[FF of Place & My Love] Namjachingu.. [Drabble]

namjachingu..

Author : Kwon Soo Hjin

Main Cast :

Kwon Yuri [SNSD]

Xi Luhan [EXO M]

Other Cast :

D.O [EXO K]

Rating : General

Gerne : Romance, friendship

Lenght : Oneshoot

Place : Inggris, London

Warning :

NOT FOR SILENT READER, AND PLAGIATOR

Special Note :

Annyeong^^.

Author Come back dengan FF yang dulu pernah kita Vote :D. Part pertamanya kan SeoHun ‘Our Lock Love’. Nah sekarang giliran Couple kesukaan Author, Yulhan !! Yey !!

Dari pada Author kebanyakan omong langsung aja ne…

Happy reading ^^

NB. Anggap Yuri itu adik kelas Luhan

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

‘Ya !! Ternyata kau adalah yeojachingu Luhan, Subnae..’

Hening

‘Apakah benar Luhan itu namjachingumu ?’

Hening

‘Adwae, kau tak boleh merebut Luhan Subnae dariku, Yuri ah !!’

CUKUP !!!

Dia bukan namjachinguku, sampai kapan aku harus mengatakannya ? Luhan Subnae itu bukan namjachinguku, Kenapa mereka terus berkata seperti itu ? Lagipula, aku tak mau memiliki namjachingu seperti dia !!

Menyebalkan, Cerewet, Jorok, Yadong !! Aish, Dia itu menjijikkan !! Siapa yang betah tinggal serumah dengannya ?

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

Yuri POV

“Yak !! Oppa, kau itu menjijikkan sekali !!” Gerutuku kesal sambil mengangkat kaus kaki berwarna biru muda milik Luhan Oppa, Aish padahal aku sudah 1 tahun tinggal bersamanya tapi, kenapa aku masih saja tidak betah ? Aku menatap namja itu dengan tatapan sebal, dia sama sekali tak memperhatikan ucapanku malah sibuk dengan handphonenya. “Yak Oppa !!” Teriakku sekali lagi, kali ini lebih kencang, berharap namja itu akan menolehkan kepalanya.

Usahaku tak sia sia, Namja yang duduk beberapa meter dariku itu membuka headphone yang menutupi telinganya. Pantas saja dia tak mendengarku, padahal suaraku sudah diambang batas paling keras. Luhan Oppa hanya menatapku dengan tatapan datar khasnya, sehingga membuatku berdecak sebal.

“Waeyo ? Kenapa kau berteriak ? Suaramu itu benar benar bisa membuat polusi suara Pabo !!” Ujarnya dari nada bicaranya saja sudah ketahuan kalau dia marah denganku. Aku kembali berdecak sebal, seharusnya aku yang marah dengannya, tapi kenapa ? Aish..

“Aish, kenapa kau begitu menyebalkan ?” Gerutuku kesal, aku masih berdiri disini dan menatapnya dengan tatapan sebal. Sedangkan Luhan Oppa beranjak dari kursi itu dan berjalan mendekatiku. “Waeyo ? Kau pasti akan berkata kalau aku menjijikkan, Ya kan ?” Ujar Luhan Oppa dengan nada bicara yang sok Cool itu. Aku menghela nafasku kemudian menganggukkan kepalaku pelan.

“Ne..” Ujarku singkat kemudian menyerahkan kaus kaki yang benar benar bau itu. Apa dia tak pernah mencucinya ? Ah.. dia benar benar menjijikkan !!

“YA !! Nonna Kwon, Kau mau menemaniku tidak ?” Teriak Luhan Oppa saat aku masuk kedalam kamarku, Aku tak menjawab pertanyaannya dan hanya diam didalam kamar. Hening, Aish namja itu kenapa dia benar benar tidak peka ?

Tak berapa lama, pintu kamarku terbuka dan mendapati sosok Luhan Oppa sudah tampil dengan Yah, Keren. Dengan baju berwarna putih dan jaketnya berwarna hitam itu, dia memang terlihat sangat tampan.

Aku hanya terpaku dan menatapnya tanpa berkedip. Yah, dia memang tampan tapi untuk hari ini saja, selebihnya dia itu jelek !!. Aku menghela nafasku kemudian bangkit dari dudukku dan berjalan menghampirinya.

“Mau kemana ?” Ujarku antusias, aku tersenyum dan menatap wajah namja tampan ini. Luhan menatapku dengan tatapan aneh kemudian menghela nafasnya pelan. “Jalan jalan” Ujarnya datar, Dia menatapku dengan tatapan cuek miliknya. Senyumanku kembali mengembang.

