Love & Music (Love Pain) Part 2

YulHan

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

EXO M Xi Luhan

SNSD Kwon Yuri

SNSD Im Yoon Ah

Other Cast :

EXO K Oh Sehun

SNSD Seohyun

SNSD Sooyoung

Rating : General

Gerne : Romantic, Friendship, Sad

Lenght : Chapter / Series

Warning :

Not for Silent readers, Copy Cut and Not For Plagiator. We Hate Plagiator. Coment this Fanfiction !!

No Bashing !!

Message :

Annyeong, Author Come Back !!! Kalian masih ingatkan sama FF ini ?? Hayo lho, jangan bilang kalian lupa #Nangisdipojokan.  Berhubung Author lagi Bad Mood jadi langsung aja deh Happy Reading Okay !! Dan ntar jangan Lupa Coment !!

<><><><><> YoonYulHan Stories <><><><><>

The Pain I Can’t Explain is spreading through my body– Kwon Yuri

<><><><><> YoonYulHan Stories <><><><><>

<<<

Part 1

Oppa… Oppa… Kau……………” Ujar Yoona yang masih terisak, Kini otaknya tengah berfikir apa yang akan dia katakan pada Luhan. Yang pasti dia tak boleh berkata kalau sebagian besar ingatan Luhan telah kembali.

“Aku Kenapa ?? Katakan !!” Ujar Luhan. Dia sebal karena Yoona mencoba mengulur ngulur waktu. Yang kini Luhan Pikirkan adalah apa yang sebenarnya terjadi dengannya sehingga membuat Yoona menangis seperti orang yang Er—Kerasukan setan.

Oppa……… Kau..”

<><><><><> YoonYulHan Story <><><><><>

>>>

Part 2

Luhan POV

Kurebahkan tubuhku kekasur, otakku terus saja memutar wajah yeoja yang memberiku kotak bekalnya beberapa hari yang lalu. Kenapa aku terus saja memikirkannya ? Dan kenapa aku selalu merasa kalau aku sudah lama mengenalnya ? Aneh, kenapa aku menjadi aneh sejak bertemu yeoja itu ?

“Luhan, Cepat turun !! Dibawah ada Yoona dan keluarganya” Teriak Amma dari Luar kamarku, Mwo ? Yoona dan keluarganya ? Untuk apa mereka datang ?

Ne, Amma !!” Ujarku cepat, Aku segera bangkit dan berganti baju. Kemudian turun kebawah.

Di Ruang tamu sudah ada Sehun, Amma, dan juga Appa Serta Keluarga Yoona. Aku tersenyum kemudian membungkukkan tubuhku 90 derajat kepada mereka semua.

“Luhan, kau pasti belum kenal dengan yeoja itu” Ujar Appaku sambil menunjuk yeoja cantik yang kini tengah menggunakan gaun berwarna hitam dan rambutnya yang terurai. Tunggu !! Yeoja itu bukannya yeoja yang memberiku makanan beberapa hari yang lalu ? Kenapa dia bisa ada disini ?

“N..ne Aku belum mengenalnya Appa” Ujarku terbata bata, Aku bingung harus berkata apa, Aku memang tak mengenalnya tapi aku sudah pernah bertemu dengannya. Ah, Lupakan.

“Perkenalkan dirimu, nak” Ujar Appa Yoona. Yeoja cantik itu mengangguk, dengan sigap dia berdiri dan mengulurkan tangannya.

“Kwon Yuri Imidha, Senang bertemu denganmu lagi, Luhan” Ujar yeoja itu dengan senyuman yang tak hilang dari wajah cantiknya. Aku mengangguk dan membalas senyumannya.

“Aku juga senang bisa bertemu denganmu, Yuri ah” Ujarku kemudian mengacak ngacak rambutnya itu pelan. Membuat seluruh mata menatap kami bingung dan aneh.

“Apa kau sudah pernah bertemu dengannya Luhan ?” Ujar Amma, Aku menolehkan kepalaku menghadap Amma dan tersenyum.

Ne, beberapa hari yang lalu. Hanya saja aku lupa bertanya siapa namanya” Ujarku santai, Tak berapa lama seluruh orang yang ada diruang tamu tertawa, Kecuali Yoona dia terlihat murung dan sedih. Ada apa dengannya ??

