertas. Aku menatap aneh kertas itu, yang ternyata adalah sebuah lembr jawaban ulangan matematika.

“ini milikmu ? Aku tak percaya kau bisa mendapatkan nilai 100” Ujar ku dengan nada mengejek Lay, dia menatapku dengan tatapan sedikit tajam kemudian berdecak sebal, sedangkan aku hanya bisa berkikik pelan melihat tingkah nya.

“Kau pernah berkata kalau seorang namja mendapatkan nilai 100 itu berati boleh menjadi namjachingumu” Ujarnya, aku menatapnya bingung. Aku memang pernah berkata seperti itu, tapi apa maksud dari ucapannya ?

“Maksudmu ?” Ujarku yang masih menatapnya dengan tatapan bingung. Lay tersenyum kepadaku, sehingga membuatku semakin bingung.

“Apa kau masih mencintai Sehun ? Katakan dengan jujur !” Ujar Lay, yang kini menatapku dalam, aku membalas tatapannya itu dan mengangguk ragu. Namun, sedetik kemudian aku menggeleng pelan. Aku tidak mencintainya, ada orang lain dihatiku.

“Kau tau, aku mencintaimu.. sejak saat kau membantuku saat aku kehujanan 2 tahun yang lalu” Ujar Lay, aku menatapnya tak percaya. Namun, perlahan sebuah senyuman terukir diwajahku. Tanganku ini menyentuh tangannya lembut, Lay terlihat terkejut namun dia tetap tersenyum.

“Dan kau tau, aku juga mencintaimu saat itu, tapi aku sadar 1 hal aku memiliki Sehun.. dan sekarang aku akan mencintaimu Lay..” Ujarku dengan senyuman manis yang masih terukir diwajahku, Lay kembali tersenyum senang.

“Jadi apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih ?” Ujarnya lagi, aku tersenyum dan mengangguk pelan. “Mulai saat ini dan untuk selamanya..” Ujarku, Lay tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya pelan.

<><><><><> Replay <><><><><>

Sunny – Xiumin

Sunny POV

Aku masih terduduk dibandara tengah menunggu seseorang, Aish, kemana namja itu ? Kenapa lama sekali ? Aku masih duduk disini sambil memainkan i-phone yang baru saja kubeli 3 hari yang lalu, Hhh.. lebih tepatnya fansku yang membelikannya untukku.

09.23 . Aish, kenapa sudah jam segini ? 7 menit langi aku harus pergi ke Jepang untuk mempromosikan album baru Girls Generation. Aish, kemana sih dia ? Dari kejauhan, nampak seorang namja tengah berjalan kearahku namja itu menggunakan kacamata dan jaket berwarna hitam. Aku manatapnya heran, Aish kenapa dia harus menyamar ? Diakan belum debut, nama ada orang yang mengenalnya. Dasar !! Aneh, aneh saja !!

Namja itu terus mendekat dan berdiri tepat didepanku yang kini tengah terkikik pelan. Dari kacamatanya itu aku sudah melihat dia tengah menatapku kesal dan mengendus pelan, Aish Xiumin kau ini mengelikan sekali !!

“Kenapa kau tertawa Nonna ?” Ujar Xiumin, bibirnya itu sudah maju sepanjang 5 cm. Aku hanya menatapnya dan tentunya masih menahan tawaku. Aish, kenapa dengannya ? Sensitif sekali hari ini !!

“Kenapa kau menggunakan kacamata ?” Ujarku menyelidiki. Xiumin kembali manatapku sebal dan bibirnya itu kembali maju. Kini aku menatapnya datar dan tentunya tanpa senyuman diwajahku.

“Aku sakit mata !!” Ujarnya singkat, Aku tersentak kaget mendengar ucapannya. Sakit mata ? Bagaimana bisa ? Aish, ada ada saja namja ini. Oh ya aku harus cepat apa yang dia ingin ucapkan ?

“Aish, kau ini aneh aneh saja !! Oh ya kau ingin mengatakan apa kepadaku ?” Ujarku padanya. Xiumin tersenyum kemudian menggaruk garuk belakang kepalanya pelan. Aku menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus penasaran.

“Em.. aku ingin mengucapkan kalau kau jangan lupa membelikanku oleh oleh” Ujarnya, aku menatapnya tak percaya. Jadi dia menyuruhku menunggunya 1 jam dibandara hanya untuk mendengar ucapan anehnya itu yang Er—sama sekali tidak penting !!

“Hhh.. jadi hanya itu ?” Ujarku lagi seolah mengharapkan hal lain yang akan keluar dari mulutnya. Xiumin kembali menggaruk garuk belakang kepalanya pelan, membuatku semakin heran.

