Because I Love You [Part 1]

252733_316193635139821_1822855126_n_副本_副本

Author : Kwon Soo Hjin

Main cast :

SNSD Yuri

EXO M Luhan

SNSD Seohyun

EXO K Sehun

Rating : General

Gerne : Romance, Friendship, Sad, Angst

Lenght : Part / Chapter

Warning :

Hay !! Don’t be Silent reader !! No Copy Paste !! We Hate Plagiator !!

<><><><><> SeoYulHunHan <><><><><>

Yuri POV

“Bodoh !!!” Umpatku berkali kali, Sungguh aku benar benar jengkel karena tak dapat mengerjakan ulangan matematika dari Songsaenim.

Padahal sudah berkali kali aku menghitung tapi kenapa hasilnya tak kunjung kutemukan ?? Menyebalkan satu soal pun belum ku jawab. Apa aku sebodoh ini ?!?

“15 Menit lagi !! Kerjakan dengan teliti !! Agar nilai kalian baik” Ujar Songsaenim. Aku mempercepat berfikir, Otak ku benar benar mati kalau aku harus berfikir tentang matematika.

Putus asa ?! perasaan ini yang sekarang menyelimuti otakku !! Argh !! Ottoke ?? Apa yang harus ku perbuat ?!? Aku memang tak bisa mengerjakannya !! Atau satu satunya cara aku harus menjawabnya berdasarkan hati !!

“1 Menit lagi” Ujar Songsaenim. Sial !! dengan cepat aku menjawab tanpa berfikir panjang lagi, Entahlah semoga dengan cara Bodohku ini aku bisa mendapat nilai yang cukup baik !!

“Waktu kalian habis !! Kumpulkan dan kemasi buku kalian !!” Ujar Songsaenim lagi. Aku hanya bisa melongo melihat kertas ujian yang kukerjakan kini sudah terisi semua, walau aku menjawabnya dengan asal.

Kali ini aku tak tersenyum dengan wajah takut aku membawa kertas jawaban dan kertas soal dan memberikannya pada Songsaenim. Tanganku ini sedikit bergetar, Sungguh aku benar benar takut jika mendapat nilai yang paling buruk.

<><><><><> SeoYulHunHan <><><><><>

“Unnie !!” Ujar seseorang saat aku baru saja melangkah keluar dari kelas neraka, yang sangat menyiksa otakku. Ku balikkan tubuhku menghadap sumber suara dan mendapati Seohyun tengah sersenyum manis. Biar ku tebak pasti ada sesuatu hal yang terjadi dengannya dan sesuatu yang membuatnya sangat senang ? Mwoya ?

“Waeyo ? Seohyun ah ?” Ujarku yang kini masing menatapnya aneh. Senyuman Seohyun kembali merekah.

“Unnie, Oppaku sudah pulang dari China. Unnie mau mengartarku untuk menjemputnya ?” Ujar Seohyun. Aku terdiam, Tak berapa lama mengangguk.

“Ne, Kajja kita pergi kebandara” Ujarku kemudian menarik Seohyun menuju keparkiran Mobil.

>>>

“Oppa !! Bogoshipo !!” Teriak Seohyun saat melihat seorang namja tampan seperti sedang mencari seseorang. Aku merjalan mendekati Seohyun dan Oppanya itu.

“Seohyun, Ini aku.. Memangnya kau tak mengenaliku ?” Ujar namja yang berada disamping namja yang tadinya dipeluk oleh Seohyun. Seohyun terlihat terkejut saat melihat Orang yang dia peluk bukan Oppanya.

“Kalian terlihat sangat mirip !!” Ujarku saat menyadari wajah kedua namja itu yang sangat mirip.

“Em.. Kau siapa ?” Ujar Oppa Seohyun. Aku tersenyum. Kemudian mengulurkan tanganku.

“Kwon Yuri, sahabat Seohyun. Kau ?” Ujarku sambil tersenyum manis pada namja yang Seohyun sebut dengan Oppanya.

“Aku Luhan, Oh ya. Seohyun dia ini sahabat Oppa, namanya Sehun” Ujar namja yang bernama Luhan. Seohyun hanya meng‘oh’kan ucapan Oppanya.

“Bagaimana kalau kita makan dulu ? Aku lapar !!” Ujar Luhan. Semua orang hanya mengangguk, Baiklah terpaksa aku juga ikut mengangguk.

“Kalau begitu Kajja Seohyun ah” Ujar Luhan yang langsung mengandeng tangan Seohyun menuju salah satu restoran, dan juga meninggalkanku bersama Sehun.

“Sehun, Kajja.. Kita beli bubble tea !!” Ujarku, Sehun yang tadinya menatapku dengan tatapan datarnya kini tersenyum dan mengangguk.

“Aku suka Bubble tea, Nonna !! Apa kau juga menyukainya ?” Ujar Sehun saat kami berdua sudah berada didalam cafe. Aku tersenyum kemudian mengangguk mengiyakan ucapannya. Aku juga sangat menyukai Bubble tea.