“Yoong, kenapa kau diam saja ?” Ujarku saat aku dan Yuri sudah duduk. Yoona yang tadinya melamun, terlihat terkejut kemudian tersenyum padaku.

Gwechana Oppa” Ujarrnya yang masih tetap tersenyum. Aku hanya mengangguk ngangguk mengerti.

Em, Maaf sebelumnya kedatangan saya dan keluarga ingin membicarakan sesuatu. Mungkin Appa dan Amma Luhan sudah tau tapi Yuri, Yoona, Luhan dan Sehun belum tau kan ?” Ujar Appa Yoona, Diikuti dengan anggukan Yuri, Yoona dan Sehun.

“Memang ada apa Appa ?” Ujar Yoona, Dia menatap Appanya itu bingung. Begitu juga Aku, Sehun dan Yuri.

“Ini mengenai Kau dan Luhan, Nak” Ujar Ammaku, Mengenaiku dan Yoona ? Wae ? Aneh, padahal aku tak punya hutang pada Yoona.

“Ada apa sebenarnya Amma ? Aku penasaran” Ujar Sehun manja, dia akan seperti itu pada Ammaku. Yoona dan Yuri terlihat diam dan memperhatikan ucapan Ammaku.

“Luhan dan Yoona, Kalian berdua sudah Kami jodohkan sejak kecil. Dan kalian harus menikah secepatnya” Ujar Ammaku. Aku terdiam, MWO !! Dijodohkan ? Dengan Yoona ? Kenapa tiba tiba saja perasaanku menjadi aneh seperti ini ?

<><><><><> YoonYulHan Story <><><><><>

Yuri POV

“Luhan dan Yoona, Kalian berdua sudah Kami jodohkan sejak kecil. Dan kalian harus menikah secepatnya” Ujar Amma Luhan.

Deg..

Aku tersentak kaget mendengar ucapan Amma Luhan. Ya Tuhan, Apa lagi ini ? Tubuhku perlahan mulai lemas, aku tak tau apa yang sekarang kurasakan. Ini berlangsung begitu cepat, sampai aku tak menyadari hari ini telah tiba. Tuhan andai saja aku tak melakukan kesalahan itu. Pasti aku tak akan merasakan sakit ini. Andai saja !!

Aku mencoba untuk tersenyum, berusaha untuk menahan air mata yang sudah akan meledak. Tanpa sengaja aku menoleh kearah Luhan dan saat Luhan juga tengah melihatku. Aku tersenyum padanya, tapi dia tak membalas senyumanku.

“Bagaimana kalau pernikahannya diadakan 1 bulan lagi ?” Ujar Appa, Aku semakin tertunduk, perlahan air mataku ini terjatuh dengan cepat aku menghapusnya.

Ah, Yuri Nonna. Bagaimana kalau kita jalan jalan ??” Ujar seseorang yang kurasa itu Sehun. Reflek ku dongakkan kepalaku dan menatapnya bingung. Dia hanya tersenyum kaku. Huh, kurasa dia memperhatikanku tadi.

Ah, Ne. Kajja Sehun ah” Ujarku yang langsung bangkit diikuti dengan Sehun kemudian berjalan keluar rumah mewah ini.

Hening, tak ada pembicaraan sama sekali. Kami hanya terdiam satu sama lain dan sibuk dengan pikiran masing masing. Entahlah, sekarang aku terus saja memikirkan perjodohan itu.

Nonna, apa tadi kau menangis ?” Ujar Sehun, Inilah percakapan pertama setelah hening beberapa saat. Aku menundukkan kepalaku kemudian tersenyum tipis.

Ne, ku rasa juga seperti itu. Aku tak tau kenapa aku bisa menangis Sehunnie” Ujarku begitu saja, Hati kecilku ini sangat percaya dengan Sehun dan aku tau mengerti kenapa itu bisa terjadi.

“Kurasa Nonna menyukai Luhan Hyung. Apa itu benar ?” Ujar Sehun sambil menendang nendang batu kecil kecil yang menghalangi jalannya.