“Bolehkan aku ikut ?” Ujarku senang, kedua mataku itu berkedip kedip dan tentunya memasang wajah memohon. Luhan Oppa kembali menghela nafasnya kemudian menganggukkan kepalanya Pasrah. “Ah, kalau begitu aku ganti baju dulu ne” Ujarku senang, Luhan Oppa menggelengkan kepalanya tanda dia tak ingin kalau aku ganti baju.

“Aish, kau ingin membuatku malu ? Aku tak ingin menggunakan baju ini” Ujarku manja sambil menatap baju berwarna putih dan rok berwarna biru muda yang sekarang kugunakan. Inikan baju yang kugunakan dirumah, Bukan baju yang ku gunakan untuk pergi berjalan jalan.

“Aish, Kau sudah terlihat cantik, Tinggal..” Ujar Luhan Oppa yang langsung memakaikan kalung berwarna merah muda itu pada leherku. Aku hanya menatapnya dengan tatapan malu. “Nah, sekarang kau terlihat cantik” Ujar namja itu lagi kemudian menggacak ngacak rambutku.

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

“Kau tidak lapar ?” Ujar namja itu, tangan kanannya mengenggam erat tanganku sehingga membuatku merasa risih. Aku menatapnya dengan tatapan datar kemudian menganggukkan kepalaku. Luhan Oppa kembali tersenyum kemudian menarikku menuju disebuah restoran mewah, Aish memangnya dia punya uang untuk membayarku makan disini ?

Luhan Oppa membuka pintu restoran itu, Kring… Bel yang mengantung diatas pintu itu membuatku terkejut. Yah, bel itu pertanda kalau akan ada tamu yang datang. Luhan Oppa langsung menarik tanganku masuk kedalam restoran itu.

Bukannya berjalan menghampiri meja yang kosong, dia malah menarikku kearah meja yang diduduki oleh sosok namja. Namja yang duduk dibangku itu tersenyum kemudian melambaikan tangannya pada Luhan Oppa. Sedangkan namja disampingku ini tersenyum dan balas melambaikan tangannya.

“Woy !! Luhan, ah lama tak bertemu denganmu.” Ujar Namja itu dia bangkit dari duduknya kemudian menepuk pelan bahu Luhan Oppa. Luhan tersenyum senang. Sedetik kemudian namja itu mengalihkan pandangannya kearahku sehingga membuatku tersenyum kaku.

“Dia dongsaengmu ?” Ujar Namja itu sambil menunjukku, Aku menatapnya dengan tatapan sebal. Dongsaeng katanya ? Aniya, aku itu temannya. Bahkan aku tak mau menjadi dongsaeng Luhan. Luhan tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

“Aniya, dia yeojachinguku” Ujar Luhan Oppa, dia tersenyum kemudian merangkulku. Aku hanya menatapnya dengan tatapan akan memakannya hidup hidup, Tapi namja disampingku ini hanya menatapku dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.

“Ah.. padahal kau itu namja yang sangat populer, Tapi kau lebih memilih yeoja yang lebih muda darimu. Kau tidak jadi menyukai Yoona ?” Ujar Namja yang tak ku kenal itu. Aku menatapnya kemudian terkikik pelan. Bukannya Luhan Oppa tidak jadi menyukai Yoona, Saat dia menyatakan cintanya saja sudah ditolak.

“Hahah.. Siapa namamu ?” Ujar Luhan Oppa sambil menatapku dengan tatapan menggodaku. Aish, ini sama sekali tidak lucu Oppa !! Aku mencoba mengukir sebuah senyuman kemudian mencubit punggungnya kasar. Luhan Oppa terlihat meringis kesakitan sedangkan aku hanya terkikik pelan.

“Ah, Kwon Yuri, Yuri..” Ujarku dengan nada bicara yang lembut. Namja dihadapanku ini hanya menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum kepadaku. “D.O aku sahabat Luhan” Ujar Namja yang bernama D.O itu. Aku kembali tersenyum dan menganggukkan kepalaku senang.

>>>

“Kenapa kau berkata pada namja itu kalau aku yeojachingumu ?” Ujarku kesal sambil memakan permen Lollipop yang dibelikan Luhan Oppa. Namja yang berdiri disampingku ini hanya terkikik pelan kemudian mengacak ngacak rambutku kasar.