“Aku juga sangat suka bubble tea, Oh ya apa kau itu orang China ?” Ujarku, Sehun yang tadinya meminum bubble tea yang dia pesan menghentikan aktivitasnya.

“Ani, Aku itu orang korea. Namun, saat itu aku mendapatkan beasiswa keChina. Jadi, terpaksa aku harus pindah keChina. Namun, sekarang aku kembali bersekolah di Korea lagi dan menjadi Juniormu” Ujarnya. Sambil tersenyum. Aku menyerngit mendengar ucapannya, darimana dia tau kalau aku ini seorang senior ?

“Oh, Jadi kau akan pindah disekolahku ? Kau bisa menjadi sahabatku Sehun ah” Ujarku senang. Sehun mengangguk kemudian tertawa pelan.

“Ne, Nonna !! Oh ya, aku juga masuk kedalam kelas Seohyun, Lalu Luhan hyung satu kelas dengan mu Nonna” Ujar Sehun yang kini terlihat sangat senang. Aku satu kelas dengan Luhan ? Yah, walaupun aku tak mengenalnya namun, perasaanku tiba tiba tak enak jika aku satu kelas dengannya. Apa lagi ? Apa lagi dia akan duduk disebelahku !! Adwae !!

“Kurasa kau akan senang jika satu kelas dengan Seohyun. Kau tau dia itu yeoja yang pandai. Banyak namja yang menyukainya, Kurasa kau juga akan menjadi salah satu dari namja itu” Ujarku sedikit menggoda Sehun. Sehun menatapku aneh.

“Aish, Nonna.. Apa yang kau bicarakan ? Menyebalkan sekali” Ujar nya sambil menatapku dengan tatapan sedikit malas, namun aku dapat menangkap senyuman di kedua matanya. Kurasa Sehun menyukai Seohyun !!

“Aku hanya bercanda Sehun ah, Lagi pula kau boleh menyukai Seohyun. Maksudku, kau juga harus minta izin pada Oppa Seohyun. Kalian juga terlihat cocok !!” Ujarku kembali menggodanya. Sehun kembali menatapku dengan tatapan aneh khas miliknya.

“Nonna, Berhenti menggodaku. Aku itu baru saja mengenal Seohyun bagaimana bisa aku menyukainya. Nonna ini benar benar aneh !!” Ujarnya yang merengek seperti anak kecil. Aku hanya bisa terkikik pelan melihat tingkahnya yang menurutku lucu.

Tak berapa lama, Luhan dan juga Seohyun datang. Mereka berdua menatap kami dengan tatapan tak suka. Aish, Apa yang terjadi ?

“Sehun, Yuri. Kajja kita pulang !!” Ujar Luhan dengan nada yang sedikit dingin. Aku dan Sehun hanya mengangguk ngangguk pelan.

>>>

“Siapa yang mau menyetir ?” Tanyaku yang kutujukan pada Luhan dan Sehun. Mereka berdua saling berpandangan, Tak berapa lama Luhan mengambil kunci mobil yang kupegang dengan kasar. Aish, kenapa dengan namja ini ?

Terlihat Sehun dan Seohyun duduk dibelakang mobil. Lalu ? Apa artinya aku harus duduk disamping Luhan ? Ah, hari ini benar benar hari sialku !! Dari tadi sampai sekarang, Lalu apa lagi yang akan terjadi nanti ?

“Yuri Unnie, hari ini kau harus menginap dirumahku ne !! Ini pasti menyenangkan, Kau, Aku, Luhan Oppa dan Juga Sehun. Akan mengadakan pesta bantal !!” Ujar Seohyun senang. Aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan aneh.

“Oppa.. bolehkan aku mengajak Yuri Unnie ? Sudah lama aku tak bermain dengannya. Bolehkan Oppa ?” Ujar Seohyun yang pasti ditujukan pada Luhan.

Luhan tak menjawab pertanyaan Seohyun, justru dia menoleh kearahku sambil mengangkat sebelah alisnya, sepertinya dia meminta persetujuan dariku. Aku tersenyum padanya kemudian mengangguk.

“Ne, Kau boleh mengajaknya. Kurasa itu akan lebih menyenangkan” Ujar Luhan, nada bicaranya terlihat kalau dia tengah senang. Aneh.

<><><><><>SeoYulHunHan Story <><><><><>

Setelah sampai di rumah Seohyun, Luhan langsung mengeluarkan alat pemanggang daging dari gudang. Seohyun dan Sehun menyiapkan barang barang yang akan digunakan untuk memanggang daging.

“Ommo, Oppa daging yang ada dikulkas sudah habis” Teriak Seohyun dari dalam dapur. Aku hanya duduk sambil melihat kearah Luhan yang sibuk membersihkan alat pemanggang.

“Yuri ah, Kajja ikut aku membeli daging” Ujar Luhan tiba tiba. Sontak, aku berdiri dan mengangguk. Ah, membuatku kaget saja.

“Sehun, kau bersihkan alat pemanggang itu ne, Aku dan Yuri akan membeli daging dulu” Ujar Luhan. Tak berapa lama Sehun keluar dari dapur dan membersihkan alat pemanggang yang tadi dibersihkan Luhan.