Ani, aku tak mencintainya aku baru saja mengenalnya. Bagaimana mungkin aku bisa mencintainya Sehunnie ?” Ujarku sambil tersenyum manis padanya. Sehun hanya menatapku bingung dan tak percaya, namun sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya.

“Tapi, kau sudah lama mengenal Luhan Hyung, Nonna. Kau yeoja kecil yang selalu Luhan Hyung ajak kerumah dulu. Apa kau juga lupa ingatan sama seperti Luhan Hyung ? Nonna tidak lupakan ?” Ujarnya, aku menatapnya aneh. Namun aku tak bisa menahan senyumanku. Ternyata Sehun masih mengingatku padahal kejadian itu sudah 15 tahun yang lalu.

Hm.. Kau masih mengingatku”Gumanku pelan, kemudian tersenyum padanya. Dan hanya Sehun dari keluarga Luhan yang mengingatku. Mungkin karena aku tinggal ke Canada 12 Tahun.

<><><><><> YoonYulHan Story <><><><><>

Setelah 20 menit aku dan Sehun berjalan jalan, akhirnya kami berdua memutuskan untuk kembali kerumah.

Sehun membuka pintu rumahnya pelan, didalam masih terlihat amma, appa ku dan Luhan serta Luhan dan Yoona. Saat kami berdua masuk seluruh pasang mata menoleh pada kami dan tersenyum.

Unnie, aku akan menikah dengan Luhan Oppa minggu depan. Dan kami berdua akan bertunangan 2 hari lagi” Ujar Yoona yang sudah bangkit dari duduknya dan memelukku.

Mendadak tubuhku melemas, Sesuatu yang menyakitkan ini menyeruak memasuki hatiku. Aku hanya bisa terdiam dan memaksakan seutas senyuman pada Yoona, berharap dengan senyumanku ini dia lebih bahagia.

Wah, semoga kau bahagia Yoong..” Ujarku dengan suara yang sedikit bergetar. Aku ingin sekali menangis, tapi dengan alasan apa ? Terharu ? Itu bukan aku, aku bukan orang yang mudah terharu. Melainkan aku orang yang mudah sekali terluka dan rapuh.

Mianne, kalau aku menganggu moment kalian. Yuri Nonna, kau bilang kau ingin kekamar mandi ? Kajja kuantarkan” Ujar Sehun, membuat Yoona melepaskan pelukannya. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku berusaha menutupi kedua mataku yang memerah karena menahan tangis. Sehunnie kau membantuku lagi, Gumawo.. Jeongmal Gumawo !!

“Biarkan aku saja yang mengantar Yuri. Kajja Yul” Ujar seseorang yang pasti itu Luhan.

Dia menarik tanganku untuk mengikutinya kekamar mandi, Langkah Luhan terhenti diruang makan yang terletak hampir dibelakang rumahnya. Kepalaku masih tertunduk tak ingin menatapnya, justru beberapa air mata sudah jatuh.

“Kau menangis ?” Ujar Luhan, pertanyaannya hampir sama dengan Sehun tadi. Aku menggeleng, tapi kepalaku masih tertunduk. Air mataku ini kembali terjatuh satu per satu.

Luhan menarik daguku sehingga kini dia bisa melihat majahku yang tengah menangis, begitu pula denganku yang kini bisa menatap wajah tampannya. Tuhan, kurasa aku mulai mencintainya. Aku mencintainya, sangat mencintainya.

“Kenapa kau menangis ?” Ujarnya lembut, Aku hanya bisa terdiam tak berkata apapun. Lidahku sangat kelu untuk mengucapkan sepatah kata padanya, Ini sangat sulit.

“Katakan padaku, Kenapa Kau menangis Yul !!” Ujar Luhan lagi sedikit membentakku. Kini kedua tangannya mengepal, Aku tak tau apa yang sekarang apa dipikirannya.

“A..ku..aku.. tak tau Luhannie. Tiba tiba saja aku merasakan sesuatu yang menyakiti hatiku. Aku tak mengerti !! Molla !!” Ujarku sedikit bergetar, Luhan kini menatapku sedih kemudian memelukku erat. Seketika tangisanku pecah dalam pelukan Luhan.