“Heheh…” Ujarnya sambil menujukkan cengiran diwajahnya. Tangan kanannya itu menarik tangan kananku kemudian menjilat permen Lollipop yang kubawa. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sebal. “Yak, Oppa !!” Gerutu kesal kemudian memukul lengannya itu pelan, Luhan kembali terkikik kemudian menarikku menuju kedai ice cream.

“Kau mau ice cream ?” Ujarnya senang, aku tersenyum kemudian menganggukkan kepalaku senang. Luhan Oppa kembali menarik tanganku dan mengantri membeli Ice Cream.

“Rasa Coklat dan Strawberry” Ujar Luhan Oppa senang, Penjual itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian menyerahkan sebuah Ice cream pada Luhan Oppa.

Aku menatap Ice cream itu dengan tatapan bingung, “Kenapa 1 Ice Cream ? Bukankah kau pesan 2 Ice Cream ?” Gerutuku kesal saat aku dan Luhan berada beberapa meter dari kedai itu. Luhan Oppa hanya mengangkat bahunya kemudian tersenyum padaku. “Kita bisa memakannya bersama bukan ?” Ujarnya lagi, Aku hanya menganggukkan kepalaku lemas.

>>>

Luhan menyodorkan Ice Cream itu padaku, bermaksud menyuruhku untuk memakan sisi kanannya. Aku tersenyum kemudian menjilat sisi kanan Ice cream itu, sedangkan Luhan Oppa menjilat bagian kiri. Aku tersenyum saat melihat ice cream yang hinggap di samping mulutnya.

“Oppa, bibirmu” Ujarku sambil menujuk bibirnya, Luhan Oppa menatapku dengan tatapan bingung.  Aku kembali menunjuk bibirnya sedangkan Luhan Oppa masih menatapku bingung. “Waeyo ?” Ujarnya, cara bicaranya saja sudah terlihat kalau dia sedang bingung.

“Ini, bibirmu ada Ice Cream..” Ujarku sambil mengusap bibir Luhan Oppa yang ada Ice creamnya. Luhan Oppa tersenyum kemudian menggacak ngacak rambutku pelan. Aku hanya terkikik kemudian mengembungkan pipiku.

“Oppa..” Gumanku, aku masih menatap wajah tampannya yang kini sedang memakan Ice Cream. Aku tersenyum dan masih menatap wajah tampannya itu. Mendengar suaraku, Luhan Oppa menghentikan aktivitasnya dan menatapku.

Tanpa sengaja, tatapan kami berdua bertemu, Hal itu membuat suasana disekitar kita menjadi canggung. Aku segera memalingkan wajahku, dan tak menghadap kerahnya. Entahlah, tapi kini aku tersenyum.

“Em.. kenapa kau memanggilku ?” Ujar Luhan Oppa yang masih menatapku dengan tatapan malu, Aku tersenyum kemudian memainkan kedua tanganku. “Aniya, aku.. aku.. em, Em..Mianne..” Ujarku yang masih terkesan kaku, Luhan Oppa hanya terkekeh pelan kemudian beranjak ada bangku itu. Aku menatapnya dengan tatapan bingung.

“Kajja, kita jalan jalan lagi..” Ujar Luhan Oppa sambil mengulurkan tangan kanannya. Aku menatap uluran tangannya dengan tatapan bingung. Kemudian menggerakkan tanganku sehingga kini dia mengenggam tanganku kuat. “Kita mau kemana lagi ?” Ujarku senang, Luhan menolehkan kepalanya dan tersenyum kepadaku, “Big ben..” Ujarnya singkat dan semakin mempererat genggaman tangannya, Aku hanya mengohkan ucapannya.

Entahlah, kurasa sekarang aku akan betah bersama dengan namja ini. Benar kata appaku, sebaiknya aku mencoba dulu baru mengatakannya. Setahun yang lalu, saat aku baru lulus SMU, Appaku menyuruhku untuk berkuliah diLondon.

Karna aku tak memiliki keluarga disini, Sahabat Appaku menawarkan agar aku tinggal bersama Anaknya. Anaknya kebetulan satu sekolah denganku, Sebenarnya sejak awal aku menolaknya, apa lagi anak sahabatnya itu seorang namja. Yah, sebenarnya aku terpaksa tinggal dengan Luhan, Agar aku bisa bersekolah disini.

“Hey !!” Ujar Luhan Oppa, tangan kirinya itu dia gerakkan didepan wajahku. Sontak ku buyarkan lamunanku dan tersenyum kepadanya. “Oppa, kau membuatku terkejut” Gerutuku kesal, aku menatapnya dengan tatapan sebal. “Oppa, Oppa !! Lihat itu !!” Ujarku sambil menunjuk kembang api yang meletus diangkasa, Kami berdua mendongakkan kepala kami dan menatap Kembang api yang indah berpadu dengan gelapnya malam.