“Sebenarnya aku ingin berkata kalau aku, menyukaimu.. Em.. apa kau mau menjadi yeojachinguku ?” Ujar Xiumin.

BINGO !! Inilah kalimat yang sedari tadi kutunggu. Aku menatapnya tak percaya namun, kepalaku ini tak kuasa mengangguk pelan menyetujui ajakannya. Melihat anggukanku Xiumin tersenyum dan memelukku.

<><><><><> Replay <><><><><>

Jessica – Tao

Jessica POV

Aku berjalan sambil membawa nampan yang berisikan 2 gelas teh. Aku terus berjalan dan berhenti tepat dihalaman belakang rumahku. Disana sudah ada seorang namja yang tengah duduk sambil memainkan handphone miliknya, aku tersenyum dan segera mempercepat langkahku bermaksud ingin cepat cepat mengrobrol dengannya.

Setelah sampai, aku segera menaruh nampan itu diatas meja kemudian duduk didepannya. Tao yang tadinya memainkan handphone miliknya kini tersenyum kepadaku dan menatap sebuah pot bunga berwarna putih yang ada disampingku.

“Bunga ini cantik, sama sepertimu” Ujarnya, aku tersenyum kepadanya. Aish, dia sudah berani menggodaku sekarang. Tapi, kurasa bunga itu memang cantik, namun apa benar bunga ini secantik aku ?

“Aish, kau ini itu sama sekali tidak lucu Tao ah !!” Ujarku sambil menatap Tao sedikit kesal, Tao hanya terkikik pelan kemudian dia meminum teh buatanku.

“Heheh.. Nonna, apa ini benar benar rumahmu ? aku tak percaya kalau kau bisa membersihkan rumah sebesar ini. Setauku kau itu orang yang malas, dan sangat suka tidur” Ujar Tao lagi, aku menatapnya sinis, kemudian memalingkan wajahku dan melihat pohon apel yang sudah mulai tumbuh.

“Aish, kau itu tidak tau apa apa tentangku Tao ah !! Jangan menjadi orang yang sok tau !!” Ujarku, yang kemudian meminum teh itu sehingga membuat sensasi hangat memasuki tubuhku.

“Hhhh.. ne, Oh ya Noona.. apa kau sudah memiliki namjachingu ?” Ujar Tao, aku menatapnya heran, aneh, dan bingung. Kenapa dia tiba tiba bertanya hal itu kepadaku ?

“Aku ? Er—belum. Waeyo ?” Ujarku yang kini penasaran dengan pertanyaannya yang terkesan aneh. Tao terlihat tengah tersenyum senang, aish apa yang terjadi dengan namja ini ?

“Kalau kau menjadi yeojachinguku, apa Nonna mau ?” Ujarnya, wajahnya terlihat sangat mengharapkan jawabanku. Dan apakah dia kini sedang menyatakan cinta kepadaku ? Dan dengan menggunakan kalimat yang sama sekali tidak romantis ? Aish,..

“Katakan, apa kini kau sedang menyatakan cintamu kepadaku ?” Ujarku yang kini tengah berfikir untuk menjawab pertanyaan Tao. Tao tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Bagaimana, apa Nonna mau ?” Ujar Tao lagi, Aku terus berfikir, YA atau TIDAK. Jujur saja aku memang menyukainya, tapi aku tak tau apakah aku mencintainya ? Aish, apa yang harus kukatakan ? Aku tak mungkin menolaknya, itu akan membuatku merasa asing dimatanya dan aku belum siap untuk menerima kenyataan jika dia menjauhiku. Atau aku harus menerimanya ?

“Ah, Ne.. aku mau Tao ah” Ujarku, sambil memberikan senyuman ku yang paling manis pada Tao, Tao tersenyum dan meloncat loncat senang. Hhh..

<><><><><> Replay <><><><><>

Yoona – Chen

Yoona POV

Aku duduk dibangku taman sambil melukis sebuah bunga yang perlahan mekar, Aku sedang menunggu Chen. Dia bilang ada sesuatu yang baik untukku. Dan aku tak tau apa yang dia maksudkan dengan sesuatu yang baik itu.

Waktu terus berlalu, bunga yang tadinya kuncup kini sudah mekar. Tapi, Chen tak kunjung datang. Rasa khawatir mulai memasuki hatiku, aku takut kalau dia mengerjaiku atau ada sesuatu yang buruk terjadi padanya, Aish.. Yoong jangan katakan hal seperti itu !!

“Yoong !!” Teriak seseorang dari belakang, Kutolehkan kepadaku dan mendapati Chen tengah berjalan sambil membawa sesuatu yang cukup besar membuatku menatapnya heran. Apa yang sebenarnya dia bawa ?