“Aku mengerti apa yang kau rasakan, Karna aku juga tengah merasakan hal sama saat ini. Menangislah” Ujarnya lembut, Tak lama kepalaku ini mendadak pusing, tubuhku melemas. Dan..

Bruak..

Kurasa aku terjatuh dalam pelukan Luhan.

“Yuriah !! Gwechana ??” Teriak Luhan, Hanya itu yang kudengar selanjutnya aku tak dapat merasakan apapun.

<><><><><> YoonYulHan Story <><><><><>

Perlahan kubuka kedua mataku dan mendapati sebuah ruangan berwarna biru muda. Kedua mataku menangkap sosok Luhan, tengah berdiri didekat jendela. Angin yang menerpa wajahnya membuatnya terlihat tampan dan menenangkan.

“Luhan…” Ucapku pelan, sosok Luhan menolehkan kepalanya dia terlihat tak tersenyum seperti biasanya. Tak berapa lama dia berjalan mendekatiku.

Gwechana ? Apa ada yang sakit dikepalamu ?” Ujarnya, kilatan matanya.. Aku dapan menemukan sosok luhan kecil yang selalu melakukan hal yang sama padaku.

Ani, Aku baik baik saja. Dimana Amma dan Appa ?” Ujarku, Luhan tersenyum kemudian menggeleng pelan. Aku hanya bisa menatapnya bingung.

Appa menyuruhmu untuk tinggal disini beberapa hari. Orang tuamu dan Yoona akan keChina untuk mengurus tentang Pernikahanku dan Yoona” Ujar Luhan dengan nada bicara yang terkesan dingin. Aku hanya bisa mengangguk ngangguk mengerti.

“Luhan.. Kau baik baik saja ?” Ujarku berusaha memastikan, Kau tau Luhan sangat dingin padaku. Apa yang terjadi dengannya ?

“Aku baik baik saja, kkrab yul..” Ujarnya sambil tersenyum. Aku membelalakkan mataku kaget dengan apa yang dia ucapkan ?? Tuhan, kau mengembalikannya ? Kenapa harus sekarang ? Dia akan membenciku. Aku hanya bisa menatap Luhan dengan tatapan tak percaya, senang, sedih, dan kaget.

“L..lu..han… Ka..u..me.ngingat…ku ?” Ujarku gugup, Luhan nampak menundukkan kepalanya kemudian berjalan lebih mendekatiku.

“Tidurlah, sekarang sudah malam. Ini sudah pukul 24.00” Ujarnya kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku. Dia berjalan menjauhiku dan membaringkan tubuhnya kesofa warna biru yang ada dikamar ini.

Aku terdiam, hanya bisa menatapnya sedih. Mataku ini sangat enggan untuk terpejam. Rasa bersalah ini terus saja merasuki hatiku. Apa lagi saat mendengar ucapan terakhirnya sebelum aku harus pergi keCanada selama 12 Tahun.

<><><><><> FLASH BACK <><><><><>

15 tahun yang lalu

Yuri POV

“Huh, kau tau setiap malam aku selalu kesepian. Karena tak ada kau !!” Ujarku padanya saat kami berada dalam rumah pohon. Luhan yang tapinya membaca buku ini menatapku bingung.

“Memangnya saudara kembarmu, Er — Siapa nama nya ? Aku Lupa. Dia tak pernah menemanimu ?” Ujarnya tak kalah polos dari ucapanku. Aku menggeleng pelan. Sedangkan namja kecil ini hanya tertawa.

“Kami berdua tidur dikamar yang berbeda oppa, padahal aku ingin bersamanya tapi dia tak ingin tidur denganku. Dia bilang kalau tidurku itu sangat aneh” Ujarku padanya sambil menunjukkan sikap sebalku.

“Ah, kurasa dia tak suka denganmu” Gumannya pelan, membuat bibirku semakin maju. Kenapa dengan mudah dan tanpa beban dia berkata seperti itu padaku ? Menyebalkan !!

Ah, Hmm… Terserahmu saja, aku ingin pulang” Gumanku yang segera berdiri dan bersiap untuk pulang kerumah. Namun, langkahku terhenti saat Luhan menarik tanganku dan membuatku terjatuh tepat disampingnya.