“Yuri  ah..” Ujar Luhan Oppa, aku yang tadinya hanya terdiam menolehkan kepalaku dan menatap wajahnya yang kini hanya terdiam dan menatapku. Aku tersenyum kemudian melambai lambaikan tangan kiriku didepan wajahnya.

“Ah, Lupakan soal tadi !!” Ujarnya sewot, Aku hanya terdiam dan menganggukkan kepalaku senang.

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

“Oppa, kenapa kau tak mau naik mainan itu ?” Ujarku sambil menunjuk mainan bulat dan besar yang berputar putar itu. Luhan Oppa nampak melihat mainan itu dengan tatapan sedih kemudian menelan ludahnya. Sedetik kemudian dia menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan kesal.

“Itu berbahaya !!” Ujarnya dengan nada Cool khasnya, Aku menyerngit mendengar ucapannya. Lagipula diatas sana sudah ada pengamannya. Dia ini penakut sekali. Hhh.. padahal aku ingin naik itu sejak… Ah, sejak pertama kali dia mengajakku kemari, Tapi dia malah menolaknya mentah mentah. Menyebalkan bukan ?

“Ah, Kajja kita naik itu..” Ujarku mencoba untuk merayunya, Luhan Oppa kembali menolehkan kepalanya dan tersenyum manis kepadaku. Tapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan. Dia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan dan kedua tangannya disilangkan didepan dadanya.

“Aish..”  Gumanku pelan, Aku menatap mainan itu dengan tatapan sedih. Hh.. kapan aku akan menaikimu mainan ? Tak ada yang mau menemaniku, Aku juga tak ingin menaikimu sendirian. Ommo, aku benar benar ingin naik mainan itu !!

“Lebih baik, kita pulang !!” Ujar Luhan Oppa yang langsung menarik tanganku menjauhi mainan itu, Aku hanya menghela nafasku dan mengikuti arah jalan Luhan Oppa dengan pasrah. Sesekali ketengokkan kepalaku kebelakang dan menatap mainan itu.

>>>

“Yuri ah..” Ujar Luhan Oppa, dia menatapku dengan tatapan aneh, Yap sedari tadi aku hanya terdiam tak mengeluarkan suara sama sekali. Padahal sebelumnya aku sangat cerewet, seperti anak kecil yang suka bertanya kepada Ammanya. “Hmm..” Ujarku datar, aku tak menatap wajah Luhan Oppa, melainkan menatap Lurus kedepan. Aku hanya menghela nafasku dan menahan mataku yang berkaca kaca.

“Kau kenapa ? Marah denganku ?” Ujar Luhan Oppa, nada bicaranya itu terlihat sekali kalau dia sedang menyelidiki. Aku hanya menghela nafasku kemudian menggelengkan kepalaku pelan. “Lalu, kenapa kau hanya diam ?” Ujar Luhan Oppa lagi, aku masih saja terdiam dan kembali menggelengkan kepalaku pelan.

“YA !! Tak bisakah kau mengatakan sesuatu ?” Ujar Luhan Oppa dengan nada membentakku, Aku mengerutkan bibirku dan menatapnya dengan tatapan kesal. “Oppa..” Gumanku pelan, mataku ini berkaca kaca, Luhan Oppa menatapku dengan tatapan bingung.

“Kenapa kau menangis ?” Ujar Luhan Oppa yang terlihat panik, Aku menatapnya kemudian memeluknya erat. “Oppa, aku ingin naik mainan itu..” Ujarku, yang kini sudah menangis dipelukannya. Luhan Oppa terlihat menghela nafasnya pelan kemudian mengelus rambutku pelan.

“Kalau begitu, Kajja kita naik.. aku akan menemanimu” Ujarnya seraya melepas pelukan kami dan menghapus air mata yang mengalir diwajahku. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, Tapi namja dihadapanku ini malah tersenyum.

“Tapi..”

“Gwenchana.. Kau ingin naik bukan ?” Ujarnya sambil memamerkan senyuman diwajah tampannya. Aku hanya menganggukkan kepalaku lemas dan membalas senyumannya. “Gumawo !!” Ujarku pelan.