Chen terus berjalan sampai berdiri tepat didepanku, Aku masih menatapnya bingung. Sedangkan Chen hanya tersenyum, kemudian membuka sebuah kotak yang tadi dia bawa. Itu bukan kotak melainkan sebuah lukisan yeoja yang.. sangat mirip denganku ? Apa Chen yang membuatnya ?

“Apa kau menyukainya ?” Ujar Chen senang. Aku tersneyum kemudian menganggukkan kepalaku. Aku benar benar menyukainya, apa lagi aku terlihat begitu cantik, dan ini adalah.. Aish, ini adalah aku saat pertama kali bertemu dengannya. Dan dia melukis wajahku ? Tapi untuk apa ?

“Kau yang membuatnya ? Hhh.. Indah sekali, apa ini untukku ?” Ujarku senang, Chen menganggukkan kepalanya pelan seraya menyerahkan lukisan itu padaku. Aku segera meraih lukisan itu senang. Tentu saja, ini sangat indah !!

“Lukisan itu membuatku memenangkan juara 1 lomba Lukis diSeoul beberapa hari yang lalu” Ujar Chen, aku hanya melongo mendengar ucapannya, hanya dengan wajahku yang kurasa tidak terlalu cantik, dia bisa mendapatkan juara 1 ? Kurasa itu bukan karenaku melainkan karena dia memang berbakat melukis. Aish !! aku ini memang terlalu berharap yang tidak tidak !!

“Wah, Chukkae !! Memangnya temanya apa ?” Ujarku lagi, Chen hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Aku semakin bingung dengan sikapnya yang aneh. Tapi hampir mirip dengan Chen yang biasanya tapi dia juga aneh, tapi.. Aish !!!

“Temanya tentang.. orang yang kita cintai !!” Ujar Chen pelan, aku menatapnya tak percaya.. Orang yang dia cintai ? Jadi dia mencintaiku ? Aish, apa maksudnya itu ? Dan kenapa harus aku yang menjadi orang yang dia lukis ? Apa maksud sebenarnya ?

“Aku melukismu karena aku mencintaimu Yoong..” Ujar Chen, sambil menundukkan kepalanya, aku manatapnya masih dengan tatapan tak percaya dan juga terkejut. Apa ini mimpi ? Aneh, sekali.. padahal semalam baru saja aku bermimpi kalau Chen menyatakan cintanya kepadaku, tapi kenapa sekarang hal itu terjadi ? Dan apa yang harus ku katakan ?

“Aku.. aku.. aku.. aku.. aku juga mencintaimu Chen..” Ujarku sambil menunjukkan senyumanku yang paling manis, Chen terlihat terkejut.. Namun sedetik kemudian dia tersenyum dan meloncat loncat sennag aku hanya bisa tertawa melihat tingkah bodohnya. Hhh.. aku sadar kalau aku memang mencintainya.

<><><><><> Replay <><><><><>

Season, My Wish, & Replay Say :

>>>

Sooyoung – Kris

Terkadang, cinta itu bisa datang saat kau pertama kali melihat orang yang kau cintai. Dan, mulai saat itu kau mulai bahagia dan tak pernah bisa melupakan sosoknya – Choi Sooyoung

>>>

Yuri – Luhan

Jika banyak orang yang berkata, cinta itu adalah sebuah takdir.. maka akulah orang yang pertama yang akan mengatakan bahwa cinta itu berasal dari hati, karna aku yakin seseorang pasti bisa mengubah takdirnya tapi dia tak bisa mengubah cinta – Kwon Yuri

>>>

Seohyun – Lay

Aku memang membencinya diatas keegoisanku, aku memang membencinya tiatas ketidaksadaranku.. tapi aku mencintainya diatas hatiku – Seo Joon Hyun

>>>

Yoona – Chen

Setiap waktu yang berdetik, setiap bunga bunga indah yang bermekaran.. dan disetiap itulah aku akan terus mencintai sosokmu, tak akan pernah melupakanmu dari kehidupanku walaupun hanya 1 detik – Im Yoon Ah

>>>

Jessica – Tao

Senyuman, aku harap dengan senyuman yang kuberikan kepadamu.. kau dapat mengerti betapa besar aku mencintaimu – Jessica Jung

>>>

Sunny – Xiumin

Aku pernah sesekali mengelak kalau aku mencintaimu, namun kali ini aku tak dapat menolaknya aku sadar bahwa aku memang ditakdirkan untuk mencintaimu – Lee Sun Kyu

<><><><><> Replay <><><><><>

END

Yey !! Akhirnya selesai yang 6 story, Gimana apa kalian menyukainya ? Yah, semoga saja ne..

Oh.. ya, Kalian jangan Lupa Komentar ne😀

Sampai ketemu di FF lain😀

Bye

And

Gumawo !!

6 responses to “[6 Story] Replay ‘END’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s