“Kajja…” Ujar Luhan kemudian berjalan mendahuluiku. Aku hanya bisa mengikutinya dari belakang.

>>>

“Yuri ah, apa hanya ini yang kita gunakan ?” Ujar Luhan sambil melihat keranjang yang berisikan beberapa potong daging sapi tipis, tomat serta daun selada. Aku juga menatap keranjang yang kubawa.

“Kurasa ini sudah cukup Luhan, Kajja kita ke kasir.” Ujarku Luhan menganggukkan kepalanya kemudian berjalan bersampingan denganku menuju ke kasir.

“Ne, gumawo” Ujar pelayan supermarket itu sambil menunjukkan senyuman nya yang peling manis. Aku dan Luhan membalas senyuman pelayan itu kemudian berjalan kearah tempat parkir.

“Bagaimana kalau kita memesan Pizza ? Kurasa jika kita hanya makan itu tak akan kenyang” Ujar Luhan saat kami berada didalam mobil. Aku terdiam sejenak, tapi sepertinya aku juga tak akan kenyang jika hanya memakan daging ini.

“Em.. Ne, Tapi kau yang bayar !! Hehe..” Ujarku sambil menunjukkan senyuman ku yang dari dulu kurasa aneh. Luhan menatapku aneh kemudian tangan kirinya mengacak ngacak rambutku pelan.

“Aish, kau ini suka sekali dengan yang namanya gratisan. Dasar !!” Ujarnya sambil tersenyum padaku. Aku hanya terkikik pelan.

“Itu namanya kesempatan dalam kesempitan, jadi aku harus memanfaatkannya. Kalau tidak aku pasti rugi Luhannie..” Ujarku senang Luhan kembali menatapku aneh kemudian dia kembali tersenyum.

Tak berapa lama mobil yang kami berdua tumpangi turun disebuah restoran mewah khusus menjual Pizza. Aku dan Luhan turun dari mobil dan berjalan memasuki restoran.

“Annyeong.. ada yang bisa saya bantu ? Anda ingin memesan pizza dengan tambahan seperti apa ?” Ujar pelayan toko itu ramah. Aku dan Luhan melihat daftar menu itu satu persatu.

“Kau mau yang mana ?” Ujar Luhan, nada bicaranya terkesan lembut. Aku kembali menatap menu tersebut. Berkali kali aku membolak balik halaman menu namun tak kunjung menemukan rasa yang ingin kumakan.

“Aish, aku bingung..” Ujarku pada Luhan. Pelayan yang dari tadi menunggu kami hanya terkikik pelan. Ah, kalau begini terus aku terkesan seperti tak pernah makan Pizza.

“Mianne, kalau boleh saya menyarankan. Sebaiknya anda memesan Pizza Ini. Pizza Ini berbentuk Love, cocok dengan pasangan seperti anda berdua.” Ujar Pelayan itu. Aku dan Luhan saling berpandangan. Pasangan ? Aish, pelayan ini sepertinya sudah salah mendiskripsikan keadaan.

“Ne, Kurasa kau benar. Kalau begitu saya pesan 2 Pizza dengan rasa yang ini dan juga ini” Ujar Luhan senang, Pelayan itu tersenyum.

“Kalau begitu 15 menit lagi pesanan anda akan datang” Ujar Pelayan itu kemudian berjalan meninggalkan kami berdua.

“Aish, pelayan itu.. Kenapa dia mengatakan kalau kita berdua pasangan ? Memangnya kita mirip seperti sepasang kekasih ?” Ujarku saat pelayan itu sudah pergi. Luhan menatapku heran, dari tatapannya seolah berkata ‘Memangnya kenapa ?’.

“Memangnya kalau orang itu mengatakan kita seperti sepasang kekasih ada yang salah ?” Ujarnya. Aku menatapnya jengkel. Dia ini, tentu saja salah kita berdua kan tidak sepasang kekasih.

“Kita berdua bukan sepasang kekasih Luhan, Kau ini aneh aneh saja..” Ujarku sambil memainkan kotak tissu yang ada dihadapanku. Luhan menggaruk garuk belakang kepalanya.

“Tapi pelayan itu ada benarnya juga. Kau tau aku menyukaimu !!” Ujar Luhan senang. Aku menatapnya tak percaya. Mwo ?? Dia menyukaiku ? Aish, Shireo !!

<><><><><> SeoYulHunHan Story <><><><><>

TBC

Hallo !!!

Bagaimana dengan FF ini ? Bagus ga ? yah, semoga kalian menyukainya ini FF Author yang lama tapi belum sempet Author lanjutkan Next Partnya Heheh…

Oh Ya, Jangan Lupa Komentar ne..

Author pergi dulu ne..

Bye..

Gumawo😀

*Peluk Luhan

 

20 responses to “Because I Love You [Part 1]

  1. Luhan blak-blakan.. -_-
    Andweyo… Kau harus pulang brsama istrimu ini lulu-ya.. #plakk
    Lucu thor.. Tapi masih kurang pnjang.. #banyakmau
    Tapi bagus kok.. Yuri sma luhan bsa langsung akrab..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s