“Dengarkan aku baik baik, Saat kau merindukanku.. Em – Berjalanlah menuju jendela kamarmu, Lihatlah sesuatu yang berkelap kerlip dilangit. Kemudian pejamkan matamu, dan cepat cepat tidur agar kau bisa bermimpi denganku. Kau tak boleh terlalu lama karna kau bisa kehilanganku” Ujarnya, Aku terdiam mencoba mencerna kata katanya yang menurutku terlalu sulit dipahami oleh anak yang berusia 7 tahun.

“Ah, Aku mengerti.. Jadi, dengan begitu aku tak akan merindukanmu lagi ?” Ujarku, Luhan tersenyum kemudian mengangguk. Aku terdiam sejenak.

“Tapi aku akan selalu merindukanmu..” Gumanku pada akhirnya, Luhan kembali tersenyum.

“Aku akan tetap disini, dan kau tak akan merindukanku.. Okay !!” Ujarnya senang aku kembali tersenyum dan menangguk. Aku juga akan tetap disini agar Luhan tidak merindukanku..

<><><><><> END FLASH BACK <><><><><>

Luhan POV

Perlahan kubuka kedua mataku, sinar matahari yang hangat memasuki celah celah jendela yang sudah terbuka. Eh—Tunggu, sudah terbuka ? Sigap aku bangun dan mendapati kamarku yang sudah tertata rapi. Aku mencari sosok yeoja yang tadi malam tidur disini, tapi kurasa itu bukan mimpi.

Tanpa sengaja aku berjalan melewati kamar mandi yang berada didalam kamarku, Em—harum wangi sabun juga masih tercium, dan tak ada orang didalamnya. Kakiku terus melangkah mencari cari sosoknya, sampai aku memutuskan untuk pergi kedapur. Dan keputusanku itu tak salah, aku dapat melihatnya sedang memasak sesuatu.

“Yuri ah, kenapa kau bangun pagi sekali ??” Gumanku sambil membuka kulkas dan mencari air putih. Yuri terlihat kaget melihatku berada disampingnya hanya menatapku sebal.

“Aku masih ada jam kuliah pagi, Luhannie.. Tadi Amma dan Appamu saja sudah berangkat kekantor. Kau tau ini sudah pukul 06.00, Cepat mandi dan berangkat sekolah dan jangan lupa bangunkan Sehun, suruh dia siap siap san kita sarapan dibawah” Ujarnya, Aish ternyata semua yeoja itu sama saja. Cerewet dan bawel, Dasar !!

Ne, dasar cerewet !!” Ujarku sambil mengacak ngacak rambutnya pelan, Kemudian berjalan pergi meninggalkannya menuju kamar Sehun. Belum saja aku mengetuk pintu kamarnya, Sehun sudah keluar dengan menggunakan baju, dia terlihat sudah rapi dan siap untuk berangkat kesekolah.

“Wah, Hyung kau telat membangunkanku.. Aku terbangun karena bau masakan Yuri Noona yang Em—Sedap !!” Ujar Sehun senang, Aku hanya bisa menatapnya kesal. Dasar Dongsaeng yang aneh !!

Ah, cepat turun.. Aku akan bersiap siap dalam waktu 5 menit” Ujarku yang langsung berlari menuju kamarku untuk bersiap siap. Dan benar dalam waktu 5 menit aku sudah siap. Aku segera turun kebawah diruang makan sudah ada Yuri dan Sehun. Yuri masih terlihat sibuk membuat susu, Sedangkan Sehun dia sudah melahap roti bakar dan telur mata sapi yang dibuat Yuri.

Ah, Hyung.. Nonna aku berangkat dulu ne, Aku harus menjemput Seohyun” Ujar Sehun yang langsung meminum susu putih yang baru saja dibuat Yuri. Setelah itu dia mencium tanganku dan juga tangan Yuri.

YA !! Kau ini, apa kau pikir aku Amma mu ? Seenaknya saja mencium tangan orang” Omel Yuri saat Sehun mencium tangannya.Sedangkan Sehun hanya menunjukan cengiran bodoh diwajahnya.

“Kau sudah pantas menjadi Amma, Nonna !! Jadi, cepat lah menikah dengan seorang namja” Ujar Sehun, yang langsung saja berlari tanpa memperdulikan wajah Yuri yang sudah merah karna menahan marah.