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

Aku dan Luhan Oppa naik mainan itu, perlahan Mainan berbentuk keranjang yang kunaiki ini berputar keatas. Aku tersenyum mengamati indahnya kota London, Lampunya yang berwarna warni. Kutolehkan kepalaku dan menatap sosok Luhan Oppa yang hanya terdiam tapi dia terlihat sangat menikmati keindahan ini.

“Kau tak boleh takut !!” Ujarku senang, tangan kananku mengenggam erat tangannya. Sedangkan Luhan Oppa hanya tersenyum dan menarik kepalaku dan meletakkannya dibahunya. “Aniyo..” Ujarku,

Cup…

Aku langsung mengecup pipi Luhan Oppa kemudian meletakkan kepalaku diatas bahunya. Luhan Oppa kini terlihat mematung hanya terdiam, tangannya itu masih mengenggam erat tanganku.

Aish, kenapa aku mencium pipinya ? Ah.. Bodoh sekali !! Itu akan semakin membuatku terkesan bodoh didepannya. Hhh.. Luhan Oppa, kau itu namja yang baik.

Tiba tiba saja, Keranjang yang kami berdua naiki ini berhenti tepat saat aku berada dipaling atas. Sontak kupeluk Luhan Oppa saking kagetnya, sedangkan jantungku ini berdegup kencang karena Takut, Malu dan Bingung.

Saranghae..”

Bisiknya tepat ditelingaku, Aku hanya membelalakkan kedua mataku dan masih membeku dipelukannya, Luhan Oppa ? Dia menyatakan cintanya padaku ? Apa aku sedang bermimpi ?

Sontak kulepaskan pelukannya dan menatapnya dengan tatapan bingung, Sedangkan Luhan Oppa hanya menungging sebuah senyuman diwajah tampannya. Entah apa yang kini kurasakan, Aku malah membalas senyumannya. Dan kembali memeluknya.

“Hhh.. Nado, Nado Saranghae..”

Aku tak tau, ternyata Namja ini memang akan menjadi NAMJACHINGUku, Padahal aku masih ingat saat aku marah karena teman temanku mengatakan kalau dia itu namjachingku. Bahkan tanpa kusadari, Aku mencintainya karna teman temanku itu, Aku emang mencintainya.. Tapi aku menolaknya.

Dan sekarang,

Aku tak akan pernah mengkhianatinya, Aku mencintaimu Xi Luhan. Bahkan sangat mencintaimu..

“Oppa..”

“YA !! Jangan panggil aku Oppa !!” Ujar Luhan Oppa dan menatapku dengan tatapan sebal, Aku menatapnya dengan tatapan bingung kemudian terkikik pelan. “Lalu ?” Ujarku kini aku sudah berani menatap wajah tampannya itu.

“Chagi, Panggil saja aku Chagi” Ujar Luhan Oppa sambil menunjukkan senyuman aneh diwajahnya, Aku hanya terkikik kemudian memukul kepalanya perlahan. “Chagiya, Besuk kita harus naik ini lagi !!” Ujarku senang, Luhan Oppa menatapku dengan tatapan aneh. Sedangkan aku kembali mengerutkan bibirku.

“Sip, Tapi.. kau harus membelikanku ice cream !!” Ujarnya senang, Aku yang tadinya mengerutkan bibirku hanya menatapnya dengan tatapan aneh kemudian menganggukkan kepalaku pelan.

“Ne..ne..ne..”

~~~~~~~** YulHan **~~~~~~~

END

Gimana dengan FF yang ini ? Apakah hasilnya memuaskan ? Yah, semoga saja ne, FF ini adalah satu satunya FF yang bisa Author ketik dalam waktu 1 Jam. Wkwkw.. *Plak *Abaikan

Okeh, Next Part Yoona Kai ne !!!

Ditunggu ya, Yoona Kai nya..

Kalian jangan Lupa Komentar

And Last, Gumawo !!

 

23 responses to “[FF of Place & My Love] Namjachingu.. [Drabble]

  1. Partnya yulhan kayanya lebih banyak dari seo ya?
    Saya juga ngeship yulhan kok thor.. :D
    Luhan so sweet.. >< aku juga mau naik itu ditemenin luhan.. XD *plakk

  2. daebak thor…..
    i like, i like, i like it #sambil nyanyi beautiful target + nari harlem shake# plak. lupakan

  3. Hahaha lope lope seh couple ini
    Bayanginnya gampang bgt feelnya daper kren mmg couple ini authornya jga kren lanjutkan hehe

  4. Kok ga da adegan kissing nya #plakk otak yadong pantes kok yulhan bsa satu rumah ya eh ternyata yuri ∂ï titip kan ama appa nya di rumah luhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s