“Dasar Menyebalkan !! Kalau saja aku Amma nya pasti dia sudah ku kutuk menjadi Kodok” Gerutunya tapi masih terdengar jelas ditelingaku.

“Sayangnya kau bukan Ammanya, Dan kau juga bukan penyihir” Ujarku menggodanya, Yuri menatapku sinis, kemudian memakan sebuah roti dengan kasar.

Huh, Kenapa kalian berdua benar benar menyebalkan ?” Ujar Yuri, Pertanyaan bodohnya itu semakin membuatku geli dan ingin tertawa.

“Luhan !! Cepat cuci piring, gelas milikmu dan Sehun. Kau harus berlatih mandiri, kau harus ingat kau sebentar lagi akan….” Ujar Yuri menggantung. Aku menatapnya bingung, Seolah tak mengerti dengan ucapannya. Padahal aku tau apa yang sebenarnya dia maksud.

“Menikah maksudmu ??” Aku menatapnya dengan tatapan polos, Yuri nampak mencoba untuk tersenyum sebelum akhirnya dia mengangguk. Aku tersenyum, Kau tau ingatanku ini sudah kembali. Dan aku tak ingin jauh dari yeoja kecilku ini. Aku tak tau cara apa yang bisa membuatku agar aku bisa kembali bersama dengannya, mumpung Yoona sedang pergi keluar negeri selama seminggu.

“Yuri ah..” Gumanku pelan. Yuri yang tadinya sedang mengolesi roti bakar miliknya dengan selai coklat. Mengangkat kepalanya dan menatapku bingung seolah ada tanda tanya diwajah cantiknya.

Wae ??” Ujarnya datar, Aku hanya bisa tersenyum aneh dengan respon yang sama sekali tak kuharapkan. Kenapa dia tiba tiba menjadi aneh saat kita membahas tentang pernikahanku dan Yoona. Dan ku juga merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku merasa aku mulai menyanyangi Yuri.

“Tadi malam, Appaku berkata kalau kau orang yang bisa membuat ingatanku kembali” Ujarku dengan melas. Yuri kembali menatapku dengan ekspresi kaget miliknya.

Mwo ?!? A.. Aku ??” Ujarnya lagi. Aku hanya bisa mengangguk lemas, sedangkan Yuri terlihat sedang menelan ludahnya. Dengan begini misi pertamaku dan Sehun akan berhasil, Yey !! Keep Fighting Luhan !!

<><><><><> YoonYulHan Story <><><><><>

TBC

Eh…….

Author Bingung dengan maksud dan kamsud FF ini #Plakapaitu? Howa… Berhubung beberapa hari ini Mood Author gampang bagus dan gampang banget jelek, hanya karena hal sepele..

Tapi semoga FF ini ga seperti Mood Author ne..

Mianne, kalau agak agak gimana gitu, Hehe😀

Jangan Lupa Komentar ne, Tolong sekali lagi saran kalian.. Author butuh saran kalian😀

And Last..

Gumawo All !!!!

#Peluk Luhan bawa lari #Plak

21 responses to “Love & Music (Love Pain) Part 2

  1. Kereen, thor! Siip❤
    Ada typo dikiit…
    ''Amma'' itu artinya ''Ibu'', ya?
    aku bingung soalnya yang aku tau itu ''Umma''
    Makasih yaa udah update:)
    Tetep semangat buat nglanjutin kan? Siip:)
    HWAITING!!!

    • Hehe.. Banyak Typo ya, Author lagi males ngedit #Plak
      Mianne, Kalau Chingu bingung ^^
      Sebenernya Author juga rada bingung Ada yang bilang Amma, Umma, sama Eomma.
      Pasti dilanjutin kok😀
      Gumawo
      HWAITING !!

  2. nggak sabar nih.. nunggu next part nya
    lanjut ya thor & nge post nya jgan lama”😀 *PLAK*
    tpi klau boleh jujur critanya kurang panjang
    tpi overall bagus kok
    FITHING!!!

  3. Akhirnya ingtan lulu kembali..😀 #plakk
    Udah yoona ga ush pulang aja sekalian.. Biar yuri nikah sama luhan.. #no bash ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s